Categories
Kesehatan Nasional Polisi

2.284 Orang Ikuti Pelatihan Jadi Tracer Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Baharkam Polri menggelar pelatihan terhadap 2.284 orang untuk menjadi tracer Covid-19 atau virus corona. Kegiatan tersebut dilakukan mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2021 mendatang.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa, pelatihan tersebut dilakukan kepada personel Polri dan elemen masyarakat yang merupakan mitra kepolisian.

“Peserta sebanyak 2.284 orang. dengan rincian Relawan Senkom 530 orang, Bintara PMJ 270 orang, Baja SPN Lido 552 orang, Baja SPN Jabar 539 orang, Baja SPN Banten 192 orang dan Baja SPN Jateng 201 orang,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (29/06/2021).

Menurut Argo, pelatihan ribuan orang sebagai tracer ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kewajiban dari seluruh personel Korps Bhayangkara kepada masyarakat dalam menjalankan tugasnya di tengah Pandemi Covid-19.

“Dimana ini sebagai bentuk amal dan tanggung jawab kita terhadap masyarakat. Khususnya sebagai anggota Polri adalah kewajiban kita untuk melaksanakan hal tersebut,” ujar Argo.

Sebab itu, Argo menekankan, jajaran kepolisian harus bisa bertugas secara profesional dan memahami tugas sebagai tracer. Selain itu, Argo mengimbau kepada jajarannya untuk tetap menjaga diri sendiri saat bertugas.

“Agar rekan-rekan paham betul akan apa saja yang harus dilakukan. Yang pertama menjaga diri kita sendiri, kemudian membuka mata dan telinga, dan mendata siapa saja yang terkonfirmasi positif, jangan pasif,” ucap Argo.

Argo juga menyampaikan apresiasi kepada elemen masyarakat mitra polisi karena telah mau turut serta dan berperan aktif menjadi seorang tracer.

“Agar selalu melakukan langkah-langkah yang tepat dan proaktif tetapi tetap menjaga protokol kesehatan yang seharusnya,” tutup Argo.(hum/red)

Categories
Kesehatan TNI

176 Tenaga Kesehatan TNI Tiba di Wisma Atlet Kemayoran

Koran Jurnal, Jakarta – Kapuskes TNI Mayjen TNI DR. dr. Tugas Ratmono, Sp.S, MARS., M.H. selaku Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, menyambut kedatangan 176 Tenaga Kesehatan TNI dari Akademi Militer (Akmil) Magelang, bertempat di Pelataran RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (28/06/2021).

176 Tenaga Kesehatan TNI yang telah tiba tersebut akan ditempatkan di wilayah DKI Jakarta yang masih membutuhkan tenaga kesehatan, khususnya di Wisma Atlet Kemayoran, tempat isolasi khusus Orang Tanpa Gejala (OTG) Rusun Nagrak dan Rusun Pasar Rumput.

Di hadapan awak media, Koordinator RSDC Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono menyampaikan bahwa sesuai arahan Panglima TNI, TNI harus memberikan antisipasi perkuatan di semua lini untuk sama-sama membantu pemerintah guna menangani pandemi Covid-19, baik di dalam peningkatan kekuatan PPKM Mikro maupun juga di dalamnya adalah 3 T dan 5 M termasuk memperkuat vaksinasi.

“Saya bersyukur dan mengucapkan terimakasih telah diberikan kekuatan tenaga, ini tentunya bagian dari suatu secara keseluruhan program yang dilakukan untuk pengendalian atau penanganan pandemi Covid-19 Wisma Atlet ini,” ucapnya.

“Kami diberikan tenaga 120 Dokter Umum kemudian tenaga kesehatan lainnya yang semuanya berjumlah 176 personel, ini sangat membantu untuk kelancaran yang saat ini sedang betul-betul melakukan perbuatan dan kekuatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Nantinya para tenaga kesehatan tersebut untuk memperkuat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Rusun Nagrak dan juga Rusun Pasar Rumput.

“Kalau diperlukan lagi bisa kita tugaskan  untuk memperkuat di Posko PPKM Skala Mikro, namun itu juga akan disusun diatur sesuai dengan kepentingan pelayanan,” kata Mayjen TNI Tugas Ratmono.

