Categories
Ekonomi Megapolitan

Lapas Narkotika Jakarta Raih Penghargaan Satker Terbaik Lingkup KPPN Jakarta V

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta mendapat penghargaan sebagai satuan kerja (satker) terbaik pertama di lingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta V Tahun Anggaran 2017. Penghargaan diberikan dalam acara Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2017 di Ruang Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta Selatan, Rabu (07/02/2018) oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Provinsi Jakarta, Rina Robiati.

Dalam penghargaan tersebut, Lapas Narkotika Jakarta diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Lis Susanti. Ia pun mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran Lapas Narkotika Jakarta atas kerja sama dan kerja kerasnya sehingga berbuah penghargaan yang membanggakan ini,” pujinya.

“Berkat bantuan doa dan kerja sama seluruh jajaran Lapas Narkotika Jakarta, tim keuangan, tim umum, dan doa dari pimpinan, kita mendapat penghargaan ini. Terima kasih. Tambah sukses untuk tim Tata Usaha kedepannya,” tambah Lis.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala KPPN Jakarta V, Lasmaria Manurung, menjelaskan dari 272 satker mitra KPPN Jakarta V, terdapat 15 satker yang mendapat penghargaan dengan sembilan kategori. Indikator yang digunakan untuk penilaian adalah realisasi anggaran dengan bobot nilai 20%, penyelesaian tagihan (15%), Pengelolaan UP/TUP (15%), Rekonsiliasi dan LPJ Bendahara (10%), Pengelolaan Data kontrak (10%), Retur SP2d (10%), Penolakan SPM (10%), RPD dan Perencanaan Kas (5%), dan Penyampaian Saldo Rekening (5%).

“Kepada setiap satker yang menjadi juara akan kami beri kartu sakti. Dengan kartu sakti, tidak perlu antre saat ke KPPN,” terang Lasmaria seperti yang dilansir lamanya resmi Ditjen PAS.(red)

Categories
Industri Kriminalitas Megapolitan

Polda Metro Jaya Bongkar Pemalsu Parfum Merek Terkenal

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepolisian Polda Metro Jaya membongkar produsen dan penjual parfum yang telah memalsukan merek-merek terkenal, di Jalan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

“Petugas menangkap pemilik usaha berinisial HO alias J,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (07/02/2018) seperti dilansir antaranews.com.

Argo mengatakan awalnya petugas menerima informasi tempat produksi dan penjualan parfum merk terkenal tanpa izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Anggota Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menelusuri praktik ilegal tersebut di Jalan Mangga Besar 4G Nomor 4 RT/002 Tamansari Jakarta Barat.

Selanjutnya, polisi menggerebek lokasi itu yang mendapati pemilik dan sejumlah pekerja memproduksi parfum palsu.

Argo mengungkapkan pelaku mengisi biang parfum dicampur cairan beraroma dan alkohol yang mengandung metanol kandungan 26 persen pada botol parfum terkenal.

Usai memproduksi, tersangka menjual parfum palsu itu dengan cara mengantarkan kepada konsumen dan transaksi di tempat.

Tersangka juga menjual secara “door to door” atau pemesanan melalui daring (online) dengan modus mengiklankan produk secara online.

“Tersangka memasarkan produk parfum dengan menyebutkan produk ori reject untuk menarik perhatian konsumen,” ujar Argo.

Diketahui pemasaran parfum palsu meliputi wilayah Wilayah Pemasaran parfum sudah menjangkau Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Sulawesi Tenggara.(red)

Categories
Daerah Ekonomi TNI

Rakor Primkopal Lantamal III di Mega Mendung Puncak

Koranjurnal.co.id, Puncak – Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal) Lantamal III Jakarta menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawas dan Pengurus Koperasi Tahun Buku 2017 selama dua hari di Wisma TNI AL Jalan Sirna Galih Mega Mendung Puncak yang dimulai pada Selasa (30/01/2018).

Menurut Komandan Lantamal III Jakarta Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad, SH, MM., dalam sambutannya yang dibacakan Asrena Danlantamal III Kolonel Laut (S) Sugianto, S.AP., bahwa penyelenggaraan Rakor tersebut merupakan langkah awal dalam menghadapi pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Primkopal Lantamal III mendatang sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada anggota koperasi.

