Categories
Kesehatan Polisi

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Bagikan 30 Ribu Masker di Terminal Bus Kampung Rambutan

Koran Jurnal, Jakarta – Polda Metro Jaya (PMJ) terus menyosialisasikan gerakan Jakarta Bermasker guna menekan angka penyebaran covid-19. Kali ini Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) PMJ bersama Duta Anti Narkoba Polda Metro Jaya, Yuliana Fonataba membagi-bagikan masker kepada para penumpang bus di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jum’at (05/02/2021).

“Pada hari ini kami membagikan masker kepada penumpang dan pengguna jasa transportasi kendaraan bis sebanyak 30 Ribu masker,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa kepada wartawan, saat memimpin kegiatan di lokasi.

Dari pantauan pewarta, tampak selain membagikan masker, sejumlah anggota Reserse Narkoba Polda Metro juga memasang spanduk-spanduk serta menyebarkan pamflet protokol kesehatan, seperti budaya bermasker.

Mukti menuturkan, sosialisasi gerakan Jakarta Bermasker Polda Metro Jaya akan terus dilakukan agar seluruh masyarakat sadar akan pentingnya mengenakan masker ditengah wabah pandemi covid-19.

“Kita ratakan, semuanya wajib pakai masker demi kesehatan kita,” beber Mukti.

Dia juga menyatakan, akan terus melakukan penindakan terhadap tempat-tempat seperti kafe dan lainnya. Dan akan memberi tindakan pidana terhadap tempat-tempat yang masih melanggar protokol kesehatan covid-19.

“Selain pembagian masker juga akan melakukan penindakan-penindakan terhadap tempat-tempat atau kafe yang masih melanggar prokes. Akan kami pidanakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan sama, Yuliana, duta anti narkoba, juga turut mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat di luar rumah. Hal itu menurutnya, bisa menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Seluruh masyarakat Indonesia agar menggunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah. Karena kita tahu bahwa dengan menggunakan masker bisa menekan angka kasus yang semakin hari semakin tinggi,” ujarnya.

“Dan disini saya mewakili Ditresnarkoba Metro Jaya bersama-sama bergandengan tangan untuk membantu masyarakat dengan memberikan masker gratis,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jony dan jajaran Polsek Ciracas Polrestro Jakarta Timur dan anggota TNI.(red)

Categories
Jurnal Foto Kesehatan TNI

KSAU dan Wakasau Jalani Vaksinasi Perdana Covid-19

Categories
Kesehatan

Satgas Covid-19: Evaluasi PPKM DKI Jakarta dan Jawa Barat Dapat Menjadi Contoh

Koran Jurnal, Jakarta – Seluruh daerah di Indonesia harus bisa memetik pelajaran dari hasil evaluasi penanganan Covid-19 di provinsi ibukota DKI Jakarta, dan provinsi Jawa Barat. Kedua provinsi tersebut memperlihatkan perkembangan kearah yang lebih baik pada kabupaten/kotanya selama 3 minggu pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjabarkan hasil fokus pengamatan terhadap perkembangan 4 paramater nasional yaitu kasus aktif, kesembuhan, kematian dan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR).

“Provinsi DKI Jakarta, tren kasus aktif memperlihatkan penurunan, dimana 2 minggu sebelumnya menunjukkan tren kenaikan,” sampainya dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana, Kamis (04/02/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Hasil pengamatan pada minggu terakhir Januari atau per tanggal 31 Januari 2021, angka kasus aktifnya mencapai 8,78% dari 9,85%. Upaya yang dilakukan menekan kasus aktif ialah meningkatkan testing (pemeriksaan) dan tracing (pelacakan). Berbeda dengan tren kesembuhan, sebaliknya naik setelah terjadinya penurunan di minggu-minggu sebelumnya. Pada minggu terakhir angkanya naik menjadi 89,46%.

