Categories
Ekonomi Infrastruktur International

PLN Jamin Pasokan Listrik MotoGP 2022 di Mandalika

Koran Jurnal, Jakarta – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan, pihaknya menjamin kebutuhan atau pasokan listrik penyelenggaraan pra-musim MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika pada 13 sampai 15 Februari 2022.

“PLN berkomitmen untuk menghadirkan layanan zero down time (ZDT) atau listrik tanpa kedip pada gelaran MotoGP, seperti pada perhelatan World Superbike (WSBK) pada November 2021,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran di Mataram, NTB, Minggu (9/1/2022) lalu.

Untuk merealisasikan ZDT, lanjut Lasiran, PLN UIW NTB melakukan beberapa persiapan di lokasi. Antara lain  menginventarisasi ulang kebutuhan material dan juga peralatan cadangan, pengerjaan beberapa pekerjaan sipil, pemasangan kabel di beberapa titik dan mobilisasi beberapa peralatan ke sirkuit.

Disebutkan PLN, pasokan listrik bersumber dari 2 gardu induk (GI), yakni GI Kuta dan GI Sengkol.

“Sebanyak 18 unit genset, 17 unit Uninterruptible Power Supply dan 6 unit gardu bergerak akan tetap kami siapkan sebagai peralatan back-up apabila terjadi gangguan pada supplai utama,” terangnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) selaku pengelola Sirkuit Pertamina Mandalika, terutama yang terkait dengan titik-titik di area sirkuit yang memerlukan aliran listrik. Seperti di 6 lokasi tersebar, yakni main pit building, observation deck, medical center, bright sore, race control dan juga TV compound.

“Saat ini, proses persiapan dan penyambungan (aliran listrik) sedang dikerjakan oleh tim di lapangan,” ujarnya.

Lasiran menambahkan, di sisi pembangkitan, PLN juga memastikan bahwa kondisi sistem dalam status normal.
“Saat ini beban puncak Sistem Kelistrikan Lombok adalah 264 Mega Watt (MW) dengan daya mampu pembangkit adalah sebesar 329 MW. Terdapat cadangan daya sebesar 65 MW yang masih dapat digunakan oleh masyarakat,” rinciannya.

Tak hanya kelistrikan di area sirkuit saja, PLN juga mempersiapkan keandalan kelistrikan pada sejumlah fasilitas pendukung seperti hotel, masjid yang berada di daerah Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

“PLN juga telah menyiapkan personel dan juga peralatan pendukung yang akan siaga selama pelaksanaan MotoGP,” imbuhnya.(*)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Dorong Pemenuhan Kebutuhan Pangan Asal Ternak Tercukupi

Koran Jurnal, Bandar Lampung – Mentan Syahrul Yasin Limpo di sela sela kunjungan kerjanya ke Kab Lampung Tengah berkesempatan menghadiri dan memberikan arahannya pada Rapat Koordinasi Teknis Nasional (Rakorteknas) Tahun 2021 lingkup Ditjen Peternakan dan Keswan yang diselenggarakan di Hotel Novotel Bandar Lampung Rabu (8/12/2021). Rakorteknas ini diselenggarakan untuk mengevaluasi kinerja program/kegiatan tahun 2021 dan sosialisasi rencana kerja program/kegiatan tahun 2022.

Dalam sambutannya, Mentan Syahrul Yasin Limpo berharap agar konsolidasi ini dapat menemukan harapan dan kebutuhan rakyat. Ia mengatakan bahwa kesejahteraan hanya ada pada pemerintahan yang berpihak pada rakyat.

“Kita harus bisa mencari solusi. Solusi itu harus dicari bersama masyarakat, petani dan mitra mitra kita yang lain”, ucap Mentan.

Lebih lanjut Mentan menginstruksikan untuk selalu membuat inovasi-inovasi dan teknologi artificial inteligen dalam usaha peningkatan produksi.

Sejalan dengan hal tersebut, Dirjen Peternakan dan Keswan Nasrullah mengatakan bahwa Swasembada protein hewani tidak akan tercapai tanpa sinergitas antara Pemerintah, Pemerintah daerah, swasta dan masyarakat. Juga perlu peningkatan peran akademisi serta sinergitas program dengan Kementerian/Lembaga terkait.

“Panen Pedet yang baru saja dilaksanakan merupakan salah satu contoh sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, UPT dan berbagai pihak dalam peningkatan populasi sapi dan kerbau dalam negeri” ujarnya.

