Categories
Ekonomi Ragam

KAPTEN Indonesia Siap Wujudkan SDM Tenaga Kerja Unggul Kelas Dunia

Koran Jurnal, Tangerang – Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional (KAPTEN) Indonesia bertekad mewujudkan generasi sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan profesional. Tekad ini bermula karena banyak negara asing yang memuji kinerja profesional tenaga kerja Indonesia atau yang sekarang disebut PMI (Pekerja Migran Indonesia).

Hal itu disampaikan Ketua Umum KAPTEN Indonesia, Abdul Rauf seusai pelantikan pengurus dan Rakernas I KAPTEN Indonesia, di Gedung RSU Bhakti Asih, Karang Tengah, Tangerang, Kamis (28/11/2019) malam.

Untuk mewujudkan SDM Unggul dan Profesional, Rauf mengatakan, pentingnya kerjasama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah. Salah satu upaya yakni dengan memaksimalkan fungsi Balai Latihan Kerja.

“KAPTEN itu membernya PJTKI dan BLK berbasis komunitas yang digagas oleh Kemenaker,” ujarnya.

Rauf juga mengaku akan bekerjasama dengan beberapa negara asing sebagai langkah konkrit dalam mewujudkan generasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan profesional.

“KAPTEN akan membuka kerjasama sampai 31 negara untuk mengantar generasi Indonesia melihat dari luar bukan dari dalam. Saya menyampaikan ke Ibu Menaker bahwa program magang kerja ke Jepang tak pernah ada kekurangan dari tahun 92. Ini cocok dijadikan contoh,” lugasnya.

Selain itu, KAPTEN Indonesia juga bertekad untuk meningkatkan kepastian hukum bagi para Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri.

“Visi terbesar dari KAPTEN antara lain, terdepan dari segala bidang, KAPTEN akan mengadakan LBH yang harus hadir untuk membantu permasalahan yang dialami buruh secara cepat,” ujarnya.(red)

Categories
IPTEK Ragam

Megawati Soekarnoputri Terima Penghargaan Kehormatan sebagai Tokoh Penguatan dan Modernisasi MKG

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penghargaan kehormatan kepada Presiden Indonesia ke-5, DR (HC) Megawati Soekarnoputri, sebagai tokoh ‘Pelopor Penguatan dan Modernisasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Untuk Kemanusiaan dan Lingkungan’ dalam acara yang berlangsung di Auditorium BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).

Hal ini dilakukan karena Megawati disebut memiliki peran penting dalam pembentukan BMKG saat Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut menjabat Presiden Republik Indonesia.

“Ibu Megawati Soekarnoputri mampu melihat jauh ke depan dengan mengamati fenomena perubahan iklim global akibat makin masifnya kerusakan lingkungan, dan peningkatan aktivitas kegempaan yang dapat memicu tsunami, sehingga dapat mengancam keselamatan publik dan keberlanjutan pembangunan,” ucap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat memberikan penghargaan secara langsung kepada Megawati sebagai ‘Tokoh Penguatan dan Modernisasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Dengan keputusan politik Megawati kala itu, lahirlah Keputusan Presiden Nomor 46 dan 48 tahun 2002, Badan Meteorologi dan Geofisika diperkuat dan dimodernisasikan fasilitasnya, dengan dilompatkan statusnya sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen, yaitu Badan yang setara Kementerian yang semula berada di bawah Departemen Perhubungan menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND).

Dwikorta berharap dengan adanya penghargaan ini, pejabat-pejabat negara ataupun publik sadar akan pentingnya BMKG. Dia juga meminta masyarakat berperan aktif mengawasi observasi BMKG.

Selain itu, dirinya berharap melalui anugerah kehormatan ini akan menjadi proses edukasi publik untuk menguatkan kesadaran pentingnya memahami, memonitor, memprediksi dan memberikan peringatan dini berbasis inovasi teknologi di bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika.

Mendapat kehormatan dari BMKG, Megawati mengucapkan terima kasih dan tak lupa dirinya mengingatkan bahwa pembentukan BMKG itu juga merupakan peran aktif Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang saat itu menjadi Presiden sebelum Megawati.

