Categories
Bisnis Ekonomi Megapolitan

Ketua IWAPI: Perlu Kebersamaan dan Kepompakan Untuk Wujudkan Kerjasama UKM Dengan Korea Selatan

Koranjurnal.co.id, Jakarta – IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) sebagai organisasi perempuan pengusaha terbesar di lndonesia menjadi salah satu pilar utama yang berkontribusi nyata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi lndonesia yang tinggi menjadi penopang dari pertumbuhan ekonomi global. Hampir 70 persen pertumbuhan ekonomi itu ditopang oleh UKM, dimana UKM menjadi tulang punggung. Hal tersebut disampaikan ‎Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi dalam forum kerjasama ekonomi digital (e-commerce) antara Korea-Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (09/11/2017).



“Dalam rangka meningkatkan daya saing dan juga perluasan pasar memerlukan kebersamaan dan kekompakan dunia usaha, dimana dalam hal ini diperlukan adanya sinergi dengan Small Medium Business Corporation Korea Selatan, agar produk Indonesia dapat go internatonal,” ujar Nita Yudi.

Pertumbuhan ekonomi lndonesia memberikan kontribusi yang sangat nyata dalam pertumbuhan ekonomi makro, untuk itu diperlukan kebijakan yang memihak kepada kearifan lokal terutama kepada pelaku usaha perempuan, dalam bentuk memberikan kesempatan menjadi mata rantai (Supply Chain) dari perusahaan global.

Kebijakan investasi harus mampu memberikan kesempatan kepada UKM (Usaha Kecil Menengah) dan IWAPI (Ikatan Pengusaha Indonesia) untuk turut serta secara aktif menjadi mitra dari global supply chain business, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga pengembangan sumber daya manusia untuk menuju kepada standard lnternasioanal.

Dengan kerjasama IWAPI dan Small Medium Business Corporation (SBC) Korea Selatan suatu organisasi non profit pemerintah yang bertujuan membantu UKM agar tumbuh dan berkembang melalu dukungan kebijakan dan program pemerintah Korea Selatan. SBC telah mampu membawa UKM Korea Selatan menjadi bagian dari mata rantai perusahaan besar di Korea Selatan,melalui kerjasama peningkatan kompetensi agar produk dan jasa UKM dapat sesuai dengan standard industry.

Dalam penyelenggaraan forum ini, IWAPI juga melaksanakan kerjasama dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara 20 Perusahaan anggota IWAPI dengan 10 perusahaan dari Korea Selatan.

Dalam MoU ini Presiden SBC Mr.Lim Chae Un hadir langsung menunjukkan komitmen yang tinggi dalam kerjasama Indonesia Korea. Empat hal penting yang menjadi tujuan dalam MOU ini: Business Matching antara perusahaan anggota IWAPI dengan anggota CBC agar dapat menjadi bagian dari mata rantai perusahaan manufaktur atau industri Korea Selatan. Assitensi Program, terutama dalam e-Commerce, dimana melanjutkan kerjasama melalui INNI BIZ Club, yang telah di lakukan penjelasan pada bulan Oktober lalu.

Inovasi Produk melalui kreasi IWAPI Belia, bisnis start up, dibidang creative seperti animasi, film, art, craft dimana masih memerlukan dukungan skill, tehnik maupun pemasaran dari para mentor pengusaha IWAPI. Kemungkinan melakukan kerjasama pemagangan atau pengiriman tenaga kerja melalui mekanisme bisnis,dimana tenaga kerja Indonesia selain bias memberikan kontribusi tenaga juga dapat menyerap pengalihan teknologi dan pengetahuan selama magang di sana.‎

Pewarta : Anton

Categories
Bisnis Ekonomi Nasional Polisi

Polri Gandeng BRI, Bank Pembayaran Pelayanan Samsat Online Nasional Secara Elektronis

Koranjurnal.co.id, Jakarta – BRI kembali memperkuat kerjasama dengan Polisi Republik Indonesia (POLRI) melalui peluncuran/launching Samsat Online yang dilaksanakan di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta (09/11/2017).

