Categories
Megapolitan

GP Ansor Jakarta Selatan Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Banjir ‘door to door’

Koran Jurnal, Jakarta – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Jakarta Selatan menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung kepada korban bencana banjir di beberapa lokasi terdampak, khususnya warga wilayah Jakarta Selatan.

“Dari awal kami sudah bergerak memberikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat sebanyak 70 KK (keluarga) dari rumah ke rumah (door to door), biar terbagi rata,” ujar Muhammad Anwar, Ketua GP Ansor Cabang Jakarta Selatan, di Rumah Pergerakan Gus Dur, Kalibata Timur, Jakarta, Rabu (08/01/2020).

Anwar mengatakan, untuk wilayah Kecamatan Pancoran setidaknya sudah menyalurkan berupa uang tunai Rp 9.100 000, yang dibelanjakan untuk air mineral, makanan siap saji dan peralatan mandi.

“Kami juga mengumpulkan berupa donasi pakaian layak pakai, selimut, mie instan 30 dus, susu 2 dus, selimut 15 buah, gula, teh dan obat-obatan,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, bantuan yang didapat berasal dari berbagai latar belakang suku, agama dan status sosial lainnya.

“Kami menjalin kerjasama dengan berbagai pihak swasta maupun komunitas dalam penggalangan bantuan, seperti Yayasan Ibnu Sina Peduli, FIF Group,” ujarnya.

Bantuan yang terkumpul langsung diberikan kepada korban banjir di wilayah yang terdampak banjir, sampai saat ini sudah terjangkau 300 kepala keluarga (KK).

“Semoga bantuan yang disalurkan, dapat memberikan manfaat pada warga sekaligus meringankan warga masyarakat yang sedang dilanda krisis air bersih,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris GP Ansor Cabang Jakarta Selatan, Ali Subchan mengatakan, untuk penyaluran bantuan yang disalurkan dari rumah ke rumah akan dilakukan oleh masing-masing PAC (perwakilan anak cabang) GP Ansor Jakarta Selatan di wilayah lokasi terdampak bencana banjir.

“Penyerahan bantuan kemanusiaan ini akan diserahkan ke warga yaitu di Pancoran, Jagakarsa, Pesanggrahan, dan juga lokasi lain Jakarta Selatan yang terdampak (banjir),” lugas Ali.

GP Ansor berharap bantuan kemanusiaan ini memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir.(red)

Categories
Megapolitan Ragam

Operasi TMC Berhasil Turunkan Intensitas Hujan Lebat Jabodetabek

Koran Jurnal, Jakarta – Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh BPPT dan TNI dengan dukungan BNPB telah berhasil menurunkan intensitas hujan sedang-lebat yang seharusnya tiba di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek), seperti pada Senin lalu (06/01). BNPB akan terus melakukan operasi ini untuk menghindari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek.

Pada Selasa (07/01), pesawat CN 295 dan Casa 212-200 milik TNI ini melakukan 4 sorti penyemaian awan dengan cakupan wilayah barat daya, barat, barat laut. Total bahan semai NaCl untuk penyemaian mencapai 6,4 ton. Berdasarkan laporan BPPT, hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek. Laporan ini merujuk pada data satelit yang menunjukkan wilayah terjadinya hujan.

Pada sorti pertama dengan menggunakan CN295, bahan semai NaCl sebanyak 2,4 ton disebarkan pada wilayah barat hingga barat daya Jabodetabek, sorti berikutnya dengan Casa 212-200 dengan kapasitas semai 800 kg mendistribusikan bahan semai di perairan Selat Sunda. Sorti ketiga, bahan semai ditebar di barat laut Jabodetabek, sedangkan sorti terakhir dengan CN 295 bahan semai sejumlah 2,4 ton disemai pada wilayah barat hingga barat laut Jabodetabek.

BNPB bekerja sama dengan BPPT dan TNI akan terus melakukan operasi TMC mengingat manfaat TMC untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, khususnya curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi jatuh di wilayah Jabodetabek. Sejak dilakukan pada 3 Januari 2020 lalu, operasi TMC melalui pesawat fixed-wings telah melakukan 20 sorti penerbangan dengan total bahan semai NaCl mencapai 32 ton.

