Categories
Megapolitan Polhukam

Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke 59 Tahun 2023, Kemenkumham Gelar Turnamen Menembak

Koran Jurnal, Tangerang – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H. Laoly beserta Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard Silitonga meresmikan Turnamen Menembak “HBP (Hari Bakti Pemasyarakatan) Kumham Ke-59 Shooting Tournament Tahun 2023”, di Lapangan Tembak Pengayoman, Kota Tangerang, Sabtu (18/3/2023) kemarin.

Melansir laman resmi nttkemenkumham menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HBP ke-59 tahun 2023. Tujuan kegiatan, menjadi media mempererat hubungan antara Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Kemenkumham, mempererat sinergi yang terjadi antar elemen ASN dalam memainkan perannya masing-masing dalam tugas keseharian.

“Giat ini menjadi ajang silaturahmi dan ajang uji kemampuan dan kapasitas di bidang menembak bagi ASN di lingkungan Kemenkumham,” kata Menkumham Yasonna Laoly.

Menurut Yasonna, kegiatan menembak merupakan olahraga yang memiliki tujuan melatih konsentrasi, pengendalian diri, ketepatan, kecepatan, melatih insting, serta keberanian untuk mengambil keputusan. Selain itu, tambahnya, menembak bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri. Dengan demikian, seorang penembak dapat dikatakan sebagai seorang yang mampu mengendalikan diri secara baik dan melakukan sesuatu secara bertanggung jawab.

“Hal tersebut tentunya masih terkait dengan pekerjaan kita. Tugas yang kita emban sehari-hari tentunya membutuhkan unsur-unsur di atas,” imbuhnya.

Lanjut Yasonna berharap, melalui kegiatan ini dapat menciptakan ASN Kemenkumham yang PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif) serta berAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif), khususnya Petugas Pemasyarakatan.

“Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-59 tahun 2023 ini diharapkan jadi momentum penting seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk semakin mengukuhkan komitmennya dalam mencapai tujuan Pemasyarakatan,” cetus Yasonna, seperti dikutip rmid.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Reynhard Silitonga menyampaikan, bahwa selain yang disebutkan oleh Menkumham, setidaknya ada tujuan lain dari penyelenggaraan giat ini.

“Tujuannya yakni peningkatan bakat, minat serta kompetensi bidang menembak, menumbuhkan jiwa sportifitas dan meningkatkan tali silaturahmi serta kebersamaan petugas di Kemenhumham, serta memperingati dan memeriahkan HBP Ke-59,” papar Reynhard.

Kegiatan ini merupakan acara kedua dalam memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan. Turut menyukseskan kegiatan tersebut, Korps Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 Marinir TNI AL. Diberitakan, pembukaan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-59 telah dilaksanakan di Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang, (11/3/2023).

Categories
Polhukam Polisi

Buka Rakernis Korps Lalu Lintas, Kapolri: Wujudkan Mudik Aman hingga Tingkatkan Pelayanan Publik

Koran Jurnal, Bandung – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri di Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/3/2023).

Dalam kegiatan tersebut, Sigit memberikan beberapa penekanan pengarahan kepada jajaran Korlantas Polri untuk melakukan persiapan dengan matang terkait dengan mengamankan seluruh agenda nasional maupun internasional di Indonesia.

“Dimana di dalam kegiatan Rakernis kali ini tentunya pertama sesuai agenda Pemerintah bahwa tahun ini ada agenda nasional dan juga agenda internasional yang mau tidak mau itu menjadi tugas dari kepolisian khususnya jajaran lalu lintas untuk mempersiapkan dengan baik,” kata Sigit.

Sigit menekankan, Korlantas Polri harus maksimal dalam memberikan pengamanan event internasional yang berlangsung di Indonesia salah satunya adalah ASEAN Summit. Mengingat, kesuksesan kegiatan itu akan mengharumkan nama baik Indonesia di mata dunia.

“Saya minta tadi jajaran Korlantas untuk mempersiapkan dengan baik. Sehingga pengalaman pada saat kita melaksanakan pengawalan dan pengamanan pada saat KTT G-20 bisa menjadi success story yang bisa dilanjutkan dengan melakukan evaluasi-evaluasi agar bisa lebih baik,” ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran Korlantas Polri untuk sejak dini menyiapkan strategi pengamanan dan penjagaan yang baik terkait pelaksanaan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 2023 mendatang.

Apalagi, kata Sigit, berdasarkan pernyataan dari Kemenhub, bahwa jumlah pemudik pada tahun 2023 akan lebih besar dibandingkan 2022. Di tahun ini, diperkirakan sebanyak 123 juta masyarakat akan bepergian mudik.

“Jadi artinya tentu kita bisa bayangkan bagaimana kalau rekayasa lalu lintas yang kita persiapkan ke depan tidak kita laksanakan secara maksimal. Pengalaman kemarin, mudik di 2022 yang tadinya kita perkirakan bahwa akan terjadi kemacetan luar biasa. Alhamdulilah bisa kita atasi,” ucap Sigit.

