Categories
Hukum Kesehatan

Tak Hanya Pengendalian, Gugus Tugas Nasional Juga Lakukan Pengamanan dan Penegakan Hukum di Masa Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTTPC19) tidak hanya melakukan pengendalian penyebaran virus SARS-CoV-2 atau penanganan dampak di sektor ekonomi, sosial maupun budaya. Penanganan juga dilakukan termasuk dalam pengamanan dan penegakan hukum di masa pandemi.

Selama berlangsungnya pandemi, GTTPC19 telah melakukan upaya pengamanan dan penegakan hukum. Langkah-langkah tersebut dilakukan di bawah koordinasi dari Subbidang Pengamanan dan Penegakan Hukum GTTPC19. Pembentukan subbidang tersebut dipayungi dengan Keputusan Ketua GTTPC19 Nomor 20 Tahun 2020, tertanggal 22 Mei 2020.

Wakil I Subbidang Pengamanan dan Penegakan Hukum GTTPC19 Brigjen Pol. Darmawan Sutawijaya mengataka bahwa pihaknya bekerja sama dan berkoordinasi dengan lembaga di pusat dan daerah. Di tingkat pusat, subbidang ini menjalin kerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Tenaga Kerja, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, TNI dan Polri.

“Kami ini tugasnya memberikan dukungan dan pendampingan upaya percepatan, pencegahan, penanganan dan pemulihan di daerah, khususnya kepada lembaga atau badan termasuk gugus tugas daerah,” ucap Darmawan saat berdialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (15/06/2020).

Ia menambahkan bahwa selama tiga bulan beroperasi, pihaknya telah melakukan banyak upaya pengamanan dan penindakan hukum.

Darmawan mencontohkan saat pemerintah menganjurkan warga untuk tidak mudik, tetapi pada kenyataan banyak warga yang melakukannya.

“Dengan mobil-mobil pribadi, dengan rute-rute atau jalur tikus,” jelas Darmawan terkait mudik.

Selama pelaksanaan pembatasan sosial, gugus tugas telah membuat pos _checkpoint_, khususnya di wilayah DKI Jakarta dengan jumlah 524. Sedangkan pos di luar DKI Jakarta, sebanyak 2.374 pos di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selama operasi di lapangan, pihaknya menemui para pemudik dengan berbagai alasan. Ia mengatakan bahwa penindakan dilakukan, seperti angkutan travel sebanyak 637 kendaraan. Sedangkan perintah putar balik kendaraan mencapai 109.479 unit, baik roda dua, empat dan enam selama tiga bulan ini.

Terkait dengan penindakan umum, Darmawan mengatakan bahwa tindak pidana umum telah melakukan penyelidikan lebih dari 75.000 kasus, sedangkan untuk tindak pidana ekonomi lebih dari 150.000 kasus.

“Penjualan sembako dan alat kesehatan 160.000 kasus,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya juga menangani berita-berita hoaks yang beredar di tengah pandemi. Berita hoaks yang berhasil diidentifikasi mencapai 137.829 kasus dan telah dilakukan penyelidikan Satuan Siber Polri sebanyak 130.680 kasus.

Pihak kepolisian telah menaham 17 tersangka dan saat ini sedang memproses 87 orang. Ini untuk kasus hoaks.

Jumlah kasus di atas merupakan akumulasi hasil pengamanan dan penindakan hukum selama tiga bulan di seluruh Indonesia di masa pandemi COVID-19.

Langkah-langkah selama ini merupakan hasil penegakan hukum dengan melakukan koordinasi antara pusat dan daerah.(pus/red)

Categories
TNI

Masa New Normal, Koarmada I Siap Lawan Covid-19 dengan Wujudkan Pola  Hidup Sehat, Produktif dan Aman

Koran Jurnal, Jakarta – Memasuki babak baru melawan pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan aturan baru sebelum semua kembali seperti sedia kala yang dikenal dengan istilah New Normal. Guna membiasakan hal itu, Panglima Koarmada I Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., mengajak Prajurit Koarmada I olahraga bersama dan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah kian menyebarnya virus tersebut, bertempat di Dermaga Sunda Pondok Dayung, Jakarta Utara, Jum’at (12/06/2020) kemarin.

