Categories
Polhukam Polisi Transportasi

Polri Resmikan Layanan SIM Internasional Online

Koran Jurnal, Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi meluncurkan pelayanan SIM internasional online bagi masyarakat Indonesia yang ingin berkendara di luar negeri.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono
mengatakan layanan tersebut merupakan bentuk peningkatan pelayanan yang diberikan Polri agar dapat dirasakan masyarakat.

“Peningkatan pelayanan publik berbasis IT harus mudah dalam memberikan pelayanan yang dirasakan masyarakat. Sehingga mampu meningkatkan citra positif dan tidak mengabaikan unsur forensik kepolisian,” kata Istiono, di kantor Korlantas Polri, Jakarta, Jum’at (28/02/2020).

Ia juga mengatakan, proses permohonan SIM Internasional lebih mudah dan efesien. Bagi pemohon yang ingin mengajukan pembuatan bisa melalui situs online dengan mengisi formulir di sim.korlantas.polri.go.id.

Setelah melakukan pengisian administrasi, pemohon kemudian mendatangi kantor Korlantas guna menyerahkan dokumen registrasi sekaligus foto SIM internasional.

“SIM online internasional ini lebih mudah kenapa? karena bisa registrasi di rumah saja, tidak perlu datang ke sini. Kemudian datang tinggal melengkapi administrasi, foto, tiga menit selesai,” ujarnya.

Istiono menambahkan, permohonan   pembuatan SIM internasional harus menyertakan Smart SIM.

“Harus ada SIM lokal dan KTP asli. Makanya kita kerja sama di sini adalah kerja sama dengan Dukcapil, Kemendagri, Imigrasi, BRI. Dengan penguatan kelembagaan ini suatu hal yang harus kita lakukan ini lebih mudah,” jelasnya.

Adapun syarat bagi pemohon untuk bisa mendapatkan SIM internasional ini meliputi SIM asli, KTP asli, paspor, capture pendaftaran, bukti pembayaran, Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) khusus WNA.

Pembuatan SIM internasional ini dikenakan biaya sebesar Rp 250.000. Sedangkan biaya perpanjangan SIM internasional sebesar Rp 225.000.

Untuk jadwal pelayanan yakni setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB.(red)

Categories
Megapolitan Transportasi

Menhub Budi Karya: Perlu Komitmen dan Kerjasama Semua Pihak untuk Optimalkan Transportasi Massal Jabodetabek

Koran Jurnal, Jakarta – Diperlukan komitmen bersama dan kerjasama seluruh pihak untuk mengoptimalkan pengembangan transportasi massal di Jabodetabek, khususnya untuk meningkatkan presentase pengunaan angkutan massal menjadi 60 persen di Jabodetabek. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat membuka Rapat Koordinasi Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) yang diselenggarakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub di Jakarta, Selasa (04/02/2020).

“Impian ini tentunya tidak serta merta dapat diwujudkan oleh Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Daerah saja. Masing-masing kita punya wewenang yang berbeda-beda, kepentingan yang berbeda dan rencana yang berbeda pula, sehingga perlu adanya kolaborasi dan koordinasi dari seluruh pihak untuk saling berkomitmen dan bekerjasama dengan mengacu kepada RITJ (Rencana Induk Transportasi Jabodetabek),” ujar Menhub Budi.

RITJ yang telah disahkan melalaui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2018, merupakan manifestasi awal dari hasil kooordinasi dan sinkronisasi perencanaan dan pembangunan transportasi di Wilayah Jabdoetabek yang disusun oleh Kementerian Perhubungan.

Saat ini tercatat, pergerakan manusia di Jabodetabek pada tahun 2018 sekitar 88 juta perhari. Pada tahun 2019, tercatat baru 32% masyarakat yang menggunakan angkutan massal. Untuk itu, pemerintah terus mengajak masyarakat beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi publik dengan push dan pull policy.

“Jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta saat ini 38 persen. Idealnya itu harusnya 60 persen bahkan 70 persen. Oleh karenanya sekarang pemerintah giat membuat berbagai transportasi umum yang handal seperti MRT, LRT, dan BRT. Angkutan massal itu merupakan suatu keniscayaan yang harus kita bangun,” tutur Menhub Budi.