“Saya juga tidak menyangka akan mendapatkan penghormatan ini. Saya sendiri sebetulnya berpikir pada waktu itu sedikit bernostalgia apa yang tadi dikatakan oleh Ibu Dwi (Kepala BMKG Dwikorita) memang keputusannya dibuat ketika saya sudah presiden, tetapi sebenarnya penugasannya itu ketika saya sebagai Wapres. Jadi ketika pemerintahannya Presiden Gus Dur (Abdurrahman Wahid),” tutur Megawati Soekarnoputri.

Selain memberikan penghargaan kepada Megawati Soekarnoputri, BMKG juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama dengan BNPP, BNPB, dan PDI Perjuangan. MoU itu sendiri ditujukan untuk mengadakan sosialisasi dan pelatihan bersama terkait informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Bersamaan dengan itu, BMKG sekaligus meluncurkan program Sancakarla dan Simpel, dimana keduanya diharapkan untuk memberikan layanan informasi kepada masyarakat perihal BMKG.(red)

Categories
Pendidikan Ragam

BNPB Luncurkan Buku “Kibar Pataka di Selatan Jawa”

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi meluncurkan buku berjudul “Kibar Pataka di Selatan Jawa”, sebagai catatan sejarah yang dirangkum dari rangkaian kegiatan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami (EDT) 2019 di Jakarta, Selasa (05/11/2019. Peluncuran buku tersebut sekaligus dalam rangka memperingati World Tsunami Awareness Day pada tahun ini.

Mengambil lokasi di Tempo Institute Jakarta peluncuran buku kisah perjalanan rangkaian EDT 2019 ini dihadiri oleh beberapa perwakilan Kementerian/Lembaga, akademisi, peneliti, beberapa relawan, rekan media, penulis dan penyusun buku serta pihak-pihak terkait yang turut berkontribusi.

Selaku pengarah, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Lilik Kurniawan berharap agar jerih payah dari seluruh tim yang dituangkan ke dalam medium buku tersebut dapat menjadi catatan sekaligus pembelajaran untuk masa depan anak cucu bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana gempa-tsunami.

“Sebagai asupan literasi, agar masyarakat lebih siap dan korban bisa diminimalisir,” kata Lilik.

Dalam napak tilas kisah perjalanan EDT 2019 hingga terbitnya buku tersebut, Pelaksana Tugas Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Pangarso Suryotomo mengatakan bahwa kegiatan ekspedisi yang mengambil titik awal di Banyuwangi dan berakhir di Serang pada pertengangan Juli-Agustus lalu merupakan sebuah jawaban atas keresahan warga pesisir selatan yang sebelumnya dikatakan bahwa ada potensi dari ancaman gempabumi dan tsunami dari beberapa ahli peneliti.

Dengan adanya kegiatan tersebut, maka masyarakat menjadi siap dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi terkait hasil dari penelitian para pakar terdahulu.

“Ketika ada rilis resmi tentang potensi tsunami di selatan jawa, namun nyatanya masyarakat di pesisir selatan jawa tak gentar karena dengan adanya ekspedisi ini,” ungkap Pangarso.

Tentang “Kibar Pataka di Selatan Jawa”

Buku dengan sampul depan bergambar arak-arakan bendera Pataka dengan judul “Kibar Pataka di Selatan Jawa” merupakan oleh-oleh dari perjalanan panjang para pahlawan kemanusiaan yang mendedikasikan waktu dan energinya demi ketangguhan masyarakat di pesisir selatan Jawa, melalui Ekspedisi Destana Tsunami (EDT) 2019.

Buku setebal 104 halaman ini merupakan catatan dari gabungan materi yang diadopsi langsung dari seluruh wilayah yang menjadi rute EDT 2019. Ragam kisah yang dipahat dalam buku ini memberikan kesan tersendiri melalui gaya bahasa yang unik dan menarik dari cara para penulis bertutur kata melalui medium tulisan.

Sebut saja catatan tentang potensi gempabumi dan tsunami di pesisir selatan Jawa dari segi sejarah yang dibingkai secara ringkas dan padat pada bab pertama. Melalui alur yang dikemas secara teratur pembaca seolah dibawah kembali ke masa lampau. Imajinasi dan rasa ingin tahu berbaur menjadi satu dan berakhir ke dalam pemahaman-pemahaman baru.

