Categories
Angkutan Laut Daerah Kriminalitas Militer TNI

WFQR I Lanal Tanjung Balai Asahan/Koarmabar Tangkap 2 Kapal Bermuatan TKI Ilegal di Perairan Asahan  

Koranjurnal.co.id, Asahan – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) I Lanal Tanjung Balai Asahan/Koarmabar berhasil menangkap 2 kapal tanpa nama yang bermuatan TKI Ilegal di perairan Sei Nangka Kabupaten Asahan, Senin kemarin (15/01/2018). Dua kapal yang ditangkap tersebut bermuatan 18 TKI ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

Dan Lanal Tanjung Balai Asahan Belawan Letkol Laut (P) Yudo Ponco menyampaikan bahwa penangkapan terhadap kapal tersebut berawal dari Tim WFQR I Lanal TBA yang mendapatkan laporan intelijen bahwa di sekitar perairan Sei Nangka Kabupaten Asahan ada dua kapal jenis jaring cumi yang akan membawa TKI menuju ke Malaysia. Selanjutnya Tim WFQR I dengan menggunakan Patkamla Sea Rider Lanal Tanjung Balai Asahan segera melaksanakan patroli terbatas di perairan wilayah kerja Lanal Tanjung Balai Asahan.

Dalam patroli tersebut, Tim WFQR I melihat sebuah kapal jenis jaring cumi tanpa nama yang mencurigakan sedang berlayar dari Tanjung Balai mengarah keluar perairan Bagan Asahan. Kemudian dilaksanakan pengejaran terhadap kapal tersebut dan berhasil menghentikannya. Setelah dilaksanakan pemeriksaan ditemukan 6 (enam) orang TKI ilegal WNI yang akan berangkat ke Malaysia.

Dari hasil pemeriksaan, Tim WFQR I memperoleh  informasi bahwa ada satu kapal lagi yang juga sedang membawa TKI ilegal tujuan Malaysia yang sudah melewati perairan Bagan Asahan. Selanjutnya Tim WFQR I berkoordinasi dengan Poskamla Bagan Asahan untuk meminta bantuan melaksanakan penjemputan terhadap 6 (enam) orang penumpang TKI ilegal beserta satu kapal nelayan tanpa nama.

Setelah kapal dan TKI diamankan oleh  Poskamla Bagan Asahan, kemuadian Tim WFQR I segera melaksanakan pengejaran terhadap kapal berikutnya yang ciri-cirinya sudah didapatkan. Dalam pengejaran tersebut akhirnya Tim WFQR I berhasil menemukan kapal tersebut dan langsung mengadakan penangkapan serta melaksanakan pemeriksaan terhadap muatan kapal. Dari hasil pemeriksaan benar ditemukan penumpang TKI ilegal yang akan berangkat ke Malaysia berjumlah 12 orang laki-laki beserta Nakhoda dan KKM kapal. Selanjutnya Tim melaksanakan penarikan terhadap kapal muatan TKI ilegal tersebut ke Pos Patkamla Bagan Asahan.

Selanjutnya TKI ilegal yang berjumlah 18 orang, dua nahkoda dan dua KKM kapal dibawa ke Mako Lanal Tanjung Balai Asahan.

Guna proses hukum lebih lanjut TKI ilegal sejumlah 18 orang diserahkan Lanal Tanjung Balai Asahan ke pihak imigrasi Tanjung Balai Asahan. Sementara untuk nahkoda dan KKM kapal tetap diamankan di Lanal Tanjung Balai Asahan untuk dilaksanalan penyelidikan lebih lanjut.(tonmp/Disp)

Categories
Hiburan Militer Ragam TNI

Meriahkan Hari Armada RI 2017, Koarmabar Adakan Lomba Kicau Burung Mania

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Armada RI Tahun 2017, Koarmabar menggelar lomba burung berkicau Piala Pangarmabar, bertempat di Halaman Mako Komando Latihan (Kolat) Koarmabar di Sunter Kodamar, Jakarta Utara, Minggu (03/12). Lomba Burung Berkicau dengan tema “Mengukir Prestasi Menjalin Silaturrahmi Kicau Mania” tersebut diselenggarakan untuk memperebutkan Piala Pangarmabar yang diikuti oleh kurang lebih 850 – 1.000 peserta lomba burung dari berbagai jenis.