Adapun langkah-langkah push policy dilakukand dengan cara pembatasan langsung menggunakan kendaraan pribadi, penerapan kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) sebagai alternatif pengganti kebijakan ganjil-genap. Pemerintah Daerah juga dapat mendorong pembatasan kepemilikan misalnya dengan pajak maupun persyaratan tertentu untuk memiliki kendaraan pribadi seperti persyaratan memiliki garasi.

Kemudian langkah-langkah yang bersifat bersifat pull policy seperti : meningkatkan ketersediaan angkutan umum massal baik berbasis jalan maupun rel serta meningkatkan aspek integrasinya baik dari sisi fisik maupun sistem.

Terkait pembiayaan pembangunan transportasi di Jabodetabek, Menhub Budi mengatakan, perlu pemanfaatan skema KPBU atau Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha agar tidak semua dibebankan pada Pemerintah Pusat.

“Saat ini Pemerintah sedang berinisiatif membuat KPBU yang melibatkan swasta untuk mengembangkan transportasi. Sudah kita inisiasi di beberapa tempat kalau lapangan udara itu sudah ada Labuan bajo, kereta api sudah ada di Sulawesi selatan, laut dan sebagainya. Oleh karenanya bukan tidak mungkin LRT,MRT yang ada di Jakarta ini kita akan lakukan dengan pola-pola pendanaan seperti itu,” tandas Menhub Budi.

Turut hadir dalam acara tersebut Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Kepala BPTJ Polana B. Pramesti, Kepala Balitbang Ummiyatun Hayati, Kepala BPSDM Sugihardjo, Staf Ahli Bidang Teknologi, Lingkungan dan Energi Perhubungan Primantohadi, Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim dan Investasi Ridwan Jamaluddin, dan Kadishub Kota Depok Dadang Wihana. (hum/red)

Categories
Megapolitan Transportasi

KCI dan Komunitas Dorong Pengguna KRL Berani Lawan Tindakan Pelecehan

Koran Jurnal, Jakarta – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) bersama sejumlah komunitas kembali menggelar kampanye untuk mencegah pelecehan seksual di ruang publik. Kali ini kampanye digelar melibatkan Komunitas perEMPUan dan Komunitas Anker Twitter dalam kegiatan bertajuk “Transportasi Yang Aman Untuk Semua”.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mewujudkan transportasi yang aman dan nyaman termasuk upaya mencegah tindak pelecehan seksual di KRL.

“Baru-baru ini PT KCI telah memasang media sosialisasi pencegahan pelecehan seksual di 80 stasiun KRL. Dengan adanya media sosialisasi tersebut, pengguna jasa KRL bisa mendapatkan edukasi bagaimana mencegah, hingga bagaimana membantu diri sendiri maupun orang lain yang menjadi korban pelecehan,” jelas Anne Purba dalam diskusi yang berlangsung di Stasiun Jakarta Kota, Jum’at (27/12/2019).

Selain itu, secara berkala berbagai edukasi terkait pencegahan pelecehan seksual juga tayang pada media sosial KCI dan televisi di dalam KRL. Dalam dua tahun terakhir PT KCI juga senantiasa menggelar kampanye “Komuter Pintar Peduli Sekitar” dalam menyambut peringatan Hari Perempuan Internasional.

Sementara itu perwakilan dari Komunitas perEMPUan yang juga tergabung dalam Koalisi Ruang Publik AMAN (KRPA) memaparkan data dari hasil survei KRPA yang menemukan sebanyak 46.80% responden surveinya di seluruh Indonesia mengaku pernah mengalami pelecehan seksual di transportasi umum.

Transportasi umum (15.77%) memang merupakan lokasi kedua tertinggi untuk terjadinya pelecehan, setelah jalanan umum (28.22%). Moda transportasi umum yang dilaporkan terjadi pelecehan antara lain adalah bis (35.80%), angkot (29.49%), KRL (18.14%), ojek online (4.79%), dan ojek konvensional (4.27%).