DKI Jakarta juga telah mencapai testing (pemeriksaan) yang jumlahnya 12 kali lipat dari target World Health Organization (WHO) dalam seminggu. Dan 87% diantaranya ditujukan pada suspek, probable dan kontak erat yang memberikan dampak positif pada pencegahan penularan.

Walaupun angka kesembuhan naik, dan angka kematian menurun, namun angka kasus aktif masih jauh lebih besar sehingga belum bisa mengendalikan kenaikan BOR ICU maupun isolasi secara signifikan. Karena penurunan terjadi pada BOR ICU minggu terakhir pengamatan dari 84,5% menjadi 84,01%

Namun, DKI Jakarta masih perlu upaya lebih keras lagi meningkatkan kualitas pelayanan untuk menekan angka BOR dibawah standar, yaitu 70 persen. Dari hasil koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan jumlah bed isolasi ICU per harinya fluktuatif tergantung kondisi dan data pelaporan dari rumah sakit dengan kisaran BOR 75 – 80%.

Selanjutnya, menelaah kondisi terkini di Jawa Barat pada tren kasus aktif terlihat fluktuatif. Dimana minggu terakhir naik dari 17,18% menjadi 20,74%. Sama halnya dengan tren kesembuhan, yang tampak fluktuatif dan Minggu terakhir memperlihatkan penurunan dari 81,61% menjadi 77,98%. Untuk kematian per 31 Januari 2021, angkanya mencapai 1,29%.

Kemudian untuk BOR pada ruang isolasi, angkanya dapat ditekan secara konsisten dan menyentuh angka 69,52% atau dibawah target parameter nasional yaitu 70%. Hasil koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat, selama 2 pekan terakhir ini kasus Covid-19 mengalami lonjakan tertinggi pada 30 Januari 2021, dengan penambahan sebesar 4.601 kasus positif terdiri 2.859 kasus baru dan 1.742 kasus lama.

Upaya yang dilakukan ialah menguatkan puskesmas melalui penempatan tim kolaborasi inter profesi, pemberdayaan masyarakat dan keterlibatan multi sektor untuk peningkatan kapasitas 3T, 3M, penyiapan vaksinasi dan melanjutkan pelayanan kesehatan esensial di Puskesmas.

Dari hasil analisis data ini, menunjukan pembatasan kegiatan pada 2 provinsi ini menunjukkan hasil pada beberapa indikator, namun belum bisa dikatakan berhasilm Karena ukuran keberhasilan, ialah jika suatu provinsi dapat keluar dari 4 indikator parameter nasional yang ditetapkan selama 4 minggu berturut-turut.

Pada prinsipnya, kita dapat belajar dari keunggulan pihak lain untuk dapat ditiru maupun menjadi kekurangan yang bisa dicegah. Data sederhana ini mencerminkan pentingnya komunikasi yang terjalin, antara komponen pemerintah pusat dan daerah, maupun daerah dan daerah untuk sama-sama saling membantu jika menemui kesulitan,” lanjut Wiku.

Kedepannya ia mengajak pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi vertikal dan horizontal untuk meningkatkan kualitas penanganan Pandemi Covid-19 yang lebih baik.(KPC/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Gubernur DKI, Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Luncurkan Logo Program Gerakan ‘Jakarta Bermasker’

Koran Jurnal, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman, bersama-sama meluncurkan logo gerakan program ‘Jakarta Bermasker’, di Gedung Promoter, Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (03/02/2021).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, program Jakarta Bermasker sebagai bentuk ikhtiar menurunkan angka penyebaran Covid-19 khususnya di Jakarta.

“Baru saja kami Forkompinda DKI yang juga diikuti oleh Forkompinda wilayah penyangga DKI, Wali Kota Tangerang, Wali Kota Tangsel, Wali Kota Depok, Wali Kota Bekasi Kota dan Bupati Bekasi kita melaunching kembali gerakan Jakarta Bermasker,” ungkap Fadil.

Fadil menambahkan, program ini juga bertujuan mengingatkan kembali pentingnya penggunaan masker.