Launching tersebut langsung oleh Direktur Kredit Menengah, Korporasi & BUMN Bank BRI Kuswiyoto dan sejumlah pejabat teras dari lingkungan Mabes POLRI. Samsat Online Nasional merupakan bentuk kerjasama antara Tim Pembina Samsat Nasional, Lembaga Keuangan Perbankan, Pemerintah Provinsi, Bank Pembangunan Daerah, dan Bank Swasta Nasional.
‎
“Kerjasama ini merupakan wujud keseriusan Bank BRI dalam memberikan layanan perbankan yang professional kepada POLRI dan masyarakat yang hendak melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor,” ungkap Hari Siaga Corporate Secretary Bank BRI.‎

Program Samsat Online Nasional bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi pelayanan pembayaran penerimaan Negara yang dilakukan secara elektronis melalui jaringan e-channel Bank BRI, di antaranya adalah pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB),Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Pengesahan STNK.
‎
Launching Samsat Online Nasional merupakan salah satu rangkaian acara Workshop Fungsi Lalu Lintas POLRI Tahun 2017 dengan tema ”Modernisasi Polantas sebagai Implementasi Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan Menuju Polantas yang Promoter”.

Untuk tahap awal, Samsat Online Nasional dikembangkan di wilayah Jawa dan Bali. Selanjutnya, pengembangan dilakukan untuk layanan Samsat Online Nasional di seluruh wilayah Indonesia.
‎
“Kami ingin semua lapisan masyarakat dapat menikmati kemudahan pembayaran pajak, SWDKLLJ, dan pengesahan STNK secara online melalui sistem perbankan BRI,’’ tutur Hari Siaga.
‎
Dengan layanan Samsat Online Nasional, masyarakat dapat melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan lebih cepat, praktis dan murah melalui seluruh jaringan ATM Link Bank BRI dan Internet Banking Bank BRI.
 
Hari Siaga mengungkapkan, bahwa launching Samsat Online Nasional ini merupakan hal yang membanggakan bagi Bank BRI, karena dapat berperan aktif mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dalam penerimaan pajak maupun Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Indonesia.
‎
Dengan jaringan tersebar dan terbesar di Indonesia, yang terdiri dari 10.660 kantor; 467 kantor cabang, 609 kantor cabang pembantu, 3 Teras kapal dan 357.679jaringan e-channel, Bank BRI dapat memberikan keleluasaan layanan perbankan bagi instansi pemerintah maupun masyarakat luas. Bank BRI berkomitmen untuk senantiasa mendukung penerimaan pajak dan memberikan kemudahan kepada wajib pajak dalam melakukan transaksi pembayaran pajak di pusat maupun di daerah.‎
Pewarta : Anton
Categories
Bisnis IPTEK Megapolitan

Semarak BRI Indocomtech 2017, ECS Usung Produk Mini PC Terbaru LIVA ZE

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pameran teknologi komputer, gadget, dan telekomunikasi kembali digelar oleh BRI Indocomtech di Jakarta Covention Center, Senayan, Jakarta, 1-5 November 2017.

Berbagai produk unggulan ‎disuguhkan untuk memenuhi kebutuhan teknologi dalam menunjang gaya hidup masyarakat masa kini, seperti yang ditampilkan salah satu perusahaan terkemuka ‎ECS melalui produk piranti komputer terbarunya, Mini PC LIVA ZE.

Foto: Mini PC LIVA ZE/Ist

ECS sebagai perusahaan yang bergerak dalam penyedia teknologi piranti komputer, dalam pameran bergengsi kali ini mengusung produk mini PC-nya ‎yang memiliki kelebihan/keunggulan bagi para pengguna komputer. Salah satu keunggulan produk mini PC LIVA ZE yakni memiliki wattnya yang rendah dan bentuknya yang simpel dan dinamis. 
‎
“Sekarang dengan adanya perkembangan jaman dan teknologi PC juga semakin berkembang, sekarang kita jual mini PC. Bentuknya kecil cuma sebesar telapak tangan orang dewasa. Dan ini hampir sama fungsinya dengan PC biasa,” ujar Wieke Widianty, Area Manager PT ECS Raya Indonesia kepada wartawan di booth Toko Virtual ECS dalam Pameran‎ BRI Indocomtech 2017.