”Dari data survei KRPA, pelecehan yang sering terjadi di transportasi umum datang dalam bentuk verbal, fisik dan non-fisik, mulai dari pelecehan verbal seperti siulan, suara kecupan, komentar atas tubuh, komentar seksual yang gamblang, komentar seksis, dan komentar rasis. Sementara bentuk fisik adalah main mata, difoto secara diam-diam, diintip, diklakson, gestur vulgar, dipertontonkan masturbasi publik, dihadang, diperlihatkan kelamin, didekati dengan agresif secara terus menerus, diikuti/dikuntit, hingga disentuh, diraba, dan digesek dengan alat kelamin. Penting untuk masyarakat tahu beragam bentuk pelecehan ini, agar dapat dipahami dan mau mengintervensi atau melaporkan saat mengetahuinya,” ungkap founder komunitas perEMPUan Rika Rosvianti.

Rika melanjutkan bahwa kekerasan seksual di tempat dan transportasi umum menghambat terwujudnya kesetaraan gender.

“Jangankan beraktualisasi diri secara maksimal, perempuan dewasa maupun anak perempuan bahkan terancam mengalami kekerasan seksual dalam perjalanannya mengakses hak dasar sebagai warga negara seperti pendidikan, kesehatan dan pekerjaan,” ucap Rika.

Sementara itu komunitas pengguna KRL Anker Twitter mengajak sesama pengguna KRL untuk lebih peduli dengan fenomena.

“Kami mengajak para pengguna untuk meningkatkan perhatian pada lingkungan sekitar, khususnya kepada sesama pengguna KRL. Dengan meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan kita dapat membantu pengguna yang mungkin sedang mengalami pelecehan seksual
namun tidak berdaya untuk keluar dari situasi tersebut,” jelas Sufiyandoro dari komunitas Anker Twitter.

“Ke depannya, Anker Twitter ingin menjadi lebih dari sekadar komunitas pengguna kereta. Anker Twitter berharap dapat menjadi “partner” KCI yang tidak hanya memberikan kritik, namun mendukung dan mendorong KCI untuk meningkatkan respon dalam memberantas Tindak Pelecehan Seksual di transportasi publik,” ucap Sufiyandoro.

PT KCI bersama komunitas berharap berbagai upaya kampanye dan kegiatan semacam ini dapat mendorong keberanian dari korban maupun saksi untuk bertindak melawan pelaku dan melaporkannya ke pihak-pihak yang berwenang.

Dari catatan KCI sendiri, keberanian saksi maupun korban untuk melaporkan pelecehan yang dialami mulai terlihat. Pada tahun 2019 ini terdapat 35 kasus yang dilaporkan. Tahun 2018 terdapat 34 kasus, sementara 2017 hanya 18 kasus.(red)

Categories
Bisnis Ekonomi Transportasi

Kopban: Pengemudi BeU Jek Online sebagai Wirausaha Bukan Mitra Kerja

Koran Jurnal, Jakarta – Jasa transportasi berbasis online BeU Jek resmi mengaspal di tanah air. Ojek online ini menambah pilihan pengguna bisnis ride hailing jadi salah satu bisnis yang punya potensi cukup besar di Indonesia. Setelah hadirnya Grab dan Gojek, kini hadir aplikasi transportasi online BeU Jek yang berbadan hukum koperasi dibawah naungan Koperasi BeU Abadi Nusantara.

Eka Maulana, Ketua Umum Koperasi BeU Abadi Nusantara (Kopban) menjelaskan, pengguna aplikasi ojek online BeU Jek baik pengemudi dan pelanggan dapat menikmati banyak keuntungan yang diperoleh.

“Keunggulan bagi driver yang kami sebut wirausahawan ini adalah gratis pendaftaran, mendapatkan bonus saldo perdana dalam aplikasi sebesar Rp 50.000,-, jaminan kecelakaan dan kehilangan, menjadi bagian anggota koperasi dan tidak ada batas zona lokasi, berusaha di Beujek bisa menyejahterahkan pengemudinya karena mereka anggota koperasi kita,” jelas Eka Maulana dalam peluncuran BeU Jek, di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (05/10/2019).

Eka menyebut wirausahawan BeU Jek akan menerima bonus yang disebut Bonus Tri BeU Jek, yaitu Bonus harian yang hanya dikenakan bagi hasil 25 hari kalender, 5 dan 6 hari bebas potongan di mana pemotongan secara flat Rp 30.000/hari untuk kota dan provinsi, dan pemotongan flat Rp 15.000,- untuk kota – kabupaten.