“Saya instruksikan kepada seluruh peserta Rakor Koperasi Lantamal III untuk melaksanakan kegiatan ini sebaik-baiknya demi kemajuan Koperasi Lantamal III dan kesejahteraan anggota Koperasi Lantamal III,” tegas Komandan Lantamal III.

Pejabat Lantamal III yang hadir antara lain Aslog, Kakuwil, Kadisfaslan, Kadisminpers mewakili Aspers, Ka Akun, Pgs Kadiskum, Paban Sintel mewakili Asintel, Keprimkopal dan seluruh pengurus Primkopal Lantamal III. (tonmp/Disp)

Categories
Bisnis Ekonomi

PesenanDotCom Menuai Kesuksesan Melalui Digital Marketing Services

PesenanDotCom Menuai Kesuksesan Melalui Digital Marketing Services

Jakarta – Sejak kemunculan pertamanya pada bulan Juli 2017 lalu, PesenanDotCom (PDC) telah menjadi bagian penggerak dari pertumbuhan aktivitas e-commerce di Indonesia.

Dengan menunjukkan hasil transaksi penjualan yang pesat pada event Harbonas dibulan Desember 2017 tahun lalu, keberhasilan PDC yang saat ini telah menaungi dari beberapa brand retail fashion dan aksesoris gadget seperti, The X Woof, MeyFah, AndBun, LuellaShuz, PlanetBagId, Elan Chia, menjadikan PDC memperkuat posisinya sebagai pioner tidak hanya di bidang manajemen konsultan strategi pemasaran, tapi sekaligus penggerak aktivitas dari omzet penjualan agar semakin meningkat dan memonitoring langsung target penjualan secara online dari brand lokal yang di kelola saat ini yang ada di Indonesia.

Andri Gunawan selaku Founder PesenanDotCom menjelaskan bukan hanya itu saja, PDC saat ini menawarkan 3 keuntungan yaitu tiga unit bisnis yang menguntungkan bagi para online retail yang kesulitan dalam memasarkan produknya.

3 (tiga) divisi yang ditawarkan PDC bagi para online retailer antara lain:

• Divisi retail
Memfokuskan online retailer untuk marketing produk dan brand

• Divisi corporate
Memfokuskan bidang manufacture, yang membantu brand-brand untuk pembuatan produk dari retailer baik brand tas dan sepatu untuk memiliki brand sendiri. Ada juga ‘Provide souvenir’ brand ternama, yang saat ini sudah berjalan seperti BCA, dan Transmarco Groub.

• Divisi media
Melalui digital marketing bagaimana branding yang provide pembuatan editorial plan seperti, facebook dan instagram.

“Selain itu kita juga services sosial media advertising, google adwords, news portal dan kita ingin integrated seluruh marketing communication plan”, kata Andri.

“Sebenarnya kita sebagai konsultan yang sudah ‘General solution’, terutama untuk UMKM seperti, terkadang ada orang limited budget tapi ingin memiliki brand dan memiliki kendala, bisa datang pada kami”, tuturnya.

di awal bulan 2018 mendatang, PDC memperkuat penjualan dan jaringan distribusi online di pasar luar negeri, yaitu di wilayah negara Malaysia dan Singapore. Yang akan bekerja sama dengan e- commerce terbesar dari negara tersebut seperti, Shoppe dan lazada.

Andri mengungkapkan harapannya bahwa sangat optimistis PDC bisa menjadi No.1 di wilayah South Asia, karena kita mengetahui sendiri kemarin kita telah menawarkan kerjasama pada client-client kita yang berada di Malaysia dan Singapore, mereka sudah melihat produk yang kita tawarkan. Dan banyak berkomentar bahwa, “Kenapa tidak membuat barangnya sendiri dari Indonesia”.. dan berharap akan hal itu nantinya negara tersebut akan mengimpor produk dari Indonesia.