Dari pantauan rekan tim media di lokasi, pameran Indocomtech tahun ini banyak dikunjungi kalangan generasi muda. Sedikitnya tidak kurang dari 2 ribu pengunjung pameran, memadati ruang-ruang atau booth dari peserta pameran (exhibitor) ini.‎

‎Wieke mengatakan, ECS memiliki berbagai produk mini PC yang telah dipasarkan sebelumnya. Produk mini PC LIVA ZE sangat cocok untuk generasi muda saat ini yang lebih tampil praktis, smart dan modern (berkelas). 
‎
“Sekarang ini sudah ada beberapa generasi dari LIVA. Dari pertama LIVA diluncurkan ada LIVA X, Z, Z Plus, One, dan saat ini LIVA XE, ZE yang kita tampilkan di event pameran BRI Indocomtech,” ungkapnya.
‎
“Perbedaan dengan keluaran sebelumnya yaitu ukurannya yang lebih kecil dan bisa mengerjakan hal lebih dari sekedar pekerjaan admin. Dan kalau yang ini (ZE) ukurannya lebih kecil dengan performanya lebih tinggi,” paparnya.

Selain memiliki 2 Line, produk besutan dari asal Taiwan ini juga menggunakan USB paling baru yaitu 3.1. “Jadi cepat banget kalau buat ngecas handphone,” kata Wieke.

Menurutnya, produk yang baru saja diluncurkan pada bulan Juni 2017 lalu, diperuntukkan bagi semua segmen.

“Produk ini memang semua bisa pakai, baik untuk sekolahan, kantor, buat games, cuma kalau ini (LIVA ZE) lebih menyasar pasar yang ‎seperti untuk industri perkantoran, pergudangan. Kadang kan mereka perlu LAN nya, infranetnya, dan RAM-nya,” imbuhnya.

Berikut ini spesifikasi LIVA ZE;‎
‎
– CPU; Intel Apollo Lake SoC
– Memory; 2x SO-DIMM DDR3L 
– Storage; eMMC 32 GB/64 GB 1x M.2 for SSD‎‎ dan 1x SATA 2.5 HDD‎
– Wireless; 1x Wireless Combo Card
(Wi-Fi 802.11ac dan Bluetooth 4.2)‎
– Video Output, HDMI / mDP
– Audio; 1x Combo Jack dan‎ 1x Digital Mic
– I/O; 3x USB3.1 Gen 1 Port,‎ 1x USB 3.0 Type-C Port‎,  1x DC-in‎, 4x Com Port (RS232), 2x Gigabit LAN ‎
– Dimension; 117 x 128 x 51mm
– OS Support; Windows 10 / Linux
– Power Supply; Input : AC 100-240 V, ‎Output : DC 19V / 3.42A

Harga ‎mini PC LIVA ZE dibandrol 2,6 juta rupiah (Bear Bond saja tanpa Hardisk dan Memori).‎

Sementara itu, Wahyu, salah satu teknisi ECS‎ mengatakan, selain wattnya rendah, keunggulan LIVA ZE ini adalah ukuran kipas hanya sekecil kaleng soda. 

“Wattnya rendah, sehingga mengurangi beban listrik bagi mereka (hemat listrik). Kipasnya bukan dari kaleng, jadi aman. Produk tipe ZE ini bisa di up grade untuk hardisk dan memorinya,” jelas Wahyu.‎
‎
Ditempat sama, Wieke berharap pada pameran BRI Indocomtech 2017 ini, masyarakat khususnya para pengguna ‎komputer (PC) dapat mengetahui keunggulan teknologi perangkat komputer saat ini, dan diharapkan produk LIVA dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan perangkat komputer masa kini, yang simpel dan praktis.

Untuk outlet, ECS telah memiliki puluhan outlet yang tersebar di beberapa wilayah. Sedangkan untuk garansi produk LIVA yakni selama 1 (satu) tahun.



“Kita selama ini lebih muncul di online‎. Dan sekarang ini (dalam pameran) di Indocomtech kita mau masyarakat dan user-user (pengguna) yang butuh PC kecil, kita mempersilahkan mereka untuk mencoba langsung. Jadi kali ini kalau mau mencoba, mau sentuh atau mau lihat keunggulan produk ini, ayo silahkan ke booth kami,” pungkas Wieke.