Kegiatan ini diawali dengan pengarahan dari Pangkoarmada I, kemudian dilanjutkan dengan senam aerobic, setelah itu jalan sehat bersama mengelilingi seputar Ksatrian Pondok Dayung, dilanjutkan dengan pembagian doorprize, acara ramah tamah dan hiburan.

Dihadapan seluruh prajurit, Panglima Koarmada I mengatakan bahwa dengan seringnya kita berolahraga dapat memberikan kebugaran sehingga dapat menunjang tugas sehari-hari terutama dalam era New Normal dimasa pandemi Covid-19 ini. Kita harus mewujudkan pola hidup yang produktif dan aman dari Covid-19.

Pangkoarmada I juga menghimbau kepada prajurit untuk selalu membangun dan mengutamakan keharmonisan dan kebahagiaan dalam rumah tangga, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan keluarga, karena pada dasarnya kesiapan kerja seorang prajurit itu berawal dari rumah. Selain itu, selalu jaga kondisi fisik dan kebersamaan bahwa kita satu sistem di Koarmada I ini.

Lebih jauh dijelaskan bahwa dimasa New Normal ini sudah tidak ada lagi Work From Home (WFH). Seluruh prajurit Koarmada akan tetap masuk bekerja dan menjalankan tugas seperti biasa, dengan tetap mengikuti protokol Covid-19, yakni memberlakukan jaga jarak (physical distancing), selalu membawa dan menggunakan hand sanitizer, rajin mencuci tangan dengan air yang mengalir, menggunakan masker dan face shield (alat pelindung wajah)

“Selain tetap mengikuti protokol Covid-19, juga harus selalu menjaga sinergitas. Karena di era New Normal ini, mau tidak mau kita harus siap untuk melawan Covid-19 dengan selalu perhatikan protokol kesehatan. Kita ini satu dan kita harus bangga menjadi warga Koarmada I, kalau kita bersatu apapun kesulitan pasti akan terselesaikan,” pungkas Pangkoarmada I.

Pangkoarmada l menambahkan, meski ada aturan pemerintah bahwa usia diatas 45 tahun boleh tidak masuk kerja, tapi hal itu tidak berlaku di lingkungan TNI maka ia meminta seluruh prajurit Koarmada l aktif berolahraga, aktif menjaga kesehatan dan tak lupa meminta prajuritnya mengkonsumsi air rebusan jahe yang disediakan Koarmada l sesudah berolahraga agar imunitas tetap terjaga.

Pada kegiatan tersebut, Pangkoarmada I melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan lapangan bola voli dan penanaman pohon di lingkungan Ksatrian Pondok Dayung.(disp/red)

Categories
Daerah Militer Ragam

Solidaritas Alumni AKABRI 89 Berlanjut ke Tamansari Bogor, Bantu Penghuni Rumah Reyot dan Anak Cacat

Koran Jurnal, Bogor – Solidaritas Sosial Alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI, sekarang menjadi Akmil dan Akpol) angkatan tahun 1989 berlanjut ke Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu pagi (13/06/2020).

Angkatan yang juga dikenal dengan nama Altar 89 ini lanjut menggelar bakti sosial Pengabdian TNI-Polri AKABRI 89 dengan tema “Hidup Produktif & Aman COVID-19“ di Desa Sukaluyu. Baksos ini dilakukan dengan cara membagikan bantuan Sembako kepada masyarakat membutuhkan dan terdampak pandemi COVID-19.

Dipimpin Laksda Choky Hutabarat, rombongan Altar 89 mendatangi langsung rumah masyarakat yang membutuhkan. Pertama, bantuan diberikan kepada seorang ibu yang hidup sendiri dengan kondisi rumah reyot.

Penerima selanjutnya adalah satu keluarga yang mengalami kondisi kesehatan memprihatinkan, dengan kondisi anak cacat. Sementara kedua orang tuanya tidak mampu secara fisik dan psikis untuk menopang hidup keluarga.