Kemudian yang tak kalah mendebarkan ketika pembaca dihadapkan pada perjalanan panjang perubahan bentang alam selatan jawa, yang mana proyeksi dari masa lampau menuju masa kini telah menimbulkan banyak pertanyaan sekaligus keresahan dari para peniliti yang menarik untuk disimak. Nyatanya memang dari bab ke dua ini seluruh tenaga dan pikiran seakan diadu, namun bagaimanapun tim penyusun tetap menampilkan sisi positifnya untuk solusi baru.

Memasuki bab berikutnya ialah bagaimana ingatan-ingatan tentang fenomena alam masa lampau yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa harus dirawat dengan baik dan dijadikan sebagai sebuah pembelajaran. Hal itu sangt penting mengingat dalam sebuah penelitian memang secara garis besar bencana gempa-tsunami di indonesia adalah peristiwa yang berulang. Oleh karena itu penting bagi generasi tua untuk meng-estafet-kan literasi sejarah ingatan bencana kepada penerus mereka, generasi muda.

Pada bab berikutnya, tabir kisah mitos dan ilmu sains saling beradu dalam mengambil simpati dalam catatan baru. Keduanya memang sangat berbeda jauh dan tidak memiliki korelasi, namun dalam bagian ini, para penulis seakan sengaja menyajikan keduanya sebagai penguatan literasi modern agar pikiran terbuka, namun tidak menghilangkan esensinya yang telah ada.

Seperti contoh; selama ini kisah Nyi Roro Kidul, yang telah beredar sebagai mitos masyarakat. Namun oleh penelitian terkini dikatakan bahwa hal itu merupakan peristiwa Tsunami yang di-metafora-kan oleh penguasa pada masa lampau sebagai legitimasi untuk mendapatkan kekuasaan dan diakui oleh rakyatnya. Hal itu disebutkan dari hasil penelitian sang ahli paleotsunami LIPI Eko Yulianto, baik dari penelitian lapangan maupun temuan bukti tulisan lampau yang mengisahkan tentang peristiwa sekitar tahun 1600 ditambah literasi keilmuan lain yang terkait.

Satu hal yang perlu digarisbawahi, mengutip kata-kata Eko dari sebuah wawancara khusus bahwa: “Sebuah sains adalah mitos yang senantiasa diverifikasi kebenarannya. Dan ketika proses verifikasi itu berhenti, maka seketika itu sains berubah menjadi mitos”.

Memasuki babak akhir dalam buku catatan “Kibar Pataka di Selatan Jawa”, pembaca diarahkan kepada wawasan baru tentang bagaimana upaya tindak lanjut dan pembelajaran dari alam semesta, yang mana kapasitas masyarakat harus benar-benar ditingkatkan dan dibudayakan sebagai dasar untuk menjadi keluarga tangguh bencana, sebagai mana yang menjadi salah tujuan EDT 2019 yakni masyarakat tangguh, bukan ajang seremonial saja.

Terciptanya buku ini tak lepas dari jerih payah seluruh unsur yang terlibat seperti dari keluarga besar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Sertifikasi Nasional (BSN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Palang Merah Indonesia (PMI), SKALA, Hipmi Peduli, Save The Children, Google, RAPI, ORARI, Dompet Dhuafa, Pramuka, unsur TNI/Polro, Pemerintah Daerah, dll.(hum/red)

Categories
Hukum Ragam

Indonesia dan Laos Tandatangani MoC Bidang Hukum

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dan Kementerian Kehakiman Republik Demokratis Rakyat Laos telah menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) mengenai kerja sama hukum. Pada penandatanganan MoC tersebut, Indonesia diwakili oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly sementara Laos diwakili oleh Menteri Kehakiman, Saysy Santyvong.

Yasonna mengatakan bahwa penandatanganan MoC ini merupakan hasil tindak lanjut komitmen yang disampaikan saat bertemu dengan Menteri Kehakiman Laos di Vientiane dalam kesempatan ASEAN Law Ministers Meeting ke-10 pada tahun 2018 lalu.

“Menindaklanjuti pertemuan di Vientiane tersebut, hari ini kita menandatangani MoC antara Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan Kementerian Kehakiman Republik Demokratis Rakyat Laos,” kata Yasonna, Senin (04/11/2019).

