Categories
Ekonomi IPTEK Ragam

ARIPO Adopsi Inovasi Sistem Pencatatan Elektronik Kekayaan Intelektual DJKI

Koran Jurnal, Jakarta – Harera-Indonesia diwakili oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membuat kemitraan strategis dengan Kantor Kekayaan Intelektual negara-negara di Benua Afrika yang tergabung dalam Organisasi Kekayaan Intelektual Regional Afrika/African Regional Intellectual Property Organization (ARIPO).

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Freddy Harris dengan Direktur Jenderal ARIPO Fernando Dos Santos pada 10 Desember 2020 di Kota Harare, Zimbabwe.

Freddy mengungkapkan, bahwa kerja sama ini terjalin lantaran Kantor Kekayaan Intelektual negara-negara di Benua Afrika tertarik, untuk mengadopsi inovasi sistem pencatatan elektronik hak cipta dan sistem pencatatan elektronik Kekayaan Intelektual Komunal dikembangkan oleh DJKI Kemenkumham saat ini.

“Kerja sama ini untuk membantu ARIPO yang beranggotakan 19 negara dari Benua Afrika dalam mengadopsi sistem yang dibuat DJKI. ARIPO beranggapan sistem kita buat sangat tepat untuk diterapkankan di negara-negara anggotanya,” ungkapnya.

“Dari kerja sama ini ARIPO dapat menerapkan sistem pencatatan elektronik untuk hak cipta, dan sistem pencatatan elektronik untuk sumber daya genetik, pengetahuan tradisional, dan ekspresi budaya tradisional (SDGPTEBT) untuk Negara Anggota ARIPO,” lanjutnya.

Menurut Freddy, DJKI akan menyediakan perangkat lunak sistem pencatatan elektronik untuk hak cipta dan perangkat lunak sistem pencatatan SDGPTEBT dengan pedomannya dalam bahasa Inggris dan bantuan serta pengetahuan teknisnya.

“DJKI akan memberikan source code untuk perangkat lunak yang dikembangkan dalam Proyek ini kepada ARIPO pada bulan Januari 2021,” ucapnya.

Dalam kerja sama ini, Freddy menegaskan bahwa ARIPO tidak diperbolehkan melakukan modifikasi terhadap source code perangkat lunak yang telah diberikan tanpa persetujuan tertulis dari DJKI selama jangka waktu pemeliharaan tiga tahun terhitung mulai tanggal 1 Januari 2021 hingga tanggal 31Desember 2023.

Melalui kerja sama ini, kontribusi Indonesia diharapkan dapat membantu pelindungan kekayaan intelektual di tingkat internasional, khususnya bagi negara-negara di Benua Afrika.(hum/red)

Categories
IPTEK Pendidikan

BMKG Gelar Rakornas Virtual, ‘Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Gempa Bumi-Tsunami Tahun 2020/2021 untuk Mewujudkan Zero Victim’

Koran Jurnal, Jakarta – BMKG menggelar Rakornas Virtual Antisipasi Bencana Hidrometeorologi dan Gempa Bumi-Tsunami Tahun 2020/2021, di Jakarta, Rabu (07/10/2020).

Tema Rakornas yaitu ”Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Gempa Bumi dan Tsunami 2020/2021 untuk mewujudkan Zero Victims”

Hadir dalam Rakornas tersebut antara lain Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Dirjen dari Kementerian Dalam Negeri, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kepala BPPT, juga Kepala BRG. Selain itu, turut hadir Gubernur Jawa Timur, Gubernur Riau, Plt. Gubernur Aceh, serta Bupati di daerah yang berisiko mengalami bencana hidrometeorologi, gempabumi dan tsunami. Kegiatan ini juga diikuti oleh Balai Besar dan Unit Pelaksana Teknis Stasiun BMKG di seluruh Indonesia.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, menyampaikan rapat koordinasi ini harus segera diselenggarakan, karena pada awal Oktober 2020 BMKG, NOAA, JMA, dan BoM Australia telah memastikan terjadinya fenomena La Nina pada level _moderate_ seiring dengan dimulainya awal musim hujan pada bulan Oktober – November. Hal ini berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Dengan adanya fenomena La Nina moderate ini diprediksi akan ada peningkatan curah hujan mulai bulan Oktober sampai November dan akan berdampak di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali di Sumatera. Oleh karena itu saya mengajak bapak dan ibu semua untuk bersiap, karena ini sudah di depan mata,” jelasnya.