Untuk memastikan mudik tahun ini berjalan aman, nyaman dan lancar, Sigit mengungkapkan bahwa, jajaran Polri telah melakukan koordinasi lebih awal dengan stakeholder terkait dan melakukan peninjauan beberapa jalur utama yang digunakan saat mudik.

“Kemudian melakukan rapat koordinasi terkait rekayasa yang harus kita siapkan. Intinya baik pemudik menggunakan jalur tol maupun arteri semuanya tentu harus merasakan pelayanan yg maksimal khususnya dari jajaran kepolisian. Tentunya juga kita anjurkan pilihan-pilihan moda transportasi yang lain, yang tentunya juga nyaman buat masyarakat seperti kereta api dan sebagainya,” papar Sigit.

Disisi lain, Sigit juga menegaskan kepada jajaran polisi sabuk putih untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Diantaranya diharapkan untuk terus mengembangkan tilang elektronik atau E-TLE di seluruh wilayah Indonesia.

Meski begitu, Sigit mengingatkan kepada jajaran Korlantas untuk tetap melakukan tindakan tegas terhadap hal yang sifatnya bisa membahayakan masyarakat atau pengguna jalan. Apabila menyangkut hal tersebut, Sigit menyebut, personel tidak perlu ragu untuk melakukan tindakan tegas.

“Kita proses dan kemudian kita harapkan memiliki efek deteren. Dan ini harapan kita tentunya dengan penegakan hukum yang kita lakukan, keselamatan masyarakat pengguna jalan kita akan semakin baik, jumlah laka lantas akan makin berkurang dan yang paling penting kepatuhan,” tutur Sigit.

Terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan, dalam Rakernis tersebut, Sigit juga melaunching Aplikasi Signal terkait dengan perpanjangan STNK. Diluncurkannya layanan online itu, Sigit menyebut kedepannya, akan dikembangkan juga untuk mengarah ke STNK elektronik.

Selain Signal, Sigit meresmikan e-AVIS (Electronic Audio Visual Integrated System) serta me-launching panduan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Sehingga masyarakat kemudian bisa mengerti bahwa kalau ada pertanyaan disitu dijelaskan panduan-panduannya. Bagi kita yang paling penting adalah bagaimana kemudian masyarakat memahami terkait aturan pada saat berlalu lintas,” jelas Sigit.

Dengan diberikannya panduan tersebut, menurut Sigit, masyarakat akan lebih memahami bagaimana berlalu lintas yang baik. Dengan begitu diharapkan tingkat fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas kedepannya dapat ditekan.

“Sehingga harapan kita di tahun 2023, kualitas pelayanan publik disisi jajaran Korlantas akan semakin baik. Terkait tugas-tugas kita menghadapi agenda nasional yang ada khususnya mudik, jajaran Korlantas siap untuk memberikan pelayanan terbaik. Sehingga masyarakat yang akan mudik bisa rasakan mudik aman, nyaman dan selamat,” kata Sigit.

Disisi lain, Sigit menekankan kepada seluruh jajaran Korlantas Polri terkait dengan proses pengawalan di jalanan yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat sehingga viral di media sosial (medsos).

“Terkait dengan pengawalan saya kira sudah diatur oleh peraturan Kakorlantas sehingga tentunya ini tinggal kita laksanakan namun disisi lain terkait dengan pengawalan kegiatan masyarakat ini yang sering banyak protes, ini saya tampilkan hal-hal viral dan harus menjadi perhatian kita,” ujar Sigit.

Sigit menjelaskan, rasa keadilan publik harus tetap diutamakan. Sebab itu, Sigit menegaskan, dalam memberikan pengawalan dijalanan harus tetap mengikuti peraturan yang berlaku apabila tidak dalam keadaan yang mendesak.

“Jadi yang begini rekan-rekan lebih selektif dan apabila tidak terlalu mendesak ikuti aturannya. Saatnya lampu merah berhenti, lampu hijau jalan. Jadi kita kawal untuk ketertiban rombongan bukan memberikan prioritas boleh melanggar kecuali pengawalan yang harus diprioritaskan seperti mobil ambulans harus segera berangkat karena keselamatan masyarakat yang ada didalamnya,” tegas Sigit.

“Di luar itu tolong kita mulai ajarkan, hal-hal yang tertib. Sehingga kemudian ini tidak menimbulkan kecemburuan, sehingga masyarakat keberatan dan protes karena hal-hal ini dirasa sangat mengganggu di masyarakat. Tolong yang seperti ini rekan-rekan lebih selektif memahami apalagi situasi macet sehingga pengguna jalan merasakan ada norma yang kita jaga,” tambah Sigit.

Kemudian, Sigit mengingatkan soal penggunaan sirine strobo yang terkadang juga menjadi hal dikeluhkan oleh masyarakat terutama ketika arus lalu lintas sedang mengalami kepadatan.