“Diharapkan dengan mengingatkan kembali bagaimana menggunakan masker yang benar,” harap Fadil.

“Angka kasus aktif setiap harinya bisa kurangi, ini ikhtiar yang terus kita lakukan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya. Mudah-mudahan menghasilkan manfaat buat kesehatan masyarakat,” sambung Fadil.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan mendukung penuh program ‘Jakarta Bermasker’ yang diinisiasi oleh Polda Metro Jaya.

“Terima kasih juga launching logonya Jakarta Bermasker karena logonya pakai logo Betawi khas Jakarta. Mudah-mudahan dengan begitu nanti penyebarannya akan jauh lebih luas dan insya Allah program 100 ribu masker per hari akan lebih banyak menjangkau warga di Jakarta,” kata Anies.

Dalam kesempatan sama, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurahman menambahkan, program Jakarta Bermasker merupakan tindak lanjut dari sejumlah program yang telah dilaksanakan Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, dan Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi wabah Covid-19.

“Namun, yang lebih penting adalah justru kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker ini. Karena tidak serta merta aparat penegak hukum, TNI maupun pemerintah daerah kita tegakan di lapangan kalau masyarakat tidak ada kesadaran untuk menggunakan masker. Karena menggunakan masker ini adalah sebagai kunci utama yang sangat mendasar bagi kita semua untuk menekan peningkatan dari Covid 19,” lugasnya.

Sekedar diketahui, Polda Metro Jaya memiliki tiga program untuk menekan penyebaran virus covid-19. Seperti, Kampung Tangguh Jaya, Jakarta Bermasker dengan membagi-bagikan 100 ribu masker gratis hingga pemeriksaan kesehatan dengan test swab antigen dan swab antibodi secara gratis di wilayah hukum Polda Metro Jaya.(red)

Categories
Kesehatan Megapolitan Polisi

Wujudkan ‘Jakarta Bermasker’, Polda Metro Akan Bagikan 100 Ribu Masker Setiap Hari

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran mengatakan, jajarannya akan membagikan sedikitnya 100 ribu masker kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Kapolda Metro Jaya saat menyambangi Pasar Senen Jakarta Pusat, untuk memantau penerapan protokol kesehatan (prokes) di pasar tersebut, Senin (01/02/2021).

“Ke Pasar-pasar Rakyat, seluruh Polsek gabungan dengan teman-teman dari Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta turun ke Pasar, tujuannya agar seluruh masyarakat sadar menggunakan masker guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Fadil.

“Kemarin Bapak Panglima TNI bersama Kapolri sudah mengunjungi Pasar Tanah Abang dan Pasar Jatinegara untuk menggalakkan kembali “gerakan 3M atau 5M”, Ini akan kita laksanakan selama dua minggu ke depan, targetnya minimal 100.000 masker setiap hari,” beber Fadil.

Sebelumnya, Kapolda mengunjungi Pasar Darurat/tradisional di wilayah Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan. Kunjungan tersebut sengaja dilakukan sebagai tindak-lanjut program Kampung Tangguh, juga untuk melihat kesiapan pelaksanaan test swab antigen kepada masyarakat dalam mewujudkan gerakan “Jakarta Bermasker”
yang dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Metro Jaya.(hum/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan Militer Polisi TNI

Panglima TNI dan Kapolri Pantau Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pasar Tanah Abang dan Jatinegara

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima kunjungan silaturahmi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, bertempat di Subden Denma Mabes TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (31/01/2021).

Turut serta mendampingi Kapolri yaitu Irwasum Polri, Kabaharkam Polri, Asops Kapolri, Kadiv Propam Polri dan Kadiv Humas Polri. Sementara Panglima TNI di dampingi oleh Aster Panglima, Asops Panglima, Kapuspen TNI dan Kapuskes TNI.

Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI menjelaskan bahwa ada beberapa agenda yang dibicarakan salah satunya adalah terkait  rencana Rapat Pimpinan TNI-Polri yang akan digelar pada Februari 2021.