Ia menjelaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Laos sudah terjalin sejak tanggal 30 Agustus 1957 dengan kantor yang dioperasikan dari Bangkok. Pada tahun 1962, hubungan kedua negara ditingkatkan pada tingkat kedutaan dan pada tahun 1965 Indonesia resmi membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane.

“Hubungan bilateral Indonesia-Laos sudah terjalin erat dalam bidang politik, sosial budaya, ekonomi dan konsuler,” jelasnya

Lebih lanjut, Yasonna mengungkapkan bahwa penandatanganan MoC ini merupakan tonggak sejarah bagi penguatan kerja sama Indonesia-Laos, terutama dalam bidang hukum. Kerja sama dalam bidang hukum ini juga melengkapi kerja sama dalam bidang lainnya yang sudah terjalin terlebih dahulu antara Indonesia dan Laos.

“Semoga kerja sama dapat diperluas ke bidang hukum lainnya termasuk pengembangan sistem hukum, institusi, legislasi, dan pengembangan sumber daya manusia, dalam rangka memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kedua negara,” kata dia.

Penandatanganan MoC kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Joint Capacity Building and Training sebagaimana telah disepakati antara Pemerintah Indonesia dan Laos.

Joint Capacity Building and Training diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pejabat di lingkungan kementerian masing-masing, termasuk Otoritas Pusat serta aparat penegak hukum dalam kerja sama MLA dan ekstradisi.

“Kegiatan Joint Capacity Building and Training antara Republik Indonesia dan Republik Demokratis Rakyat Laos mengangkat isu-isu mengenai Mutual Legal Assistance in Criminal Matters (MLA), ekstradisi dan pemindahan narapidana, serta penanganan kasus arbitrase internasional,” kata Yasonna.

Lebih jauh, Yasonna mengapresiasi keterbukaan dan itikad baik dari Republik Demokratis Rakyat Laos, khususnya Menteri Kehakiman Saysy Santyvong, dalam penandatanganan MoC dan partisipasi dari seluruh delegasi dari Republik Demokratis Rakyat Laos dalam Joint Capacity Building and Training.(red)

Categories
Daerah Ragam TNI

KSAD Apresiasi Pemkab Tabanan Atas Alokasi Anggaran 1,7 Miliar untuk TMMD ke-106

Koran Jurnal, Bali – Di tengah kesempatan menutup kegiatan TMMD 106 secara terpusat di Tabanan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa berikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan yang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1,7 Milyar untuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 yang dilaksanakan bersama dengan Kodim 1619/Tabanan.

Hal tersebut disampaikan Kapendam IX/Udy Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.IP dalam rilis tertulisnya, Tabanan, Bali, Kamis (31/10/2019).

Dikatakan Kapendam, pelaksanaan TMMD ke-106 Kodim 1619/Tabanan yang dilaksanakan selama 30 hari sejak 2 Oktober 2019 secara resmi ditutup pada Kamis (31/10/2019).

“Secara terpusat, TMMD 106 ditutup hari ini oleh Kasad di Lapangan Desa Gubug Tabanan, tentunya kehadiran beliau di Tabanan tidak hanya menjadi kehormatan maupun kebanggaan bagi masyarakat (Tabanan) di sini semata, namun juga bagi (masyarakat) Bali juga,” ujar Jonny.

Menurut Jonny, kehadiran Jenderal TNI Andika Perkasa tidak hanya sekadar seremonial dalam menutup TMMD, namun juga menunjukkan komitmennya dalam membangun Kemanunggalan TNI-Rakyat.

“Kegiatan in telah lama direncanakan dan tentunya Kasad juga meluangkan waktunya untuk bertemu dan menepati undangan masyarakat Bali, apalagi dalam TMMD 106, kali ini Pemkab Tabanan mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1,6 Milyar dalam program ini,” terang Jonny.

Sanjutnya Jonny jelaskan bahwa dalam upacara penutupan tersebut, Jenderal TNI Andika Perkasa tidak hanya memberikan apresiasi kepada Pemkab yang juga telah memberikan tambahan Rp. 100 juta, sehingga total anggaran menjadi Rp. 1.7 Milyar, namun juga kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi secara totalitas, termasuk masyarakat desa Gubug.

