Categories
Ekonomi Megapolitan Transportasi

Kemenhub Buka Pendaftaran Angkutan Motor Gratis Mudik Lebaran 2018

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali membuka layanan pendaftaran angkutan Motor Gratis (Motis) untuk hari raya Lebaran 2018 mendatang. Pendaftaran (Motis) telah dibuka oleh Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian sejak 9 Februari 2018 lalu.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan, angkutan motor gratis 2018 dimaksudkan untuk mewujudkan angkutan Lebaran yang aman dan nyaman, dan juga bertujuan mengurangi tingkat kecelakaan di saat masyarakat melaksanakan mudik Lebaran khususnya bagi pemudik yang terbiasa menggunakan sepeda motor.

“Diharapkan masyarakat yang selama ini masih menggunakan sepeda motor untuk melakukan perjalanan mudik mau beralih menggunakan layanan yang telah disediakan pemerintah,” kata Zulfikri dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (12/02/2018).

Acara konferensi pers itu mengundang seluruh elemen pemerhati transportasi, mulai dari organisasi masyarakat, komunitas, wartawan media nasional, hingga blogger mania. Hadir komunitas blogger ‘Sahabat TDB’ (taudariblogger.info) dalam acara tersebut yang mulai pukul 16.00 WIB, dengan mengangkat tema, “Mudik Motor Gratis” Masa Lebaran 2018 dengan Kereta Api Selamat, Aman dan Nyaman.

Dalam kesempatan itu, Zulfikri menyampaikan bahwa ada yang berbeda dari tahun ini yakni dikembangkan aplikasi posisi motor yang sedang di proses pengirimannya, menurutnya, “Si pengendara bisa mengetahui posisi motor, Apakah masih di gudang atau di perjalanan, sehingga dapat di ketahui,” ujar Zulfikri.

Pengembangan ini adalah sebagai salah satu cara mengatasi komplain yang diterima pada tahun lalu.

Angkutan Motor telah berjalan selama 5 (lima) tahun, diselenggarakan sejak tahun 2014. Direktorat Jenderal Perkeretaapian mencatat bahwa jumlah lintas pelayanan, load factor dan subsidi Angkutan Motor meningkat dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah program ini telah dilakukan dari tahun ke tahun dan kita harapkan 2018 ini akan terjadi penurunan (tingkat kecelakaan) yang signifikan,” ujarnya.

Diketahui, pada tahun 2014 dan 2015 baru tersedia 2 (dua) lintas pelayanan, kemudian di tahun 2016 sampai tahun 2018 bertambah menjadi 3 (tiga) lintas pelayanan. Total peserta Angkutan Motor Tahun 2014 tercatat sebanyak 4.538 peserta dari total kuota sebanyak 8.700 (load factor 52%) dengan besaran subsidi Rp 9,2 Milyar. Di tahun 2015, jumlah peserta Angkutan Motor tercatat 5.438 dari kuota 9.827 (load factor 55%) dengan subsidi Rp 6,5 Milyar. Melihat besarnya animo masyarakat, di Tahun 2016 Pemerintah kembali menambah subsidi Angkutan Motis menjadi Rp 20 Milyar, total kuota 15.834 dengan realisasi 11.560 peserta (load factor ‘73%). Selanjutnya di tahun 2017 dan 2018, subsidi Angkutan menjadi Rp 36,5 Milyar, total kuota 18.096 dengan realisasi Angkutan Motor Tahun 2017 sebanyak 15.276 peserta (load factor 84%).

Untuk mengikuti Angkutan Motor 2018, masyarakat wajib mendaftar serta melengkapi persyaratan dan ketentuan melalui pendaftaran online maupun pendaftaran langsung pada Stasiun-Stasiun yang telah ditunjuk. Pendaftaran secara online melalui situs mudikgratis.dephub.go.id dan dilanjutkan dengan proses verifikasi langsung peserta yang dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2018 Sid 24 Juni 2018. Bagi peserta Angkutan Motis 2018 akan difasilitasi untuk dapat memesan tiket KA Penumpang maksimal untuk 3 (tiga) orang, baik KA Ekonomi PSO, KA Ekonomi Non-PSO serta KA Tarnbahan sampai hari ke-30 (tiga puluh) penjualan KA Tambahan.