“Penggunaan sirine strobo ini tentunya tolong kita juga melihat sensitivitas pada saat jalan sedang padat, masyarakat juga sedang padat-padatnya suara juga jadi masalah. Jadi sirine yang terlalu melengking dan model suara bising itu mengganggu,” tutup Sigit.

Categories
Polhukam Polisi

Buka Rakernis Korps Brimob Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit: Amankan Agenda Nasional hingga Internasional

Koran Jurnal, Semarang – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korps Brigade Mobile (Korbrimob) Polri di Gedung Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (13/3/2023).

“Hari ini dilaksanakan kegiatan Rakernis Brimob dipilih tempatnya di Akpol, tentunya untuk semakin menambah motivasi dan semangat dari seluruh anggota. Karena Akpol ini adalah tempat lahirnya para pemimpin muda dan juga senior-senior yang banyak memberikan dedikasi dan dharma bakti untuk Brimob dan institusi Kepolisian Republik Indonesia,” kata Sigit.

Sigit mengungkapkan, Rakernis Brimob ini juga sekaligus menindaklanjuti instruksi dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ketika memberikan pengarahan di Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri.

“Kaitan dengan Rakernis tentunya ada perintah dan kebijakan dari Bapak Presiden saat Rapim TNI-Polri yang tentunya harus kita jabarkan,” ujar Sigit.

Dalam Rakernis tersebut, dikatakan Sigit, jajaran Brimob Polri diantaranya akan membahas kesiapan dalam menghadapi agenda nasional maupun internasional yang berlangsung di Indonesia.

“Harapan kita Rakernis Brimob kali ini bisa dimanfaatkan untuk mempersiapkan Brimob dalam menghadapi tantangan tugas kedepan. Khususnya menghadapi agenda kegiatan baik nasional maupun internasional maupun kegiatan politik di tahun 2023 menjelang masuk pada kegiatan tahun 2024,” ucap Sigit.

Dari agenda nasional, menurut Sigit, Korbrimob Polri akan menyiapkan strategi kesiapan pengamanan pada seluruh tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 mendatang.

Pada tahun politik tersebut, Sigit menekankan, personel Brimob harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan matang dalam menghadapi segala bentuk potensi maupun ancaman yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

“Sebagai pasukan yang mendapatkan tugas menghadapi potensi eskalasi yang memiliki ancaman kadar tinggi, sehingga mau tidak mau semua itu harus kita siapkan. Sehingga tahapan Pemilu bisa berjalan dengan baik, dan dari sisi stabilitas kamtibmas bisa kita jaga sebaik-baiknya. Dan ini diperlukan kesiapan khusus dan rekan-rekan Brimob untuk persiapkan ini dengan sebaik-baiknya,” papar mantan Kabareskrim Polri itu.

Selain itu, Sigit juga menegaskan, personel Brimob harus mempersiapkan diri dengan baik guna mengamankan event internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia. Diantaranya adalah, Piala Dunia U-20 hingga ASEAN Summit 2023.

“Kita juga akan menghadapi event-event besar yang bersifat internasional, pengamanan U-20 Piala Dunia, kita juga tentunya harus mempersiapkan pengamanan dengan baik. ASEAN Summit juga harus kita laksanakan pengamanan dengan baik, dengan berkaca pengamanan pada saat kita melaksanakan pengamanan KTT G-20,” tutup eks Kapolda Banten ini.

Tak hanya itu, Sigit menyatakan, Brimob Polri juga akan dibutuhkan perannya dalam melakukan pengamanan menjelang Bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2023.

Menurut Sigit, hal itu harus disiapkan pengamanannya demi menciptakan serta mewujudkan kegiatan beribadah yang aman dan damai bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Dan juga sebentar lagi kita masuk ke hari-hari besar agama. Sehingga tentunya disamping ada kebiasaan masyarakat melaksanakan mudik yang harus kita jaga dan kawal. Namun disisi lain, terkait potensi terjadinya gangguan kamtibmas dimana peran Brimob harus ada juga, tentunya kita persiapkan dengan baik,” kata Sigit.

Categories
Megapolitan Polhukam Politik

Puluhan Relawan Ganjar Pranowo Bentuk Front Kebangsaan, Siap Dukung Langkah PDI Perjuangan di Pemilu 2024

Koran Jurnal, Jakarta – Relawan ‘Front Kebangsaan’ yang terdiri dari sejumlah organ pendukung Ganjar Pranowo menyampaikan pernyataan sikap untuk mendukung penuh langkah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Pemilu 2024.

“Kami dari 17 organ relawan yang sebelumnya adalah relawan Jokowi dan pendukung Ganjar Pranowo bergabung membentuk Front Kebangsaan, sepakat menyatakan sikap mendukung PDI Perjuangan pada Pemilu 2024,” kata Riano Oscha, saat mendeklarasikan Front Kebangsaan di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2023).

Menurut Riano, PDI-P adalah partai politik yang mempunyai komitmen kuat dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa serta berorientasi pada kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Riano juga menjelaskan alasan dan latar belakang Front Kebangsaan mendukung partai berlogo banteng moncong putih itu.

