Categories
Militer Polisi Ragam TNI

Peduli Covid-19, Alumni AKABRI 89 Distribusikan 22.550 Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak

Koran Jurnal, Jakarta – Alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI, sekarang dipisah menjadi Akmil dan Akpol) angkatan tahun 1989 menggelar bakti sosial Pengabdian TNI-Polri AKABRI 89 dengan tema “Hidup Produktif & Aman COVID-19”.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendistribusian 22.550 paket Sembako, yang merupakan hasil sumbangan alumni AKABRI 89 dari seluruh Indonesia, untuk masyarakat terdampak COVID-19. Paket Sembako ini akan disalurkan ke 18 wilayah di Jakarta (Pusat, Barat, Selatan, Utara, dan Timur), Bekasi (Kota dan Kabupaten), Depok, Tangerang (Kota, Selatan, dan Kabupaten), Bogor (Kota dan Kabupaten), Kepulauan Seribu, Cianjur, Subang, Purwakarta, dan Serang.

Adapun sasaran pendistribusian adalah masyarakat yang terkena PHK akibat pandemi COVID-19, marbot masjid, panti jompo, panti asuhan, pesantren, yatim piatu, ojek online dan pangkalan, kaum sisabilitas, Manusia Gerobak, masyarakat yang tidak bisa mudik, purnawirawan/warakawuri TNI-Polri, dan tenaga medis.

“Kami menjalankan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan pengurangan kesenjangan. Semoga pendistribusian sembako alumni AKABRI angkatan 89 dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenkopolhukam RI, Mayjen TNI Rudianto, selaku Ketua Alumni AKABRI 89 atau yang biasa disebut juga Altar 89.

Pernyataan tersebut disampaikan Mayjen TNI Rudianto usai memimpin pelaksanaan Apel Baksos Alumni AKABRI 89 di Lapangan Baharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis 11 Juni 2020, sebagai tanda awal dimulainya pendistribusian paket Sembako.

Hadir dalam apel tersebut alumni AKABRI 89 dari empat matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, dan Polri, di antaranya Mayjen TNI Eko Margiono (Pangdam Jaya), Mayjen TNI Heri Wiranto (Aspers Kasad), Mayjen TNI Suharyanto (Sesmil Pres), Laksamana Muda TNI TSNB Hutabarat (Deputi Bidang Opslat Bakamla RI), Marsekal Muda TNI Andyawan Martono Putra (Asrena Kasau), Komjen Pol Agus Andrianto (Kabaharkam Polri), dan Irjen Pol Risyapudin Nursin (Kakorbinmas Baharkam Polri).(bmb/red)

Categories
Kesehatan Nasional Polhukam

Jelang ‘New Normal’, Pemerintah Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan PSBB di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Pusat mengambil langkah untuk memperketat pengawasan protokol kesehatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiap lokasi keramaian dengan melibatkan aparat TNI dan Polri.

Hal tersebut dilakukan pemerintah dalam rangka lebih mendisiplinkan masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan PSBB, menjelang penerapan ‘New Normal’ atau penerapan (aktivitas) normal yang baru.

“Memastikan mulai hari ini akan digelar oleh TNI dan Polri, pasukan untuk berada di titik-titik keramaian dalam rangka mendisiplinkan, lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai PSBB,” kata Presiden  Joko Widodo (Jokowi) usai meninjau Stasiun MRT Bundaran H.I, didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Jakarta, Selasa (26/05/2020).

Jokowi menyebut pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan secara masif ini akan digelar di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota.

“Akan digelar di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota mulai hari ini,” kata Jokowi.

Ia berharap, pendisiplinan ini mampu menekan penurunan kurva penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19.

“Sehingga kita harapkan kedisiplinan yang kuat dari masyarakat akan semakin terjaga,” ujarnya.

“Dan kita harapkan nantinya dengan dimulainya TNI dan Polri ikut secara masif mendisiplinkan ini, menyadarkan, mengingatkan masyarakat, kita harapkan kurva dari penyebaran Covid ini akan semakin menurun,” jelas Jokowi.