Pendaftaran Angkutan Motis 2018 dilaksanakan di 13 Stasiun, yaitu Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Bekasi, Stasiun Jatinegara, Stasiun Kemayoran, Stasiun Tangerang, Stasiun Depok Baru, Stasiun Bogor, Stasiun Serpong, Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Cikarang, Stasiun Cimahi, Stasiun Bandung, dan Stasiun Kiaracondong. Pendaftaran langsung motor untuk arus bank, dilaksanakan di Stasiun persinggahan KA Motordi daerah-daerah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Mei s/d 24 Juni 2018.

Masa Angkutan Motor Gratis Tahun 2018 akan dilaksanakan selama 13 (tiga belas) hari, yaitu : Untuk arus mudik dilaksanakan selama 6 hari dimulai dari tanggal 8 s/d 13 Juni 2018, Untuk arus balik dilaksanakan selama 7 hari dimulai dari tanggal19 Juni s/d 25 Jun12018.

Angkutan Motor Gratis tahun 2018, terbagi atas 3 lintas pelayanan, yaitu :

  1. Lintas Utara : Sta. Jakarta Gudang Sta. Cikarang Sta. Cirebon Prujakan ‘ Sta. Tegal Sta. Pekalongan Sta. Semarang Tawang Sta. Ngrombo Sta. Cepu Sta. Bejonegoro Sta. Babat . Sta. Surabaya Pasarturi;
  2. Lintas Selatan 1 : Sta. Jakarta Gudang ~ Sta. Cikarang Sta. Cimahi Sta. Sta. Kiaracondong Sta. Tasikmalaya Sta. Banjar Sta. Sidareja Sta. Maos  Sta. Kroya Sta. Gombong Sta. Kebumen Sta. Kutoarjo;
  3. Lintas Selatan H : Sta. Jakarta Gudang Sta. Cikarang Sta. Cirebon Prujakan Sta. Purwokerto ~ Sta. Kroya Sta. Kutoarjo Sta. Lempuyangan Sta. Klaten Sta. Purwosari Sta. Madiun Sta. Kertosono Sta. Kediri St. Tulungagung Sta. Blitar.

Adapun rangkaian KA barang yang akan dioperasikan untuk mengangkut sepeda motor peserta Motis tahun 2018 terdiri atas 8 Gerbong. Masing-masing gerbong berkapasitas 58 motor, dengan kapasitas angkut 1 rangkaian KA barang sebanyak 464 motor. Masing-masing lintas layanan akan dioperasikan 1 rangkaian KA barang, dengan total kapasitas angkut KA barang dalam satu hari sebanyak 1.392 sepeda motor. Sehingga selama penyelenggaraan Motis tahun 2018 yang berlangsung selama 13 hari, kapasitas sepeda motor yang dapat diangkut oleh KA Barang tersebut sebanyak 18.096 sepeda motor. Ketentuan motor yang didaftarkan untuk Angkutan Motor Tahun 2018 adalah : 1 (satu) motor dengan kapasitas maksimal 150 Cc, tidak boleh dimodifikasi (kecuali motor untuk difabel), pendaftar harus memiliki KTP, SIM dan STNK. Angkutan Motis ini merupakan wujud perhatian Pemerintah kepada masyarakat dengan mengakomodir pemudik yang berkebutuhan khusus.