Penerapan TMC bertujuan untuk menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan jauh dari permukiman penduduk atau sebelum awan memasuki kawasan padat penduduk, seperti di wilayah Selat Sunda atau Laut Jawa. Hujan yang turun dimodifikasi dengan penggunaan Natrium Klorida (NaCl) yang ditebarkan ke bibit awan melalui pesawat Casa 212-200 dan CN-295.

Pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana banjir di Jabodetabek dan sekitarnya tentunya harus memperhatikan pertumbuhan awan. Hal itu menjadi faktor penting yang harus terus dipantau secara berkesinambungan. Oleh sebab itu, guna membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, BPPT bekerjasama dengan BMKG untuk analisis data cuaca yang tersedia dari radar Stasiun Meteorologi Cengkareng.

Sementara itu, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memang masih ada di Jakarta, terutama pada periode 9 – 12 Januari 2020. BMKG memprediksikan bahwa intensitas hujan tidak se-ekstrim curah hujan pada tanggal 1 Januari 2020.

Menanggapi peringatan dini cuaca atau weather alert dari Kedutaan Besar Amerika Serikat pada 12 Januari 2020 yang akan datang, masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek tidak perlu panik. Senada dengan peringatan dini tersebut, kita tetap waspada, siaga dan menyiapkan rencana darurat keluarga. Langkah ini juga perlu diterapkan oleh setiap keluarga di Indonesia, mengingat potensi bahaya bisa terjadi kapan pun dan di mana pun.(hum/red)

Categories
Ekonomi Megapolitan Ragam

Mentan Syahrul Serahkan Bantuan Kemanusiaan ke 5 Titik Banjir di DKI Jakarta dan Tangerang

Koran Jurnal, Jakarta,- Kementerian Pertanian (Kementan) menyerahkan bantuan kemanusiaan ke 5 titik banjir yang berada di wilayah Jakarta dan Tangerang. Bantuan pangan tersebut berjumlah 10 truk dan langsung diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo kepada masyarakat korban bencana banjir.

Syahrul mengungkapkan jika bantuan yang dibagikan tersebut merupakan arahan dari Bapak Presiden dimana pemerintah harus bisa menopang masyarakat terutama yang sedang mengalami bencana. Dengan demikian, di era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, betul-betul membangun sinergitas antar lembaga dan pihak lainnya untuk cepat tanggap membantu masyarakat yang terdampak musibah.

“Saya sebagai Menteri Pertanian menindaklanjuti perintah Bapak Presiden agar negara hadir ditengah-tengah masyarakat dalam suasana seperti banjir atau bencana seperti saat ini sehingga masyarakat mengetahui jika negara siap membantu mereka,” ungkap Syahrul dalam acara Penyerahan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Bencana Banjir DKI Jakarta dan Sekitarnya di Kantor Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (04/01/2020) pagi.

Mantan Gubermur Sulawesi Selatan ini mengatakan sudah berkoordinasi langsung dengan Gubernur DKI Jakarta untuk mendapatkan titik titik yang akan mendapat bantuan. Titik yang mendapat bantuan antara lain, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat serta Tangerang Selatan.

“Saya berharap ini menjadi keprihatinan nasional, ini panggilan kenegaraan , ini panggilan bangsa dan kita semua turun tangan minimal memberikan support positive moral kepada masyarakat kita yang terkena banjir saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, Syahrul juga menyampaikan kepada korban bencana banjir supaya mereka kiranya kedepannya lebih waspada dan lebih mampu mengantisipasi segala tantangan ke depannya. Dengan begitu masyarakat bisa lebih siap dengan segala kemungkinan yang ada.

“Allah Maha mendengar, yang pasti ada maknanya dan makna itu. Insya Allah akan menjadi sumber kebaikan ke depan. Tidak ada yang bisa hindari kalau memang harus menjadi bagian, tapi jadikan ini sebagai sebuah kewaspadaan sebagai sesuatu yang menguatkan kita semua dalam setiap hari,” tuturnya.

Bantuan yang diberikan Kementan secara simbolis di serahkan Mentan kepada korban bencana banjir pada acara tersebut antara lain kepada kelurahan Sukapura, Semper Barat, Semper Barat, Cilincing dan dolokan.

Bantuan yang akan diberikan yakni 4 truk untuk Jakarta Utara, 3 truk untuk Tangerang Selatan,1 truk Jakarta Timur,1 truk Jakarta Selatan, 1 truk Jakarta Barat berisikan. Bantuan berisikan sembako, selimut, sarung, pampers, handuk, biskuit, air mineral, mie instan dan 1 truck dari Pertani (mitra kerja) berupa beras sejumlah 2,5 ton.

