Categories
Ekonomi

Kementan Dorong Solok Menjadi Kawasan Bawang Merah Berbasis Korporasi

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) di Bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman berkomitmen penuh dalam menindaklanjuti arahan presiden Jokowi untuk mengkorporasikan petani. Hal ini telah diperkuat dari terbitnya Permentan 18/2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berbasis Korporasi Petani.

“Karenanya, Kementan menghimbau agar bantuan pemerintah untuk sektor pertanian tidak dibagi sama rata seluruh Indonesia,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi di Jakarta, Minggu (30/09/2018).

Dia menjelaskan lokasi korporasi khususnya bawang merah dan cabai yang didorong dan fokus di Tahun 2019 adalah Solok dan Malang untuk bawang merah, sementara Blitar dan Garut untuk cabai. Ini menunjukan bantuan di sektor pertanian harus fokus lokasi, komoditas dan utuh hulu hilir yang tentunya bisa berdampak pada peningkatan produktivitas.

“Dampak positifnya mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian sehingga kesejahteraan petani semakin membaik,” jelas Suwandi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Chandra mengatakan kawasan aneka bawang di Solok sangat prospektif dikembangkan menjadi kawasan yang berbasis korporasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung penuh kawasan pengembangan bawang merah di Solok yang luas panennya mencapai 8.000 ha dan potensi pengembangan bawang putih mencapai 5.000 ha.

“Pendekatan yang kami lakukan saat ini untuk bawang merah adalah memperkuat hilirisasi dengan mendorong industri pengolahan pascapanen seperti industri pasta, minyak bawang merah dan mengawal secara ketat dan konsisten manajemen tanam sehingga stabilisasi pasokan dan harga aman,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Admaizon menambahkan Solok saat ini menjelma menjadi kawasan produksi bawang merah yang terbesar di Sumatera dengan luas panen dalam setahun kurang lebih 7.300 ha. Khusus di Kecamatan Lembah Gumanti saja mencapai 4.600 Ha dan Kecamatan sentra lainnya juga sangat prospektif yaitu Lembang Jaya 860 ha, Danau Kembar 567 ha, Pantai Cermin 479 ha serta melebar ke kecamatan lain dan sekitarnya.

“Pangsa pasar solok meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Riau dan Sumut bahkan bisa menembus Jabodetabek,” ungkapnya.

Adapun varietas bawang merah yang ditanam adalah SS Sakato, Singkil Medan, Gajah, Bima Brebes dan Maja Cipanas. Umumnya varietas ini telah beradaptasi dengan kondisi alam Solok yang beriklim dingin.

“Saat ini kami gencar mendorong perluasan dan ekspansi bawang putih di Lembah Jaya, Danau Kembar, Lembah Gumanti dan Gunung Talang untuk mendukung swasembada bawang putih 2021,” tegas Admaizon.

“Ke depan kami ingin jadikan Solok sebagai lumbung se Sumatera untuk bawang merah dan bawang putih tentunya dengan pendekatan kawasan yang berbasis korporasi,” imbuhnya.

Kasubdit Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Kementan, Agung Sunusi mengatakan bahwa Solok prosfektif untuk dikembangkan menjadi kawasan berbasis koperasi dengan rata rata luas panen per bulan mencapai 500 ha. Sehingga, memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat solok untuk peningkatan kesejahteraannya.

“Hal ini terlihat dari mesjid dan rumah masyarakat yang sudah permanen, ini berarti roda perekonomian di solok bergerak maju,” tuturnya pada saat mengunjungi kawasan bawang di Kecamatan Lembang Jaya dan Danau Kembar Solok, kemarin (29/9).

Faizal, petani di Kampung Batu Dalam Kecamatan Danau Kembar menyebutkan luas tanam kelompok tani binaan sekitar 150 ha dengan varietas dominan yang ditanam adalah Sakato, Bima Brebes dan Tut Tuk.

