Categories
Megapolitan TNI

TNI AU dan PT Pertamina Jadi Mitra Strategis: Kerjasama Penguatan Sumberdaya Obyek Vital Nasional

Koran Jurnal, Denpasar – TNI Angkatan Udara dan PT Pertamina (Persero) sepakat menjalin kemitraan strategis untuk memperkuat pembinaan potensi dirgantara, terutama pada obyek vital nasional strategis dan objek tertentu lainnya yang berada di wilayah operasional PT. Pertamina.

Kesepakatan ini, dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerjasama yang ditandatangani oleh Aspotdirga Kasau, Marsda TNI Andi Wijaya, S.Sos dan Wenny Ipmawan, selaku Vice President Health Safety Security and Environment Operation and Facilities Support di Ball Room Hotel Aryadhuta, Bali, Jum’at (10/11/2023).

Kerjasama mencakup penyiapan Ruang, Alat, dan personel yang berkualitas bagi kepentingan pertahanan negara dalam aspek udara. Fokus utama adalah pada sumber daya alam/buatan, sarana prasarana, sumber daya manusia, dan kondisi sosial di wilayah operasional PT Pertamina.

Kegiatan yang dilakukan dalam kerangka perjanjian mencakup pendataan, pengelolaan, dan pengamanan ruang udara SDA/B serta sarpras yang dioperasikan oleh PT Pertamina. Selain itu, pembinaan terhadap SDM melalui pendidikan, latihan, dan simulasi untuk memastikan ketersediaan alat juang yang tangguh.

Aspek pembinaan kondisi sosial juga menjadi perhatian, melalui metode diskusi, ceramah, dan seminar yang diimplementasikan secara terpadu.

TNI AU dan PT. Pertamina juga bekerjasama melaksanakan kegiatan Bhakti TNI AU untuk mendukung percepatan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional PT Pertamina. Selain itu, kedua instansi mendukung pengamanan dan kegiatan yang terkait dengan operasional di lingkungan kerja PT Pertamina.

Melalui perjanjian kerjasama ini, diharapkan tercipta kerjasama yang kuat antara TNI AU dan PT Pertamina untuk mendukung kepentingan nasional dan mengoptimalkan potensi dirgantara di Indonesia yang berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(disp)

Categories
Militer TNI

Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan TNI AU-USAF: KSAU Terima Kunjungan Resmi Atase Udara Amerika Serikat

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA., menerima Kunjungan Resmi Atase Udara Amerika Serikat Colonel Michael Brown di Ruang CC Kasau Mabesau Cilangkap, Jakarta, Kamis (09/11/2023).

Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas kesempatan kerja sama Subject Matter Expert Exchanges (SMEE), pendidikan, dan pelatihan Unmanned Aerial Vehicles (UAV).

Turut mendampingi Atase Udara Amerika Serikat, Mrs. Karin Gleisner, Deputy Defense Attache dan Major Jee Chung, Director of Joint Capabilities Development.

Sementara Kasau didampingi oleh Asintel Kasau Marsda TNI Dr. T.B.H. Age Wiraksono., S.IP., M.A., Asops Kasau Marsda TNI Minggit Tribowo, S.I.P., Kadisdikau Marsma TNI Umar Fathurrohman, S.I.P., M.Si., M.Tr.(Han).(disp)

Categories
Militer TNI

TNI AL Tingkatkan Kerjasama dengan Jerman

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam lawatannya di Eropa, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali meninjau galangan produsen Kapal Selam thyssenKrupp Marine System (tk MS), di Kiel, Jerman, Senin (25/9/2023).

Dalam kesempatan ini Laksamana TNI Muhammad Ali menerima penjelasan tentang produksi Submarine 212/214, pengenalan perkembangan terpedo SUT dan konfigurasi sistem senjata serta sensor pada produk kapal selam yang telah dan sedang dibangun.

Dalam kunjungan ini KSAL beserta sejumlah delegasi yang hadir berkesempatan melihat langsung salah satu unit Kapal Selam Jerman tipe HWD 212 dengan didampingi Flotila Commander RADM Sacha Rackwitz dan CEO tkMS Oliver Burkhard.