Diacara tersebut, Sekretaris Kota (Seskot) Jakarta Utara, Desi Putra mengapresiasi bantuan yang disalurkan Kementan. Pasalnya, tidak hanya membantu kebutuhan pangan tapi juga membangun kolaborasi semua pihak untuk turut berpartisipasi membantu warga yang terdampak banjir.

“Berkat kerja sama dan kolaborasi ini tidak hanya masyarakat yang terlibat di dalamnya. Namun pemerintah bersama-sama saling membantu untuk musibah ini dan kami berharap bantuan ini menjadi berkah buat Bapak Ibu dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” tegasnya.

Desi menyebutkan sebanyak 17 dari 31 kelurahan di Jakarta Utara yang diterjang banjir. Untuk Kecamatan Cilincing sendiri, 5 dari 7 kelurahan yang terkena dampak banjir.

“Dari 5 kelurahan tersebut, saat ini tinggal 1 kelurahan yang masih tergenang banjir dan menunggu surut, yaitu di Kelurahan Rorotan,” sebutnya.

“Akibat kejadian ini, sebanyak 2.699 masyarakat Cilincing pun terpaksa mengungsi. Namun besok dihari Minggu sudah akan dilakukan pembersihan sisa – sisa banjir,” pinta Desi.(hum/red)

Categories
IPTEK Megapolitan

Sinergitas Antar Lembaga Pemerintah Manfaatkan Teknologi Modifikasi Cuaca, Salah Satu Solusi Banjir Jabodetabek

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka menanggulangi bencana banjir di wilayah Jabodetabek dan kota penyangga sekitarnya yang terjadi karena faktor tingginya intensitas hujan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) melakukan upaya reduksi dan redistribusi curah hujan menggunakan metode Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Kepala BPPT Hammam Riza menyatakan bahwa pihaknya siap untuk menjalankan operasi TMC sebagai solusi berbasis teknologi dari masalah banjir yang dipicu oleh faktor cuaca. Operasi TMC tersebut sedianya dilaksanakan mulai hari ini Jum’at (3/1).

“Aplikasi TMC dapat dimanfaatkan dengan tujuan mengurangi intensitas curah hujan di wilayah Jabodetabek. Dengan demikian risiko terjadinya banjir yang berpotensi meluas dapat diredam,” jelas Hammam saat meluncurkan Operasi TMC untuk Menanggulangi Banjir Jabodetabek di Kantor BPPT, Jakarta, Jum’at (03/01/2020).

Secara teknis penerapan TMC dilakukan untuk menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan jauh dari permukiman penduduk atau sebelum awan memasuki kawasan padat penduduk seperti di wilayah Selat Sunda atau Laut Jawa.

Hujan diturunkan menggunakan Natrium Klorida (NaCl) yang diangkut dan ditebarkan ke bibit awan menggunakan pesawat Casa 212-200 dan CN-295 milik TNI AU dari Skuadron Udara 2 Halim Perdanakusuma dan Skuadron Udara 4 Abdurrachman Saleh di Malang.

Pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana banjir di Jabodetabek dan sekitarnya tentunya harus memperhatikan pertumbuhan awan. Hal itu menjadi faktor penting yang harus terus dipantau secara berkesinambungan.

Oleh sebab itu, guna membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, BPPT bekerjasama dengan BMKG untuk analisa data cuaca dari radar Stasiun Meteorologi Cengkareng.

Manfaat TMC untuk Penanggulangan Bencana

Selain mereduksi dan meredistribusi curah hujan untuk menanggulangi masalah banjir, TMC juga dimanfaatkan untuk operasi penanggulangan bencana lainnya seperti pemadaman kebakaran hutan dan lahan, pembasahan lahan gambut, pengisian waduk atau embung, hingga meningkatkan elevasi sungai untuk irigasi sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian.

Pada puncak musim kemarau tahun 2019, BNPB bersama BPPT dan BMKG juga telah menggunakan operasi TMC untuk memadamkan karhutla di sejumlah titik di Sumatera dan Kalimantan. Upaya tersebut telah membuahkan hasil seperti yang dilakukan di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengapresiasi upaya BNPB bersama BPPT, BMKG, K/L lain serta dari unsur TNI dan Polri dalam kegigihan upaya menanggulangi bersama. Menurut Bambang, sudah saatnya Indonesia mulai menerapkan teknologi untuk mengurangi dampak bencana alam.

