Categories
Ekonomi

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakati 14 Area Kerjasama Bidang Pertanian 

Koran Jurnal, Abu Dhabi – Dihadapan Presiden Joko Widodo dan Crowne Prince Muhammed Bin Zayed Al Nahyan, telah dilakukan pertukaran dokumen kerja sama antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA). Pemerintah Indonesia diwakili Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi dan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA Thani bin Ahmed Al Zeyoudi. Pertukaran dokumen kerjasama ini salah satunya di bidang pertanian.

Kedepan akan dibangun kerjasama kedua negara yang mencakup 14 area kerjasama di bidang pertanian dan diversifikasi pangan, diantaranya proses dan produksi tanaman, peternakan dan pertanian, sanitasi dan phytosanitary, teknologi dan infrastruktur pertanian.

Selain itu juga kerjasama di bidang science dan teknis, keamanan makanan, teknis dan teknologi industri pertanian modern, asuransi pertanian, skema keuangan agrikultur, sistem informasi dan komunikasi pertanian. Peningkatan kemampuan SDM melalui capacity building, fasilitas dagang dan pertanian, dan area terkait lainnya.

Mentan Syahrul Yasin Limpo menilai strategis kerjasama antar negara ini. Secara khusus Mentan meminta semua pihak di Kementan optimalkan kerjasama ini.

Menurutnya, Uni Emirat Arab punya keterbatasan dalam memproduksi pangan, namun teknologi yang dimiliki dapat diadopsi. Teknologi modern pertanian di lahan gurun dengan kering salah satunya.

“Banyak hal yang dapat diperoleh dari kerjasama ini. Dan negara kita pun sangat besar dan punya potensi sumberdaya pertanian. Kita tangkap peluang ini untuk meningkatkan ekspor dan transfer teknologi,” kata SYL, Selasa (14/01/2020).

Dalam kunjungan Presiden Jokowi di PEA ini, turut dilakukan pertukaran dokumen MOU antara Elite Agro LLC, PEA dan Badan Litbang Pertanian Indonesia. Kerjasama bertema “Research and Development Collaboration for Agricultural Crops Commercialization” ini akan dilakukan di Lembang, Jawa Barat. Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry menerima dokumen secara resmi dari CEO Elite Agro Group Abdulmonem Al Marzooqi.

Menurut Fadjry, kerjasama ini untuk memperluas hubungan antar kedua belah pihak, dalam upaya komersialisasi dan transfer pengetahuan serta teknologi di bidang pertanian, khususnya hortikultura.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Orientasi Ekspor Beras, Kementan Bangun Program Komando Strategi Penggilingan Padi

Koran Jurnal, Depok – Pemasaran beras berorientasi ekspor menjadi prioritas program Kementerian Pertanian (Kementan). Tahun 2020 Kementan menargetkan ekspor beras sebanyak 500 ribu ton. Dalam rangka mendukung program tersebut, Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman menginisiasi program Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) yang melibatkan juga usaha-usaha penggilingan.

Dalam menjalankan perannya, Kementan tidak dapat bekerja sendiri, perlu keterlibatan semua pihak baik Kementerian/Lembaga pemerintah maupun non pemerintah agar dapat bergerak pada aspek hulu hingga hilir termasuk dengan para pengusaha Pengglingan Padi dan Pengusaha Beras yang tentunya dapat berkontribusi positif dalam pembangunan pertanian nasional.

“Modernisasi pertanian dapat terbentuk jika ekosistem pertanianya tersambung dari awal hingga akhir, sehingga apabila pertanian maju maka aspek-aspek lain juga turut maju,“ ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam Pencanangan dan Sosalisasi Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) Tahun 2020, di Margo Hotel, Depok, Jawa Barat, Senin (13/01/2020).

Untuk itu, melalui Kostraling ini Mentan mengajak para pelaku usaha penggilingan padi agar dapat bekerjasama dengan poktan/Gapoktan khususnya yang pernah menerima alat Rice Milling Unit (RMU)/dryer agar saling bantu guna dapat menjaga kualitas produknya, termasuk dalam hal pemasarannya.