“Dan mimpi kita kesana, sekaligus bisa membantu ‘Job opportunity’ bagi semua orang ketika banyak offline retail yang semakin turun dan mengakibatkan orang banyak susah cari kerja”, tutupnya.

Inilah saatnya bisnis yang dijalankan oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dan para retailer dinilai bisa lebih berkembang jika dengan memanfaatkan e-commerce, Ingin bergabung dengan PesenanDotCom (PDC) ?.., untuk info lebih lanjut, Anda bisa menghubungi di nomor WA 087775510003 atau langsung melalui email di info@pesenan.com

Categories
Daerah Ekonomi Ragam

Penggunaan Kartu Elektronik Brizzi Wujudkan BPU di Rutan Wates

Koranjurnal.co.id, Wates – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wates memfasilitasi sosialisasi Kartu Brizzi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Aula Rutan, Wates, Kulon Progo, Jawa Tengah, Kamis (18/01/2018).

Diikuti oleh para petugas bersama WBP Rutan Wates, sosialisasi tersebut dilaksanakan berkat kerja sama antara Rutan Wates dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Wates, Kulon Progo.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan (Karutan) Wates, Teguh Suroso, mengucapkan terima kasih kepada pihak BRI Kantor Cabang Wates yang telah membantu mewujudkan program Bebas Peredaran Uang (BPU) di rutan melalui pembuatan Brizzi.

Menurutnya, penggunaan Kartu Brizzi sudah direncanakan sejak lama, namun baru dapat terealisasi sekarang. Sebelumnya, untuk bertransaksi di kantin maupun warung telekomunikasi WBP menggunakan uang tunai melalui pencatatan di Register D.

“Kami berharap penggunaan Kartu Brizzi dapat dijadikan solusi untuk mendukung program BPU di rutan sehingga  kedepannya uang tunai tidak ada lagi yang beredar di dalam rutan. Selain itu, penggunaan Brizzi dimaksudkan untuk meningkatkan E-Goverment yang dicanangkan pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan HAM,” urai Teguh.

Sementara itu, Kepala Sub Pelayanan Tahanan Rutan Wates, Aris Yulianta, berharap penggunaan kartu uang elektronik ini dapat meminimalisir dan mencegah gangguan ketertiban maupun keamanan yang disebabkan oleh peredaran uang tunai. Selain itu, Brizzi sangat mudah penggunaan dan pengisiannya sehingga keluarga yang jauh dari rutan dapat melakukan pengisian tanpa harus datang ke rutan.
“Penggunaan Brizzi sangat berguna untuk meminimalisir pungutan liar di dalam rutan. Peredaran uang tunai di dalam rutan juga dapat ditekan. Nantinya, WBP dapat menggunakan kartu tersebut untuk berbelanja di koperasi,” terang Aris.
Saat menyampaikan sosialiasi, perwakilan dari BRI menjelaskan cara penggunaan Kartu Brizzi secara rinci, cara pengisian, pengecekan, penggunaan di koperasi rutan serta kemudahan-kemudahan yang didapat apabila menggunakan kartu tersebut.

Mereka juga memberikan kesempatan kepada WBP untuk bertanya tentang segala hal yang dianggap kurang jelas tentang Brizzi sehingga WBP dapat mengetahui secara jelas kelebihan dan kekurangan kartu ini.

Di akhir acara, dilakukan penyerahan secara simbolis kaKartu Brizzi kepada WBP serta penyerahan alat EDC kepada Karutan Wates didampingi Ketua Koperasi Rutan Wates.(tonmp/Hum)

Categories
Ekonomi Hukum Nasional Ragam

KNPK Dorong RUU Pertembakauan sebagai Kebijakan Strategis Industri Hasil Tembakau

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pada bulan Juni 2011, para petani tembakau di Pamekasan, Madura, kebingungan. Pasalnya, para petani kesulitan mendapatkan sediaan bibit. Kalaupun ada, harganya melambung tinggi. Pemerintah bukannya tidak berusaha mengatasi kelangkaan bibit. Hanya saja, sediaan bibit yang disiapkan oleh pemerintah di Kebun Bibit Tembakau tidak begitu diminati petani. Menurut salah seorang petani, akibat kelangkaan bibit ini, harga bibit melonjak mahal. Mereka menuntut pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus kelangkaan bibit ini. Tetapi, pihak pemerintah menolak dipersalahkan.