“Bonus bulanan berupa gratis oli 1 liter, beras 5 kg, minyak goreng 1 liter dan gula pasir 1 liter,” tambahnya.

Sedangkan bonus tahunan, lanjut Eka,  diadakan pemilihan usahawan terbaik, dan wirausahawan mendapatkan bagi hasil tahunan.

Dia mengatakan, pelayanan BeU Jek online kini sudah beroperasional hampir di semua provinsi di Indonesia.

“Kami berharap pelayanan ini bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,” ucap Eka.

Selain itu, sambung Eka, BeU Jek juga memberikan keuntungan bagi pelanggan apabila mendowload aplikasi BeU Jek, akan menerima saldo sebesar Rp 50.000,-, yang dapat dipergunakan untuk membayar berbagai perjalanannya.

Berikut layanan aplikasi BeU Jek terdiri dari BeU Ride, BeU Car, BeU Paket, BeU Foid, BeU Truck, BeU Jago, dan BeU Apotek.

Diketahui aplikasi BeU Jek digagas oleh Eka Maulana bersama dengan 42 rekannya.

Turut hadir dalam acara launching aplikasi BeU Jek, Deputi SDM Kemenkop, perwakilan dari Korlantas Polri, dan sejumlah mitra usaha.

Salah seorang Pengemudi BeU Jek berharap mendapatkan penghasilan lebih dari kegiatan ojek online yang berada dibawah naungan Kopban Beujek ini, dimana setiap bulan dan akhir tahunnya mendapat sisa hasil usaha, karena sebagai salah seorang anggota pemilik koperasi. Berbeda dengan aplikasi ojek lain, yang hanya menjadi mitra kerja.

“BeU Jek sangat berbeda dengan aplikasi lainnya, kita dibawah naungan koperasi bukan perusahaan sehingga driver otomatis menjadi anggota koperasi, dan juga kita mendapat kredit motor tanpa DP,” ucap Andi salah seorang pengemudi BeU Jek kepada wartawan.(red)

Categories
Angkutan Udara Bisnis Ekonomi Transportasi

Lion Air Buka Rute ke Makassar, Pilihan Penerbangan dari YIA Makin Banyak

Koran Jurnal, Kulon Progo – Mulai Rabu 23 Juli 2019, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kulon Progo membuka rute baru tujuan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG) dengan maskapai Lion Air.

Dijadwalkan pesawat ini berangkat dari Makassar (UPG) pukul 08.35 WITA dan tiba di Kulon Progo (YIA) pukul 09.35 WIB. Selanjutnya pesawat akan berangkat dari YIA pukul 10.05 WIB dan tiba di UPG pukul 12.55 WITA.

Pembukaan rute baru ini ditandai dengan inaugural flight dari Makassar ke Kulon Progo. Tiba di YIA, pesawat disambut dengan prosesi seremoni water salute dan pengalungan bunga untuk penumpang oleh pengelola bandara.

“Kami menyambut baik pembukaan rute penerbangan baru dari dan menuju Bandara Internasional Yogyakarta ini. Selain membuka akses alternatif menuju Yogyakarta, pembukaan rute baru ini meningkatkan potensi trafik wisatawan ke destinasi wisata di wilayah Jawa bagian selatan dan berpotensi mendongkrak perekonomian wilayah Yogyakarta dan Jawa bagian selatan,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Sebagai informasi, sejak awal beroperasi pada 6 Mei hingga 23 Juli 2019, YIA telah melayani 52.567 penumpang. Dengan adanya rute baru ini maka jumlah penerbangan di YIA saat ini ada 10 penerbangan per hari dengan kapasitas sekitar 1.100-an kursi per hari.

