Categories
Infotainment

Film Lafran Kini Bisa Ditonton di Platform Aplikasi Streaming mulai 10 Nopember Hari Pahlawan 

Koran Jurnal, Jakarta – Film Lafran, sebuah film biopik yang menceritakan kisah tentang perjuangan pemuda Indonesia bakal ditayangkan kembali di momen hari Pahlawan pada 10 November 2024 mendatang. Namun kali ini film tersebut dapat ditonton melalui jaringan internet di platform OTT (over-the-top) MAXStream dan My Telkomsel App.

Film Lafran, menggambarkan situasi awal kemerdekaan pada masa itu yang diwarnai menguatnya perdebatan tentang keislaman dan nasionalisme di kalangan pemuda.

Bagi Lafran Pane, mahasiswa adalah kelompok non-partisan dan independen yang bisa menjadi gerakan dalam memperjuangkan semangat nasionalisme Indonesia.

Lafran Pane merupakan adik dari sastrawan pejuang, Sanusi dan Armijn Pane. Sanusi dan Armijn Pane menjadi inspirasi perjuangan Lafran kecil sebelum ia pindah ke Jakarta, selanjutnya pindah ke Yogyakarta.

Perjalanan Lafran dari Tapanuli Selatan ke Jakarta hingga Yogyakarta mewarnai perubahan cara pandang Lafran dalam berjuang. Idealismenya menguat, Lafran Pane punya visi besar dalam memperjuangkan keindonesiaan.

Produser Film Lafran, Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan, penayangan kembali film ini dimaksudkan untuk semakin menggelorakan semangat juang bagi para pemuda di Indonesia.

“Jadi kalau kita mau melihat sebetulnya ada spirit yang mau kami sampaikan, yang mau kami viralkan bahwa kita harus cinta terhadap nilai-nilai yang kita pegang teguh. Nah di HMI itu ada nilai dasar ada dua nilai dasar yang pertama adalah keislaman tentu kita sebagai umat yang beragama harus percaya, yakin dan taat kepada agama kita, pada Tuhan kita melalui agama kita, kemudian yang kedua adalah nilai ke Indonesia kita harus cinta harus peduli harus merawat negara kita karena kita tinggal besar lahir di sini. Jadi baik buruknya negara ini bangsa ini itu tergantung kita,” papar bang Doli, panggilan akrab sehari-hari, dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa sore (5/11/2024).

Menurut Bang Doli, yang juga Ketua Presidium MN KAHMI mengungkapkan bahwa ada pesan-pesan perjuangan dari pemuda demi kepentingan bangsa dan negara.

“Pesan-pesan itu sebetulnya yang ada dalam film ini selain misalnya kalau kita lihat dari karakter Lafran padanya sendiri ya dalam konteks perjuangan. Bagi Lafran yang paling penting itu adalah niat baik untuk berjuang demi kepentingan bangsa dan negara,” imbuhnya.

“Jadi pelajaran yang bisa kita petik dari film ini, selama kita punya niat yang baik untuk kepentingan bangsa kepentingan negara kepentingan agama, insyaallah itu menjadi sebuah modal kekuatan untuk terus berjuang, itu yang pertama yang kedua adalah semangat pantang menyerah,” sambung Bang Doli.

Aktor Mathias Muchus, pemeran Sutan Pangurabaan di Film Lafran, menyambut baik penayangan kembali film Lafran untuk masyarakat, khususnya kalangan pemuda.

“Film-film kepahlawanan dengan tema-tema seperti ini perlu didukung oleh semua pihak tentunya untuk pembentukan karakter bangsa. Terimakasih kepada teman-teman semua,” ucap Matias Muchus yang memerankan sosok ayah Lafran.

Sebagai informasi, Film Lafran disutradarai Faozan Rizal, diperankan pemain-pemain seperti Dimas Anggara, Lala Karmela, Mathias Muchus, Tanta Ginting, Ariyo Wahab, Farandika ini diproduksi sejak enam tahun lalu.