Sebelumnya, TNI AL juga baru saja mendatangkan dua unit kapal perang jenis pemburu ranjau Mine Counter Meassure Vessel (MCMV) buatan Galangan Abeking and Resmussen, Lamwerder, Bremen, Jerman. Kedua KRI tersebut diberi nama KRI Fani-731 dan KRI Fanildo-732.

Upaya meningkatkan diplomasi luar negeri dengan negara – negara sahabat terus digalakkan oleh TNI AL. “Membangun kerja sama pertahanan dengan negara sahabat merupakan salah satu prioritas guna mewujudkan Jalesveva Jayamahe,” tandas Laksamana TNI Muhammad Ali.(disp)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL – Dirjen FAO Sepakat Perkuat Pertanian Kawasan Pasifik dan Selatan Afrika

Koran Jurnal, Italia – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menggelar pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu di Kantor Pusat FAO, Kota Roma, Italia waktu setempat. Dalam pertemuan ini, keduanya sepakat untuk memperkuat Kerjasama proyek Selatan Selatan dan Triangular atau KSST yang meliputi kawasan pasifik baik di Selatan Afrika maupun Selatan Asia.

Mentan mengatakan proyek KSST merupakan outcome atau hasil dari pertemuan kelompok kerja pertanian G20 saat menjadi presidensi tahun lalu. Sebagai langkah kongkrit, Indonesia telah memulai pelaksanaan proyek pembangunan pusat pelatihan dan demontrasi pertanian di Fiji melalui lembaga dana Kerjasama pembangunan internasional (LDKPI).

“Salah satu yang dibahas dalam pertemuan ini adalah program prioritas yang berkaitan dengan kepentingan substansial tidak hanya untuk indonesia tetapi juga kemajuan pertanian dunia. Kami optimis proyek KSST ini dapat memberikan manfaat besar bagi pencapaian ketahanan pangan kawasan pasifik,” katanya.

SYL mengatakan, proyek KSST merupakan proyek strategis dalam menambah kemampuan pangan masing-masing negara di dunia. Dengan begitu, SYL berharap FAO mendukung semua proyek KSST baik secara teknis maupun strategis.

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan perwakilan FAO di Indonesia untuk mengindentifikasi potensi kerjasama dengan berbagai negara. Yang pasti kita berbicara banyak mengenai kerjasama selatan selatan triangular,” katanya.

Secara khusus, SYL berharap FAO bisa mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada di Roma seperti Atase Pertanian dan jajaran duta besar Indonesia dalam mewujudkan proyek KSST yang berkelanjutan.

“Kami segera akan berproses karena disini (Roma) ada wakil duta besar dan ada atase pertanian mohon kiranya bisa dimanfaatkan FAO. Dan yang tak kalah penting kami punya orang indonesia yang banyak disini,” katanya.

Diketahui, proyek KSST merupakan kerjasama antar negara-negara berkembang sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan bersama di bidang pembangunan. Konfigurasi skema KSST terdiri dari beberapa bagian yakni negara selatan (sebutan lain untuk negara sedang berkembang) penerima bantuan, negara selatan pemberi bantuan (donor), serta negara maju dan institusi multilateral sebagai pendonor dan pendukung. Sejak tahun 1980-an, Indonesia mulai beralih menjadi negara donor dan terus berkomitmen untuk memperkuat KSST.

“Terakhir kami ingin menyampaikan apresiasi atas dukungan kongkrit FAO selama lebih dari 40 tahun melalui mobilisasi proyek Kerjasama dalam menghadapi ancaman anomali cuaca dan krisis pangan, degradasi lahan, hilangnya keanekaragaman hayati serta penanganan wabah penyakit hewan,” katanya.

Sebelumnya, SYL hadir pada Forum Global Conference on Sustainable Livestock Transformation sebagai forum internasional yang diorganisir FAO untuk penyediaan platform bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar saling berbagi pengetahuan, meningkatkan kesadaran, dan menetapkan prioritas dalam transformasi sistem peternakan berkelanjutan. Di sana, Mentan RI berbicara pada panel high-level bersama dengan Menteri dan Perwakilan Tingkat Tinggi dari negara Uruguay, Somalia dan Australia.