“Alhamdulillah hasilnya bisa kami sekolahkan anak, bahkan kelompok tani binaan rata rata sudah memiliki 2 motor per rumah tangga. Harga bawang merah saat ini Rp. 8.000 per kilogram, kami berharap harga bisa stabil di atas Rp. 10.000,” tuturnya.(ton/Hum)

Categories
Ekonomi Polhukam

Relawan Jokowi Poros Benhil: Ekonomi Indonesia Aman, Pihak Sebelah Cuma Bisa Mencemooh Tanpa Punya Konsep

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Relawan Jokowi Poros Benhil menyayangkan pernyataan para tim ekonomi Capres-Cawapres, Prabowo-Sandiaga yang menyebutkan ekonomi Indonesia dalam kondisi krisis.

Ketua Koordinator Poros Benhil, Aznil menegaskan bahwa pernyataan tim ekonomi lawan politik Jokowi itu tidak mempunyai alasan mendasar, dan seakan bermuatan politik.

“Para tim ekonomi pihak sebelah hanya melakukan provokasi-provokasi yang malah merusak psikologis Indonesia. Mereka hanya bisa mencemooh tanpa ada konsep yang ditawarkannya. Mereka cuma omdo (omong doang),” cetus Aznil dalam konferensi pers dan diskusi bertema “Ekonomi Indonesia di Jamin Aman”, di Sekretariat Bersama Poros Benhil, Jalan Danau Toba Paviliun 145, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jum’at (28/09/2018).

Menurut Aznil, kekuatan ekonomi Indonesia masih aman dan terjaga dengan baik sampai 2019. Ia mengatakan, kondisi ekonomi global yang sedang mengalami goncangan juga telah menerjang Indonesia.

“Hal ini ditunjukkan oleh indikator makro ekonomi yang cukup baik, seperti inflasi masih terjaga diangka 3 persen, dan tren pertumbuhan ekonomi masih diatas 5 persen, riview kecukupan modal perbankan pada level 20 persen, dan tingkat non performance loan atau kredit macet tetap rendah sebesar 2,7 persen,” kata Aznil.

Terkait atas kenaikan nilai dolar, Aznil mengatakan hal tersebut tidak memberikan dampak signifikan kepada kebutuhan rakyat.

“Harga-harga kebutuhan pokok dan barang lainnya masih diambang batas kewajaran.
Terkait terhadap nilai tukar rupiah yang melemah, kami akan mengajukan ke pemerintah langkah-langkah strategis untuk memperkuat rupiah. Kami pun juga telah mempersiapkan konsep ekonomi jalan baru untuk memperkuat rupiah dan keuangan negara,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Relawan Jokowi Poros Benhil yang berjumlah 46 organ menyatakan berani pasang badan untuk kemajuan bangsa. Mereka pun mengungkapkan siap menyampaikan kepada masyarakat mengenai keberhasilan kerja dan kinerja pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Faktanya kerja keras Jokowi selama ini mampu membuahkan hasil dan meminimalisir hantaman gejolak ekonomi global. Kami menghimbau rakyat tidak terpengaruh provokasi-provokasi dari lawan politik Jokowi yang memanfaatkan isu Indonesia dalam krisis,” ujar Aznil.

Sementara salah satu tim ekonomi Poros Benhil, Yohannes mengungkapkan, pihaknya mengklaim mempunyai langkah-langkah untuk menepis isu ekonomi yang dilontarkan oleh tim ekonomi pihak sebelah, khususnya terkait merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

“Kami menawarkan 4 langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah pada aspek menurunkan impor dan menaikkan ekspor,” kata Yohanes.

Adapun strategi yang ditawarkan dari Poros Benhil adalah melakukan penguatan pada komponen impor.

