Categories
TNI

14 KRI Laksanakan SAR Sriwijaya Air SJ 182 di Perairan Pulau Laki

Koran Jurnal, Jakarta – Menindaklanjuti kejadian kecelakaan yang menimpa Sriwijaya Air SJ182 rute penerbangan Jakarta-Pontianak yang lost contact disekitar Pulau Laki Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1), TNI AL mengerahkan 14 KRI, 3 Heli, dan 1.257 personel untuk melaksanakan SAR.

Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa TNI AL menurunkan 14 KRI untuk melaksanakan SAR terhadap Sriwijaya Air SJ182 yang mengalami kecelakaan disekitar Pulau Laki Kepulauan Seribu diantaranya KRI Bontang, KRI Semarang, KRI John Lie, KRI Teluk Cirebon, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Tjiptadi, KRI Parang, KRI Kurau, KRI Cucut, KRI Leuser, KRI I Gusti Ngurah Rai, KRI RE Martadinata, KRI Malahayati, dan KRI Rigel.

Selain itu, TNI AL juga melibatkan Kapal TD Galunggung,
TD Malabar, 2 Heli Panther, 1 Heli Bell, Pasukan Taifib, Kopaska, Dislambair, dan Denjaka.

“TNI AL akan bekerja secara maksimal melaksanakan kegiatan SAR bersama dengan instansi terkait dalam upaya menemukan korban maupun badan pesawat Sriwijaya Air SJ182, semoga tidak terkendala dengan cuaca,” ujarnya.

Pada pencarian hari pertama, Tim SAR TNI AL sudah berhasil menemukan beberapa serpihan dan bagian pesawat tidak jauh dari titik koordinat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada posisi 05°57′.857 S – 106°34.568 T.

Tim SAR akan terus berupaya melaksanakan pencarian dengan titik fokus penemuan black box yang sudah terdeteksi titik koordinatnya.(disp/red)

Categories
TNI

Misteri Drone Bawah Laut Terungkap, Ini Penjelasan KSAL

Koran Jurnal, Jakarta – Beredarnya informasi tentang penemuan drone bawah laut di perairan Desa Majapahit Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar pada 26 Desember 2020 dalam kondisi mengapung di permukaan laut yang ramai diberitakan media massa minggu-minggu belakangan ini, akhirnya terungkap. Benda asing tersebut adalah Sea Glider atau Underwater Glider yang merupakan alat ukur oseanografi nir-awak.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M kepada media massa saat menggelar Konferensi Pers bertempat di Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal), Jakarta Utara, Senin (04/01/2020).

“Saya tidak mau menebak-nebak benda asing yang ditemukan tersebut, oleh karena itu TNI AL langsung membawa benda tersebut ke Pushidrosal sebagai lembaga yang kompeten untuk meneliti adanya peralatan ini supaya lebih jelas tentang penggunaan maupun fungsi dari alat yang ditemukan di Kabupaten Selayar,” jelas Laksamana TNI Yudo Margono.

Menurut KSAL, benda asing yang memiliki badan utama terbuat dari aluminium dengan dua sayap masing-masing berukuran 50 cm dengan panjang bodi 225 cm, propeller 18 cm, panjang mirip antena belakang 93 cm dan terdapat instrumen mirip kamera yang terletak di badan atau bodi. Kondisi benda tersebut tidak ditemukan ciri-ciri atau tulisan negara pembuat sehingga belum tahu benda ini milik siapa.

KSAL dihadapan awak media mengatakan, Sea Glider atau Underwater Glider adalah kendaraan bawah air nir-awak atau Autonomous Underwater Vehicle (AUV) yang dikembangkan untuk pengukuran parameter oseanografi jangka panjang yang berkelanjutan untuk kepentingan penelitian ataupun pertahanan, dimana pengamatan oseanografi tidak dapat dilakukan oleh teknologi penginderaan jauh seperti satelit.

Selain itu, AUV ini memiliki kemampuan mengambil data Multibeam dan Side Scan Sonar yaitu pengambilan data kedalaman, Citra Dasar Laut, Conductivity Temperature Depth (CTD) dan Sound Velocity Profiler (SVP) yang mana data tersebut selain digunakan untuk kepentingan Peta Laut, kepentingan Industri kelautan juga untuk kepentingan militer seperti peta layer bawah laut (untuk mencari jalan kapal selam).