SYL mengatakan Indonesia merupakan negara besar yang mampu melewati masa sulit pandemi hingga menjadi endemi. Kesuksesan ini menurut dia salah satunya ditopang oleh sektor pertanian yang menjadi jaring pengaman ekonomi nasional, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

“Pertumbuhan PDB pada triwulan II 2020 (QtoQ) tubuh 16,24 persen. Kami bersyukur karena pertumbuhan itu ditopang sektor pertanian yang menjadi jaring pengaman ekonomi nasional,” jelasnya.(hum)

Categories
Ekonomi

Kementan Gandeng Swasta dan Perguruan Tinggi Kembangkan Peternakan Sapi Terintegrasi di Sulsel

Koran Jurnal, Makassar – Kementerian Pertanian menggandeng kerjasama dengan swasta (PT. Berdikari dan PT. Bosowa Corporindo), serta perguruan tinggi (Universitas Hasanuddin) untuk mengembangkan peternakan sapi terintegrasi di Provinsi Sulawesi Selatan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah bersama Direktur Utama PT. Berdikari, Muhammad Syarkawi Rauf dan Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, serta Direktur PT. Bosowa Corporindo, Suardi Madama yang disaksikan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di Universitas Hasanuddin, Makasar Sabtu (9/9/2023).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah, perguruan tinggi dalam penyediaan daging sapi melalui pengembangan yang dilakukan secara terintegrasi.

“Melalui MoU ini diharapkan adanya sinergi dari semua pihak untuk menyiapkan program-program pengembangan peternakan sapi terintegrasi dapat direalisasikan dengan lebih baik”, ungkapnya.

SYL mengungkapkan penguatan komitmen dengan PT. Berdikari dan Universitas Hasanuddin sangat penting dalam menjawab permasalahan kebutuhan daging sapi dalam negeri.

Adapun ruang lingkup dalam kerjasama ini meliputi Produksi Pakan dan Teaching Farm, Program Corporate Social Responbility (CSR), Pengembangan bisnis peternakan terintegrasi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Berdikari, Muhammad Syarkawi Rauf menyampaikan, PT. Berdikari sebagai perusahaan milik negara tentunya akan mengoptimalkan penyediaan komoditas yang menjadi sumber protein hewani melalui pengembangan peternakan sapi terintegrasi. Berdikari juga bersinergi melaksanakan aktivitas penggemukan sapi bakalan di Kabupaten Sidrap.

“Kami akan fokus dan memaksimalkan kesepakatan kerja sama ini, dan berkomitmen untuk mengembangkan lini bisnis peternakan sapi.” ungkapnya.

Sedangkan Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa menyampaikan, pihak Unhas menyambut baik kerjasama ini, dengan Tri dharma perguruan tinggi, Unhas dapat memberikan sumbangsih khususnya pada pengembangan peternakan sapi terintegrasi dalam mendorong keberhasilan pembangunan pertanian nasional.

“Kesempatan ini akan kami manfaatkan dengan baik dan siap menindaklanjuti kerjasama ini, untuk berkontribusi besar dalam mendukung program-program Kementan”, tuturnya.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menyampaikan, pengembangan peternakan sapi terintegrasi bisa menjadi langkah strategis meningkatkan produksi dalam negeri, terutama dengan adanya sinergi dan kolaborasi antar semua pihak dari hulu sampai ke hilir. Ia pun menyebutkan, untuk mencapai hal tersebut perlu dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk akademisi (penelitian lembaga, universitas), sektor bisnis (Industri peternakan), pemerintah (pusat dan daerah) dan masyarakat.

“Kami optimis dengan hasil kesepakatan kerja sama ini akan dapat tercapai peningkatan populasi dan produksi, serta peningkatan nilai tambah dan daya saing produk peternakan, khususnya pada sapi,” pungkasnya.(disp)

Categories
Polhukam

Indonesia dan Belanda Sepakat Perangi Kejahatan Transnasional

Koran Jurnal, Den Haag – Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly membangun kerja sama dengan pemerintah Belanda untuk memerangi kejahatan transnasional. Pasalnya, kejahatan lintas negara semakin signifikan dan mengancam keamanan nasional hingga internasional.

Menurut Yasonna, kejahatan transnasional meningkat seiring kemajuan teknologi karena jangkauannya global. Sehingga pemerintah harus membangun kerja sama bilateral di bidang teknologi digital agar bisa menangkal kejahatan secara efektif.

