Categories
Daerah Polhukam TNI

Tingkatkan Naluri Tempur, Prajurit Satkopaska Koarmabar Latihan Tempur Di Kawasan Hutan Jatiluhur

Koranjurnal.co.id, Purwakarta – Dalam rangka untuk terus meningkatkan naluri tempur sebagai prajurit komando, prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar melaksanakan latihan tempur di kawasan hutan yang berada di daerah Rawalumbu Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (07/03/2018).

Menurut Komandan Satkopaskaarmabar Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, M.M., latihan tempur ini merupakan latihan geladi tugas tempur setingkat K-2 yang dilaksanakan selama dua minggu dengan mengambil medan latihan di hutan kawasan Purwakarta, Jawa Barat. Sebagai prajurit komando, diperlukan latihan secara terus menerus dengan tujuan untuk memelihara naluri tempurnya agar selalu terjaga profesionalisme sebagai prajurit tri matra.

Dalam latihan ini, materi latihan yang dilaksanakan antara lain; melaksanakan patroli hutan, patroli malam, menembak tempur, menembak sniper, menembak senjata bantuan, mountaineering berupa merayap tali satu, rappeling, scrambling, memanjat tali satu dan materi terakhir melaksanakan lintas medan menempuh jarak kurang lebih sekitar 40 Km ditempuh dalam waktu tiga hari.

Sementara itu, menurut Perwira Pelaksana Harian Latihan Letkol Laut (P) M. Machri Mokoagow, M. Tr. Hanla., bahwa inti materi latihan itu semua tujuannya adalah untuk menjaga naluritas dan stabilitas prajurit Satkopaska Koarmabar, sekaligus meningkatkan daya tahannya dalam menghadapi medan yang sebenarya. Terutama medan pegunungan, karena ini dibutuhkan ketika prajurit ditugaskan menghadapi medan sebenarnya sudah paham dalam kesulitan-kesulitan alam yang dihadapi nantinya.(tonmp/Disp)

Categories
Daerah Kriminalitas Polhukam TNI

Tim WFQR I Lanal Dumai Koarmabar Tangkap Pencuri Karnel/ Inti Sawit Di Perairan Dumai

Koranjurnal.co.id, Dumai – Tim WFQR I.6 Lanal Dumai salah satu Lanal di jajaran Lantamal I Belawan Koarmabar telah berhasil menangkap 8 orang pelaku pencurian muatan Tongkang berupa Karnel/Inti Sawit di Perairan Dumai, beberapa waktu lalu, (02/03).

Keberhasilan tersebut bermula pada saat tim WFQR I.6 Lanal Dumai menerima informasi tentang adanya sekelompok orang dengan menggunakan sebuah Boat yang sedang mengambil/mencuri muatan berupa Karnel/Inti Sawit diatas Tongkang Indra Samudera di perairan Dumai (sekitar pelabuhan Roro Dumai).

Mendapat informasi tersebut, Tim langsung bergerak cepat dan beraksi melakukan pencarian Tongkang Indra Samudera dengan menggunakan Unsur Sea Rider, pada pukul 02.00 Wib, Tim WFQR I Lanal Dumai berhasil menemukan Tongkang Indra Samudera dan diketahui disamping Tongkang tersebut terdapat KM. Suha Nawalzuoghby GT.6 dan ABK nya yang sedang memindahkan muatan berupa Karnel/Inti Sawit dari Tongkang Indra Samudera.

Selanjutnya Tim memeriksa dan menahan KM. Suha Nawalzuoghby beserta nakhoda inisial AK (43 th) dan 7 orang ABK nya. Selanjutnya dibawa ke Posmat Sungai Dumai untuk dilaksanakan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Tongkang Indra Samudera ditarik oleh Tug Boat SA. 02 dengan muatan Karnel/Inti Sawit dan berlayar dari Tanjung Balai Karimun tujuan Dumai, pada saat kejadian pencurian sedang dalam posisi lego jangkar di perairan Dumai untuk menunggu proses bongkar. Muatan berupa Karnel/Inti Sawit adalah milik PT. Wilmar.

