Categories
Hukum Kriminalitas Megapolitan

Tim WFQR Koarmada I Tangkap Otak Pelaku Perompakan Kapal MT. Lee Boo di Batam

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Komitmen Koarmada I dalam menjaga dan meningkatkan keamanan perairan diwilayah barat Indonesia berhasil diwujudkan. Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan Tim Gabungan WFQR Lantamal IV Tanjung Pinang dan Lanal Batam dalam menangkap terduga jaringan pelaku tindak pidana kejahatan di laut (perompakan) atas nama “A”, “F”, dan “N”, di Batam pada Jum’at (01/06/2018).

Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan, S.E., menjelaskan bahwa penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan adanya informasi Intelijen dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) terkait kejadian perompakan terhadap Kapal MT. Lee Boo di Perairan Barat Pulau Aur Malaysia pada koordinat 02 19’ 089’’ LU-104 15’ 144 BT.

Dari siaran pers yang diterima redaksi (03/06) diterangkan kronologis awal penangkapan bahwa, sebelum dilakukan penangkapan, Tim Gabungan WFQR telah mendapat informasi akan adanya kegiatan perompakan yang dilakukan oleh para pelaku dari Batam untuk merompak kapal tangker, selanjutnya Tim Gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam melaksanakan pemantauan terhadap aktifitas saudara “A” dan “F” yang diduga kuat sebagai otak jaringan pelaku perompakan.

Pada tanggal 1 Juni 2018 sekitar pukul 08.30 WIB, Tim WFRQ Gabungan melaksanakan penangkapan saudara “A” dan “F” di Jalan Nuri No. 07 RT. 004 RW. 002, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, selanjutnya keduanya diamankan di Mako Lanal Batam untuk pengembangan lebih lanjut.

Hasil pengembangan awal terhadap perompakan MT. Lee Boo bahwa perompakan dilakukan dengan menggunakan Kapal MT. Bright bendera Mongolia dengan pemilik Warga Negara Singapura atas nama “OTY” alias Mr. JT yang berperan sebagai pendukung dana dalam kegiatan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui peran saudara “A” bertugas menyiapkan Kapal MT. Bright (kapal yang digunakan untuk merompak) dan mengatur kesiapan operasional kegiatan perompakan, dengan dukungan dana dari Mr. JT sebesar Rp. 40.000.000,-. Saudara “F” bertugas mengatur pergerakan pelaku perompakan di laut, mencari crew Kapal MT. Bright sebanyak 10 orang dan memberikan posisi kapal yang akan dirompak kepada pelaku perompak di laut. Sementara peran dari “DN” adalah mengenalkan saudara “A” dan “F” sekaligus membantu tugas saudara “A” dan “F” dalam mengendalikan rencana perompakan kapal. Sedangkan sebagai pemberi informasi kapal-kapal dari Singapura yang akan dirompak adalah saudara “W” yang merupakan Warga Negara Indonesia berdomisili di Jakarta.

Kronologis aksi perompakan bermula adanya informasi kapal target yang diterima oleh saudara “F” dari saudara “W” bahwa ada kapal-kapal target yang akan dirompak adalah kapal yang keluar dari Singapura mengarah ke Vietnam melalui Perairan Malaysia. Sedangkan Kapal MT. Bright sudah stand by di Perairan OPL Timur untuk menunggu kapal sasaran. Dalam setiap pergerakan, Kapal MT. Bright selalu diarahkan oleh saudara “W” via Whatsapp terkait dengan nama kapal dan posisi yang akan dirompak, termasuk salah satunya Kapal MT. Lee Boo. Setiap ada info kapal dari saudara “W” selalu diteruskan saudara “F” ke Kapal MT. Bright kepada Nakhoda saudara “B” (WNI). Pada saat melakukan aksi terhadap kapal sasaran, ternyata Kapal MT. Lee Boo dalam kondisi kosong tanpa muatan dan pelaku belum sempat melarikan diri dan berhasil diamankan oleh APMM (Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia) pada Kamis dini hari 1 Juni 2018 waktu Malaysia.