Seperti diketahui, film Lafran telah dirilis dan ditayangkan di bioskop awal 16 Juni 2024.(*/Ant)

Categories
IPTEK TNI

Pushidrosal Luncurkan Aplikasi HidroSDB35 Pada Puncak Peringatan HUT Ke 79 TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Pemetaan cepat yang merupakan salah satu implementasi rapid environment assessment dapat menyajikan data lingkungan secara instant yang sangat dibutuhkan dalam operasi operasi khusus dan kedaruratan seperti operasi pendaratan amfibi, Operasi bantuan kebencanaan, operasi evakuasi daerah terisolir, keselamatan pelayaran dll

Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Militer dan Hidrografi Nasional memainkan peran penting dalam pengumpulan data kedalaman perairan untuk melakukan pemetaan dasar laut untuk berbagai keperluan.

Bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-79 TNI Angkatan Laut tanggal 10 September 2024, Pushidrosal mempersembahkan HidroSDB35. Aplikasi HidroSDB35 diluncurkan pada peringatan Puncak HUT ke-79 TNI AL yang digelar KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang berlayar di Teluk Jakarta Selasa (10/9/2024).

Peluncuran secara langsung dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto S.E., M.Si. yang didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M. Tr.Opsla dan Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M.

HidroSDB35 merupakan Aplikasi SDB (Satellite Derived Bathymetry) produksi pushidrosal yang dikembangkan oleh Personel pushidrosal bersama dg tenaga ahli anak bangsa. Diberi nama 35 karena dibangun dan di validasi di tiga perairan yang memiliki karakteristik berbeda yang mewakili perairan Indonesia barat, Tengah, dan timur, selama kurun waktu 5 bulan.

Data yang di butuhkan didapat dari data citra satelit, foto udara, video udara baik dari pesawat udara berawak maupun tanpa awak yang kemudian dikonversi menjadi peta batimetri. Fitur utama dari aplikasi ini berupa pengunduhan data otomatis, koreksi citra satelit, dan prediksi kedalaman berdasarkan penggambaran optik yang secara signifikan meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengolahan data batimetri. Fitur utama dari aplikasi ini berupa pengunduhan data otomatis, koreksi citra satelit, dan prediksi kedalaman berdasarkan penggambaran optik yang secara signifikan meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengolahan data batimetri.

HidroSDB35 bisa memproses semua citra satelit (baik citra komersial maupun non komersial) dengan baik dengan ketelitian 1-2 meter. Software ini dikembangkan dengan metode deep learning dengan algoritma yang dikembangkan dan akan selalu diupdate untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi survei dan pemetaan. HidroSDB35 akan tersedia secara komersial untuk pemetaan pantai dan pesisir, identifikasi terumbu karang, padang lamun, bahaya navigasi, serta kepentingan lainnya.

HidroSDB35 diharapkan menjadi aplikasi yang mampu mendukung berbagai macam aktivitas operasi hidrografi di antaranya operasi militer, keselamatan pelayaran, dan penelitian ilmiah.(disp)

Categories
Featured IPTEK Ragam TNI

Talk Show Naval Expo 2022, Manfaat Aplikasi Teknologi Satellite-Derived Bathymetry bagi Kepentingan Nasional

Koran Jurnal, Jakarta – Naval Expo 2022 mengadakan Talk Show (bincang santai) bertajuk “Aplikasi Teknologi Satellite-Derived Bathymetry untuk Kepentingan Nasional”, di Gedung Balai Samudera, Jakarta Utara, Jum’at (16/09/2022).

Talk Show yang diselenggarakan PT Geotronix Pratama Indonesia itu dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan data batimetri. Acara tersebut mendiskusikan tentang manfaat aplikasi teknologi Satellite-Derived Bathymetry (SDB) bagi kepentingan nasional.

Bincang santai tersebut dimoderatori oleh Gabriella Alodia, Ph.D dari Hydrography Research Group Institut Teknologi Bandung ini mengundang narasumber dari berbagai sektor seperti Kepala Dinas Hidrografi PUSHIDROSAL Kol. Laut (P) Anom Puji Hascaryo (sektor militer), Vice Chair of SatelliteDerived Bathymetry Best Practice Project Team of IHO Dr.rer.nat. Poerbandono, S.T., M.M. (sektor akademisi), Presiden Direktur PT Bintang Subsea Indonesia Zein Khairuddin (sektor industri), dan Presiden Direktur PT Geotronix Pratama Indonesia Fajar Setio Adi (penyedia teknologi SDB).