Sementara itu untuk modus pencurian Karnel/Inti pada kasus tersebut, pelaku mendatangi Tug Boat SA. 02 penarik Tongkang Indra Samudera yang bermuatan Karnel/Inti Sawit dengan menggunakan Kapal Motor, kemudian pelaku menuju ke Tongkang dan memindahkan muatan berupa Karnel/Inti sawit ke palka Kapal Motor. Jumlah Karnel/Inti sawit yang sudah dipindahkan ke palka KM.Suha Nawalzuoghby diperkirakan kurang lebih 3 Ton dengan nilai jual diperkirakan kurang lebih Rp. 13.500.000, dg harga perkiraan perkilo Karnel dipasaran dijual Rp. 4.500,-.
Kapasitas tampung maksimal KM Suha Nawalzuogbhy total mencapai 12 ton, apabila terisi penuh kerugian diperkirakan berkisar (12 ton x Rp. 4.500 = Rp. 54.000.000).

Untuk Barang bukti KM. Suha Nawalzuoghby dengan muatan Karnel/Inti Sawit saat ini diamankan di Posmat Sungai Dumai, dan 8 delapan orang pelaku diamankan di Mako Lanal Dumai untuk diproses hukum lebih lanjut.

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino dalam Press Release menyampaikan bahwa permasalahan ini akan diproses hukum lebih lanjut, agar pelaku jera dan menjadi contoh bagi para pelaku lainnya yang belum ditangkap untuk tidak melakukan kegiatan pencurian terhadap kapal-kapal yang sedang sandar atau lego jangkar di perairan Dumai.

Keamanan wilayah perairan pelabuhan di Dumai merupakan tanggung jawab bersama, termasuk Lanal Dumai juga memiliki tanggung jawab tersebut, untuk itu Lanal Dumai akan terus berupaya mengamankan perairan pelabuhan Dumai agar para pengguna jasa pelabuhan merasa aman, ungkap Danlanal Dumai.

Selanjutnya Danlanal Dumai juga menyampaikan bahwa operasi keamanan laut terbatas yang dilakukan oleh Lanal Dumai di wilayah kerjanya adalah guna mendukung pembangunan di wilayah Provinsi Riau. Lanal Dumai saat ini sedang melaksanakan pengembangan terhadap kelompok2 tersebut dengan melaksanakan operasi untuk mencegah dan menindak tegas seluruh tindak kejahatan di laut di wilayah perairan Dumai.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Polhukam Polisi TNI

Dandim dan Kapolres Jakarta Selatan Deklarasikan Anti Narkoba

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Dandim Jakarta Selatan dan Kapolres Metro Jakarta Selatan memimpin pengucapan Ikrar/Deklarasi Pokdar kamtibmas tentang Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Bertempat di halaman Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II No 42, Kebayoran Baru, Sabtu (03/03/2018) kemarin.

Pokdar Kamtibmas (Pembentukan dan Pembinaan Kelompok Sadar Kamtibmas) adalah Sekelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang bertugas secara sukarela membantu penegak hukum untuk mengamankan dan menertibkan masyarakat serta menjadi sahabat dan menjalin kemitraan masyarakat dengan Polri dalam peningkatan kesadaran hukum dan cegah tangkal gangguan Kamtibmas

Dandim Jakarta Selatan dan Kapolres Metro Jakarta Selatan menjadi Pembina upacara pada pengucapan Ikrar/Deklarasi Pokdar Kamtibmas tentang Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dihadiri 300 orang tamu undangan diantaranya Kakesbangpol Bapak Madsani, Para Danramil jajaran Kodim Jakarta Selatan, Para Kapolsek jajaran Polres Metro Jakarta Selatan, Pengurus Citra Bhayangkara dan Anggota Pokdar Kamtibmas sebagai Jakarta Selatan.

“Dengan terbentuknya Pokdar Kamtibmas Jakarta Selatan diharapkan akan berperan aktif dan bersinergi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa membantu aparat Polri dan TNI diwilayah Jakarta Selatan dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan terobosan ini semoga akan membuat Kepolisian semakin dekat dengan rakyat, “ungkap Dandim saat acar Deklarasi.

Kapolres selaku inspektur upacara menyampaikan ucapan terima kasih kepada ketua Pokdar Kamtibmas Bapak Novi yang telah memprakarsai adanya Apel deklarasi ini. Perang penanggulangan Narkoba yg merupakan musuh bersama dan jajaran Polres Metro Jakarta Selatan dan Kodim Jakarta Selatan berupaya dengan seluruh elemen masyarakat akan menangkal dan memberantas upaya penyelundupan yang sedang marak.