Selain itu, ada puluhan kepala keluarga lainnya yang juga mendapatkan bantuan, sebagian besar di antaranya adalah masyarakat yang berusia lanjut.

Dua hari sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenkopolhukam RI, Mayjen TNI Rudianto, selaku Ketua Alumni AKABRI 89, memimpin pelaksanaan Apel Baksos Alumni AKABRI 89 di Lapangan Baharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, sebagai tanda awal dimulainya Baksos.

Hadir dalam apel tersebut alumni AKABRI 89 dari empat matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, dan Polri, di antaranya Mayjen TNI Eko Margiono (Pangdam Jaya), Mayjen TNI Heri Wiranto (Aspers Kasad), Mayjen TNI Suharyanto (Sesmil Pres), Laksamana Muda TNI TSNB Hutabarat (Deputi Bidang Opslat Bakamla RI), Marsekal Muda TNI Andyawan Martono Putra (Asrena Kasau), Komjen Pol Agus Andrianto (Kabaharkam Polri), dan Irjen Pol risyapudin Nursin (Kakorbinmas Baharkam Polri).

Baksos ini dilaksanakan dengan pendistribusian 22.550 paket Sembako, yang merupakan hasil sumbangan alumni AKABRI 89 dari seluruh Indonesia, untuk masyarakat terdampak COVID-19.

Adapun sasaran pendistribusian adalah masyarakat yang terkena PHK akibat pandemi COVID-19, marbot masjid, panti jompo, panti asuhan, pesantren, yatim piatu, ojek online dan pangkalan, kaum disabilitas, Manusia Gerobak, masyarakat yang tidak bisa mudik, purnawirawan/warakawuri TNI-Polri, dan tenaga medis.

“Kami menjalankan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan pengurangan kesenjangan. Semoga pendistribusian sembako alumni AKABRI angkatan 89 dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Mayjen TNI Rudianto waktu itu.(bhk/red)

Categories
Kesehatan

Jubir Gugus Tugas: Kasus Sembuh Covid-19 Lebih Banyak Dilaporkan Daerah

Koran Jurnal, Jakarta – Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa pasien sembuh lebih banyak dilaporkan oleh beberapa daerah dibanding kasus positif COVID-19.

“Beberapa provinsi dengan kasus yang lebih banyak yang sembuh dibanding kasus positif,” kata Yuri di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jum’at (12/06/2020).

Yuri merincikan, beberapa wilayah yang melaporkan jumlah kenaikan angka pasien sembuh lebih banyak di antaranya, Provinsi DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatara Selatan, Nusa Tenggara Barat dan sebagainya.

“DKI Jakarta 93 kasus baru dan 120 sembuh, Sulawesi Selatan hari ini melaporkan 58 kasus, namun dilaporkan juga 73 sembuh. Jawa Tengah, 44 kasus baru, 50 sembuh,” ungkap Yuri.

“Kemudian, Sumatera Selatan 33 kasus baru, 38 sembuh. Nusa Tenggara Barat, 23 kasus dilaporkan 72 kasus sembuh. Jawa Barat, 19 kasus positif baru 41 sembuh. Sumatera Barat 10 kasus baru, 15 sembuh. Kalimantan Timur 8 kasus baru, 11 sembuh,” imbuh Yuri.

Angka penambahan kasus pasien sembuh tersebut sekaligus menunjukkan bahwa presentase kesembuhan dari COVID-19 jauh lebih tinggi dibanding dengan kematian.

“Ini adalah bukti, bahwa memang sekarang persentase kesembuhan jauh lebih tinggi dibanding dengan kematian. Kalau kita perhatikan data akumulasi sampai dengan kondisi saat ini 35,8 persen sembuh, sedangkan kematian berada di kisaran 5,67 persen,” jelas Yuri.

Sebagai informasi, kasus sembuh total untuk hari ini ada penambahan sebanyak 577, sehingga total akumulasinya menjadi 13.213. Meninggal bertambah 48 dan total menjadi 2.048.