Terkait dengan penangkapan tersebut, selanjutnya Tim WFQR melaksanakan penggeledahan di rumah pelaku “A” di Jalan Nuri No. 7 Blok 4 Baloi, Batam dan rumah pelaku “DN” di Tiban Indah Permai Blok K-1 No. 17, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam dan berhasil diamankan beberapa barang bukti antara lain handphone, buku tabungan dan catatan lokasi kapal yang dijadikan target perompakan.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Polhukam

Aktivis 98 Geram Terhadap Parpol Pro Radikalisme dan Terorisme, Minta Dibubarkan

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Aktivis 98 Faizal Assegaf mendesak rekan-rekannya sesama aktivis agar menetapkan daftar hitam terhadap partai politik yang mendukung gerakan radikalisme di Indonesia.

Faizal mensinyalir bahwa di Indonesia ada partai politik yang menjadi produk faham radikalisme dan terorisme. Ia pun menuding salah satu pimpinan dari partai politik tersebut seolah mendukung adanya kegiatan radikalisme.

“Ada partai yang pimpinannya membuat puisi memuji gembong teroris Osama bin Laden. Presiden mereka membaca itu dua kali, 2001, 2014. Ini satu bentuk pengkhinatan terhadap reformasi, terhadap NKRI,” kata Faizal dalam acara diskusi ‘Aktivis 98 Bergerak’ bertema “Bersama Melawan Radikalisme dan Terorisme”, yang digelar di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (29/05/2018).

Faizal menilai sikap Presiden Partai Politik yang memuji kelompok Osama bin Laden tersebut sebagai bentuk upaya cikal bakal pergerakan ISIS.

“Ini partai harus bubar. Karena ada transfer ideologi yang masif dan sangat fenomenal,” tuturnya disambut riuh ribuan aktivis yang mengamini hal itu.

Menurut Faizal, PKS sebagai salah satu partai Islam dinilai tak mendukung gerakan reformasi.

“Karena memang ada penumpang gelap yang ingin menjadikan PKS ini bagian dari koalisi mereka untuk Pilpres. Makanya semangat untuk menahan gerakan membubarkan PKS itu muncul,” ujar Faizal yang juga sebagai pendiri gerakan ‘212’.

Aktivis 98 bertekad, dengan upaya membubarkan organisasi partai tersebut, maka akan terwujud suatu perubahan iklim politik di Indonesia.

“Kalau 98 tak membuat sejarah membubarkan satu mesin yang memproduksi radikalisme dan terorisme, maka angan-angan kita, gagasan besar kita tak akan sampai pada konsolodasi peradaban,” tutupnya.(ton/kn)

Categories
Megapolitan Polhukam

Eddy Kusuma Wijaya Hadiri Buka Puasa Bersama Pengurus PAC dan Ranting se-Kecamatan Larangan

Koranjurnal.co.id, Tangerang – Sekretariat, Pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Larangan, dan Pengurus Ranting Kota Tangerang mengadakan kegiatan Buka Puasa Bersama di Sekretariat PAC PDI Perjuangan Kecamatan Larangan, Jalan Inpres, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (27/05/2018).

Buka Puasa Bersama dihadiri Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Irjen Pol (Purn) Drs.H.Eddy. Eddy Kusuma Wijaya S.H, M.H yang merupakan Anggota terpilih dari Dapil III Tangerang, khususnya di Kecamatan Larangan.

Hadir pula pada pertemuan itu antara lain, para pengurus ranting serta salah satu calon legislatif (caleg) dari dapil IV, yaitu Ajar Sulistyo yang juga salah satu pengurus di ranting Larangan Utara.

Ajar Sulistyo adalah caleg yang memberanikan diri mencalonkan untuk menjadi anggota legislatif meskipun para pengurus dari partai tidak ada yang mencalonkan dirinya. Ia mengatakan sebagai petugas Partai sudah barang tentu dirinya siap dipanggil dan menerima tugas Partai kedepan, jika ia terpilih nanti.

Dalam kesempatan itu, Ajar menambahkan masih harus banyak belajar dari senior seniornya seperti Ekuwi sapaan Eddy Kusuma Wijaya.

Sementara Eddy Kusuma Wijaya menekankan pentingnya para Kader, Pengurus, Simpatisan PDI Perjuangan memenangkan pemilihan legislatif (pileg) 2018 dan pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang.