Pembukaan acara lomba kicau burung diawali dengan penggantinya pertama secara simbolis oleh Wadan Kolat Koarmabar Letkol Laut (P) Rizal Musa Karim, S.E. Wadah Kolatarmabar menyampaikan bahwa acara lomba burung berkicau tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Armada pada 5 Desember mendatang. Tujuan utamanya adalah untuk mempererat hubungan kebersamaan antara TNI Angkatan Laut khususnya Koarmabar dengan masyarakat para pecinta burung berkicau.

Enam kelas yang dilombakan dalam Piala Pangarmabar antara lain Kelas Pangarmabar sebagai kelas utama, kelas ini melombakan burung Murai Batu. Juara pertama mendapat hadiah berupa Tropi, Piagam dan uang pembinaan sebesar Rp 5.000.000,- ditambah dengan bunus Rp 1.000.000,- (total hadiah Rp. 6.000.000,-).

Kelas Danguspurlabar dengan  juara pertama diganjar Tropi, Piagam serta uang pembinaan  Rp 3.000.000,-. Kelas ini melombakan burung Love Bird, Murai Batu, Kacer, LB Bebas Aksi, Cucak Ijo dan Kenari standar. Kelas Danguskamlabar juara pertama diganjar Tropi, Piagam serta uang pembinaan Rp. 5.000.000,-. Kelas ini melombakan burung Murai Batu dan Love Bird dengan mewajibkan peserta menggunakan sangkar Radja.

Selanjutnya untuk Kelas Danlantamal, juara pertama diganjar Tropi, Piagam serta uang pembinaan  Rp 2.000.000,-. Kelas ini melombakan burung Muray Batu Ring, Murai Batu Ekor Hitam, LB Bebas Aksi, Love Bird A-B, Kacer, Cucak Ijo, Anis Merah dan Kenari standar. Kelas Danlanal  juara pertama diganjar Tropi, Piagam serta uang pembinaan Rp 1.000.000,-. Kelas ini melombakan burung Love Bird Paud, Love Bird, Anis Merah, Kenari Standar Kecil/ Kalitan, Cucak Ijo dan Kacer.  Kelas Radja  juara pertama diganjar Tropi, Piagam serta uang pembinaan Rp 700.000,-. Kelas ini melombakan burung Love Bird , LB Bebas Aksi, LB Paud A-B, Anis Merah dan Plecia A-B-C.

Hadir dalam acara pembukaan para Perwira Staf Kolatarmabar, Ibu-ibu Jalasenastri Cabang 6 DJAB, Pembina Radjawali Indonesia Bapak Priyo Sutrisno, Ketua Radjawali Indonesia Bapak Sofyan Djuandi, para pecinta kicau mania dan Club Burung Berkicau se-Jakarta.

Pewarta : Anton/Disp.

 

Categories
Megapolitan Olahraga TNI

Sambut Hari Armada RI 2017, Koarmabar Gelar Kejuaraan Tenis Meja Pangarmabar Cup 2017 se-Indonesia  

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Dalam rangka menyambut Hari Armada yang diselenggarakan pada tanggal 5 Desember 2017 yang akan datang, Koarmabar menggelar kejuaraan tenis meja se-Indonesia Pangarmabar Cup 2017 di Gedung Olahraga OB Syaaf, Mako Koarmabar, Gunung Sahari, Jakarta, Rabu (29/11/2017). Kejuaraan tenis meja Pangarmabar Cup 2017 diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 29 sampai 30 Nopember 2017.

Asisten Intelijen (Asintel) Pangarmabar Kolonel Laut ( T) Widiyanto Pudyo Purnomo mewakili Pangarmabar secara resmi membuka kejuaraan tenis meja Pangarmabar Cup 2017 tersebut.

