Categories
Ekonomi

Kementan Teken MoU Hilirisasi Peternakan dengan Kemenkop UKM

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mendatangani kesepakatan kerjasama dalam usaha pengembangan peternakan.

Menurut Mentan SYL, momen penandatanganan MoU ini merupakan simbol komitmen Kementan dan Kemenkop UKM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Pandemi COVID mengajarkan kita bahwa pertanian menjanjikan dalam kondisi apapun. Saya harap hari ini akan menjadi sebuah simbol penting. Jangan ragu-ragu kerjasama dengan kami. Kami sudah siap bersama membangun pertanian dengan koperasi,” ucap Mentan SYL pada hari Selasa, 9 Mei 2023.

Kesepakatan Bersama Kementan dan Kemenkop UKM ini bertujuan untuk meningkatkan akselerasi penumbuhan dan pengembangan usaha peternakan serta hilirisasi produk hasil peternakan melalui koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang peternakan.

Menkop UMK Teten Masduki mengatakan bahwa kerjasama antara Kementan dan Kemenkop UKM sebenarnya sudah terjalin sejak lama di lapangan. Sebab banyak pekerja sektor pertanian yang termasuk ke dalam pengusaha mikro hingga menengah.

“Tantangan yang kita hadapi yaitu 13,4 juta pelaku usaha di sektor peternakan masih kecil-kecil dan perorangan. Sekitar 90% dari pelaku usaha perunggasan di tanah air merupakan peternak unggas mandiri dan perorangan sehingga sulit menghadapi konglomerasi,” ucap Menkop UKM Teten Masduki.

“Kerjasama ini saya kira dalam upaya untuk bagaimana mengembangkan modal bisnis peternakan dan pertanian. Dari petani-petani perorangan dalam skala kecil kita konsolidasi dengan koperasi sehingga skala ekonominya bisa meningkat,” lanjutnya lagi.

Dalam kesempatan ini, Mentan SYL kembali menekankan pentingnya koperasi dalam sektor pertanian. Dengan adanya KUR, peternak akan mampu menggunakan teknologi hilirisasi baru untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk peternakan olahan yang memiliki daya saing dan daya jual yang baik di dalam dan luar negeri.

Model bisnis dan perencanaan pasar dari koprasi juga dapat membantu peternak untuk menyalurkan komoditas peternakan dengan lebih sustainable dan efisien sehingga pendapatan dan taraf hidup peternak yang tergabung dalam koperasi dan UMKM dapat meningkat.

“Kementan akan bermain dibudidaya. Dan tentu saja kami berharap Kementerian Koperasi dan UMKM akan fasilitasi bisnis plan hingga marketnya dengan baik,” tutup Mentan SYL.(hum)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Sebut Ribuan Ton Daging Beku Siap Amankan Kebutuhan Lebaran 2023

Koran Jurnal, Bekasi – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan ketersediaan sapi potong jelang lebaran mendatang dalam kondisi aman. Menurut SYL, stok daging sapi dan kerbau yang tersedia saat ini mencapai 34.784 ton dari hasil validasi pelaku usaha yang tersebar di Jabodetabek, Batam, Gresik dan Bali.

Dia mengatakan, pelaporan stok dari pelaku usaha sudah rutin dilakukan secara online melalui SIMREK PKH sehingga data stok terpantau aman dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dan saya pastikan ketersediaan daging dan sapi hidup secara hitung-hitungan saat ini dalam posisi cukup bahkan sampai bulan April ini ada over stock yang cukup, baik dari sapi bakalan yang tadi kita lihat di Kabupaten Bekasi maupun sapi pedaging siap potong,” ujar SYL saat mengecek ketersediaan sapi potong di Cold Storage atau tempat penyimpanan daging beku milik PT. Dua Putra Perkasa Pratama di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jum’at (14/4/2023).

SYL mengatakan, pemerintah akan terus memperkuat posisi distribusi baik ke pasar besar maupun pasar lainya yang ada di Jabodetabek. Termasuk pasar-pasar yang ada di luar pulau Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera sehingga, kata dia, pasokan daging tersedia secara merata di seluruh Indonesia.