“Mencermati perkembangan politik tanah air dan kiprah politik partai-partai serta dinamikanya, maka kami berkesimpulan : Seluruh komponen bangsa harus menyikapi dengan tegas serta melawan merebaknya politik identitas, intoleransi dan radikalisme yang mengancam keutuhan bangsa menjelang Pemilihan Umum 2024,” ujar Riano, sebagai salah satu Inisiator terbentuknya Front Kebangsaan.

Lebih lanjut, Riano memastikan Front Kebangsaan tidak akan berbicara soal Calon Presiden (Capres) meskipun mereka bergerak dari relawan Ganjar Pranowo.

“Kami tidak akan intervensi terhadap keputusan PDI Perjuangan dalam menentukan capres dan cawapres. Yang pasti kami mendukung keputusan PDI-P dibawah Ibu Megawati,” lugas Riano, didampingi 17 ketua Relawan yang hadir.

Sementara itu, Ketua organ relawan Pojok1 DR. Yuyun Pringadi menyebut dukungan kepada PDI Perjuangan murni sebagai aspirasi yang muncul dari suara hati.

Front Kebangsaan, lanjut Yuyun, memahami perlunya kesinambungan pembangunan Indonesia penerus Presiden Jokowi. Termasuk dengan memunculkan sosok Erick Thohir sebagai kandidat bersama Ganjar Pranowo.

“Kami di Front Kebangsaan ini kan ada banyak relawan. Ada relawan Ganjar, Relawan Erick Thohir dan lainnya. Kami mendukung PDI Perjuangan dalam Pileg,” imbuhnya.

Yuyun menjelaskan bahwa kesinambungan pembangunan pasca-pemilu 2024 sangat penting, dan perlu adanya sosok yang bisa menjadi penerus Jokowi.

“Kalau saya sebut nama ya, Erick Thohir. Sebagai menteri BUMN beliau sukses membawa perusahaan plat merah kita sehat dan memberi sumbangsih besar bagi keuangan negara. Kepedulian pak Erick Thohir kepada rakyat bawah terutama UMKM dan generasi muda sangat luar biasa,” tandas Yuyun, yang juga sebagai inisiator Front Kebangsaan.

Berikut daftar 17 Relawan Front Kebangsaan ;
1. Laskar Rakyat Jokowi (LRJ)/Riano Oscha
2. Relawan Perjuangan Nusantara/Riano
3. Balkon Jokowi/ La Ode Hadi
4. Lingkar Cinta Demokrasi/Zulfikar
5. Letho (Laskar Erick Thohir)/Irian Jaya
6. Pojok1 /DR. Yuyun Pringadi
7. GPGP – Gerakan Pemenangan Ganjar Pranowo/Dhini Mudiani
8. Guntur/Teguh Eko
9. Relawan Banteng Taparing /Andi Anas
10. Save NKRI/Jimy
11. Ganjar Relasi Kita (GRET) /Adi
12. Ganjar Muda dan Milenial Indonesia Emas/ Intan
13. Laskar Nusantara bersatu /Iqbal
14. Ganjar Pranowo Presiden (GPP)/Ahmad Syaiful
15. Relawan Padamu Negeri (RPN)/Albert Sukanta
16. Laskar Bumi Pertiwi/Anne
17. Gundala (Guntur Muda dan Milenial)

Categories
Polhukam TNI

Presiden Jokowi Resmikan Pesawat C-130J Super Hercules A-1339

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pesawat C-130J Super Hercules A-1339, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (8/3/2023).

Peresmian ditandai dengan pemecahan kendi dan penyiraman air kembang di hidung pesawat oleh Presiden Jokowi, yang disaksikan Menhan RI Prabowo Subianto, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Dikatakan Jokowi, pesawat baru TNI AU adalah pesawat yang sangat canggih.

“Hercules yang kita terima pada pagi hari ini adalah pesawat yang sangat canggih,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menyebut, pesawat ini dapat mengangkut 98 personel penerjun atau 128 personel non-penerjun. Kapasitas angkut pesawat buatan Amerika Serikat ini, tambah Jokowi, mencapai 19,9 ton sehingga cocok digunakan untuk mendistribusikan bantuan bila terjadi bencana.

“(Pesawat) Ini bagus untuk operasi militer maupun non militer, bencana alam juga bisa. Bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia karena pesawat super hercules ini bisa terbang 11 jam,” terang Jokowi.

Pesawat Hercules C-130J A-1339 adalah satu dari 5 pesawat serupa yang dipesan oleh pemerintah Indonesia.

“Pak Menhan tadi menyampaikan hari ini datang satu, nanti Juni tambah lagi, Juli tambah satu lagi, Oktober tambah satu, Januari tahun depan tambah 1. Jadi 5 pesawat yang akan datang ke negara kita,” jelas Jokowi.

Sebelumnya diinformasikan, pesawat buatan Lokcheed Martin, AS merupakan pesawat pertama yang datang dari lima pesawat pengadaan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan RI yang tertuang melalui kontrak pada bulan Agustus 2019 lalu.