Menurut Koordinator RSDC Wisma Atlet, dengan tambahan tenaga kesehatan ini tentunya bisa memberikan perkuatan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan tentunya ini juga akan ditingkatkan terus.

“Sebelum bertugas seluruh tenga kesehatan terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan lanjutan yakni tes PCR dan yang penting dalam pelaksanaan tugas harus saling komunikasi, koordinasi dan kolaborasi,” ujarnya.

“Karena setiap pelaksanaan tugas selalu terbagi oleh tim-tim yang banyak maka perlu komunikasi dan koordinasi yang baik serta berkolaborasi antara dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.(Pusp/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Sambut HUT Bhayangkara, Polda Metro Jaya Gelar Vaksinasi Covid-19 “Nyok, Kite Vaksin” di 8 Lokasi

Koran Jurnal, Jakarta –  Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran mengajak warga DKI Jakarta untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 “Nyok, Kite Vaksin” yang diselenggarakan Polda Metro Jaya di delapan lokasi di Jakarta secara gratis.

“Hari Senin 28 Juni besok, Polda Metro Jaya akan melaksanakan kegiatan yang sama, vaksinasi, di delapan titik,” kata Fadil Imran, di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (27/06/2021).

Kegiatan vaksinasi Covid-19 di delapan lokasi itu digelar Polda Metro Jaya untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-75.

“Bagi warga yang ingin melaksanakan dan belum vaksinasi silakan datang, akan dilayani tim dari Biddokkes Polda, Kodam Jaya, dan Dinas Kesehatan DKI, yang dikelola oleh Polda Metro Jaya,” tambah Fadil Imran.

Berikut delapan lokasi Vaksinasi Covid-19 Polda Metro Jaya “Nyok Kite Vaksin”, yaitu di Kantor Biddokkes  Polda Metro Jaya, Ruangan Majapahit Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Tzu Chi Center Penjaringan Jakarta Utara, Kantor RW 20 Perumahan Citra Kalideres Jakarta Barat, Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng Jakarta Barat, Ex Live Space Lot 8 SCBD Sudirman Jakarta Selatan, Pesantren Al Hamid Putra Cipayung Jakarta Timur, dan Graha Ceger Cipayung Jakarta Timur.

Dijelaskan Fadil, kegiatan vaksinasi Covid-19 akan dilaksanakan hari Senin hingga Jum’at pukul 08.00-13.00 WIB. Dia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena semua akan kebagian vaksin dan stok vaksin di DKI Jakarta mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

“Ini bagian dari ikhtiar kita untuk mewujudkan Jakarta Sehat, sesuai target bapak Presiden yang diperintahkan kepada Gubernur dan kami semua agar 7,5 juta warga DKI Jakarta segera dapat di vaksinasi sampai Agustus 2021,” beber Fadil.(red)

Categories
Ekonomi Kesehatan Nasional

Kementan Terbitkan SE Pelaksanaan Kurban Idul Adha 2021 di Situasi Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 8017/SE/PK.320/F/06/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Masa Pandemi Corona Virus Covid-19. Hal ini sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19 yang pada akhir-akhir ini meningkat karena adanya varian baru.

Terkait Pelaksanaan Kurban, Kementan telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. Hal ini dalam menjaga jaminan keamanan dan kelayanan daging kurban dalam pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idhul Adha 1442 H yang diprediksi jatuh pada 20 Juli 2021.

“SE ini sebagai petunjuk pelaksanaan kegiatan kurban di tengah pandemi covid-19 agar tetap berjalan baik dengan mempertimbangkan aspek pencegahan dari penyebaran covid-19,” kata Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Syamsul Ma’arif, dalam Webinar Pelaksanaan Kegiatan Kurban Pada Situasi Pandemi Covid-19, Kamis (24/6/2021).

Ia menjelaskan, secara garis besar, SE Ditjen PKH ini mengatur pelaksanaan mitigasi atau meminimalisasi risiko kegiatan kurban di tempat penjualan hewan kurban, tempat pemotongan hewan kurban di RPH-R dan tempat pemotongan hewan kurban di luar RPH-R serta pembinaan, pengawasan dan koordinasi.

Dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban harus memperhatikan tiga hal pokok, yaitu, kesehatan dari hewan yang akan dikurbankan, proses penyembelihan hewan kurban; dan distribusi daging hewan kurban kepada mustahiq.

Syamsul menegaskan pada prinsipnya orang-orang yang terlibat di setiap lokasi baik di tempat penjualan, maupun tempat pemotongan hewan kurban baik di RPH maupun di luar RP harus menerapkan protokol kesehatan 5M. Yaitu, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi.

Berdasarkan PP 95 Tahun 2012, pemotongan hewan potong untuk keperluan upacara keagamaan dapat dilakukan di luar Rumah Potong Hewan (RPH), apabila di suatu kabupaten/kota belum memiliki RPH atau kapasitas pemotongan di RPH yang ada tidak memadai.

Oleh karena itu, Syamsul mengingatkan untuk pemotongan hewan kurban di luar RPH harus tetap memperhatikan standar higiene sanitasi.

Berdasarkan data Kesmavet terkait pelaksanaan Kurban tahun 2020 tercatat pemotongan hewan kurban di luar RPH sebesar 34.051 lokasi dengan rincian Masjid sebanyak 22.224 lokasi (65%). Sementara lapangan sebanyak 3.079 (9%), sekolah sebanyak 607 (2%) dan lainnya sebanyak 8.141 (42%).

“Sedangkan jumlah juru sembelih sebanyak 74.136 orang dengan jumlah panitia kurban sebanyak 820.778 orang,” jelas Syamsul.

Berdasarkan data iSIKHNAS pemotongan hewan kurban di Indonesia pada tahun 2020 tercatat penurunan jumlah ternak kurban sekitar 10 % dari jumlah pemotongan hewan kurban tahun sebelumnya. Penurunan ini diprediksi karena dampak pandemi covid-19.

Jumlah ternak kurban tahun 2020 dipotong secara nasional berjumlah 1.683.354 ekor, terdiri dari domba 313.453 ekor, kambing 813.228 ekor, kerbau 14.773 ekor, sapi 314.274 ekor.

Sementara itu, Supratikno dari IPB menjelaskan titik kritis yang dapat menyebabkan daging menjadi tidak halal adalah cara penyembelihan hewan yang tidak sesuai dengan syariah agama Islam. Proses penyembelihan harus cepat.

Sekali ayun dan memotong 3 saluran yaitu saluran nafas (trachea), saluran makan (esofagus) dan pembuluh darah kiri dan kanan yang ada dibagian leher (arteri carotis comunis).

“Hal ini harus diperhatikan oleh Juru Sembelih,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin berkurban agar membeli hewan kurban yang sehat, cukup umur, dan memilliki SKKH/Sertifikat Veteriner dari dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan setempat.

“Penjaminan kesehatan hewan kurban ini sangat penting dalam upaya mencegah penularan penyakit, baik dari hewan ke hewan maupun dari hewan ke manusia,” tutur Nasrullah.(hum/red)

Categories
Kesehatan TNI

Panglima TNI: Kolaborasi 4 Pilar dalam Penanganan Covid-19 sangat Dibutuhkan

Koran Jurnal, Jakarta – Penanganan Covid-19 tengah digencarkan oleh pemerintah melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Mengingat saat ini, kasus Covid-19 semakin mengganas di Tanah Air.

“Kolaborasi 4 Pilar (TNI, Polri, Pemda, Dinkes) dalam penanganan Covid-19 sangat dibutuhkan, bahkan menjadi kunci pengendalian kasus Covid-19,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke wilayah Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (26/06/2021).

Turut serta dalam Sidak tersebut yaitu Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU., Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Pak Lurah, kita datang 4 Pilar, ada Gubernur, Pak Menkes, Kapolri dan Panglima TNI. Apakah Posko empat pilar sudah berdiri di sini ? tanya Panglima TNI kepada Lurah Ulujami.