“Di tingkat supplier utama atau distributor harga juga masih relatif terkendali, range dinamikanya masih normal. Tapi nanti kita akan perkuat posisi distribusinya baik ke pasar-pasar utama maupun daerah lain sehingga antara data dan validasi yang kita temukan sama semua,” katanya.

Sekedar informasi, PT. Dua merupakan perusahaan produk daging sapi pengadaan asal Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Saat ini ketersediaan daging sapi di sana kurang lebih mencapai 15 ribu ton serta 5 ribu ton untuk stok daging ayam.

“Di tempat tersebut saya pastikan siap untuk membantu pemerintah dalam mensuplai daging sapi guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Jadi secara keseluruhan tidak ada masalah dengan ketersediaan daging sapi kita. Masyarakat tidak perlu khawatir, Insya Allah hingga lebaran nanti cukupi,” jelasnya.(hum)

Categories
Ekonomi

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Koran Jurnal, Serpong – Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng para pelaku usaha untuk saling berkolaborasi dan berinvestasi dalam bidang peternakan.

“Kolaborasi dengan pelaku usaha bidang peternakan ini sangat penting, terutama untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan global,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah saat acara Rapat Koordinasi Teknis Nasional (Rakorteknis) II Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2022 yang dilaksanakan hari ini Rabu di ICE BSD Serpong (13/12).

“Peningkatan produksi pangan ini menjadi hal yang mutlak untuk dilakukan, terutama untuk kesiapan negara dalam penyediaan pangan hewani asal ternak dan mengurangi ketergantungan impor,” imbuhnya.

Dirjen PKH Nasrullah menyebutkan realisasi produksi komoditas utama peternakan secara komulatif dari bulan Januari s.d November 2022 untuk produksi daging (sapi, kerbau, kambing, domba, ayam ras, ayam buras, itik, babi) sebesar 4,73 juta ton atau 102,93% dari target sebesar 4,59 juta ton. Produksi susu sebesar 897,84 ribu ton atau 91,67% dari target sebesar 979,46 ribu ton, sedangkan produksi telur sebesar 5.705,94 ribu ton atau 99,96% dari target 5.708,21 ribu ton.

“Secara garis besar kebutuhan pangan hewani asal ternak sudah tercukupi, namun demikian untuk pemenuhan daging sapi/kerbau kita masih memerlukan impor dari negara lain, sehingga harus kita pikirkan untuk mendongkrak peningkatan populasi dan produksi sapi/kerbau di dalam negeri,” kata Nasrullah.

Ia tekankan, peningkatan produk untuk subtitusi impor juga menjadi hal yang sangat penting, diantaranya dengan peningkatan produksi daging kambing dan domba, serta ayam buras yang saat ini mempunyai potensi sangat besar untuk dikembangkan.

Untuk mendongkrak investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kementan menggandeng 5 pelaku usaha bidang peternakan untuk kerjasama, diantaranya: (1). HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia); (2). PT. Great Giant Livestock; (3). PT. Bumi Rojo Koyo; dan (4). HIMPULI (Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia); (5). PT. Asiabeef Biofarm Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Nasrullah juga menyampaikan, realisasi investasi PMDN Peternakan periode Januari-Juni 2022 sebesar Rp1,80 triliun atau meningkat 53,00% dibandingkan Januari-Juni 2021 (C to C).

“Peningkatan PMDN yang signifikan terjadi pada usaha peternakan sapi dan kerbau, yaitu sebesar Rp. 0,37 triliun atau meningkat 136,26% dibandingkan tahun 2021 (C to C)”, ungkap Nasrullah. Sementara realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Peternakan Januari-Juni 2022 sebesar USD24,24 juta atau meningkat 478,82% dibandingkan Januari-Juni 2021 (C to C).

“Peningkatan PMA yang signifikan juga terjadi pada usaha peternakan sapi dan kerbau, yaitu sebesar USD4,9 juta atau meningkat 801,25% dibandingkan tahun 2021 (C to C),” terangnya.