Kelima pesawat akan ditempatkan di Skadron Udara 31, Lanud Halim Perdanakusuma, sebagai pesawat angkut berat untuk mendukung pelaksanaan tugas TNI AU, baik OMP ataupun OMSP.

Categories
Pendidikan Polhukam

Peraturan Gubernur NTT terkait Jam Masuk Sekolah Dinilai Ada Kesan Paksaan dan Diskriminatif

Koran Jurnal, Jakarta – Walaupun banyak yang keberatan dengan usulan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B. Laiskodat, yang menginginkan SMA dan SMK di Kota Kupang masuk pukul 05.00 Wita yang kemudian diubah menjadi pukul 05.30 Wita tetap diterapkan. Alasan Gubernur Viktor Laiskodat  saat rapat dengan sejumlah guru serta kepala SMA dan SMK di Kota Kupang pada 23 Februari 2023 lalu adalah untuk meningkatkan etos kerja dan kedisiplinan anak-anak SMA dan SMK.

Usulan atau dapat disebut sebagai perintah tak tertulis dari Gubernur NTT mendapat tanggapan dari Tokoh Muda NTT, Marcellus Hakeng Jayawibawa.

“Pernyataan Pak Gubernur Viktor Laiskodat yang meminta anak sekolah setingkat SMA dan SMK masuk pukul 05.30 Wita, saya sebagai Tokoh Muda NTT, saya sangat tidak setuju,” kata Marcellus dalam keterangan persnya kepada media Rabu (01/03/2023).

“Memang tidak ada yang salah dari pernyataan tersebut. Tujuannya baik  untuk meningkatkan kedisiplinan dan etos kerja atau belajar dari anak didik. Tapi pernyataan itu sebaiknya dikaji lebih mendalam. Sebaiknya dilakukan studi singkat terhadap plus minus siswa untuk masuk sekolah pukul 05 Wita,” sambung dia.

Marcellus sebutkan kembali, ide dari Gubernur NTT malahan memunculkan kegaduhan di kalangan orang tua murid. Bahkan mungkin juga merembet ke para pelajar dan guru yang ujung-ujungnya akan mengganggu konsentrasi belajar dan mengajar di lingkungan pendidikan Kota Kupang dan NTT pada umumnya.

“Pernyataan dari orang nomor satu di Provinsi NTT itu tidak perlu terburu-buru  diterapkan ke pihak sekolah SMA dan SMK. Sebaiknya keputusan yang dibuat sudah dibicarakan dengan Persatuan Orang tua Murid dan Guru yang dibentuk dalam rangka melibatkan orang tua murid secara langsung dalam dunia pendidikan dan pembinaan di sekolah.,” sambung Marcellus.

Lebih lanjut Marcellus yang juga sebagai Kepala Departemen Penataan dan Distribusi Kader Pimpinan Pusat Pemuda Katolik menyatakan mengubah suatu aturan dalam hal ini jam masuk sekolah tidak dengan cara instan. Ada beberapa hal lain yang perlu menjadi pertimbangan, yakni ketersediaan angkutan umum di NTT.

“Kalau kita bicara di daerah yang transportasinya mudah, mungkin masuk akal. Tapi di daerah NTT, jam berapa anak-anak  itu harus bangun dan berangkat sekolah. Belum kalau harus jalan kaki tembus segala macam rintangan alamnya,” beber Marcell.

Persoalan keamanan dan kenyamanan siswa saat akan menuju lokasi belajar juga harus menjadi prioritas perhatian pihak terkait. “Apakah pihak keamanan dalam hal ini kepolisian ikut dilibatkan untuk menyiagakan anggotanya di jalur perjalanan para siswa? Ini penting mengingat para siswa berangkat masih terbilang pagi dan mungkin jalanan masih sepi. Hal ini untuk meminimalisasi bahaya apa  yang mungkin terjadi di perjalanan. Apalagi bagi siswi sekolah yang harus berangkat sendirian,” kata Marcell.

Perubahan jam masuk sekolah boleh jadi juga akan mempengaruhi kondisi psikologis para siswa dan tenaga pengajar. Karena kini siswa harus bangun pagi-pagi buta. Begitu juga tenaga pengajar atau guru harus bangun lebih pagi dari biasanya.

“Bagi guru wanita mungkin akan lebih merepotkan. Selain mereka harus mengurus keluarga, mempersiapkan makanan untuk suami dan anak-anak, mereka juga memiliki kewajiban untuk mengajar di sekolah. Selain lelah fisik juga lelah mental akan muncul. Akibatnya, mungkin saja tenaga untuk mengajar akan berkurang,” jelas Marcell.

Marcellus juga mengomentari klarifikasi dari Viktor Laiskodat yang dimuat di akun Instagram @viktorbungtilulaiskodat, Selasa (28/2).

Viktor Laiskodat menyebutkan hanya dua Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menerapkan jam masuk sekolah pukul 05.00 Wita yakni SMA 1 dan SMA 6. Sebab, kedua sekolah tersebut yang memiliki kemampuan dan sanggup menerapkan aturan baru dalam mencetak siswa unggulan.