“Kemudian konteks tugas, TNI senantiasa mendukung terlaksananya penegakan hukum yang dilaksanakan Polri demi terciptanya Kamtibmas,” katanya.

Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini TNI dan Polri sedang dan terus melaksanakan penegakan protokol kesehatan di seluruh Indonesia, baik memberikan edukasi atau sosialisasi untuk tidak bosan dan jenuh menggunakan masker. “Karena dengan menggunakan masker saya akan melindungi saudara dan saudara akan melindungi saya dari terpaparnya Covid-19. Sinergi TNI-Polri dan didukung komponen masyarakat lainnya adalah modal dasar menjaga NKRI,” ujarnya.

Sementara itu,  Kapolri yang didampingi jajaran Pejabat Utama Mabes Polri menyampaikan bahwa kunjungan kepada Bapak Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bertujuan untuk bersilaturahmi. “Kami diterima langsung oleh Panglima TNI yang didampingi pejabat teras Mabes TNI,” ucapnya.

Kapolri mengatakan bahwa sinergitas dan soliditas antara TNI-Polri akan terus ditingkatkan seperti yang telah dilakukan sejak beberapa Kapolri sebelumnya. “Kewajiban saya selaku Kapolri baru menjaga dan bahkan meningkatkan sinergitas dan soliditas yang telah kami laksanakan. Karena memang banyak sekali kegiatan-kegiatan penugasan kerja sama dalam hal Kamtibmas yang selama ini telah kita laksanakan,” ujarnya.

Kapolri memberikan contoh bahwa kegiatan yang dilakukan bersama antara  TNI-Polri seperti penegakan protokol kesehatan, kegiatan operasi di Poso dan Papua serta penanganan bencana alam.

“Kami terus berkomitmen agar soliditas dan sinergitas TNI-Polri terus akan menjadi lebih baik dan solid sehingga masyarakat merasakan TNI-Polri di lapangan memberikan rasa aman, memelihara Kamtibmas, sehingga iklim pertumbuhan ekonomi dan investasi serta penegakan aturan bisa dilaksanakan dengan baik. Masyarakat juga bisa merasakan kehidupan normal,” ungkapnya.

Usai melaksanakan pertemuan, Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan melakukan peninjauan penerapan protokol kesehatan yang berada di Blok A Pasar Tanah Abang dan Pasar Balimester Jatinegara Jakarta serta membagikan masker kepada para pedagang dan pengunjung di kedua pasar tersebut.

Di hadapan awak media, Panglima TNI menjelaskan bahwa kunjungannya ke Blok A Pasar Tanah Abang untuk memastikan pelaksanaan penerapan protokol  di tempat publik.

“Saya bersama Bapak Kapolri sengaja datang kesini untuk mengecek di lapangan, khusus di Pasar Tanah Abang terkait dengan penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengharapkan agar seluruh masyarakat khususnya yang datang di Blok A Pasar Tanah Abang untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Saya harapkan penggunaan masker ini terus dilaksanakan dan jangan sampai kendor karena satu-satunya untuk terhindar terpapar Covid-19 adalah dengan selalu menggunakan masker,” ucapnya.(Pusp/red)

 

Categories
Kesehatan Kriminalitas

Jatanras Polda Metro Ringkus Sindikat Pemalsu Hasil Swab PCR dan Antigen 

Koran Jurnal, Jakarta – Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya (PMJ) berhasil meringkus sindikat pemalsuan surat hasil keterangan kesehatan, test swab PCR dan Antigen covid-19. Delapan pelaku yang diringkus terdiri dari 5 pria (1 dibawah umur) masing-masing berinisial RSH (20), IS (23), DM (DU), SP (38), Y (23) dan 3 wanita yakni RHM (22), MA (25), MA (20).

“Ada 7 pelaku yang kita amankan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, di Gedung Ditreskrimum PMJ, Jakarta, Senin (25/01/2021).

