Categories
Kesehatan Polhukam

Cegah Kerumunan, Satgas Covid-19 Kota Serang bersama TNI – Polri Bubarkan Massa Aksi FUIB 

Koran Jurnal, Serang – Walikota Serang H. Syafrudin, S.Sos., M.Si., meminta massa apel Akbar Forum Umat Islam Banten (FUIB) mempercepat kegiatannya dan segera membubarkan diri, agar tidak berlama-lama dalam kerumunan yang bisa menyebabkan penularan Covid-19.

Apel Akbar itu berlangsung di Masjid Ats’Tsaurah, Kota Serang, Banten. Massa apel mulai berdatangan sejak pukul 11.00 wib, yang dilanjutkan dengan Shalat dzuhur berjamaah kemudian apel akbar.

“Setelah deklarasi ini, bapak-bapak, ibu-ibu, semuanya, untuk bisa membubarkan diri. Karena kami ingin semuanya warga Kota Serang ini sehat semuanya, bapak-bapak, ibu-ibu sehat semuanya, jangan sampai penyebaran covid-19 hari ini merajalela dengan terjadinya kerumunan,” kata Walikota Serang H. Syafrudin, S.Sos., M.Si., dilokasi apel akbar FUIB, Rabu (25/11/2020).

Syafrudin juga berterima kasih ke peserta apel yang telah mematuhi protokol kesehatan (prokes) covid-19 dengan memakai masker hingga menjaga jarak selama acara berlangsung. Dia berharap usai acara tersebut, tidak terjadi lonjakan kasus positif Corona.

“Saya selaku Walikota Serang dan ketua gugus tugas Kota Serang, mengucapkan terima kasih dan semoga kita semua dalam kondisi sehat semuanya,” jelasnya.

Personil gabungan dari TNI, Polri hingga Satgas covid-19 yang berjaga selama acara berlangsung, terlihat terus mengingatkan masyarakat dan peserta untuk menaati prokes, seperti memakai masker hingga menjaga jarak.

Total, ada sekitar 400 personil gabungan yang ikut berjaga disekitar lokasi apel akbar FUIB. Apel akbar selesai sekitar pukul 16.00 wib dan massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

“Kegiatan hari ini kita sudah lakukan pengamanan, situasinya kondusif dan massa aksi tetap mengedepankan protokol kesehatan menggunakan masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan. Sebelum acara dimulai juga sudah kita lakukan himbauan, dari Polres, Satpol PP, BPBD, TNI, agar masyarakat mengedepankan prokes,” kata Kapolres Serang Kota Polda Banten AKBP Yunus Hadith Pranoto, S.IK., M.Si., dilokasi.

Dari pantauan awak media, kegiatan berjalan dengan lancar, aman dan kondusif.(hum/red).

Categories
Megapolitan Polisi TNI

Kapolda Metro bersama Pangdam Jaya Luncurkan Timsus Penindak dan Penegak Protokol Kesehatan Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana bersama Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman melaunching Timsus (tim khusus) Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 dan Penegak Disiplin Berbasis Ojek Online (ojol), di depan Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/09/2020).

Peluncuran tersebut ditandai dengan pemberian rompi kuning bertuliskan ‘Timsus Penindak’ kepada sejumlah personel Polda Metro, Kodam Jaya, Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Sementara untuk komunitas berbasis Ojol diberikan rompi kuning bertuliskan ‘Timsus Penegak’.

Dalam sambutannya, Nana mengatakan, peluncuran timsus penindak dan penegak protokol kesehatan covid-19 dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 dan memberikan efek deteren kepada warga masyarakat yang melanggar atau tidak mematuhi prokes covid-19.

“Bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan tentunya untuk memberikan efek deteren kepada masyarakat. Kami tetap melakukan kegiatan operasi yustisi ini dengan humanis, persuasif tetapi tegas,” terang Nana.

Adapun timsus penindak pelanggar protokol kesehatan di tingkat provinsi terdiri dari 19 tim dengan rincian 12 tim khusus yang bersifat stasioner dan 7 timsus bersifat mobile.

Untuk di tingkat wilayah atau Polres, lanjut Nana, ada 161 timsus. Dengan perincian 13 timsus mobile dan 49 timsus stasioner. Sementara untuk 99 Polsek yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat 1-2 timsus yang melakukan operasi yustisi.