Sementara, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, pihaknya bersama Polri akan melaksanakan pendisiplinan protokol kesehatan Covid-19 di 1.800 objek di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota. Objek tersebut meliputi pariwisata hingga pasar rakyat.

“Seperti yang disampaikan Presiden (penerapan New Normal) adalah 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota. Objeknya adalah tempat-tempat lalu lintas masyarakat, mal-mal, pasar rakyat, dan tempat pariwisata,” kata Hadi.

Adapun tahap pertama pelaksanaan pendisiplinan menjelang penerapan New Normal, akan dilaksanakan secara serentak di 4 wilayah, yaitu di DKI Jakarta, Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Sumatera Barat, dan Provinsi Gorontalo.(red)

Categories
Kesehatan Megapolitan Polisi TNI

TNI dan Polres Lebak Perketat Pemeriksaan di Pos Perbatasan

Koran Jurnal, Lebak – Guna mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) di wilayah hukum Polres Lebak Polda Banten, personil Polres Lebak dibantu dengan Muspika melakukan pengecekan suhu tubuh kepada setiap warga pengguna kendaraan yang masuk ke wilayah Kabupaten Lebak di Pos perbatasan Kec.Maja dan Kab.Tangerang, Jum’at (10/04/2020).

Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso melalui Kapolres Lebak AKBP Firman Andreanto mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mendeteksi virus Covid-19 sejak dini kepada pengendara yang masuk ke wilayah Kabupaten Lebak.

“Kegiatan ini untuk mendeteksi lebih dini dan mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di wilayah hukum Kabupaten Lebak. Jadi setiap waga atau pengendara yang masuk ke wilayah Kabupaten Lebak harus di cek suhu tubuhnya dan setiap kendaraan di semprotkan cairan disinfektan agar,” ucapnya.

Lanjutnya, “kenapa kegiatan ini dilakukan di lokasi tersebut, karena daerah ini masuknya perbatasan, jadi diadakan pemeriksaan kepada semua pengguna jalan yang dari arah Tangerang menuju Kec. Maja ataupun sebaliknya”.

Sementara itu ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi terus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mentaati kebijakan pemerintah dan maklumat Kapolri tentang upaya Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat selalu berada di rumah, sehingga bisa menghentikan penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten.

“Kami sangat peduli terhadap keselamatan masyarakat, sehingga kami selalu hadir di tengah masyarakat untuk menghimbau, mengingatkan dan membubarkan perkumpulan massa di luar rumah, demi keselamatan warga masyarakat,” tegas Edy Sumardi

“Mari bersatu lawan corona, dengan warga tinggal di rumah saja, kami selalu bekerja untuk masyarakat, masyarakat berada di rumah untuk keselamatan warga dan membantu pemerintah,” tutup Edy Sumardi. (hum/red)

Categories
Nasional Pendidikan

Lantik Perwira TNI-Polri, Presiden Jokowi: Prajurit Harus Ikuti Perkembangan Zaman

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada para perwira remaja TNI dan Polri yang telah dilantik untuk mengikuti perkembangan zaman menghadapi tantangan global yang semakin berat. Hal itu diamanatkan oleh Presiden saat bertindak selaku inspektur upacara dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2019 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/07/2019).

“Saudara-saudara adalah penjaga masa depan bangsa ini. Kejayaan Indonesia sudah ada di depan mata tetapi harus diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas. Masa depan yang penuh harapan tetapi juga sekaligus penuh dengan tantangan-tantangan besar,” ujarnya.

Tantangan-tantangan tersebut di antaranya ialah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta munculnya revolusi industri baru yang semakin menimbulkan perubahan dalam berbagai bidang dengan cepat dan berdampak besar. Semua hal itu menimbulkan disrupsi-disrupsi dan kompleksitas yang menuntut perhatian TNI dan Polri dalam menjalankan tugasnya.