“Pemerintah harus memanfaatkan teknologi untuk melawan kejahatan transnasional secara efektif. Untuk itu, Indonesia dan Belanda mendorong kerja sama melalui teknologi digital dan platform media sosial,” ujar Yasonna dalam pertemuan dengan Menteri Kehakiman dan Keamanan Belanda, Dilan Yeşilgöz-Zegerius, Jumat waktu setempat (25/08/2023).

Berbagai bentuk kejahatan transnasional telah merugikan masyarakat, di antaranya perdagangan orang dan penipuan siber. Dalam pertemuan yang didampingi oleh Duta Besar Republik Indonesia Mayertas dan Sekretaris Jenderal Andap Budhi Revianto tersebut, Yasonna ingin Indonesia dan Belanda meningkatkan kerja sama antar penegak hukum serta pengawasan perbatasan.

“Pelaku kejahatan transnasional bisa memasang lowongan pekerjaan palsu di luar negeri, hingga akhirnya korban dipaksa tinggal dan tidak bisa pulang. Pemerintah Indonesia dan Belanda perlu meningkatkan kerja sama untuk melawan kejahatan-kejahatan ini,” katanya.

Indonesia sendiri telah menciptakan sistem database untuk memantau mobilitas korban kejahatan transnasional yang berhasil dipulangkan, serta mengetatkan proses pemeriksaan keimigrasian.

Selain itu, Indonesia sudah melakukan perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik, ekstradisi, dan kerja sama hukum dengan banyak negara untuk mengatasi kejahatan transnasional. Selanjutnya, kerja sama dengan Belanda ini akan semakin menguatkan level keamanan dan kemampuan pemerintah dalam melindungi masyarakatnya dari kejahatan.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda di bidang hukum yang tengah berjalan telah menunjukkan tren positif. Kedua negara rutin berdialog dalam forum INLU (Indonesia – the Netherlands Legal Update). Forum dialog tahunan ini melibatkan berbagai kalangan baik pemerintah, penegak hukum, organisasi masyarakat sipil serta para pakar hukum dan akademisi, untuk bertukar pandangan, pengalaman dan praktik terbaik di bidang hukum.

Menteri Yeşilgöz menyampaikan apresiasi kepada Menteri Yasonna atas peningkatan kerja sama antara kedua negara. Belanda akan terus mendukung Indonesia dalam memerangi kejahatan transnasional, upaya reformasi hukum, serta pemajuan HAM.

Kerja Sama di Bidang Pemasyarakatan

Dalam kunjungannya ke Belanda, Menteri Hukum dan HAM juga membahas kerja sama di bidang pemasyarakatan bersama pimpinan Reclassering Nederland Johan Bac, dan perwakilan CILC (Centre for International Law Cooperation) Anne-Marie Bruist.

Reclassering Nederland merupakan organisasi independen yang memberikan advis kepada hakim, jaksa, dan kepala penjara terkait tersangka dan terpidana yang menjalani masa percobaan. Sedangkan CILC didirikan pada 1985 oleh pemerintah Belanda untuk program kerja sama yudisial dengan Indonesia.

Sejak tahun 2019 Indonesia beserta Reclassering dan CILC telah bekerja sama untuk memberikan kepada para pejabat dan petugas pemasyarakatan di banyak wilayah di Indonesia. Dalam pertemuan ini para ketiga pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama yang berfokus pada peningkatan kapasitas SDM dalam penerapan sanksi alternatif.

“Indonesia dapat belajar dari Belanda dalam menangani tersangka dan terpidana, khususnya dalam penerapan sanksi alternatif dan kerja sosial,” tutur Yasonna.

Yasonna juga menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru. KUHP ini mereformasi pendekatan sistem pemasyarakatan yang mengedepankan keadilan korektif, keadilan rehabilitatif, dan keadilan restoratif.

“Kerja sama dengan Belanda dapat membantu Indonesia menyusun peraturan pelaksanaan KUHP yang baru dalam menerapkan pidana alternatif, karena Belanda telah lebih dahulu menerapkan sistem pidana alternatif dan keadilan restoratif,” ungkapnya.