Selain kisruh mengenai bibit, sektor perkebunan tembakau juga seringkali menghadapi ancaman gagal panen. Pada tahun 2016, realisasi panen hingga September masih mencapai 40%, dari total panen sekitar 200.000 ton. Hal ini berbeda jauh dengan realisasi panen tembakau pada tahun 2015 yang mencapai 70%, dengan kebutuhan industri sebesar 320.000 ton. Anomali cuaca menjadi penyebabnya (curah hujan tinggi sepanjang tahun, tanpa musim kemarau)

Dua kasus tersebut hanyalah sekelumit permasalahan yang ada pada sektor perkebunan tembakau. Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) menilai berbagai masalah di sektor hulu pertanian dan industri hasil tembakau memiliki dua permasalahan utama, yakni budidaya tanaman dan tata niaga tembakau. Dua permasalahan ini tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat satu sama lain.

Budidaya Tanaman Tembakau

Fakta bahwa tingkat produksi dan produktivitas pertanian tembakau nasional cenderung fluktuatif, bahkan pada dasarnya masih rendah, merupakan pokok persoalan budidaya tanaman tembakau. Produksi tembakau Indonesia pernah mencapai rekor tertingginya pada 2012, yakni seberat 260.818 ton. Namun, setelah itu cenderung mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat dari data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, produksi tembakau nasional pada 2016 hanya mencapai 196.154 ton.

Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya produksi dan produktivitas pertanian tembakau, yakni penentuan baku mutu (standarisasi) bibit yang disebabkan belum adanya satu sistem yang terbangun dengan baik antara pabrikan, petani, dan pemerintah.

Tata Niaga Tembakau

Persoalan pada tata niaga tembakau terletak pada matarantai yang panjang antara produsen (petani) dengan pihak konsumen penyerapnya (industri pengolah atau pabrikan). Tembakau sebagai komoditas strategis perkebunan nasional justru tidak banyak diurus tata niaga nya oleh negara. Selama ini, nyaris tidak ada kontribusi pemerintah dalam pertanian dan perdagangan tembakau, baik berupa payung peraturan dan kebijakan, apalagi bantuan permodalan.

Dapat dikatakan bahwa selama ini pertanian tembakau merupakan sektor mandiri, mekanisme pasar-lah yang menjadi pengendali satu-satunya dinamika pertanian dan perniagaan tembakau. Dalam hal ini seharusnya pemerintah menunaikan kewajibannya untuk melindungi kepentingan dan keberlangsungan industri strategis yang menjadi salah satu sumber terbesar pendapatan negara.

Dari dua persoalan utama pertanian tembakau yang telah disebutkan, KNPK menilai penerapan sistem kemitraan (partnership cooperation) antara petani dengan pabrikan dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Dengan sistem kemitraan, dapat diupayakan bersama tujuan-tujuan normatif berupa hubungan yang saling menguntungkan, saling membutuhkan, dan saling memperkuat.

Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) Nur Azami mengatakan, agar hal tersebut dapat terlaksana, maka perlu adanya payung regulasi yang khusus memayungi industri hasil tembakau.

“Adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan yang kini diusung dalam prolegnas prioritas 2018 merupakan momentum untuk menyamakan visi dan misi bagi stakeholder pertembakauan dan pemerintah,” ungkap Nur Azami melalui pers rilis yang diterima redaksi di Jakarta beberapa waktu lalu, Minggu (14/01/2018). (tonmp)

Categories
Keuangan Nasional

Tersangka BLBI, Syafruddin Arsyad Sebut Dugaan Keterlibatan Boediono dan Sri Mulyani

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Syafruddin Arsyad Temenggung, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang menjadi tersangka dugaan korupsi kasus Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) menyeret nama Boediono, mantan wakil presiden yang diduga turut terlibat dalam kasus SKL BLBI. Hal tersebut dikatakan Syarifudin usai diperiksa kembali oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (03/01/2018) kemarin.