“Dunia sekarang ini penuh dengan disrupsi, perubahan, risiko-risiko. Dunia juga semakin kompleks, penuh dengan kejutan-kejutan yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan-hitungan kita. Sekali lagi, kecepatan, kompleksitas, dan ketidakterdugaan adalah ciri baru dari dunia internasional yang berlangsung berubah saat ini,” kata Presiden.

Hal-hal baru yang muncul sebagai akibat dari tantangan tersebut juta menuntut adanya perubahan cara kerja kita dalam menghadapi masalah. Cara-cara dan model-model lama dalam bekerja kini tak lagi bisa digunakan.

“Advanced robotic dan artificial intelligence telah mempermudah kita di banyak hal termasuk di dunia kemiliteran dan kepolisian. Tetapi di saat yang sama juga menimbulkan jenis-jenis kejahatan baru yang menjadi tantangan kita bersama,” tuturnya.

Maka, tidak ada pilihan lain bagi TNI, Polri, dan seluruh pihak untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta bekerja dengan penuh kecepatan. TNI dan Polri juga harus melengkapi diri dengan sistem, teknologi, dan cara-cara terkini dalam menghadapi setiap ancaman yang muncul ke depannya.

“Di dunia kemiliteran pasti terjadi perkembangan yang luar biasa dalam strategi, taktik, dan sistem persenjataan. Di dunia kepolisian juga harus semakin canggih dalam memberantas kejahatan digital, penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, serta perlindungan dan pelayanan kepada rakyat dan masyarakat,” ucapnya.

Di saat yang sama, tugas TNI dan Polri untuk melindungi Pancasila dari gempuran ideologi-ideologi lain juga amat besar. Kepada para perwira remaja yang baru saja dilantik, Kepala Negara berpesan agar tetap menjaga toleransi terhadap perbedaan di dalam keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Saudara harus terus melindungi Pancasila dari gempuran gelombang ideologi-ideologi luar. Saudara harus menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menjaga toleransi terhadap perbedaan antaranak bangsa. Saudara harus terus menjaga persatuan dalam keberagaman Indonesia,” kata Presiden.

Presiden Jokowi kemudian mengakhiri amanatnya dengan mendoakan kesuksesan bagi para perwira remaja TNI dan Polri untuk dapat membawa kejayaan bagi Indonesia di masa mendatang.

“Saya ucapkan selamat bertugas kepada para patriot muda Indonesia. Buatlah orang tuamu bangga, buatlah Indonesia berjaya,” tandasnya.(DBPers)

Categories
Megapolitan Militer Polhukam TNI

Pangdam Jaya: Masa Tenang, Kondisi DKI Jakarta Sekitarnya Aman dan Kondusif

Koran Jurnal, Jakarta – Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Mayjen TNI Eko Margiyono menegaskan kondisi DKI Jakarta dan sekitarnya memasuki masa tenang Pemilu 2019 ini kondusif dan aman.

Hal ini ditegaskan Pangdam usai apel kesiapsiagaan skala besar Pengamanan Pemilu di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (14/4).

Pangdam bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, yang memimpin apel ini, juga mengatakan bahwa apel gabungan yang diikuti 38.000 personel ini, merupakan tahap pengecekan kesiapan jajarannya.

“Jangan anggap apel gabungan ini ada apa-apa, tidak ada, sebaliknya kami hanya ingin mengecek kesiapan kami,” kata Pangdam.

Selain itu, Pangdam juga menambahkan, Pengamanan Kodam Jaya menjangkau wilayah DKI Jakarta, sebagian Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten.

“Selain yang kita BKO-kan ke Polda Metro Jaya, ada juga sebagian yang di wilayah Kabupaten Tangerang ke Polda Banten, dan Depok, Kota Bekasi serta Kabupaten Bekasi ke Polda Jawa Barat,” jelasnya.