10 penerbangan tersebut adalah:
– Batik Air: Cengkareng-Kulon Progo- Cengkareng (CGK-YIA-CGK)
– Citilink: Halim-Kulon Progo-Halim (HLP-YIA-HLP)
– Batik Air: Palangkaraya-Kulon Progo-Palangkaraya (PKY-YIA-PKY)
– Lion Air: Makassar-Kulon Progo-Makassar (UPG-YIA-UPG)
– Batik Air: Kulon Progo-Samarinda-Kulon Progo (YIA-AAP-YIA)

Mulai 1 Agustus mendatang, akan ada satu rute baru lagi yang dilayani di YIA, yaitu Lombok-Kulon Progo-Lombok (LOP-YIA-LOP) oleh AirAsia.(red)

Categories
Infrastruktur Nasional Transportasi

Presiden Jokowi Resmikan Pengoperasian Fase I Mass Rapit Transit (MRT)

Koran Jurnal, Jakarta – Setelah menjalani masa uji coba sejak beberapa hari lalu, Moda Raya Transportasi atau Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase l diresmikan pengoperasionalannya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (24/3) pagi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mencanangkan pembangunan MRT Jakarta Fase II.

Sebelum meresmikan beroperasinya MRT itu, Presiden Jokowi  naik MRT dari Stasiun Istora Mandiri menuju Stasiun Bundaran HI. Tiba di Stasiun Bundaran HI sekitar pukul 07.45 WIB, Presiden langsung meninjau Maket Pengembangan MRT. Selanjutnya Presiden menandatangani prasasti. Lalu Presiden jalan ke Bundaran HI tempat peresmian.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, bahwa peresmian MRT Jakarta itu sekaligus menjadi awal peradaban baru di DKI Jakarta. Karena peradaban baru, Presiden menitipkan beberapa hal.

“Yang pertama jangan buang sampah di MRT kita, di stasiun-stasiun MRT kita. Jaga agar MRT dan stasiun-stasiun yang kita miliki tidak kotor,” tutur Presiden.

Yang kedua, lanjut Presiden, kalau mau naik MRT antre. “Jangan berdesak-desakan kayak seperti ini. Antre dan disiplin waktunya, antre dan disiplin waktunya. Jangan sampai pintunya mau tutup baru masuk, kejepit itu nanti. Hati-hati, hati-hati, bisa kejepit pintu,” tegas Presiden seraya menambahkan, jaga agar tetap bersih stasiun dan MRT, tidak kotor, jangan buang sampah sembarangan.

Antre, budaya antre dan disiplin waktu, lanjut Presiden Jokowi, akan terus ia sampaikan agar MRT nantinya betul-betul bisa dipakai mutar-mutar Jakarta.

Pencanangan Fase II

Presiden menjelaskan, peresmian tersebut baru Fase I. Namun hari ini juga tadi sudah dicanangkan lagi untuk masuk yang Fase II, ke utara.

“Tahun ini, tadi sudah saya perintahkan kepada Gubernur juga untuk memulai yang rute timur – barat. East- west-nya juga dimulai tahun ini,” ucap Presiden Jokowi.

Selanjutnya dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Presiden Jokowi menyatakan  MRT Fase I resmi dioperasikan dan sekaligus MRT Fase II hari ini juga dimulai lagi pembangunannya.

Presiden berharap, di akhir tahun ini insyaallah juga LRT (Light Rail Transit) akan terhubung, utamanya yang Depok, Bekasi, menuju ke Jakarta.

Tampak hadir dalam peresmian itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menhub Budi K. Sumadi, Seskab Pramono Anung, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, dan sejumlah artis ibu kota.(skb/jay/red)

Categories
Megapolitan Ragam Transportasi

Berdayakan Ekonomi Ojek Online, Relawan Independen Sambangi Komunitas Ojol Bogor Raya

Koran Jurnal, Bogor – Momen peringatan Hari Ibu 22 Desember 2018 digunakan Relawan Independen (Raden) untuk menggerakkan komunitas Ojek Online Bogor Raya dalam kegiatan silaturahmi.

Kegiatan silaturahmi yang bertajuk relawan Jokowi bersama Ojol Bogor Raya, diselenggarakan di lapangan sepakbola Kresna Kota Bogor Jawa Barat, Sabtu (22/12/2018). Dalam acara tersebut, para anggota komunitas ojek online diberikan suguhan acara yang memikat dan menambah tali silaturahmi.