“Dengan penutupan tadi dan disaksikan oleh Kasad, maka secara simbolis, hasil kegiatan TMMD-106 diserahkan kepada masyarakat desa Gubug dan desa Bongan melalui Bupati Tabanan, yaitu Ni Putu Eka Wiryastuti oleh Dansatgas TMMD-106 yaitu Dandim 1619/Tabanan,” tegasnya.

Sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan TMMD 106 itu, disampaikan paparan oleh Dansatgas TMMD, Letkol Inf Toni Sri Hartanto kepada Kasad, berupa terwujudnya pembuatan jembatan sepanjang 17 meter dengan lebar 5,5 meter dan tinggi 5 meter serta sasaran lainnya seperti pembuatan senderan, pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang 65 meter, bedah rumah dua unit.

“Itu merupakan sasaran utama dalam bentuk sasaran fisik, namun selain itu juga terdapat pencapaian lainnya dari kegiatan nonfisik, diantaranya penyuluhan wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan maupun kegiatan lainnya,” terang Jonny.

Selain itu, menurut Jonny, sebagaimana disampaikan Kasad, indikator keberhasilan lainnya dari TMMD 106 ini, adalah semangat kebersamaan dan gotong- royong yang ditunjukkan oleh TNI bersama masyarakat.

“Sehingga Kasad dan Ketua Umum Persit Kartika Candra Kirana (Ny. Hetty Andika Perkasa) sangat terkesan dengan itu, termasuk berbagai kearifan lokal,” imbuhnya.

“ Rangkaian kegiatan diakhiri dengan kegiatan peninjauan Stand Pameran dan Baksos oleh tamu undangan yang hadir,” tutur Jonny.

Sementara Bupati Kabupaten Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti menilai TMMD bukanlah hal asing lagi karena sudah dilakukan sejak dulu dan banyak membantu pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dimana ada rakyat di situ ada TNI dan begitu juga sebaliknya.

“Sinergi dan kerja sama antara TNI dengan Pemerintah Kabupaten dan masyarakat dalam konteks TMMD memang benar-benar dirasakan manfaatnya”, tutup Bupati Tabanan.

Untuk diketahui, usai upacara penutupan, Kasad didampingi Ny. Hetty Andika Perkasa dan Bupati Tabanan menyerahkan dua buah sertifikat tanah, dua buah kunci hasil bedah rumah, buku perpustakaan bantuan dari Perpustakaan Nasional, penyerahan secara simbolis berupa Sembako, alat penetas telur, dan Pupuk Bios 44 kepada warga Desa setempat.(disp/red)

Categories
Ekonomi Ragam

Mentan Syahrul Yasin Limpo Rangkul para Senior dan Mantan Menteri

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta izin dan dukungan para mantan menteri dan wakil menteri pertanian era sebelumnya untuk memajukan pertanian Indonesia. Mentan ingin agar mereka berbagi ilmu dan pengalaman terkait sektor pertanian selama mereka menjabat.

“Ini bagian dari silaturahmi, saya izin untuk memimpin Kementerian ini. Saya berharap dukungan dan bantuan para orang hebat di bidang pertanian pada masanya. Dan saya berharap kehadiran mereka yang akan terus bersama saya, membantu saya dalam memecahkan banyak masalah pertanian,” ucap Mentan SYL dalam Tatap Muka dan Silaturrahmi dengan para mantan Menteri dan Pejabat Teras Kementerian Pertanian, di Gedung PIA kantor pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Dalam kesempatan ini, Mentan dengan 244 penghargaan ini menegaskan akan belajar dari para senior menteri, bahkan Mentan rela dikoreksi dan diberikan masukan dalam pengelolaan pertanian. Menurutnya, sebuah negara kuat apabila pertaniannya juga kuat, sehingga fungsi Kementerian Pertanian luar biasa dengan kompleksitas dan dinamika yang berkembang sangat cepat.

“Kita tidak bisa lagi menggunakan paradigma lama dan banyak cara-cara baru yang harus kita pelajari dikarenakan kemajuan teknologi sangat cepat, “ tegasnya. Lebih lanjut Mentan SYL mengatakan kompleksitas masalah yang besar membuat sentralisasi strategi tidak harus di Jakarta. Kementerian pertanian tidak bisa bekerja sendiri dan harus bermitra dengan yang lain.