Dwikorita menambahkan, catatan historis menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia 20% hingga 40% di atas normalnya, bahkan bisa lebih. Namun demikian, dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. Pada bulan Oktober-November 2020, diprediksikan peningkatan curah hujan bulanan dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatra. Selanjutnya, pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Sementara itu, untuk data kejadian gempa bumi, imbuh Dwikorita, berdasarkan data monitoring kegempaan yang dilakukan BMKG, sejak tahun 2017 telah terjadi trend peningkatan aktivitas gempabumi di Indonesia dalam jumlah maupun kekuatannya. Kejadian gempabumi sebelum tahun 2017 rata-rata hanya 4000-6000 kali dalam setahun, yang dirasakan atau kekuatannya lebih dari 5 sekitar 200-an. Namun setelah tahun 2017 jumlah kejadian itu meningkat menjadi lebih dari 7000 kali dalam setahun. Bahkan tahun 2018 tercatat sebanyak 11920 kali dan tahun 2019 sebanyak 11588 kejadian gempa.

“Ini bukan lagi peningkatan, tapi sebuah lonjakan yang cukup signifikan. Dengan data dan fakta bahwa kejadian tsunami yang terjadi di dunia sebagian besar dipicu oleh gempabumi tektonik, tentunya trend kejadian gempa yang melonjak ini juga mengakibatkan meningkatnya potensi tsunami. Sehingga perlu diperkuat kehandalan Sistem Mitigasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami, mengingat hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan terjadinya gempabumi,” jelas Dwikorita.

Lain daripada itu, fakta menunjukkan tsunami tidak hanya dipicu oleh gempabumi tektonik. Pada Desember 2018, terjadi peristiwa _typical_ tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 yang diakibatkan oleh aktivitas gunung api di laut yang menurut statistik, kejadian tsunami tersebut sangatlah langka yaitu sebanyak 5% dari total kejadian tsunami di dunia.

Berdasarkan data tersebut, Dwikorita menjelaskan mitigasi serta peringatan dini gempabumi dan tsunami serta cuaca dan iklim ekstrem merupakan hal yang mendesak untuk dipersiapkan dan diperkuat. Masalah dan _gap_ antara pusat dan daerah harus segera diidentifikasi untuk meningkatkan efektivitas dalam mewujudkan Zero Victims.

“Sebagai contoh, pada tanggal 6 Oktober kemarin kami baru saja melaksanakan gladi evakuasi tsunami IOWave 20 yang diselenggarakan secara nasional dan internasional. Di situ teridentifikasi ternyata beberapa sirine tsunami tidak berfungsi, sementara untuk memperbaiki atau mengganti sudah tidak ada yang menyediakan suku cadangnya. Ini adalah masalah teknis atau mikro tapi dampaknya bisa besar sehingga perlu koordinasi yang lebih baik antara pusat dengan daerah, antara BNPB sebagai Koordinator dengan Kepala Daerah atau BPBD,“ tutur Dwikorita.

“Sehingga mari kita rumuskan bersama alternatif solusi dari permasalahan-permasalahan yang nanti akan teridentifikasi dan pada akhirnya akan kita rumuskan rencana aksi bersama untuk mewujudkan Zero Victims dalam menghadapi multi-bencana hidrometeorologi, gempabumi, dan tsunami,” pungkas Dwikorita.

Rekomendasi Rencana Aksi Rakornas Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Gempa Bumi-Tsunami

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk bersinergi dalam merespon informasi potensi bencana yang disampaikan oleh BMKG.

“Saya mendapatkan informasi dari Kepala BMKG bahwa peningkatan curah hujan akibat La Nina ini bisa sampai 40%. Jadi tolong ini disikapi secara serius. Semua pimpinan K/L, Gubernur, Bupati wajib meningkatkan kewaspadaan, apalagi kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19,” tegas Luhut.

Menurut Menko Luhut, kemajuan teknologi yang dimilik oleh BMKG saat ini dapat memudahkan siapapun untuk mengakses informasi peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG. Oleh karena itu, Luhut meminta para pimpinan K/L dan daerah menjadikan informasi BMKG sebagai referensi dalam pengambilan kebijakan.

“Apa yang dilakukan oleh BMKG ini menurut saya sangat penting. Mulai saat ini kita harus memperhatikan apa saja informasi yang dikeluarkan oleh BMKG. Terlebih kita masih dalam situasi pandemi. Jika kita lengah kemudian terjadi bencana seperti banjir dan tsunami, itu bisa menimbulkan situasi chaos dan akan sangat berdampak buruk bagi masyarakat,” ujarnya.

Terakhir, Luhut meminta semua pihak berkoordinasi dan berkolaborasi dalam menghadapi bencana. Sinergi antara pusat dan daerah, serta antar daerah dalam upaya peningkatan mitigasi perlu diperkuat implementasinya.