“Saya berharap seluruh pelaku usaha penggilingan padi dapat bergabung dengan Kostraling, saya berikan kesempatan kepada yang memang siap dan punya integritas untuk membantu dan berfungsi menjadi muara akhir dari ekosistem pertanian,“ kata Syahrul.

Salah satu faktor yang berpengaruh dalam pencapaian kualitas beras adalah kadar air, derajat sosoh, kepecahan, rasa dll yang lebih banyak dipengaruhi oleh penanganan Pasca Panen termasuk yang dilakukan dengan alat penggiling atau RMU maupun dengan alat pengering atau Dryer yang biasanya dikelola oleh pengusaha penggilingan yang juga merupakan atau bekerjasama dengan petani/poktan/gapoktan.

“RMU yang baik apabila prosesnya juga baik dan tidak menyisakan broken yang banyak, untuk itu pilihkan saya orang yang mau bertempur dengan saya mulai bulan Maret ini,” terang Syahrul.

Lebih lanjut Syahrul menjelaskan bahwa Konstraling dalam hal ini adalah sebagai penanggung jawab dan penyangga di bidang pangan. Mengingat agenda tahun ini Mentan merencanakan akan mengekspor beras ke berbagai negara.

“ Tujuan dari Kostraling tidak hanya menyediakan stok beras Nasional, tetapi juga yang sudah berorientasi pada ekspor, karena yang meminta beras dari kita juga sudah ada,” jelasnya.

Sementara itu, Syahrul pun menuturkan bahwa bulan Januari mulai memasuki masa panen, sedangkan bulan Februari sudah masuk 30-40 persen dan pada bulan
April diprediksi akan menjadi puncak panen di beberapa daerah.

“ Untuk itu perlu kita rumuskan nantinya siapa yang siap untuk menyerap dan menggiling hasil panen dari petani,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Syahrul juga mengungkapkan 3 agenda utama yang akan dijalankan Kostraling antara lain, agenda Quick Wins yaitu agenda untuk penyerapan padi dan gabah pada bulan Maret, lalu agenda Mempersiapkan Kostraling lebih kuat dengan kebenaran sistem dan yang terakhir adalah Permanen agenda yaitu mempersiapkan semua wilayah RMU secara jelas.

“ Intinya adalah penggilingan padi dibutuhkan oleh pertanian, karena tanpa penggilingan padi maka padi tidak akan menjadi beras,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan industri penggilingan harus siap dan sanggup menyerap gabah petani serta memperbanyak lagi gudang-gudang di penggilingan padi.

“Dalam hal ini, Kementan memiliki program Quick wins, dimana penggilingan bermitra dengan petani dan konsumen. Pasokan harus sustain menjadi hal yang paling utama,” jelasnya.

Suwandi menyebutkan ada kerjasama dengan penggilingan padi untuk ekspor beras 300 ribu ton tahun ini. Selanjutnya pihaknya akan menindaklanjuti dengan membangun nota kesepahaman.

“Pangsa ekspor yang yang potensial di Timur Tengah, PNG dan negara lain,” sebutnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi Hukum Polhukam

Mentan Syahrul Minta Penegak Hukum Tangkap Pelaku Konversi Lahan Pertanian

*Rilis Kementan, 12 Januari 2020*
Nomor : 19/R-KEMENTAN/01/2020

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui berbagai perangkat kerjanya terus melakukan upaya pencegahan alih fungsi lahan yang kian memprihatinkan. Pencegahan dilakukan terutama untuk mengurangi beban dan masalah baru bagi sektor pertanian ke depan.

“Saya katakan bahwa lahan merupakan faktor produksi pertanian yang utama untuk mewujudkan ketahanan pangan secara nasional,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam keteranganya beberapa waktu lalu.

Secara filosofis, lanjut Syahrul, lahan pertanian memiliki peran dan fungsi sentral bagi kehidupan masyarakat Indonesia yang bercorak agraris. Lahan pertanian memiliki nilai ekonomis, juga nilai sosial dan religius.

“Untuk itu kita perlu mengekstensifikasi pembukaan lahan baru yang diperuntukan khusus pada tanaman pangan secara permanen. Saya juga minta kepada penegak hukum (Bapak Kapolres) untuk menangkap mereka yang membuatkan lahan pertanian menjadi non pertanian,” katanya di Pangalengan, Jawa Barat, Sabtu (11/01/2020).