Diterangkan Yusri, 8 pelaku atau sindikat tersebut ditangkap pada Senin tanggal 18 Januari 2021. Yusri mengatakan, mereka memiliki peran masing-masing, ada yang pembuat, menawarkan dan pengguna hasil swab PCR dan Antigen covid-19.

“Mereka (pembuat) menawarkan (surat keterangan palsu) melalui media sosial, bahkan ada yang door to door,” terang Yusri.

“Mereka menawarkan surat tersebut dengan harga mulai dari 75 hingga 900 ribu rupiah,” bebernya.

Berikut lengkap modus sindikat pemalsuan surat hasil Test Swab PCR dan Antigen:

Pelaku menawarkan melalui media sosial Facebook dengan nama akun redy1109 Swab Test Antigen dan Rapid Test Antibody Covid-19 lalu pelaku membuat surat keterangan dengan menggunakan  draft kop Klinik Denti Sari dengan hasil pemeriksaan Non Reaktif yang ditanda tangani dan dicap stempel oleh pelaku sendiri.

Pelaku sebagai Admin Server Database FASTLAB, Aplikasi FASTLAB dan Aplikasi Cristal Mix di Laboratorium FASTLAB mengakses database dan kedua aplikasi tersebut dan menginput fotokopi KTP membuat dan mengirim Hasil Swab test PCR Covid-19 dengan hasil pemeriksaan Negatif menggunakan kop Laboratorium FASTLAB dengan link
(http://fastlab.id/rs/rst.php?id=JBGCEHRIZ melalui Whatsapp).

Adapun kronologis penangkapan, berawal dari adanya informasi yang beredar di media sosial Facebook dengan nama akun redy1109 menawarkan Rapid Test Antigen, Rapid Test Antibody & Swab PCR Covid-19 dengan biaya tertentu.

Selanjutnya Tim Opsnal Unit 3 Subdit Jatanras yang dipimpin oleh Kompol Abdul Rahim melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut sehingga pada hari Senin tanggal 18 Januari 2021
WIB Tim berhasil mengamankan 4 orang (RSH, RHM, IS dan DM) yang diduga Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Rapid Test Antigen Covid-19 tanpa melalui prosedur Tindakan pengambilan spesimen pasien dengan menggunakan Kop Surat Klinik Denti Sari.

Diawali dari pelaku IS dan DM memesan surat keterangan Hasil Rapid Test Antigen dan Antibody kepada RSH yang digunakan untuk persyaratan perjalanan keluar kota. Pelaku RSH yang bertugas sebagai  pelaksana farmasi di bagian farmasi Klinik Denti Sari mengcopy draft surat hasil test yang ada di Klinik Denti Sari kemudian pelaku RSH mengirim draft tersebut ke tersangka RHM untuk diisi data pemesan. Setelah terisi data pemesan, tersangka RSH mencetak surat tersebut lalu mencantumkan
hasil pengecekan/Swab NON REAKTIF menggunakan tulisan tangan yang ditandatangani oleh tersangka RSH atas nama pemeriksa di Klinik Denti Sari dan dicap stempel Klinik Denti Sari. Kemudian tersangka RSH menyerahkan surat tersebut ke tersangka IS.

Selanjutnya Tim melakukan pengembangan sehingga berhasil mengamankan kembali 4 pelaku (MA,
AY, Y dan SP) yang diduga pelaku pemalsuan surat keterangan Hasil Swab PCR Covid-19 an. SP dengan Kop Surat Laboratorium FASTLAB yang diduga dibuat tanpa terlebih dahulu melakukan proses pengambilan spesimen pasien.

Pelaku Y sebagai karyawan PT. INTI DHARMA GLOBAL INDO yang
bertugas sebagai Admin Server Database Fastlab, Aplikasi Fastlab dan Aplikasi Cristal Mix di Laboratorium Fastlab mengakses sendiri database dan kedua Aplikasi tersebut tanpa izin sehingga atas permintaan pemesan dan foto KTP pemesan dapat mengeluarkan Hasil Swab Test PCR Covid-19 hasil Negatif an. SP tanpa izin dan tanpa melakukan prosedur pengambilan spesimen pasien.