Dalam pertemuan bilateral ini, selain Sekretaris Jenderal, Menteri Hukum dan HAM didampingi juga oleh Staf Khusus bidang Hubungan Luar Negeri, Direktur Izin Tinggal Imigrasi dan Direktur Pelayanan Komunikasi HAM.(hum)

Categories
Ragam TNI

TNI AU Jalin Kerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi dan Profesi

Koran Jurnal, Jakarta – TNI AU dan Badan Nasional Sertifikasi & Profesi (BNSP) menandatangani Naskah Kerjasama (MOU) bidang pendampingan rekruitmen Bintara sumber D3 dan pendirian LSP P2 TNI AU.

Penandatangan dilakukan oleh Aspers Kasau Marsda TNI Fadjar Sumarijadi mewakil Kasau dan Ketua BNSP Kunjung Masehat, S.H., M.M., di Mabesau, Cilangkap Jakarta, Rabu (12/7/2023).

MOU tertuang dalam Akta Kerjasama No: Perjama/57/VII/2003 dan No: 2.1/001/HK.07.01/7/2023, tanggal 12 Juli 2023.

Aspers Kasau dalam sambutannya menyampaikan perjanjian kerja sama antara TNI AU dengan BNSP, merupakan awal penjajakan dalam mencari sumberdaya manusia calon Prajurit Karier bintara yang mempunyai kompetensi siap kerja.

Lebih lanjut Aspers Kasau berharap perjanjian kerjasama ini dapat bermanfaat sebagai langkah maju dalam Pelaksanaan Penerimaan Calon Prajurit Bintara Karier serta kolaborasi antara TNI AU dan BNSP khususnya pemberian Sertifikasi Kompetensi dapat memberi manfaat bagi keahlian yang dimiliki SDM TNI AU.

“Semoga Kegiatan ini dapat melahirkan rumusan-rumusan yang membawa kemajuan dan perbaikan dalam pembinaan SDM TNI AU”, ungkap Aspers Kasau

Sementara Ketua BNSP menjelaskan bahwa Pengakuan Kompetensi kerja merupakan kebutuhan dasar manusia untuk mendapat pengakuan atas kepemilikan pencapaian serta kemampuan kompetensinya sesuai amanah undang undang nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Pengakuan berupa sertifikasi kompetensi kerja terhadap pencapaian kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaan tertentu ditetapkan oleh otoritas yang berwenang berbasis pada standar kompetensi yang telah disepakati dan ditetapkan.

“Semoga ikhtiar dan upaya memastikan serta memelihara kompetensi SDM di Mabes TNI AU benar benar terjamin kualitasnya.” ujar Ketua BNSP.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Irjenau Marsda TNI Eko D. Indarto., M.Tr.(Han), Waaspers Kasau Marsma TNI Ir. Bob Henry Panggabean, M.I.P, dan Kadisdikau Marsma TNI Umar Fathurrohman, S.I.P, M.Si.(disp)

Categories
Polhukam TNI

Pertemuan Pemimpin TNI AL dan AL Belanda, Sepakati Sejumlah Hal Penting

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Chief of the Royal Netherland Navy VADM Rene Tas, di Den Helder, Belanda, Senin, (26/6/2023). KSAL menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan peningkatan kerjasama yang didasarkan pada hubungan persahabatan diantara kedua Angkatan Laut yang telah terjalin sejak lama.

Dalam pertemuan ini, keduanya menyepakati sejumlah hal penting diantaranya, peningkatan kerjasama, terutama dalam bidang latihan dan pendidikan. Rincian dan mekanisme bentuk Latihan nantinya akan didiskusikan oleh kedua belah pihak melalui sarana Navy to Navy Talk.

Dalam kesempatan tersebut VADM Rene Tas juga menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran KRI Bima Suci pada event Sail Den Helder 2023. Menurutnya kehadiran KRI Bima Suci semakin menunjukan komitmen TNI AL sebagai AL berkelas dunia dan juga mitra strategis RNLN.

Pada berbagai kesempatan, Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa, peningkatan kerjasama bidang pertahanan laut dengan negara sahabat menjadi salah satu prioritas dari TNI AL.