“Kementan membutuhkan kemitraan dan kerjasama bersinergi dengan kementerian lain, dengan para Gubernur, Para bupati bahkan sampai di lapangan harus bermitra dengan para Camat dan para kepala desa maupun Lurah,” ungkap Syahrul.

Karenanya, SYL menegaskan dirinya fokus membangun Sistem Komando Strategis Teknis Pertanian (Kostra Tani) dalam 100 hari pertama, dan dalam level lapangan, pengendalian dan operasionalnya dipusatkan di kecamatan-kecamatan, dengan keterlibatan pihak lainnya seperti TNI-Polri.

Sementara Menteri Pertanian Indonesia periode 1992-1997, Sjarifuddin Baharsjah mengungkapkan jika kemampuan lokal dan kemampuan petani, bersama dengan peneliti tanpa banyak campur tangan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

“Sebaiknya kita mengapresiasi kemampuan petani kita, tidak perlu diributkan dengan peraturan peraturan dan subsidinya tidak efektif,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Menteri Pertanian Periode 2000-2004, Bungaran Saragih mengapresiasi seluruh rangkaian tatap muka dan silaturahmi ini. Kata dia, komunikasi yang dibangun sangat bagus untuk perkembangan dan pembangunan pertanian ke depan.

“Development for agriculture penting. bagaimana mengikutsertakan institusi lain untuk membangun pertanian seperti kementeria PUPR, perindustrian , Kementrian perdagangan dan kementerian lainnya,” katanya.

Suswono, Menteri Pertanian periode 2009-2014, juga mengatakan jika persoalan pertanian bukan hanya tanggung jawab kementrian pertanian tetapi juga menjadi tanggung jawab lintas sektor.

“Saya kira bagus sekali kalo kita mampu berkoordinasi dan mampu mengajak kementerian lain untuk membangun pertanian. Kalo bisa digerakkan dan dioptimalkan maka hasilnya akan sangat baik,” tambahnya.(hum/red)

Categories
Ragam

Kementan Tegaskan Sertijab Syahrul Yasin Limpo dan Andi Amran Sudah Sesuai Jadwal

Koran Jurnal, Jakarta – Sehubungan dengan beredarnya informasi yang dirilis oknum forum wartawan pertanian (Forwatan) terkait mundurnya serah terima jabatan Menteri Pertanian akibat ketidakhadiran Amran Sulaiman sebagai Menteri Periode sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menegaskan tidak benar informasi yang beredar.

Informasi yang disampaikan forwatan tidak berdasar informasi yang akurat, dan menimbulkan persepsi miring terkait sertijab Mentan.

“Yang benar adalah sertijab sudah disepakati sejak awal diselenggarakan pada hari Jumat 25 Oktober 2019, dan kehadiran Mentan Syahrul kemarin pada hari pertama pasca pelantikan, ditujukan untuk silaturrahmi bersama keluarga besar Kementan,” tegas Kuntoro, di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Terkait mundurnya waktu sertijab tak lebih karena untuk mempersiapkan lebih baik acaranya, mengingat serah terima ini dilakukan antara dua pejabat negara yang berkontribusi positif bagi rakyat.

“Saya menghimbau wartawan dan masyarakat dapat mengkonfirmasi pada kami apabila terdapat informasi yang kurang jelas, dan tidak membuat opini publik yang berbeda. Pak Syahrul dan Pak Amran mempunyai hubungan yang sangat baik dan harmonis, dan keduanya putra dari Sulawesi Selatan terbaik, dan aset bangsa,” tutup Kuntoro.(hum/red)

Categories
Megapolitan Ragam

Jakarta Raih 4 Katagori Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Terbaik 2019

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI memberikan anugrah Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) kepada beberapa kepala daerah yang berprestasi dalam pencapaian pembangunan ketenagakerjaan di masing-masing daerah. Salah satu pemerintahan daerah penerima anugerah IPK yakni kepala daerah atau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pemprov DKI Jakarta berhasil meraih penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan 2019. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang berprestasi dalam pencapaian pembangunan ketenagakerjaan di DKI Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri, kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pemda DKI Jakarta berhasil meraih penghargaan, dan membawa pulang empat penghargaan sekaligus.