“Ini semata bukan hanya pertarungan persaingan semata, akan tetapi ini merupakan pertarungan sebuah Ideologi dimana kita harus bisa menjaga, mengawal marwah partai yang berazaskan Pancasila,” lugasnya.

Eddy juga menyampaikan bahwa saat ini ideologi, pedoman dan dasar negara Indonesia sedang dihadapkan dengan berbagai upaya dari pihak-pihak yang mencoba mengganti dengan ideologi lain.

“Pancasila sedang diobok-obok oleh sekelompok orang yang fundamentalisme atau sikap pengelompokan sempit berdasarkan suku, ras golongan dan agama (Sara), mereka mencoba merongrong Pancasila dan mencoba menggantikan dasar negara kita yang merupakan jerih payah serta kesepakatan para Founding Father duhulu,” ungkapnya.

“Ada usaha desoekarnoisasi, yang berupaya menghilangkan ingatan orang tentang Soekarno sebagai Bapak Proklamator pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.

Sebelum menyantap hidangan berbuka puasa bersama, Ekuwi menjadi Imam shalat mahgrib, yang diikuti oleh para kader, serta pengurus ranting dan PAC yang beragama muslim. Acara ditutup dengan sesi foto bersama.(ton/yd)

Categories
Megapolitan Polhukam

Peringati HUT ke-58, Soksi Nyatakan Dukung Jokowi 2 Periode

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) memperingati hari jadinya (HUT) yang ke-58 di kediaman Wakil Ketua Umum Soksi Ahmadi Noor Supit, Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (20/05/2018).

Peringatan HUT Soksi ke-58 yang bertepatan pada bulan ramadhan 1439 Hidriyah ini dirangkai dalam beberapa kegiatan antara lain, pengajian, marawis, tausyiah ramadhan, Soksi Peduli PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga), buka puasa bersama dan pemotongan nasi tumpeng.

Dari pantauan jurnalis, tampak hadir dalam acara HUT Soksi ke-58, Ketua Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo, Plt. Ketum Soksi Bobby Suhardiman, pengurus AMPI, para pengurus dan kader Soksi, serta para tamu undangan.

Plt.Ketum Soksi Bobby Suhardiman menyatakan, mengapresiasi kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo yang telah membangun bangsa dan negara Indonesia, khususnya pembangunan di beberapa daerah.

“Kami mendukung sepenuhnya dan memberikan dukungan kepada bapak Joko Widodo sebagai calon presiden pada pemilu  2019 periode 2019-2024. Kami juga berharap bapak Jokowi bisa melanjutkan pembangunan itu dengan baik dan bisa membawa Indonesia lebih baik,” ujar Wakil Ketua Umum Soksi Ahmadi Noor Supit mempertegas pernyataan yang telah disampaikan Plt.Ketum Soksi, dalam konferensi pers tersebut.

Pemerintahan Jokowi, lanjut Ahmadi, telah berupaya mensejahterakan rakyat dan membangun Indonesia lebih baik dari sebelumnya.

Lebih lanjut, terkait teror bom dan aksi terorisme, Soksi mendukung sikap tegas pemerintahan Jokowi dalam melakukan tindakan hukum terhadap pelaku teror bom, serta mendorong upaya-upaya perlindungan masyarakat dan pencegahan perkembangan radikalisme dan terorisme dalam jangka pendek, menengah maupun panjang, melalui pendidikan yang komprehensif, riset terpadu agar tergali akar permasalahan dan pemecahannya serta upaya-upaya persuasif, adaptif dan mitigasi menuju Indonesia yang damai. makmur dan sejahtera.

Dalam kesempatan itu pula, secara khusus pada momentum bulan Ramadhan ini dan dalam rangka menggelorakan kepedulian terhadap sesama, SOKSI lngin menegaskan lagi bahwa perempuan, termasuk Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), adalah pilar bangsa penentu masa depan peradaban Indonesia dan bahkan dunia.