Lebih lanjut, Nasrullah menyampaikan, untuk mendukung pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya, Pemerintah telah memfasilitasi kemudahan akses pembiayaan, salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dimana realisasi KUR peternakan Januari-November 2022 sebesar Rp17,70 triliun atau mencapai 82,84% dari target Rp. 21,36 triliun yang telah diakses oleh 447.742 debitur.

“Upaya-upaya yang kita lakukan ini tentunya harapannya dapat mendongkrak peningkatan produksi, peningkatan nilai tambah dan daya saing, peningkatan pendapatan peternak dan dan perekonomian negara,” ungkap Nasrullah.

Nasrullah pun menyebutkan, meskipun Indonesia dilanda pandemi covid selama hampir 3 tahun ini dan wabah PMK, namun kinerja ekonomi peternakan tahun 2022 mampu bertahan di angka positif.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), PDB peternakan pada triwulan III tahun 2022 sebesar Rp44,96 triliun atau meningkat 7,40% dibandingkan triwulan III tahun 2021 (Y on Y). Secara kumulatif, PDB peternakan pada periode Januari-September 2022 sebesar Rp137,46 triliun atau meningkat 5,92% dibandingkan Januari-September 2021 (C to C).

Volume ekspor peternakan pada periode Januari-Oktober 2022 sebesar 230.066 ton atau mengalami penurunan 16,78% dibandingkan Januari-Oktober 2021 (C to C). Meskipun volumenya menurun namun nilainya sebesar USD878,75 juta atau meningkat 3,03% dibandingkan Januari-Oktober 2021 (C to C). Selanjutnya, untuk Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) pada bulan November 2022 sebesar 100,99 atau meningkat 1,44% dibandingkan November 2021 (Y on Y).

“Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat, baik itu peternak, pelaku usaha, pemerintah daerah maupun masyarakat secara luas yang telah berkontribusi dalam penyediaan pangan asal ternak untuk negeri kita tercinta ini,” tutur Nasrullah.

“Kolaborasi dan sinergi antar semua stakeholder ini sangat penting untuk mencapai tujuan kita bersama, yaitu mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan Asal Ternak,” pungkasnya.(hum)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Lepas Ekspor Sarang Burung Walet Senilai Rp 8 Miliar ke Tiongkok 

Koran Jurnal, Surabaya – Dalam kunjungan kerjanya di Surabaya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melepas ekspor sarang burung walet (SBW) menuju negara China dengan nilai transaksi sebesar Rp 8 miliar. Mentan mengatakan ekspor ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produksinya.

“Saya bersama Kapolda dan juga eksportir lainya akan mengawal ini, karena sarang burung walet memiliki potensi ekspor yang besar dan menjadi lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar SYL di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/12/2022) kemarin.

Menurut SYL, potensi ekspor SBW sangat besar karena banyak masyarakat dunia menggunakannya sebagai makanan sehat, obat dan bahkan digunakan juga sebagai bahan alami untuk kecantikan kaum hawa. Karena itu, SYL meminta potensi SBW mampu dijaga bersama.

“Kalau ini (SBW) diproses secara baik, maka akan ada banyak tenaga kerja yang pasti tercover. Karena itu saya minta tidak ada sarang burung walet yang apa adanya. SBW Indonesia harus berkualitas. Kenapa? karena sarang burung walet ini makanan raja-raja. Bahkan kemarin di China dipakai untuk pemulihan covid,” katanya.

Sejauh ini, kata SYL, sudah ada puluhan eksportir yang siap mengekspor SBW ke berbagai negara di dunia. Mereka bahkan berkomitmen akan melobi negara-negara untuk menerima SBW asal Indonesia.

“Oleh karena itu ekspor sarang burung walet punya potensi. Dari dulu ada, tapi tidak pernah serius ditangani oleh pemerintah. alhamdulillah kita sudah menangani dan sudah ekspor. sekarang sudah 1000 ton lebih yang di ekspor dan pemasukannya dapat mencapai 20 Triliun. Ini luar biasa,” katanya.

SYL mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor yang mampu memperkokoh perekonomian negara. Pertanian adalah sumber kehidupan dan membuat banyak orang memiliki penghasilan. Pertanian menjadikan sebuah negara menjadi damai dan tentram.