Adapun kegiatan prioritas tahun 2022 dalam rangka meningkatkan populasi dan produksi sapi/kerbau di dalam negeri diantaranya melalui: pengembangan Desa Korporasi Sapi, Program SIKOMANDAN, pengembangan sapi Belgian Blue, fasilitasi akses pembiayaan melalui KUR dan pengembangan investasi untuk peningkatan skala usaha dan efisiensi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV Sudin mengatakan bahwa Komisi IV selalu mendukung peningkatan produksi dalam semua bidang pertanian.

“Anggaran untuk bidang pangan minimal 1% dari total anggaran negara” ungkapnya.

Lebih lanjut Sudin mendorong agar semua instansi bidang pertanian dapat secepatnya melakukan penyerapan agar semua target yang sudah ditetapkan dapat segera tercapai.

“Komisi IV sangat mendukung peningkatan produksi hewan sapi dan lain lain di Indonesia, jadi segera realisasikan anggaran di masing-masing instansi agar tidak terkena refocusing lagi” ujarnya.

Tagline PAKSAKAN

Mentan mengingatkan agar setiap insan pertanian untuk bekerja lebih dari biasanya.

“Saya mau tagline PAKSAKAN sebagai motto sehari hari, tidak mungkin kita bisa memenuhi kebutuhan pangan 273 juta orang kalau hanya hanya biasa biasa saja ” katanya.

Tangline PAKSAKAN yang sering disebut Mentan merupakan singkatan dari Planning, Atensi, Knowledge, Skill, Action, dan Komitmen. Mentan meminta seluruh jajaran di pusat, UPT dan OPD dapat membuat planning yang benar, dengan atensi yang besar, didukung pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni, dengan aksi yang tidak biasa dan komitmen yang besar.

Mentan mengatakan bahwa harus dilakukan berbagai usaha seperti beradaptasi dengan situasi yang ada, meninggalkan cara cara manual dan tidak boleh berspekulasi, karena kebutuhan pangan 273 juta orang harus terpenuhi.

“Saya harap pertemuan ini juga dapat mengurai simpul-simpul titik kritis isu-isu bidang peternakan. Pengalaman 2021 jadikan pelajaran untuk perbaikan pelaksanaan 2022” pungkas Mentan diakhir sambutannya.Dalam Rakorteknas ini, disampaikan laporan kinerja bidang peternakan dan Kesehatan Hewan selama tahun 2021. Berdasarkan prognosa ketersediaan dan kebutuhan daging sapi/kerbau, daging serta telur ayam ras nasional, tampak bahwa untuk bulan Desember 2021 dan awal tahun 2022, terjamin cukup penyediaannya. Hal ini terlihat dari neraca akhir daging sapi/kerbau yang diperkirakan surplus 130.644 ton, daging ayam ras surplus 320.145 ton, dan telur ayam ras surplus 241.416 ton.

Capaian kinerja ekspor Komoditas Peternakan pada tahun 2021, berdasarkan data BPS periode bulan Januari – Oktober mencapai 278.563 Ton dengan nilai USD 986.378 (setara Rp. 14.302 Triliun) atau tercapai 100,19% dari target USD 984.440. Volume ekspor meningkat sebesar 4,53% dan Nilai ekspor meningkat sebesar 33,74% apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan daya saing melalui Program GRATIEKS (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) dan mempermudah perizinan ekspor.

Berbagai Komoditas Peternakan Indonesia saat ini telah mampu menembus pasar internasional, seperti daging ayam olahan, sarang burung walet, pakan ternak, obat hewan, produk susu olahan, ternak babi, kambing, domba, kelinci hidup hingga produk larva. Total negara tujuan ekspor Produk Peternakan dan Kesehatan Hewan sampai saat ini telah ke 97 negara.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kementan Pamerkan Produk Pertanian Nusantara di Acara ODICOFF

Koran Jurnal, Copenhagen – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memamerkan produk pertanian asli Indonesia pada acara One Day with Indonesian Coffee, Fruits, Floriculture (ODICOFF). Acara ini digelar secara serentak di sepuluh negara, salah satunya Denmark.

“Pada acara ini saya akan mengajak untuk menjelajahi dan mengalami sekilas makanan dan pertanian Indonesia yang kaya, terutama kopi, buah-buahan tropis, dan tanaman hias,” ujar Direktur Jenderal PKH, Nasrullah, Sabtu (27/11/2021).