“Langkah pertama adalah membuat list semua produk impor yang akan disubtitusi oleh produk lokal indonesia, kemudian langkah kedua membuat list produk lokal siap bersaing terhadap produk impor yang akan disubtitusi, dan langkah ketiga meningkatkan keunggulan kognitif pada area kapabilitas produk kualitas yang mempunyai daya saing global. Selanjutnya upaya melindungi (sub proteksi) dengan membentuk Indonesia sebagai sebuah pasar, seperti yang telah dilakukan oleh Menkeu Sri Mulyani, yakni menaikkan tarif bea masuk (pajak) terhadap produk atau barang impor,” pungkasnya.(red)

Categories
Ekonomi

Pelindo I Siapkan Kawasan Industri  Terintegrasi Kuala Tanjung 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pengembangan Kompleks Kawasan Industri Pelabuhan Kuala Tanjung yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (27/09/2018).

Acara ini dihadiri oleh Asisten Deputi Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan II Kementerian BUMN Dewi Ariyani, Sekretaris Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kementerian Perindustrian Warsito, Head of Business Development Dubai Ports (DP) World Asia Pacific Richard Szuflak, Direktur PT Jababeka Tbk Hyanto Wihadi, Direktur SDM dan Umum Pelindo 1 M. Hamied Wijaya, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pelindo 1 Iman A. Sulaiman, dan sejumlah perwakilan Kementerian terkait.

Dewi Ariyani dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelabuhan menjadi infrastruktur yang penting bagi pertumbuhan perekonomian yang sejalan dengan Program Nawacipta yang dicanangkan pemerintah.

“Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan mampu terintegrasi dengan kawasan industri yang mampu mendorong perekonomian wilayah maupun nasional. Kami berbangga hati Pelindo 1 mendapat inisiasi untuk membangun Pelabuhan Kuala Tanjung yang terintegrasi dengan kawasan industri yang nantinya diharapkan mampu menciptakan nilai tambah dan mengubah paradigma masyarakat lebih terbuka terhadap kemajuan industri,” terang Dewi.

Direktur SDM dan Umum Pelindo 1 M. Hamied Wijaya mengatakan FGD ini bertujuan untuk mendapatkan kesamaan visi dan dukungan dalam mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai Pelabuhan Hub Internasional dan Kawasan Industri Terpadu baik dari perspektif bisnis dan regulasi yang bekerja sama dengan anak usaha Pelindo 1: PT Prima Multi Terminal (PMT), PT Prima Peti Kemas (PTP), dan PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK).

Pelindo 1 melaksanakan pembangunan pelabuhan dan kawasan industri terintegrasi Kuala Tanjung dengan cara bertahap. Pada tahap awal, Pelindo 1 mengembangkan Terminal Multipurpose yang telah selesai dibangun dan siap dioperasikan tahun ini. Tahapan selanjutnya, pengembangan kawasan industri dan pelabuhan hub bersama mitra strategis. Dengan konsep self generating cargo, Kuala Tanjung diharapkan akan menjadi Pelabuhan Hub Internasional yang sukses mewujudkan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Kawasan Industri Terintegrasi Kuala Tanjung yang terletak di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, memiliki keunggulan antara lain lokasi yang strategis, berada di selat malaka, lahan yang cukup luas (3000 ha) sehingga dapat menampung industri skala besar, akses ke pelabuhan laut dalam yang dapat melayani kapal ukuran terbesar, serta pemanfaatan infrastruktur dan fasillitas dasar secara bersama.

“Pelindo 1 telah menerima penugasan pengembangan kawasan industri di Kuala Tanjung yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Pelabuhan dan Kawasan Industi Kuala Tanjung di Provinsi Sumatera Utara, sehingga kami optimistis bahwa pelaku industri akan tertarik untuk investasi di kawasan industri Kuala Tanjung,” kata Hamied.(red)

Categories
Daerah Ekonomi

Mentan Monitor Program ‘Bekerja’ di Garut

Koranjurnal.co.id, Garut – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memonitor Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yakni program pengentasan kemiskinan berbasis pertanian. Monitoring dilakukan di Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Kamis (27/09/2018).