“Tapi kalau dipakai pertahanan, mungkin bisa digunakan data kedalaman ataupun layer lautan tadi, supaya kapal selam tidak dapat dideteksi oleh sonar kapal atas air,” pungkas KSAL.

Teknologi semacam ini sudah bisa dibuat oleh beberapa negara seperti; Amerika, Perancis, China, Kanada, Jepang. Benda itu milik siapa kita tidak tahu karena hingga saat ini tidak ada yang mengakuinya.

Diungkapkannya bahwa, benda tersebut ditemukan oleh nelayan setempat Saerudin (60th) yang kemudian melaporkannya kepada Aparat Militer setempat yaitu Komando Rayon Militer (Koramil) 1415-03 dan Pos Pengamat (Posmat) TNI-AL Selayar serta Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI Makassar pada tanggal 28 Desember 2020 lalu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Intelijen (Asintel) Kasal, Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua, S.E., M.M., Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Kapushidrosal), Laksamana Muda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P., Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono dan para pejabat terkait lainnya.(disp/red)

Categories
Kriminalitas TNI

TNI Angkatan Laut Gagalkan Penyelundupan 2 Kg Sabu

Koran Jurnal, Bangka Belitung – Pos TNI AL Muntok dan KSOP dibantu Personel Patroli Keamanan Laut Menumbing mengamankan penumpang yang berusaha menyelundupkan Sabu seberat 2 Kg melalui kapal KMP Menumbing Raya di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Bangka Belitung, Rabu (24/12/2020)

Penangkapan berawal dari informasi yang diterima Pos TNI AL (Posal) Muntok yang mendapatkan informasi bahwa adanya kurir narkoba yang disinyalir ada dalam manivest Kapal Roro KMP Menumbing Raya dari Palembang menuju Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok Bangka.

Setelah selesai melaksanakan koordinasi, personel Posal Muntok dan KSOP segera menempati titik pemeriksaan rapid test. Sekitar pukul 14.15 Wib KMP Roro Menumbing Raya sandar, dalam pos pemeriksaan rapid test tersangka dapat diamankan dan dibawa ke Kantor KKP untuk di laksanakan penggeledahan.

Dari hasil pengeledahan didapati dua bungkusan plastik yang diduga berisi sabu. Untuk pemeriksaan lanjutan, dua bungkus plastik beserta pembawa barang di amankan di Pos TNI AL Muntok dan melaksanakan koordinasi dengan BNNP.

BNNP yang tiba di Pos TNI AL Muntok segera memeriksa 2 bungkusan plastik dan melakukan uji laboratorium. Dari hasil test yang dilakukan BNNP, didapati bahwa dua bungkus tersebut dinyatakan narkoba jenis sabu dengan berat 2 Kg. Selanjutnya tim BNNP membawa barang bukti dan tersangka AM (37) setelah sebelumnya dilaksanakan serah terima tersangka di Kantor Pomal Lanal Babel untuk dilaksanakan pemeriksaan secara intensif.

Menyikapi penangkapan tersebut, secara terpisah, Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., dalam keterangannya di Jakarta mengatakan “Pandemi Covid-19 yang masih menjadi ancaman bagi negeri ini, tidak menjadikan pelaku jaringan penyelundupan Narkotika ini mengurungkan upayanya untuk melakukan aksi penyelundupan barang haram,” kata Pangkoarmada I

“Penangkapan terhadap pelaku penyelundup Sabu Sekitar 2 Kg di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok merupakan hasil kerjasama dan koordinasi TNI AL dengan instansi terkait. Melalui koordinasi yang solid, Pos TNI AL jajaran Koarmada I dapat mengantisipasi dan menindaklanjuti kejadian penyelundupan narkoba seperti yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok Bangka,” lanjutnya.