Nasrullah menjelaskan, Indonesia menjadi negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Berdasarkan rilis International Coffee Organization (ICO) pada tahun 2020, Indonesia berkontribusi sebesar 7,04% dari total produksi kopi di dunia.

Kopi khas Indonesia, seperti Kopi Gayo, Kopi Lintong, Kopi Mandheling, Kopi Jawa, Kopi Luwak, Kopi Kintamani Bali, Kopi Toraja, dan Kopi Flores atau Bajawa, telah menjadi ikon juara kopi Indonesia. Kopi-kopi tersebut telah diekspor ke berbagai negara di seluruh dunia, seperti Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, dan Uni Eropa.

Pada tahun 2019/2020 tercatat volume ekspor kopi Indonesia sebanyak 6,73 juta ton yang telah menjadikan Indonesia sebagai eksportir kopi terbesar keempat di dunia.

“Rasa dan karakteristik kopi Indonesia unik. Misalnya, rasa bersahaja dari Toraja Arabica, pedas dan harum dari Java Preanger Arabica, serta rasa kaya dari Bajawa Flores Arabica, mari kita coba,” papar Nasrullah sambil mengajak peserta acara mencicipi

Selain kopi, potensi Indonesia pada produk pertanian lainnya juga positif. Terutama buah-buahan tropis seperti manggis, zalacca (buah ular), mangga, jambu biji, pisang, nanas, semangka, durian, melon, dan alpukat, serta produk buah kering olahan juga madu, sarang burung walet dan olehan peternakan lainnya.

“Terlepas dari kenyataan bahwa berbagai buah tropis ditemukan di Indonesia, tujuan ekspor bijaksana, hanya sedikit yang mencapai Uni Eropa dan pasar negara-negara Eropa Tenggara,” ungkap Nasrullah.

Pada acara ini, Ditjen PKH juga memperkenalkan potensi tanaman hias Indonesia. Indonesia setidaknya memiliki 220 jenis tanaman hias yang berkembang, seperti anggrek, krisan, tulip, melati, dracaena, heuchera, mawar, lily, flamboyan, dan banyak lagi.

Sejauh ini, nilai ekspor tanaman hias Indonesia di seluruh dunia berada di angka USD 4,5 juta USD, hanya 0,1% dari pangsa pasar global(market share). Singapura, Belanda, dan Thailand telah menjadi tiga tujuan ekspor utama terbesar tanaman hias Indonesia.

“Kami berharap bahwa acara hari ini akan dapat meningkatkan preferensi konsumen Denmark pada tanaman hias Indonesia yang pada akhirnya akan meningkatkan ekspor Indonesia ke Denmark,” imbuh Nasrullah.

Selain memamerkan produk pertanian, acara ODICOFF ini juga menggelar beberapa kegiatan lain, seperti networking dan business matching, coffee cupping and tasting, serta penandatanganan komitmen bisnis/kontrak antara bisnis Indonesia dan Denmark.

Harapannya, terdapat manfaat yang lebih besar pada perdagangan bilateral produk pertanian antara kedua negara yang dihasilkan dari acara ini. Terutama peningkatan nilai perdagangan kopi, buah-buahan dan tanaman hias, meskipun ada ancaman pandemi covid-19 terhadap ekonomi.

“Saya yakin bahwa sinergi, dedikasi dan komitmen yang dibuat oleh kedua negara, serta entitas bisnis kami masing-masing, akan dapat mengatasi kesulitan dan tantangan dalam mencapai target yang ditetapkan untuk kerja sama kami,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Jenderal, Administrasi Veteriner dan Makanan Denmark (DVFA), Per Krogsgaard memberikan apresiasi kepada Kementan atas penyelenggara acara ini.

Ia memastikan, DVFA sebagai mitra Kementerian Pertanian akan memberikan dukungan dan komitmennya untuk berpartisipasi dalam mewujudkan program peningkatan nilai tambah dan daya saing produk peternakan melalui pengembangan susu organik.

“Utamanya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di Indonesia,” ucap Krogsgaard.

Duta Besar Indonesia untuk Denmark, Dewi Savitri Wahab mengucapkan selamat datang kepada semua tamu undangan. Ia juga ikut mengajak para tamu untuk mencicipi semua produk pertanian Indonesia.