“Ini adalah program Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kemensos, BUMN, Kemendes, BKKBN. Di Kecamatan Pakenjeng ini termasuk daerah terpencil, perintah Bapak presiden agar membangun negara dari pinggiran agar masyarakat di daerah-daerah pelosok sejahtera,” kata Mentan Amran dalam sambutannya saat memonitor Program ‘Bekerja’. Hadir pada kegiatan, Sekretaris Daerah Garut, Rohayati, Kapolres Garut dan masyarakat petani miskin.

Amran menjelaskan Program ‘Bekerja’  sangat bagus karena dilakukan dengan tahapan yakni jangka pendek sampai jangka panjang dan dikembangkan dengan sistem klaster. Untuk jangka pendek, melalui penanaman tanaman komoditas harian yakni sayur-sayuran. Jangka menengah, dengan pemberian 50 ekor ayam per rumah tangga pra sejahtera. Adapun ayam yang diberikan jenis petelur yang berumur dua bulan.

“Yang dikatakan miskin, pendapatannya kurang dari Rp 1,4 juta per bulan. Tahun ini Kementan sediakan bantuan ayam 6 juta ekor berikut kandang dan pakan serta pendampingan. Tahun depan 2 kali lipat. Bantuan juga berupa tanaman perkebunan, ada kopi dan hortikultura yaitu sayur-sayuran. Jadi bantuan jangka pendek, menengah dan panjang,” jelasnya.

Amran optimis, melalui bantuan pada Program ‘Bekerja’ mampu menyejahterakan masyarakat. Misalnya, budidaya ayam mampu bertelur saat usia enam bulan sebanyak 50 butir per hari dengan masa produktif 3 tahun.

“Kalau 50 telur per hari, pendapatan Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per bulan. Masyarakat pra sejahtera pendapatan Rp1,4 juta. Ditambah Rp2,5 juta, berarti Rp3,5 juta per bulan,” ujarnya.

“Begitu pun dengan kopi. Setelah tiga tahun akan berbuah, bisa memberikan tambahan pendapatan. Artinya masyarakat bisa lepas dari kemiskinan,” pintanya.

Karena itu, Amran menuturkan pengelolaan Program Bekerja dilakukan dengan sistem klaster. Tujuanya agar terbangun industri olahan yang langsung mengolah dan memasarkan produk pangan petani, sehingga tidak lagi sebagai penghasil bahan pangan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk akhir yang memberikan keuntungan yang lebih besar.

“Kita bangun program kemiskinan ini dengan sistem klaster. Bila perlu ada 1 jenis tanaman per klaster, karena kita ingin berskala industri. Kita akan bangun industri, jadi kopi diolah langsung di desa dengan kemasan industri. Manfaatnya tidak hanya menjamin pendapatan petani, tapi juga membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.

Sekretaris Daerah Garut, Rohayati menyampaikan apresiasi kepada Kementan yang telah menyalurkan Program Bekerja. Pasalnya, program ini sesuai dengan kebutuhan daerah untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

“Program bekerja menyasar 14 kecamatan dari 42 total kecamatan di Garut. Pemda garut mengucapkan terima kasih kepada Kementan. di Garut terdapat 11.381 rumah tangga miskin di sektor pertanian. Kami yakin program ini bisa mengentaskan kemiskinan di pedesaan,” ujarnya.

“Kami minta semua pihak untuk mengawasi Program Bekerja agar tidak disalahgunakan masyarakat. Bantuan ayam dan tanaman lainya agar benar-benar dipelihara sehingga masyarakat mendapatkan pendapatan yang berkelanjutan,” tambahnya.(ton/Hum)

Categories
Ekonomi Nasional

Indonesia dan Vietnam Jalin Kemitraan Strategis 2019-2023

Koran Jurnal, Vietnam – Indonesia dan Vietnam berkomitmen meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan. Tren perdagangan kedua negara yang terus meningkat beberapa waktu belakangan akan terus digali potensinya dan dikembangkan untuk kemajuan kedua negara.