Pewarta : Anton

 

Categories
Daerah Ekonomi

BRI Dukung Program Pemerintah Perhutanan Sosial di Boyolali

Koranjurnal.co.id, Boyolali – Program pemerataan ekonomi merupakan salah satu program prioritas yang mendapatkan perhatian khusus pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas. Hingga saat ini, pemerintah telah memiliki 2 agenda utama yang menjadi fokus kegiatan dalam rangka menekan angka kemiskinan di wilayah kehutanan, yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan dan penciptaan model pelestarian hutan yang efektif dan berkelanjutan yang pada gilirannya meningkatkan sistem perekonomian masyarakat di sekitar hutan. Sebagai gambaran, saat ini terdapat 25.863 desa yang berada dalam wilayah hutan yang 70 persen diantaranya menggantungkan kehidupan dari sumber daya alam yang tersedia dari hutan. 

Dalam kerangka tersebut, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terus gencar mengimplementasikan  pemerataan ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, salah satunya melalui program Perhutanan Sosial yang bertujuan memberdayakan masyarakat sekitar hutan, dengan berpedoman pada pemeliharaan hutan yang lestari. Melalui Perhutanan Sosial, pemerintah memberikan kesempatan kepada masayarakat untuk mengajukan hak pengelolaan area hutan sebagai lahan pertanian yang bersifat ekonomis.

Untuk mendukung program tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Direktur Utama Bank BRI Suprajarto pada Sabtu, 04 November 2017 menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada masyarakat yang dilaksanakan di Boyolali, Jawa Tengah. Bank BRI sebagai salah satu BUMN, ikut berperan aktif  dalam kegiatan tersebut melalui berbagai layanan dan produk-produk perbankan berbasis UMKM. 

BRI akan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR)  kepada lebih para petani yang tersebar di Pemalang dan Boyolali. Para petani juga akan diberikan Kartu Tani yang juga dapat difungsikan sebagai kartu debit Bank BRI bagi para petani, kartu penjualan hasil panen, pengambilan pupuk bersubsidi, dan sebagai data sumber untuk memberikan pinjaman dan layanan KUR kepada para petani.
 
“BRI akan mendukung program Perhutanan Sosial yang digagas oleh pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Boyolali. Bentuk dukungan Bank BRI sebagai lembaga keuangan perbankan salah satunya adalah dengan memberikan KUR, Kartu Tani, dan CSR BRI Peduli kepada masyarakat yang tinggal di kawasan hutan,” ungkap Suprajarto di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (04/11/2017).‎

Bank BRI melalui kegiatan ini mendukung penuh program pemerintah, yakni redistribusi asset kepada para petani dalam bentuk lahan yang dapat dikelola secara ekonomis untuk kesejahteraan bersama. Harapannya melalui program ini, dapat meningkatkan ketahanan pangan, produktivitas pertanian, dan penambahan jumlah luas lahan bagi para petani.

Bank BRI pada kesempatan yang sama juga memberikan bantuan CSR BRI Peduli kepada Poktan yang berasal dari Kabupaten Pemalang, berupa 7 Alat Pemipil Jagung, 3 unit Saung Meeting, 11 unit Tandon air, dan Rumah pompa sebanyak 3 unit. 

Tidak hanya itu, untuk Poktan yang terdapat di Kabupaten Boyolali, BRI juga memberikan CSR BRI Peduli berupa 8 unit alat Pemipil Jagung dan 8 Hand Tractor. Bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan para petani untuk mengelola lahan pertanian yang akan di garap.

“Pemberian CSR ini merupakan bentuk kepedulian Bank BRI kepada masyarakat yang telah mendapatkan legal standing  pengelolaan lahan hutan. Harapannya agar dapat meningkatkan produktivitas para petani yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” tutup Suprajarto.

Pewarta : Anton

Categories
Ekonomi Nasional

BRI Luncurkan BRIZZI Asian Games 2018‎

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Jelang perhelatan akbar Asian Games 2018, Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) luncurkan BRIZZI Edisi Asian Games 2018 di event Indocomtech, Jakarta Convention Centre ( JCC ), Jakarta, Jumat sore (03/11/2017).