Sebanyak 424 kabupaten/kota di 34 provinsi telah terdampak COVID-19. Sementara, Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang dilakukan sampai dengan saat ini akumulasi ada 37.538. Selanjutnya, Pasien Yang Dalam Pengawasan (PDP) adalah sebanyak 13.923 orang.

Hasil dari kasus akumulasi tersebut sekaligus dapat dimaknai bahwa sebagian besar provinsi sudah menuju grafik yang cenderung menurun. Selain itu banyak yang kemudian dalam beberapa hari terakhir ini, tidak dilaporkan ada kasus baru.

Adapun angka penambahan kasus didapatkan dari hasil pemeriksaan laboratorium secara masif dan agresif untuk menemukan kasus baru, sehingga kemudian dapat segera dilakukan penanganan dengan baik untuk memutus penyebaran COVID-19.

“Pemeriksaan laboratorium yang secara masif, kita lakukan, kemudian kontak tracing yang secara agresif kita lakukan, inilah yang kemudian menggambarkan banyaknya kasus positif yang didapatkan, serta kemudian banyaknya kasus sembuh yang bisa kita laporkan,” pungkas Yuri.(pus/red)

Categories
Militer Polisi Ragam TNI

Peduli Covid-19, Alumni AKABRI 89 Distribusikan 22.550 Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak

Koran Jurnal, Jakarta – Alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI, sekarang dipisah menjadi Akmil dan Akpol) angkatan tahun 1989 menggelar bakti sosial Pengabdian TNI-Polri AKABRI 89 dengan tema “Hidup Produktif & Aman COVID-19”.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendistribusian 22.550 paket Sembako, yang merupakan hasil sumbangan alumni AKABRI 89 dari seluruh Indonesia, untuk masyarakat terdampak COVID-19. Paket Sembako ini akan disalurkan ke 18 wilayah di Jakarta (Pusat, Barat, Selatan, Utara, dan Timur), Bekasi (Kota dan Kabupaten), Depok, Tangerang (Kota, Selatan, dan Kabupaten), Bogor (Kota dan Kabupaten), Kepulauan Seribu, Cianjur, Subang, Purwakarta, dan Serang.

Adapun sasaran pendistribusian adalah masyarakat yang terkena PHK akibat pandemi COVID-19, marbot masjid, panti jompo, panti asuhan, pesantren, yatim piatu, ojek online dan pangkalan, kaum sisabilitas, Manusia Gerobak, masyarakat yang tidak bisa mudik, purnawirawan/warakawuri TNI-Polri, dan tenaga medis.

“Kami menjalankan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan pengurangan kesenjangan. Semoga pendistribusian sembako alumni AKABRI angkatan 89 dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenkopolhukam RI, Mayjen TNI Rudianto, selaku Ketua Alumni AKABRI 89 atau yang biasa disebut juga Altar 89.

Pernyataan tersebut disampaikan Mayjen TNI Rudianto usai memimpin pelaksanaan Apel Baksos Alumni AKABRI 89 di Lapangan Baharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis 11 Juni 2020, sebagai tanda awal dimulainya pendistribusian paket Sembako.

Hadir dalam apel tersebut alumni AKABRI 89 dari empat matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, dan Polri, di antaranya Mayjen TNI Eko Margiono (Pangdam Jaya), Mayjen TNI Heri Wiranto (Aspers Kasad), Mayjen TNI Suharyanto (Sesmil Pres), Laksamana Muda TNI TSNB Hutabarat (Deputi Bidang Opslat Bakamla RI), Marsekal Muda TNI Andyawan Martono Putra (Asrena Kasau), Komjen Pol Agus Andrianto (Kabaharkam Polri), dan Irjen Pol Risyapudin Nursin (Kakorbinmas Baharkam Polri).(bmb/red)

Categories
Daerah TNI

Guspurla Koarmada I Gelar Rapid Test Covid-19 dan Bagikan Sembako

Koran Jurnal, Kepulauan Riau – Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama TNI Didong Rio Duta melaksanakan Tes Rapid-19 bagi personel KRI Yos Sudarso-353, serta membagikan Paket Sembako kepada Masyarakat Tarempa bertempat di Dermaga Pelabuhan Tarempa, Kabupaten Tarempa, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (06/06/2020).