Nana juga mengungkapkan, langkah itu dilakukan lantaran penyebaran virus Covid-19 di wilayah hukum Polda Metro Jaya masih tinggi.

“Dalam 1 bulan terakhir rata-rata per hari masyarakat yang tertular Covid-19 berkisar antara 900 sampai 1.000 orang. tentunya sangat memprihatinkan dengan banyaknya korban Covid-19 yang positif bahkan meninggal dunia,” ungkap Nana.

Nana menambahkan, selain melakukan tindakan di pos-pos stasioner, tim ini bergerak secara mobile untuk melakukan penindakan. Timsus akan menindak pelanggar protokol kesehatan dimanapun di wilayah DKI Jakarta.

“Jumlah personil yang dilibatkan ada 3 ribu dari TNI, 3 ribu dari Polri, 700 dari satpol PP, 50 dari Kejaksaan dan 50 dari pihak pengadilan,” jelas Nana.

Sementara Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, TNI-Polri bersatu dalam melaksanakan tugas penanganan pandemi covid-19.

“Yang pertama (TNI-Polri) dalam melaksanakan tugas, Satgas Aman Nusa, Operasi Yustisi dan sekarang terbentuknya Timsus yang akan segera dilaunching,” kata Dudung.

“Bersatu untuk menegakkan protokol kesehatan, agar wabah virus covid-19 ini bisa dihentikan,” imbuhnya.(red)

Categories
Kesehatan Nasional

Pemerintah dan KPU Bersama TNI-Polri Sebar 34,3 Juta Masker secara Serentak ke Seluruh Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – TNI-Polri bersama KPU, Bawaslu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 serta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional akan membagikan 34.355.900 masker kepada masyarakat secara serentak diseluruh Indonesia hari ini, Kamis (10/09/2020).

Pembagian masker ini dalam rangka kampanye jaga jarak untuk menghindari kerumunan dalam rangka Operasi Yustisi penggunaan masker untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Di samping itu untuk menyerukan terciptanya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di 270 kabupaten/kota secara damai, aman dan sehat.

“Secara simbolik kegiatan ini akan digelar di Lapangan Promoter, Polda Metro Jaya. Total masker yang akan dibagikan sebanyak 34.355.900 diseluruh Indonesia,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangannya.

Jenderal bintang dua itu berharap dengan pembagian masker tersebut masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19. “Kita berharap dengan menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, penyebaran Covid-19 bisa terputus,” ungkap Argo.

Berikut rincian pembagian masker di masing-masing provinsi;

1. Jawa Barat 3,5 juta
2. Banten 260.000
3. Metro Jaya 4,5 juta-Mabes Polri 2,2 juta
4. Jawa Tengah 5,7 juta
5. Jawa Timur 4,3 juta
6. Yogyakarta 200.000
7. Bali 650.000
8. Nusa Tenggara Barat 200.000
9. Nusa Tenggara Timur 272.000
10. Maluku 270.000
11. Maluku Utara 190.000
12. Papua 286.000
13. Papua Barat 200.000
14. Sulawesi Selatan 1,65 juta
15. Sulawesi Barat 1,38 juta
16. Sulawesi Tenggara 1,054,9 juta
17. Sulawesi Tengah 400.000
18. Sulawesi Utara 250.000
19. Gorontalo 213.000
20. Aceh 200.0000
21. Sumatera Utara 2,051 juta
22. Bengkulu 200.000
23. Sumatera Barat 213.000
24. Riau 630.000
25. Kepulauan Riau 311.000
26. Jambi 230.000
27. Sumatera Selatan 885.000
28. Bangka Belitung 250.000
29. Lampung 250.000
30. Kalimantan Timur 470.000
31. Kalimantan Barat 600.000
32. Kalimantan Selatan 347.000
33. Kalimatan Tengah 440.000
34. Kalimantan Utara 200.000.(hum/red)

Categories
Nasional Polisi TNI

Peran Polri dan TNI Implementasikan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Penularan virus SARS-CoV-2 masih terjadi di tengah masyarakat. Penyebaran COVID-19 yang berkelanjutan dapat memicu dan memperburuk berbagai permasalahan sosial-ekonomi. Kepatuhan dan kedisplinan dalam penerapan protokol kesehatan menjadi salah kunci penanganan Covid-19.

Dalam konteks tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020. Ini merupakan langkah untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan secara disiplin dan patuh oleh semua pihak. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Awi Setiyono menyampaikan hal tersebut di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta, Kamis (13/08/2020).