Bahkan Gubernur NTT juga mempersilakan para orang tua yang ingin mendorong anak-anaknya sekolah di dua SMA tersebut. Menurutnya, para siswa di sekolah tersebut akan disiapkan menjadi pemimpin masa depan. Bagi yang tidak mau  tidak dipaksa dan dapat  bergeser ke sekolah lain.

“Dari ucapan di instagram Gubernur NTT, saya menilai ada unsur ancaman terhadap pelajar dan orang tua. Saya sangat menyayangkan hal itu. Karena dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM) Pasal 26 ayat 1 menyebutkan Setiap orang berhak memperoleh pendidikan. Kemudian ayat 3 menyebutkan orang tua mempunyai hak utama untuk memilih jenis pendidikan yang akan diberikan kepada anak-anak mereka,” sebut Marcellus.

Marcellus juga menyatakan bahwa Indonesia telah meratifikasi DUHAM yang dijabarkan dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai visi mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian Visi diperjelas ke dalam batang tubuh yang terdiri dari 37 Pasal. Untuk  pembangunan di bidang Pendidikan

Dijelaskan dalam Pasal 28 dan Pasal 31.

“Pasal 28C ayat 1 berbunyi, Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. Pasal 31 ayat 1, setiap warga negara berhak mendapat pendidikan,” katanya.

Pernyataan Gubernur Viktor juga menurut Marcellus mengeluarkan pernyataan mengandung unsur diskriminatif dalam pendidikan, yakni dua sekolah tersebut yakni SMA 1 dan SMA 6 memiliki kemampuan dan sanggup menerapkan aturan baru dalam mencetak siswa unggulan.

UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 4 ayat 1 disebutkan bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.

Dalam Pasal 5 ayat 1 UU Sisdiknas juga menyebutkan Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

“Jadi, perlu diingat bahwa pendidikan merupakan  hak yang harus didapatkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Bahkan negara menjamin setiap warga negaranya mendapatkan pendidikan yang layak. Jadi mencetak siswa unggulan tidak hanya pada dua sekolah tersebut, tapi juga berlaku untuk seluruh pelajar yang bersekolah di NTT,” pungkasnya. (***)

Categories
Polhukam

Hadiri Rakornas BNPB, Kapolri Bicara Langkah Konkret Manajemen Risiko Bencana

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal pentingnya untuk menguatkan manajemen risiko bencana alam di Indonesia, sebagaimana instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada TNI, Polri, dan seluruh stakeholder terkait lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolri saat menjadi salah satu Pemateri pada Rakornas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (2/3/2023).

“Harapan Pak Presiden Kita memiliki manajemen risiko yang baik pada saat tahapan pra, pada saat tanggap darurat dan pasca-bencana juga akan semakin baik. Pak Presiden juga sudah menyampaikan bagaimana masalah bencana akibat climate change (perubahan iklim),” kata Sigit di awal pemaparan materinya.

Manajemen risiko, kata Sigit, menjadi penting lantaran Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki historis bencana alam yang cukup besar. Seperti, tsunami Aceh, gempa bumi di Cianjur, bencana gunung merapi, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Faktor kerap terjadinya bencana alam di Indonesia juga salah satunya disebabkan terjadinya pergeseran sesar di wilayah tertentu seperti sesar Sumatera, sesar Palu-Koro, sesar Matano, sesar Cimandiri, sesar Opak, sesar Gorontalo, sesar Sorong, sesar Tarera Aiduna dan sesar Yapen.

Tak hanya itu, kondisi geografis Indonesia yang berada di lingkaran api menjadi salah satu faktor terjadinya bencana alam. Kemudian, pada tiap tahunnya juga kerap terjadi fenomena El Nino dan La Nina.

“Jadi ini adalah wilayah-wilayah di Indonesia yang tentunya kita harus memiliki kesiapan lebih. Karena yang namanya bencana terjadi sewaktu-waktu, namun yang paling penting bagaimana upaya kita melakukan persiapan. Sehingga pada saat terjadi, dampaknya bisa kita mitigasi seminimal mungkin,” ujar Sigit.

Dalam penanganan bencana alam, Sigit mengungkapkan bahwa, seluruh pihak terkait dapat mengadopsi rumus yang dikeluarkan oleh, UN Disaster Risk Reduction (UNDRR), untuk mengurangi dampak yang disebabkan dari bencana alam.

“Tentunya menjadi salah satu yang perlu kita pahami bahwa ada rumus terkait bagaimana kita bisa mengurangi potensi dampak bencana rumusnya itu risiko (Risk), sama dengan (=), Hazard atau ancaman bencana, dan disitu dikalikan (x) vulnerability atau kerentanan masyarakat, dibagi (÷) capacity atau kemampuan mengatasi bencana,” ucap Sigit.