Mohon bapak ibu pimpinan, para kepala daerah untuk betul-betul bersinergi. Ini masalah kita bersama dan harus kita selesaikan bersama. Tidak boleh lagi saling menyalahkan dalam urusan bencana,” pungkas Luhut.(hum/red)

Categories
IPTEK TNI

Resmikan Satsiber Dispamsanau, KSAU: Internet Berevolusi menjadi Domain Sarana untuk Pertempuran

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P. mengatakan, kemajuan teknologi di bidang internet memberi banyak kemudahan serta mengubah cara hidup manusia dalam menangani suatu permasalahan, internet juga berevolusi menjadi salah satu domain yang dapat digunakan sebagai sarana untuk pertempuran.

Hal tersebut disampaikan Kasau saat meresmikan Satuan Siber (Satsiber) Dinas Pengamanan dan Persandian Angkatan Udara (Dispamsanau) di Gedung I.G. Dewanto Denma Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/09/2020).

Lebih lanjut KSAU mengatakan, spectrum ancaman dan bentuk peperangan masa depan, akan ter-disrupsi secara ekstrem oleh unprecedented technology, dimana salah satunya adalah kemampuan Siber.

“Karakter ancaman dan bentuk peperangan yang semakin tidak bisa diprediksi, menjadi tantangan tersendiri bagi militer di seluruh dunia, termasuk Indonesia khususnya TNI AU, hal ini lah yang menjadi pendorong pembentukan Satuan Siber agar mampu menangani permasalahan ini,” tegas KSAU.

Kasau menekankan agar setiap personel Satsiber dapat menjadikan tugas sebagai sebuah kehormatan, gunakan kesempatan untuk jadikan dasar dan fondasi yang kokoh sehingga akan memberikan pengaruh yang besar bagi kemajuan dan kejayaan TNI AU.

Satuan Siber Dispamsanau merupakaan salah satu upaya TNI AU untuk mencegah, menanggulangi, memulihkan, dan menindak serangan Siber terhadap infrastruktur Angkatan Udara yang memanfaatkan berbagai macam celah keamanan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakasau, Irjenau, para Asisten Kasau, Kapuslaiklambangjaau, Kadispenau dan para pejabat lingkungan Mabesau.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Dukung Penyiapan Ibukota Negara Baru, Pushidros TNI AL Gelar Opsurta di Perairan Balikpapan dan Taritip Kaltim

Koran Jurnal, Jakarta – Guna mendukung rencana penyiapan Ibukota negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menggelar Operasi Survei dan Pemetaan (Opssurta) hidro-oseanografi di Perairan Balikpapan dan perairan Taritip di Kalimantan Timur, Rabu (22/07/2020).

Menurut Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H, survei di perairan Balikpapan dan Taritip Kaltim, dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab Pushidrosal terhadap ketersedian data hidro – oseanografi, peta khusus Angkatan Laut di lokasi rencana pangkalan TNI AL, dan peningkatan Faslabuh di perairan IKN Kaltim, serta menjamin keselamatan bernavigasi di laut, dalam bentuk Peta Laut Indonesia (PLI) maupun publikasi Nautika.

Berdasarkan informasi dari data Automatic Identification System (AIS), diketahui bahwa perairan Alur Pelayaran Balikpapan merupakan alur yang sangat padat serta terdapat fasilitas migas didalamnya, sehingga tentunya menuntut adanya ketersediaan PLI dan publikasi nautika yang mutakhir dan up to date.

“Saat ini Balikpapan sedang dipersiapkan sebagai gerbang utama menuju Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang baru, sehingga menjadikan daerah ini sebagai salah satu kota penyangga untuk mendukung rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara,” tutur Kapushidrosal.

Sebagai tindak lanjut dari rencana pemerintah terkait IKN, maka Pushidrosal turut serta mendukung program pemerintah, TNI dan TNI AL dengan melaksanakan Survei dan Pemetaan Hidro-Oseanografi di Perairan Balikpapan dan perairan Taritip guna up-date data alur pelayaran dan publikasi nautika untuk mendukung dan menjamin keselamatan dalam bernavigasi dan kegiatan kepelabuhanan di perairan Alur Balikpapan serta pengembangan fasilitas TNI AL melalui gelar Operasi survei dan pemetaan yang dilakukan oleh 2 Unit Tugas Survei Pushidrosal.

Unit Tugas Survei yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) Buyung Kurniawan, S.T., M.T. bersama team melaksanakan kegiatan Survei dan Pemetaan di Perairan Balikpapan yang meliputi meliputi alur masuk pelabuhan Semayang di Teluk Balikpapan hingga Teluk Waru, Pulau Balang dan Sabut, seperti yang tergambar dalam Peta Laut Indonesia (PLI) Nomor 130 dan PLI Nomor 157 berdasarkan sumber data survei pada Perairan Balikpapan yang dilaksanakan pada tahun 2017.