Ia menyampaikan bahwa dalam Inpres tersebut memuat empat poin yang diarahkan khusus kepada Polri.

“Pertama, Presiden Jokowi memerintahkan Polri untuk turut mendukung dengan mengawasi penerapan protokol kesehatan,” ujar Awi.

Kedua, Polri diminta bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam melakukan patroli.

“Lalu yang ketiga, Polri diarahkan untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan tujuan supaya masyarakat ikut berpartisipasi dalam mencegah penyebaran COVID-19 di Indonesia,” lanjut Awi.

Kemudian yang keempat adalah efektivitas penegakkan hukum terkait pelanggaran protokol kesehatan.

Awi juga mengatakan bahwa Polri telah melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan membuat program Kampung Tangguh di berbagai daerah. Dalam program Kampung Tangguh, masyarakat diminta memindai, menganalisis, serta mengambil tindakan pemecahan masalah yang sedang terjadi.

“Di situ nanti ada tim medisnya sendiri, penguatan terkait dengan ketahanan pangan, bahkan sampai ada tim pemulasaraan, tim edukasi terkait dengan 3M,” imbuhnya.

Langkah 3M merupakan protokol kesehatan yang disosialisasikan oleh pemerintah, sebagai penyingkatan dari memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Mengenai penegakkan hukum yang sifatnya denda, Awi mengatakan bahwa hal tersebut adalah pilihan terakhir. Penegakkan hukum pun dilakukan sesuai dengan peraturan daerah yang dibuat oleh pemda masing-masing. Selagi masih dapat dilakukan pembinaan dalam upaya mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, Polri akan mengedepankan hal tersebut.

Lebih lanjut, Awi mengajak masyarakat untuk disiplin diri dalam mematuhi protokol kesehatan dan tidak menganggap pandemi Covid-19 ini sebagai konspirasi belaka.

Pada kesempatan yang sama, Subbid Pam dan Gakkum Satgas Penanganan COVID-19, Aloysius Agung menjabarkan kegiatan yang sudah dilakukan oleh TNI sebelum COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi. Kegiatan tersebut di antaranya adalah penjemputan Warga Negara Indonesia (WNI) ke Wuhan, Cina dan penyiapan kegiatan karantina di Pulau Galang, Kepulauan Riau.

”Setelah Presiden Joko Widodo menyatakan COVID-19 sebagai sebuah pandemi, dibentuklah Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang mana TNI juga termasuk di dalamnya,” ungkap Aloysius.

Selanjutnya, mengenai peran TNI terhadap Inpres Nomor 6 Tahun 2020 ini, Aloysius mengatakan bahwa TNI mendukung dengan bersinergi dengan Polri seperti yang sudah disampaikan oleh Awi Setiyono.

“Dalam hal ini TNI tidak melibatkan unsur-unsur yang (menyangkut kegiatan) bertempur. Jangan bayangkan bahwa begitu TNI turun, maka yang diturunkan Alutsistanya, sama sekali tidak. Kita bicara tentang protokol kesehatan,” imbuh Aloysius.

Kemudian Aloysius menegaskan bahwa peran personel TNI yang dilibatkan dalam pendisiplinan protokol kesehatan disesuaikan dengan rancangan operasi yang dibuat oleh Pemda masing-masing, contoh di Madiun terbentuk Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan Agar Warga Sehat (Pendekar Waras) yang mana melibatkan TNI.

“Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat desa, Panglima TNI telah mengarahkan tugas tersebut kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa). Hal ini dilakukan guna membuat masyarakat terbiasa dengan pematuhan protokol kesehatan,” ujar Aloysius.

Selanjutnya, Aloysius mengatakan bahwa Ia sangat mendukung sanksi sosial yang diberlakukan oleh Pemda dalam penegakkan protokol kesehatan pada masyarakat.

“Kadang-kadang sanksi sosial yang diberlakukan oleh Pemda itu malah lebih disegani dan dilaksanakan oleh masyarakat setempat,” ucapnya.