Dalam amanat yang dibacakan Asintel, Pangarmabar mengatakan tujuan diadakan kejuaraan ini tidak hanya sekedar ajang unjuk kebolehan prestasi masing-masing atlet, namun  juga sebagai salah satu wadah untuk para atlet dari TNI, Polri, pelajar dan umum bisa menunjukkan prestasi yang nantinya akan membawa nama bangsa Indonesia ke pentas tenis meja dunia.

Lebih lanjut Pangarmabar menyatakan hanya atlet yang mempersiapkan diri dengan baik, berlatih dengan tekun dan serius, serta fokus pada tujuan yang akan meraih prestasi tertinggi. Bagi peserta atlet yang pada kesempatan ini belum memperoleh prestasi, bukanlah sebuah kegagalan. Ketidakberhasilan hari ini, harus dapat dijadikan motivasi untuk semakin meningkatkan kemampuan untuk menjadi yang terbaik, predikat juara bukanlah sebuah tujuan, akan tetapi menjadi pribadi yang kuat dan teguh terhadap pendirian, serta memiliki motivasi tinggi untuk melaksanakan fair competision sebagai anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan.

Pada akhir sambutannya, Pangarmabar berharap dengan pertandingan ini dapat menghasilkan juara sejati dan benih-benih atlet berprestasi dimasa datang serta mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh atlit. Agar selama pertandingan  tetap menjaga dan menjunjung tinggi sportifitas.

Pada kejuaraan tenis meja Pangarmabar Cup 2017 se-Indonesia ini, ada empat jenis atau kelas yang dipertandingkan yaitu kelas tunggal putra TNI/POLRI, semifinal sistem Voor (divisi 4,5,6,7), Kadet Putra Kelahiran 2002, dan Kadet Putri Kelahiran 2002. Kejuaraan tenis meja Pangarmabar Cup 2017 se-Indonesia diikuti oleh 343 peserta yang terdiri dari atlit TNI/Polri 66 orang, atlit pelajar putra 33 orang, atlit pelajar putri 18 orang dan atlit umum sebanyak 225 orang. Beberapa peserta atlit anggota TNI/Polri serta atlit-atlit dari club tenis meja ternama di Indonesia yang berasal dari luar daerah seperti Jambi dan Kalimantan Timur pun rela datang jauh-jauh ke Jakarta agar bisa mengikuti kejuaraan yang bergengsi ini.

Tampak hadir pada acara pembukaan tersebut , para Asisten Pangarmabar, Kasatker Koarmabar, Ketua Panitia Letkol Laut (S) Imam Mahdi dan para tamu undangan.

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Megapolitan Militer TNI

Koarmabar Terima Kunjungan Kehormatan Angkatan Laut Rusia

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Asrena Pangarmabar Kolonel Laut (P) Eko Jokowiyono, S.E., M.Si., mewakili Pangarmabar menerima kunjungan kehormatan dari Angkatan Laut Rusia, Deputy Commander of Flotilla of Pacific Fleet Rear Admiral Eduard Mikhailov di Ruang VVIP Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2017).
 
Dalam kunjungan tersebut, Deputy Commander of Flotilla of Pacific Fleet Rear Admiral Eduard Mikhailov didampingi Komandan RNS Admiral Panteleev (DDGHM-548) Captain (Navy) Alexei Antsiferov dan Kapten RNS Boris Butoma (AOR) Captain Sergei Bondar didampingi Atase Pertahanan Rusia untuk Indonesia dan Atase Angkatan Laut Rusia.
 