Kemudian Unit Tugas Survei yang dipimpin oleh Mayor Laut (P) Yohanis Kalambo, S.T. bersama team survei melaksanakan kegiatan Survei dan Pemetaan di Perairan Taritip Kalimantan Timur yang meliputi meliputi pesisir taritip guna mendukung pengembangan pangkalan TNI AL dengan sumber data survei pada perairan Taritip yaitu survey Kaltim tahun 1979.

Penyiapan data hidro-oseanografi yang dimulai dari proses akuisisi data survei di lapangan, pengolahan data, hingga penyiapan peta yang bertujuan guna mendukung penyiapan ibukota negara dan rencana pengembangan fasilitas labuh VVIP Kepresidenan di kawasan perairan Kaltim. Di sisi lain aspek strategis untuk militer, survei ini diharapkan menghasilkan suatu rekomendasi teknis kepada pimpinan tentang pengembangan Faslabuh Pangkalan TNI AL.

“Hal ini sehubungan dengan rencana pemindahan ibukota RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur, sehingga dibutuhkan data hidro-oseanografi yang memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi, akurat dan mutakhir untuk menjamin keselamatan bernavigasi mengantisipasi peningkatan jalur transportasi laut dari dan ke ibukota baru,” pungkas Kapushidrosal.

Sehubungan dengan situasi New Normal saat ini, dalam melaksanakan kegiatan, Tim Unit Tugas Pushidrosal tetap melaksanakan prosedur protokol kesehatan Covid -19.(disp/red)

Categories
Hukum IPTEK Polhukam

Aplikasi ‘Verasi’ Inovasi Kemenkumham Menuju Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Aplikasi berbasis teknologi informasi Verifikasi dan Akreditasi “Verasi” Organisasi Bantuan Hukum (OBH) dikembangkan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Prof. Yasonna Hamonangan Laoly menjelaskan, bahwa aplikasi Verasi memberi kontribusi yang nyata terhadap upaya pemerintah dalam melakukan perluasan akses bantuan hukum gratis.

“Khususnya untuk orang tidak mampu melalui peran dari Organisasi Bantuan Hukum (OBH) atau yang biasa dikenal dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH),” jelasnya, Senin (29/06/2020), dalam wawancara secara virtual di hadapan Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Sebelum aplikasi ini beroperasi, BPHN acapkali menemui kendala sewaktu melakukan penilaian terkait lolos atau tidaknya OBH/LBH yang mendaftar.

Menkumham menambahkan, bahwa aplikasi Verasi OBH BPHN membantu BPHN dalam menentukan kelolosan dan akreditasi OBH atau LBH. Aplikasi ini juga melakukan penilaian otomatis, yakni klasifikasi akreditasi OBH berupa nilai A, B, dan C berdasarkan dokumen yang diajukan oleh pendaftar.

Verifikasi dan akreditasi yang sebelumnya dilakukan manual menyebabkan sejumlah persoalan. Salah satunya lambannya proses inventarisasi permohonan yang diajukan oleh OBH/LBH karena dokumen persyaratan harus dikirimkan secara langsung atau melalui Pos ke gedung BPHN yang beralamat di Jakarta.

Menurut Yasonna Laoly, hal ini tentu sangat tidak efektif bagi OBH/LBH di luar Jabodetabek. Belum lagi potensi dokumen terselip atau terpisah sehingga menyebabkan OBH/LBH gagal diverifikasi atau akreditasi.

“Amanat UU Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum amat mulia, yakni menjamin setiap warga Negara khususnya orang atau kelompok orang miskin untuk mendapatkan akses keadilan (access to justice) dan kesamaan di hadapan hukum (equality before the law),” tuturnya.

Oleh karenanya, sebagai pelaksana penyelenggaraan bantuan hukum se-Indonesia, BPHN mengupayakan tantangan dan hambatan penyelenggaraan bantuan hukum teratasi dengan inovasi.

Sementara itu, Kepala BPHN Prof. Benny Riyanto menambahkan, bahwa aplikasi Verasi pada Prinsipnya access to justice dalam bantuan hukum harus diberikan kepada siapapun (no one left behind) terlebih orang miskin yang berhadapan dengan hukum.

Selain itu, kualitas pendampingan hukum harus diperhatikan melalui Pemberi Bantuan Hukum yang berkualitas pula.

“Kehadiran aplikasi Verasi sangat bermanfaat dalam menjaring Pemberi Bantuan Hukum yang berkualitas,” ujar Prof. Benny Riyanto.