Menutup perbincangan, Aloy mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan 3M, dengan menggunakan bahasa daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Poro sedoyo, babaturan, tong hilap nya, ojo lali 3M. Cuci tangan, pasang masker, jaga jarak. Matur suwun,” tuturnya.(pus/red)

Berikut Video Dialog “Penegakkan Inpres No 6 Tahun 2020: Ada Hukuman Tidak Pakai Masker?” : https://youtu.be/anczzDWxTmg

 

Categories
Militer Nasional

Presiden Dorong Siswa Perwira TNI-Polri Buat Terobosan

Koran Jurnal, Bogor – Presiden Joko Widodo mendorong para siswa perwira TNI-Polri untuk bekerja dengan cara-cara baru yang lebih cepat dan efisien, antara lain dengan melakukan terobosan-terobosan sehingga memotong cara kerja yang bertele-tele dan lamban. Presiden meyakini, ke depan negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) Tahun Anggaran 2020 melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 28 Juli 2020.

“Berkali-kali saya sampaikan bahwa bukan negara besar mengalahkan negara kecil, kalau itu yang lalu iya, tetapi yang sekarang dan yang akan datang negara cepat yang akan mengalahkan negara yang lambat. Artinya, yang cepat yang akan menang,” kata Presiden.

Kepala Negara menjelaskan bahwa permasalahan tata kelola pemerintahan berada pada terlalu banyaknya peraturan yang membelenggu. Menurutnya, prosedur dan tahapan-tahapan yang terlalu banyak, serta birokrasi yang panjang acap kali menjebak kita sendiri sebagai yang membuat peraturan.

“Inilah saya kira pekerjaan besar kita ke depan, termasuk di TNI dan Polri. Dan saudara-saudara nantinya akan berada di depan karena akan menjadi pimpinan-pimpinan di TNI dan Polri,” ujarnya.

Untuk itu, Presiden mengajak para peserta yang terdiri atas siswa Sesko TNI, Sesko Angkatan, Sespimti dan Sespimmen Polri untuk berani memberikan nuansa baru dan pemikiran-pemikiran baru yang berbeda. Tak hanya itu, perwira TNI-Polri juga harus mampu menuntun dan menemukan cara-cara baru yang lebih cepat.

“Memacu anak buah kita untuk menempuh jalan yang lebih cepat, yang _smart shortcut_, yang _goal oriented_, berorientasi pada hasil, yang hasilnya bisa kita lihat dan bisa kita kalkulasi,” imbuhnya.

Cara kerja yang berorientasi pada hasil, cepat, dan efisien merupakan hal yang mutlak diperlukan untuk memenangkan kompetisi dengan negara-negara lain. Apalagi saat berada dalam situasi yang sulit seperti saat ini di mana krisis kesehatan bersamaan dengan krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Kita ini harus, suasana seperti ini, kita harus berani mengubah _channel_ dari _channel ordinary_ yang biasa-biasa saja ke _channel_ yang _extra ordinary_, _channel_ yang luar biasa, baik itu kecepatan maupun cara-cara kerja kita,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengajak kepada para peserta Sesko TNI, Sesko Angkatan, Sespimti, dan Sespimmen Polri, untuk mengawal beberapa agenda yang mendesak dan penting bagi negara. Para perwira juga diminta untuk mengawal perubahan cara-cara kerja baru yang lebih cepat dan efisien.

“Sekali lagi, kalau cara-cara ini bisa kita lakukan, saya meyakini kita akan bisa melewati masa yang sulit ini, masa yang tidak mudah ini, kemudian kita akan masuk kepada sebuah budaya baru kerja di dalam situasi yang normal yang kita harapkan nantinya tahun depan kita sudah berada pada posisi pulih ekonomi, vaksinnya sudah ketemu, dan bisa dilaksanakan vaksinasi secara massal kepada seluruh rakyat di negara kita,” tandasnya.

Untuk diketahui, acara tersebut diikuti oleh peserta dari Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri.(DBPers/red)

Categories
Militer Nasional Polisi TNI

Presiden Jokowi Lantik 750 Perwira Remaja TNI Polri Tahun 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 750 perwira remaja terdiri dari 457 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan 293 Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2020.

Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah Perwira TNI-Polri yang dibacakan oleh Presiden Jokowi dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) yang dilaksanakan secara virtual (video conference) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/07/2020).

“Pada kesempatan yang berbahagia ini atas nama pribadi, atas nama masyarakat, atas nama negara dan bangsa saya menyampaikan selamat atas pelantikan saudara-saudara para kesatria muda sebagai Perwira Remaja TNI dan Polri sebagai patriot muda kebanggaan negara kita Indonesia,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Ratusan perwira tersebut dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 55/TNI/2020 dan Keppres Nomor 56/Polri/2020 tentang Pengangkatan Taruna dan Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menjadi Perwira TNI dan Perwira Polri yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden.