Pelaksanaan Rapid Test oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tarempa kepada 15 personel KRI Yos Sudarso-353 bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Covid-19 dikalangan prajurit TNI Angkatan Laut yang sedang melaksanakan tugas operasi, sedangkan kegiatan pembagian sembako kepada masyarakat Tarempa sebagi wujud kepedulian sosial dan perhatian TNI Angkatan Laut khususnya Komando Armada I dalam membantu masyarakat akibat wabah virus Covid-19 yang sedang terjadi di negara Indonesia.

Mengawali sambutannya, Komandan Guspurla Koarmada I Laksma TNI Didong Rio Duta mengucapkan salam persatuan dan salam sehat kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tarempa, dan menyampaikan bahwa saat ini Guspurla Koarmada I sedang melaksanakan Operasi Siaga Samudera-20 bersama KRI Yos Sudarso-353 yang merupakan Kapal Markas untuk melaksanakan patroli di wilayah Perairan Anambas dan Natuna khususnya Kabupaten Tarempa Provinsi Kepulauan Riau.

“Operasi Siaga Samudera-20 merupakan Operasi Siaga Tempur Laut yang dititik beratkan di wilayah perbatasan negara Indonesia khususnya yang berada dibawah jajaran Koarmada I. Selain menjaga perbatasan wilayah negara Indonesia juga sebagai operasi pencegahan terhadap terjadinya kegiatan ilegal yang dilakukan di perairan negara Indonesia baik itu kegiatan ilegal dari luar negeri ke dalam negeri maupun dari dalam ke luar negeri,” ujar Danguspurla Koarmada I.

Komandan Guspurla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Didong Rio Duta mewakili Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E, M.M., menyerahkan bantuan bingkisan sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat Tarempa yang berdampak akibat program PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) atas terjadinya wabah virus corona-19 di negara Indonesia.

Pemberian bingkisan sembako diharapkan dapat membantu masyarakat Kabupaten Tarempa atas dampak dari wabah virus covid-19 dan dapat membuat TNI Angkatan Laut lebih dekat dengan masyarakat Kabupaten Natuna.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Komandan Guspurla Koarmada I Laksma TNI Didong Rio Duta, Komandan KRI Yos Sudarso-353 Kolonel Laut (P) Aminuddin Albek, Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Erfan Indra D., Pjs. Palaksa Lanal Tarempa Kapten Laut (S) Imam Hanafi, Pasop Lanal Tarempa Kapten Laut (P) Bagus Setiawan.(disp/red)

Categories
Daerah TNI

Pangkalan TNI Angkatan Laut Cirebon Sumbang APD untuk RST. Ciremei 

Koran Jurnal, Cirebon – Komandan Lanal Cirebon Letkol Laut (P) Agung Nugroho, S.E., M.Tr.Hanla., menyerahkan sumbangan 25 buah Alat Pelindung Diri (APD) dan 30 Face Shield kepada RST. Ciremei Kota Cirebon.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian Lanal Cirebon terhadap rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Cirebon dalam rangka membantu percepatan penanganan pasien Covid-19 khususnya di RST. Ciremei.

Penyerahan bantuan alat pelindung diri dari Danlanal Cirebon diterima langsung oleh Dandenkesyah 03.04.03 Cirebon Letkol CKM dr. Wildan Sani, Sp. U., dan Karumkit RST. Ciremei Letkol CKM dr. Andre Novan.

“Semoga dengan sedikit dukungan dan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Lanal Cirebon ini dapat membantu tenaga medis dalam melaksanakan tugas-tugas penanganan Covid-19. Karena tenaga medis merupakan garda terdepan, maka keselamatan dan keamanan mereka adalah hal yang mutlak diperhatikan dan didukung penuh. Untuk itu, pemberian APD ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap mereka, semoga bermanfaat,” ujar Danlanal Cirebon Letkol Agung Nugroho.(disp/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Para Penyair Puisi Esai Sumbang APD untuk RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Koran Jurnal, Jakarta – Sedikitnya 63 penulis puisi esai memberikan perhatian untuk para tenaga medis dan relawan covid-19 dengan menyumbangkan 63 APD (Alat Perlindungan Diri).