Secara hukum, pengalihfungsian lahan pertanian sudah diatur dalam kitab Undang-undang 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Tidak main-main, aturan ini mengancam siapa aja yang secara tidak langsung melakukan alih fungsi lahan.

Asal tau saja, undang-undang ini masuk ranah tindak pidana dengan ancaman kurungan selama lima tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp5 miliar.

Syahrul mengatakan, praktek pengalihfungsian lahan sangat merugikan pemerintah dan petani yang kini tengah memiliki semangat bercocok tanam. Lebih dari itu, perilaku tersebut juga dapat mengakibatkan terjadinya bencana alam.

“Jika ada lahan pertanian yang rusak akibat banjir atau bencana alam lainnya, pemerintah akan memberikan bibit-bibit pertanian untuk dilakukan penanaman kembali. Untuk itu, saya mengingatkan kembali bahwa dalam pengembangan sektor pertanian itu di dalamnya juga ada masyarakat dan pengusaha. Mereka harus saling membantu untuk mewujudkan kesejahteraan petani Indonesia,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Awali Tahun 2020, Mentan Mantapkan Kolaborasi dengan Mendag 

Koran Jurnal, Jakarta,- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengunjungi kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam memantapkan kolaborasi untuk saling bersinergi dalam menentukan kebijakan ketahanan pangan. Pertemuan ini merupakan lanjutan dari kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian pada November tahun lalu.

Syahrul mengatakan, pertemuan ini dilakukan dengan pendekatan emosional kepada Mendag dan para jajaran Kemendag untuk menyamakan, menyelaraskan pengambilan kebijakan antar Kementerian dan lembaga.

“Kementerian Pertanian harus satu langkah, satu jalan dan satu bahasa dengan Menteri Perdagangan. Intinya kita mengharapkan support Menteri Perdagangan sepenuhnya,” katanya saat diwawancarai di Kantor Kemendag di Gambir, Rabu (09/01/2020).

Mentan menambahkan jika dukungan dari Mendag untuk melipatgandakan perdagangan di bidang pertanian, khususnya ekspor akan diberikan dalam berupa guides dan supportnya demi menjalankan amanah membangun negara.

“kita punya komitmen, petani Insya Allah berproduksi lebih baik, berkualitas tentu saja kita bicara dengan ekspor dengan dunia tentang komoditas komoditas kita yang banyak,” tambah Syahrul.

Selain itu, Mentan juga menegaskan jika saat ini single data yang diusung Kementan akan menjadi acuan serta pegangan yang digunakan Kemendag atau kelembagaan lainnya dalam membuat kebijakan yang benar.

“Memang betul perbedaan data akan menyesatkan arah kita. data yang amburadul darimana perencanaan tidak bias. Oleh karna itu single data kita perbaiki dan itu menjadi pegangan bersama Menteri Perdagangan,” tuturnya.

Di kesempatan itu, Mendag juga membenarkan bahwa single data digunakan Kemendag untuk menjadi acuan dalam mengambil keputusan perdagangan khususnya sektor strategis seperti pangan.

“Kalo mengenai data kita memang sudah satu pintu lah, jadi tidak ada perbedaan disini lah kita sangat senang bersinergi dengan Kementerian Pertanian,” katanya.

Agus mengungkapkan jika Kemendag memiliki wewenang dalam penentuan kebijakan perdagangan, dimana dukungan dari kementerian lain khususnya Kementan sangat dibutuhkan sehingga tujuan kedua kelembagaan dapat dijalankan bersama-sama.

“Memang dalam menentukan kebijakan ini kita perlu kerjasama terutama yang berkaitan dengan pangan apalagi kita mau tingkatkan pangan untuk mengekspor sehingga kita akan lebih selektif,” sambungnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi Energi SDA

Posko Nasional ESDM Berakhir, BPH Migas: Penyaluran BBM, Gas dan Kondisi Kelistrikan Sepanjang Libur Nataru 2020 Berjalan Lancar

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG berjalan normal sepanjang masa Natal dan Tahun Baru 2020.