Selain pembacaan ikrar anti narkoba juga dilaksanakan penandatanganan ikrar yang disaksikan oleh seluruh Forkopimko Plus Jakarta Selatan, Ketua Pokdar se-Jakarta Selatan yang di komandani Kanit Binmas Polsek Setiabudi Kompol Bambang SH.(tonmp/Pen)

Categories
Megapolitan Polhukam Polisi Ragam

Perayaan Cap Go Meh Glodok 2018, Polres Metro Jakarta Barat Siagakan Ratusan Personel dan TPP

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Perayaan kirab budaya dan Cap Go Meh dalam rangka Festival Pecinan 2018 akan diadakan besok hari Minggu (04/03/2018) di Glodok, Jakarta Barat.

Untuk pengamanan jalannya perayaan itu, pihak Kepolisian Polres Metro Jakarta Barat akan menyiagakan personelnya di beberapa titik keramaian. Hal itu dilakukan demi menjaga keamanan saat berlangsungnya acara tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH menerangkan, Polres Jakbar akan mengerahkan 700 personel termasuk Tim Pemburu Preman (TPP) untuk mengamankan Festival Pecinan 2018 yang akan digelar di kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Ia berjanji akan memberikan pengamanan terbaik dalam acara tahunan warga keturunan Tionghoa tersebut. Seluruh pasukan akan disebar di beberapa titik lokasi strategis demi kelancaran acara.

“Untuk acara Karnaval Cap Go Meh 2018, kami akan terjunkan lebih dari 700 personel untuk pengamanan pengamanan, termasuk di antaranya Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat,” kata Hengki, Jum’at (02/03/2018) kemarin.

Sementara Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Erick Frederich menjelaskan, demi kelancaran acara yang rencananya akan berlangsung selama lima jam terhitung mulai pukul 13.00 WIB sampai 18.00 WIB. Kata Erick pihaknya akan melakukan penutupan beberapa ruas jalan antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melewati Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk untuk mencari rute lain yang akan diarahkan oleh petugas di lapangan, khususnya antara jam 13.00 WIB sampai dengan 17.30 WIB,” kata Erick.

Meski jalanan ditutup, lanjutnya, khusus Bus Transjakarta akan tetap beroperasi untuk membawa penumpang sehingga warga lain tetap bisa menjalankan aktifitasnya. “Nanti akan ada rekayasa lalu lintas,” ujarnya. (red)

Categories
Megapolitan Militer Polhukam TNI

Pangarmabar Pimpin Sertijab Lima Jabatan Strategis di Jajaran Koarmabar

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) lima jabatan strategis di jajaran Koarmabar yaitu Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar (Danguspurlabar), Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmabar (Danguskamlabar), Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta, Danlantamal XII Pontianak dan Asisten Personel (Aspers) Pangarmabar, bertempat di Markas Komando Koarmabar, Jakarta Pusat, Selasa (27/02/2018).

Jabatan yang diserahterimakan yaitu Danguspurlabar dari Laksma TNI Arsyad Abdullah, S.E., kepada Kolonel Laut (P) Irvansyah, Danguskamlabar dari Laksma TNI Bambang Irwanto, M.Tr (Han) kepada Kolonel Laut (P) Dafit Santoso, Danlantamal III Jakarta dari Laksma TNI Muchammad Ricard, S.H., M.M., kepada Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E., M.M., Danlantamal XII Pontianak dari Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi kepada Laksma TNI Gregorius Agung W.D., M.Tr (Han) dan Aspers Pangarmabar dari Kolonel Laut (P) H. Yudho Warsono, S.E., M.M., kepada Kolonel Laut (P) Deni Herman, S.T., M.AP.

Dalam amanatnya Pangarmabar mengatakan, serah terima jabatan merupakan dinamika organisasi dan merupakan proses regenerasi yang bertujuan untuk memantapkan kualitas kepemimpinan dan mengembangkan kemampuan manajerial serta merupakan wujud kepercayaan dari pemimpin TNI Angkatan Laut kepada Perwira terpilih, yang diharapkan mampu mengemban setiap tugas yang dibebankan secara profesional demi kemajuan organisasi.