“Perairan Timur Sumatera di sepanjang Selat Malaka masih banyak digunakan sebagai pelintasan penyelundupan Narkotika. Pangkalan TNI AL jajaran Koarmada I akan terus melakukan pengawasan dan melaksanakan pemberantasan tindakan penyelundupan narkotika, penyelundupan komoditi dan tindakan illegal lainnya yang masih berpotensi terjadi. Pelanggaran tersebut sampai dengan saat ini masih tetap terus terjadi walaupun di tengah pendemi Covid-19,” paparnya.

“Menindaklanjuti Komitmen Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., Koarmada I tidak akan pernah mengendorkan komitmennya dalam melakukan pemberantasan segala bentuk pelanggaran hukum dan kejahatan di laut yurisdiksi nasional, utamanya di wilayah kerja Koarmada I, walaupun ditengah Pandemi Covid-19,” tegasnya

Atas perbuatannya melanggar Undang Undang Narkotika, tersangka AM (37) terancam Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.(disp/red)

Categories
TNI

TNI AL Tangkap Dua Kapal Ikan Asing Berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara

Koran Jurnal, Natuna – Patroli Rutin TNI AL KRI Sutedi Senaputra-378 (KRI SSA-378) menangkap 2 (dua) Kapal Ikan Asing berbendera Vietnam yang melakukan kegiatan illegal fishing di perairan Laut Natuna Utara. Minggu (13/12/2020).

Pada Minggu pagi, 09.30 WIB patroli rutin yang dilakukan KRI SSA-378 berada dibawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut Koarmada I (Guspurla Koarmada I) mendeteksi kontak asing yang dicurigai kapal ikan sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan di Perairan Laut Natuna Utara yang merupakan Landas Kontinen Indonesia.

Menindaklajuti kontak mencurigakan tersebut, Komandan KRI SSA-378 Letkol Laut (P) Tony Priyo memerintahkan untuk segera mendekati dan memastikan kedua kapal yang dicurigai sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal. Kedua kapal yang menyadari kehadiran KRI berusaha melarikan diri dengan cara berpencar dengan menambah kecepatan berusaha untuk menjauh ke arah utara menghindari kejaran KRI SSA-378.

Komandan KRI SSA-378 memerintahkan peran tempur bahaya umum dengan melaksanakan prosedur untuk berusaha memberhentikan kedua kapal dengan cara memberikan isyarat untuk berhenti namun tidak diindahkan oleh Kapal tersebut.

Dengan melakukan manuver untuk memberhentikan kapal, akhirnya kedua kapal dapat dihentikan dan dirapatkan ke lambung kanan KRI. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Tim Visit Board Search and Seizure (VBSS).

Dari pemeriksaan awal kedua KIA bernama MV. Dolphin 457 dan MV. dolphin 638 berbendera Vietnam dengan 17 Orang ABK yang seluruhnya berkebangsaan Vietnam. Diduga melakukan penangkapan ikan di Perairan Landas Kontinen Indonesia tanpa dilengkapi dokumen perijinan yang sah (ilegal) dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang dan tidak sesuai dengan aturan.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M. membenarkan penangkapan terhadap 2 Kapal Ikan Asing berbendera Vietnam di Perairan Natuna Utara. Dalam keterangannya, Pangkoarmada I mengatakan, ”Dalam Patroli rutin yang dilakukan oleh KRI SSA-378 pada akhir pekan ini mendapati kegiatan ilegal yang dilakukan 2 Kapal Ikan Asing berbendera Vietnam, saat ini Kapal sedang dikawal ke Pangkalan TNI AL Ranai guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut” terangnya.

”TNI AL berusaha selalu hadir dengan melaksanakan patroli di Wilayah Yurisdiksi Nasional untuk menjaga kedaulatan Negara dan melakukan penegakkan hukum. Pada masa pandemi seperti sekarang ini, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara disiplin sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah” tegasnya.