Syarifudin mengatakan, sebagai Kepala BPPN Ia sudah menyelesaikan urusannya ketika menyerahkan hak tagih BDNI kepada Boediono yang saat itu menjabat sebagai Menkeu. “Semua sudah saya sampaikan semua. Dan hak tagih ada di sini. Kalau mau dilihatin juga boleh. Saya sudah serahkan hak tagih Rp 4,8 triliun kepada Menteri Keuangan Pak Boediono tahun 2004,” ungkap Syafruddin.

Selain menyeret nama Boediono, Syafruddin juga menyebut Sri Mulyani, Menteri Keuangan. Menurutnya, Sri Mulyani yang juga pernah menjabat sebagai Menkeu pada 2007 melakukan penjualan aset BDNI. “Menteri Keuangan 2007 menjual aset jadi Rp 220 miliar. Jadi ya silakan saja diinikan. Sudah selesai kok urusan saya,” tandasnya seraya masuk ke dalam mobil tahanan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, saat ini pihaknya telah mengerahan semua kemampuannya untuk mengungkap kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI yang telah merugikan negara sebesar Rp 4,58 triliun. Sejumlah saksi pun telah diperiksa untuk menelusuri korupsi yang terjadi pada tahun 2004 tersebut. Diantaranya memeriksa mantan Wapres Boediono. Ia diperiksa sehubungan dengan kapasitasnya saat itu sebagai menteri keuangan, yang sesuai dengan Keppres Nomor 177 Tahun 1999 tentang Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK).

“Terus terang saat ini kami masih fokus satu penyidikan yang berkaitan dengan SAT (Syafruddin Arsyad Temenggung). Pemburuan kami tentu tidak sampai disana saja, kami juga masih mendalami pihak lain yang tentu juga terlibat berdasarkan kecukupan bukti yang dimiliki,” kata Febri Diansyah yang dikonfirmasi di Jakarta, Jum’at (05/01/2018).

Febri menegaskan, dalam peyelidikan dugaan korupsi SKL BLBI tidak ada hambatan dari pihak mana pun. Oleh karenanya pihaknya memiliki komitmen dan target jika kasus ini dapat diselesaikan pada tahun 2018. Terkait berlarut-larutnya pengungkapan kasus ini, Febri mengatakan bahwa BLBI merupakan kasus yang sudah cukup lama dan beberapa bukti harus dicari sehingga tentu butuh kerjasama dengan pihak dan lembaga lainnya.

“Kami melihat bahwa kasus ini memiliki karakternya kompleks karena ada kompleksitas tersendiri dari bukti-bukti tersebut. Akan tapi kami akan mencoba untuk membongkar kasus ini,” jelasnya.

Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman mengatakan, kasus Korupsi BLBI merupakan mega skandal terbesar yang dihadapi bangsa ini, bahkan sebelum KPK lahir kasus ini sudah eksis sejak tahun 1998. Oleh karena itu menjadi uji nyali tersendiri bagi KPK dengan misi menuntaskan kasus BLBI di tahun 2018. Karena sudah menjadi rahasia umum mega skandal BLBI melibatkan kalangan elite yang saat ini masih berkuasa dan tak tersentuh.

“Salah satunya adalah dugaan keterlibatan Boediono, selaku direktur BI saat itu, Boediono bersama jajaran direksi BI lainnya, memutuskan untuk memberikan kelonggaran fasilitas terhadap sejumlah bank ketika dikhawatirkan terjadi persoalan likuiditas dan penarikan dana oleh nasabah,” ujarnya.

Dugaan keterlibatan Boediono dalam kasus BLBI, sambung Jajang, sebenarnya sudah terang benderang. Putusan Mahkamah Agung No 977, 979, 981 K/Pid/2004 tanggal 10 Juni 2005, menyebut Boediono ikut dalam rapat Direksi BI pada 15 Agustus 1997.

Dalam menuntaskan kasus BLBI, hal yang sulit dituntaskan sendiri oleh KPK. Perlu ada kerjasama “koordinasi” yang baik antar KPK Kejaksaan dan Polri khusus menangani BLBI.