Guspurla Koarmabar merupakan Komando Pelaksana Operasi di bawah Pangarmabar, bertugas melaksanakan dan menyelenggarakan operasi tempur laut dan operasi amphibi guna mendukung pengendalian laut dan pencapaian tujuan strategis dalam rangka penegakkan kedaulatan dan hukum di laut. Guskamla Koarmabar sebagai Komando Pelaksana Operasi di bawah Pangarmabar bertugas melaksanakan dan menyelenggarakan operasi laut sehari-hari dalam rangka penegakan hukum nasional dan internasional, menjaga kedaulatan di laut dan melaksanakan bantuan terhadap operasi militer lainnya.

Sedangkan Komando pelaksana dukungan, Lantamal III Jakarta dan Lantamal XII Pontianak bertugas menyelenggarakan dukungan logistik dan administrasi unsur-unsur operasi dan pembinaan potensi maritim. Dan untuk Spers Koarmabar bertugas merumuskan dan mengembangkan kebijakan Pangarmabar di bidang personel, baik militer maupun pegawai negeri sipil di lingkungan Koarmabar.

Lebih lanjut dikatakan Pangarmabar, wilayah kerja Koarmabar yang strategis karena dilalui jalur pelayaran Internasional menjadi tantangan bagi Koarmabar. Tugas Koarmabar untuk mewujudkan tugas pokok TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan nasional dan regional di perairan wilayah barat Indonesia harus ditingkatkan, melalui pelaksanaan gelar operasi Guspurla dan Guskamla Koarmabar serta penyiapan dukungan oleh pangkalan dalam mendukung kebutuhan unsur operasi. Koarmabar tidak mentolerir terhadap segala bentuk pelanggaran hukum di laut. Hal ini ditunjukkan dengan keberhasilan KRI Sigurot-864 dalam menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1.037,58 kilogram yang dilakukan oleh kapal MV. Sunrise Glory di Selat Philip Kepulauan Riau.

Diakhir amanatnya, Pangarmabar memberikan penekanan antara lain agar mengingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI dan Trisila TNI Angkatan Laut sebagai pedoman dalam bekerja dan bertugas. Melaksanakan perintah dan keputusan pemimpin sebagai wujud dedikasi, loyalitas dan herarki. Memahami dan melaksanakan rantai komando organisasi sesuai garis kewenangan tak terputus dalam satu kesatuan komando. Meningkatkan intensitas jam komandan sebagai bagian pembinaan dan konsolidasi kepada prajurit. Melaksanakan kegiatan dengan skala prioritas, efisiensi anggaran yang ada dan tertib administrasi. Serta melaksanakan check and recheck terhadap semua kegiatan dengan berpedoman pada Standart Operating Procedure untuk mewujudkan zero accident.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Militer Polhukam TNI

Kolonel Laut (P) Denih Hendrata Jabat Danlantamal III

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M., menjabat sebagai Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta menggantikan Laksamana Pertama (Laksma) TNI Muchammad Richad S.H, M.M, dalam upacara serah terima jabatan (Sertijab) yang dipimpinPanglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Aan Kurnia S.Sos, di Lapangan Markas Komando Armada RI Kawasan Barat (Mako Armabar), Jalan Gunung Sahari No.67, Jakarta Pusat, Selasa (27/02).

Dengan dilaksanakannya sertijab tersebut, Laksma TNI Muchammad Richad, SH, M.M yang menjabat Danlantamal III sejak 15 Maret 2017 akan pindah ke Mabes TNI sebagai Staf Ahli Panglima TNI Bidang Polkamnas.

Sedangkan Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M, yang kini menjabat sebagai Danlantamal III Jakarta yang ke-43, sebelumnya adalah Wadan Lantamal III. Berbagai jabat yang pernah diemban Perwira lulusan AAL-35 tahun 1989 yang telah mengikuti Dikreg PPRA LVI Lemhannas tahun 2017 ini antara lain Komandan KRI Cut Nyak Dien-375 tahun 2003, Komandan KRI Pati Unus-384 tahun 2004, Komandan Lanal Cirebon tahun 2007, Asintel Danlantamal II Padang tahun 2009, Komandan Satrol Koarmabar tahun 2010, Komandan Satkat Koarmabar tahun 2011, Komandan Satkor Koarmabar tahun 2012, dan Komandan Lanal Batam tahun 2013,  Ka Depops Seskoal tahun 2014 dan Kas Guspurla Koarmabar tahun 2015.