Keempat penghargaan itu, antara lain Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Terbaik Kedua berdasarkan pada perbandingan dan beban kerja Pemerintah Daerah Bidang Ketenagakerjaan Kategori Sedang, Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Terbaik di Indikator Utama Penduduk dan Tenaga Kerja, Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Terbaik di Indikator Utama Kesempatan Kerja, dan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Terbaik pada Indikator Utama Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Menurut Gubernur Anies, penghargaan yang diraih Pemprov DKI Jakarta terlepas dari kerja seluruh jajaran, khusus Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta yang membuat terobosan-terobosan, sehingga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.

“Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang telah bekerja keras membuat terobosan dan mencapai semua indikator utama dalam penghargaan ini,” ungkap Gubernur Anies, dalam acara penganugerahan IPK 2019, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019).

Kendati demikian, Gubernur Anies tetap ingat untuk jajaran agar penghargaan yang diterima dimaknai sebagai komitmen untuk terus membuat dosan di bidang ketenagakerjaan di Jakarta.

“Saya senang sekali bekerja keras semua dan mari kita jaga sama-sama (terus berinovasi), jadi prestasi ini bisa terus meningkat di hari selanjutnya,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, menyatakan penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan merupakan bentuk apresiasi.

“Indeks Ketenagakerjaan adalah alat ukur keberhasilan kepemimpinan di daerah, bagaimana kepemimpinan daerah menyediakan lapangan kerja dan mengelola para tenaga kerja,” tandasnya.(red)

Categories
Polhukam Ragam

Soal Pro Kontra Perppu KPK, Ketum N4J RE Nainggolan: Jokowi tau persis yang terbaik untuk rakyat

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Umum DPP Nusantara Untuk Jokowi (N4J) Dr RE Nainggolan mendukung penuh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam memutuskan perlu atau tidaknya Perppu KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) diterbitkan.

RE Nainggolan menilai Presiden Jokowi dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pemimpin negara selama ini selalu mewakili kepentingan seluruh masyarakat Indonesia.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Mana yang terbaik. Kita yakin dan percaya Jokowi akan membuat pilihan yang terbaik, akan diterbitkan Perppu atau tidak?,” ujarnya kepada wartawan usai menggelar aksi damai pernyataan kebulatan tekad N4J tetap bersama Jokowi, di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (09/10/2019).

Karena, tambah RE Nainggolan, selama lima tahun memimpin Indonesia beliau sungguh-sungguh mengetahui apa keinginan rakyat.

“Jokowi tau persis keinginan rakyat. Jadi N4J dalam hal ini tidak dalam bentuk setuju atau tidak setuju, tetapi senantiasa memberikan keyakinan penuh bahwa Jokowi akan memutuskan yang terbaik buat bangsa dan negara,” lugasnya.

Pro Kontra Perppu KPK

Diketahui revisi UU KPK telah disahkan oleh DPR periode lalu pada 17 September 2019. Revisi UU itu kemudian ditentang para mahasiswa yang kemudian menimbulkan gelombang demonstrasi di berbagai daerah dalam beberapa hari.

Kini, polemik seputar Perppu KPK terus bergulir. Simak dalam Infografis berikut yang dirilis liputan6:

Ketum DPP N4J mengapresiasi langkah para mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi dalam menyikapi Revisi UU KPK. Selain itu, dia mengingatkan para mahasiswa agar tidak terprovokasi oleh oknum-oknum atau pihak-pihak tertentu yang ingin mencederai tujuan murni mahasiswa dalam menyampaikan pendapat.

“Kita cinta kepada adik-adik mahasiswa, dan kita sangat menyayangi mereka. Saya yakin mereka punya tujuan murni, hanya memang kita sangat galau apabila ada oknum-oknum yang mencoba membuat kerusuhan,” ujarnya.

“Kita senantiasa memberi hormat kepada para mahasiswa yang penyampaian pendapat, dan yakin itu akan menjadi pertimbangan bapak Jokowi,” tutupnya.(red)

Categories
Nasional Ragam

Presiden Jokowi: Toleransi dan Keterbukaan adalah Kunci Kemajuan Suatu Bangsa

Koran Jurnal, Jakarta – Keberhasilan sebuah negara dan masyarakatnya sangat ditentukan oleh kemampuan untuk menerima dan mengelola kemajemukan. Semakin masyarakat dapat mengelola kemajemukan dan perbedaannya, maka akan semakin matang pula kedewasaan sehingga mendorong inovasi yang mengarah pada kemajuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada acara peresmian pembukaan Forum Titik Temu “Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan” di Hotel Double Tree Hilton, Jakarta, Rabu (18/09/2019).