Komite BPH Migas Henry Achmad mengatakan secara garis besar sudah berjalan dengan baik, meski ada beberapa kendala yang terjadi saat pihaknya melakukan pengawasan tahun baru.

“Secara umum, pendistribusian, tidak ada kelangkaan [BBM]. Hanya saja, memang sedikit keterlambatan, tapi tidak mengganggu aktivitas. Demikian juga LPG, alhamdulilah juga LPG tidak ada masalah,” kata Achmad, dalam konferensi pers Evaluasi Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, di kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (08/01/2020).

Adapun hasil pelaksanaan Posko Nasional Nataru 2020 di bidang migas, yakni coverage days BBM rata-rata selama masa posko. Untuk bensin RON 88 selama 20 hari, RON 90 selama 18 hari, RON 92 selama 18 hari, dan RON 95 selama 35 hari.

Sementara itu, untuk solar CN 48 selama 15 hari, solar CN 51 selama 36 hari, dan solar CN 53 selama 15 hari. Khusus avtur, rata-rata ketahanan produk selama 17 hari dan minyak tanah selama 64 hari.

Di bidang gas, selama posko nasional, Henry juga mengaku tidak mengalami kendala. Untuk LPG, lanjutnya, rata-rata kenaikan penyaluran sebesar 22,09% atau sebanyak 4.801 metrik ton dibandingkan dengan daily objective throughput (DOT).

“Puncak realisasi LPG terjadi pada 24 Desember dari depot ke SPPBE dan 30 Desember dari SPPBE ke agen LPG,” tambahnya.

Untuk bahan bakar gas, rata-rata stok per hari sebanyak 169.500 meter kubik, dengan pemakaian perhari rerata 17% dari stok yang ada.

Selain menghadapi Natal dan tahun baru, banjir di Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta, juga memberi dampak terhadap pendistribusian BBM dan LPG.

“Dampak yang kami lihat, ada beberapa penyalur BBM, ada 18 SPBU terdampak banjir, tapi syukur sekarang hanya satu yang belum beroperasi,” katanya.

Selain BBM dan LPG, Achmad juga memaparkan kondisi kelistrikan nasional selama Nataru 2020. Beban puncak nasional wilayah pengusahaan PLN mengalami penurunan pada Natal sebesar 15,92% dan Tahun Baru 2020 sebesar 32,67%.

Untuk sistem Jawa-Bali, lanjut Achmad,
konsumsi energi listrik pada Natal 2019 sebesar 480 GWh atau meningkat 9,5% dibandingkan dengan Natal 2018 sebesar 438 GWh. Sementara itu, konsumsi energi listrik pada Tahun Baru 2020 sebesar 387 GWh atau meningkat 2,1% dibandingkan dengan Tahun Baru 2019.(bis/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Dorong Eksportir Pertanian Buka Lapangan Kerja Lebih Luas

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar pertemuan dengan puluhan eksportir di Auditorium Gedung D, Kantor Pusat Kementan, Rabu (08/01/2020). Pertemuan ini digelar untuk memastikan jalannya akselerasi gerakan tiga kali ekspor (Geratieks) khususnya di sektor perkebunan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang dalam acara tersebut, menegaskan bahwa gerakan ekspor harus dimulai dengan kehadiran eksportir ditengah-tengah rakyat. Lebih dari itu, peranan eksportir harus bisa membuka lapangan pekerjaan secara luas.

“Saya menitipkan pesan kepada eksportir agar kalian membuka lapangan pekerjaan secara luas. Kami butuh tangan eksportir agar rakyat kita banyak yang kerja. Caranya tingkatkan ekspor kalian menjadi tiga kali lipat,” ujar Mentan Syahrul, di Kanpus Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (08/01).

Menurut Syahrul, Gerakan tersebut adalah bagian dari gerakan rakyat untuk menunjukan bahwa Indonesia merupakan negara kuat yang memiliki potensi besar dan derajat tinggi di mata dunia. Gerakan ini harus menjadi titik balik bangkitnya pertanian Indonesia.

“Kalau begitu pertanian di tangan kita tidak boleh mundur. Yang ada adalah maju. Pertanian di tangan kita harus berjalan efektif dan maksimal. Harus berkembang dan lebih baik,” katanya.