BRIZZI Edisi Asian Games 2018 ini didesain khusus dengan menampilkan gambar maskot Asian Games 2018 beragam desain.

Direktur Konsumer Bank BRI, Handayani dalam gelar launching tersebut mengatakan Penerbitan BRIZZI desain khusus ini bertujuan agar semakin menumbuhkan rasa nasionalisme, Cinta tanah air dan juga rasa bangga pada masyarakat Indonesia pada umumnya karena Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan event besar olahraga Asian Games tahun depan.

“Dengan launching ini kami ingin agar masyarakat sudah mulai merasakan antusiasme dan keramaian perhelatan Asian Games di tahun depan,” imbuhnya.

Melalui launching BRIZZI Edisi Asian Games 2018, ucap Handayani, diharapkan dapat semakin meningkatkan awareness masyarakat dan mendorong masyarakat untuk menggunakan uang elektronik sesuai dengan program yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo, yakni mendorong terciptanya cashless society di Indonesia.

Lebih lanjut, Handayani memaparkan BRIZZI merupakan uang elektronik milik Bank BRI yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas transaksi masyarakat, misalnya untuk digunakan bertransaksi di berbagai merchant seperti bayar belanja di mini market (chain market) atau swalayan, dan berbagai lokasi lainnya.

BRIZZI ini, Handayani menambahkan, juga dapat digunakan sebagai uang elektronik untuk melakukan transaksi bayar di semua penyedia transportasi seperti di Transjakarta, Commuter Line, terminal parkir elektronik dan transaksi di gerbang tol.

Hingga saat ini, lanjut Handayani, tercatat lebih dari 7,6 juta kartu BRIZZI beredar di masyarakat. “BRIZZI juga bisa dipergunakan untuk membayar di 38 ruas tol yang ada di seluruh Indonesia,” terangnya.

Mengakhiri keterangannya, Handayani menekankan bahwa penggunaan BRIZZI ini sangat mudah, karena dapat melakukan top up atau pengisian saldo di seluruh unit kerja BRI seluruh Indonesia. “Selain itu BRIZZI juga bisa diisi langsung melalui smartphone anda dengan menggunakan fiur NFC, ” jelasnya.‎

Pewarta : Anton

Categories
Ekonomi Megapolitan

BNI Syariah Raih 2 Penghargaan Indonesia GCG Award 2017

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Bertempat di Hotel Crown Plaza. Majalah Economic Review bekerjasama dengan International Business School menyelenggarakan acara Indonesia Good Corporate Governance 2017. Acara yang digelar ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan GCG Award sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan kepada perusahaan – perusahaan yang berkomitmen menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Diantaranya sektor industri nasional Tbk dan Non Tbk. Lebih dari 100 institusi turut menjadi nominasi dalam penghargaan ini.

Penyelenggaraan GCG Award 2017 bertujuan mendorong seluruh institusi di Indonesia untuk terus memberikan  keterbukaan informasi kepada masyarakat karena tata kelola perusahaan yang baik merupakan cerminan dan tolok ukur integritas sebuah perusahaan. Berbagai penghargaan yang diberikan diantaranya kategori The Best Overall, The Best GCG for Public Company, The Best GCG for State Owned Enterprises dan The Best GCG for Sector industry. Penilaian didasari berbagai aspek diantaranya keterbukaan informasi dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) di institusi.

‎Alhamdulillah, berkat dukungan dan kepercayaan masyarakat, tahun ini BNI Syariah berhasil meraih 2 penghargaan yaitu Peringkat Pertama, Kategori Perusahaan Perbankan Syariah Non Tbk serta 10 Besar Kategori Perusahaan GCG Terbaik di Indonesia 2017. Hadir menerima penghargaan Corporate Secretary BNI Syariah, Adjat Djatnika.

‎Penghargaan ini menjadi spirit bagi BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner untuk terus memberikan layanan perbankan syariah yang amanah kepada seluruh pemangku kepentingan/stakeholders. Mulai dari keterbukaan informasi perusahaan yang dapat diakses di website BNI Syariah, penerapan budaya kerja amanah jamaah bagi seluruh pegawai BNI Syariah serta layanan whistleblowing system yang menyediakan fasilitas pengaduan tentang implementasi tata kelola perusahaan di seluruh cabang BNI Syariah.