Untuk diketahui, KPK menyebut Syafruddin mengusulkan disetujuinya KKSK perubahan atas proses litigasi terhadap kewajiban obligor menjadi restrukturisasi atas kewajiban penyerahan aset oleh obligor BLBI kepada BPPN sebesar Rp4,8 triliun.

Dalam audit terbaru BPK, KPK menyebut nilai kerugian keuangan negara dalam kasus ini menjadi Rp 4,58 triliun. Nilai itu disebabkan Rp 1,1 triliun yang dinilai sustainable, kemudian dilelang dan didapatkan hanya Rp 220 miliar. Sisanya, Rp 4,58 triliun, menjadi kerugian negara.

KPK sendiri sudah memeriksa Boediono pada Kamis (28/12/2017). Mantan wapres itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Syafruddin. Boediono diperiksa dalam kapasitasnya saat itu sebagai Menkeu. Pemeriksaan Boediono merupakan kemajuan bagi KPK. Ini kali pertama bekas Wapres itu diperiksa. Untuk diketahui, selama periode 9 Agustus 2001 hingga 20 Oktober 2004 Boediono menjabat sebagai menteri keuangan dan sekaligus sebagai anggota Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) yang merupakan komite pengambil keputusan atas kebijakan BPPN di atas Rp 1 triliun.

Sebagai anggota KKSK, Boediono terlibat langsung dalam setiap penambahan biaya rekapitalisasi perbankan di BPPN. Sebelumnya, KPK sudah memeriksa mantan Menteri Keuangan, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Kwik Kian Gie, dan mantan Menteri Koordinator Perekonomian Dorojatun Kuntjoro. Kemudian, Menteri Keuangan 1998-1999 Bambang Subiyanto, Menteri BUMN Rini M Soemarno, serta Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) I Putu Gede Ary Suta, seperti yang dilansir harianterbit.com.(red)

Categories
Angkutan Darat Bisnis Ekonomi Megapolitan Transportasi

Kontrak PSO 2018 Alami Kenaikan, Ditjen Perkeretaapian: Penumpang ‘Commuter Line’ Akan Meningkat Perharinya 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasi massal untuk masyarakat, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian kembali melaksanakan penandatanganan kontrak Public Service Obligation (PSO) untuk tahun 2018.

Penandatanganan kontrak PSO menjelang penghujung akhir tahun 2017 ini dilaksanakan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis 28 Desember 2017 oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri bersama dengan Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro.

Merujuk pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2018 Nomor: SP DIPA-999.07.1.957337/2017 tanggal 29 Desember 2017 sebesar Rp 2.390.714.492.000,-. Dibandingkan dengan besaran PSO Tahun 2017 sebesar Rp 2.094.100.000.000, alokasi anggaran PSO tahun 2018 ini, mengalami kenaikan sebesar 14 persen. Adapun rincian PSO Bidang Angkutan Kereta Api Tahun 2018, adalah sebagai berikut:

1. Untuk KA Antarkota, terdiri atas:

  • KA Jarak Jauh dengan frekuensi perjalanan KA sebanyak 5.840 serta proyeksi penumpang kurang lebih  4.560.310, alokasi PSO yang diberikan sebesar Rp 173.768.847.967
  • KA Jarak Sedang dengan frekuensi perjalanan KA sebanyak 8.760 serta proyeksi penumpang kurang lebih 5.604.940, alokasi PSO yang diberikan sebesar Rp 235.679.996.921
  • KA Lebaran dengan frekuensi perjalanan KA sebanyak 72 serta proyeksi penumpang kurang lebih 56.232, alokasi PSO yang diberikan sebesar Rp 2.396.957.778

2. Untuk KA Perkotaan, terdiri atas :

  • KA Jarak Dekat dengan frekuensi perjalanan KA sebanyak 40.150 serta proyeksi penumpang kurang lebih 29.112.111, alokasi PSO yang diberikan sebesar Rp 575.959.187.461
  • KRD dengan frekuensi perjalanan KA sebanyak 22.995 serta proyeksi penumpang kurang lebih 9.321.735, alokasi PSO yang diberikan sebesar Rp 235.679.996.921
  • KRL dengan proyeksi penumpang kurang lebih 320.026.523, alokasi PSO yang diberikan sebesar 1.297.529.357.011