“Pertanian itu memperkokoh negara bapak dan umber kehidupan manusia. Dengan pertanian orang tidak lagi miskin. Kalau mau liat negeri makin danai jawabnya pertanian. Apalagi kalau kau ekspor pasti rakyat dapat apa apa. Dapat sesuatu yang memberi kehidupan,” jelasnya.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Toni Harmanto mendukung penuh berbagai program Kementerian Pertanian yang berkaitan dengan peningkatan produksi dan ekspor. Salah satunya memperbesar produksi sarang burung walet, serta meningkatkan produksi komoditas unggulan lainya.

“Kepolisan siap berkomitmen mendukung program kementan. Karena itu kami (Polda Jatim) akan menyesuaikan aktivitas anggota dengan bercocok tanam untuk mendukung kedaulatan pangan,” katanya.

Bagi Toni, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki hamparan lahan pertanian subur. Khusus di Jawa Timur, lahan pertanian di sana memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Karena itu kami akan menyesuaikan aktivitas kepolisian dalam memperkuat ketahanan pangan. Semoga harapan kita Indonesia tetap tangguh dalam menghadapi krisis pangan global,” katanya.(hum)

Categories
Ekonomi Megapolitan TNI

Tandatangani MOU Ketahanan Pangan, TNI AU – Kementan Sepakat Kembangkan Tanaman Sorgum

Koran Jurnal, Padang – TNI AU dan Kementerian Pertanian (Kementan) sepakat mengembangkan tanaman Sorgum, sebagai komoditi bahan pangan yang akan dikembangkan kedua belah pihak. Kesepakatan tersebut tertuang dalam naskah kesepahaman bersama antara TNI AU dan Kementan, yang ditandantangani oleh Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E. M.P.P., CSFA, dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi, di Lanud Sutan Sahrir, Padang, Selasa (29/11/2022).

Seusai penandatangan, dilanjutkan penanaman Sorgum secara simbolis oleh Kasau, Wamenhan dan para pejabat Forkompimda Sumatera Barat serta Padang.

KSAU mengatakan, penandatanganan ini dalam rangka menindaklanjuti program pemerintah dan arahan Presiden Joko Widodo, tentang ketahanan pangan nasional menuju kedaulatan pangan.

“Penanaman Sorgum di Lanud Sutan Syahrir hari ini sebagai pilot project. Selanjutnya akan ada Lanud-Lanud lain yang juga disiapkan lahannya untuk mendukung program ini,” ujar Kasau.

KSAU menegaskan, TNI AU berkomitmen mendukung program Kementan dalam rangka ketahanan pangan bangsa. Kasau juga berharap adanya bantuan dan pendampingan dari Kementan agar program ini dapat berlanjut hingga panen dan produksi.

“Jika tanaman Sorgum sukses, kita juga bisa mencoba tanaman Porang,” lanjut KSAU.

Kepada Pemda Padang khususnya dan Sumatera Barat umumnya, Kasau menghimbau perlu adanya SMK Petanian. TNI AU siap bekerja sama karena ada Yasarini yang dapat mewadahi.

Untuk mendukung program Ketahanan Pangan, TNI AU telah menyiapkan lahan kurang produktif di Lanud Sutan Syahrir seluas 12 Hektar untuk pengembangan tanaman Sorgum. Diharapkan program ini dapat membantu ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

Turut hadir dalam acara ini, Pangkoopsudnas Marsdya TNI Andyawan Martono Putro, Aspotdirga Kasau, Pangkoopsud I, pejabat Kementan, Sekda Sumatera Barat, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono, Kasrem 032/Wirabraja, Wadanlantamal II Padang, Pejabat Forkompimda Sumatera Barat dan beberapa Kadis jajaran Mabesau.(disp)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Minta Industri Serap Jagung dari Petani Lokal

Koran Jurnal,  Pasuruan – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong para pelaku usaha dan industri pakan untuk melakukan penyerapan jagung dan produk lokal seperti dedak yang diproduksi petani seluruh Indonesia. Hal ini diungkapkan SYL saat meresmikan perusahaan pakan swasta yang berinvestasi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

“Saya berharap dengan adanya pabrik pakan disini akan memberikan nilai manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar, terutama penyerapan bahan baku pakan lokal seperti jagung, dedak dan sebagainya yang akan mendorong pengembangan ekonomi pedesaan,” ujar SYL, Rabu (2/11/2022).