Dalam kunjungan tersebut, Asrena Pangarmabar menyampaikan ucapan selamat datang serta terima kasih atas kunjungan kehormatan yang dilaksanakan oleh AL Rusia. Kunjungan kehormatan  Angkatan Laut Rusia di Koarmabar tersebut  dalam rangka mempererat hubungan bilateral di antara kedua negara dan kedua Angkatan Laut khususnya Koarmabar. Dalam kesempatan tersebut, Deputy Commander of Flotilla of Pacific Fleet beserta Komandan RNS Admiral Panteleev (DDGHM-548) dan Kapten RNS Boris Butoma (AOR) menerima penjelasan tentang tugas-tugas dan tanggung jawab Koarmabar melalui penayangan video profil Koarmabar.
 
Selanjutnya pihak AL Rusia menawarkan kemungkinan adanya kerjasama antar kedua Angkatan Laut melalui program pendidikan dan pelatihan.  Selain itu, berbagi pengalaman tentang penegakkan hukum di laut, dimana AL Rusia menyampaikan bahwa banyaknya kegiatan ilegal di wilayah lautnya pun menjadi fokus pengamanan yang dilaksanakan oleh AL Rusia. Juga dibahas mengenai rencana Passing Exercise (Passex) antara KRI dengan Kapal Perang Rusia saat akan meninggalkan perairan Teluk Jakarta. Kunjungan kehormatan tersebut diakhiri dengan acara tukar menukar cinderamata antara kedua pejabat.
 
Dalam Kegiatan Tersebut, Asrena Pangarmabar Kolonel Laut (P) Eko Jokowiyono, S.E., M.Si., didampingi Asintel Pangarmabar Kolonel Laut (T) Widyanto Pudyo Purnomo, Aslog Pangarmabar Kolonel Laut (T) Budi Sulistyo dan Dansatkorarmabar Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta, S.T., M.A.P.‎

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Daerah Kriminalitas Militer TNI

Guspurlabar Tangkap Kapal Bawa 10 TKI Ilegal di Selat Malaka‎

Koranjurnal.co.id, Jakarta – KRI Surik-645 yang sedang melaksanakan Operasi Kanal Udhaya -17 BKO Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guspurlabar), berhasil menangkap kapal pembawa 10 TKI (Tenaga Kerja Indonesia) Ilegal yang sedang melakukan pelayaran dari Kelang Malaysia. Rencana kapal pembawa TKI Ilegal tersebut akan menuju ke daerah pesisir Bagan Siapiapi.  Penangkapan kapal tersebut terjadi pada koordinat 02 47.350 U – 100 49.200 T tepatnya di Perairan sebelah Tenggara Pulau Jemur Utara Sinaboi, Sabtu (25/11).
 
Kejadian bermula saat KRI SUR-645 melaksanakan patroli dan mendeteksi adanya kontak yang sedang mengapung di Perairan Tenggara Pulau Jemur. Hal tersebut menimbulkan kecurigaan karena setelah dilaksanakan pengecekan secara visual oleh Perwira Jaga,  terlihat kapal tersebut sejenis perahu pancung. Selanjutnya KRI Surik-645 segera bergerak cepat mendekati kontak dengan melaksanakan Prosedur Jarkaplid (Pengejaran,  Penangkapan dan Penyelidikan).
 
Setelah mendekat, KRI Surik-645 melaksanakan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan dengan hasil bahwa perahu tersebut berlayar dari Kelang Malaysia tujuan Bagan Siapiapi dengan jumlah personil diatas perahu 11 ABK (1 Nakhoda dan 10 ABK berjenis kelamin Laki-laki 6 orang serta Perempuan 4 orang).
 
Saat diperiksa, nakhoda merupakan warga negara Malaysia. Sementara perahu tersebut berlayar tanpa dilengkapi dokumen kegiatan pelayaran serta dokumen personil. Sehingga diduga 10 ABK  tersebut adalah merupakan TKI Ilegal.
 