Upacara pengambilan sumpah dan pelantikan diwakili oleh delapan Perwira perwakilan dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri, yang terdiri atas empat Perwira TNI-Polri peraih Adhi Makayasa dan empat Perwira TNI-Polri dari perwakilan agama (Islam, Katolik, Protestan dan Hindu). Sedangkan Perwira TNI-Polri lainnya mengikuti upacara dari Akademi masing-masing, yaitu di Akmil Magelang, AAL Surabaya, AAU Yogyakarta dan Akpol Semarang.

Dalam kesempatan itu, dibacakan juga perwira penerima Adhi Makayasa kepada empat perwira, yaitu: Angga Andhika Y. dari Akademi Militer; Rizqy Z. Djuhaeri dari Akademi Angkatan Laut; Juanda Siregar dari Akademi Angkatan Udara; dan Ivan Pradipta M. dari Akademi Kepolisian.

Turut hadir Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Idham Azis.(red)

Categories
Polisi Ragam TNI

Kompak, Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Panen Raya Serentak Serta Luncurkan Kampung Tangguh Nusantara

Koran Jurnal, Tangerang – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Panen Raya Serentak dan Penebaran Benih serta Peluncuran Program Kampung Tangguh Nusantara di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (09/07/2020).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis, bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, ini merupakan wujud peran serta TNI-Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Sebagai kebutuhan dasar dan salah satu hak asasi manusia, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya, dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat diminta memberikan sambutan, menjelaskan dasar pemikiran diselenggarakannya kegiatan tersebut.

Kegiatan yang mengusung tema “Masyarakat Produktif Wujudkan Ketahanan Pangan” ini juga diikuti para Kapolda, Pangdam, dan gubernur (Forkompimda) dari seluruh Indonesia melalui sambungan virtual Zoom. Selain itu, dilakukan juga dialog interaktif dengan Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, dan Polda Jawa Timur.

Turut hadir dalam kegiatan yang berisi sejumlah kegiatan seperti panen ikan nila, penanaman pohon jagung, penebaran benih lele, dan panen udang, ini Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar; serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar. Hadir juga para pejabat utama TNI dan Polri.

Saat panen, tampak kekompakan Panglima TNI dan Kapolri mengangkat ikan nila dari dalam tambak menggunakan jaring penangkap ikan secara berasama-sama. Semakin eratnya kekompakan TNI-Polri merupakan tujuan lain dari kegiatan ini.

Sinergitas TNI-Polri yang kian kompak itu diharapkan dapat menjadi pendorong semakin kuatnya ketahanan masyarakat khususnya dalam menghadapi pandemi COVID-19. oleh karena itu, di sela kegitan tersebut, diselipkan juga kegiatan sosial pemberian bantuan Sembako kepada masyarakat terdampak COVID-19.

“Dalam rangka membantu masyarakat terdampak pandemi COVID-19, TNI-Polri bahu membahu melaksanakan bakti sosial dalam bentuk pemberian bantuan 2.000 paket Sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat si sekitar lokasi ini,” ungkap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz melalui Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto selaku penanggungjawab kegiatan mengatakan bahwa ketahanan pangan merupakan solusi untuk mengantisipasi bahaya krisis pangan yang dilontarkan oleh FAO, juga sebagai upaya untuk menebarkan semangat hidup produktif di masyarakat.

“Kita harus antisipasi krisis pangan, karena kamtibmas itu mencakup segala aspek, pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan masyarakat yang terdampak akibat pandemi baik penurunan penghasilan maupun yang kehilangan pekerjaan”, ujar Komjen Agus.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta agar kementerian/lembaga mempunyai sense of crisis yang sama demi percepatan penanganan COVID-19.(rls/red)

Categories
Daerah Polisi Ragam TNI

Akabri 89 Gelar Baksos di Kota Solo

Koran Jurnal, Surakarta – Produktivitas masyarakat di tengah pandemik harus terus dijaga. Namun, produktivitas ini harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Sehingga masyarakat bisa tetap aman saat beraktivitas.