Menurut SYL, berdasarkan hasil survei BPS mengenai struktur ongkos usaha peternakan, komponen pakan memiliki kontribusi 56,95 persen terhadap total biaya pada budidaya ayam ras pedaging di tingkat peternakan rakyat. Sedangkan untuk budidaya ayam ras petelur, kontribusi pakan mencapai 70,97 persen.

“Karena itu pabrik pakan dapat menyerap bahan baku pakan dari petani setempat, dan harga pakan untuk peternak lebih dapat terjangkau. Disisi lain saya berharap pabrik pakan memberikan pengaruh ke harga pangan asal ternak yang lebih kompetitif di tingkat konsumen. Yang pasti kita harapkan nantinya ada kerjasama yang saling menguntungkan, antara petani, dan peternak, serta masyarakat sekitar,” katanya.

SYL mengatakan, pertanian dan peternakan adalah sektor yang memberi solusi kongkrit bagi tumbuh kembangnya sebuah ekonomi. Kontribusi keduanya bahkan terbukti menjadi kunci utama bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi krisis dunia.

“Inilah saatnya Indonesia bangkit menjadi negara yang lebih kuat dan ini tergantung kita semua. Kita mau tidak berkeringat, kerja benar dan jangan sampai kita korupsi. Hari ini kementan melalukan support sepenuhnya karena pertanian itu untuk rakyat, bangsa dan negara,” katanya.

Sejauh ini, kata SYL, Indonesia dibawah pimpinan Presiden Jokowi mampu menguatkan ekonomi dari ancaman pandemi dan krisis lainya. Indonesia bahkan menjadi negara terkuat pada sistem ketahanan pangan setelah FAO dan IRRI memberi penghargaan swasembada beras selama tiga tahun berturut-turut.

“Dalam menghadapi global warming, dampak covid-19 dua tahun setengah, dimana ekonomi sedang tergoncang, pangan bersoal di seluruh negara, Indonesia adalah salah satu negara yang sangat survive menghadapi tantangan itu. Bahkan FAO dan IRRI memberikan penghargaan kepada Bapak Presiden terhadap bagaimana pertanian Indonesia menjadi kekuatan bangsa sekarang ini,” jelasnya.(hum)

Categories
Kesehatan TNI

Kementan Gandeng TNI, Gencarkan Penandaan dan Pendataan Ternak Pasca Vaksinasi PMK di Jabar

Koran Jurnal, Bandung – Kementerian Pertanian (Kementan) kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangka akselerasi dan menggencarkan pelaksanaan penandaan dan pendataan ternak pasca vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda pada acara Koordinasi Kegiatan Penandaan dan Pendataan Ternak pada hari Selasa di Bandung, Selasa (25/10/2022) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Agung Suganda menyampaikan, kegiatan penandaan dan pendataan ternak (Sapi dan Kerbau) pasca vaksinasi sangat penting karena untuk identifikasi ternak, sehingga pelaksanaan vaksinasi mampu tertelusur.

Agung menjelaskan, pendataan secara digital ini sekaligus juga dilakukan untuk memonitoring jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi.

“Ternak yang telah divaksin akan diberi identitas berupa Eartag Secure QR Code (anting ternak). Namun karena ini hal yang baru, sehingga masih ditemukan permasalah di lapangan, seperti penolakan dari pemilik ternak,” ungkap Direktur Agung Suganda.

‘Untuk memberikan pemahaman di masyarakat, khususnya para peternak yang masih ragu-ragu dalam penandaan ini, maka kami perlu didukung dan melibatkan semua stakeholder terkait baik dari peternak, instansi pemerintah, swasta dan pendampingan TNI dan POLRI,” ungkap Agung.

Menurut Agung, TNI sebagai kekuatan besar dan memiliki personil hingga ke tingkat Desa melalui Babinsa nya, diharapkan dapat memberikan dukungan dalam mensukseskan pelaksanaan pendataan dengan memberikan pengamanan, pendampingan dan pengawalan bagi petugas pendataan yang ditetapkan oleh Dinas Provinsi berdasarkan usulan Dinas Kabupaten/Kota.