Satellite-Derived Bathymetry (SDB) adalah metode pemetaan kedalaman menggunakan citra satelit. Teknologi ini memungkinkan penggunanya mendapatkan data kedalaman suatu perairan dangkal tanpa harus datang langsung ke lokasi survei. Karena terobosannya tersebut, SDB telah menjadi teknologi alternatif pengindera kedalaman perairan yang hasilnya dapat digunakan sebagai alternatif sumber data untuk pemetaan di wilayah perairan.

Selain ramai disimak oleh mahasiswa beberapa institusi pendidikan dan sejumlah instansi swasta dan pemerintah, talkshow berdurasi 1,5 jam ini dihadiri pula oleh Ketua Panitia NAVAL EXPO 2022 Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat, Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Pertama TNI Ariantyo Condrowibowo.

“Sebenarnya banyak sekali manfaat dari penggunaan teknologi SDB ini, namun keberadaannya belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia sehingga pemanfaatannya terutama untuk kepentingan nasional masih sangat dapat ditingkatkan lagi. Kami berharap dapat memberdayakan dan berkontribusi kepada lebih banyak lagi pemangku kepentingan wilayah pesisir di Indonesia agar mereka dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan lebih ekonomis,” kata Fajar Setio Adi, Presiden Direktur PT Geotronix Pratama Indonesia.

Seperti diketahui, Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) adalah dinas hidrografi pertama di regional Asia dan Australia yang mengaplikasikan teknologi SDB sejak tahun 2019. Diungkap oleh Kepala Dinas Hidrografi PUSHIDROSAL Kol. Laut (P) Anom Puji Hascaryo, selama ini teknologi SDB telah membantu Pushidrosal dalam hal monitoring dan pengukuran garis pantai pada cakupan area yang cukup luas dan mengakselerasi pembaruan peta laut, khususnya di area-area yang tidak terjangkau oleh kapal survei. Selain itu data SDB juga menjadi salah satu referensi dalam kepentingan perundingan perbatasan/delimitasi maritim. Lain halnya dengan Presiden Direktur PT Bintang Subsea Indonesia Zein Khairuddin sebagai pengguna teknologi SDB di industri migas. Data SDB sangat membantu dalam perencanaan operasi survey serta mengoptimalkan efisiensi operasi dan kegiatan lapangan karena SDB memungkinkan penggunanya untuk mengetahui kondisi lapangan sebelum datang secara langsung sehingga perencanaannya bisa lebih presisi. Ketika survey langsung di lapangan telah dilakukan, SDB juga dapat digunakan untuk mengisi data gap pada area-area yang tidak dapat dijangkau oleh metode survei insitu.

Dirangkum pula oleh Dr.rer.nat. Poerbandono, S.T., M.M. yang mewakili kalangan akademisi dan Fajar Setio Adi mewakili PT Geotronix Pratama Indonesia sebagai penyedia teknologi SDB, bahwa SDB bukanlah teknologi yang dapat menjadi substitusi metode survei konvensional namun lebih merupakan pelengkap agar operasi survey dapat dilakukan dengan lebih aman dan efisien.(disp)

Categories
Daerah TNI

Danramil dan Babinsa Jajaran Kodim 1208/Sambas Terima  Sosialisasi Aplikasi Silacak

Koran Jurnal, Sambas – Para Danramil dan Babinsa jajaran Kodim 1208/Sambas menerima Sosialisasi Aplikasi Silacak melalui Daring di ruang vicon Kodim 1208/Sambas, Selasa (11/05/2021).

Kegiatan penyelenggaraan pertemuan dan monitoring PPKM skala mikro serta sosialiasi Aplikasi Silacak, bertujuan untuk  mencari dan memantau kontak erat dari kasus yang konfirmasi guna memudahkan dan menemukan data terkonfirmasi dengan cepat dan akurat sehingga cepat pula memperoleh penanganannya.