‎“Dengan adanya berbagai kanal informasi ini, BNI Syariah berupaya terus mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik sebagai bentuk komitmen transparasi perbankan syariah sebagai institusi yang bergerak di bidang jasa layanan keuangan,” papar Adjat dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (02/11/2017).

Pewarta : Anton

Categories
Ekonomi Infrastruktur Jalan Tol

Jokowi Resmikan Tol Becakayu

Koranjurnal.co.id, Bekasi – Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) akhirnya dibuka untuk umum menyusul rampungnya pengerjaan seksi 1B dan 1C sepanjang 8,26 km. Seksi ini bakal mulai dibuka untuk umum setelah diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, di ‎Bekasi, Jawa Barat, Jumat (03/11/2017).
‎
Jokowi mengaku senang ruas ini akhirnya bisa dibuka setelah 21 tahun yang lalu mulai dikerjakan sejak dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK). Dia berharap ruas ini bisa memecah kemacetan di jalur Bekasi-Jakarta yang selama ini padat oleh volume lalu lintas yang tinggi.

“Paling tidak ruas yang dibuka ini bisa mengurai kemacetan jalur. Dan Kita tahu bahwa jalan tol Becakayu ini berhenti 21 tahun karena SPK sudah diberikan tahun 1996. Sejak 2015 awal sudah dikerjakan, sekarang selesai. Nanti akan diteruskan ke tambun sama ke Bekasi Barat, sehingga akses dari Jakarta menuju Bekasi akan semakin lancar,” katanya di lokasi tol layang Becakayu.



Jokowi menegaskan proyek ini bakal terus dikawal pengerjaannya dan tak bakal mangkrak sehingga bisa selesai sesuai target. Ruas ini secara keseluruhan ditarget rampung pada 2019 mendatang.

“Percayalah, kita ikuti terus ini. Dulu pada enggak percaya, dua yang lalu bahwa ini rampung. Kan rampung kan sudah,” ucapnya seperti dilansir biro pers presiden.

Adapun jalan tol yang menghubungkan Bekasi, Cawang dan Kampung Melayu ini dibangun dan dioperasikan oleh PT Kresna Kusum Dyandra Marga (KKDM), perusahaan konsorsium yang terdiri dari mayoritas saham PT Waskita Toll Road dan Jasa Marga.

Tol ini akan dibuka mulai besok dan akan digratiskan hingga surat keputusan Menteri PUPR mengenai tarif tol keluar. Kehadiran tol Becakayu akan menambah kapasitas dan pilihan para pengguna jalan, serta membuat jarak tempuh perjalanan menjadi jauh lebih cepat.

Apabila selama ini waktu tempuh dari Kota Bekasi yang menuju Jakarta sekitar dua jam perjalanan, dengan dioperasikannya Tol Becakayu diperkirakan akan mempersingkat waktu tempuh sekitar satu setengah jam perjalanan. Dari Bekasi ke Kampung Melayu diperkirakan bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. ‎

Pewarta : Eva

Categories
Ekonomi Nasional

Menteri Kominfo Hadiri Diskusi Panel 2JICF KPPU

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informa‎tika RI Rudiantara menghadiri acara diskusi panel 2nd Jakarta International Competition Forum (2JICF) 2017 yang diselenggarakan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI di Hotel Kempinsky, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Perkembangan inovasi teknologi digital adalah ‎sesuatu yang tidak bisa dipungkiri dan tidak bisa ditahan. Hal tersebut disampaikan Menkominfo saat dijumpai wartawan seusai memberikan paparan dalam forum diskusi ‎yang mengangkat tema “Disruptive Innovation, Competition Policy and Challenge to Emerging Markets”.

Tema itu secara khusus diangkat oleh KPPU didasarkan pada semakin meningkatnya inovasi yang membantu menciptakan pasar atau bisnis  baru, memengaruhi pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu.‎


‎
“Persaingan digital saat ini luar biasa terlalu ketat. Dan ini memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berinovasi. Tahun 2022 secara dratis meningkat bahwa nanti ekonomi itu akan berbasis  layanan digital,” kata Rudiantara.