“Di sini, kami mengajak semua jajaran dari Dinas provinsi, kabupaten, kota dan seluruh petugas lapangan, serta peternak agar segera dilakukan pendataan ternak dan pelaksanaannya berjalan secara sinergis dengan pelaksanaan vaksinasi,” himbau Agung. “Apalagi ada TNI yang akan membantu dalam pengawasan dan pendampingan di lapangan, maka kita harapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Letkol Inf Budi Cahyanto dari TNI menyampaikan, program penandaan dan pendataan ternak secara digital ini merupakan bentuk terobosan sistem pendataan di tingkat Nasional ataupun daerah.

“Kami upayakan agar seluruh anggota TNI yang bertugas di wilayah masing-masing untuk melakukan pengawalan, pembinaan dan pendampingan pemberantasan PMK serta penyakit hewan menular lainnya,” ungkap Budi.

“Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan: pembatasan hewan, produk hewan dan media pembawa penyakit (HPM) sesuai status situasi di wilayah penyebaran penyakit mulut dan kuku dan penyakit hewan menular lainnya, serta Pengawasan lalulintas HPM di pos pemeriksaan; Pemusnahan bangkai hewan akibat wabah penyakit mulut dan kuku dan penyakit hewan menular lainnya; Edukasi dan sosialisasi dampak wabah penyakit mulut dan kuku dan penyakit hewan menular lainnya; Pendampingan kegiatan penandaan dan pendataan hewan,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan, Kemenko Perekonomian, Pujo Setio menyampaikan, kolaborasi antara Kementan dengan TNI, serta stakeholder terkait dalam penangan pencegahan dan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) sangat penting. Menurutnya, PMK harus diatasi bersama untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. “Kami berharap kerjasama ini tetap berjalan bukan hanya PMK tetapi ada penyakit menular lainnya,” kata Pujo.

Menurutnya, Pengendalian PMK menjadi salah satu program strategis karena dampaknya yang luar biasa terhadap perekonomian dan ketahanan, serta kemandirian pangan nasional, mengingat saat dunia sedang dihadapkan pada ancaman krisis pangan dan energi.

Hal senada juga disampaikan oleh Arifin Soedjayana Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat mengakselerasi pelaksanaan kegiatan penandaan dan pendataan ternak di Provinsi Jawa Barat.

Menurut Arifin, dengan penandaan dan pendataan ternak yang didukung melalui aplikasi IDENTIK PKH ini mampu meningkatkan akurasi dan validasi data ternak, serta mempermudah pemantauan data produksi dan mutasi ternak secara real time.

“Penandaan ini juga sekaligus dapat mengetahui status vaksinasi ternak, seperti data aplikasi pedulilindungi untuk covid sehingga sistem pendataan ternak menjadi semakin akurat dan tertelusur,” ungkap Arifin.

“Kami targetkan realisasi penandaan dan pendataan ternak di Jawa Barat sebanyak 278.168 ekor yang terdiri dari 208.740 ekor ternak rakyat di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dan 69.428 ekor di 25 perusahaan peternakan di Jawa Barat,” pungkasnya.

Categories
Ekonomi

Badan Karantina Pertanian Akhirnya Melepas 1.619 Ton Produk Impor Hortikultura di Tiga Pelabuhan

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) akhirnya melepas 1.619 ton produk impor hortikultura yang berada di tiga pelabuhan, yakni Belawan, Tanjung Perak dan Tanjung Priok.

Sebelumnya, Barantan menahan sejumlah produk impor hortikultura berupa cabe kering, klengkeng, jeruk, anggur, apel yang berasal dari beberapa negara lantaran tidak adanya dokumen Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Diketahui penahanan produk-produk impor hortikultura tersebut dilakukan sejak tanggal 27 Agustus hingga 30 September 2022.

“Seluruh produk hortikultura ini telah melalui serangkaian tindakan karantina, dan dipastikan sehat dan aman. Tertahannya komoditas tersebut akibat tidak adanya dokumen Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH),” kata Kepala Barantan, Bambang, saat jumpa pers di Jakarta, Sabtu (1/10/2022).