Hal itu disampaikan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dalam pernyataan pers bersama usai bertemu dengan Presiden Vietnam  Trần Đại Quang di Istana Kepresidenan Vietnam, Hanoi, Selasa, (11/09/2018)

Dalam tiga tahun belakangan ini tren perdagangan kita cukup baik dan mencapai nilai USD6,8 miliar. Kita ingin nantinya pada tahun 2020 perdagangan kita bisa mencapai USD10 miliar,” ujar Jokowi.

Salah satu upaya yang hendak dilakukan kedua negara ialah, menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan yang masih terjadi. Termasuk ekspor produk otomotif Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga menyampaikan keinginan para investor Indonesia untuk mengembangkan investasinya di Vietnam. Untuk diketahui, investor Indonesia merupakan salah satu investor tertua dan pertama yang ada di Vietnam.

“Oleh sebab itu, tadi saya menitipkan kepada Presiden Trần Đại Quang untuk dapat melindungi investor Indonesia dan memberikan perlakuan yang adil dan baik,” imbuhnya.

Pertemuan bilateral yang dihadiri sejumlah menteri dari masing-masing negara sebelumnya telah dilakuakan. Dalam kesempatan itu, kedua negara telah menandatangani dua nota kesepahaman yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo dan Presiden Trần Đại Quang.

Kedua nota kesepahaman dimaksud ialah Rencana Aksi Kemitraan Strategis Indonesia-Vietnam 2019-2023 yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Indonesia dan Menteri Luar Negeri Vietnam.

Pertemuan dilanjutkan dengan komunikasi bersama untuk memerangi penangkapan ikan ilegal serta mempromosikan tata kelola perikanan berkelanjutan yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Indonesia dan Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam.

Turut hadir dalam pertemuan bilateral tersebut ialah Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi.(red/DBPers)

Categories
Ekonomi Nasional

Sinergi BUMN, Pertamina dan Telkom Terapkan Teknologi Digital di SPBU Seluruh Indonesia

Koranjurnal.co.id, Jakarta – PT Pertamina (Persero) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., bersinergi membangun sistem digital secara bertahap pada 5.518 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di seluruh Indonesia.

Sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dituangkan dalam nota Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani oleh Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid dan Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Dian Rachmawan, bertempat di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jum’at (31/08/2018).

Hadir menyaksikan penandatanganan, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Kepala BPH Migas M. Fanshrullah Asa, Direktur Utama Pertamina NIcke Widyawati, dan Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga.

Menteri Rini mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah yang baik demi meningkatkan transparansi dan keakuratan data pasokan dan konsumsi BBM di setiap SPBU. Tak hanya itu, berkat data yang realtime, kepastian stok pun akan bisa dikelola lebih baik dan efisien. Digitalisasi ini juga akan memudahkan Pemerintah memantau dan mengawal penyaluran BBM khusus penugasan. Sebab, proses distribusi dapat terekam dengan akurat di dalam sistem.

“Tujuan utama Digitalisasi SPBU ini untuk meningkatkan pelayanan Pertamina kepada konsumen. Penghitungan pendapatan dari penjualan BBM di setiap SPBU juga lebih cepat dan akurat. Digitalisasi SPBU juga dapat menjamin bahwa tak ada kecurangan dalam penyaluran BBM,” kata Rini dalam sambutannya.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid mengungkapkan, digitalisasi SPBU merupakan upaya Perseroan untuk hadir melayani pelanggan di seluruh Indonesia secara maksimal. Pertamina juga mendukung program Pemerintah dalam Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) atau cashless society melalui pembayaran digital.

“Pertamina, melalui lebih dari 5.000 SPBU yang tersebar di seluruh Indonesia, memahami tuntutan dan gaya hidup pelanggan saat ini yang serba digital, cepat dan tepat. Melalui sistem digital, diharapkan pengawasan stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dapat lebih efektif,” jelas Mas’ud Khamid.