Sementara itu, Dirreskrimum PMJ Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan, kasus pemalsuan surat hasil swab PCR dan Antigen sudah ada 3 kali dibongkar oleh jajaran Ditreskrimum PMJ.

“Jadi kita tidak tinggal diam dalam menindak siapa saja, baik itu pengguna maupun pelaku pemalsu dokumen covid-19,” lugas Ade Tubagus.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal 263 KUHP dan atau pasal 268 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 (enam) tahun penjara, dan pasal 35 Jo pasal 51 UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Infomasi Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dalam UU RI NO. 19 tahun 2016 tentang Infomasi Transaksi Elektronik dan atau pasal 263 KUHP dan atau pasal 268 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 (dua belas) tahun penjara.(mgp/red)

Categories
Daerah Kesehatan TNI

Satgas Pamtas Yonif 125/SMB Sambangi Warga Kampung Toray dan Berikan Pelayanan Kesehatan

Koran Jurnal, Merauke – Untuk menjaga dan memelihara kondisi kesehatan masyarakat perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/SMB di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Kampung Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Rabu (13/01/2021).

Dansatgas Pamtas Yonif 125/SMB, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan di Kampung Toray dilaksanakan oleh empat orang personel Satgas dari Pos Toray dipimpin Serda Frans Tarigan. “Keempat orang anggota Satgas ini memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Kampung Toray dengan berjalan kaki dan menyambangi rumah-rumah warga,” jelasnya.

Menurut Letkol Inf Anjuanda Pardosi, pelayanan kesehatan ini merupakan kegiatan rutin dan terus-menerus dilakukan oleh Satgas sejak awal hingga menjelang akhir penugasan untuk membantu masyarakat perbatasan yang membutuhkan. “Kami berharap, kegiatan ini dapat membantu pemerintah setempat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

“Selain itu, pelayanan kesehatan door to door seperti ini sangat efektif untuk mempererat tali persaudaraan, sehingga diharapkan hubungan Satgas dengan warga tetap harmonis,” katanya menambahkan.

Sementara itu, salah satu warga Kampung Toray, Urbanus Waliter (42 th) menuturkan merasa senang dan berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Satgas, khususnya Pos Toray atas pelayanan kesehatan yang diberikan.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu dan bermanfaat bagi kami. Terima kasih bapak TNI atas kepeduliannya, semoga Tuhan senantiasa memberkati dan melindungi Satgas dalam pengabdiannya,” ungkapnya.(pen/red)

Categories
Kesehatan

Zona Merah Meningkat, Satgas Covid-19 Minta Daerah Untuk Evaluasi Kebijakan Penanganan

Koran Jurnal, Jakarta – Perkembangan peta zonasi risiko tingkat kabupaten/kota pada pekan ini, kembali kearah yang kurang baik. Padahal perkembangan minggu sebelumnya menunjukkan kearah yang lebih baik dengan menurunnya secara signifikan jumlah daerah zona merah atau risiko tinggi. Minggu ini jumlah daerah zona merah kembali meningkat menjadi 70 kabupaten/kota.

Melihat secara perkembangan peta zonasi risiko mingguan, para pimpinan daerah harusnya tidak hanya terpaku pada daerah yang dikenakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri. Melainkan daerah lain juga harus waspada agar tidak masuk ke zona merah.

“Masing-masing wilayah perlu evaluasi kondisinya dan segera berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk PPKM. Ini adalah bentuk solidaritas dan tanggung jawab bersama dalam keadaan darurat nasional,” Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengabarkan dari Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/01/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Penerapan PPKM ini dapat dipertimbangkan pemerintah daerah sebagai upaya perlindungan masyarakatnya dari ancaman kematian Covid-19. “Merupakan suatu prestasi apabila dalam waktu yang tidak terlalu lama, daerah-daerah ini dapat berpindah dari zona merah menjadi zona kuning, bahkan zona hijau,” harap Wiku.