“Mari kita coba kopi, teh, buah tropis dan olahan peternakan asli Indonesia. Karena semua punya kualitas bagus dan cita rsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lainnya. Dan dipastikan semuanya segar serta halal,” beber Dewi.

Ia berharap, kegiatan ini dapat membuka kerja sama yang lebih baik lagi ke depannya untuk Indonesia dan Denmark. Menurut Dewi, terdapat peluang ekspor untuk Indonesia, karena Denmark akan mendapatkan produk-produk terbaik pertanian Indonesia.(hum/red)

Categories
Ekonomi TNI

Dankormar Menerima Kunjungan Tim Penilai Nasional Pembangunan Zona Integritas

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono Menerima tim penilai Nasional Pembangunan Zona Integritas (ZI) dari Kementrian PAN- Reformasi birokasi (RB) di Markas Komando Korps Marinir di Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2021).

Tingkat kepercayaan publik terhadap TNI khususnya Korps Marinir TNI Angkatan Laut sangat tinggi. Sebagai konsekuensinya TNI khususnya Korps Marinir TNI Angkatan Laut dengan sungguh-sungguh berkomitmen untuk mewujudkan satuan kerja yang berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Untuk itu TNI khususnya Korps Marinir TNI Angkatan Laut bekerja keras melakukan langkah – langkah guna mewujudkan pembangunan zona integritas dalam lingkup pelayanannya kepada publik dan terus melakukan monitoring dan evaluasi hingga mampu menjadi satuan kerja dengan predikat tersebut.

Dalam sambutannya Komandan Korps Marinir menyampaikan “Kita (Korps Marinir) akan selalu memberikan yang terbaik dalam meningkatkan tugas dan fungsi kita yang sesuai dengan tugas pokok kita, Semoga hasil yang kita dapat membuahkan hasil.”

Setelah sambutan oleh Komandan Korps Marinir , dilanjutkan verifikasi di lapangan disela – sela kegiatan tim penilai diberikan kesempatan untuk meninjau secara langsung material dan fasilitas yang dimiliki Korps Marinir untuk memberikan kebanggaan tim penilai mendapatkan Brevet Kavaleri Marinir dan diajak untuk Latihan menembak pistol dilanjutkan ramah tamah.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Komandan Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.H., M.M., M.Si., CHRMP., Inspektur Korps Marinir (Irkormar) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Lasmono dan seluruh Pejabat Utama Mako Kormar.(pen/red)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Lepas Ekspor Telur Tetas Ke Myanmar

Koran Jurnal, Bogor – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melepas ekspor telur tetas atau hatching egg (HE) Parent Stock Ayam Broiler PT. CJ PIA sebanyak 58.500 Butir senilai 3 Miliar Rupiah, ke negara Myanmar, Jum’at (19/11/2021).

“Kami mengapresiasi kepada pelaku usaha yang terus semangat untuk memproduksi produk unggas, bahkan bisa untuk memenuhi pasar ekspor,” tutur SYL di acara pelepasan ekspor tersebut.

Ia menjelaskan, upaya ekspor yang dilakukan oleh PT CJ PIA, menunjukkan kemampuan peternak dalam negeri untuk bersaing di pasar global.”Ekspor ini bukti nyata semangat peternak untuk berbuat sesuatu pada bangsa ini tanpa melihat besar kecilnya nilai transaksi” ungkapnya.

SYL menjelaskan ekspor dan Investasi sesuai arahan Presiden RI merupakan kunci penting untuk kemajuan ekonomi Indonesia sehingga dapat menekan ketimpangan, kesenjangan dan kemiskinan.

Berdasarkan data BPS, kinerja ekspor komoditas peternakan pada tahun 2021 periode bulan Januari – Oktober (angka sementara) dibukukan mencapai 278.563 Ton dengan nilai USD 986.378 atau setara Rp. 14.302 T. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, pada tahun 2021 Volume ekspor meningkat sebesar 4,53% dan Nilai ekspor meningkat sebesar 33,74%.

Selain itu, ekspor telur tetas juga menunjukan keberhasilan Indonesia dalam penerapan kompartemen bebas flu burung yang telah dipublikasi pada website Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE).