Sedangkan menurut komposisi besaran subsidi yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan, yaitu: untuk KA-KA yang dioperasikan oleh PT .KAI (Persero) memperoleh alokasi PSO sebesar Rp 1.093.185.134.989 atau total 46 persen dari total keseluruhan PSO yang diberikan. Sedangkan untuk KRL yang dioperasikan oleh PT. KCI memperoleh alokasi PSO sebesar Rp 1.297.529.357.011 atau total 56 persen dari total keseluruhan PSO yang diberikan.

Pada kontrak PSO tersebut, lintas layanan kereta api kelas ekonomi yang memperoleh PSO, sama dengan tahun 2017. Begitu pun dengan besaran tarif kereta api tahun 2018, berlaku sama dengan tarif pada tahun 2017.

Dari besaran subsidi tahun 2018 tersebut alokasi subsidi terbesar masih diberikan untuk penumpang yang menggunakan KRL Commuter Line. Hal ini seiring dengan program pemerintah untuk memindahkan mobilitas masyarakat dari penggunaan moda transportasi berbasis jalan raya ke moda transportasi berbasis rel.

Pemerintah memperkirakan di tahun 2018 nanti rata-rata penumpang perhari yang akan menaiki KRL sebanyak kurang lebih 877 ribu penumpang/hari. Apabila dibandingkan dengan rata-rata penumpang perhari yang menggunakan KRL di tahun 2017 sebanyak kurang lebih 800 ribu, terdapat kenaikan penumpang KRL sebesar 9,6 persen.

Pada kesempatan tersebut, Zulfikri mengatakan bahwa “Penandatanganan kontrak PSO ini merupakan bentuk kewajiban pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan kepada masyarakat pengguna kereta api sebagaimana amanat UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian”.

“Dengan pemberian PSO ini diharapkan masyarakat dapat menikmati layanan KA kelas ekonomi baik antar kota maupun perkotaan dengan tarif terjangkau. Walaupun KA-KA tersebut merupakan kereta yang memperoleh subsidi (PSO) bukan berarti pelayanan yang diberikan maupun keselamatan perjalanan KA menjadi nomor sekian, pelayanan dan keselamatan harus tetap diutamakan”, ujar Zulfikri.

Hal tersebut adalah sebagai perwujudan konsistensi Kementerian Perhubungan terhadap aspek keselamatan dan pelayanan sebagaimana yang selalu ditegaskan dalam berbagai kesempatan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang menegaskan bahwa ”Keselamatan dalam penyelenggaraan transportasi adalah sesuatu yang tidak bisa dikompromikan lagi”.

Pemerintah berharap baik itu PT.KAl (Persero) sebagai operator KA maupun masyarakat sebagai pengguna jasa layanan KA tetap mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api.

Pewarta : Anton 

Categories
Bisnis Ekonomi Industri Megapolitan

Kemendag Canangkan Hari Pakai Produk Indonesia

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan makin menumbuhkan rasa bangga terhadap produk-produk Indonesia, Kementerian Perdagangan RI bersama Sarinah mencanangkan Hari Pakai Produk Indonesia yang diadakan di Sarinah Thamrin, Jakarta,  Minggu (10/12 /2017).

Dalam sambutannya, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang naik positif sebesar 5,1 persen menjadi angin segar yang bisa dimanfaatkan bagi pelaku UMKM.

Tjahya Widayanti mengajak seluruh penduduk Indonesia untuk terus memakai produk lokal hasil karya anak bangsa Indonesia.

“Mulai dari detik ini,  mulai hari ini kita pakai produk-produk Indonesia. Hari ini kita harus berketetapan hati 100 persen memakai produk-produk Indonesia,” tukasnya dalam acara deklarasi Hari Pakai Produk Nasional tersebut.

Selain itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag juga mendorong para pengusaha UMKM berlomba dengan menghasilkan karya-karya atau produk-produk unggulan yang berdaya saing.