“Saya memberikan apresiasi BNPB dan K/L lain yang selalu berupaya untuk menanggulangi bencana. TMC dilakukan untuk mengurangi risiko bencana agar tidak lebih buruk lagi. Bencana harus kita hadapi dan kita harus bisa menggunakan teknologi untuk mengurangi risiko bencana,” ungkap Bambang.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa kapasitas manusia hanya dapat mengurangi potensi bencana dengan merawat alam. Bagaimanapun manusia tidak bisa menahan kekuatan alam itu sendiri.

“Tidak ada manusia yang mampu menahan kekuatan alam, tapi kita masih bisa mengurangi apa yang dapat menjadi potensi bencana. Kita bisa mengurangi 20 persen dan itu sudah membantu menyelamatkan masyarakat,” kata Doni.

Bagi alumni Akademi Militer 1985 itu operasi TMC menjadi suatu keharusan sebagai upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana sebagai penyelamatan, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.

Mantan Komandan Jenderal Paspampres itu juga menegaskan bahwa apabila alam diganggu maka alam akan mengganggu kita, oleh karena itu Doni mengajak semua unsur masyarakat agar dapat menjaga alam, karena dengan kita alam maka alam jaga kita.

Siklus Cuaca Berubah

Menutup seluruh arahan dari K/L, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan beberapa pelajaran yang harus diperhatikan sebagai bagian dari mitigasi bencana yang dipicu oleh faktor cuaca.

Menurut data BMKG siklus pergerakan cuaca sudah banyak berubah. Siklus cuaca ekstrem memendek, yang sebelumnya datang 10 tahunan menjadi 5 tahunan bahkan 2 tahunan sekali terjadi karena perubahan kondisi alam.

Oleh karena itu, mendukung arahan Kepala BNPB, “Srikandi Penanggulangan Bencana” itu juga menghimbau agar masyarakat bisa beradaptasi dan bisa mengurangi risiko dengan menjaga alam.

Selain itu, Dwikorita juga mengingatkan agar masyarakat dapat menggunakan informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebagai peringatan dini sehingga segala bentuk ancaman dan risiko bencana dapat dikurangi.

“Percayalah prakiraan cuaca dari BMKG meski akurasinya terbatas. Semoga apa yang kita upayakan dapat membantu masyarakat, tutup Dwikorita.(hum/red)

Categories
Megapolitan

Lantamal III dan Yonmarhanlan III Jakarta Terjunkan Tim Siaga Banjir Awal Tahun 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur menjelang pergantian malam Tahun Baru 2020 hingga pagi tadi, membuat sejumlah wilayah di Jakarta dan beberapa tempat sekitarnya mengalami banjir, tinggi genangan air bahkan mencapai lebih dari satu meter, Tim Siaga Banjir Lantamal III Jakarta dan Tim Siaga Banjir Yonmarhanlan III terjunkan tim siaga banjir dalam rangka membantu mengevakuasi dan menyelamatkan warga masyarakat Jakarta yang terkena bencana banjir, Rabu (01/01/2020).

.
Tim Siaga Banjir Lantamal III melaksanakan evakuasi dan memberikan bantuan di daerah-daerah yang terdampak banjir di Cawang, Kali Malang, Jati Bening dan Bendungan Hilir dengan kekuatan satu tim siaga banjir yang terdiri dari 1 perahu karet, 10 personel, 10 baju pelampung dan 10 dayung.

Untuk Tim Siaga Banjir yang sudah dikerahkan berjumlah 5 tim, diantaranya satu tim 1 Lantamal III di pimpin Peltu Tku Taroni ke daerah Cawang Usman Harun sampai ke Kali Malang dan sekitarnya, tim 2 Lantamal III dan tim 3, 4 Yonmarhanlan ke Bendungan Hilir (RSAL Mintoharjo) dan sekitarnya, sedangkan Tim 5 Yonmarhanlan III di pimpin Letda Mar Herpri ke Jati Bening dan sekitarnya.

Dalam membantu evakuasi dan menyelamatkan warga, tim dari Lantamal III dan tim Yonmarhanlan III bergabung bersama tim satgas banjir lainnya baik dari pemerintah provinsi, Basarnas, Polri, BPBN, Damkar dan masyarakat untuk bahu membahu membantu warga Jakarta yang terkena bencana banjir.