“Sebagai Ketua umum Raden, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua perjuangan driver ojek online yang telah menjadi pioner dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil,” ujar RR. Neti Herawati Ketum Raden mengawali sambutan.

“Saya ingin terus memberikan semangat dan motivasi kepada segenap ojol Bogor Raya untuk tetap optimis, karena pekerjaan Ojol adalah profesi mulia dan menjadi jalan jihad dalam menghidupi keluarga,” tambahnya.

Bunda Neti juga menyampaikan untuk terus berikhtiar, dan Relawan Independen akan mengawal perjuangan Ojek Online untuk mendapatkan payung hukum dalam menjalani profesinya. Tak lupa bunda Neti juga mengatakan akan tetap memberdayakan komunitas Ojol di beberapa program pemberdayaan masyarakat agar ojol memiliki keterampilan lainnya.

Suasana bahagia itu terlihat pada wajah sekitar 1000 peserta komunitas Ojol yang hadir di lapangan tersebut.

Peserta yang hadir dari beberapa perkumpulan ojol Bogor Raya tersebut, tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberi perhatian penuh atas keberadaan dan eksistensi ojek online, dan ke depan mereka berharap agar payung hukum bagi profesi ojol segera diterbitkan oleh pemerintah.

Acara yg digagas oleh Relawan Independen dan Komando Relawan Satu Aspal juga memberikan sumbangan cinderamata sebagai tali asih kepada beberapa komunitas Ojol yang hadir untuk ikut berbahagia dalam momen Hari Ibu 22 Desember 2018.

Silaturahmi komunitas ojol, rencananya  juga akan digelar oleh Raden di beberapa kota diantaranya Depok, Cianjur, Tangerang, Sukabumi dan Bekasi pada awal januari 2019 mendatang.(ton/rl)

Categories
Megapolitan Polhukam Transportasi

KSPI dan KATO Desak Pemerintah Segera Ambil Alih Persoalan Driver Ojol

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Komite Aksi Transportasi Online (KATO) mendesak pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo segera mengambil alih persoalan pekerja driver ojek online.

Langkah dan sikap para pekerja driver ojek online ini dikarenakan hingga saat ini pemerintah tak kunjung memperhatikan dan menyelesaikan berbagai persoalan sistem transportasi online tersebut.

Menurut Presiden KSPI, Said Iqbal, berbagai persoalan yang terjadi pada sistem transportasi online antara lain seperti perlindungan tarif, perlindungan hukum, dan kesejahteraan driver bagi pengemudi transportasi online sangat minim sekali.

“Pemerintah terkesan lebih memproteksi para aplikator atau pengusaha Grab, Uber, dan Go-Jek karena alasan penyerapan tenaga keria tanpa memberikan perkindungan tarif dan kesejahteraan bagi para pengemudi,” ujarnya di LBH Jakarta, Jum’at (30/03/2018).
Lebih lanjut Said Iqbal mengatakan, yang harus dilakukan oleh Presiden Joko Widodo adalah mendesak kepada pata menteri agar segera membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, yakni Menteri Perhubungan, Menteri Komunikasi dan Informatika, dan Menteri Ketenagakerjaan; yang intinya adalah memberikan perlindungan dan kesejahteraan kepada para pengemudi.

“Dalam SKB 3 Menteri tersebut harus diatur nilai tarif bawah yang diterima oleh pengemudi Gojek, Grab, dan Uber. Seperti layaknya para buruh menerima upah minimun sebagai jaring pengaman agar tidak menjadi absolut miskin,” tegas Said Iqbal.

Dalam hal ini, KATO meminta agar setiap perubahan aturan tarif dan bonus yang dibuat oleh para pengusaha transportasi online wajib didiskusikan terlebih dahulu dengan perwakilan serikat pekerja pengemudi transportasi online.
“Jangan pengusahanya dibiarkan berlindung dengan definisi istilah mitra. Tetapi dalam prakteknya tidak menempatkan para pengemudi transportasi online tersebut sebagaimana layaknya rnitra untuk merundingkan hak-hak mereka,” kata pria yang juga menjabat sebagai Governing Body ILO ini.

Seharusnya pengusaha transportasi online mencontoh pengusaha taksi yang juga menempatkan para sopir taksi tersebut sebagai mitra, tetapi para pengemudi tersebut berhak membuat PKB yang mengatur tarif, komisi, dan kesejahteraan para pengemudi.