SYL menerangkan saat ini ekspor bukan hanya dapat dilakukan oleh perusahaan skala besar, peluang ekspor juga masih terbuka luas bagi pelaku usaha Menengah bahkan usaha Kecil dan Mikro di bidang peternakan dan kesehatan hewan sampai pada para peternak juga bisa melakukan ekspor asal dipersiapkan secara serius, dan pemerintah wajib hadir mendampingi agar ekspor berjalan lancar.

Berbagai komoditas peternakan Indonesia saat ini telah mampu menembus pasar internasional, seperti daging ayam olahan, sarang burung walet, pakan ternak, obat hewan, produk susu olahan, ternak babi, kambing, domba, kelinci hidup hingga produk larva. Total negara tujuan ekspor produk peternakan dan kesehatan hewan sampai saat ini telah ke 97 negara.

“Melalui program GRATIEKS (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor),, kami targetkan pertumbuhan volume ekspor peternakan pada tahun 2024 naik 300% menjadi 884.212 ton ke 100 negara tujuan” ujar SYL.

Untuk memanfaatkan peluang ekspor, menyebutkan perlu adanya dukungan dari seluruh stakeholder terkait, terutama dalam penerapan standar-standar internasional mulai dari hulu ke hilir.Penerapan standar internasional diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Indonesia.

Selain itu, mampu mencari negara tujuan baru, dan mengidentifikasi permintaan produk yang dibutuhkan oleh negara lain,” tuturnya.

Hal terpenting, prinsip yang harus dipenuhi dalam mengisi peluang ekspor adalah adanya jaminan kualitas, kuantitas dan keberlanjutan.

Sementara itu, Manager Operasional PT. CJ PIA, Nana Hadiatna mengatakan pihaknya berupaya keras dalam menjawab tantangan pemerintah yang mendorong pelaku usaha untuk dapat mengekspor produknya ke luar negeri, terlebih pada masa pandemi covid-19 disaat kondisi daya beli masyarakat yang dinilai masih lemah.

“Hal ini menjadi pembuktian keseriusan kami dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produk sehingga dapat di ekspor ke negara lain, tentunya ini dapat tercapai atas kerja sama yang dilakukan oleh seluruh mitra kerja terutama dengan Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.”jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah berharap, ekspor yang dilakukan oleh PT CJ PIA ini bisa terus meningkat, dan memotivasi bagi pelaku usaha lain untuk tetap berupaya melakukan percepatan ekspor komoditas peternakan lainnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi Nasional

SYL dan Menteri Pertanian se ASEAN Bahas Kerjasama Bidang Kesehatan Hewan di Forum AMAF ke-43

Koran Jurnal, Jakarta – Kerjasama bidang kesehatan hewan menjadi salah satu topik penting dalam pertemuan tingkat Menteri se ASEAN (AMAF) ke-43 yang dilaksanakan secara virtual pada tanggal 26-27 Oktober 2021 kemarin. Hal ini erat kaitannya dengan ancaman penyakit hewan dan zoonosis yang berpotensi pandemi.

Indonesia sendiri telah diakui keunggulannya dibidang kesehatan hewan. Hal ini terbukti dengan ditunjuknya Indonesia sebagai lead country untuk penyusunan Protocol for an Animal Vaccine Testing Network among ASEAN Reference Laboratories. Dokumen tersebut juga akan menjadi target kegiatan (key deliverables) tahun 2022. Selain itu Indonesia juga dipercaya untuk memimpin Regional Assessment Study on Newcastle Disease in ASEAN.

Direktur Kesehatan Hewan sebagai perwakilan delegasi dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan bahwa Indonesia sudah memulai penilaian terkait penyakit Newcastle Desease di ASEAN meskipun masih ada 3 negara yang belum mengembalikan kuesioner ke Indonesia.

Sebelumnya, laboratorium pengujian mutu dan sertifikasi obat hewan Gunung Sindur (BBPMSOH) juga telah mendapatkan sertifikat re akreditasi sebagai laboratorium referensi untuk pengujian vaksin hewan di ASEAN.

Terkait dengan hal itu, ketua delegasi Indonesia yang merupakan Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono mengundang seluruh negara anggota ASEAN untuk dapat mengujikan vaksin hewan produksinya ke BBPMSOH.

Dihubungi terpisah Dirjen Peternakan dan Keswan menyampaikan bahwa Sertifikat reakreditasi ini juga membuktikan kontribusi besar Indonesia dalam hal penjaminan kesehatan hewan di wilayah ASEAN.