Selesai pelaksanaan upacara sertijab dilanjutkan acara ramah tamah di Gedung Serbaguna Mako Lantamal III Jakarta dengan mengundang para mantan Danlantamal III beserta ibu dan mitra serta relasi Lantamal III. Kemudian diteruskan acara  penyerahan kemudi kapal dari pejabat lama Laksma TNI Muchammad Richad, SH, M.M kepada pejabat baruKolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M, sebagai simbol telah diserahterimakannya jabatan Danlantamal III.

Selanjutnya acara tradisi pelepasan Laksma TNI Muchammad Richad, SH, M.M beserta ibu dan penyambutan Danlantamal III yang baru Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M, beserta ibu dan diakhiri taklimat awal Danlantamal III kepada seluruh  Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil jajaran Lantamal III.(tonmp/Disp)

Categories
Daerah Ragam TNI

Danlanal Ranai Tekankan Prajuritnya Tetap Jaga Semangat dan Disilpin

Koranjurnal.co.id, Kepulauan Natuna – Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Ranai Letkol Laut (P) Harry Setyawan, S.E., memberikan penekanan kepada seluruh prajurit dan PNS Lanal Ranai tentang pentingnya tetap menjaga semangat dan disiplin, hal ini salah satu penekanan yang disampaikan pada acara jam komandan yang dilaksanakan di gedung serba guna, Mako Lanal Ranai, Kepulauan Natuna, Senin (26/02/2018) kemarin.

Lebih lanjut Danlanal Ranai memerintahkan kepada seluruh Perwira untuk membantu menjaga dan ikut membina prajurit Lanal Ranai, menciptakan lingkungan kerja yang baik dan kondusif sehingga semua prajurit Lanal Ranai merasa nyaman berdinas di Lanal Ranai. Begitu juga kepada prajurit agar membuat kegiatan-kegiatan positif disela-sela waktu yang senggang dengan berolahraga dan berkreasi untuk menciptakan inovasi-inovasi baru. Selain itu juga agar selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kesempatan tersebut, Danlanal Ranai juga memberikan apresiasi kepada seluruh prajurit Lanal Ranai yang masih dihormati dan disegani oleh warga setempat karena dinilai masih memiliki semangat dan disiplin prajurit yang tinggi, untuk itu, hal ini harus tetap dipertahankan sebagai modal dasar mengabdi demi NKRI.

“Jangan berkecil hati walaupun kita berdinas di Lanal Ranai, tetap kita tunjukkan bahwa prajurit Lanal Ranai adalah prajurit yang terpilih dan selalu menjaga nama baik TNI AL khususnya Koarmabar, untuk itu tetap semangat dengan bekerja keras secara tuntas dan ikhlas”, ujar Danlanal Ranai.

Diakhir pengarahan, Danlanal Ranai mengingatkan kepada seluruh prajurit dan PNS Lanal Ranai agar menghindari perselisihan antar sesama TNI dan Polri serta masyarakat, tingkatkan sinergitas antara aparat kewilayahan, hindari pelanggaran-pelanggaran yang dapat merugikan masa depan seperti minuman keras dan juga penyalahgunaan Narkoba.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Polhukam TNI

Lantamal III Jakarta Sambut Kedatangan Kapal Perang Australia

Koran Jurnal, Jakarta – Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta menyambut kedatangan Kapal Perang Angkatan Laut Australia HMAS LARRAKIA ACPB 84 dengan berbagai agenda kegiatan diantaranya acara tabur bunga di laut guna memberikan penghormatan kepada awak kapal yang tenggelam di perairan teluk Jakarta.

Dimulai dari upacara penyambutan (merplug) kapal perang asing yang dikomandani Lieutenant Commander Robert Woodall dengan mengangkut 22 orang Anak Buah Kapal (ABK) di Dermaga JITC II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (26/02/2018) kemarin.