Berdasarkan informasi dari BMKG yang memperkirakan dalam sepekan ke depan di beberapa daerah berpotensi cuaca ekstrem, cuaca hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.(disp/red)

Categories
Megapolitan

Jabodetabek Banjir, Presiden Jokowi Minta Pemerintah Pusat dan Provinsi Bekerjasama Utamakan Keselamatan Warga

Koran Jurnal, Yogyakarta – Terkait bencana banjir yang melanda sejumlah daerah, khususnya wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada instansi pemerintah dan lembaga terkait untuk bersama sama bahu membahu membantu warga masyarakat yang terdampak banjir dan agar lebih mengutamakan keselamatan warga.

“Jadi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), pemerintah provinsi, Basarnas, semuanya harus segera bergerak bersama-sama untuk memberikan rasa aman, memberikan keselamatan kepada warga yang terkena bencana banjir. Itu yang pertama,” tegas Presiden Jokowi, di Istana Gedung Agung, Yogyakarta, Rabu (01/01/2020).

Yang kedua, lanjut Presiden Jokowi, berkaitan dengan normalisasi untuk fasilitas-fasilitas umum agar segera mungkin dilakukan.

“Karena ini sudah masuk, di Jakarta sudah masuk ke (Bandara) Halim (Perdanakusuma), beberapa sudah masuk ke Tol Cikampek, kemudian juga di beberapa objek vital. Ini harus segera di normalisasi sehingga fungsi-fungsi itu kembali menjadi normal,” pintanya.

Presiden Jokowi juga menegaskan, pentingnya sinergitas antara instansi pemerintah baik pusat dan daerah serta lembaga untuk menanggulangi banjir di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

“Dan yang ketiga, yang paling penting, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, harus bekerja bersama-sama dalam menanggulangi ini, terutama yang berkaitan dengan urusan-urusan banjir,” lugas Presiden.

“Karena pemerintah pusat memang ini baru dalam proses dan belum selesai, misalnya Waduk Cimahi, Waduk Ciawi mungkin baru tahun depan selesai tetapi di luar itu semuanya harus dikerjakan. Saya tadi sudah memerintahkan Menteri PU untuk cek lapangan,” sambungnya.

Dalam kesempatan sama, Presiden Jokowi mengimbau kepada warga untuk berhati-hati dalam menghadapi datangnya musim hujan yang berpotensi banjir di sejumlah daerah.

Sebagaimana diketahui akibat hujan yang terus turun sejak Rabu (01/01) dinihari hingga pagi hari, sejumlah wilayah di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang dilanda banjir. Bahkan Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, tidak beroperasi karena landasannya tergenang air dengan ketinggian sekitar 15 cm.(DBPers/red)

Categories
Megapolitan Transportasi

KCI dan Komunitas Dorong Pengguna KRL Berani Lawan Tindakan Pelecehan

Koran Jurnal, Jakarta – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) bersama sejumlah komunitas kembali menggelar kampanye untuk mencegah pelecehan seksual di ruang publik. Kali ini kampanye digelar melibatkan Komunitas perEMPUan dan Komunitas Anker Twitter dalam kegiatan bertajuk “Transportasi Yang Aman Untuk Semua”.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mewujudkan transportasi yang aman dan nyaman termasuk upaya mencegah tindak pelecehan seksual di KRL.

“Baru-baru ini PT KCI telah memasang media sosialisasi pencegahan pelecehan seksual di 80 stasiun KRL. Dengan adanya media sosialisasi tersebut, pengguna jasa KRL bisa mendapatkan edukasi bagaimana mencegah, hingga bagaimana membantu diri sendiri maupun orang lain yang menjadi korban pelecehan,” jelas Anne Purba dalam diskusi yang berlangsung di Stasiun Jakarta Kota, Jum’at (27/12/2019).

Selain itu, secara berkala berbagai edukasi terkait pencegahan pelecehan seksual juga tayang pada media sosial KCI dan televisi di dalam KRL. Dalam dua tahun terakhir PT KCI juga senantiasa menggelar kampanye “Komuter Pintar Peduli Sekitar” dalam menyambut peringatan Hari Perempuan Internasional.

Sementara itu perwakilan dari Komunitas perEMPUan yang juga tergabung dalam Koalisi Ruang Publik AMAN (KRPA) memaparkan data dari hasil survei KRPA yang menemukan sebanyak 46.80% responden surveinya di seluruh Indonesia mengaku pernah mengalami pelecehan seksual di transportasi umum.