“Kontribusi Indonesia untuk Laboratorium Referensi ini akan meningkatkan kepercayaan negara tujuan ekspor Indonesia dalam pemenuhan persyaratan kesehatan hewan dan keamanan pangan komoditas. Selain itu juga dapat meningkatkan daya saing ekspor Indonesia”, ungkapnya.

Terdapat 9 jenis pengujian vaksin hewan dari BBPMSOH yang telah diakui yaitu Newcastle Disease Vaccine (live); Newcastle Disease Vaccine (inactivated); Marek’s Disease Vaccine (live); Infectious Laryngotracheitis Vaccine (live); Infectious Bronchitis Vaccine (live); Infectious Bronchitis Vaccine (inactivated); Egg Drop Syndrome ’76 Vaccine (inactivated); Fowl Cholera Vaccine (inactivated); dan Haemophilus paragallinarum Vaccine (inactivated).

Dalam rangkaian pertemuan AMAF ke-43 yang dipimpin oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo tersebut, FAO dan Australia menyampaikan komitmennya untuk membantu ASEAN dalam rangka meningkatkan mekanisme regional dalam mencegah, mendeteksi dini, dan tanggap terhadap penyakit hewan dan zoonosis yang berpotensi pandemik melalui Proyek Penguatan Mekanisme Kesehatan Hewan untuk ASEAN yang Tangguh (SMART-ASEAN).

“Proyek Penguatan Mekanisme Kesehatan Hewan untuk ASEAN yang Tangguh (SMART-ASEAN) akan meningkatkan mekanisme regional untuk mencegah, mendeteksi dini, dan tanggap terhadap penyakit hewan dan zoonosis yang berpotensi pandemik. Hanya dengan koordinasi yang baik daerah akan mampu mengatasi ancaman penyakit,” kata Menteri Pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo.

Proyek ini selanjutnya akan mendukung ASEAN Coordinating Centre for Animal Health and Zoonosis (ACCAHZ) yang telah dibentuk oleh negara anggota ASEAN sebelumnya.

Secara garis besar,Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang menjadi chair (pimpinan sidang) pertemuan AMAF ke 43 dan pertemuan AMAF+3 ke-21 menekankan kerjasama dalam upaya pemulihan dampak pandemi di ASEAN.

“Berkat kerja keras masing-masing negara dalam mengatasi tantangan tersebut, berbagai Lembaga Internasional memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global dan kawasan ASEAN mulai menunjukkan tren pemulihan. Dengan dukungan sistem pangan yang resilien, diharapkan perkiraan tren positif tersebut dapat terealisasi dengan cepat”, ungkapnya.

Indonesia merupakan tuan rumah penyelenggaraan pertemuan Prep SOM 43rd AMAF, Prep SOM 21st AMAF+3 Meetings, The 43rd AMAF dan The 21st AMAF+3 Meeting tahun 2021 setelah sebelumnya dipimpin oleh Kamboja pada tahun 2020. Seluruh delegasi negara anggota ASEAN menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo karena telah berhasil menjadi pimpinan sidang dan tuan rumah yang baik dan efisien.

Categories
Daerah Ekonomi TNI

Kodim 1701/Jayapura Beri Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung

Koran Jurnal, Jayapura – Kodim 1701/Jayapura telah melaksanakan kegiatan Launching Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung – Tentara Nasional Indonesia (BTPKLW-TNI) kepada warga masyarakat terdampak Covid-19 yang telah terdaftar di halaman kantor Makodim 1701/Jayapura Jalan Samratulagi Dok V Atas, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Sabtu (23/10/2021).

Pemberian bantuan tunai tersebut diserahkan secara simbolis oleh Komandan Kodim 1701/Jayapura Kolonel Inf Edwin Apria Candra, S.E. kepada perwakilan pedagang kaki lima dan warung di wilayah Jayapura.

Dalam sambutannya, Komandan Kodim 1701/Jayapura Kolonel Inf Edwin Apria Candra, S.E. menyampaikan bahwa sepatutnya senantiasa bersyukur, karena telah berlangsung kegiatan Launching Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKW) dengan lancar dan tertib.