Syahrul menambahkan, Indonesia merupakan negara subur yang seluruh kekayaan alamnya selalu dibutuhkan penduduk dunia. Lebih dari itu, sektor pertanian menjadi bagian penting dalam meningkatkan ekonomi bangsa dan menekan angka kemiskinan.

“Coba resapi sedikit. Negara ini butuh kita semua kok. Karena ini menjadi kewajiban kebangsaan kita. Apa gunanya kita menjadi eksekutif tapi sebenernya negara melayang dari tangan kita. Toh saya sangat yakin kita cukup memiliki kemampuan. Hanya membutuhkan sedikit lagi kemauan yang tidak kalah dengan negara lain. Intinya kita tidak boleh berpura-pura dalam mengurus negara ini,” katanya.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyo mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menyisir dan memperbesar pemanfaatan sejumlah komoditas yang memiliki potensi ekspor cukup besar.

“Kami memang sedang merancang satu program gerakan potensi ekspor. Diantaranya kopi, kakao, jamu mete sampai fanile. Ini sudah punya target. Jadi 5 tahun ke depan pertumbuhannya harus lebih dari 3 kali lipat. Kita akan menaikan produksinya dan memiliki dampak terhadap penyerapan lapangan kerja serta PDB pertanian,” katanya.

Dikatakan Kasdi, Dirjen Perkebunan juga sudah menetapkan target jangan panjang, yakni peningkatan capaian hingga 1000 triliun ekspor di tahun 2024. Target ini meliputi angka produksi yang ditargetkan naik sebesar 7 persen serta PDB sebesar 25 persen.

“Kita juga akan membangun milenial menjadi enterpreneurship dan mengenal pertanian secara dalam. Kemudian sektor perkebunan diharapkan menekan losis. Untuk itu, kami mohon eksportir dan pengusaha juga turun sampai level kecamatan,” tukasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Menteri Pertanian Dukung Program Satu Juta Ternak Sapi Bali

*Rilis Kementan, 5 Januari 2020*
Koran Jurnal, Denpasar –  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendukung sepenuhnya program Provinsi Bali mencapai Satu Juta Ternak Sapi Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menyaksikan penandatangan tiga nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian dengan Gubernur Bali di Denpasar, 4 Januari 2020. Salah satu nota kesepahaman tersebut adalah terkait Populasi Sejuta Sapi Bali Mendukung Program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).

Menurut Mentan SYL, Bali merupakan provinsi yang memiliki potensi pertanian dan peternakan yang sangat besar. Dengan adanya nota kesepahaman ini, maka Kementan akan mendukung sepenuhnya program-program pertanian dan peternakan di Bali.

“Pada hari ini telah ditandatangani tiga buah nota kesepahaman antara Kementan dan Pemda Bali. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan pertanian menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern” ungkap Mentan SYL.

Lebih lanjut Mentan juga menyampaikan harapannya bahwa dengan meningkatnya produksi dan produktivitas maka ke depan produksi pertanian tersebut bisa diekspor. Langkah ini lanjutnya sejalan dengan gerakan tiga kali ekspor atau Gratieks.

Sementara Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan bahwa Provinsi Bali merupakan provinsi yang berbasis pertanian, dan penyediaan pangan merupakan salah satu program utama saat ini. Dukungan Kementan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Bali dipandangnya sangat penting dalam membantu program Pemda dan masyarakat Bali.

“Bali kaya akan komoditas pertanian lokal seperti jeruk, salak, kopi, sapi, kambing dan lain-lain. Namun komoditas-komoditas ini belum diberdayakan secara optimal. Ke depan, diharapkan bantuan Kementan untuk mengoptimalkan potensi ini,” jelasnya.

Khusus terkait Program satu juta ternak Sapi Bali pada tahun 2025, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menyampaikan bahwa target tersebut dapat dicapai apabila ada peningkatan jumlah induk sapi sebesar 30%-45 % dari populasi saat ini, dan didukung oleh peningkatan kelahiran pedet sebesar 80%-85% dari Indukan jumlah sapi. Sementara itu angka pemotongan sapi betina produktif di Bali harus bisa diturunkan hingga 5%-10% dari pemotongan tercatat saat ini, dan angka kematian pedet harus diturunkan ke angka di bawah 5% dari sapi yang lahir.