Peserta Angkutan Motor Tahun 2018 yang telah mendaftar pada tanggal 9 Februari s/d 9 Mei 2018 pada Stasiun ditunjuk serta telah difasilitasi pembelian tiket KA Reguler dan peserta Angkutan Motis Tahun 2018 yang mendaftar pada tanggal 9 Mei s/d 24 Juni 2018 dengan fasilitasi KA Tambahan, akan dilayani menggunakan KA-KA berikut :

1. KA Ekonomi PSO . KA Serayu Pagi . KA Serayu Malam

– KA Brantas
– KA Matarmaja
– KA Kahuripan
– KA Bengawan
– KA Pasundan
– KA Kutojaya Selatan

KA Gaya Baru Malam Selatan

2. KA Ekonomi Komersial
– KA Tawang Jaya
– KA Kutojaya Utara
– KA Kertajaya

3. KA Tambahan Lebaran
–  KA Kutojaya Utara Tambahan
–  KA Kertajaya Tambahan
– KA Pasundan Tambahan
– KA Matarmaja Tambahan
– KA Mantab Tambahan

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri menyatakan, “Dengan adanya penyelenggaraan Angkutan Motis ini, diharapkan bagi masyarakat yang selama ini masih menggunakan sepeda motor untuk melakukan perjalanan mudik, mau beralih untuk menggunakan layanan yang telah disediakan oleh Pemerintah”. Sepeda motor pemudik diangkut dengan Angkutan KA gratis sampai ke tempat tujuan, sedangkan penumpangnya dapat memilih menggunakan moda transportasi umum lainnya seperti : KA penumpang ataupun bus. Hal ini demi keselamatan serta kenyamanan bagi pemudik itu sendiri, selama perjalanan mudik. “Kami berharap, dengan adanya kegiatan Angkutan Motis dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya yang disebabkan oleh sepeda motor saat penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2018. Kami juga menghimbau kepada masyarakat, demi kelancaran Angkutan Motor 2018 masyarakat dapat memastikan dan merencanakan waktu perjalanan mudik dan balik dengan sebaik-baiknya, karena tiket yang dijual untuk mendukung Angkutan Motis 2018 tidak dapat dibatalkan dan tidak dapat diubah tanggal keberangkatan dan kepulangannya,” imbuhnya.

Ayo segera dan sampaikan kepada semua orang yang mau mudik motor gratis untuk segera mendaftarkan melalui online di website resmi: mudikgratis.dephub.go.id atau daftar langsung.

Daftarkan dan segera lakukan verifikasi langsung sebelum 3×24 jam di Pos Pendaftaran. Apabila tidak melakukan verifikasi akan dinyatakan gugur/batal mendaftar dan harus mendaftar ulang dari awal lagi.(tonmp)

Ayo…!!! segera daftar… dan Ingat..!! daftar ulang ya…

Categories
Angkutan Laut Daerah Hukum Kriminalitas TNI

KRI Sigurot-864 Koarmabar Tangkap Kapal Ikan Tanpa Dokumen di Selat Phillip

Koranjurnal.co.id, Jakarta – KRI Sigurot-864 salah satu unsur Koarmabar yang sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI – Singapura 2018 BKO Guskamlabar berhasil menangkap MV Sunrise Glory tanpa dilengkapi dokumen yang sah di perairan Selat Phillip perbatasan antara Singapura dan Batam pada Rabu malam 7 Februari 2018.

Dari siaran pers yang diterima redaksi di Jakarta Kamis (08/02) disampaikan, proses penangkapan berawal saat KRI Sigurot-864 sedang melaksanakan patroli di perairan Selat Singapura, mendeteksi adanya kapal nelayan berbendera Singapura melintas diluar jalur pelayaran dan memasuki wilayah perairan Indonesia. Atas dasar kecurigaan tersebut, maka Komandan KRI melaksanakan Prosedur Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid) serta Peran Pemeriksaan.

Selama proses pemeriksaan awal, ditemukan bahwa MV Sunrise Glory merupakan kapal ikan yang mengibarkan bendera Singapura dengan 4 orang ABK berkewarganegaraan Taiwan. Setelah dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut, didapatkan bahwa MV Sunrise Glory seharusnya berbendera Indonesia dikarenakan seluruh dokumen kapal berasal dari Indonesia serta sesuai informasi dari Nakhoda bahwa kapal tersebut berlayar dari Malaysia menuju Taiwan, namun setelah dicocokan dengan dokumen Port Clearance yang ada menunjukkan bahwa kapal tersebut berlayar dari Malaysia menuju Thailand.