“Dengan tingginya kasus Covid-19 di daerah-daerah secara langsung berpengaruh terhadap kemampuan ekonomi masyarakat, terutama para pelaku Usaha dan UKM. Oleh karenanya kegiatan ini merupakan bentuk upaya pemerintah untuk mengatasi kesulitan masyarakat terdampak Covid-19 secara menyeluruh, dengan adanya program BTPKLW-TNI ini, mudah-mudahan dapat membantu kesulitan masyarakat,” ungkap Dandim.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilanjutkan dengan peninjauan kegiatan penyaluran Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima Dan Warung oleh Komandan Kodim 1701/Jayapura bersama tamu undangan.

Marta Magdalena Hanwebe (48) yang merupakan salah satu penerima bantuan, merasa bersyukur dan senang karena menerima Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung yang didistribusikan oleh Kodim 1701/Jayapura.

“Kami sebagai masyarakat terdampak Covid-19 sangat berterimakasih mulai dari pemerintah pusat sampai ke daerah dan TNI yang telah menyalurkan bantuan kepada kami masyarakat terdampak Covid-19, kiranya Tuhan yang akan membalas semua kebaikan yang telah dilakukan kepada kami,” ucap Magdalena.(pen/red)

Categories
Daerah Ekonomi Kesehatan Ragam

Kementan dan Pemda Bantu Masyarakat Tanggulangi Kasus Kematian Babi di Kalbar

Koran Jurnal, Pontianak– Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Barat menyatakan kesiapannya untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam menanggulangi kasus kematian babi di Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang dan Melawi.

Menurutnya, kematian babi yang disebabkan oleh penyakit African Swine Fever (ASF) ini memerlukan komitmen semua pihak dalam penanggulangannya.

“Tidak hanya pemerintah saja, tapi perlu kebersamaan dan dukungan dari peternak dan pedagang babi serta pemangku kepentingan lain,” ujarnya, Jum’at (22/10/2021).

Nasrullah menerangkan bahwa ASF bukanlah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, namun disebutkannya bahwa ASF sangat berbahaya bagi ternak babi karena angka kematian ternak yang tertular ASF sangat tinggi mencapai 90%.

“Peternak harus tahu dan paham tentang penyakit ini, dan mulai merubah pola beternak menjadi lebih baik dengan penerapan biosekuriti,” tambahnya.

Dalam acara komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) pengendalian ASF yang diselenggarakan di Sintang dan Melawi, Dirjen PKH juga berpesan kepada para peternak agar tidak menjual dan melalulintaskan babi milik mereka yang sakit agar tidak menyebarkan penyakit ke wilayah lain.

Nasrullah kemudian mengajak semua peternak  untuk memelihara babi dengan skala usaha dengan pendampingan pemerintah serta dapat menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Pemerintah telah menyiapkan KUR untuk petani dan peternak untuk meningkatkan skala usaha. Syaratnya mudah, tanpa agunan, dan bunganya sangat rendah yaitu 6% dibayar saat panen,” jelasnya.

Dalam kesempatan kunjungan kerja tersebut, Kementan menyerahkan bantuan berupa desinfektan, obat-obatan, bahan sosialisasi, serta serum konvalesen ASF kepada peternak yang diterima melalui pemerintah daerah Kabupaten Sintang dan Melawi.

Dukungan Pemda dan Legislatif

Sejalan dengan Nasrullah, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Melawi, Oslan Junaedi, dan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar, Muhammad Munsif menyebutkan bahwa perlu perubahan tata cara beternak babi oleh masyarakat dengan menerapkan prinsip cara beternak babi yang baik sesuai standar.

Secara khusus, Munsif menegaskan penyakit yang sedang dihadapi di Kalbar perlu ditanggulangi bersama oleh pemerintah, peternak dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Komisi IV, Yessi Melania yang juga melakukan kunjungan kerja bersama ke Kabupaten Sintang dan Melawi berharap langkah-langkah yang telah dilakukan Pemda dan Kementan dapat segera memutus mata rantai penularan ASF.

“Saya meminta para peternak dan pedagang untuk mendukung langkah yang diambil pemerintah, dengan tidak menjual dan memotong babi yang sakit,” pintanya.

Lebih lanjut Yessi berharap peternak mulai menerapkan pola beternak babi yang adaptif dan sesuai dengan tata cara beternak yang baik.