“Penangkapan 2 KIA berbendera Vietnam MV. Dolphin 457 dan MV. Dolphin 638 hari ini merupakan salah satu wujud nyata yang dilaksanakan oleh jajaran Koarmada I dalam melaksanakan perintah dan komitmen dari pimpinan TNI AL” lanjutnya

”Tidak akan ada keraguan untuk melaksanakan penindakan atas segala bentuk pelanggaran hukum yang terjadi di perairan Yurisdiksi Nasional Indonesia, salah satunya adalah pelanggaran illegal, Unreported and Unregulated (IUU) fishing di perairan Natuna Utara yang merupakan wilayah kerja dan menjadi tanggung jawab Koarmada I” tegas Pangkoarmada I

Kedua KIA berbendera Vietnam yang ditangkap KRI SSA-378 diduga melanggar Pasal 93 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) UU No. 45 th 2009 tentang Perikanan dikarenakan telah diduga melakukan pelanggaran berupa mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di ZEE Indonesia secara illegal.(disp/red)

Categories
TNI

Danbrigif 2 Marinir Buka Latihan Mupe TA 2020

Koran Jurnal, Sidoarjo – Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Rudi Harto Marpaung secara resmi membuka latihan operasi pertempuran di daerah Muara, Rawa, Sungai dan Pesisir (Mupe) TA. 2020 di lapangan apel Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Rabu (25/11/2020).

Dalam amanatnya Komandan Brigif 2 Marinir menyampaikan bahwa tema latihan yaitu Pasmar 2 melaksanakan latihan operasi pertempuran di daerah muara, rawa, sungai dan pesisir untuk mengatasi gerakan separatis bersenjata di wilayah NKRI dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Tujuan latihan Mupe tahun 2020, lanjutnya, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan teknik dan taktik operasi pertempuran di daerah muara, rawa, sungai dan pesisir pada kondisi dan situasi tertentu. Selain itu juga untuk memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan prajurit Korps Marinir untuk melaksanakan tugas operasi sesuai perintah Satuan Atas.

Disampaikan juga bahwa Latihan akan dilaksanakan pada minggu terakhir November 2020 di daerah Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya dengan materi yang akan dilatihkan meliputi menembak di atas perahu karet, teknik pelolosan di daerah rawa, patroli tempur / kontak drill, menembak lorong reaksi, anti penghadangan, survival daerah rawa, renang siang dan malam, evakuasi medis daerah rawa, motoris, dayung perahu karet dan teknik pemutusan pertempuran.

Diakhir amanatnya, Kolonel Marinir Rudi Harto Marpaung mengharapkan kepada seluruh prajurit agar melaksanakan latihan dengan sungguh-sungguh dan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan personel maupun material.

“Selama latihan, tetap laksanakan protokol kesehatan pencegahan covid-19 dengan selalu memakai masker dan menjaga physical distancing,” pungkasnya.(disp/red)

Categories
Hukum TNI

Pushidrosal Kerjasama Dinas Hukum TNI AL Gelar Webinar Rancangan Perpres Survei Pemetaan Hidrografi

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) dan Dinas Hukum TNI Angkatan Laut (Diskumal) menggelar Webinar tentang rancangan Peraturan Presiden (Perpres) survei dan pemetaan hidrografi, Rabu (25/11/2020).

Kegiatan Webinar ini secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P. secara daring.

Webinar ini digelar dengan tujuan untuk memperoleh masukan dari para pakar yang kompeten di bidang hidrografi dan mendapatkan solusi dari berbagai permasalahan, khususnya aspek regulasi dan arti pentingnya penyusunan rancangan peraturan presiden tentang survei dan pemetaan hidro-oseanografi, guna penyempurnaan pokok-pokok pikiran dan pematangan draft rancangan peraturan presiden tentang survei dan pemetaan hidrografi nasional.

Seminar bertema “Survei Pemetaan Hidrografi Untuk Keselamatan Pelayaran, Perlindungan Lingkungan Laut, dan Pembangunan Kelautan Nasional” ini menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya Prof. Henry M. Manik, S.Pi., M.T., Ph.D. (Anggota Dewan Hidrografi Indonesia dan Guru Besar Akustik dan Instrumentasi FPIK IPB), Ir. Henki Angkasawan (Direktur Kenavigasian Ditjen Hubla Kemenhub), serta Bunyamin, S.H., M.H.(Direktur Harmonisasi PUU I Ditjen PP Kemenkumham).