“Artinya kalau kerentanan masyarakat bisa kita perkecil dan capacity bisa ditingkatkan maka risiko terjadi akibat dampak bencana bisa kita kurangi,” Sigit menambahkan.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan bahwa, dalam penanganan bencana alam, diperlukan penguatan sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, Basarnas dan stakeholder masyarakat lainnya.

“Yang paling utama adalah menguatkan sinergitas kolaborasi seluruh stakeholder, TNI, Polri, Pemerintah, BMKG, BNPB, Basarnas untuk menyatukan kemampuan dan kekuatan. Sehingga kita bisa mempersiapkan dan memperkuat apa yang menjadi kebijakan Pak Presiden terkait dengan kemampuan melakukan manajemen risiko, memiliki resiliensi yang kuat dalam menghadapi bencana,” papar Sigit.

Lebih dalam, ditegaskan Sigit, sejak awal Polri telah memasukan kebijakan penanganan bencana alam ke dalam strategi konsep transformasi menuju Polri yang Presisi, yang dituangkan dalam, transformasi operasional.

Dengan adanya hal tersebut, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk terus melakukan upaya-upaya manajemen risiko bencana alam mulai dari pencegahan, sosialisasi, penyuluhan, edukasi, memberikan panduan, Quick Response bersama stakeholder terkait.

Menurut Sigit, dengan kesiapan dan cepatnya respon jajaran Polri di wilayah bencana, itu merupakan bentuk representasi hadirnya negara di tengah masyarakat.

“Sehingga masyarakat merasakan negara hadir disitu. Ini harus dilakukan dan dipersiapkan khususnya di wilayah yang memang rentan terjadi bencana. Tolong dicek begitu ada peristiwa bagaimana rekan-rekan simulasi, melatih secepatnya bisa datang dan SOP yang disiapkan dan apa saja yang kita lakukan,” tutur Sigit.

Dalam penanganan bencana alam, Sigit menyatakan, personel kepolisian harus mampu berperan baik sebelum terjadinya bencana, ketika terjadi, dan setelah bencana terjadi. Ketika masa tanggap darurat, Polri harus menyiapkan personel terbaiknya untuk melakukan penyelamatan, evakuasi, identifikasi melalui DVI, membuat tenda darurat, dapur lapangan hingga menyiapkan sarana dan prasarana penunjang.

Kemudian, sambung Sigit, setelah pasca-bencana, jajaran Polri harus menyiapkan langkah konkret seperti psikologi sosial, trauma healing, layanan kesehatan, dan menggelar patroli di wilayah tersebut.

Untuk di tahap pra-bencana atau sebelum kejadian, Sigit mengatakan, harus dilakukan upaya edukasi, bisa melalui konten video, bekerjasama dengan media, dan penguatan peran Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat.

Disisi lain, Sigit menuturkan bahwa, pihaknya bersama stakeholder terkait juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (TI). Dalam hal ini, dikatakan Sigit, Polri telah membentuk 91 Command Center yang bisa diadopsi oleh seluruh Polda jajaran.

“Terkait dengan karhutla kembangkan terus aplikasi ASAP Digital Nasional. Karena ini menjadi penting didalamnya kita memiliki CCTV Live Auto Monitoring yang bisa memonitor jarak 8 kilo, berputar 360 derajat, ada sensor, bisa menampilkan suhu udara. Dan kita bisa dapatkan update titik api selama lima menit. Yang paling penting adalah posisi pergerakan personel dilapangan bisa termonitor,” kata Sigit.

Sebelum mengakhiri pemaparannya, Sigit menegaskan bahwa, seluruh stakeholder harus memiliki kesamaan visi dan misi terkait menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi soal melakukan manajemen risiko bencana alam. Sigit pun melantunkan pantun untuk mengakhiri paparannya.

“Hujan gerimis tiada henti, paling enak minum cokelat. Mari bersinergi untuk melindungi, menghadirkan negara di tengah rakyat,” tutup Sigit.(*)

Categories
Megapolitan Polhukam

Status Harta Rafael Alun Belum Jelas, KASN: Pengisian LHKPN Jangan Hanya Jadi Formalitas

Koran Jurnal, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Tasdik Kinanto, menyebut perlu adanya penyelidikan lebih lanjut mengenai sumber kekayaan harta eks pejabat Ditjen Pajak Jakarta Selatan II, Rafael Alun Trisambodo. Hal tersebut mengingat belum ditemukan kejelasan status dari keseluruhan harta Rafael.

“Masalahnya bukan pada besarannya, tapi sumbernya dari mana. Itu yang penting untuk diungkap. Jumlah harta yang dimiliki Rafael ini yang dinilai tidak wajar dan KPK tengah menyelidiki dengan cara apa itu semua diperoleh. Pada momen ini kita harus melihat lebih jeli lagi, jangan-jangan ini masalah di permukaan sehingga ini perlu dikembangkan lagi,” ungkap Tasdik Kinanto, Kamis (2/3/2023).

Tasdik melanjutkan, dari kasus Rafael ini mengingatkan kembali bahwa pengisian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) oleh ASN bukanlah sekadar formalitas tahunan saja. Tapi, ini perlu dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung pencegahan tindak pidana korupsi di kalangan ASN.