Sebagai gambaran, Verifikasi dan Akreditasi merupakan kewenangan Menkumham sebagaimana mandat UU Nomor 16 Tahun 2011, untuk memastikan kelayakan dari OBH atau organisasi kemasyarakatan selaku Pemberi Bantuan Hukum.

“Dalam pelaksanaanya, Menkumham mendelegasikan kewenangan ini kepada BPHN, yakni Unit Utama (Eselon I) di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM) untuk melaksanakan Verifikasi dan Akreditasi setiap tiga tahun sekali,” Kepala BPHN menambahkan.

Mempermudah Verifikasi dan Akreditasi OBH

Aplikasi Verasi dibuat untuk mempermudah Panitia Verifikasi dan Akreditasi yang dibentuk oleh Menkumham sewaktu melakukan seleksi, evaluasi, hingga penentuan kelayakan Pemberi Bantuan Hukum.

Sebab berdasarkan Peraturan Menkumham Nomor 3 Tahun 2013 tentang Tata Cara Verifikasi dan Akreditasi Lembaga Bantuan Hukum atau Organisasi Kemasyarakatan, tahapan Verifikasi dan Akreditasi terdiri mulai dari pengumuman, permohonan, pemeriksaan administrasi, pemeriksaan faktual, pengklasifikasian Pemberi Bantuan Hukum, dan yang terakhir penetapan Pemberi Bantuan Hukum.

Dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 ini, aplikasi Verasi masuk kategori kelompok inovasi umum. Tim evaluasi menerima 2.250 proposal dan menyatakan hanya 2.126 proposal yang lolos seleksi administrasi khusus kategori umum.

Lalu tahap selanjutnya, tim evaluasi melakukan penilaian dan didapatkan sebanyak 229 proposal di mana terdapat 193 proposal kategori umum lalu diserahkan kepada Tim Panel Independen dan ditetapkan sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Selain aplikasi besutan BPHN, ada satu aplikasi lagi yakni Pos Pengaduan HAM di 50 Denominasi Gereja di Manokwari yang dikembangkan Kemenkumham yang masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Secara umum, instansi pemerintah yang berhasil masuk daftar Top 99 terdiri dari 11 Kementerian, 9 Lembaga, 9 Pemerintah Provinsi, 42 Pemerintah Kabupaten, dan 15 Pemerintah Kota. Tinggal selangkah lagi, Aplikasi Verasi OBH BPHN ditetapkan sebagai Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020.

“Aplikasi Verasi bisa dicontoh atau direplikasi oleh aplikasi terkait verifikasi dan akreditasi pada Instansi Pemerintah lainnya. Contohnya, pada April 2019 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengundang BPHN Kementerian Hukum dan HAM untuk memberikan masukan terhadap mekanisme akreditasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) di Indonesia,” ungkap Menkumham Yasonna Laoly.(hum/red)

Categories
IPTEK Megapolitan Polisi Telekomunikasi

Peduli Covid-19, Polda Metro Jaya Luncurkan Portal Polisikita.id

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana resmi meluncurkan portal Polisikita.id, di halaman Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Selasa, (23/06/2020).

Acara peluncuran turut dihadiri Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dan sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya.

Portal layanan kepolisian untuk peduli Covid-19 ini diinisiasi Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Roma Hutajulu.

Dalam sambutannya, Nana mengatakan Portal Polisikita.id merupakan sebuah bentuk program pelayanan Polda Metro Jaya yang diinisiasi oleh Dirkrimsus Polda Metro beserta tim di masa Pandemi Covid-19.

“Jadi, kegiatan ini juga sebagai langkah nyata Polisi yang Promoter sesuai dengan Program Prioritas Kapolri, yakn pemantapan Harkamtibmas dan Penguatan Sinergi Polisional,” ujar Nana.

Situasi Pandemi Covid-19 saat ini, lanjut Nana, memerlukan penanganan yang bersinergi dengan seluruh kementrian dan lembaga terkait yang memiliki fungsi tugas yang sama.

“Semua kegiatan ini disatukan dalam portal polisikita.id yang berupa layanan informasi dan edukasi tambahan seperti informasi berita dan edukasi informasi kepada masyarakat,” tukasnya.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengapresiasi kinerja kepolisian Polda Metro Jaya. Menurut Argo, dengan adanya website polisikita.id sebagai layanan informasi kepolisian terkait pandemi Covid-19 dapat memberikan kemudahan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat luas.