PEKKA berharap mendapat perhatian dari Pemerintah dan masyarakat agar tidak terus menerus terhinakan dan mengalami proses peminggiran. Perhatian tersebut bisa ditampilkan dalam bentuk program-program Sumberdayaan, yang bukan saja ditujukan ke PEKKA dan kaum Perempuan, tapi juga masyarakat pada umumnya agar mampu menghargai kiprah perempuan secara sungguh-sungguh, untuk Indonesia yang Iebih maju dan bermartabat.(ton)

Categories
Megapolitan Polhukam Ragam

Bisa Bongkar Dalang Aksi Teror ?, Sam Aliano: Saya Sudah Siapkan 5 Miliar 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sam Aliano,  calon alternatif presiden RI 2019 sudah menyediakan uang sebesar 5 Miliar. Uang itu akan diberikan bagi siapapun yang berhasil membongkar dalang atau otak dibelakang aksi teror sejumlah lokasi di Indonesia.

“Bagi siapa saja, masyarakat Indonesia yang bisa membongkar otak dari aksi terorisme dan menyerahkannya ke polisi, saya sudah siapkan 5 miliar,” kata Sam Aliano saat memasang Sayembara di kantornya, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (17/05/2018).

“Uangnya sudah ada. Sudah siap. Tangkap hidup atau mati,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Sam Aliano juga mengucapkan turut berbelangsungkawa terhadap para korban teror bom di Surabaya, aksi kejahatan terorisme di Mako Brimob Jakarta dan Mapolda Riau.

“Saya ingin sampaikan, sebagai calon presiden saya turut berduka cita terhadap para korban di Mako Brimob dan Surabaya termasuk di Riau,” ujarnya. “Ayo lawan!!!”, hentaknya.

Menurut Sam, pelaku aksi teror bom bukan umat Islam, karena yang mereka lakukan adalah kejahatan kemanusiaan yang luar biasa.

“Mereka bukan islam, mereka Isis. Isis bukan islam. Itu wahabi bikinan AS, Inggris dan Arab Saudi yang membangun kelompok itu menjadi berbahaya bagi kemanusiaan di Afganistan, untuk melawan Uni Soviet saat itu,” paparnya.

“Mereka anti kemanusiaan. Mereka menghalalkan membunuh manusia, dengan mengutip ayat-ayat perang (di Al Quran). Tidak ada islam rahmatan lil alamin dalam mereka,” kata Sam dengan nada tinggi.

Sam Aliano mengaku, sayembara yang diadakannya ini bermaksud agar dalang atau otak dari kejahatan terorisme secepatnya dapat terungkap.

“Karena biar cepat tangkap ini otak pelaku. Saya khawatir akan terjadi lagi. Saya akan gantung otak teroris itu di Monas. Saya kasih waktu 5×24 jam. Sebelum otak teroris kabur ke luar negeri. Kita jangan takut terhadap teroris, demi rakyat saya siap mati,” pungkas Sam, calon alternatif Presiden RI untuk periode 2019-2024 yang punya latar belakang pengusaha ini.(ton)

Categories
Militer Polhukam TNI

Antisipasi Teror, Kodim Depok Perketat Pengamanan Markas

Koranjurnal.co.id, Depok – Guna mengantisipasi aksi terorisme, Kodim 0508/Depok memperketat penjagaan dengan menurunkan empat penembak jitu atau sniper di pos penjagaan Markas Kodim Depok, sejak Selasa (15/05/2018) kemarin.

Didatangkan dari Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela, mereka dipersenjatai senjata laras panjang M 16 A1 dan satu senjata otomatis (SO) Minimi di pos jaga Kodim.

Setiap tamu atau pengunjung yang datang ke Kodim Depok baik pengendara mobil maupun motor wajib diperiksa petugas jaga bersenjata lengkap, termasuk empat penembak jitu yang siaga.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap barang bawaan para tamu baik di bagasi mobil, bagasi motor dan tas yang mereka bawa.

Dandim 0508/Depok Letkol Inf Iskandarmanto menuturkan bahwa pengetatan penjagaan dengan menurunkan empat penembak jitu dan satu SO Minimi, akan terus dilakukan selama masa siaga 1 pasca aksi terorisme di Surabaya.

“Sampai kapan ini dilakukan? sampai situasi dianggap normal,” kata Iskandarmanto.

Menurutnya hal ini dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktifitas dan memiliki keperluan di Makodim Depok.

“Penempatan anggota Yonif 202 di Kodim Depok ini merupakan perintah komando atas. Mereka akan terus ditempatkan di sini hingga situasi dianggap normal,” kata Iskandarmanto.