“Sekali lagi, pemerintah jangan berlindung dalam aturan tentang lalu lintas yang mengatakan roda dua bukan angkutan penumpang atau manusia,” tegas Said Iqbal. Karena faktanya, tambah Said Iqbal, dalam 3 tahun terakhir dengan kemajuan teknologi kendaraan roda 2 sudah digunakan sebagai alat angkutan penumpang.

“Bagaimana mungkin negara membiarkan warganya tidak terlindungi oleh kepentingan para pemodal,” gugat Iqbal.(red)

Categories
Ekonomi IPTEK Megapolitan Polisi Ragam Transportasi

Polda Metro Jaya Luncurkan Layanan Digital e-Samsat 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Polda Metro Jaya resmi meluncurkan pelayanan samsat digital atau e-Samsat serta pelayanan pembayaran non-tunai.

Layanan digital ini guna mempermudah masyarakat dalam membayar pajak kendaraan dan lain-lain.

“Berbagai terobosan ini merupakan bukti kami untuk memudahkan wajib pajak menunaikan kewajibannya membayar pajak kendaraan,” ujar Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis di Markas Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (26/03/2018).

Melalui e-Samsat, kata dia, para wajib pajak tak perlu lagi mengisi form pembayaran wajib pajak secara manual. Mereka hanya perlu memasukkan nomor kendaraan miliknya di layar sentuh kala melunasi tagihan pajak motor atau mobilnya.

Polda Metro Jaya dan Bank DKI juga menyediakan layanan nontunai lewat JakOne Mobile dan kartu debit Bank DKI serta bank lain dalam mendukung layanan e-Samsat ini.

Kendati begitu, layanan e-Samsat baru bisa dinikmati di Samsat Jakarta Selatan. Kapolda Metro Jaya berharap, ke depan layanan serupa bisa diterapkan di samsat lain bahkan di seluruh Indonesia.

Rencananya, evaluasi berkala akan dilakukan guna mengetahui apakah masyarakat puas akan layanan ini.

“Apakah sudah mampu memenuhi harapan masyarakat atau belum,” katanya.

Turut hadir dalam peluncuran Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua KPK Agus Rahardjo, Deputi Bidang Pelayanan Publik Menpan RB Diah Natalisa, Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Joni Supriyanto Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsih dan Komisioner Ombudsman Dominikus Dalu.(red/rz)

Categories
Angkutan Udara Daerah Hukum Kriminalitas Transportasi

Diduga Bawa Paket Narkoba, Penumpang Maskapai Batik Air Tujuan Pekanbaru – Jakarta Diamankan Petugas 

Koranjurnal.co.id, Pekanbaru – Dua orang penumpang pesawat Batik Air ditangkap dan diamankan petugas Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, Riau Sabtu pagi (17/03/2018).

Kedua penumpang pesawat Batik Air tujuan Pekanbaru – Jakarta tersebut atas nama, Muhammad Zainuddin dan Dede Oktaviyanto. Mereka kedapatan membawa paket yang diduga narkoba jenis shabu.

General Manager PT Angkasapura II Pekanbaru Jaya Tahoma Sirait dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, bahwa Sabtu 17 Maret 2018 telah diamankan dua orang penumpang Batik Air ID 7064 tujuan Jakarta atas nama, pertama, Dede Oktaviyanto seat (nomor bangku) 24A, kemudian kedua, Muhammad Zainuddin seat 24B di SCP 2 Bandara SSK2 Pekanbaru, dan diduga membawa barang jenis shabu berjumlah dua paket total berat 1,5 kg yang diletakkan di selangkangan, saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

Menurut Jaya Tahoma Sirait kedua penumpang dari Pekanbaru tujuan Jakarta tersebut diamankan saat yang bersangkutan melintas di pos pemeriksaan. Petugas mengamati dan mencurigai gerak-gerik mereka, kemudian petugas menggeledah penumpang tersebut.

“Sekarang keduanya sudah diamankan sementara oleh petugas bandara,” kata Jaya T.Sirait, sesuai yang dilansir detakindonesia.com