“Polda metro ternyata hebat. Semua anggota care atau peduli terhadap Covid-19 ini. Saya bangga dengan adanya portal ini. Semoga bisa memudahkan informasi ini cepat tersalurkan dengan baik ke masyarakat,” tandasnya.(red)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Survei Hidro-Oseanografi di Perairan Dermaga Koarmada III Sorong Papua Barat

Koran Jurnal, Jakarta – Guna memastikan alur pelayaran aman bagi KRI, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL menggelar Operasi Survei dan Pemetaan (Opssurta) hidro-oseanografi di alur pelayaran menuju dermaga baru Komando Armada III Distrik Salawati, Sorong, Papua Barat.

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H, Rabu (29/04/2020) di Mako Pushidrosal, Jakarta mengatakan bahwa Koarmada III saat ini terus melakukan pembangunan fasilitas penunjang dan gedung Mako Armada III yang terletak di distrik Salawati. Seiring dengan pembangunan fasilitas labuh TNI AL tersebut dan untuk mendukung kegiatan peresmian dermaga, maka Pushidrosal mengirimkan Tim Survei yang melaksanakan Opssurta Hidros selama 35 hari di perairan Selat Sele.

“Survei yang dilakukan Pushidrosal ini bertujuan untuk memastikan rute Alur Pelayaran menuju dermaga baru Koarmada III di Distrik Salawati ini aman dilayari oleh unsur-unsur KRI yang akan sandar di dermaga Koarmada III baik saat kegiatan peresmian dermaga maupun saat mendukung kegiatan OMP / OMSP di masa mendatang. Selain itu,
Data hidro-oseanografi yang diperoleh dipergunakan untuk penentuan posisi peletakan rambu navigasi dan akan dipergunakan pembuatan peta khusus Alur pelayaran hingga Dermaga Koormada III , serta untuk memperbaharui Peta Laut Indonesia nomor 185,” kata Kapushidrosal, Rabu (29/04/2020).

Selama 35 hari tim survei Pushidrosal yang berjumlah 12 personel di bawah pimpinan Mayor Laut (P) Mustika Ari Wibowo A.T.,S.T. melaksanakan kegiatan survei yang meliputi; Penetapan titik kontrol horisontal dan vertikal, Pengukuran Bathymetri, Investigasi Kedangkalan, Pengukuran Sub Bottom Profile, Pengukuran Pengukuran Pasang Surut, Pengukuran Arus, Pengukuran CTD, Pengukuran sedimentasi, Pengambilan Sampel Dasar Laut, penentuan posisi pemasangan rambu, Uji rute alur pelayaran, serta Pengukuran Detil Darat komplek Koarmada III.

“Pemutakhiran data hidro-oseanografi ini mutlak dibutuhkan guna meningkatan level kepercayaan / Category Zone Of Confident (CatZoc) dan keselamatan bagi unsur-unsur KRI yang akan keluar masuk menuju dermaga Koarmada III,” jelas Kapushidrosal.

Salah satu kegiatan nyata untuk memberikan level kepercayaan tersebut adalah dengan didapatkan hasil kedalaman full coverage area tersebut dimana rintangan dan bahaya pelayaran tergambarkan pada Peta Laut Indonesia no 185,

Setelah Tim Survei selesai melaksanakan seluruh kegiatan pengambilan data hidro – oseanografi, telah dilaksanakan uji coba rute alur pelayaran yang telah ditetapkan dengan menggunakan wahana apung KRI Albakora 867 pada tanggal 10 April 2020 lalu dan dapat berjalan dengan lancar.
Pada pelaksanaan uji coba alur turut onboard di KRI antara lain Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Maman Firmansyah, Asops beserta pejabat Koarmada III.(disp/red)

Categories
IPTEK Nasional

Kominfo: Aplikasi “Peduli Lindungi” Bantu Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 meyakini kehadiran aplikasi “Peduli Lindungi” di sistem android dapat membantu dalam memutus mata rantai penularan virus SARS-CoV-2 atau Corona penyebab COVID-19 di masyarakat.

Aplikasi ini diciptakan untuk mengidentifikasi orang-orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan orang yang dinyatakan positif COVID-19 atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan, melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengingat riwayat perjalanan dan dengan siapa saja dia melakukan kontak.

“Kami berharap dengan itu dilakukan maka monitoring dan pergerakan baik pasien atau yang sudah tertular atau yang masih di dalam pemantauan ataupun yang diistilahkan sebagai ODP dapat dilakukan monitoring secara online pergerakannya,” ujar Menkominfo Johnny G. Plate dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (08/04/2020).

Selain itu, aplikasi ini juga dapat memudahkan masyarakat yang tengah beraktivitas di luar rumah untuk mewaspadai kurir pembawa virus. Asal dengan catatan, seluruh masyarakat baik yang positif, sembuh, dalam pemantauan, maupun sehat memberikan informasi dirinya.