Tim pemeriksa KRI Sigurot-864 mendapatkan seluruh dokumen kapal hanya merupakan foto copy atau tanpa dokumen asli. MV Sunrise Glory adalah kapal penangkap ikan berbendera Indonesia dan rencananya akan digunakan menangkap ikan di perairan Taiwan.

Selain pelanggaran diatas, diduga Kapal tersebut adalah “Phantom Ship” karena saat ditangkap mengibarkan bendera Singapore serta MV Sunrise Glory juga diduga memiliki nama Sun De Man 66 yang diduga sebelumnya pernah menjadi Target Operasi (TO) Satgas 115 karena dugaan membawa narkoba dan barang selundupan.

Atas dasar dugaan pelanggaran tersebut, maka MV Sunrise Glory dikawal oleh KRI Sigurot-864 menuju Pelabuhan Batu Ampar Batam guna proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Lanal Batam.(red/Disp)

Categories
IPTEK Megapolitan Transportasi

Pemprov DKI Jakarta Akan Gandeng PLN, Transformasi Becak Konvensional ke Becak Listrik

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk transformasi dari becak konvensional ke becak listrik. Kerjasama dengan PLN bertujuan untuk memberikan pelatihan ke tukang becak terkait becak penggunaan listrik.

“Jadi kemarin kebetulan ada program bersama PLN salah satu yang disorot adalah angkutan perumahan yang ramah lingkungan dan yang diusulkan adalah sepeda listrik, nah ini mungkin salah satu usulan yang ditransformasi. Pelatihan sekarang jumlahnya 500an di Jakarta Utara untuk bisa hijrah sehingga punya masa depan yang lebih baik,” ujar Sandi kepada wartawan usai menghadiri acara OK OCE di Lapangan Bola Wijaya Kusuma, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (28/01/2018).

Sandi mengatakan perlu ada pelatihan ‘penggenjotan’ bagi tukang becak terkait becak listrik. Hal ini karena perbedaan cara penggunaan sepeda biasa dengan becak listrik.

“Kenapa perlunya pelatihan genjotan itu karena kalau sepeda listrik nyalanya pas tanjakan, dia nyala genjotnya agak pelan, kalau turunan dia ngisi itu yang kemarin kita bahas,” kata dia.

Sandi menegaskan bentuk angkutan itu tidak berbentuk becak lagi. Dia juga berharap transformasi fisik becak nanti sama dengan New York Cab yang berada di Amerika.

“Oh sudah harus diganti dan kalo liat di New York ada namanya New York Cab yang terbesar di dunia ada sebuah modifikasi daripada angkutan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Menurut Sandi saat ini pihaknya tengah mempersiapkan peluncuran becak di Ibu Kota. Salah satu persiapan melibatkan anggota OK OCE yang tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Utara untuk pembuatan stiker khusus untuk becak.

“Teman-teman OK OCE lagi merumuskan selaras dengan laporannya. Tapi kita kunci jumlahnya, di Jakarta Utara juga, di Jakarta Barat juga Pak Wali minta tolong di data juga nanti kita stikerin. Kita lagi coba kerjasama dengan komunitas sepeda gowes dan juga perusahaan tukang sepeda atau tukang listrik,” tambah Sandi seperti dilansir detik.com.