“Bagi kami, tim medis dan relawan adalah pahlawan di zaman covid-19. Karena itu, kami 63 penulis puisi esai ikut mendukung mereka, dengan cara menyumbangkan 63 baju APD bersertifikat. Satu penulis menyumbangkan satu APD.”

“Jangan dilihat bentuk dan jumlah derma kami. Lihatlah niat kami, niat para penulis, penyair, seniman, seniwati, untuk ikut bergotong royong bersama tim medis dan relawan, yang sudah mengambil resiko untuk menyembuhkan pasien.”

Demikian pesan yang disampaikan pengurus Kelompok Studi Proklamasi (KSP): Elza Peldi Taher, Jonminofri, Halimah Munawir, M. Jojo Rahardjo, dan pengurus IKATISA 31 (Tutut Adinegoro dan Nanang Susanto), serta penyair Fatin Hamama.

Mereka mewakili 63 penulis puisi esai dari Aceh dan Sumatra, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Malaysia, Brunei, Thailand, Singapura, Salomon Island, hingga Australia, untuk menyerahkan 63 APD tersebut kepada RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (02/06/2020).

Sementara Denny JA, penggagas puisi esai, mengatakan: “Banyak penulis yang merekam kisah pandemik virus corona untuk satu buku. Tapi para penulis puisi esai dari manca negara selangkah lebih maju lagi. Mereka tak hanya bersama sama merekam suara batin masyarakat dalam puisi esai mini yang dibukukan. Mereka juga bersama sama berderma.”

Denny mengutip lembaga yang berpusat di Inggris, Charities Aid Foundation. Lembaga ini melakukan riset pada 146 negara seluruh dunia. Negara mana yang penduduknya yang paling banyak berderma. Mereka membuat penilaian berdasarkan Indeks yang disebut World Giving Index.

Di tahun 2018, Indonesia terpilih rangking nomor satu. Posisi Indonesia dari sisi spirit masyarakatnya untuk berderma di atas negara Amerika Serikat, Australia, Canada, Bahrain, yang masuk 10 besar.

Para penulis puisi esai ini salah satu saja contoh spirit publik di Indonesia yang gemar berderma. Tak hanya dalam bentuk uang atau barang. Banyak pula rakyat Indonesia yang berderma menjadi sukarelawan, mendermakan tenaga, pikiran dan waktu.

Para penulis puisi esai manca negara ini, awal Juni 2020 ini, mempublikasikan buku mereka yang berisi kumpulan puisi esai mereka dengan judul: Love and Life in the Era of Corona. Aneka drama batin, kesedihan serta harapan, kematian, dan perjuangan menghadapi era pandemik terekam di sana.

Kata Denny, buku puisi esai itu pada waktunya akan dirujuk ketika kita ingin mendalami suasana batin era pandemik, yang datang mungkin hanya seratus tahun sekali.(JR/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Ini Resep Tung Desem Atasi dan Pulih dari Virus Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Tung Desem Waringin, motivator dan pakar marketing, ini pernah menjadi penyintas Covid-19. Beberapa upaya ia lakukan hingga akhirnya negatif virus Korona setelah beberapa kali pengujian swab.

Tung Desem membagikan 4 resep untuk mengatasi saat didera virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Keempat resep ini dapat dilakukan mereka yang terpapar virus Korona dengan mudah. Keempat resep itu yakni melakukan teknik pernapasan binhof, mengkonsumsi virgin coconut oil, air putih dan bergembira. Di saat masa kritis, ia bahkan telah berkirim pesan terakhir kepada sang istri. Namun perubahan dilakukan Tung Desem untuk kembali pulih. Ia yakin bahwa Tuhan membuatnya sehat.

Pertama, ia telah melakukan 900 tarikan napas dengan teknik binhof. Ini merupakan teknik dengan mengirup udara dengan hidung atau mulut kemudian mengembuskan dengan mulut.