Pangdam juga menambahkan, tugas anggota TNI dalam pengamanan Pemilu ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu di sekitar Tempat Pemungutan Suara (TPS), Obyek Vital Nasional dan patroli bersama.

“Ada yang di TPS, mengamankan obyek vital nasional dan ada yang diajak patroli bersama pihak Kepolisan. Intinya adalah kita memberikan dan menjamin rasa aman kepada masyarakat saat pemilihan dan pasca pemilihan,” tambah mantan Danjen Kopassus ini.

Selanjutnya, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya melakukan pelepasan pasukan patroli bersama yang diikuti aparat gabungan dan sejumlah kendaraan taktis, truk, ambulan, mobil dan motor patroli dari satuan TNI AU, TNI AL, Kostrad Kopassus dan Polri. Selain itu, kedua Jenderal Bintang Dua ini juga memberikan pengarahan kepada prajurit Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya di Hall D Jakarta Internasional Expo.(red)

Categories
Militer Pendidikan

Panglima TNI: TNI dan Polri Miliki  Pendidikan Chandradimuka Peletak Dasar Integrasi

Koran Jurnal, Magelang – TNI dan Polri  memiliki pendidikan Chandradimuka yang telah ditempuh selama tiga bulan sesungguhnya merupakan waktu yang sangat singkat untuk membentuk sebuah budaya sinergi dan kerjasama pada dua organisasi yang sangat besar di negeri ini. Dua organisasi yang senantiasa menjadi tumpuan rakyat Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang mengemuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memimpin Upacara Wisuda 776 Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, bertempat di lapangan Sapta Marga Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (01/11/2018).
 
Menurut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, 3 (tiga) bulan tersebut adalah waktu yang sangat berharga bagi Taruna–Taruni TNI dan Polri hidup dan berlatih bersama, berbagi suka dan duka, mengenal satu sama lain dan bahkan mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing tanpa sekat.
 
“Selama kurun waktu tersebut,diharapkan tumbuh ikatan sosial, psikologisdan jiwa korsa yang erat. Sampai saat ini pun saya masih merasakan eratnya persaudaraan, jiwa korsa dan ikatan batin dengan seluruh rekan Perwira TNI dan Polri yang bersama-sama menjalani beratnya latihan serta suka duka pendidikan,” kata Panglima TNI.
 
Selanjutnya, Panglima TNI mengatakan bahwa pendidikan selama 3 (tiga) bulan sesungguhnya adalah peletak dasar integrasi yang sangat dibutuhkan kelak di kemudian hari. Dikatakan demikian karena dalam beberapa waktu terakhir, bangsa Indonesiadilanda beberapa bencana. 
“Bencana yang merenggut nyawa, harta  dan benda sertarakyat menjadi saksi bahwa sinergi seluruh komponen bangsa sangat dibutuhkan dalam meringankan beban penderitaan korban. Sinergi tersebut sangat dibutuhkan dalam masa tanggap darurat sampai pada rehabilitasi dan rekonstruksi,” ungkapnya.
 
Ditambahkan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bahwa kerja sama seluruh kementerian, lembaga dan seluruh komponen bangsa sejatinya tidak hanya dalam penanggulangan bencana. Seluruh proses pembangunan nasional guna pencapaian tujuan sebuah bangsa dan negara tidak dapat berjalan maksimal bila ada ketimpangan didalamnya. Layaknya perahu dayung, tidak akan dapat mengarungi lautan dengan segala gelombang, arus dan tiupan angin bila pendayung diatasnya tidak bekerja sama,” ujarnya.
 
“Untuk itulah TNI dan Polri akan senantiasa menjadi pemersatu serta mendorong seluruh komponen bangsa yang ada dalam berkolaborasi dan bekerjasama membangun negeri tercinta,” jelasnya.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan kepada seluruh Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian bahwa menjadi prajurit TNI dan anggota Polri adalah pilihan hidup yang mulia. Pilihan terhormat untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara, melalui profesi yang menuntut pengorbanan tinggi.
“Untuk itu, diperlukankomitmen pribadi yang kuat untuk menyelesaiakan pendidikan ini sampai tuntasdan selanjutnya nanti menjalankan tugas sebagai Perwira dengan terhormat sampai purna tugas,” pungkasnya.
 