Pertukaran data akan terjadi ketika ada gadget lain dalam radius bluetooth yang juga terdaftar di Peduli Lindungi. Apabila terdeteksi adanya ancaman virus dalam radius dekat, maka sistem akan menginformasikan ke si pengguna.

“Masyarakat akan diberikan informasi secara langsung bahwa di sekitar mereka dalam jarak dua sampai lima meter berpotensi adanya kurir pembawa virus yang berada di sekitarnya. Mereka akan diminta untuk segera menghindar dan menjauhkan diri darinya,” jelas Menkominfo Johnny.

Saat ini kata Johnny, aplikasi Peduli Lindungi baru bisa diunduh di sistem Android. Ia pun telah berkomunikasi dengan Apple sebagai penyedia layanan IOS agar bisa melakukan hal serupa denhan memberikan akses instalasi secara gratis.

“Untuk itu, akan sangat membantu kita untuk segera memutus mata rantai sebaran COVID-19. Dari sisi Kementerian Kominfo, kami minta agar mulai membangun narasi-narasi energi positif untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Survei Perairan Pacitan Guna Dukung Strategi Pengembangan Lanal dan Keselamatan Navigasi Pelayaran

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. menegaskan bahwa hidrografi bukan hanya sekedar peta laut, Hidrografi adalah Kunci Gerbang Perekonomian dan Ujung Tombak Pertahanan Laut Suatu Negara.

Komitmen tersebut diwujudkan antara lain melalui penyelenggaraan operasi Survei dan Pemetaan (Opssurta) Hidros oleh Unit Survei 5 Satsurvei di perairan Pacitan Jawa Timur pada Sabtu (21/03), yang secara geografis menghadap Samudera Hindia dan memiliki potensi sumber daya alam kelautan melimpah untuk menunjang pembangunan nasional.

Menurut Kapushidrosal, Peta Laut Indonesia Perairan Pacitan saat ini merupakan hasil survei Belanda tahun 1831, sehingga sangat urgen dilakukan updating data hidro-oseanografi untuk menjamin keselamatan navigasi pelayaran, pembangunan pelabuhan dan infrastuktur pendukung lainnya. Disamping itu, pada aspek pertahanan laut membawa konsekuensi pentingnya pembangunan fasilitas pangkalan TNI AL sesuai kebijakan Pimpinan TNI AL yaitu pengembangan Posal Pacitan menjadi Lanal Pacitan.

Surta Hidros yang telah berlangsung separuh waktu dari rencana pelaksanaan 50 hari, telah dilakukan Inspeksi oleh Inspektur Pushidrosal Kolonel Laut (P) Dr. Syahbudi, S.E., M.A.P di daerah operasi, dengan tujuan untuk menjamin kesesuaian time line pelaksanaan operasi, ketepatan implementasi metode survei dan akurasi kompilasi data hasil survei Hidros, yang meliputi data hidrografi, oseanografi, meteorologi dan geografi maritim.

Rangkaian kegiatan inspeksi meliputi pengecekan langsung di lokasi lahan pembangunan Lanal Tipe D Pacitan yang berdekatan dengan posisi pembangunan titik Hidro Pilar (geodetik), selanjutnya kunjungan ke Posko Survei di Pelabuhan Temperan untuk menerima paparan dan evaluasi pelaksanaan survei, pengecekan data hasil survei dan penggambaran Lembar Lukis Lapangan, pengecekan langsung stasiun pasang surut dan wahana survei boat sounding, pengecekan stasiun meteorologi, sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), float tracking dan kunjungan ke Poskamladu.

Irpushidrosal yang didampingi oleh Sahli Jemen Pushidrosal Letkol Laut (P) Iswantono, S.Si., M.M., Komandan Unit Survei 5 Letkol Laut (P) Yulianto, M.T., serta Komandan Posal Pacitan Pelda Totok berkesempatan melakukan kunjungan ke Pemda Kabupaten Pacitan yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Pacitan Bapak Drs. H. Yudi Sumbogo, M.M. Secara khusus Wakil Bupati menyampaikan terimakasih atas terlaksananya survei hidros yang diinisiasi oleh Pushidrosal sehingga data hidrografi dan oseanografi yang diperoleh diharapkan dapat mendukung rencana pembangunan infrastruktur kelautan di Pacitan khususnya Pembangunan Pelabuhan Umum di sisi timur Teluk Pacitan serta berharap kehadiran Lanal Pacitan dapat segera direalisasikan.
Pada kesempatan tersebut sekaligus disampaikan buku dan referensi produk Pushidrosal untuk menambah koleksi sumber ilmu dan pengetahuan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan.