Panglima TNI juga menanyakan kesiapan penanganan Covid-19, mulai dari obat-obatan, alat pelindung diri, hingga triase. Selain itu, juga ditanyakan mengenai peta zona kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

Dengan adanya kasus di wilayah tersebut, Panglima TNI juga mempertanyakan apakah perlu dilakukan lockdown, namun tak perlu lockdown karena diklaim masih bisa dikendalikan.(Pusp/red)

Categories
Daerah Kesehatan TNI

KSAL Tinjau Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Semarang

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahtjanto, S.I.P., meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi di Pelabuhan Umum Tanjung Mas, Semarang. Kegiatan vaksinasi ini merupakan bagian program vaksinasi 1 juta sehari yang dicanangkan pemerintah, Kamis (24/06/2021),

Pelabuhan Umum Tanjung Mas, Semarang menjadi Pelabuhan kedua yang ditinjau dalam pelaksanaan serbuan vaksinasi setelah sehari sebelumnya melaksanakan hal yang sama di Pelabuhan Penumpang Nusantara, Tanjung Priok Jakarta Utara. Sejumlah Pelabuhan lainnya khususnya Pelabuhan internasional akan disasar dalam program ini seperti Tanjung Perak, Surabaya, Makasar, Belawan dan Pelabuhan lainnya dengan target perhari sebanyak 1.000 orang.

KSAL dihadapan media mengatakan bahwa pelabuhan adalah tempatnya sentra ekonomi dengan banyak pekerja seperti operator pelabuhan, para pengemudi, tenaga bongkar muat yang keberadaannya sangat vital serta pekerja pendukung pelabuhan yang harus divaksin sehingga semua pekerja harus dalam kondisi sehat agar sentra ekonomi atau pelaksanaan perekonomian di Pelabuhan ini tidak terhenti.

“Pelabuhan tempat bongkar muat dan masuknya kapal-kapal asing pembawa eksport import dan juga kapal-kapal yang melakukan bongkar muat antar pulau berkat program tol laut sehingga perlu dilaksanakan vaksin,” tegas KSAL.

Laksamana TNI Yudo Margono mengaku terdapat kendala khususnya vaksinasi terhadap ABK Kapal, karena mereka tidak bisa meninggalkan kapal sehingga nantinya akan didatangi ke kapal-kapal untuk pelaksanaan vaksinasi. Sementara untuk vaksinasi yang kedua akan diusahakan untuk bisa dilakukan dimana saja mengingat mereka melaksanakan pelayaran dalam waktu yang lama.

Ia berharap dengan kerjasama yang baik dari seluruh aspek baik pemerintah, swasta, TNI- Polri melalui tenaga kesehatan gabungan dari TNI, Polri dan tim kesehatan Pelabuhan, masyarakat di Semarang khususnya di Pelabuhan semuanya dapat tervaksin termasuk keluarganya.

“Dengan bersama-sama dapat menciptakan 1 juta vaksinasi sehari sesuai program pemerintah,” tandasnya.(disp/ton)

Categories
Kesehatan Nasional

Panglima TNI, Kapolri dan Menkes Tinjau Vaksinasi Massal Jelang HUT Bhayangkara

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung vaksinasi massal masyarakat dalam rangka menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara pada 1 Juli.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Kamis (24/06/2021). Mereka meninjau secara langsung proses vaksinasi masyarakat mulai dari tahap pendaftaran, penyuntikan hingga observasi pasca-vaksin.

“Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka menyambut momentum hari Bhayangkara,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di lokasi.

Menurut Kapolri, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk mengimplementasikan program vaksinasi satu juga dosis per hari sebagaimana arahan dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

“Sesuai dengan arahan bapak Presiden dalam rangka melaksanakan program vaksinasi massal untuk mencapai 1 juta sehari maka kami dari jajaran Kepolisian bergabung dengan TNI dan tentunya rekan-rekan di Dinkes melaksanakan vaksinasi masal secara serentak,” ujar mantan Kapolda Banten itu.

Eks Kabareskrim Polri ini mengungkapkan bahwa, pada hari ini terdapat 2.100 titik yang melakukan vaksinasi massal. Dengan begitu, Sigit berharap, pada akhir Juni 2021 nanti program sehari satu juta vaksin dapat terwujud.