Digitalisasi SPBU ini meliputi penyediaan infrastruktur digital SPBU, Data Center dan Connectivity di 5.518 SPBU atau 75.000 nozzle di seluruh Indonesia, hingga pemeliharaan (maintenance) selama jangka waktu perjanjian.

Melalui Digitalisasi SPBU, Pertamina dan Telkom juga sepakat mengembangkan platform penyaluran BBM untuk memantau stok BBM di Tangki Penyimpanan SPBU, jumlah BBM yang dikeluarkan melalui nozzle dan revenue penjualan BBM.

Sesuai kesepakatan, proses implementasi digitalisasi SPBU akan diupayakan maksimal untuk dapat diselesaikan pada Desember 2018 atau selambat-lambatnya dalam Triwulan pertama tahun 2019.

Bentuk kerjasama dapat terwujud berkat satu kerjasama sinergi BUMN antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, serta didukung dari Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan BPH Migas.

Sinergi Pertamina dan Telkom diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam mengawasi distribusi BBM bersubsidi secara realtime.

Digitalisasi SPBU merupakan salah satu wujud BUMN Hadir untuk Negeri, dimana Telkom dan Pertamina sebagai BUMN berkomitmen mendukung proses pengawasan dan verifikasi distribusi BBM bersubsidi. Hal tersebut sesuai amanat UU No. 22 tahun 2001 yaitu untuk menyediakan energi secara merata dengan harga terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.(red/Per)

Categories
Ekonomi Megapolitan

Pertamina Akan Punya Dirut Definitif, Besok Kabarnya

Koranjurnal.co.id, Jakarta – PT Pertamina (Persero) besar kemungkinan pada Rabu (29/08) akan memiliki direktur utama (dirut) definitif setelah selama empat bulan dipimpin pelaksana tugas (plt).

Sumber Eksplorasi.id mengungkapkan, Menteri BUMN Rini Soemarno meminta kepada seluruh jajaran komisaris dan direksi Pertamina untuk berkumpul di kantor Kementerian BUMN esok hari.

“Menteri Rini memerintahkan kepada seluruh direksi dan komisaris Pertamina untuk hadir besok jam 9.00 WIB di lantai 6 Kementerian BUMN. Agendanya penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan direksi Pertamina,” ungkap sumber saat ditemui Eksplorasi.id di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (28/08/2018).

Menurut sumber, besar kemungkinan yang akan menjadi dirut definitif Pertamina adalah Nicke Widyawati yang kini duduk sebagai plt Dirut.

“Kans Nicke untuk jadi 99 persen. Tapi kalau dia yang jadi harus hati-hati, jangan sampai dia tersangkut kasus PLTU Riau 1. Sebab dia kan bekas direksi PT PLN (Persero) dulunya,” jelas sumber, seperti dilansir Eksplorasi.id.(red)

Categories
Ekonomi Megapolitan Polhukam

RR Tidak Dukung Program Ekonomi Paslon Presiden dan Wapres yang Kembali ke Neo-Liberal

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Ekonom Senior Rizal Ramli menyebutkan, dirinya belum menentukan pilihan terkait dukung mendukung terhadap pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden yang ikut dalam kontestasi Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Rizal Ramli (RR) perihal banyak pertanyaan yang beredar di media massa, yang ingin mengetahui dukungan RR ke paslon presiden-wapres yang mana.

“Banyak pemberitaan dan pertanyaan, Rizal Ramli itu dukung capres yang mana. Ada yang katakan RR dukung capres bagian dari timses ini itu. Kami ingin katakan sampai detik ini kami belum menentukan sikap apa-apa. Kami tentukan posisi di tengah tidak dukung paslon ini apa itu,” ujar Rizal Ramli dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/08/2018).