Hal ini diucapkan Aspers KSAD Mayjen TNI Herry Wiranto saat membuka Bakti Sosial (Baksos) Akabri Angkatan 1989 yang bertajuk Pengabdian TNI- Polri Akabri 89, “Hidup Produktif & Aman Covid 19 di halaman Mako 2 Polres Surakarta, Sabtu (04/07/2020).

Dalam Baksos ini, Aspers KSAD Mayjen TNI Herry Wiranto didampingi Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dan beberapa Perwira Tinggi lulusan tahun 1989 dari Matra Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara diantaranya Aslog Kapolri Irjen Pol Ahmad Dhofiri , Kakorbimmas Irjen Pol Risyapudin Nursin, S.I.K, Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen. Pol. Chryshnanda Dwilaksana.

Dampak dari Pandemi Covid-19 di seluruh wilayah tanah air Indonesia mengetuk hati Alumni Akabri 89 yang terus bergerak menggelar Baksos untuk membantu meringankan masyarakat. Para alumni Akabri 89 ini yang terdiri dari matra Darat, Laut, Udara dan Kepolisian memberikan paket sembako kepada warga masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kota Kelahiran Presiden RI Ir Joko Widodo. Hari ini 10.000 sembako yang akan dibagikan ke beberapa titik di Solo dan sekitarnya.

Aspers KSAD Mayjen TNI Herry Wiranto yang mewakili alumni Akabri 89 mengatakan, kegiatan ini merupakan aksi solidaritas sosial sebagai wujud pengabdian, kepedulian, dan gotong royong alumni Akabri 89 kepada warga Solo dan sekitarnya. Bakti Sosial kali ini digelar di 3 titik yaitu di Mako 2 Polresta Surakarta, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy Mangkuyudan Surakarta pimpinan KH Abdul Karim (Gus Karim) dan Sragen.

“Masyarakat harus paham bahaya dari Covid-19 ini, maka masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemik Covid-19 dengan tatanan baru yang disebut New Normal atau tatanan baru beradaptasi dengan Covid-19. Saya meminta masyarakat untuk wajib jaga jarak, rajin mencuci tangan, pakai masker, dan menghindari kerumunan untuk hidup produktif dan aman Covid-19,” kata Aspers KSAD Mayjen TNI Herry Wiranto dalam sambutanya.

Aspers KSAD Mayjen TNI Herry Wiranto menjelaskan, bantuan ini menyasar bagi para korban PHK, marbot masjid, panti jompo, pesantren, yatim piatu, ojek online dan ojek pangkalan, kaum disabilitas, manusia gerobak, purnawirawan atau warakawuri, dan masyarakat yang membutuhkan.

“Khusus Solo dan sekitarnya hari ini,10.000 paket sembako akan didistribusikan ke tiga wilayah Solo dan Sragen,” terang Aspers KASAD Mayjen TNI Herry Wiranto.(rls/red)

Categories
Ekonomi

Kementan Gandeng TNI-Polri Perkuat Pengawasan Karantina Pertanian dan Pangan

Koran Jurnal, Lembang — Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya memperkuat sektor pertanian terutama guna menghadapi dampak yang akibatkan sesudah virus corona atau covid 19 terhadap semua sendi kehidupan khususnya perekonomian. Salah satu akselerasinya yakni memperkuat pengawasan keamanan dan mutu pangan melalui Badan Karantina Pertanian dengan menggandeng TNI dan Polri.

“Kami hadir di Jawa Barat hari ini melakukan gerakan pengendalian diseluruh pengendalian airport dan pelabuhan yang ada untuk memastikan bahwa operasi terpadu antara jajaran pemerintahan yg diwakilakn Kepala Badan Karantina Pertanian bersmaa TNI dan Polri melakukan upaya-upaya pengawasan yang ada di seluruh Indonesia. Saya juga menyampaikan penghargaan dan ucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri atas sinergi yang telah terjalin kuat,” kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat membuka gelar Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian di Lembang, Selasa (16/06/2020).

Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kami, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara.

Syahrul mengungkapkan dalam gerakan pengendalian ini pun dilakukan pemusnahan atau penghapusan terhadap temuan-temuan yang berbahaya yakni di 50 lebih pelabuhan. Badan Karantina Pertanian mencatat bahwa sejak Januari hingga Juni 2020 telah melakukan penahanan, penolakan dan pemusnahan komoditas pertanian yang berbahaya dan ilegal asal luar negeri sebanyak 7.056 kali. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan periode sama di tahun 2019 yang hanya 3.841 kali.