Untuk mempersiapkan dan menghadapi persaingan bisnis baru berbasis teknologi digital tersebut, Pemerintah mulai mempersiapkan dan mengantisipasi berbagai perubahan teknologi informasi yang terjadi dan tumbuh cepat di Indonesia.

“Pemerintah telah membuka diri, karena Presiden RI Joko Widodo selalu mengatakan negara yang menang nanti ini, sebentar lagi ini, bukan negara yang besar secara penduduk atau ekonomi tetapi yang paling cepat mengantisipasi perubahan, dan Indonesia harus kesana,” kata Menkominfo.

Perubahan dan perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, Pemerintah berperan dan berupaya untuk menciptakan persaingan bisnis/usaha yang sehat antar pelaku usaha baik yang konvensional maupun digital demi memberikan keseimbangan ekonomi di masyarakat.

“Yang konvensional harus segera menyesuaikan diri dan yang baru juga menyesuaikan diri, menata diri. Jadi jangan mentang-mentang ‎terbuka, terus main trobos aja,” ujarnya.

Acara bertaraf internasional yang melibatkan puluhan pelaku usaha serta stakeholder dari berbagai negara ini adalah merupakan kegiatan diskusi (JICF) yang pertama kali diinisiasi oleh KPPU pada tahun 2015 sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi setiap perkembangan praktek bisnis di tingkat domestik maupun internasional baik dalam perspektif penegakan hukum maupun kebijakan persaingan usaha.

Ketua KPPU M. Syarkawi Rauf saat mendampingi Menkominfo menambahkan bahwa bisnis/usaha yang konvensional tidak mungkin kita hambat, dan yang baru (digital) juga tidak mungkin kita hambat. KPPU sebagai pengawas persaingan usaha, tidak membatasi peluang bisnis yang ada. Namun berupaya menciptakan persaingan tersebut menjadi sehat.

“Tinggal bagaimana kedepan supaya persaingannya lebih sehat, menciptakan keseimbangan regulasi antara konvensional dan regulasi digital transportasi. Sehingga benefit (manfaat) nya dapat dirasakan,” ujarnya.

“Saya kira regulasi (kebijakan), pak Menteri sudah buat, baik di Kemenkominfo maupun Kemenhub, nah tinggal bagaimana kita atur ini, sehingga persaingan antara konvensional maupun layanan online transportasi ini bisa berjalan dengan baik. Tidak ada yang dirugikan dengan model bisnis baru ini,” tandasnya.

Pewarta : Anton

Categories
Ekonomi Hukum

Ketua KPPU: Tak Perlu Khawatir Dengan Amandemen UU No. 5/1999

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Syarkawi Rauf mengatakan, pelaku usaha tak perlu khawatir dengan adanya amandemen dan revisi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha yang sempat dianggap akan menimbulkan polemik baru dalam dunia usaha.

“Pelaku usaha tak perlu khawatir kegiatan usahanya akan terhambat karena penggubahan (amandemen,red) pasal dalam UU tersebut. Karena dalam revisi tersebut akan memberikan kepastian hukum bagi para pengusaha,” kata Syarkawi dalam acara diskusi panel terkait Pokok-Pokok Amandemen UU No. 5/1999 yang digelar di Hotel Lee Meredien, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Diskusi pembahasan perubahan UU tersebut, dihadiri Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito dan beberapa narasumber dari pelaku usaha antara lain, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia, dan praktisi akademisi (dosen).

Syarkawi menuturkan, dalam amandemen undang-undang, salah satu revisi yang disorot adalah soal perubahan pengenaan denda menjadi maksimal 30 persen dari hasil penjualan.

“Pengenaannya tidak akan sembarangan, karena KPPU punya formula perhitungan yang telah diuji obyektivitasnya, serta mengikuti best pratices yang telah berlaku di negara-negara lain,” ujarnya.

Selain itu, Syarkawi meyakini bahwa, revisi UU Nomor 5/1999 bisa meningkatkan iklim investasi di Indonesia, serta mendorong produktivitas nasional.