Ia menuturkan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menentukan kepada pasangan calon mana yang akan dipilih, karena selain belum menentukan arah kebijakan yang akan diterapkan, masing-masing paslon juga belum mengumumkan program apa saja yang akan dijalankan untuk lima tahun kedepan.

“Yang milih baru 70 persen. 30 persennya masih bingung. Nah nanti dengan evaluasi ini yang bingung bisa lebih jelas. Kita bahas alasannya,” ujar RR.

Menurut mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia (Menko Ekuin) era pemerintahan presiden Abdurachman Wahid ini, kondisi ekonomi sekarang cenderung masih pada tataran neo-liberal, kurang memberikan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia. RR menilai, program ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo gagal membawa kemajuan ekonomi yang merata, adil dan makmur sesuai konstitusi.

“Tugas kita untuk lakukan review terhadap program-program yang ingin dilakukan capres pada tahun 2019-2024. Nanti pada akhirnya kita akan keluarkan review resmi apakah mereka akan menjalankan ekonomi konstitusi atau mereka akan bawa kita ke arah neo liberal yang gagal membawa ekonomi lebih maju,” ujarnya.

“Jadi masih ada 30 persen masyarakat Indonesia yang bingung untuk menentukan pilihan. Karena sebagian masyarakat itu berpikir secara rasional. Kami akan review siapa yang sungguh-sungguh membangun ekonomi sesuai konstitusi kita,” pungkasnya.

Diketahui bahwa pada September 2018 mendatang, pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019 akan mengajukan dan mengumumkan kepada publik mengenai program-program unggulan apa saja yang dijalankan.

RR mengatakan, tujuan bangsa Indonesia sesuai UUD’45 yakni mencerdaskan bangsa dan memakmurkan segenap rakyat Indonesia. Demikian juga proses demokratik itu harus membuat bangsa kita semakin daulat bukan jadi antek negara besar.

“Justru setiap momen harus perkuat keteguhan kita bahwa Indonesia berdaulat dan itu dijelaskan di mukadimah UUD’45 bahwa Indonesia secara ideologis ada di tengah bukan bagian kapitalisme global yang ugal-ugalan atau komunisme,” ujarnya.(ton)

Categories
Daerah Ekonomi

MANS Entertainment Akan Merilis Web Series Film ‘Sang Penggoda’

Jakarta –  MANS Entertainment, telah sukses meluncurkan single terbaru Tata Janeeta feat Maia Estianty (Sang Penggoda) yang tembus lebih dari 20 juta penonton. Sebelumnya CEO MANS Entertainment, Abdullah Mansuri pernah menjanjikan kepada publik apabila single terbaru tersebut tembus diangka yang ditentukannya maka ‘Mans’ akan mengangkat lagu tersebut dalam bentuk Web Series film pendek dengan judul yang sama.

“Kami sangat bersyukur bahwa tanggaapan masyarakat terhadap film ini sangat luar biasa, yang awal nya kami agendakan 5 menit (hanya film pendek) tetapi permintaan yang masuk ke kami hampir ratusan melalui email, instagram dan facebook sehingga kita putuskan  akan membuat website dalam 3 gelombang,” ujar Abdullah Mansuri saat konferensi press di Wr. Jati Timur Raya, Jakarta , Selasa (07/08/2018).

Ia menambahkan untuk penayangannya setiap hari Jumat, mulai tanggal 10 Agustus 2018 di kanal youtube Mans Entertainment.

Dikesempatan yang sama, Sigit Wardana selaku Produser Web Series Sang Penggoda mengatakan setelah kita berdiskusi bersama Tata Jandeta dan Bunda Maia Estianty, yang harus digaris bawahi dalam film ini bahwa benang merahnya harus kita lihat yaitu usaha seseorang dalam menyingkapi keterpurukannya, lalu bangkit lagi hingga sampai berhasil dan malah orang yang menyakitinya malah diberikan kesulitan.

“Pesan yang akan disampaikan (pemilik lagu),  bahwa wanita Indonesia itu adalah sosok yang kuat  di mata semua orang,” tutur Sigit Wardana.