Transportasi umum (15.77%) memang merupakan lokasi kedua tertinggi untuk terjadinya pelecehan, setelah jalanan umum (28.22%). Moda transportasi umum yang dilaporkan terjadi pelecehan antara lain adalah bis (35.80%), angkot (29.49%), KRL (18.14%), ojek online (4.79%), dan ojek konvensional (4.27%).

”Dari data survei KRPA, pelecehan yang sering terjadi di transportasi umum datang dalam bentuk verbal, fisik dan non-fisik, mulai dari pelecehan verbal seperti siulan, suara kecupan, komentar atas tubuh, komentar seksual yang gamblang, komentar seksis, dan komentar rasis. Sementara bentuk fisik adalah main mata, difoto secara diam-diam, diintip, diklakson, gestur vulgar, dipertontonkan masturbasi publik, dihadang, diperlihatkan kelamin, didekati dengan agresif secara terus menerus, diikuti/dikuntit, hingga disentuh, diraba, dan digesek dengan alat kelamin. Penting untuk masyarakat tahu beragam bentuk pelecehan ini, agar dapat dipahami dan mau mengintervensi atau melaporkan saat mengetahuinya,” ungkap founder komunitas perEMPUan Rika Rosvianti.

Rika melanjutkan bahwa kekerasan seksual di tempat dan transportasi umum menghambat terwujudnya kesetaraan gender.

“Jangankan beraktualisasi diri secara maksimal, perempuan dewasa maupun anak perempuan bahkan terancam mengalami kekerasan seksual dalam perjalanannya mengakses hak dasar sebagai warga negara seperti pendidikan, kesehatan dan pekerjaan,” ucap Rika.

Sementara itu komunitas pengguna KRL Anker Twitter mengajak sesama pengguna KRL untuk lebih peduli dengan fenomena.

“Kami mengajak para pengguna untuk meningkatkan perhatian pada lingkungan sekitar, khususnya kepada sesama pengguna KRL. Dengan meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan kita dapat membantu pengguna yang mungkin sedang mengalami pelecehan seksual
namun tidak berdaya untuk keluar dari situasi tersebut,” jelas Sufiyandoro dari komunitas Anker Twitter.

“Ke depannya, Anker Twitter ingin menjadi lebih dari sekadar komunitas pengguna kereta. Anker Twitter berharap dapat menjadi “partner” KCI yang tidak hanya memberikan kritik, namun mendukung dan mendorong KCI untuk meningkatkan respon dalam memberantas Tindak Pelecehan Seksual di transportasi publik,” ucap Sufiyandoro.

PT KCI bersama komunitas berharap berbagai upaya kampanye dan kegiatan semacam ini dapat mendorong keberanian dari korban maupun saksi untuk bertindak melawan pelaku dan melaporkannya ke pihak-pihak yang berwenang.

Dari catatan KCI sendiri, keberanian saksi maupun korban untuk melaporkan pelecehan yang dialami mulai terlihat. Pada tahun 2019 ini terdapat 35 kasus yang dilaporkan. Tahun 2018 terdapat 34 kasus, sementara 2017 hanya 18 kasus.(red)

Categories
Kriminalitas Megapolitan

Polda Metro Jaya Tangkap 2 Pelaku Penipuan Rekrutmen Pegawai PT KAI

Koran Jurnal, Jakarta – Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka penipuan berinisial FTS (25) dan IL (57). Dalam melakukan aksinya, kedua pria itu mengaku bisa memasukkan orang sebagai karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, keduanya mencatut nama pejabat aktif di PT. KAI. Tidak tanggung-tanggung, mereka mencatut Direksi, HRD, dan Vice President PT KAI.

Mereka melakukan aksinya, mereka memanfaatkan Whatsapp grup, dengan berpura-pura sebagai pejabat PT KAI. Dengan bermodal foto para pejabat PT KAI, pelaku menjanjikan para korban dengan iming-iming akan menjadi pegawai PT KAI tanpa seleksi.

“FTS mencatut tiga nama dengan tiga HP dan nomor yang berbeda. Korban dijanjikan masuk PT. KAI dan dapat jabatan tanpa tes,” ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Sampai saat ini, lanjut Yusri, 19 orang telah menjadi korban dari janji manis para pelaku. Padahal para pelaku termasuk baru melakukan aksi ini, mulai Agustus lalu.