Tampak sejumlah pengendara mobil dan motor yang hendak ke Makodim Depok, diperiksa petugas secara detail.(ton/Pen)

Categories
Megapolitan Polhukam TNI

Lantamal III Gelar Latihan Simulasi Pengamanan Markas  

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta menjaga keamanan kesatrian, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta telah menggelar Latihan Simulasi Pengamanan Markas Siaga Satu di Pos Penjagaan Mako Lantamal III, Jalan Gunung Sahari, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (16/05/2018).

Kegiatan simulasi pengamanan tersebut juga dilaksanakan untuk melatih kepekaan personil Lantamal III khususnya dalam melaksanakan dinas jaga terhadap situasi yang terjadi saat ini dimana aksi terorisme berupa aksi bom bunuh diri berturut-turut telah terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan terhadap tiga buah gereja di Surabaya dan terakhir terjadi di Mapolda Riau.

Dalam latihan simulasi pengamanan yang  melibatkan unsur Marinir, Pomal, Intel, Pam dan Divisi Jaga dengan jumlah personil lebih kurang 15 personil itu diskenariokan adanya tamu yang datang ke Mako dengan membawa tas besar. Dengan sigap personel di penjagaan melakukan pemeriksaan terhadap tamu tersebut berikut barang bawaannya sesuai prosedur.

Setiap tamu yang akan masuk ke Mako Lantamal III diperiksa petugas, mulai dari barang bawaan, maksud dan tujuan kedatangannya  serta memperlihatkan surat identitas diri berupa KTP. Bila ada hal yang mencurigakan akan dilakukan tindakan tegas.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Polhukam

Forum Indonesia Guyup, Bersama Lawan Terorisme

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Ratusan warga masyarakat yang tergabung dalam Forum Indonesia Guyup menggelar aksi solidaritas dan doa bersama di kawasan Thamrin, Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (15/05/2018).

Ketua Umum (Ketum) Projo Budi Arie Setiadi mengatakan, aksi solidaritas dan doa bersama digelar sebagai bentuk keprihatinan, kepedulian dan rasa simpati warga masyarakat terhadap para korban teror bom sejumlah gereja di Surabaya dan tindakan anarkis terdakwa teroris di Mako Brimob Jakarta beberapa waktu lalu.

Dari pantauan jurnalis di lokasi, aksi solidaritas dimulai pukul 19.30 WIB dan tampak terbentang beberapa spanduk acara. Para peserta aksi yang terdiri dari berbagai latarbelakang status dan profesi pun berkumpul di satu titik diruas jalan pintu masuk Monas (Monumen Nasional)  dan mereka telah menyediakan media sarana untuk menyuarakan aksi solidaritas tersebut seperti, lilin dan pita merah putih.

Menurut Budi Arie, acara yang bertajuk ‘Solidaritas dan Doa bersama untuk tragedi teroris Surabaya dan Mako Brimob’ tersebut selain mengutuk keras juga merupakan perlawanan masyarakat terhadap segala bentuk kejahatan terorisme yang menodai sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Terorisme adalah musuh bersama bangsa ini. Seluruh warga bangsa yang mencintai kedamaian. Jadi ini bukan untuk urusan satu atau dua parpol, tapi seluruh anak negeri,” ujarnya kepada rekan wartawan di lokasi.

Lebih lanjut, Budi Arie yang juga sebagai inisiator acara mengatakan, aksi solidaritas juga sekaligus sebagai bentuk dukungan kepada penegak hukum untuk mengusut teroris sampai ke akar-akarnya.

“Kita mengheningkan cipta dan doa bersama sebagai rasa bela sungkawa kami yang dalam,” tukasnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, para peserta aksi menyanyikan lagu Padamu Negeri dan Gugur Bunga, menyalakan lilin sambil berdoa serta berjalan mengelilingi kolam yang berada di depan patung kuda.(ton)

Categories
Nasional Polhukam

Menhan Ryamizard Ryacudu: Lawan Teroris Harus Keras

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu mengatakan, terorisme menjadi ancaman nyata dan serius bagi keamanan negara.

Menurut Menhan, diperlukan langkah yang represif dalam penanganan kejahatan  terorisme.