Dijelaskan Bambang, RIPH merupakan dokumen yang diterbitkan oleh Dirjen Hortikultura dan digunakan sebagai perizinan impor komoditas hortikultura yang telah berlaku sejak diterbitkannya Permentan No. 39 Tahun 2019 dan tetap berlaku hingga saat ini. Penerbitan Permentan No. 05 Tahun 2022 tentang pengawasan RIPH adalah penugasan kepada Barantan untuk mengawasi seluruh produk impor hortikultura yang wajib RIPH sesuai dengan peraturan sebelumnya.

Menurut Bambang, serangkaian pengujian keamanan pangan yang tepat, yakni telah memiliki Certificate of Analysis (CoA) dari laboratorium yang teregistrasi sesuai Permentan 55 Tahun 2016. Selain itu dipastikan bebas dari hama dan penyakit yang berbahaya atau telah memiliki jaminan kesehatan media pembawa dengan telah adanya phytosanitary certificate (PC) dari negara asal.

“Jadi aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” tambahnya.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Yeka Hendra Fatika mengapresiasi respon cepat Kementan melalui Barantan untuk menindaklanjuti rekomendasi ORI.

“Saat ini kami melihat ada dua Kementerian yang mengatur perizinan importasi hortikultura. Untuk itu saya berjanji akan menindaklanjuti guna mengharmoniskan ketentuan tersebut melalui Kementerian Koordinator Perekonomian,” kata Yeka, di Kantor Barantan Kementerian Pertanian.

Yeka juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengeluarkan beberapa butir rekomendasi yang harus dilakukan oleh Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait.

“Saya mengapresiasi Barantan atas pelepasan terhadap kontainer yang tertahan saat ini,” tambahnya.

Sementara Niken Ariati, Tim Stranas PK-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan bahwa penahanan kontainer oleh Barantan berakibat kepada buruknya kinerja pelabuhan. Sebelumnya kinerja layanan Barantan dipelabuhan diakui terbaik dalam penilaian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Untuk mencegah hal ini terjadi kembali maka KPK memerintahkan agar pelaksanaan regulasi ini diintegrasikan dalam sistem INSW dan NK.

“Kami telah memberikan waktu dua minggu, dan akan kami evaluasi,” beber Niken.

Categories
Ekonomi

Wujudkan ‘One Village One Product’, Kementan Dorong Pengembangan Olahan Sorgum

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan olahan sorgum guna mewujudkan One Village One Product (OVOP). OVOP ini suatu pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk kelas global yang unik khas daerah dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menjelaskan pada tahun 1970, sorgum sudah mulai banyak dibudidayakan yakni sekitar 15 ribu hektar lahan sorgum yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hampir seluruh bagian tanaman sorgum, seperti biji, tangkai biji, daun, batang dan akar, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, mulai menjadi makanan seperti sirup, gula, kerajinan tangan, pati, biomas, bioetanol dan tepung pengganti terigu dan lainnya.

“Daerah penghasil sorgum dengan pola pengusahaan tradisional terdapat di daerah Demak, Grobogan, Pati, Wonogiri, Gunung Kidul, Kulon Progo, Lamongan, Bojonegoro, Tuban dan Probolinggo. Tahun depan sudah kita alokasikan bantuan pengembangan untuk 5 ribu hektar. Ini bukti keseriusan kami mengembangkan sorgum,” kata Suwandi saat memberikan arahan dalam Webinar BTS Propaktani yang mengupas tentang pengembangan olahan sorgum, Jakarta, Kamis (18/8/2022) kemarin.

Penggiat Sorgum Bali, I Nengah Suparna mengatakan saat ini sorgum (Sorghum bicolor L.) adalah tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya pada daerah-daerah marginal dan kering di Indonesia. Keunggulan sorgum terletak pada daya adaptasi agroekologi yang luas, tahan terhadap kekeringan, produksi tinggi, perlu input lebih sedikit serta lebih tahan terhadap hama dan penyakit dibanding tanaman pangan lain.