Dari hasil pemeriksaan maka kegiatan tersebut  melanggar Undang-undang Pelayaran serta Undang-undang Keimigrasian. Selanjutnya 11 ABK dan perahu diserahkan kepada Lanal Tanjung Balai Asahan guna  pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Pewarta : Anton/Disp.
‎

Categories
Militer TNI

2 KRI Koarmabar Berhasil Melaksanakan Ujicoba Penembakan Rudal C-705

Koranjurnal.co.id, Jakarta – KRI Kujang-642 Satuan Kapal Cepat Koarmabar (Satkat Koarmabar)  berhasil meluncurkan Rudal C-705 serta mengenai target dengan sasaran Ex KRI Karimata-960. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Uji Coba Penembakan Rudal C-705 oleh 2 KRI Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmabar, KRI Kujang-642 dan KRI Clurit-641 serta dilanjutkan dengan Penembakan Torpedo SUT Kepala Perang oleh KRI Nanggala-402 di Laut Bali, Jum’at (17/11/2017).

Ketiga KRI tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Uji Coba Penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT dimana sebagai Dansatgas Penembakan adalah Kolonel Laut (P)  I G.P. Alit Jaya, S.H., M. Si., yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmabar.

Kegiatan uji coba tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S. E., M. A. P.,  dengan didampingi oleh Asops Kasal, Aslog Kasal, Pangarmabar, Pangarmatim serta Pangkolinlamil diatas geladak KRI Teluk Bintuni-520.

Selanjutnya Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., menyampaikan rasa bangga kepada seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas atas keberhasilannya dalam melaksanakan Ujicoba tersebut.  “Selamat atas keberhasilan penembakan Rudal C705 dan Torpedo SUT, agar tampilan dan kemampuan yang ditunjukkan hari ini menjadi momentum untuk peningkatan performa kemampuan tempur prajurit TNI Angkatan Laut. Selamat untuk seluruh Prajurit yang tergabung dalam Satgas,” ujar KSAL dalam pengarahannya selesai keberhasilan Satgas melaksanakan uji coba tersebut.

Sebelum penembakan, Satgas telah melaksanakan persiapan secara matang dari mulai persiapan teknis peralatan serta persiapan kemampuan prajurit dengan melaksanakan latihan-latihan taktis berupa Prosedur penembakan Rudal dan Torpedo, prosedur pengoperasian Fire Control Sistem yang terdapat di KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 serta melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka memantapkan rencana taktis yang telah disusun pada saat tahap persiapan.

Rudal C-705  merupakan senjata strategis yang saat ini dimiliki oleh TNI Angkatan Laut, dimana Rudal C-705 tersebut telah terpasang di dua KRI type KCR-40 Satkat Koarmabar yaitu KRI CLT-641 dan KRI KJG-642. Kedua kapal ini memiliki kemampuan Peperangan Anti Kapal Permukaan dan Peperangan Anti udara terbatas. Sehingga pemasangan rudal beserta platformnya di kedua kapal tersebut sangatlah tepat, karena Rudal C-705 memiliki kemampuan menghancurkan sasaran kapal permukaan.

Dalam ujicoba penembakan tersebut, turut hadir menyaksikan Pejabat TNI Angkatan Laut  lainnya diantaranya, Kadislaikmatal, Kadisadal, Kadissenlekal, Irops Itjenal, Danguspurlatim serta Danpuspenerbal.

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Daerah Kriminalitas TNI

Tim Gabungan WFQR Koarmabar Berhasil Tangkap Speed Boat Muat Barang Ilegal dari Singapura

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Tim Gabungan WFQR Western Fleet Quick Response Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang terdiri dari Koarmabar, Guskamla, Lantamal I, Lantamal IV dan Lanal Dumai akhirnya berhasil menangkap dua buah Speed Boat bermuatan minuman keras dan rokok di perairan Sungai Siak Kecil, Kabupaten Siak, Selasa (07/11/2017).

Keberhasilan penangkapan dua buah speed boat tersebut bermula dari  informasi awal adanya aktifitas speed boat yang sedang memuat barang ilegal di Jurong Port Singapura.

Selanjutnya Tim WFQR gabungan berkoordinasi dengan Intelijen Armabar, Guskamla, Lantamal I dan Lantamal IV dengan membuat analisa dan rencana penyekatan di beberapa titik yang dimungkinkan akan dilalui kedua speed boat.