“Apabila parameter-parameter tersebut tercapai, maka program sejuta ternak Sapi Bali akan kita capai. Ditjen PKH selalu siap mendukung program ini, karena hal ini sejalan dengan Sikomandan, salah satu program penting dari bapak Mentan SYL,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi Megapolitan Ragam

Mentan Syahrul Serahkan Bantuan Kemanusiaan ke 5 Titik Banjir di DKI Jakarta dan Tangerang

Koran Jurnal, Jakarta,- Kementerian Pertanian (Kementan) menyerahkan bantuan kemanusiaan ke 5 titik banjir yang berada di wilayah Jakarta dan Tangerang. Bantuan pangan tersebut berjumlah 10 truk dan langsung diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo kepada masyarakat korban bencana banjir.

Syahrul mengungkapkan jika bantuan yang dibagikan tersebut merupakan arahan dari Bapak Presiden dimana pemerintah harus bisa menopang masyarakat terutama yang sedang mengalami bencana. Dengan demikian, di era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, betul-betul membangun sinergitas antar lembaga dan pihak lainnya untuk cepat tanggap membantu masyarakat yang terdampak musibah.

“Saya sebagai Menteri Pertanian menindaklanjuti perintah Bapak Presiden agar negara hadir ditengah-tengah masyarakat dalam suasana seperti banjir atau bencana seperti saat ini sehingga masyarakat mengetahui jika negara siap membantu mereka,” ungkap Syahrul dalam acara Penyerahan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Bencana Banjir DKI Jakarta dan Sekitarnya di Kantor Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (04/01/2020) pagi.

Mantan Gubermur Sulawesi Selatan ini mengatakan sudah berkoordinasi langsung dengan Gubernur DKI Jakarta untuk mendapatkan titik titik yang akan mendapat bantuan. Titik yang mendapat bantuan antara lain, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat serta Tangerang Selatan.

“Saya berharap ini menjadi keprihatinan nasional, ini panggilan kenegaraan , ini panggilan bangsa dan kita semua turun tangan minimal memberikan support positive moral kepada masyarakat kita yang terkena banjir saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, Syahrul juga menyampaikan kepada korban bencana banjir supaya mereka kiranya kedepannya lebih waspada dan lebih mampu mengantisipasi segala tantangan ke depannya. Dengan begitu masyarakat bisa lebih siap dengan segala kemungkinan yang ada.

“Allah Maha mendengar, yang pasti ada maknanya dan makna itu. Insya Allah akan menjadi sumber kebaikan ke depan. Tidak ada yang bisa hindari kalau memang harus menjadi bagian, tapi jadikan ini sebagai sebuah kewaspadaan sebagai sesuatu yang menguatkan kita semua dalam setiap hari,” tuturnya.

Bantuan yang diberikan Kementan secara simbolis di serahkan Mentan kepada korban bencana banjir pada acara tersebut antara lain kepada kelurahan Sukapura, Semper Barat, Semper Barat, Cilincing dan dolokan.

Bantuan yang akan diberikan yakni 4 truk untuk Jakarta Utara, 3 truk untuk Tangerang Selatan,1 truk Jakarta Timur,1 truk Jakarta Selatan, 1 truk Jakarta Barat berisikan. Bantuan berisikan sembako, selimut, sarung, pampers, handuk, biskuit, air mineral, mie instan dan 1 truck dari Pertani (mitra kerja) berupa beras sejumlah 2,5 ton.

Diacara tersebut, Sekretaris Kota (Seskot) Jakarta Utara, Desi Putra mengapresiasi bantuan yang disalurkan Kementan. Pasalnya, tidak hanya membantu kebutuhan pangan tapi juga membangun kolaborasi semua pihak untuk turut berpartisipasi membantu warga yang terdampak banjir.

“Berkat kerja sama dan kolaborasi ini tidak hanya masyarakat yang terlibat di dalamnya. Namun pemerintah bersama-sama saling membantu untuk musibah ini dan kami berharap bantuan ini menjadi berkah buat Bapak Ibu dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” tegasnya.