Sejumlah pejabat utama Lantamal III yang hadir antara lain: Dansatrol, Kadis Syahal, dan para Perwira, Bintara dan Tamtama parajurit Lantamal III. Kegiatan itu dimeriahkan pula dengan tarian penyambutan Padupa dari daerah Sulawesi. Kapal yang memiliki panjang 56,8 m dan lebar 9,7 m dengan draft 2,7m di buat pada tahun 2006 di pabrikan Austal Shifs, Henderson, Western Australia.

Kemudian setelah kedatangan HMAS LARRAKIA ACPB 84 di Jakarta, Komandan Lantamal (Danlantamal) III Laksamana Pertama (Laksma) TNI Muchammad Richad, SH, MM., diwakilkan oleh Asintel Danlantamal III Kolonel Marinir I Gede Wiryawan menerima kunjungan kehormatan Komandan kapal. Pejabat yang hadir diantaranya Dandenma, Danlantamal III, Paban Srena. Kunjungan ini diahiri dengan saling tukar menukar cendra mata dan foto bersama.

Bersamaan dengan kunjungan itu diselenggarakan juga pertandingan persahabatan Bola Voli antara Prajurit Lantamal III Jakarta melawan ABK Kapal Perang Angkatan Laut Australia di lapangan voli Mako Lantamal III. Pertandingan Bola Voli berlangsung dengan meriah dan penuh keakraban.(tonmp/Disp)

Categories
Hukum Megapolitan Polhukam TNI

Koarmabar Tangkap Kapal Ikan Asing Langgar UU Pelayaran dan Perikanan di Perairan Utara Bintan

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Unsur gelar operasi Koarmabar yaitu KRI Sigurot-864 dan KRI Pulau Rangsang-727 BKO Guskamlabar yang sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Singapore, berhasil menangkap kapal ikan asing MV Fu Yu di perairan Utara Bintan, Minggu (25/02/2018).

Penangkapan bermula pada saat KRI Sigurot-864 melaksanakan patroli di Selat Singapore, Perwira jaga mendapat kontak kapal nelayan tidak berbendera melintas di TSS Utara Nongsa. Hal tersebut dilaporkan kepada Komandan karena berdasarkan pengamatan secara visual diketahui bahwa kapal tersebut tidak menaikan bendera. Pada saat dilaksanakan pendekatan oleh KRI Sigurot-864, kapal tersebut langsung berbalik haluan dan menuju ke perairan Malaysia kemudian melaksanakan lego jangkar. Dari hasil pengamatan secara visual diketahui bahwa nama kapal tersebut adalah MV Fu Yu.

Selanjutnya KRI Sigurot melaksanakan pengawasan di sekitar perairan Nongsa. Sesaat kemudian, kapal tersebut terlihat melakukan pergerakan ke arah timur memasuki wilayah perairan Indonesia. Mengetahui hal tersebut, maka KRI SGR-864 melaksanakan  intercept dengan prosedur Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid). Berkat kesigapan awak KRI, maka kapal tersebut berhasil didekati dan  dihentikan pada posisi 01 15.608 U – 104 19.594 T tepatnya di perairan Utara Pulau Bintan.

Dikarenakan kondisi cuaca buruk, pemeriksaan hanya dapat dilakukan terhadap dokumen kapal dengan cara tender. Hal tersebut dilaksanakan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Untuk menghindari hal-hal yang membahayakan baik bagi KRI maupun kapal tersebut, maka KRI menjauh dan tetap melaksanakan pengawasan sambil melaksanakan pemeriksaan terhadap dokumen kapal.

Disaat cuaca semakin tidak mendukung karena kondisi  laut gelombang tinggi dan angin kencang, hal tersebut dimanfaatkan oleh MV Fu Yu dengan bergerak menjauh ke barat menuju ke perairan Singapura. Sesaat kemudian KRI SGR-864 melaksanakan manuver  pengejaran.  Namun KRI SGR terpaksa menghentikan pengejaran setelah mendeteksi awal MV Fu Yu telah memasuki perairan teritorial Malaysia di selatan Tanjung Selapa, Johor.

Atas dasar hal tersebut, maka Komandan KRI Sigurot melaporkan kepada Guskamlabar. Dan selanjutnya Guskamlabar melaksanakan koordinasi dengan pihak Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) atau Malaysia Maritime Enforcement Agency. Atas dasar informasi dari Guskamlabar, maka akhirnya MV Fu Yu dapat ditangkap oleh APMM di perairan malaysia.