Penyekatanpun dilakukan Tim Lanal Dumai dengan menggunakan 3 unit kapal patroli keamanan laut terdiri dari Patkamla Jemur, Patkamla Buser dan Patkamla Selat Panjang yang melaksanakan penyekatan di alur perairan sungai Siak Besar, sungai Siak Kecil dan di perairan Tembilahan.

Sementara Unsur Guskamlabar yaitu KRI Wiratno melaksanakan penyekatan di Muara sungai Tembilahan, Tim Lantamal IV KAL Marapas melaksanakan pencegatan di Selat Riau serta tim Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam menggunakan Combat Boat melaksanakan penyekatan di perairan Pulau Nipah.
‎
Dari hasil analisa intelijen selanjutnya seluruh unsur  patroli keamanan laut stand by di wilayah perairan yang diduga akan dilintasi oleh kedua Speed Boat yang diduga membawa barang-barang Ilegal dari Jurong Port Singapura masuk kewilayah Indonesia.

Tim gabungan dibagi menjadi dua yaitu tim darat dan tim laut. Kemudian Tim darat mendapatkan informasi menjelang tengah malam bahwa diwilayah perairan sungai siak kecil ada pergerakan kapal yang mencurigakan. Selanjutnya 2 unsur  patroli cepat Patkamla Buser  dan Patkamla Medan melakukan pengejaran terhadap sasaran.

Kedua speed boat yang berlayar menyadari adanya kapal patroli Lanal Dumai yang mengejar, kedua speed boat berlayar beriringan menambah kecepatan tinggi kemudian masuk ke arah hulu sungai Siak Kecil, sedangkan speed boat yang kedua menggunakan 1 mesin untuk mengurangi suara agar tidak terdeteksi aparat.

Pengejaran sempat terkendala dengan keterbatasan penerangan ditengah pekatnya malam, speed boat kedua menambah kecepatan dan berpencar panik saat patroli Lanal Dumai berusaha menghentikan dengan memberikan tembakan peringatan keudara namun lagi-lagi tidak digubris bahkan pelaku nekat menghilang dibalik lebatnya pohon Nipah yang berada disepanjang sungai siak. Petugas pun terus melakukan pencarian dan berhasil mengamankan speed boat beserta muatan yang sudah dikandaskan.

Selanjutnya guna proses pemeriksaan lebih lanjut, barang bukti berupa speed boat beserta muatannya dibawa menuju Pos TNI Angkatan Laut Bengkalis dengan pengawalan Patkamla Medan. Keberhasilan Koarmabar dalam melaksanakan penangkapan terhadap kedua Speed Boat bermuatan barang ilegal tersebut berkat kerjasama operasi serta kerja keras dari seluruh personel yang terlibat dalam Tim gabungan WFQR Koarmabar.

Pewarta : Anton
‎

 

Categories
Militer TNI

Koarmabar dan Jajarannya Serentak Sosialisasikan Program Peduli Keselamatan Pelayaran 2017

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Peduli Keselamatan Pelayaran Tahun 2017 kepada para Nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK) di Dermaga 17 Pantai Marina Ancol, Jakarta Utara, Senin (06/11/2017).

Kegiatan sosialisasi tersebut dipusatkan di Jakarta dan secara serentak dilaksanakan di seluruh jajaran wilayah kerja Koarmabar mulai dari Sabang sampai dengan Cirebon.
 
Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., mengatakan bahwa tingkat kecelakaan laut di wilayah perairan barat Indonesia cukup tinggi. Terhitung sejak bulan Januari hingga bulan November 2017, tercatat 82 kecelakaan laut yang memakan 52 orang korban jiwa meninggal dunia dan 14 orang dinyatakan hilang.
 
Lebih lanjut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., mengatakan, terjadinya kecelakaan di laut selain faktor alam juga disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, karena mengabaikan prosedur keselamatan berlayar dan prakiraan cuaca yang diterbitkan oleh BMKG.
 