Lebih lanjut Irpushidrosal menyampaikan ungkapan syukur Alhamdulillah dan apresiasi kepada Komandan Unit Survei 5 dan personel pendukung sehingga kegiatan survei dapat terlaksana sesuai dengan Rencana Operasi (RO) Niscala 02-2020.

Dalam arahan santiaji kepada personel Unit Survei 5, disampaikan penekanan agar tetap semangat, bersinergi dan menciptakan tim work yang solid, senantiasa berdoa sesuai agama masing-masing, menjaga kesehatan, memperhatikan faktor keamanan personel dan materiil (zero accident) dalam menuntaskan tugas operasi sampai dengan awal April 2020.(disp/red)

Categories
Daerah IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Dukung Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Super Prioritas Danau Toba

Koran Jurnal, Balige – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) mendukung percepatan pembangunan destinasi wisata super prioritas Danau Toba.

Seperti diketahui, Danau Toba telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai salah satu dari lima kawasan strategis pariwisata nasional dengan status super prioritas, selain Likupang, Mandalika, Borobudur dan Labuan Bajo.

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. di Mako Pushidrosal, Jakarta, mengatakan dukungan Pushidrosal kepada pemerintah dalam percepatan pembangunan destinasi wisata super prioritas Danau Toba dengan dilaksanakannya operasi survei dan pemetaan (Opsurta) di perairan Danau Toba, Selasa (17/03/2020)

“Penyediaan Peta baik Peta Kertas maupun peta elektronik menjadi bagian penting dalam peningkatan fasilitas destinasi wisata super prioritas guna memberikan jaminan keamanan dan keselamatan pelayaran di Danau Toba,” kata Kapushidrosal.

Diharapkan peta navigasi tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan nasional dalam penetapan alur maupun sistem transportasi di Danau Toba.

Menurut Kapushidrosal, pasca musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun IV, yang berlayar dari pelabuhan Simanindo (Samosir) dengan tujuan Tigaras (Simalungun) pada tanggal 18 Juni 2018; menjadi momentum pelaksanaan operasi survei dan pemetaan (Opsurta) Hidro-Oseanografi seluruh perairan Danau Toba.

“Hasil survei tersebut telah diolah menjadi peta kertas (paper chart) dan peta digital atau electronic navigation chart (ENC) dengan standard internasional IHO. Peta kertas dan peta digital tersebut dibuat dengan sekala Approach to Harbour, dengan 10 cell ENC sesuai dengan jumlah liputan peta kertas (nomor 522 dan 523),” ungkap Chief Hydrographer Indonesia.

Peta Laut Danau Toba merupakan peta danau toba pertama yang dibuat di Indonesia dalam versi kertas dan elektronik menggunakan standar internasional peta inland waterways melalui survei hidrografi selama kurang lebih dua tahun untuk mendapatkan data kedalaman dan karakteristik perairan Danau Toba.

Hal ini untuk mendukung kegiatan navigasi dan keselamatan transportasi di perairan Danau Toba serta mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia khususnya terkait Destinasi wisata premiun dalam rangka mendukung kebijakan poros maritim dunia

Menindaklanjuti hal itu, pada 12 Maret 2020 lalu, telah dilaksanakan rapat koordinasi rencana penetapan alur pelayaran Danau Toba dengan pimpinan rapat Asisten Deputi Navigasi dan Keselamatan Maritim Odo R.M.Manuhutu dan dihadiri oleh Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Disnav kelas 1 Belawan, Direktur Kenavigasian Hubla, Kepala pengelola Transportasi Darat wilayah II Sumut, dan Pushidrosal yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemetaan Pushidrosal Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana P, M.M.

Untuk menunjang hal tersebut, perlu adanya pemenuhan aspek keselamatan pelayaran meliputi penetapan alur pelayaran, penyediaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), dan telekomunikasi pelayaran (Telkompel).

Pada kesempatan ini juga, Kepala Dinas Pemetaan Pushidrosal Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana P, M.M., menyampaikan bahwa peta kertas dan peta digital (ENC-Electronic Navigation Chart) siap untuk diluncurkan dan dapat digunakan sebagai bahan penetapan alur pelayaran di perairan Danau Toba bagi stakeholder terkait maupun untuk digunakan bagi kapal-kapal yang beroperasi di Danau Toba.

Diharapkan, penetapan alur pelayaran di perairan Danau Toba selesai pada Juni 2020 dengan rencana kurang lebih 35 trayek alur pelayaran serta dapat segera ditetapkan pemerintah. Mengingat aspek keselamatan navigasi pelayaran dan pengembangan pelabuhan beserta SBNP pendukungnya merupakan salah satu pendukung fasilitas percepatan pembangunan destinasi wisata super prioritas Danau Toba.(disp/red)