Adapun 776 Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian yang dilantik, terdiri dari Akademi Militer 295 orang (277 Taruna dan 18 Taruni), Akademi Angkatan Laut 109 orang (99 Taruna dan 10 Taruni), Akademi Angkatan Udara 115 orang (105 Taruna dan 10 Taruni) serta Akademi Kepolisian 257 orang (227 Taruna dan 30 Taruni).(ton/Pusp) 
 
Categories
Polhukam TNI

Panglima TNI: Netralitas TNI-Polri di Bidang Pengamanan Kunci Keberhasilan Pemilu 2019

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Netralitas TNI-Polri dalam menghadapi Pemilu tahun 2019 adalah salah satu kunci yang  akan menentukan keberhasilan Pemilu, khususnya di bidang pengamanan. TNI-Polri harus mampu menunjukkan  komitmen yang kuat dalam membangun dan mewujudkan sinergitas TNI-Polri agar dalam pelaksanaan tugas pengamanan dapat dicapai kesuksesan, sehingga keamanan dan keutuhan NKRI dapat terjaga.

Demikian pembekalan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. diwakili Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman dengan materi “Sinergi TNI-Polri Dalam Pengamanan Pemilu 2019”di hadapan 364 peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengamanan Pemilu Tahun 2019 Dalam Rangka Mewujudkan Keamanan Dalam Negeri, di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jalan Tirtayasa Raya No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/09/2018).

Menurut Panglima TNI, upaya untuk  mensukseskan pelaksanaan perbantuan TNI kepada Polri dalam pengamanan  Pemilu tidak bisa dicapai secara instan, dibutuhkan proses untuk mencapai keberhasilan, diperlukan sosialisasi masing-masing pihak tentang aturan yang berlaku, mekanisme perbantuan, prosedur pengamanan dan penyamaan persepsi tentang tujuan perbantuan untuk mencapai keterampilan yang tinggi dan kemampuan interoperability.

Panglima TNI menegaskan bahwa selama pelaksanaan Pemilu 2019,  TNI-Polri harus tetap mewujudkan terpeliharanya Kamtibmas, mencegah terjadinya anarkisme, kerusuhan sosial baik vertikal maupun horisontal dan mencegah terjadinya kerawanan lanjutan yang berpotensi mengancam eksistensi  negara.

“Mari bersama-sama kita bangun etos kerja sesuai bidang keahlian kita masing-masing, sehingga TNI-Polri akan makin profesional dan dengan dilandasi jiwa ksatria serta loyalitas tegak lurus, kita Dharma Baktikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kerawanan-kerawanan Pemilu 2019 antara lain pada tahap masa tenang, yaitu penyebaran isu hoax, money politik,  intimidasi dan perusakan logistik Pemilu pada tahap pemungutan suara.

“Dengan pengalaman Pilkada serentak 2018, TNI-Polri sudah mempersiapkan diri, apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan,  itu semua sudah disimulasikan,” ungkapnya.

Disisi lain Panglima TNI mengatakan bahwa untuk mengantisipasi pengamanan Pemilu 2019, TNI akan mengerahkan personel sampai dengan dua pertiga dari kekuatan Polri yang terlibat operasi dan  kekuatan itu akan digelar di wilayah-wilayah yang memang dianggap rawan termasuk berbagai macam Alutsista dari ketiga matra.

“Jumlah personel yang disiagakan tentunya akan kita sesuaikan dan kita akan menunggu apa yang diperlukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujarnya.