Oleh karena itu untuk mengurangi bahkan menghilangkan kejadian tersebut dihimbau kepada para nakhoda dan awak kapal untuk selalu cek dan ricek kelaikan kapal. Mulai dari kondisi bangunan kapal, alat keselamatan, radio/alat komunikasi, track pelayaran yang akan ditempuh, kelengkapan dokumen kapal serta memperhatikan keselamatan bernavigasi. Selain itu senantiasa mencatat nomor-nomor darurat instansi terkait mulai dari syahbandar, Pangkalan TNI Angkatan Laut, Basarnas dan Stakeholder lain yang berhubungan dengan keselamatan pelayaran.

Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos memberikan pengarahan kepada Nakhoda dan ABK serta penumpang kapal. Foto: Ist/disp.

Dalam kesempatan tersebut, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., didampingi Kasarmabar Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M., melaksanakan peninjauan terhadap kapal-kapal yang akan berlayar, sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh nakhoda, ABK dan penumpang yang berada di dalam kapal.

Dalam kegiatan tersebut, TNI AL juga bekerja sama dengan seluruh instansi terkait di bidang maritim, untuk mencegah serta meminimalisir kecelakaan laut di wilayah barat dikarenakan saat ini sudah memasuki angin muson barat. Kegiatan tersebut diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada perwakilan pelaku usaha jasa penyeberangan kapal.
 
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Direktur KPLP Kementerian Perhubungan, Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Komandan Lantamal III Jakarta dan para Pejabat Utama Koarmabar.

Pewarta : Anton

Categories
Daerah Militer TNI

KRI Kelabang-826 Kawal Kepulangan 39 Nelayan Aceh

Koranjurnal.co.id, Jakarta – KRI Kelabang-826 salah satu unsur jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) mengawal kepulangan 39 nelayan asal Banda Aceh dan kapal KM. Saudara Bahagia GT 120 yang ditangkap oleh Angkatan Laut India di perairan Andaman Nicobar India, Kamis (02/11/2017). Saat ini KM. Saudara Bahagia sandar di dermaga Pangkalan TNI AL Sabang.
 
Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie, S.E., menjelaskan bahwa para nelayan yang berangkat dari Lampulo, Banda Aceh, ini berhasil dipulangkan setelah dilakukan diplomasi dengan Angkatan Laut India. Diplomasi tersebut dilakukan oleh KRI Imam Bonjol-383 yang pada saat itu sedang melaksanakan latihan bersama patroli terkoordinasi India-Indonesia (Latma Patkor Indindo) dengan Angkatan Laut India.
 
Lebih lanjut Komandan Lanal Sabang menerangkan proses pemulangan ke 39 nelayan bersama kapal KM. Saudara Bahagia, saat memasuki perairan Indonesia kapal nelayan tersebut disambut dan selanjutnya dikawal KRI Kelabang-826 yang pada saat itu sedang menggelar operasi patroli laut di ZEE Indonesia.
 
Seperti yang diketahui, pada tanggal 30 Oktober lalu kapal KM. Saudara Bahagia GT 120 pada saat melaut mengalami gangguan pada mesin yang mengakibatkan kapal hanyut hingga masuk ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) India, sehingga mereka diamankan oleh kapal Angkatan Laut India (India Khan).
 
Kedatangan KRI Kelabang-826 dengan komandan oleh Mayor Laut (P) Aris Pratikto bersama KM. Saudara Bahagia dengan beserta 39 ABK di Sabang  disambut langsung oleh Palaksa Lanal Sabang, Mayor Laut (PM) Ahmad Azahari, S.H., M.H., beserta prajurit Lanal Sabang. Selanjutnya seluruh ABK KM. Saudara Bahagia diperiksa kesehatanya oleh tim medis Lanal Sabang.
 
Saat ini kapal KM. Saudara Bahagia sandar di dermaga pangkalan TNI AL Sabang sambil menunggu dokumen kapal ikan tersebut yang sedang dibawa oleh KRI Imam Bonjol-383 dari Nicobar Andaman, India.