Desi menyebutkan sebanyak 17 dari 31 kelurahan di Jakarta Utara yang diterjang banjir. Untuk Kecamatan Cilincing sendiri, 5 dari 7 kelurahan yang terkena dampak banjir.

“Dari 5 kelurahan tersebut, saat ini tinggal 1 kelurahan yang masih tergenang banjir dan menunggu surut, yaitu di Kelurahan Rorotan,” sebutnya.

“Akibat kejadian ini, sebanyak 2.699 masyarakat Cilincing pun terpaksa mengungsi. Namun besok dihari Minggu sudah akan dilakukan pembersihan sisa – sisa banjir,” pinta Desi.(hum/red)

Categories
Ekonomi Energi SDA

BPH Migas Serahkan SK Penugasan dan Kuota BBM JBT dan JBKP Tahun 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah berdasarkan persetujuan DPR RI telah menetapkan kuota Jenis BBM tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi tahun 2020 sebagaimana tertuang dalam Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020 sebanyak 15,87 juta KL yang terdiri dari minyak solar 15,31 juta KL dan minyak tanah sebesar 0.56 juta KL. Kuota ini mengalami kenaikan sebesar 5,03 % dari kuota BBM tahun 2019 sebesar 15,11 juta KL. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan harga Jual eceran BBM, BPH Migas Migas memberikan penugasan kepada Badan Usaha untuk menyalurkan BBM subsidi tersebut ke masyarakat melalui penunjukan langsung dan/atau melalui seleksi. BPH Migas juga diamanatkan untuk menetapkan kuota Badan Usaha yang mendapat penugasan dan kuota untuk masing-masing Propinsi/Kabupaten/Kuota di seluruh Indonesia serta kuota untuk masing-masing sektor pengguna.

Berdasarkan sidang Komite BPH Migas, telah ditetapkan Surat Keputusan Kepala BPH Migas Tentang Penugasan Penyalur dan Kuota Jenis BBM Tertentu (JBKP) dan
Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Jenis Bensin (Gasoline)Tahun 2020.

Surat Keputusan tersebut diserahkan oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa kepada Badan Usaha penerima penugasan dan Gubernur seluruh Indonesia pada Senin (30/12/2019), bertempat di Gedung BPH Migas, Jakarta. Dengan rincian sebagai berikut:
A. Penyalur JBT dan JBKP Tahun 2020
a) Penyalur JBT Tahun 2020
1. PT. Pertamina Persero
• Penyalur Eksisting 5.726 Penyalur, Penyalur On Progress sebanyak 13
Penyalur, Penyalur BBM Satu Harga Eksisting sebanyak 160 Penyalur
2. PT AKR Corporindo Tbk
• Penyalur Eksisting sebanyak 112 Penyalur dan Penyalur BBM Satu Harga
Eksisting sebanyak 10 Penyalur.
b) Penyalur JBT Tahun 2020
PT. Pertamina (Perseroo): Penyalur Eksisting sebanyak 4.670 Penyalur, Penyalur On Progress sebanyak 13 Penyalur, Penyalur BBM Satu Harga Eksisting sebanyak 151 Penyalur.
B. Kuota JBT dan JBKP Tahun 2020
1. Kuota Jenis BBM Tertentu untuk jenis Minyak Solar adalah sebesar 15.310.000 KL dengan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) sebesar 15.076.000 KL dan PT AKR Corporindo sebesar 234.000 KL dan. Sementara untuk jenis Minyak Tanah adalah sebesar 560.000 KL dengan penugasan kepada PT Pertamina (Persero).
2. Kuota Jenis BBM Khusus Penugasan untuk jenis Premium adalah sebesar
11.000.000 KL dengan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) untuk seluruh wilayah NKRI.
3. Kuota Jenis BBM Tertentu (Minyak Solar) triiwulan pertama untuk :
a. Kapal Penumpang PT PELNI (Persero) adalah sebesar 96.343 KL;
b. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Asosiasi GAPASDAP dan INFA adalah
sebesar 61.970 KL;
c. PT Kereta Api Indonesia (Persero) adalah sebesar 51.250 KL dan
d. Asosiasi Pelayaran Rakyat (PELRA) adalah sebesar 16.000 KL.
4. Untuk 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota mendapat Kuota Volume Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu per Provinsi/Kabupaten/Kota Secara Nasional Tahun 2020 dan Kuota Volume Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan per Provinsi/Kabupaten/Kota oleh PT Pertamina (Persero) Tahun 2020.