Categories
Angkutan Laut Daerah Kriminalitas Militer TNI

WFQR I Lanal Tanjung Balai Asahan/Koarmabar Tangkap 2 Kapal Bermuatan TKI Ilegal di Perairan Asahan  

Koranjurnal.co.id, Asahan – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) I Lanal Tanjung Balai Asahan/Koarmabar berhasil menangkap 2 kapal tanpa nama yang bermuatan TKI Ilegal di perairan Sei Nangka Kabupaten Asahan, Senin kemarin (15/01/2018). Dua kapal yang ditangkap tersebut bermuatan 18 TKI ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

Dan Lanal Tanjung Balai Asahan Belawan Letkol Laut (P) Yudo Ponco menyampaikan bahwa penangkapan terhadap kapal tersebut berawal dari Tim WFQR I Lanal TBA yang mendapatkan laporan intelijen bahwa di sekitar perairan Sei Nangka Kabupaten Asahan ada dua kapal jenis jaring cumi yang akan membawa TKI menuju ke Malaysia. Selanjutnya Tim WFQR I dengan menggunakan Patkamla Sea Rider Lanal Tanjung Balai Asahan segera melaksanakan patroli terbatas di perairan wilayah kerja Lanal Tanjung Balai Asahan.

Dalam patroli tersebut, Tim WFQR I melihat sebuah kapal jenis jaring cumi tanpa nama yang mencurigakan sedang berlayar dari Tanjung Balai mengarah keluar perairan Bagan Asahan. Kemudian dilaksanakan pengejaran terhadap kapal tersebut dan berhasil menghentikannya. Setelah dilaksanakan pemeriksaan ditemukan 6 (enam) orang TKI ilegal WNI yang akan berangkat ke Malaysia.

Dari hasil pemeriksaan, Tim WFQR I memperoleh  informasi bahwa ada satu kapal lagi yang juga sedang membawa TKI ilegal tujuan Malaysia yang sudah melewati perairan Bagan Asahan. Selanjutnya Tim WFQR I berkoordinasi dengan Poskamla Bagan Asahan untuk meminta bantuan melaksanakan penjemputan terhadap 6 (enam) orang penumpang TKI ilegal beserta satu kapal nelayan tanpa nama.

Setelah kapal dan TKI diamankan oleh  Poskamla Bagan Asahan, kemuadian Tim WFQR I segera melaksanakan pengejaran terhadap kapal berikutnya yang ciri-cirinya sudah didapatkan. Dalam pengejaran tersebut akhirnya Tim WFQR I berhasil menemukan kapal tersebut dan langsung mengadakan penangkapan serta melaksanakan pemeriksaan terhadap muatan kapal. Dari hasil pemeriksaan benar ditemukan penumpang TKI ilegal yang akan berangkat ke Malaysia berjumlah 12 orang laki-laki beserta Nakhoda dan KKM kapal. Selanjutnya Tim melaksanakan penarikan terhadap kapal muatan TKI ilegal tersebut ke Pos Patkamla Bagan Asahan.

Selanjutnya TKI ilegal yang berjumlah 18 orang, dua nahkoda dan dua KKM kapal dibawa ke Mako Lanal Tanjung Balai Asahan.

Guna proses hukum lebih lanjut TKI ilegal sejumlah 18 orang diserahkan Lanal Tanjung Balai Asahan ke pihak imigrasi Tanjung Balai Asahan. Sementara untuk nahkoda dan KKM kapal tetap diamankan di Lanal Tanjung Balai Asahan untuk dilaksanalan penyelidikan lebih lanjut.(tonmp/Disp)

Categories
Angkutan Darat Bisnis Ekonomi Megapolitan Transportasi

Kontrak PSO 2018 Alami Kenaikan, Ditjen Perkeretaapian: Penumpang ‘Commuter Line’ Akan Meningkat Perharinya 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasi massal untuk masyarakat, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian kembali melaksanakan penandatanganan kontrak Public Service Obligation (PSO) untuk tahun 2018.

Penandatanganan kontrak PSO menjelang penghujung akhir tahun 2017 ini dilaksanakan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis 28 Desember 2017 oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri bersama dengan Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro.