Selain itu, untuk perkembangan peta zonasi risiko minggu ini, jika dilihat lebih jauh, ada 39 kabupaten/kota yang minggu ini berpindah ke zona merah. Dari jumlah tersebut, ada 18 kabupaten/kota diantaranya berasal dari Pulau Jawa.

Rincian secara keseluruhan daerah-daerahnya, yaitu Kota Palembang, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Bangka, Jakarta Barat, Garut, Ciamis, Bekasi, Serang, Kota Cilegon, Banjarnegara, Purworejo, Wonogiri, Blora, Kota Tegal, Kulon Progo, Kediri, Mojokerto, Nganjuk, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Bangli, Sumbawa Barat, Sumba Timur, Kota Waringin Barat, Kota Palangkaraya, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Parigi Moutong, Kota Palu, Kota Bau Bau, Mamuju, Polewali Mandar dan Majene.

Lalu, perkembangan pada zona oranye atau risiko sedang minggu ini turun menjadi 374 kabupaten/kota, zona kuning atau risiko rendah jumlahnya turun menjadi 56 kabupaten/kota. Sementara zona hijau tidak ada kasus baru jumlahnya menurun menjadi 10 kabupaten/kota dan zona hijau tidak terdampak jumlahnya tetap sebanyak 4 kabupaten/kota.(KPC/red)

Categories
Hiburan Kesehatan Megapolitan

Gugus Covid 19 Bidang Pariwisata Segel Wisata Air Waterboom Cikarang

Koran Jurnal, Kabupaten Bekasi – Waterboom Lippo Cikarang disegel oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi karena diduga melanggar protokol kesehatan pada Minggu (10/1/2021).

Koordinator Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bekasi Bidang Pariwisata, Komisaris Dr. Budi Setiadi, menjelaskan bahwa pihak kepolisian mendapatkan laporan itu pada pukul 11.00 WIB.

“Kasusnya kemarin pagi, itu melalui online melalui Instagram dan melalui WA bahwa kegiatan waterboom itu didiskon biaya masuk jadi Rp10 ribu. Dia buka jam 7, namun membludak. Sampai dengan jumlahnya 1.500, walaupun kapasitas 7.000 akan tetapi ini kan tidak stay, mereka mobile. Orang terlalu penuh,” ucap Budi, Senin (11/01/2021).

Pada pukul 11.00, tim dari Polsek Cikarang Selatan datang dan membubarkan pengunjung Waterboom Lippo Cikarang.

“Setelah dibubarkan, ditutuplah intinya, jam 12 siang sudah bersih dari pengunjung seluruhnya dikeluarkan,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Kasatres Narkoba Polres Metro Bekasi.

“Akibat dari kejadian itu, karena viral, hari ini jam 9 Forkopimda Kabupaten Bekasi dihadiri Bupati, Dandim, Kapolres, Satpol PP Irwasda Polda Metro Jaya, Kadis Pariwisata, Kadinkes. Pada intinya, selanjutnya pihak Satpol PP menutup sementara lokasi tersebut,” sambung dia.

Lanjut dia, penutupan sampai kapan, nanti proses lanjutan dari masing-masing pihak untuk mewawancarai pengelola Waterboom Lippo Cikarang.

“Nanti keputusan bapak bupati sendiri dengan catatan, itu tergantung dari pihak pemda. Akan tetapi penyidikan atas dugaan pidana tetap ditangani Satreskrim,” kata dia.

“Itulah yang kita sayangkan Koordinator Sektor Pariwisata, akan tetapi kemungkinan besar bahwa pengelola tidak berpikiran akan seperti ini. Untuk kedepan apabila diizinkan kembali akan lebih ditingkatkan lagi. Ini semacam dia kecolonangan, itu pun sampai jam 8 juga membludak,” tandes Budi.(rls/red)