BPH Migas telah menugaskan kepada PT. Pertamina (Persero) dan PT. AKR Corporindo Tbk untuk melaksanakan penyediaan dan Pendistribusian JBT selama 5 Tahun yaitu tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 32/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2017 tanggal 27 November 2017 dan Nomor 38/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2017 tanggal 19 Desember 2017. Dalam rangka memberikan kesempatan kepada Badan Usaha swasta baru untuk turut serta mendistribusikan JBT (BBM subsidi) dan BBM khusus penugasan kepada masyarakat, BPH Migas telah mengadakan serangkaian seleksi/beauty contest untuk memilih Badan Usaha sebagai pendamping PT. Pertamina (Persero) dalam menyalurkan BBM tersebut.(red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Lepas Ekspor Edamame Jember Senilai 2,6 Miliar Tujuan Jepang

Koran Jurnal, Jember – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor edamame hasil produksi PT Mitra Tani 27 Jember senilai $ 185.200 dollar atau sekitar 2,6 miliar. Ekspor ini merupakan ekspor lanjutan dengan negara tujuan Jepang dan 12 Negara-negara lain di Asia.

“Saya kira apa yang dilakukan hari ini menunjukan bahwa Indonesia adalah negara hebat dan luar biasa. Hari ini kita membuktikan bahwa edamame menjadi satu contoh kekuatan bangsa ini, dimana Kabupaten Jember sebagai penghasil produk pertanian yang bisa mengantarkan kesejahteraan,” ujar Syahrul, Kamis (26/12/2019).

Menurut Syahrul, akselerasi ini harus menjadi pemicu bagi perusahaan lain di seluruh daerah untuk meningkatkan ekspor hingga tiga kali lipat. Kata dia, sektor pertanian harus menjadi pilihan tepat bagi kekuatan ekonomi bangsa dan negara.

“Karena itu ayo kita dorong kegitan ekspor ini sebagai sesuatu yang luar biasa. Kan membuat pertanian menjadi hebat itu adalah tempat kita membuka ruang bagi rakyat, dan tempat usaha bagi ekonomi yang sangat terbuka. Pertanian itu adalah sarana bagi orang orang untuk berbuat ibadah,” katanya.

Syahrul mengatakan, pertanian itu harus bisa menurunkan angka kemiskinan melalui pembukaan lapangan pekerjaan. Kegiatan ekspor harus membuka ruang kerja bagi rakyat yang masih berada di lingkaran pengangguran.

“Pekerjaan kita adalah membuat orang miskin makin sedikit dan membuka lapangan pekerjaan lebih banyak. Kalau begitu jawabnya ada pada sektor pertanian. Makanya pertanian itu bicara negara dan bicara lapangan kerja,” katanya.

Direktur PT Mitra Tani 27, Dwi Anurogo menyampaikan terimakasih atas dorongan Menteri Pertanian dalam membangun kegiatan akselerasi ekspor edamame melalui program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Geratieks).

“Terimakasih kepada bapak Menteri atas kunjungannya ke perusahaan kami, dimana PT Mitra Tani 27 saat ini telah mengembangkan berbagai produk ekspor pertanian,” katanya.

Dwi menjelaskan, saat ini perusahaanya memiliki 2500 karyawan dengan mitra tani sekitar 4000 petani. Ke depan, kata dia, Mitra Tani akan mengembangkan produk strategis lainya seperti tembakau dan gula yang menjadi produk utama mitra tani.

“Ekspor ini merupakan kebanggan bagi PT Mitra Tani 27 yang bergerak di bidang gula dan tembakau. Ke depan kami akan terus mengembangkan produk kami sesuai arahan Bapak Menteri terkait gerakan tiga kali lipat ekspor,” tukasnya.(hum/red)