“Praktik kartel atau persekongkolan usaha saat ini masih kerap terjadi di berbagai sektor bisnis strategis. Bahkan, kasus kartel yang berhasil dituntaskan KPPU, terbukti merugikan konsumen, atau negara sampai triliunan rupiah. Sehingga perlu penekanan dalam penegakan hukumnya,” ungkapnya.

Sejumlah kasus telah diputuskan oleh KPPU, antara lain distribusi garam, kartel pesan singkat atau SMS, penetapan harga ban, perdagangan sapi impor, hingga pengaturan produksi bibit ayam pedagang.

Ditempat sama, Syarkawi mengatakan, salah satu poin yang akan direvisi di UU Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yaitu soal peningkatan sanksi bagi pelaku usaha yang terbukti memonopoli hingga 30 persen hasil penjualan. Denda untuk pelaku yang awalnya hanya maksimal Rp 25 miliar, akan direvisi dan ditingkatkan untuk memberi efek jera.

KPPU optimis iklim kompetisi usaha yang sehat bisa tercapai di Indonesia. UU Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan masyarakat sebagai konsumen.

“Memang banyak pelaku usaha tidak rela otoritas KPPU diperkuat, padahal esensinya untuk menjamin kesempatan berusaha yang sama untuk semua level usaha,” jelas Ketua KPPU.

Pewarta : Anton

Categories
Daerah Ekonomi Energi SDA Nasional

Bank BRI Dukung Program BPDP Kelapa Sawit

Koranjurnal.co.id, Musi Banyuasin – Di Desa Panca Tunggal, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP Kelapa Sawit) bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Pertanian RI, Pemprov Sumatera Selatan, dan Pemkab Musi Banyuasin menyelenggarakan kegiatan Penanaman Perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit, Jum’at (13/10/2017).‎‎
‎
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendukung program pemerintah (khususnya program BPDP Kelapa Sawit) tersebut yang bertujuan untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit. Wujud dukungan tersebut ditunjukan oleh Bank BRI melalui komitmen pembiayaan untuk replanting kebun plasma, yang merupakan plasma dari PT Inti Indosawit Subur (Asian Agri Group) di Pelalawan, Pekanbaru. Total plafond kredit yang diberikan adalah sebesar Rp 635 Milyar guna peremajaan kebun kelapa sawit plasma seluas 8.600 hektar di bawah 13 koperasi binaan Asian Agri.

“Fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank BRI dalam rangka melengkapi biaya replanting perkebunan, dimana sebagian dana yang diberikan bersumber dari dana BPDP Kelapa Sawit. Pemberian kredit dilakukan dengan mekanisme bantuan dana dari BPDP Kelapa Sawit sebesar Rp 25 juta per hektar,” ujar Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso.
‎
Sebelumnya Bank BRI bersama dengan BPDP Kelapa Sawit telah menandatangani kesepakatan bersama mengenai pengelolaan dana dan pengembangan kelapa sawit Indonesia. Dalam lingkup kerja sama ini, Bank BRI menyediakan layanan dan jasa perbankan yang terintegrasi, menyeluruh, dan real time online berupa simpanan, pinjaman dan jasa perbankan lainnya serta pengelolaan data hingga informasi dalam menghimpun, mengadministrasikan, mengelola, menyimpan, dan menyalurkan dana yang bersumber dari pungutan ekspor sawit atau sumber lainnya melalui jaringan kerja dan e-Channel BRI yang tersebar ke pelosok Indonesia.

Kesiapan Bank BRI dalam mendukung pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi. Dengan tersebarnya unit kerja operasional dan dukungan e-channel yang mumpuni, Bank BRI mampu memberikan pelayanan perbankan yang menyeluruh dan optimal. Hingga September 2017, Bank BRI mencatat jaringan kerja operasional dan elektronik telah mencapai sebanyak 10.458 unit kerja konvensional, 24.802 unit jaringan ATM, dan 319.619 unit jaringan EDC, atau secara total 345.913 unit jaringan e-Channel BRI.‎

Kedepannya, Bank BRI optimis dapat terus memberikan inovasi pelayanan terbaik bagi seluruh stakeholder industri kelapa sawit.‎

Pewarta : Anton