“Ada 600 UMKM yang mendaftar dalam UKM Award, namun hanya sekitar 220 UKM yang lolos seleksi. Dari sinilah nantinya akan hadir produk-produk Indonesia berkualitas. Sehingga diharapkan dapat mempermudah cara untuk mendapatkan produk yang baik,” tuturnya.

Sementara Direktur Utama PT Sarinah (Persero) I.G.N.P. Sugiarta Yasa, menyampaikan rasa bangga dengan dideklarasikannya Hari Pakai Produk Nasional, dimana Sarinah sebagai The Windows of Indonesia dapat menjadi tuan rumah dalam acara peresmian ini.

“Dalam kesempatan ini dengan bangga kita (Sarinah) sebagai The Windows of Indonesia menjadi tuan rumah dalam pencanangan HPPI (Hari Pakai Produk Indonesia). Ini merupakan sebuah gerakan yang sangat penting. Sebagai BUMN yang mengkhususkan pada penjualan ritel produk-produk khas dalam negeri, Sarinah melihat keberhasilan gerakan ini kelak akan menjadi salah satu tonggak berkembangnya rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya terhadap produk-produk nasional,” kata Sugiarta.

“Mari kita jadikan produk Indonesia sebagai produk keseharian kita,” imbuhnya.

Acara peresmian dan sekaligus deklarasi ini, dimeriahkan oleh musisi dan artis ibu kota seperti Kikan, Calvin Jeremy, Dwi Andika, Delia Septiarani dan Kiki Amalia. Hadir Kevin Liliana sebagai Runner Up Puteri Indonesia 2017 yang juga merupakan Miss International 2017 dan Direktur Utama PT Mustika Ratu Putri Kuswisnu, serta Kabid Perancangan & Kerjasama Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Widodo.

“Pakai Produk Indonesia, 100 persen Indonesia”

Pewarta : Anton 

Categories
Ekonomi Kuliner Megapolitan

Sarinah Jadi ‘Saksi’ Peresmian Pencanangan Hari Pakai Produk Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Pada hari Minggu, 10 Desember 2017, Sarinah akan menjadi tuan rumah acara peresmian Pencanangan Hari Pakai Produk Indonesia, yang akan diadakan di Plaza Sarinah Thamrin, Jakarta.

Hari Pakai Produk Indonesia merupakan sebuah gerakan yang mendorong peningkatan penjualan dan penggunaan produk-produk hasil karya anak bangsa di pasar domestik Indonesia. Acara ini akan menggelar berbagai kegiatan di antaranya; peresmian Hari Pakai Produk Indonesia, talkshow, pertunjukan musik, fashion show, serta senam zumba bersama.

Hari Pakai Produk Indonesia akan secara resmi dicanangkan dengan pembacaan deklarasi oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita, dan dihadiri oleh Direktur Utama PT Sarinah (Persero) I.G.N.P. Sugiarta Yasa, Direktur Utama PT Mustika Ratu Putri Kuswisnu, serta Kabid Perancangan & Kerjasama Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Widodo.

Selain itu, acara ini akan dimeriahkan oleh kehadiran Kevin Liliana, Putri Indonesia Lingkungan sekaligus Miss International 2017, serta sederet penyanyi nasional seperti Kikan, Ita Purnamasari, Melanie Subono, Delia Septianti serta Calvin Jeremi.

Sarinah menganggap Hari Pakai Produk Indonesia yang akan diresmikan pencanangannya, merupakan sebuah gerakan yang sangat penting. Ini terutama disebabkan semakin meningkatnya potensi kreatif serta kualitas produk dalam negeri indonesia dari tahun ke tahun. Dan sebagai BUMN yang mengkhususkan pada penjualan ritel produk-produk khas dalam negeri, Sarinah melihat keberhasilan gerakan ini kelak akan menjadi salah satu tonggak berkembangnya rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya terhadap produk-produk nasional.

Ayo..!!! Saksikan dan Dukung Gerakan Pakai Produk Hasil Karya Anak Bangsa Indonesia.

Pewarta : Anton/CS