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Daerah Hukum Kriminalitas TNI

WFQR IV Koarmabar Berhasil Tangkap Speed Boat Bawa Narkoba Senilai 4 Miliar di Perairan Tanjung Balai Karimun

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Tim Satgas Gabungan Anti Narkoba Western Fleet Quick Response (WFQR) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Lantamal IV Tanjungpinang dan Lanal Tanjung Balai Karimun berhasil menangkap dan memeriksa sebuah speed boat dengan tiga orang awak yang diduga sebagai kurir yang akan menyelundupkan narkoba  diperairan Timur Pulau Takong Hiu pada Posisi 1°12.157 U 103° 21.969 T,  Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Jumat (20/10). Ketiga awak tersebut masing-masing masing A.J (38), warga negara Indonesia,  Z ( 21) dan N (42),  keduanya berkewarganegaraan Malaysia dengan membawa narkoba jenis Sabu-sabu 3.148 gram dan Pil Ekstasi 4.322 butir senilai kurang lebih empat milyar rupiah.
 
Demikian dikatakan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., dalam keterangan persnya di Pusat Komando Dan Pengendalian (Puskodal) Koarmabar, Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No.67, Jakarta Pusat, Jumat ( 20/10/2017).
 ‎
Peristiwa berawal pada Selasa (17/10), Tim WFQR IV memperoleh informasi dari nelayan di sekitar perairan Takong Hiu, bahwa sering melintas speed boat asing yang bukan milik masyarakat setempat, melaju dengan kecepatan tinggi sehingga mengganggu aktivitas kegiatan nelayan setempat. Selanjutnya Tim melaksanakan briefing dan pendalaman terkait informasi tersebut.  Kemudian diperoleh kesamaan informasi dari penangkapan narkoba sebelumnya bahwa wilayah perairan tersebut merupakan pelintasan speedboat pengangkut narkoba. Kemudian tim gabungan melaksanakan pembagian sektor penyekatan dan pengintaian di wilayah tersebut.
 
Kemudian pada Kamis (19/10)  Tim WFQR IV dengan menggunakan tiga speedboat nelayan sewaan melaksanakan infiltrasi di sekitar perairan Timur Takong Hiu dengan menyamar sebagai nelayan dan berbaur dengan nelayan setempat. Sementara itu Patkamla Combat Boat, Patkamla Pegassus dan Patkamla V8 menempati sektor penyekatan. Selanjutnya Tim Pengintai menginformasikan kepada tim penyekat bahwa ada sebuah speed boat melintas dari arah Perairan Malaysia menuju perairan Timur Takong Hiu.  Berdasarkan informasi tersebut maka Patkamla Combat boat melaksanakan prosedur Jarkaplid (Pengejaran, Penangkapan, dan Penyelidikan) terhadap speedboat tersebut dengan hasil terdapat tiga orang kurir narkoba dengan membawa narkoba jenis Sabu, Pil Happy Five dan Pil Ekstasi.

Menurut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos.,  informasi yang diberikan oleh nelayan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap keamanan di wilayah laut dan keberhasilan penangkapan kurir narkoba ini merupakan wujud kerja sama serta sinergitas masyarakat dengan TNI Angkatan Laut. Hal ini sejalan dengan motto TNI bahwa  Bersama Rakyat TNI Kuat.
 
Pada kesempatan tersebut, Pangarmabar mengapresiasi kinerja prajuritnya di lapangan yang berhasil menangkap tiga orang kurir narkoba dan barang bukti berupa Sabu sabu 3.148 (Tiga kilogam lebih), Pil Happy Five 2.250 butir dan pil ekstasi 2.132 butir yang diperkirakan senilai kurang lebih empat milyar serta mengucapkan terima kasih kepada masyarakat nelayan yang telah bekerjasama dengan memberikan informasi kepada TNI Angkatan Laut.
 
Guna pengembangan lebih lanjut, saat ini ketiga kurir narkoba beserta barang bukti diamankan di Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang.‎

Pewarta : Anton