Merujuk pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2018 Nomor: SP DIPA-999.07.1.957337/2017 tanggal 29 Desember 2017 sebesar Rp 2.390.714.492.000,-. Dibandingkan dengan besaran PSO Tahun 2017 sebesar Rp 2.094.100.000.000, alokasi anggaran PSO tahun 2018 ini, mengalami kenaikan sebesar 14 persen. Adapun rincian PSO Bidang Angkutan Kereta Api Tahun 2018, adalah sebagai berikut:

1. Untuk KA Antarkota, terdiri atas:

  • KA Jarak Jauh dengan frekuensi perjalanan KA sebanyak 5.840 serta proyeksi penumpang kurang lebih  4.560.310, alokasi PSO yang diberikan sebesar Rp 173.768.847.967
  • KA Jarak Sedang dengan frekuensi perjalanan KA sebanyak 8.760 serta proyeksi penumpang kurang lebih 5.604.940, alokasi PSO yang diberikan sebesar Rp 235.679.996.921
  • KA Lebaran dengan frekuensi perjalanan KA sebanyak 72 serta proyeksi penumpang kurang lebih 56.232, alokasi PSO yang diberikan sebesar Rp 2.396.957.778

2. Untuk KA Perkotaan, terdiri atas :

  • KA Jarak Dekat dengan frekuensi perjalanan KA sebanyak 40.150 serta proyeksi penumpang kurang lebih 29.112.111, alokasi PSO yang diberikan sebesar Rp 575.959.187.461
  • KRD dengan frekuensi perjalanan KA sebanyak 22.995 serta proyeksi penumpang kurang lebih 9.321.735, alokasi PSO yang diberikan sebesar Rp 235.679.996.921
  • KRL dengan proyeksi penumpang kurang lebih 320.026.523, alokasi PSO yang diberikan sebesar 1.297.529.357.011

Sedangkan menurut komposisi besaran subsidi yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan, yaitu: untuk KA-KA yang dioperasikan oleh PT .KAI (Persero) memperoleh alokasi PSO sebesar Rp 1.093.185.134.989 atau total 46 persen dari total keseluruhan PSO yang diberikan. Sedangkan untuk KRL yang dioperasikan oleh PT. KCI memperoleh alokasi PSO sebesar Rp 1.297.529.357.011 atau total 56 persen dari total keseluruhan PSO yang diberikan.

Pada kontrak PSO tersebut, lintas layanan kereta api kelas ekonomi yang memperoleh PSO, sama dengan tahun 2017. Begitu pun dengan besaran tarif kereta api tahun 2018, berlaku sama dengan tarif pada tahun 2017.

Dari besaran subsidi tahun 2018 tersebut alokasi subsidi terbesar masih diberikan untuk penumpang yang menggunakan KRL Commuter Line. Hal ini seiring dengan program pemerintah untuk memindahkan mobilitas masyarakat dari penggunaan moda transportasi berbasis jalan raya ke moda transportasi berbasis rel.

Pemerintah memperkirakan di tahun 2018 nanti rata-rata penumpang perhari yang akan menaiki KRL sebanyak kurang lebih 877 ribu penumpang/hari. Apabila dibandingkan dengan rata-rata penumpang perhari yang menggunakan KRL di tahun 2017 sebanyak kurang lebih 800 ribu, terdapat kenaikan penumpang KRL sebesar 9,6 persen.

Pada kesempatan tersebut, Zulfikri mengatakan bahwa “Penandatanganan kontrak PSO ini merupakan bentuk kewajiban pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan kepada masyarakat pengguna kereta api sebagaimana amanat UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian”.

“Dengan pemberian PSO ini diharapkan masyarakat dapat menikmati layanan KA kelas ekonomi baik antar kota maupun perkotaan dengan tarif terjangkau. Walaupun KA-KA tersebut merupakan kereta yang memperoleh subsidi (PSO) bukan berarti pelayanan yang diberikan maupun keselamatan perjalanan KA menjadi nomor sekian, pelayanan dan keselamatan harus tetap diutamakan”, ujar Zulfikri.