Sabtu 25 Februari 2018 pukul 15.00 WIB, pihak APMM melaksanakan serah terima MV Fu Yu kepada KRI Pulau Rangsang-727  pada koordinat 01 17.740 U – 104 7.190 T dengan pengawalan KRI Sigurot-864 dan KRI Lepu-861 serta didampingi Motor Boat Petir dari pihak APMM. Serah terima dilaksanakan di atas geladak MV Fu Yu meliputi kapal MV Fu Yu dan ABK berjumlah 10 orang beserta pasportnya. Setelah pelaksanaan serah terima dari pihak APMM kepada KRI PRG-727, selanjutnya MV Fu Yu dikawal menuju dermaga Fasharkan Mentigi dalam rangka proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pers rilis yang diterima redaksi di Jakarta, Senin (26/02/2018), Koarmabar menyampaikan, selama proses pemeriksaan terhadap dokumen yang ada di kapal, terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh MV. Fu Yu dimana tidak adanya dokumen kapal yang asli (foto copy) sehingga tidak laik laut serta kapal tidak memiliki Sikpi. Atas dasar pemeriksaan awal tersebut, maka diduga MV Fu Yu melanggar UU Pelayaran dan UU Perikanan. Rencana kapal akan diserahkan dalam rangka penyelidikan lebih lanjut kepada Lantamal IV Tanjung Pinang.(tonmp/Disp)

Categories
Hukum Kriminalitas Megapolitan Polisi

Ketum GPAN: Indonesia Sekarang Bukan Darurat Narkoba Tapi Sudah Bencana Narkoba

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Ketua Umum Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) Bob Hasan mengatakan, saat ini Indonesia bukan lagi darurat narkoba tetapi sudah pada tahap bencana narkoba. Hal itu dikatakannya pada acara konferensi pers di kantor GPAN, Cililitan, Jakarta, Jum’at (23/02/2018) kemarin.

Menurut Bob Hasan, makin maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba ditengah-tengah kehidupan masyarakat menandakan bahwa kondisi sekarang sudah sangat mengkhawatirkan, apalagi sudah banyak insan para artis, selebriti ataupun publik figure yang terjerat narkoba dan ditangkap oleh aparat kepolisian.

“Sangat disayangkan ketika artis yang menjadi publik figur bagi publik atau umum bagi masyarakat, mencontohkan hal yang tidak baik,” kata Bob.

Lebih miris lagi, Bob Hasan mengungkapkan, artis-artis yang ikut dalam menggaungkan dan mengampanyekan perang terhadap narkoba, bukan memberikan contoh (anti narkoba) melainkan menggunakan barang haram tersebut, bahkan ada yang diduga menjadi pengedar.

Dari informasi dan pemberitaan yang beredar dalam tiga pekan terakhir bulan Februari 2018 di media massa, sedikitnya sudah ada 5 artis yang ditangkap pihak kepolisian terkait penyalahgunaan narkotika. Selain itu juga dalam kurun waktu yang sama, pihak Kepolisian, Bea Cukai, dan TNI telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu berton-ton yang akan masuk Indonesia melalui jalur laut.

Kondisi itulah yang melatarbelakangi Ketum GPAN menyebut Indonesia saat ini bukan lagi darurat narkoba melainkan sudah bencana narkoba.

Sementara itu, Ketua Pelindung GPAN, Brigjen Pol Drs. Siswandi mengungkapkan, tidak hanya artis senior, artis pemula juga banyak yang terindikasi terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan data pada tahun 2009, Siswandi mengatakan, setidaknya ada 100 orang terlibat dari kalangan dunia hiburan. Hingga saat ini baru ada 28 yang terjaring.

“Indikasi itu saya sudah tahu semua. Kalau dulu itu bener data totalitas 28 semuanya, kalau dulu saya bilang 100 ya, tinggal ngurangin saja. 100 kurang 28, ada 72. Senior, pemula, infotainment, model bahkan di tempat syuting juga ada,” kata Siswandi, saat dijumpai viva.co.id beberapa waktu lalu (18/02).(tonmp)