“Kerugiannya sekitar Rp 140 juta yang dialami 19 orang korban yang melaporkan. Nanti terus kita akan dalami lagi ya kita kan cek aset-asetnya,” jelas Yusri.

Ia menyebut, uang hasil penipuan para pelaku telah habis digunakan untuk berfoya-foya. Sampai saat ini polisi masih mendalami kasus ini.

“Kita akan memeriksa semua aset-aset, rekening yang masuk kepada pelaku ini. Terakhir disampaikan bahwa uang yang sudah masuk ini dipakai habis oleh pelaku untuk berfoya-foya,” tuturnya.(red)

Categories
Megapolitan TNI

Lantamal III Jakarta Gelar Apel Satgas Siaga Banjir, Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Lantamal III Brigadir Jenderal TNI (Mar) Hermanto, S.E., M.M., bacakan amanat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam upacara memperingati Hari Bela Negara ke -71 di Lapangan Apel Mako Lantamal III, Jl. Gunung Sahari Raya, Kamis (19/12/2019).

Dalam amanat Presiden yang dibacakan Danlantamal III, bahwa sebagaimana yang telah diingatkan oleh Bung Karno, bahwa perang modern bukan sekedar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, tidak hanya militer yang berperan membangun ketahanan Indonesia, tapi juga menuntut peran seluruh komponen bangsa demi kelangsungan hidup dan keutuhan NKRI.

Semakin beragamnya ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dihadapi bangsa ini, hanya bisa kita hadapi dengan keberagaman keahlian yang saling terkait dan mengisi.

Disinilah terletak relevansi tekad kita untuk mewujudkan SDM Unggul demi Kemajuan Indonesia yang kita canangkan sebagai tema peringatan kemerdekaan negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 74, manusia Indonesia yang unggul adalah prasyarat utama untuk mengisi kemerdekaan sebagai modal dasar pembangunan kita di segala bidang.

Aksi nasianal bela negara juga melengkapi keahlian SDM kita dengan pengamalan nilai-nilai bela negara yang meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan dan keyakinan kepada Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara, serta kemanpuan awal bela negara dan semangat untuk mewujudkan negara berdaulat, adil dan makmur.

Dengan demikian, bagi yang berbakti dalam birokrasi pemerintah, teruslah mereformasi diri serta meningkatkan transparasi dan akuntabilitas pelayanan publik.

Hadir dalam kegiatan ini, para pejabat Lantamal III , Perwira, Bintara dan Tamtama serta PNS Mako Lantamal III.(disp/red)

Categories
Megapolitan Olahraga

Aksi Atlet Jujitsu Bakamla Pukau Puluhan Awak Media

Koran Jurnal, Jakarta – Para atlet Ju-Jit Su Bakamla RI berhasil tampil memukau puluhan awak media yang tengah hadir pada acara olah raga bersama Kepala beserta seluruh personel Bakamla RI di lapangan Taman proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Para Kesatria Bakamla RI tersebut memperagakan gerakan teknik self defense yaitu gerakan menipu atau meneruskan tenaga lawan itu sendiri, sehingga lawan terpelanting dengan tenaga yang dimilikinya sendiri, teknik kataguruma atau teknik bantingan bahu, teknik pertahanan, teknik take down double leg, teknik kuncian flying armbar dan teknik bantingan haregoshi.

Bakamla RI menerapkan bela diri Jujitsu bagi seluruh personel sebagai bentuk pembinaan fisik dalam ketrampilan bela diri, agar terbentuk karakter dan postur yang kokoh dan kuat sebagai paramiliter guna menunjang tugas patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan Yuridiksi Indonesia, sekaligus dapat sebagai komponen cadangan dalam mendukung TNI dimasa perang.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan media gathering yang dipimpin langsung oleh Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R., bersama para jurnalis baik media online, cetak dan televisi.

Laksdya Taufiq mengatakan kegiatan media gathering diselenggarakan untuk menjalin silaturahmi dengan para awak media, sekaligus diharapkan awak media dapat menyediakan informasi berita tentang Bakamla RI yang dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap Bakamla RI.

Selain demontrasi Jujitsu, kegiatan media gathering juga diisi dengan olah raga bersama yang diikuti seluruh personel Bakamla RI yang berdinas di Jakarta.(hum/red)