Hal tersebut adalah sebagai perwujudan konsistensi Kementerian Perhubungan terhadap aspek keselamatan dan pelayanan sebagaimana yang selalu ditegaskan dalam berbagai kesempatan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang menegaskan bahwa ”Keselamatan dalam penyelenggaraan transportasi adalah sesuatu yang tidak bisa dikompromikan lagi”.

Pemerintah berharap baik itu PT.KAl (Persero) sebagai operator KA maupun masyarakat sebagai pengguna jasa layanan KA tetap mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api.

Pewarta : Anton 

Categories
Angkutan Darat Megapolitan Transportasi

PT KAI Daop 1 Jakarta Rekayasa Pola Operasi Pemberangkatan 22 KA Guna Antisipasi Aksi 212

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Mengantisipasi kemungkinan terhambatnya perjalanan calon/penumpang KA menuju stasiun Gambir, yang diakibatkan kemacetan di sekitar Monumen Nasional (Monas ), dikarenakan adanya kegiatan massa yang difokuskan di kawasan Monas, maka PT KAI Daop 1 Jakarta pada hari Sabtu (02/12) akan melakukan rekayasa pola operasi KA.

Rekayasa pola operasi tersebut yakni 22 KA yang berangkat dari Stasiun Gambir, pada hari itu akan berhenti luar biasa (blb) di Stasiun Jatinegara.

“Jadi penumpang KA yang kesulitan untuk menuju ke Gambir bisa naik dari Stasiun Jatinegara, dimana biasanya KA keberangkatan Stasiun Gambir tidak berhenti di Stasiun Jatinegara. Hal ini demi memudahkan pelayanan penumpang,” ungkap Suprapto, Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta dari siaran pers yang diterima redaksi.

Hal ini berlaku mulai keberangkatan KA 20 (Argo Parahyangan) keberangkatan pukul 05.05 WIB sampai dengan KA 10424 (Argo Parahyangan Premium) keberangkatan pukul 18.00 WIB. Total ada 22 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir, yang juga akan diberhentikan luar biasa (blb) di Stasiun Jatinegara guna pelayanan penumpang yang mungkin kesulitan naik dari Stasiun Gambir.

“Ke-22 KA itu, akan tetap berangkat dari Gambir sesuai jadwal, namun ada penyesuaian pola operasi di Stasiun Jatinegara sehingga juga berhenti di sana,” tegas Suprapto.

Para penumpang yang sudah memiliki tiket/kode booking KA pada jam keberangkatan tersebut dapat naik dari Stasiun Jatinegara. “Kita juga menyiagakan petugas untuk membantu pelayanan penumpang di sana,” tambahnya.

PT KAI menghimbau para penumpang untuk mengantisipasi dan memperkirakan waktu keberangkatan KA-nya, sehingga tidak tertinggal. Pastikan selalu nama yang tertera pada tiket/kode booking anda sesuai dengan nama yang tertera pada kartu identitas anda.

Berikut daftar KA yang berangkat dari stasiun Gambir dan juga akan berhenti luar biasa (blb) di Stasiun Jatinegara :
1. KA 20 (Argo Parahyangan)
2. KA 14 (Argo Muria)
3. KA 10122 (Argo Parahyangan Tambahan)
4. KA 10554 (Argo Parahyangan Premuim)
5. KA 10 (Argo Dwipangga)
6. KA 52 (Taksaka)
7. KA 22 (Argo Parahyangan)
8. KA 16 (Argo Jati)
9. KA 2 (Argo Bromo Anggrek)
10. KA 62 (Tegal Bahari)
11. KA 24 (Argo Parahyangan)
12. KA 64 (Tegal Bahari)
13. KA 32 (Argo Parahyangan)
14. KA 68 (Cirebon Ekspres)
15. KA 34 (Argo Parahyangan)
16. KA 56 (Bangunkarta)
17. KA 26 (Argo Parahyangan)
18. KA 12 (Argo Sindoro)
19. KA 44 (Bima)
20. KA 18 (Argo Jati)
21. KA 42 (Gajayana)
22. Ka 10424 (Argo Parahyangan Premium).