“Saya kira ini penting agar betul-betul pintu keluar masuk kita bisa berfungsi lebih maksimal didalam menjaga berbagai komoditas yang masuk maupun keluar. Dengan demikian dalam kondisi aman sesuai norma norma penyelenggaraan komoditas yang ada,” paparnya.

Lebih lanjut Syahrul menegaskan gerakan pengawasan keamanan dan mutu pangan merupakan salah satu akselerasi dalam mempertangguh sektor pertanian guna menjawab pelemahan ekonomi pasca covid 19. Kementan melalui Badan Karantina bertugas mensortir semua lingkup komoditas apa saja yang masuk ke Indonesia dan juga mensortir agar tidak semua komoditas Indonesia yang dikirim keluar untuk diperdagangkan dan layak dikonsumsi.

“Oleh karena itu tugas ini memang kelihatannya sederhana tapi sebenarnya mengandung sebuah inti yang sangat sangat fundamental. Dapat dibayangkan kalau impor sebuah barang bibit yang dikirim masuk ke dalam negeri oleh siapa saja dan mengandung katakanlah mengandung virus yang berbahaya tidak dan saja virus corona, maka ini akan merusak kita semua. Oleh karena itu Karantina pertanian bersama TNI dan Polri kita bisa menjaga keluar masuknya penyakit,” tegasnya.

Syahrul menambahkan untuk menjamin keamanan dan meningkatkan ketahanan pangan, Kementan melalukan karantina pertanian yang baik melalui online sistem. Oleh karena itu sesudah covid 19 atau sesudah perlambatan-perlambatan yang lain diakibatkan covid 19, dipastikan nantinya akselerasi ini akan kembali muncul dengan baik.

“Saya ingin menyanpaikan hari ini bersama Gubernur Jawa Barat berbagai hal akibat dampak Covid 19, khususnya dalam mengakselerasi pertanian untuk menjawab kepentingan masyarakat lebih khususnya Jawa Barat, kita telah sepakat sama-sama mengakselerasinya. Kita sepakat untuk kompak melakukan upaya-upaya agar masyarakt tetap produktif walau hidup dalam kondisi baru atau kondisi normal sesudah covid 19 yang ada,” tuturnya.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberikan acungan jempol terhadap kinerja sektor pertanian khusus di masa pandemi covid 19. Sebab, hasil penelitian Universitas Pajajaran menyatakan sektor ekonomi yang paling tangguh di seluruh dunia dan juga Indonesia adalah pertanian. Pertanian, peternakan, perikanan pokoknya semua yang terhubungan dengan alam itu ternyata tidak terpengaruh terlalu besar.

“Kemudian dari statistik Jawa Barat pak, orang yang terkena covid rata-rata orang kota, orang makin ke desa ke kabupaten itu covidnya juga makin sedikit. Karena covid ini penyakit kerumunan, makin padat potensi makin besar, makin tidak berkerumun makin sedikit,” ujarnya.

Ridwan mengatakan terobosan yang dijalan Kementan saat ini dan pasca covid 19 adalah sejalan dengan yang dikonsepkan bahkan sudah dijalan pemerintah Provinsi Jawa Barat. Yakni membangun digitalisasi pedesaan dan di sektor pertanian memperkuat teknologi pertanian berbasis teknologi 4.0.

“Nah itulah kenapa kami juga akan berkampanye pak menteri pasca covid para lulusan perguruan tinggi tidak usah ke kota-kota lagi, tinggal aja di desa tapi rejeki kota dan bisnisnya mendunia dan salah satu yang kita siapkan pak menteri adalah digitalisasi pedesaan. Kemudian teknologi pertanian memakai drone dan kami juga punya aplikasi bisa mengetahui antara pasar pertanian dengan tanah koordinat itu bagaimana bisa macing,” ucapnya.

“Selama ini petani hanya pakai feeling pak, yang lakunya kentang, dimana-mana nanam kentang. Padahal kemiringannya tidak cocok dan kualitas tanah tidak cocok. Aplikasi yang sedang kita bangun itu akan menginformasikan pasar dimana, produk pertanian yang lagi naik apa, dihubungkan dengan geografis lahan nanti dimacingkan dengan produk yang pas,” lanjut Ridwan.