Sosialisasi Aplikasi Silacak yang diikuti oleh Kasdim, Pasiter, para Danramil dan Babinsa jajaran Kodim 1208/Sambas tersebut guna membekali para Babinsa yang terjun lansung di lapangan agar lebih mudah dan cepat untuk menelusuri kasus terkonfirmasi terhadap perorangan yang telah melakukan kontak erat dengan pasien.

Kasdim 1208/Sambas Mayor Arm Sumaji mengatakan peranan para Babinsa di lapangan yang telah berhasil dalam membatasi penyebaran Covid-19 tentunya bekerja sama dengan instansi terkait dalam mengatasi penyebaran virus Corona yang ada di masyarakat.

“Babinsa harus senantiasa update data dari awal masuknya virus Corona dari Wuhan China ke Indonesia sampai sekarang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kasdim menekankan,  strategi penanggulangan Covid-19 di masyarakat terutama para Babinsa yang sudah mempunyai skep harus lebih maksimal mengatasi masalah ini, harus lebih ekstra para Babinsa melaksanakan tanggung jawabnya di wilayah.(pen/red)

Categories
Nasional Polisi

Kapolri Resmikan Aplikasi SINAR, Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM Online

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meresmikan aplikasi online SIM Presisi Nasional atau disingkat SINAR, di Jakarta, Selasa (13/04/2021).

Dengan adanya aplikasi SINAR, masyarakat yang hendak melakukan perpanjangan masa berlaku SIM-nya cukup melalui ponsel atau smartphone berbasis Android atau Apple. Dan tentunya dapat dilakukan dimana saja, tanpa perlu datang ke kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM.

“Polri harus mengikuti strategi perkembagan teknologi dan adanya pandemi Covid-19,” kata Sigit, Selasa (13/04/2021).

Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, dengan kehadiran aplikasi SIM online ini dapat memberikan pelayanan kepolisian yang humanis. Kemudian juga dapat menghindari kontak antara petugas dan masyarakat untuk menghilangkan penyalahgunaan wewenang.

“Sudah saatnya Polri menampilkan polisi lalu lintas (polantas) yang berwibawa dan disegani masyarakat tanpa menggunakan senjata,” imbuhnya.

Karena itu, Sigit mengapresiasi jajaran Korlantas Polri yang sekali lagi membuktikan penerapan teknologi dalam pelayanan masyarakat setelah adanya E-TLE. Dengan mengubah pelayanan kepolisian yang selalu berinteraksi dengan masyarakat, dan hari ini pelayanan SIM yang bisa diakses dari rumah dan dimana saja.

“Cukup dari rumah pelayanan perpanjangan SIM bisa dilakukan dengan menggandeng kantor pos untuk melakukan delivery (pengiriman),” katanya.

Dalam program ini, Korlantas telah bekerja sama dengan sejumlah pihak dalam kemudahan pelayanan, seperti pembayaran PNBP SIM secara online melalui Bank BNI dan sistem layanan pengiriman SIM hingga ke tempat tinggal pemohon oleh PT Pos Indonesia.

Adapun masyarakat yang hendak menggunakan layanan aplikasi online ini cukup dengan mengunduh platform digital Korlantas di Playstore Andorid maupun Apple.

“Setelah mengunduh, masyarakat hanya perlu melakukan verifikasi identitas dengan memasukan nomor handphone dan alamat email,” papar Sigit

Setelah mendapatkan kode OTP, masyakatat juga harus memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) beserta nama lengkap sesuai KTP. Pengguna juga akan di otentifikasi melalui teknologi pembacaan biometrik wajah atau Liveness Face Recognition.

Kemudian, untuk melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C, buka aplikasi digital Korlantas Polri lalu pilih icon SINAR atau SIM. Pemohon akan diarahkan untuk memilih SIM apa yang akan diperpanjang. Berikutnya, pemohon harus mengunduh file seperti foto KTP, foto SIM, foto tanda tangan dan pas foto.