“Program OVOP ini adalah peluang sorgum sangat tinggi jika dilihat dari permintaan pasar di beberapa Negara dan begitu banyak olahan makanan yang dapat diproduksi dengan baha baku sorgum,” katanya.

Perwakilan KEHATI, Renata Puji menuturkan sorgum dipilih dalam program OVOP karena tanaman ini dapat hidup di lahan marginal dan memiliki gizi yang tinggi. Dalam perjalanan waktu, KEHATI telah melakukan penguatan kelompok perempuan dan anak muda dalam pengolahan sorgum.

“Di NTT sendiri ada beberapa jenis atau varietas yang tersebar seperti, super1, numbu, waiotan, kwali, suri4. Dari kesemuanya sudah terdapat produk turunan yang menjadi primadona pasar,” ungkap Puji.(hum)

Categories
Ekonomi

Kementan Gandeng PT Nestle Tingkatkan Produksi Susu di Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka meningkatkan produksi susu di Indonesia, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggandeng PT. Nestle Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah, Rabu (17/08/2022) melalui siaran persnya.

Nasrullah mengungkapkan, kerjasama ini sangat penting, terutama dalam situasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) beberapa peternak sapi perah di Indonesia mengalami kerugian. Ia sampaikan, ternak sapi perah memang lebih rentan terhadap PMK. Hal ini karena menurutnya, yang paling banyak berinteraksi langsung dengan manusia, terutama saat diperah karena manusia dapat menjadi media yang menularkan penyakit.

“Hal ini tentunya tidak bisa kita biarkan, oleh karena itu kita menggandeng mitra kerja kita dalam hal ini PT. Nestle Indonesia untuk bekerjasama mendorong peningkatan produksi susu di dalam negeri,” ungkap Nasrullah.

Sebagai informasi, sejak tahun 1975, Nestle telah bermitra dengan peternak sapi perah di Jawa Timur. Setiap harinya Nestle menyerap sekitar 700 ribu liter susu segar dari 26 ribu peternak yang merupakan anggota dari 42 koperasi susu.

“Dalam kerjasama ini kita akan berkolaborasi untuk memanfaatkan sumber daya, sarana, dan prasarana serta jejaring yang dapat disinergikan dalam pengembangan sapi perah,” ungkap Nasrullah.

Ia sebutkan ruang lingkup Nota Kesepahaman yang telah ditandatangi oleh kedua belah pihak pada tanggal 14 Agustus 2022 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian meliputi: (1). Dukungan pembibitan dan budidaya, pakan, kesehatan hewan sapi perah; (2). Pemanfaatan sumber daya; (3). Peningkatan akses pemasaran dan pengolahan susu.

Sementara itu, Presiden Direktur PT. Neslte Indonesia, Ganesan Ampalavanar menyampaikan, Penyakit Mulut dan Kuku yang menyerang ternak sapi merupakan masa terberat bagi para mitra peternak mereka dan mempengaruhi suplai susu untuk produksi di perusahannya.

Oleh karena itu, dalam rangka percepatan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku pada sapi perah, PT. Nestle sepakat untuk melakukan kerja sama dengan Kementerian Pertanian.

“Adapun ruang lingkup kerja sama antara Nestle dan Kementerian Pertanian yaitu (1). Menginformasikan dukungan kebutuhan pengembangan sapi perah modern, meliputi pembibitan, budidaya, pakan, kesehatan hewan sapi perah; (2). Memanfaatkan sumber daya untuk mendukung pengembangan sapi perah; dan (3). Meningkatkan akses pemasaran dan pengolahan susu sejalan dengan pertumbuhan pasar.

Ganeshan juga menyampaikan, dalam rangka meningkatkan promosi susu di dalam negeri, pihaknya pun telah berpartisipasi dalam kegiatan Bazar yang beberapa kali diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian.

“Kegiatan ini tentunya dimaksudkan untuk mendorong konsumsi susu di dalam negeri”, ungkap Ganeshan menambahkan.

“Dengan adanya kerja sama dengan Kementerian Pertanian, diharapkan percepatan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku dapat terlaksana dengan baik, serta membawa manfaat bagi para mitra peternak sapi perah kami”.(hum)