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Al (Kapushidrosal) Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P. dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa Pushidrosal merupakan Lembaga Hidrografi Nasional Indonesia sekaligus sebagai wakil pemerintah RI di International Hydrographic Organization (IHO) yang mempunyai tugas dan peranan penting dalam menyediakan data dan informasi untuk mendukung keselamataan navigasi pelayaran.

Tugas dan fungsi Pushidrosal kedepan semakin berat, baik berperan di tingkat nasional, regional maupun di tingkat internasional untuk dapat mewujudkan Pushidrosal sebagai lembaga hidrografi nasional dan pusat informasi geospasial kelautan terbaik di dunia guna mendukung program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sehingga perlu perangkat hukum sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan survei dan pemetaan hidrografi dan oseanografi, dalam rangka penyempurnaan pokok-pokok pikiran dan untuk mematangkan draft rancangan Peraturan Presiden tersebut perlu dilaksanakan seminar untuk mendapatkan masukan dari segala aspek yang berhubungan dengan kegiatan penyusunan rancangan Perpres tersebut.

Sebelum kegiatan diskusi dimulai, Direktur Operasi Survei dan Pemetaan (Diropssurta) Pushidrosal Kolonel Laut (KH) Dr. Haris Djoko Nugroho, M.Si. memaparkan tentang Pushidrosal secara umum, yang meliputi tugas pokok, pencapaian-pencapaian yang telah diraih, maupun kiprah dan peran Pushidrosal dalam lingkup Nasional, regional, maupun internasional.

Kegiatan secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Hukum TNI AL (Kadiskumal) Laksma TNI Kresno Buntoro, S.H., LLM., Ph.D.

Hadir dalam acara tersebut di antaranya Wakapushidrosal Laksamana Pertama Budi Purwanto, S.T., M.M., beserta segenap pejabat Utama Pushidrosal, perwakilan Kementerian /Lembaga terkait, organisasi kemaritiman, serta kalangan universitas.(disp/red)

Categories
TNI

TNI AL Kerahkan Kapal Perang dan Pesawat Udara untuk Latihan di Laut Natuna Selatan

Koran Jurnal, Natuna – Dalam rangka mendukung tugas TNI Angkatan Laut, Komando Armada I (Koarmada I) mengerahkan 9 Kapal Perang dan 1 Pesawat Udara pada Latihan Operasi Dukungan Tembakan TA 2020 di Perairan Natuna Selatan dan sekitarnya, Rabu (25/11/2020).

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M, mengatakan “Dalam rangka mendukung tugas TNI Angkatan Laut, pekan ini Koarmada I tengah menyelenggarakan latihan Operasi Dukungan Tembakan TA 2020 di Perairan Natuna Selatan dan sekitarnya.”

“Latihan ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat kemampuan personel, unsur-unsur KRI Koarmada I serta mensinergikan dengan unsur terkait sebagai unsur pendukung dalam setiap melaksanakan kegiatan operasi sehingga dapat diperoleh gambaran kemampuan operasional Koarmada I mulai dari tingkat perorangan maupun satuan dalam melaksanakan dan mendukung tugas-tugas TNI dan TNI Angkatan Laut,” terangnya.

“Koarmada I merupakan kotama operasional yang mengemban fungsi TNI Angkatan Laut di bidang pertahanan laut memiliki kewajiban dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai impelementasi tugas TNI sebagai penangkal dan penindak setiap bentuk ancaman militer serta ancaman bersenjata. Gelar Operasi Militer Perang (OMP) Koarmada sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan,” kata Pangkoarmada I.

“Latihan ini bersifat interoperabilty antar satuan sehingga dibutuhkan kerjasama taktis unsur latihan yang meliputi komando, pengendalian dan komunikasi, dan pelaksanaan latihan mengutamakan prosedur secara cermat dan benar guna terwujudnya zero accident,” lanjutnya

“Selain Itu, sesuai dengan kebijakan dan Prioritas Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M yang disampaikan pada Apel Gelar Pasukan TNI Angkatan Laut, bahwa TNI Angkatan Laut harus menjadi kekuatan yang siap dioperasionalkan atau operational ready force. Maka sudah menjadi tugas dan tanggung jawab TNI AL untuk membuktikan kepada rakyat dan negara bahwa TNI AL selalu siap siaga dan dapat diandalkan setiap saat untuk mengawal setiap kebijakan pemerintah dan membentengi kedaulatan Negara,” Pungkas Pangkoarmada I