“Pengembangan Sumber Daya Manusia secara bilateral dalam bentuk latihan dan pendidikan mutlak harus dilaksanakan dengan negara-negara sahabat, guna membentuk Sumber Daya Manusia yang unggul dan profesional,” tegas KSAL.

Sebelumnya, dalam pelaksanaan lawatan ke luar negeri kali ini, Kasal beserta sejumlah pejabat tinggi Mabesal juga telah bertemu dengan pemimpin Angkatan Laut negara-negara eropa diantaranya Turki dan Prancis, untuk membicarakan kerja sama bidang pertahanan laut.(disp)

Categories
International Militer TNI

TNI AL dan AL Turki Sepakat Tingkatkan Kerjasama Bidang Pertahanan Laut

Koran Jurnal, Turki – TNI AL dan Angkatan Laut Turki  menyepakati peningkatan kerjasama dua negara di bidang pertahanan laut, hal tersebut terungkap saat kunjungan kerja Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Turkish Naval HQ, Ankara, pekan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kasal melaksanakan pertemuan dengan Commander of the Turkish Naval Force, Admiral Ercument Tatlioglu. Sejumlah Kerjasama bilateral dibicarakan diantaranya, kerjasama bidang latihan dan pendidikan, pertukaran informasi, hingga penggunaan teknologi maritim.

“Kami menyepakati untuk menjadikan pertemuan ini sebagai landasan awal dalam meningkatkan kemitraan strategis antara TNI AL dan Turkish Naval Force, yang mana dilatar belakangi pada sikap saling menghormati dan saling percaya.” Ungkap Laksamana TNI Muhammad Ali dalam pertemuan itu.

Selain melaksanakan pertemuan antara pimpinan Angkatan Laut dua negara, dalam lawatannya di Turki, Laksamana TNI Muhammad Ali beserta sejumlah delegasi TNI AL melaksanakan peninjauan ke Armada Angkatan Laut Turki dan peninjauan sejumlah produsen Alat Utama Sistem Senjata.

Seperti diketahui, peningkatan kerjasama bidang pertahanan laut dengan negara sahabat menjadi salah satu prioritas dari KSAL. “Pengembangan Sumber Daya Manusia secara bilateral dalam bentuk latihan dan pendidikan mutlak harus dilaksanakan dengan negara-negara sahabat, guna membentuk Sumber Daya Manusia yang unggul dan profesional,” tegas KSAL.(disp)

Categories
TNI Transportasi

TNI AL – PT Pelni Sepakat Amankan Jalur Pelayaran

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam hal ini Staf Personel TNI AL (Spersal) melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Pelni (Persero) bertempat di Ruang D KM Kelud, Dermaga Penumpang, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jum’at (9/6/2023) lalu.

Asisten Personalia Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers Kasal) Laksda TNI P. Rahmad Wahyudi mewakili Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Pelni (Persero) yang dihadiri Direktur Utama Ibu Tri Andayani.

Penandatangan PKS dilaksanakan oleh Direktur Utama PT Pelni (Persero) Ibu Tri Andayani sebagai Pihak Pertama dan Aspers Kasal Laksda TNI P. Rahmad Wahyudi sebagai Pihak Kedua.

“Tujuan kerja sama yang baru saja ditandatangani ini, adalah untuk mewujudkan kesepakatan secara yuridis formal dalam rangka melaksanakan penugasan personel TNI Angkatan Laut dalam pelaksanaan pengamanan dan penertiban di atas kapal dan pelabuhan,” ucap Aspers Kasal dalam sambutannya.

Lebih lanjut Aspers Kasal menyampaikan bahwa penugasan personel TNI AL dalam lingkup kerja sama tersebut melibatkan penugasan satu personel penghubung strata Perwira Tinggi (Pati) di kantor pusat dan empat personel strata Perwira Menengah (Pamen) di kantor cabang PT Pelni (Persero), dalam rangka pencegahan tindakan anarkis, ilegal, kriminal baik dari penumpang dan Anak Buah Kapal (ABK) atau pihak lain yang mengganggu pelaksanaan keamanan dan ketertiban di atas kapal dan pelabuhan.

Perjanjian kerja sama ini sebagai payung hukum dalam penugasan personel TNI AL di PT Pelni (Persero). Untuk kedepannya akan direncanakan kerja sama dalam peningkatan profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM).(disp)