“Harapan kami sesuai dengan arahan Presiden di akhir Juni kami masuk di angka 1 juta. Tanggal 26 kami laksanakan dalam kegiatan serentak. Harapan kami di tanggal tersebut dapat tercapai oleh karena itu kami harus bisa melaksanakan program tersebut dan bisa kami pertahankan harapan kami di minggu ke depannya lagi bisa kami tingkatkan,” tutur Kapolri.

Senada, Panglima TNI menyebut bahwa, untuk mewujudkan target Presiden Jokowi, TNI, Polri serta Dinas Kesehatan bakal menggelar program vaksinasi massal di titik-titik sentral masyarakat.

“Kami laksanakan vaksinasi secara serentak yang dilaksanakan TNI-Polri, selain itu TNI sendiri di wilayah remote di wilayah terpencil seperti Kodim, Koramil, Lanud, Lanal, juga melaksanakan kegiatan secara serentak. Apabila wilayah di situ juga ada satuan TNI-Polri dan Dinkes maka dilaksanakan secara bersama-sama. Kami berharap 1 juta perhari bisa terealisasi apabila ka.i laksanakan serentak. Dan kami lihat, Insya Allah semuanya bisa terealisasi,” kata Hadi di kesempatan yang sama.

Sementara Menkes Budi menyampaikan apresiasinya kepada pihak TNI-Polri yang berusaha mewujudkan program vaksinasi untuk masyarakat dalam rangka mencegah Covid-19 atau virus corona.

“Sekali lagi, untuk mengejar angka 1 juta suntik perhari tidak mungkin dilakukan sendiri, kami harus kompak bersama melakukan. Dan saya bangga melihat TNI-Polri mampu membantu kita bersama sama,” ujar Budi.(hum/red)

Categories
Kesehatan TNI

Serbuan Vaksin Astra Zeneca ke-2 untuk Keluarga Besar Mabesau

Koran Jurnal, Jakarta – Sesuai dengan kebijakan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang pemberian vaksin Covid-19 kepada petugas public, Mabesau mendapat serbuan Vaksinasi Astra Zeneca tahap 2 untuk keluarga besar prajurit TNI AU yang digelar di Gedung Serbaguna Suharnoko Harbani, Mabesau, Cilangkap Jakarta, Rabu, (23/06/2021).

Pemberian Vaksinasi Covid-19 tahap dua untuk keluarga besar TNI AU ini dilaksanakan dalam selang waktu 13 minggu setelah pelaksanaan vaksin pertama. Menurut Kasubdis Yankes Kolonel Kes dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL.,M.Kes sebagai Ketua Pelaksana pemberian vaksin mengatakan, “tujuan dari jeda waktu vaksin tersebut adalah untuk mengetahui reaksi tubuh atau penyesuaian peserta vaksin dari pasca vaksin pertama.

Apabila dalam waktu tersebut tidak ditemukan hal-hal yang mengarah pada kondisi gangguan kesehatan, maka dapat dilanjutkan vaksin kedua. Namun, apabila ditemukan gangguan kesehatan, peserta akan diperiksa lebih lanjut kondisi kesehatannya dan tidak diberikan tahap kedua, sebelum kondisi kesehatannya layak untuk divaksin,” jelas Kasubdis Yankes

Lebih lanjut Kasubdis Yankes Diskesau menjelaskan, pemberian vaksin tahap kedua ini merupakan cara yang efektif untuk mencegah dan memutus mata rantai virus corona, karena pemberian vaksin dapat menambah imun tubuh PNS dan keluarga besar TNI AU agar tidak mudah terpapar dan mampu melawan virus Covid-19.(disp/red)

Categories
Kesehatan Nasional TNI

Isolasi Terpusat OTG Nagrak dan 4 Posko PPKM Mikro Disidak Panglima TNI

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dan Menkes Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU. melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) tempat Isolasi Terpusat OTG di Rusun Nagrak Cilincing dan Posko PPKM Mikro di wilayah Ibukota Jakarta dan Cilodong-Depok, Selasa (22/06/2021).