“Kita diingatkan bahwa banyak kelemahan sistem pengawasan kita yang perlu diperbaiki. Ini menyangkut masalah yang mendasar dalam tata kelola keuangan negara yang sangat punya arti penting dalam rangka mendukung pembangunan nasional.”

“Secara internal, pimpinan-pimpinan instansi harus secara sungguh-sungguh punya komitmen yang tinggi untuk memastikan bahwa setiap pegawai telah melaksanakan kewajibannya, salah satunya adalah melaporkan kekayaannya masing-masing secara benar dan tepat waktu,” imbuhnya.

Wakil Ketua KASN kemudian menyebut perlu adanya koordinasi antara pengawas internal instansi pemerintah dengan berbagai unsur, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memperkuat sistem pengawasan internal.

“Menurut saya, jika ini tidak ditindaklanjuti dengan perbaikan sistem pengawasan internalnya maka ke depan kasus-kasus semacam ini tidak akan pernah selesai. Kita selalu dipertontonkan dengan kejadian yang semestinya bisa dicegah,” pungkas Tasdik.(hum)

Categories
Polhukam TNI

Tingkatkan Kerja Sama Bilateral, KSAL Terima Introductory Visit Panglima Tentera Laut Diraja Malaysia

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menerima kunjungan (Introductory Visit) Panglima Tentera Laut Diraja Malaysia (PTLDM) Laksamana Datuk Abdul Rahman Bin Ayob di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (2/3/2023).

Kunjungan yang bertujuan meningkatkan hubungan bilateral antar Angkatan Laut kedua negara ini, khususnya bidang keamanan maritim juga sekaligus sebagai kunjungan balasan yang sebelumnya Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali telah berkunjung ke Malaysia.

Kedatangan Panglima disambut hangat oleh Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali beserta jajarannya dan pasukan jajar kehormatan di halaman Gedung R.E Martadinata, Mabesal.

Kasal dan PTLDM membicarakan beberapa kegiatan bilateral di masa yang akan datang, diantaranya merencanakan pelaksanaan Navy To Navy Talk (NTNT) dan Submarine Staff Talk TNI AL – TLDM pada tahun 2023 dan sepakat saling mendukung pengembangan sumber daya manusia secara bilateral dalam bentuk latihan, dan pendidikan.

TNI AL dan TLDM akan berpartisipasi pada kegiatan bilateral dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan seperti Coordinated Operations Control Comitee Malaysia-Indonesia (COCC Malindo) dan penandatanganan updating Standart Operations Prosedure (SOP) Patroli Terkoordinasi (Patkor) Malindo yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Kerja sama yang telah berjalan secara profesional tersebut telah terbukti dalam menjamin keamanan dan keselamatan pengguna Selat Malaka. Seperti halnya yang baru saja terjadi adalah penyelamatan kapal patroli Perikanan Malaysia PL 87 yang dilaporkan hilang kontak pada tanggal 28 Februari 2023, dan diselamatkan oleh KRI Sigalu-857 pada tanggal 1 Maret 2023, di sekitar perairan Pulau Nipah.

Sementara itu dalam bidang latihan, Kasal menyampaikan rencana kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 yang akan dilaksanakan pada Bulan Juni mendatang.

Panglima TLDM turut mengundang Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai pembicara dalam Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition 2023 (LIMA 23).

Disela-sela kunjungan ke Mabesal, Panglima TLDM Laksamana Datuk Abdul Rahman Bin Ayob didampingi Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali juga berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono.(disp)

Categories
Polhukam

Sukseskan F1 Powerboat, Pedagang Pasar Tumpah Danau Toba Libur Selama Event Berlangsung

Sumut – Pedagang Pasar Tumpah menyadari gelaran F1 Powerboat yang berlangsung di Danau Toba Provinsi Sumatera Utara, yang selama ini merupakan area wilayah mereka berjualan harus terlaksana dengan baik demi nama baik bangsa.

Oleh karena itu, mereka wujudkan dengan memilih tak berjualan dahulu ketika event internasional ini berlangsung.

Perwakilan dari komunitas pedagang bernama Jackson Siagian menjelaskan alasan pihaknya dalam mengambil sikap tersebut.

“Komitmen kami mendukung penuh kegiatan baik ini telah kami wujudkan dengan cara libur sementara saat lomba berlangsung agar semuanya terlihat tertib dan nyaman bagi semua pihak,” kata Jackson, Rabu (1/3/2023).

“Kami ambil keputusan itu atas kesadaran masing-masing pedagang dan tanpa ada tekanan dari pihak manapun,” tambah dia.

Dengan adanya F1 Powerboat ini pihaknya yakin akan mengangkat pariwisata di Provinsi Sumatera Utara terlebih Danau Toba dan sekitarnya.

“Harapan kami ke depan wisata Danau Toba makin dikenal oleh dunia mancanegara sehingga wisatawan maupun turis semakin banyak yang berdatangan ke sini,” pungkasnya.(*)