Dalam proses pembuatan Web Series film tersebut, Azis selaku sutradara film Sang Penggoda merasakan cukup adanya tantangan,  “Dalam cerita film ini, sudah ada lewat lagu Sang Penggoda dan di youtube key world- nya luar biasa, dan bisa ngga nantinya seperti itu”, ungkapnya.

“Tapi Alhamdulillah!,  proses lancar, semua berjalan baik. Kalau kita sich ingin nya flimnya menyamai lagunya,” ujar Azis.

Web Series Sang Penggoda diperankan para aktris dan aktor muda berbakat, yang telah dipilih melalui proses casting lebih dari 270 orang peserta.

Inilah para pemeran film Sang Penggoda, yaitu Yanni Melwani sebagai lita (istri dari Reza), Reynaldi sebagai Reza (suami dari l

Lita), Stevanee Sally sebagai Vallen (perempuan yang cantik dan centil suka menggoda lelaki) dan Era Lolita S sebagai Raisa serta Ruli Ramdhani sebagai Ibu Lita.

Selain itu turut langsung dibintangi oleh Tata Janeeta dan Maia Estianty, yang kehadiran mereka berdua adalah magnet dalam Web Series tersebut.

Categories
Ekonomi Nasional

Kementan Terima Mobil Pengering Jagung Buatan PT CPIN

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kementerian Pertanian menerima satu unit mobil pengering jagung (mobile corn dryer) dari
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

Kendaraan yang dilengkapi dengan mesin pengering jagung tersebut merupakan buatan karya anak bangsa, untuk disumbangkan kepada Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Penyerahan langsung dilakukan oleh Komisaris Utama PT CPIN T. Hadi Gunawan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, bertempat di halaman Gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA), Kanpus Kementan, Jakarta Selatan, Jum’at (03/08/2018).

Dalam kesempatan itu, Mentan Andi Amran Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk atas mobil pengering jagung tersebut.

“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf dan mitra teman-teman semua saya ucapkan terima kasih,” ucap Mentan.

Mentan menyambut baik mobil pengering jagung hasil karya anak bangsa, yang dapat meningkatkan produktivitas petani.

“Ini adalah terobosan baru lagi. Putra-putri terbaik menemukan alat pengering dryer dan pertama di Indonesia. Ini atas perintah bapak presiden setelah mendengar keluhan di lapangan, bahwa harga terkadang jatuh karena kadar air. Sekarang ini kita bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh petani Indonesia dulunya kita impor 3,6 juta sekarang kita sudah ekspor. Sekarang kita ekspor, kita sudah membalikkan keadaan impor menjadi ekspor,” ujar Mentan.

Komisaris Utama PT CPIN T. Hadi Gunawan mengatakan, penyerahan mobil pengering jagung ini sebagai bentuk nyata dari komitmen Charoen Pokphand untuk mendukung petani jagung di dalam negeri.

Charoen Pokphand Indonesia berharap petani jagung tidak lagi kesusahan dalam upaya mengeringkan jagung setelah panen.

“Dengan mobil ini kita dapat menjemput bola, mendekatkan fasilitas ke sentra produksi jagung terutama yang jauh dari fasilitas. Mempermudah mengurangi biaya produksi, transportasi pasca panen,” jelasnya.

Selain membantu para petani, mobil ini juga diharapkan dapat membantu program Kementan dalam menjaga swasembada jagung di dalam negeri.

“Unit mobil pengering jagung, semoga bermanfaat untuk petani dalam mempertahankan swasembada jagung,” pungkasnya.

Manfaat unit mesin pengering jagung

Mobil Pengering Jagung ini mampu mengeringkan jagung sebanyak 1 ton hanya dalam waktu 1 jam. Keuntungan bagi petani adalah pengeringan jagung dengan menggunakan alat ini dapat dilakukan pada musim penghujan.(red)