Rusun Nagrak terletak di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, merupakan tempat isolasi terpusat bagi para pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Rusun Nagrak yang sudah siap dengan segala kelengkapan dan fasilitasnya.

Tiba di Rusun Nagrak, Panglima TNI, Kapolri dan Menkes, berdialog langsung dengan Kabid Kesmas Dinkes DKI dr. Fifi didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji.

“Bagaimana kesiapan dari tower ini, apakah mampu menampung 1000 tempat tidur bagi pasien OTG?” tanya Panglima TNI. “Siap Bapak Panglima, Tower telah siap digunakan, untuk kelengkapan juga sudah kami lengkapi,” jawab Kabid Kesmas Dinkes DKI.

Selanjutnya Panglima TNI beserta rombongan meninjau 4 Posko PPKM Mikro yang berlokasi di Kelurahan Rorotan Cilincing-Jakarta Utara, Kelurahan Gandaria Selatan Cilandak-Jakarta Selatan, Kelurahan Ciracas-Jakarta Timur dan Kelurahan Sukamaju Cilodong-Depok.

Panglima TNI menyampaikan bahwa 4 Pilar (TNI, Polri, Pemda dan Dinkes) harus bersinergi guna menangani dan menekan kasus Covid-19 di wilayah, dan tetap tegakkan disiplin protokol kesehatan, termasuk melaksanakan 3 T (Testing, Tracing, Treatment).

“Petugas Posko PPKM Mikro disetiap wilayah harus dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal dan memberikan pemahaman yang baik, termasuk menegakkan disiplin protokol kesehatan, penyekatan, testing, tracing, pengawasan isolasi mandiri,” pesan Panglima TNI.

Turut serta mendampingi Panglima TNI diantaranya Asops Panglima TNI Mayjen TNI Syafrudin, S.E., M.M., M.Tr. (Han), Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E., Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S, MARS., M.H. dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr. (Han).(Pusp/red)

Categories
Kesehatan

Kasus Covid-19 Naik Signifikan Selama Dua Pekan, Satgas Kabupaten Grobogan Genjot Upaya Pengendalian

Koran Jurnal, Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Grobogan terus menggenjot upaya pengendalian COVID-19, yang cenderung mengalami kenaikan selama dua pekan terakhir.

Adapun kegiatan yang meliputi disinfeksi dilakukan dengan menyasar beberapa lokasi seperti Kantor Bank Mandiri Taspen, Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan dan Hotel Catra, sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

“Penyemperotan disinfektan di Bank Mandiri Taspen, DLH, BPBD dan Hotel Catra,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyoningsih melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/06/2021).

Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Grobogan yang beranggotakan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD Kabupaten Grobogan, relawan dan instansi terkait juga melakukan penyekatan dan pembatasan mobilitas masyarakat di tiga titik yang menjadi pintu masuk Kabupaten Grobogan.

Penyekatan tersebut yang pertama dilakukan di Desa Wandankemiri, Kecamatan Klambu, yang menjadi pintu masuk dari Kabupaten Kudus.

Selanjutnya Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan yang menjadi pintu masuk dari wilayah Kabupaten Pati dan Desa Bugel di Kecamatan Godong yang menjadi akses masuk wilayah Kabupaten Grobogan dari arah Demak dan Semarang.

Kemudian, upaya lain yang dilakukan demi menurunkan angka Covid-19 di Kabupaten Grobogan, Satgas setempat juga memberlakukan gerakan “Satu Hari di Rumah Saja” yang telah dilakukan pada akhir pekan lalu dan besok pagi pada hari Minggu (20/5).

Adapun penerapannya yakni, masyarakat setempat diminta untuk tidak beraktivitas di luar rumah terhitung mulai pukul 05.00 hingga 05.00 pada hari berikutnya atau selama 24 jam.

Sementara itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan per Sabtu (19/6), kasus Covid-19 mengalami kenaikan sebanyak 66 orang

Sedangkan pasien sembuh mengalami kenaikan sebanyak 23 orang dan meninggal 4 orang.(Pus/red)