“Harus keras kita melawan kekerasan itu (terorisme), jangan sedikit-sedikit HAM, sedikit-sedikit HAM,” ujar Menhan Ryamizard Ryacudu kepada wartawan dalam jumpa pers di Gedung Mandiri, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin (14/05/2018).

Menhan menuturkan, para pelaku teror belakangan ini adalah teroris generasi ketiga, yakni milisi-milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang pernah berperang di Suriah. Mereka kembali ke Tanah Air pasca kekalahan ISIS.

Adapun generasi pertama kata Menhan yakni teroris pasca tragedi 11 September 2001. Sementara generasi kedua yaitu para teroris ISIS.

Generasi ketiga yang merupakan para milisi pulang kampung adalah kelompok yang mengakui terbentuknya ISIS di Asia Tenggara.

“Dua tahun lalu saya buat trilateral (dengan Malaysia dan Filipina) untuk melokalisir (teroris di Asia Tenggara). Dua tahun lalu saya sudah mengerti akan terjadi begini,” kata Menhan.

Menhan mensinyalir bahwa aksi teror di Indonesia merupakan perintah dari pimpinan ISIS di timur tengah. Dan perintah itu, lanjutnya, merupakan salah satu bagian dari tujuan basis ISIS di Marawi yang akan dipindahkan ke Indonesia.

“Ya kita mungkin biasa-biasa, memang menjadi musuh yang enggak kelihatan itu pertama kali memang mengagetkan gitu. Mudah-mudahan kita enggak biasa-biasa lagi tetapi luar biasa (menanganinya),” lugas Menhan.(red)

Categories
Militer Nasional Polhukam TNI

KSAD: Tetap Waspada, Kapanpun Dimanapun Teroris Bisa Melakukan Kejahatan!

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengatakan agar warga masyarakat tetap waspada dan meningkatkan keamanan di wilayah masing-masing karena tindakan kejahatan terorisme bisa terjadi dimana saja dan kapan saja.

Hal itu disampaikan KSAD Jenderal TNI Mulyono saat menjawab pertanyaan wartawan terkait situasi keamanan negara beberapa hari ini yang mendapatkan perhatian khusus dari banyak pihak terkait teror bom disejumlah rumah ibadah yang menimbulkan banyak korban.

Ia menambahkan, bahwa kewaspadaan itu perlu karena kejahatan terorisme bisa terjadi dimana mana.

“Terorisme ada dimana-mana. Boleh dikatakan sekarang mereka sedang memegang kendali, memegang inisiatif. Dia (teroris) mau berbuat apa saja bisa, tetapi (posisinya) kan kita tidak tau,” kata KSAD kepada wartawan seusai melaksanakan upacara Penerimaan Kontingen Petembak TNI AD setelah mengikuti lomba tembak Australian Army Skill-At-Arms Meeting (AASAM) 2018, bertempat di Markas Besar TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (14/05/2018).

Dengan adanya kejadian teror bom itu, selain menyampaikan keprihatinan, KSAD mengajak semua pihak dan seluruh komponen bangsa turut berpartisipasi serta ikut mengawasi dan mencegah terjadinya tindakan terorisme.

“Dengan kejadian ini, kita harus mengevaluasi dan harus tetap waspada, kita harus meningkatkan deteksi dini kita, manfaatkan unsur-unsur aparat Intelijen kita, mitra-mitra kita. Tentunya semua masyarakat, karena yang bisa melawan terorisme adalah seluruh komponen bangsa. Yang tau terorisme dimana adalah semua komponen bangsa, bukan hanya kepolisian dan bukan tentara tetapi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu dalam menangani teroris membutuhkan semua komponen bangsa berpartisipasi,” ujar KSAD.

KSAD mengatakan, sebagai alat pertahanan negara dalam menyikapi situasi tersebut, TNI Angkatan Darat tetap berpegang teguh pada tugas pokok Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

“Situasi ini memang menjadi keprihatinan kita semua. Namun demikian semua operasi, dalam penindakan aturan mainnya ada. Saat ini rekan-rekan kita di Kepolisian sedang melaksanakan (penyelidikan) itu. Kita doakan mudah-mudahan mereka cepat menangani hal itu,” lugas KSAD.

“Sikap TNI, kita akan siap membantu manakala dibutuhkan,” tandasnya menegaskan.(tonmp)