Selanjutnya, untuk pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan psikologi dan ujian teori SIM, pemohon juga cukup melakukannya lewat online, dengan memilih link E-Rikkes pada layanan SINAR. Sedangkan tes psikologi, pemohon cukup memilih link E-PPSI pada layanan SINAR.

Dalam tes kesehatan dan psikologi ini, pemohon harus menjawab pertanyaan-pertanyaan agar bisa memenuhi syarat. Seluruh soal-soal ini sudah terakreditasi oleh SSDM Polri.

Sedangkan ujian teori SIM, Korlantas Polri menggunakan sistem tiga dimensi. Dimana pemohon akan dibuat layaknya keadaan sebenarnya sedang uji teori SIM.(rp/red)

Categories
Featured Nasional

Presiden Jokowi Apresiasi Aplikasi ‘JP Hub’ Sukseskan Gerakan Beli Kreatif Danau Toba

Koran Jurnal, Balige – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi dan memperkenalkan aplikasi Jaringan Pariwisata Hub (JP Hub) sebagai platfom daring yang diharapkan mampu menyukseskan dan mempromosikan Gerakan Beli Kreatif Danau Toba.

“Aplikasi ini akan menjadi pintu pengetahuan, pencarian, hingga pemesanan destinasi mulai dari tingkat provinsi hingga desa. Serta dilengkapi dengan atraksi wisatanya. Sudah waktunya pariwisata Indonesia tumbuh bersama ekonomi kreatifnya,” jelas Presiden Joko Widodo, dalam sambutannya secara daring dalam acara Peluncuran Beli Kreatif Danau Toba, Sabtu (20/02/2021).

Presiden Jokowi meresmikan gerakan Beli Kreatif Danau Toba sebagai upaya untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba yang merupakan salah satu dari lima destinasi super prioritas (DSP).

Presiden Joko Widodo mengatakan gerakan ini merupakan lanjutan dari gerakan nasional “Bangga Buatan Indonesia” yang tahun ini akan difokuskan untuk mengembangkan potensi daerah.

“Pada tahun 2020, gernas BBI berhasil mengajak lebih dari 3,8 juta pelaku kreatif dan UMKM yang onboard ke platform e-commerce untuk meluaskan potensi pasar hingga nasional bahkan mancanegara,” kata Joko Widodo.

Presiden juga menyebutkan Danau Toba sebagai salah satu dari kawasan DSP memiliki potensi ekonomi kreatif yang patut dikembangkan. Ia mencontohkannya dengan kain ulos dan kopi khas Sidikalang yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

“Selain itu, kawasan ini juga memiliki pemandangan yang cantik dengan bentangan danau vulkaniknya. Paduan pariwisata dan hasil ekonomi kreatif yang layak digaungkan ke seluruh nusantara hingga dunia dan diharapkan akan mampu membangkitkan ekonomi Indonesia lewat industri digital,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Gerakan ini, lanjut Presiden Joko Widodo, selain mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk berorientasi dengan platform e-commerce, juga akan dilengkapi dengan pendampingan dan edukasi bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk bisa mengembangkan dan memajukan usahanya di platform digital.

Sementara itu, dalam satu rangkaian acara yang sama di Institut Teknologi Del, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, mengatakan dengan adanya pertumbuhan di sektor ekonomi kreatif ke platform e-commerce bisa menjadi solusi bagi para pelaku ekonomi kreatif yang belum bisa memasarkan produknya secara fisik akibat pandemi COVID-19. Sehingga, gerakan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi para pelaku kreatif untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya lewat platform digital.

“Penjualan produk secara fisik di masa saat ini sangat sulit dilaksanakan. Tetapi dengan penjualan lewat platform digital ini bisa membantu kita di masa-masa yang sulit ini dan ini memang tujuan dari “Beli Kreatif Danau Toba”, bagaimana kita onboarding ke platform digital serta berkolaborasi dengan mitra dan memberikan pendampingan-pendampingan. Karena berjualan fisik itu berbeda dengan berjualan secara digital,” tutur Angela.