“Saya berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mencegah kasus penyakit, dan berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas KUR,” tutupnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi TNI

Korem 074/Warastratama dan Bank Jateng Launching Pelatihan UMKM Digital

Koran Jurnal, Surakarta – Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Kolonel Inf Rudy Saladin, M.A beberapa waktu lalu memerintahkan Babinsa untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam membantu meningkatkan percepatan ekonomi masyarakat di wilayah binaannya, terutama bagi masyarakat yang bergerak di sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Menurut Danrem, dalam situasi pandemi Covid-19 banyak pelaku UMKM yang terdampak langsung. Apalagi pelaku UMKM yang masih berjualan dengan gaya konvensional, seperti dijajakan dari warung ke warung.

“Saya berpikir bagaimana peran kita sebagai satuan kewilayahan membantu UMKM di wilayah masing-masing. Salah satu upayanya mengoptimalkan Babinsa dengan memberikan pendampingan dan penyuluhan,” ujar Danrem, Senin (18/10/2021).

“Selanjutnya saya berkordinasi dengan Kepala Bank Jateng wilayah Eks Karesidenan Surakarta. Saya titip Babinsa saya untuk pembekalan dan Alhamdulillah telah dilaunching Babinsa penyuluh UMKM berbasis digital,” katanya.

Danrem menambahkan, para Babinsa yang sudah mendapatkan materi, akan diterjunkan ke masyarakat dan akan membantu mengupgrade UMKM yang belum masuk platform digital sampai masuk ke marketplace. Mulai pembukuan, branding, hingga packaging serta marketing akan diajarkan. Danrem juga sudah berkomunikasi dengan para pemilik market place untuk membantu pelaku UMKM.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Korem 074/Warastratama yang diwakili oleh Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf Rudy Saladin, M.A dengan PT. BPD Jateng Cabang Koordinator Surakarta yang diwakili oleh Pimp. Bank Jateng Cabang Surakarta Djaka Nur Sahid  dan di saksikan oleh Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Seusai Launching Danrem 074/Warastratama beserta Walikota Surakarta di dampingi oleh Kepala Bank Jateng Cabang Kota Surakarta dan Pimpinan Cabang Bank Jateng Solo Raya, meninjau pelaksanaan Pelatihan UMKM Babinsa di ruang Co-Working Space Lantai 3 Kantor Bank Jateng Slamet Riyadi No. 3 Surakarta.(pen/red)

Categories
Ekonomi TNI

Panen Raya Padi Program Ketahanan Pangan Pushidrosal Tahun 2021 di Desa Pasir Angin Cileungsi

Koran Jurnal, Jakarta – Sebagai salah satu upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) melaksanakan Panen Raya Padi di lahan TNI AL, Pasir Angin Bogor, Jum’at (15/10/2021).

Panen raya ini dilakukan Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Pushidrosal Ny. Ita Agung Prasetiawan, Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto, S.T., M.M., Kapoksahli Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han., Wakil Ketua Gabungan Jalasenastri Pushidrosal Ny. Diyah Budi Purwanto, Aspotmar Danpushidrosal Kolonel Laut (P) Soenardi selaku Pembina Program, serta pejabat utama Pushidrosal.

Dalam sambutannya Komandan Pushidrosal menyampaikan bahwa perkembangan situasi Nasional terkait wabah virus Corona (Covid-19) sampai dengan hari ini masih belum berakhir. Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar) diprioritaskan untuk mendukung penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi Nasional, mulai dari kegiatan Program Ketahanan Pangan Tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Desa/Kelurahan.

“Pimpinan TNI AL telah memerintahkan jajarannya melalui Surat Telegram nomor 018/SPOT/0420 tentang Pelaksanaan Program Ketahanan Pangan melalui pemanfaatan lahan yang ada sebagai langkah antisipasi bila terjadi kelangkaan pangan yang menjadi kebutuhan dasar,” tutur Danpushidrosal.

Sebagai wujud pelaksanaan perintah pimpinan, Pushidrosal melalui Staf Potensi Maritim (Spotmar) telah melaksanakan pembinaan potensi maritim dalam bidang ketahanan pangan berupa padi yang merupakan hasil kerjasama antara Pushidrosal dengan Dinas terkait dan petani setempat

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah membantu terselenggaranya panen raya ini, semoga kerjasama yang telah terjalin selama ini dapat terus kita pertahankan dan tingkatkan,” tutup Danpushidrosal.

Program Ketahanan pangan Pushidrosal berupa padi ditanam di lahan seluas dua hektar di kawasan desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor. Dari hasil panen ini terkumpul padi sebanyak delapan ton.(disp/red)