Pemetaan Zona Rawan

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil memaparkan inovasi berupa pemetaan zona rawan untuk memperkuat pengawasan dilapangan oleh jajarannya. Ini salah satu upaya upaya untuk memitigasi resiko wilayah-wilayah yang selama ini menjadi entry points dari pangan dan komoditas pertanian ilegal masuk ke wilayah kita.

“Pemasukan pangan atau komoditas illegal atau tidak adanya jaminan pemenuhan aspek kesehatan dan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Dan ini dapat berdampak negatif dalam upaya Kementerian Pertanian dalam membangun swasembada pangan,” paparnya.

Perlu diketahui, pada kegiatan ini Mentan Syahrul memberikan penghargaan atas dukungan operasional kepada Laksda TNI Didik Setiyono sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari sebagai Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat dan Irjen Pol Drs. Erry Rudolf Nahak sebagai Asisten Kapolri Bidang Operasi.

Mentan Syahrul juga bersama Gubernur Jawa Barat, Pangdam III Siliwangi dan Kapolda Jabar menyaksikan secara daring patroli gabungan Kementan bersama pihak TNI dan POLRI di laut, darat dan penyeberangan serta pemusnahan komoditas pertanian impor ilegal dan berbahaya.(hum/red)

Categories
Megapolitan Militer

Warga RW 08 Kelurahan Cilincing Jakarta Utara Jadi Sasaran Alumni Akabri 89

Koran Jurnal, Jakarta – Pandemi Covid-19 yang berdampak signifikan di Indonesia membuat Alumni Akabri angkatan 1989 tidak tinggal diam. Para alumni Akabri 89 yang terdiri dari matra Darat, Laut, Udara dan Kepolisian tersebut melakukan bakti sosial dengan memberikan paket pangan kepada keluarga kurang mampu yang terdampak Covid-19 di Cilincing Jakarta Utara, Minggu (14/06/2020).

Penyaluran bantuan paket pangan dari alumni Akabri angkatan 1989 dilakukan di Kecamatan Cilincing di wilayah Jakarta Utara, paket diserahkan secara simbolis oleh Pangkoopsau I Marsma TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso MM. M.Tr(Han), Marsma TNI Hadi Suryono, Kolonel inf Iwan Sumantri, Kolonel laut Dr. Hari TNI Mulyadi, Dandim jakarta utara, Kapolres jakarta utara, Kapolsek Cilincing
kepada warga RW 08 kemudian Kapolrestro Jakarta Utara dan Dandim Jakarta Utara melanjutkan penyaluran paket sembako bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa dengan cara door to door agar tepat sasaran.

Komjen Pol Drs Agus Andrianto selaku Kabaharkam Polri di tempat terpisah menyampaikan bahwa kegiatan aksi Solisaritas Sosial yang dilaksanakan para alumni Akabri 89 ini merupakan wujud pengabdian yang Solid antara TNI dan Polri yang digelar di berbagai kewilayahan di Indonesia oleh para alumni Akabri 89 dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19.

“Saya menghimbau masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi Covid-19 dengan beradapsi mengikuti perubahan tatanan kehidupan new normal selama pandemic Covid-19. Ikuti aturan pemerintah untuk tetap jaga jarak, rajin mencuci tangan, wajib pakai masker dan menghindari kerumunan untuk hidup produktif dan aman Covid-19” ungkap Komjen Agus.

Komjen Agus juga menjelaskan bahwa aksi Solidaritas Sosial alumni Akabri 89 merupakan tindak lanjut arahan Panglima TNI dan Kapolri utk menggalang dan menggerakan hati nurani masyarakat yang mampu untuk turut serta memberikan Bantuan Sosial kpd warga yang terdampak Pandemi Covid 19.

“Dengan adanya kepedulian tiap-tiap elemen masyarakat/Kelompok/Community/Angkatan dll sebagaimana yang sedang dilaksanakan setidaknya bisa memberikan kontribusi mengurangi beban hidup masyarakat yang benar-benar membutuhkan” kata Komjen Agus.

Komjen Agus menyebutkan bahwa ini juga sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih TNI-POLRI kepada masyarakat bahwa hasil survey menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI-Polri cukup tinggi dalam peranannya percepatan penanganan pandemi covid-19 diseluruh Indonesia, dimana tingkat tertinggi adalah institusi TNI dan ketiga Polri setelah Lembaga Kepresidenan.(rls/red)