“Kemajemukan itu adalah sebuah kebutuhan karena kemajemukan akan membuat kita menjadi kaya imajinasi untuk berinovasi. Kemajemukan membuat kita akan semakin matang, akan semakin dewasa, dan kemajemukan itu akan menjadi satu bagian tak terpisahkan dari sebuah kemajuan ekonomi,” kata Presiden.

Pada dasarnya, kemajemukan dan kemampuan suatu negara dalam memanfaatkan keterbukaan menjadi kunci bagi lompatan kemajuan. Presiden mengatakan, banyak contoh negara yang bertransformasi menjadi negara maju dengan kemajemukan tersebut, salah satunya Persatuan Emirat Arab (PEA).

Menurut Presiden, Indonesia bisa mengambil contoh dari Persatuan Emirat Arab (PEA) yang berhasil melompat menjadi sebuah negara maju karena sikap terbuka dan kemampuannya mengelola perbedaan.

“Empat puluh tahun yang lalu Uni Emirat Arab (PEA) merupakan negara yang tertinggal. Tingkat melek hurufnya rendah, budaya pendidikannya tertutup dan tradisional. Namun, Uni Emirat Arab sekarang menjadi negara yang sangat makmur dan maju,” paparnya.

PEA diketahui juga tidak memiliki sumber daya alam sebanyak Indonesia namun dapat tumbuh menjadi negara maju dan modern. Saat bertemu dengan Syekh Mohamed (Putra Mahkota Abu Dhabi), Presiden Jokowi mencoba mencari tahu rahasia kemajuan negara tersebut.

“Menurut saya salah satu kunci utamanya adalah keterbukaan dan toleransi. Dan itu saya dapatkan langsung dari beliau, Syekh Mohamed. Bahkan tahun ini di sana menyebut sebagai Tahun Toleransi,” tuturnya.

Kepala Negara menjelaskan, keterbukaan dan toleransi tersebut misalnya bisa terlihat dari keberanian mereka mengundang talenta-talenta besar dunia untuk menjadi pucuk pimpinan perusahaan dan tenaga ahli di negaranya, yang kemudian pada saatnya secara bertahap digantikan oleh warga asli PEA. Tak hanya itu, mereka juga berani mengundang puluhan rektor, dosen, dan guru-guru hebat dari perguruan tinggi dunia.

“Dengan kata lain, isu kemajemukan bukan semata-mata isu sosial atau politik. Penerimaan terhadap kemajemukan juga menjadi isu pembangunan ekonomi. Tanpa adanya penerimaan terhadap kemajemukan, tanpa adanya penerimaan terhadap anggota warga dengan latar belakang yang berbeda-beda, maka masyarakat tersebut akan menjadi masyarakat yang tertutup dan tidak berkembang,” ucap Presiden.

Kepala Negara sendiri mensyukuri bahwa Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara terlahir dengan kemajemukan sejak awal berdirinya. Meski berbeda-beda, sambungnya, bangsa Indonesia memiliki semangat untuk bersatu dalam perbedaan sebagaimana semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika.

“Marilah kita kembalikan lagi kepada semangat berdirinya negara ini, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, yang mampu mengelola kemajemukan di internal bangsa kita, yang bisa menjadi teladan, menjadi panutan dunia dalam merawat toleransi dan persatuan, dan juga berani terbuka untuk kemajuan bangsa,” tandasnya.

Untuk diketahui, Forum Titik Temu merupakan tempat berkumpulnya masyarakat yang berorientasi pada gerakan kultural, yang diselenggarakan oleh Nurcholish Madjid Society, Jaringan Gusdurian, dan Maarif Institute. Acara ini digelar sebagai penegasan kebutuhan masyarakat Indonesia untuk terus bekerja sama dan berjalan beriringan dengan berpedoman pada Pancasila.(DBPers/erl/red)