Pada Latihan kali ini, TNI AL mengerahkan 9 Kapal Perang yakni KRI Bung Tomo -357, KRI John Lie-358, KRI Sutedi Senoputra-378, KRI Tjiptadi-381, KRI Barakauda-633, KRI Kujang-642, KRI Surik-645, KRI Parang-647, KRI Bubara-868 serta 1 Pesawat Udara yakni Pesud CN-235 P-8303 yang melaksanakan kegiatan Manuver Lapangan dengan materi latihan Communication, Leaving harbour, Mine Field Transit, ADEX, Photex, Screnex, DCEX, AAROFEX, Flashex, OOWEX, NSIC, Prep Gunex, Gunex 1, Gunex 2, Tacman, Asuwex, Aswex, dan Pubex.(disp/red)

Categories
TNI

KSAL Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut

Koran Jurnal, Jakarta – Koarmada I sebagai penyelenggara acara menggelar Apel Kesiapsiagaan TNI Angatan Laut Tahun 2020 dengan Penerima Apel Kepala Staf TNI Angakatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, SE, M.M., dengan Komandan Apel Danlantamal III Laksma TNI Hermanto, S.E., M.M., di Dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Senin (23/11/2020).

KSAL dalam amanatnya menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini memiliki makna yang sangat penting untuk mengukur kesiapsiagaan kesatuan TNI AL dalam melaksanakan tugas sebagai bagian integral dari TNI yang merupakan komponen utama pertahanan negara.

“Sebagai prajurit yang memiliki naluri yang tajam, kita harus mampu mencermati situasi perkembangan lingkungan strategis yang tengah terjadi saat ini baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan demikian, kita mampu memperhitungkan apa yang tengah dan akan terjadi serta dampak apa yang kita hadapi,” ujarnya.

“Kita juga tetap harus memperhitungkan dampak covid 19 yang saat ini terus berlanjut diikuti dengan maraknya pemberitaan yang hoax berupa disinformasi dan mis integrasi yang dapat merusak kepercayaan masyarakat kepada pemerintah maupun munculnya kelompok yang dapat memprofokasi yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.

“Ini semua berpengaruh terhadap stabilitas keamanan dalam negeri dan menimbulkan situasi yang kurang menguntungkan terutama bagi TNI/ Polri yang memiliki tugas pokok memberikan rasa aman kepada masyarakat Indonesia. Untuk itu, saya instruksikan kepada seluruh Pangkotama, Komandan Satuan dan Komandan Unsur agar bertanggung jawab penuh terhadap seluruh jajarannya untuk melaksanakan tugas. Tidak ada satu pun individu atau kelompok yang melaksanakan pergerakan tanpa ada perintah yang jelas dari Komando atas,” tegasnya.

Apel Gelar Pasukan diikuti sebanyak 1.500 personel terdiri dari 1 Kompi Koarmada I, 1 Kompi Lantamal III, 1 Kompi Kolinlamil, 1 Kompi Gabungan Seskoal dan Pushidrosal, 1 Kompi Marinir, 1 Kompi Pomal, 1 Pleton Denjaka, 1 Pleton Satkopaska.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakasal, Irjenal Kasal, Aspers Kasal, Aslog Kasal, Asrena Kasal, Irops Kasal, Pangkoarmada I, Pangkolinlamil, Danseskoal, Kapushidrosal, Dankormar, Danpuspomal, Danlantamal III, Danpasmar I, Kadisminpersal, Kadisdikal.(disp/red)

Categories
TNI

Itjen TNI Tinjau Pos TNI AL di Wilayah Perbatasan NKRI dan Malaysia

Koran Jurnal, Pontianak – Asisten Operasi Danlantamal XII Kolonel Laut (P) Rizaldi selaku Tim Satgasla Lantamal XII Pamtas RI- Malaysia mendampingi Tim Itjen Mabes TNI yang dipimpin oleh Kolonel Pom Ridwan Djoko Leksono dalam rangka Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Pamtas RI-Malaysia di Temajok, Selasa (13/10/2020).

Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Satgasla Lantamal XII Pamtas RI-Malaysia beserta Tim Itjen Mabes TNI antara lain melaksanakan peninjauan Pos Pamtas RI-Malaysia Titik 02 di Temajok, peninjauan sekitar Pos Pamtas Satgasla, dan melakukan Koordinasi dan Evaluasi, serta diskusi terkait Pelaksanaan Gelar Operasi Satgasla Lantamal XII Pamtas RepubIik Indonesia dan Malaysia.

Selain itu, Tim Itjen Mabes TNI juga melakukan Sinkronisasi dan diskusi singkat tentang permasalahan, kendala, solusi serta upaya selama pelaksanaan Operasi Personel Pamtas Satgasla Lantamal XII BKO Kodam XII/TPR.

Selesai mendampingi Tim Itjen TNI melakukan Wasrik Pamtas RI-Malaysia di Temajok, seluruh pesonel Tim Satgasla Pamtas Lantamal XII melaksanakan Rapid Test di Diskes Lantamal XII dengan hasil seluruh personel non reaktif.(disp/red)

Categories
Keamanan TNI

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Ikan Berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara

Koran Jurnal, Natuna – KRI John Lie-358 di Bawah Kendali Operasi (BKO) Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I yang sedang melaksanakan patroli rutin di Perairan Laut Natuna Utara kembali menangkap kapal ikan asing yang didapati melakukan kegiatan illegal fishing di Perairan Landas Kontinen Indonesia, Kamis (08/10/2020).

Saat melaksanakan patroli rutin di Perairan Natuna Utara, KRI John Lie-358 mendeteksi kontak kapal ikan asing yang dicurigai melaksanakan aktifitas penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia.

Untuk memastikan hal tersebut, KRI John Lie-358 menerjunkan Tim VBSS (Visit Board Search and Seizure) menuju ke kapal ikan asing yang dicurigai melakukan aktifitas illegal fishing. Namun saat didekati kapal ikan asing tersebut berusaha mengelabui dengan tiba-tiba mematikan lampu kapal, melepaskan jaring ke laut dan menambah kecepatan untuk melarikan diri dari kejaran tim VBSS yang menggunakan Rubber Inflatable Boat (RIB) KRI John Lie-358.

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I Laksamana Pertama TNI Dato Rusman dalam keterangannya menjelaskan proses penangkapan tidak membutuhkan waktu lama, kapal ikan asing tersebut dapat dikuasai dan digeledah untuk diamankan.

“Dari hasil pemeriksaan awal diperoleh informasi bahwa KIA tersebut berbendara Vietnam dengan nama BD 93656 TS didapati ABK 6 orang warga negara asing termasuk nakhoda, diduga melaksanakan pelanggaran penangkapan ikan secara illegal di perairan ZEEI,” terangnya.

Komandan Guspurla Koarmada I menegaskan “Tidak ada keraguan untuk menindak segala pelanggaran hukum dan kejahatan yang terjadi di perairan Yurisdiksi Nasional Indonesia, utamanya wilayah kerja Koarmada I.”

Menanggapi hal tersebut, Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., menyampaikan “TNI AL utamanya Koarmada I tidak pernah merubah komitmen, untuk terus menerus dan secara rutin hadir di Perairan Yurisdiksi Nasional Indonesia dalam menegakkan hukum dan kedaulatan Indonesia, walaupun ditengah pandemik Covid-19. Menjamin keamanan dan menegakkan kedaulatan di laut yurisdiksi nasional Indonesia, terutama di wilayah kerja Koarmada I merupakan salah satu wujud nyata pertangungjawaban jajaran Koarmada I atas komitmen tersebut,” tegasnya

“Kapal berbendera Vietnam BD 93656 TS beserta 6 ABK dikawal menuju Lanal Ranai untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut. KIA Vietnam tersebut diduga melanggar Pasal 93 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) UU No. 45 tahun 2009 tentang Perikanan dikarenakan telah diduga melakukan pelanggaran berupa mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di ZEE Indonesia secara illegal,” pungkas Panglima Koarmada I.(disp/red)