“Tiga puluh kali, setelah 30 kali, kemudian perut dalam kosong, tahan napas sekuatnya. Pada waktu kita sedot, itu hiperventilasi membuat kita jauh lebih full oksigen, tapi, kalau O2 saja, tapi tenyata O2 tidak bisa menyerap di sel-sel tubuh kita. Jadi, kita butuh CO2 juga,” ucap Tung Desem melalui ruang digital, Senin (01/06/2020).

Teknik pernapasan binhof yang dilakukan dengan benar membuatnya lebih tenang, lebih damai dan lebih merasa baik.

“Oksigennya tinggi, CO2-nya jadi rendah. Itu yang menarik, begitu ya. Sampai dokternya, pada waktu mengecek analisis gas darah, ternyata pada waktu dianalisis tes darah, diambil di sini, kok oksigen saya tinggai, CO2 saya rendah. Darah saya juga alkali,” tambahnya.

Berikutnya, konsumsi virgin coconut oil. Menurutnya, cairan ekstrak minyak kelapa mematikan virus, bakteri dan membuang racun tubuh.

“Kalau kita belum pernah minum virgin coconut oil, VGO-nya yang apa, sih? Pokoknya yang murni 100%, merek apapun boleh, dan dalam negeri juga bagus luar biasa, terus kemudian, cool press, kalau bisa, jadi bukan yang dipanasin. Syaratnya cuman dua VCO-nya, murni 100% dan cool press, gitu ya, dan pada waktu saya minum dua sendok,” ucap Tung Desem.

Ketiga, resep sederhana yaitu minum air putih yang cukup. Meminum air putih membuathnya segar. Menurut Tung Desem, kita dapat mengkonsumsi air sekitar 30 cc per kilogram berat badan kita.

“Jadi kita minum air yang cukup itu sungguh-sungguh menyehatkan,” pesannya.

Keempat yaitu gembira. Ia sempat berpikir negatif terhadap COVID-19 yang diderita. Ketika ia bertemu dengan seorang teman, sebuah pesan yang seketika membuatnya positif, yakni bergembira.

Untuk yang satu ini, ia beljar dari Anthony Robbins, seorang pelatih sukses nomor satu di dunia. Ia menirukan temuan Anthony bahwa our emotion is created by our motion.

“Our emotion is created by our motion. Kalau Anda ingin semangat, ubah gerak. Yang kedua, adalah ubah fokus. Nih, kalau Anda fokus kepada hal-hal yang menakutkan, Anda jadi takut,” tutupnya.

Tung Desem juga menyampaikan selamat hari lahir Pancasila, 1 Juni. Di hari Pancasila tersebut, ia berharap kita semua, baik yang terkena COVID-19 atau pun dampak resesi untuk tetap bersemangat.(pus/red)

Categories
Uncategorized

Pemerintah Restui 102 Wilayah untuk Melaksanakan Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang pada saat ini berada atau dinyatakan dalam zona hijau, untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19. Hal itu sebagaimana atas arahan Presiden Joko Widodo kepada Ketua Gugus Tugas Doni Monardo pada tanggal 29 Mei 2020.

“Kemarin, tanggal 29 Mei 2020, Bapak Presiden Jokowi, memerintahkan Ketua Gugus Tugas untuk memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah kabupaten/kota yang saat ini, berada dalam zona hijau, untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19,” jelas Doni di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (30/05/2020).

Adapun 102 wilayah tersebut meliputi Provinsi Aceh ada 14 kabupaten/kota, Sumatera Utara ada 15 kabupaten/kota, Kepulauan Riau ada 3 kabupaten, Riau 2 Kabupaten, Jambi 1 kabupaten, Bengkulu 1 kabupaten, Sumatera Selatan 4 kabupaten/kota, Bangka Belitung 1 kabupaten dan Lampung 2 kabupaten.