Pewarta : Anton/HumKAI

Categories
Angkutan Udara Daerah Transportasi

Bandara Angkasa Pura I Siap Layani Tamu Undangan Pernikahan Putri Presiden Joko Widodo 

Koranjurnal.co.id, Solo – Bandara Adi Soemarmo Solo dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) siap menerima kedatangan ribuan tamu undangan pernikahan putri Presiden Joko Widodo yang resepsinya akan dilaksanakan pada Rabu 8 November 2017 di Gedung Graha Saba Buana Solo. 

Berdasarkan data terkini, hingga 9 November terdapat 29 chartered flight (maskapai Garuda Indonesia, Enggang Air, Premi Air, TNI, Karisma Bahana Aviation, Sriwijaya Air, Indonesia Air Transport, Sari Rahayu Biomantra, Jhonlin Air Transport, Transwisata, Seacon Aviation Air Pacific); 4 extra flight (maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air). Sementara itu Garuda Indonesia juga melakukan penggantian 5 pesawat menjadi pesawat berbadan besar. 

Untuk memfasilitasi tambahan penerbangan ini, di Bandara Adi Soemarmo Solo telah disiapkan apron tempat parkir pesawat sebanyak 21 parking stand yang dapat digunakan dalam waktu bersamaan. Adapun konfigurasi parking stand tersebut meliputi 1 parking stand untuk pesawat wide body, 3 parking stand untuk pesawat narrow body, 9 parking stand untuk pesawat dengan rentang sayap (wingspan) kurang dari 20 meter, dan 8 parking stand untuk pesawat dengan wingspan kurang dari 30 meter.

Jika terdapat permintaan tambahan slot penerbangan ke Bandara Adi Soemarmo Solo, maka penerbangan tersebut akan dialihkan ‘parkirnya’ ke Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta di mana akan dialokasikan total 10 parking stand (4 parking stand di military apron dan 6 parking stand di civil apron) untuk pesawat dengan wingspan kurang dari 20 meter. Untuk sementara, baru terdapat 1 unscheduled flight di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta.



Untuk memfasilitasi banyaknya kedatangan penerbangan tambahan di luar jadwal penerbangan reguler ke Bandara Adi Soemarmo Solo dan mengantisipasi kepadatan di terminal, PT Angkasa Pura I (Persero) cabang Bandara Adi Soemarmo Solo juga menambah jam operasi bandara menjadi 24 jam pada Selasa (7/11) dan Rabu (8/11) serta akan menghentikan seluruh pekerjaan beautifikasi terminal bandara pada Rabu (8/11).   

“Untuk mendukung sukses dan lancarnya acara pernikahan putri Presiden Joko Widodo di Solo di mana ribuan tamu undangan akan datang melewati bandara-bandara kami, Angkasa Pura I cabang Bandara Adi Soemarmo Solo dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta telah menyiapkan skema pengaturan parkir pesawat chartered dan tambahan yang membawa tamu undangan Presiden Joko Widodo,” ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura I (Persero) Wendo Asrul Rose telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti pihak maskapai, groundhandling, TNI Angkatan Udara, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan operasional bandara dalam melayani penumpang umum dan tamu undangan acara pernikahan Presiden Joko Widodo. “Kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk pastikan kegiatan operasional, terutama terkait kemanan dan keselamatan penumpang di bandara, dapat berjalan dengan lancar” ujar Wendo Asrul Rose. 

Selain itu, Israwadi mengatakan, untuk menjaga kenyamanan tamu undangan yang akan melakukan perjalanan pulang melalui bandara Adi Sumarmo juga dapat menikmati fasilitas ruang tunggu Concordia Executive Lounge di mana di dalamnya terdapat berbagai fasilitas yang memanjakan seperti akses langsung ke parkir pesawat, reflexology, buffet makanan dengan menu khas Solo, internet corner, wi-fi, fasilitas rapat, musholla, dan layanan lainnya yang dapat menampung 200 seats.‎

Pewarta : Red.