Dalam acara ini, Angela didampingi oleh Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam dan Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Samosir, Audy Murphy Sitorus. Acara ini juga turut dihadiri secara daring oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo; Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati; serta Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny Gerard Plate.(hum/red)

Categories
Hukum IPTEK Polhukam

Aplikasi ‘Verasi’ Inovasi Kemenkumham Menuju Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Aplikasi berbasis teknologi informasi Verifikasi dan Akreditasi “Verasi” Organisasi Bantuan Hukum (OBH) dikembangkan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Prof. Yasonna Hamonangan Laoly menjelaskan, bahwa aplikasi Verasi memberi kontribusi yang nyata terhadap upaya pemerintah dalam melakukan perluasan akses bantuan hukum gratis.

“Khususnya untuk orang tidak mampu melalui peran dari Organisasi Bantuan Hukum (OBH) atau yang biasa dikenal dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH),” jelasnya, Senin (29/06/2020), dalam wawancara secara virtual di hadapan Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Sebelum aplikasi ini beroperasi, BPHN acapkali menemui kendala sewaktu melakukan penilaian terkait lolos atau tidaknya OBH/LBH yang mendaftar.

Menkumham menambahkan, bahwa aplikasi Verasi OBH BPHN membantu BPHN dalam menentukan kelolosan dan akreditasi OBH atau LBH. Aplikasi ini juga melakukan penilaian otomatis, yakni klasifikasi akreditasi OBH berupa nilai A, B, dan C berdasarkan dokumen yang diajukan oleh pendaftar.

Verifikasi dan akreditasi yang sebelumnya dilakukan manual menyebabkan sejumlah persoalan. Salah satunya lambannya proses inventarisasi permohonan yang diajukan oleh OBH/LBH karena dokumen persyaratan harus dikirimkan secara langsung atau melalui Pos ke gedung BPHN yang beralamat di Jakarta.

Menurut Yasonna Laoly, hal ini tentu sangat tidak efektif bagi OBH/LBH di luar Jabodetabek. Belum lagi potensi dokumen terselip atau terpisah sehingga menyebabkan OBH/LBH gagal diverifikasi atau akreditasi.

“Amanat UU Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum amat mulia, yakni menjamin setiap warga Negara khususnya orang atau kelompok orang miskin untuk mendapatkan akses keadilan (access to justice) dan kesamaan di hadapan hukum (equality before the law),” tuturnya.

Oleh karenanya, sebagai pelaksana penyelenggaraan bantuan hukum se-Indonesia, BPHN mengupayakan tantangan dan hambatan penyelenggaraan bantuan hukum teratasi dengan inovasi.

Sementara itu, Kepala BPHN Prof. Benny Riyanto menambahkan, bahwa aplikasi Verasi pada Prinsipnya access to justice dalam bantuan hukum harus diberikan kepada siapapun (no one left behind) terlebih orang miskin yang berhadapan dengan hukum.

Selain itu, kualitas pendampingan hukum harus diperhatikan melalui Pemberi Bantuan Hukum yang berkualitas pula.

“Kehadiran aplikasi Verasi sangat bermanfaat dalam menjaring Pemberi Bantuan Hukum yang berkualitas,” ujar Prof. Benny Riyanto.

Sebagai gambaran, Verifikasi dan Akreditasi merupakan kewenangan Menkumham sebagaimana mandat UU Nomor 16 Tahun 2011, untuk memastikan kelayakan dari OBH atau organisasi kemasyarakatan selaku Pemberi Bantuan Hukum.

“Dalam pelaksanaanya, Menkumham mendelegasikan kewenangan ini kepada BPHN, yakni Unit Utama (Eselon I) di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM) untuk melaksanakan Verifikasi dan Akreditasi setiap tiga tahun sekali,” Kepala BPHN menambahkan.

Mempermudah Verifikasi dan Akreditasi OBH

Aplikasi Verasi dibuat untuk mempermudah Panitia Verifikasi dan Akreditasi yang dibentuk oleh Menkumham sewaktu melakukan seleksi, evaluasi, hingga penentuan kelayakan Pemberi Bantuan Hukum.