Kemudian Jawa Tengah ada 1 kota, Kalimantan Timur, 1 kabupaten, Kalimantan Tengah, 1 kabupaten, Sulawesi Utara, 2 kabupaten, Gorontalo, 1 kabupaten, Sulawesi Tengah, 3 kabupaten, Sulawesi Barat, 1 kabupaten, Sulawesi Selatan, 1 kabupaten, Sulawesi Tenggara, 5 kabupaten/kota.

Selanjutnya Nusa Tenggara Timur ada 14 kabupaten/kota, Maluku Utara, 2 kabupaten, Maluku, 5 kabupaten/kota, Papua, 17 kabupaten/kota dan Papua Barat 5 kabupaten/kota.

Dalam implementasinya, Doni Monardo yang juga selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sangat mengharapkan agar tiap-tiap kabupaten/kota tersebut dapat tetap meneruskan anjuran pemerintah untuk selalu menegakkan protokol kesehatan secara ketat, penuh kehati-hatian dan tetap waspada terhadap ancaman Covid-19.

Selain itu juga, Doni meminta setiap daerah untuk wajib memperhatikan ketentuan tentang testing yang masif, tracing yang agresif, isolasi yang ketat, serta treatment yang dapat menyembuhkan pasien Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Doni memberikan arahan kepada para bupati dan walikota, selaku ketua Gugus Tugas tingkat kabupaten/kota, agar proses pengambilan keputusan harus melalui FORKOPIMDA dan Dewan Permusyawaratan Rakyat Daerah (DPRD) serta melibatkan segenap komponen ‘pentaheliks’ yang meliputi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan media massa.

“Agar proses pengambilan keputusan harus melalui FORKOPIMDA dengan melibatkan segenap komponen masyarakat, termasuk pakar kedokteran, Ikatan Dokter Indonesia, pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, atau budayawan, tokoh masyarakat, pakar di bidang ekonomi kerakyatan, tokoh pers di daerah, dunia usaha, dan tentunya DPRD, melalui pendekatan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas,” tegas Doni.

Dalam proses tersebut, Ketua Gugus Tugas berharap agar para bupati/walikota dapat melakukan konsultasi dan koordinasi yang ketat dengan pemerintah provinsi, khususnya kepada para Gubernur. Proses pengambilan keputusan tersebut juga harus melalui tahapan prakondisi, yaitu edukasi, sosialisasi, kepada masyarakat, dan juga simulasi sesuai dengan sektor atau bidang yang akan dibuka.

Adapun sektor yang dimaskud adalah seperti pembukaan rumah ibadah masjid, gereja, pura, vihara. Selain itu juga Pasar atau pertokoan, transportasi umum, hotel, penginapan, dan restoran, perkantoran, dan bidang-bidang lain, yang dianggap penting, namun aman dari ancaman Covid-19.

“Tahapan-tahapan sosialisasi tersebut, tentunya harus bisa dipahami, dimengerti, dan juga dipatuhi oleh masyarakat. Intinya, keberhasilan masyarakat produktif dan aman COVID-19 sangat tergantung,” jelas Doni.

“Saya ulangi sekali lagi, sangat tergantung kepada kedisiplinan masyarakat dan kesadaran kolektif, dalam mematuhi protokol kesehatan, antara lain, wajib pakai masker, jaga jarak aman, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, senantiasa melaksanakan olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, dan juga tidak boleh panik, serta upaya akan selalu dapat mengkonsumsi makanan yang bergizi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gugus Tugas Pusat juga meminta setiap daerah menyiapkan manajemen krisis untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Dalam hal ini, waktu dan sektor yang akan dibuka kembali, ditentukan oleh para pejabat bupati dan walikota di daerah.

Apabila dalam perkembangannya, ditemukan kenaikan kasus, maka Tim Gugus Tugas tingkat kabupaten/kota bisa memutuskan untuk melakukan pengetatan atau penutupan kembali.

“Gugus Tugas Pusat bersama pemerintah provinsi, yaitu Gugus Tugas tingkat provinsi akan senantiasa memberikan informasi, memberikan pendampingan, dan evaluasi, serta arahan sesuai dengan perkembangan keadaan,” pungkas Doni.(pus/red)