Sebab berdasarkan Peraturan Menkumham Nomor 3 Tahun 2013 tentang Tata Cara Verifikasi dan Akreditasi Lembaga Bantuan Hukum atau Organisasi Kemasyarakatan, tahapan Verifikasi dan Akreditasi terdiri mulai dari pengumuman, permohonan, pemeriksaan administrasi, pemeriksaan faktual, pengklasifikasian Pemberi Bantuan Hukum, dan yang terakhir penetapan Pemberi Bantuan Hukum.

Dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 ini, aplikasi Verasi masuk kategori kelompok inovasi umum. Tim evaluasi menerima 2.250 proposal dan menyatakan hanya 2.126 proposal yang lolos seleksi administrasi khusus kategori umum.

Lalu tahap selanjutnya, tim evaluasi melakukan penilaian dan didapatkan sebanyak 229 proposal di mana terdapat 193 proposal kategori umum lalu diserahkan kepada Tim Panel Independen dan ditetapkan sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Selain aplikasi besutan BPHN, ada satu aplikasi lagi yakni Pos Pengaduan HAM di 50 Denominasi Gereja di Manokwari yang dikembangkan Kemenkumham yang masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Secara umum, instansi pemerintah yang berhasil masuk daftar Top 99 terdiri dari 11 Kementerian, 9 Lembaga, 9 Pemerintah Provinsi, 42 Pemerintah Kabupaten, dan 15 Pemerintah Kota. Tinggal selangkah lagi, Aplikasi Verasi OBH BPHN ditetapkan sebagai Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020.

“Aplikasi Verasi bisa dicontoh atau direplikasi oleh aplikasi terkait verifikasi dan akreditasi pada Instansi Pemerintah lainnya. Contohnya, pada April 2019 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengundang BPHN Kementerian Hukum dan HAM untuk memberikan masukan terhadap mekanisme akreditasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) di Indonesia,” ungkap Menkumham Yasonna Laoly.(hum/red)

Categories
IPTEK Nasional

Kominfo: Aplikasi “Peduli Lindungi” Bantu Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 meyakini kehadiran aplikasi “Peduli Lindungi” di sistem android dapat membantu dalam memutus mata rantai penularan virus SARS-CoV-2 atau Corona penyebab COVID-19 di masyarakat.

Aplikasi ini diciptakan untuk mengidentifikasi orang-orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan orang yang dinyatakan positif COVID-19 atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan, melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengingat riwayat perjalanan dan dengan siapa saja dia melakukan kontak.

“Kami berharap dengan itu dilakukan maka monitoring dan pergerakan baik pasien atau yang sudah tertular atau yang masih di dalam pemantauan ataupun yang diistilahkan sebagai ODP dapat dilakukan monitoring secara online pergerakannya,” ujar Menkominfo Johnny G. Plate dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (08/04/2020).

Selain itu, aplikasi ini juga dapat memudahkan masyarakat yang tengah beraktivitas di luar rumah untuk mewaspadai kurir pembawa virus. Asal dengan catatan, seluruh masyarakat baik yang positif, sembuh, dalam pemantauan, maupun sehat memberikan informasi dirinya.

Pertukaran data akan terjadi ketika ada gadget lain dalam radius bluetooth yang juga terdaftar di Peduli Lindungi. Apabila terdeteksi adanya ancaman virus dalam radius dekat, maka sistem akan menginformasikan ke si pengguna.

“Masyarakat akan diberikan informasi secara langsung bahwa di sekitar mereka dalam jarak dua sampai lima meter berpotensi adanya kurir pembawa virus yang berada di sekitarnya. Mereka akan diminta untuk segera menghindar dan menjauhkan diri darinya,” jelas Menkominfo Johnny.

Saat ini kata Johnny, aplikasi Peduli Lindungi baru bisa diunduh di sistem Android. Ia pun telah berkomunikasi dengan Apple sebagai penyedia layanan IOS agar bisa melakukan hal serupa denhan memberikan akses instalasi secara gratis.

“Untuk itu, akan sangat membantu kita untuk segera memutus mata rantai sebaran COVID-19. Dari sisi Kementerian Kominfo, kami minta agar mulai membangun narasi-narasi energi positif untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” pungkasnya.(hum/red)