“Dalam pelaksanaan pentahapan Pemilu 2019, TNI selalu berkoordinasi dengan Polri tentang rencana  pengamanan sesuai dengan pentahapan dimulai dari tahap pendaftaran dan penetapan calon,masa kampanye, distribusi logistik, masa tenang pemungutan dan penghitungan suara serta pengamanan objek vital termasuk  pengamanan pejabat penyelenggara Pemilu sampai dengan pelantikan anggota DPR, DPRD, serta Presiden dan Wakil Presiden,” jelasnya.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa  saat ini TNI-Polri sudah melakukan latihan-latihan parsial bersama tentang prosedur pengamanan bersama di setiap wilayah dengan melakukan koordinasi antara Polda dan Kodam.

“Diharapkan pada saat pelaksanaan pengamanan sudah terjadi sinkronisasi dan saling kesepahaman sehingga tidak akan terjadi benturan antara sesama aparat di lapangan,” tegasnya.(red/Pusp)

Categories
Nasional Polhukam Polisi TNI

Panglima TNI: Soliditas TNI dan Polri Bukan Hanya Seremonial Belaka

Koranjurnal.co.id, Balikpapan – Soliditas TNI dan Polri bukan hanya pada tataran atas tetapi sampai pada tataran paling bawah dan bukan hanya seremonial belaka. Untuk itu, seluruh Prajurit TNI dan Polri harus memegang teguh kebanggaan, memiliki  disiplin, dedikasi dan kinerja yang tinggi, professional serta loyalitas yang  terbaik kepada negara dan bangsa.
 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kasad Jenderal TNI Mulyono, pada saat memberikan  pengarahan kepada 4.750 personel TNI dan Polri se-wilayah Kalimantan Timur, bertempat di Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (28/03/2018) kemarin. 
 
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjantomengatakan bahwa kehadiran pejabat, prajurit TNI dan Polri termasuk para Babinsa dan Babinkamtibmas pada kegiatan hari ini menunjukkan begitu eratnya soliditas TNI dan Polri.  
“Saya bangga kepada seluruh prajurit TNI dan Polri, saya melihat dari depan empat warna pelangi ada di sini (TNI AD, AL, AU dan Polri) dan ini menunjukkan bahwa soliditas TNI dan Polri sangat baik,”  ungkapnya.
 
“Saya yakin seluruh Prajurit TNI dan Polri bangga dapat ditempatkan di wilayah ini,  yang tentunya menjadi pengalaman tersendiri dengan situasi geografi,  demografi dan kondisi sosial yang ada di Kalimantan Timur,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
 
Dihadapan 4.750 personel TNI dan Polri, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa  kemajuan pesat yang tak terduga di berbagai bidang khususnya bidang digital, computing power, dan analisa data selalu memiliki paradoks yang membuka peluang ancaman. “Beberapa diantaranya yang paling signifikan adalah ancaman siber, biologi dan kesenjangan,” ucapnya.
 
Disisi lain pengarahannya, Panglima TNI kembali menegaskan bahwa menjelang Pilkada serentak tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019, Prajurit TNI dan Polri harus  tetap solid dan netral serta  mempunyai tugas pengamanan demi suksesnya pesta demokrasi. “Tugas TNI mendukung Polri dalam hal mengamankan pelaksanaan kegiatan pesta demokrasi 2018 dan 2019, termasuk membantu pengiriman logistik Pemilukada dan Pemilu ke daerah-daerah yang sulit dan terpencil,” tuturnya.
 
Diakhir pengarahannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan penekanan dan harapan untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas  Prajurit TNI dan Polri, sebagai berikut:  Pertama, jaga kepercayaan rakyat kepada TNI dan Polri, jangan sampai  dinodai dan rusak atau dihancurkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.  Kedua, tingkatkan kemampuan deteksi dini maupun cegah dini dari ancamanIdeologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Pertahanan dan Keamanan  (Ipoleksosbudhankam) yang dapat mengancam persatuan, kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara, khususnya dalam penyelenggaraan Pemilukada 2018 dan tahapan Pemilu 2019. Ketiga, TNI dan Polri sebagai aparat negara harus berdiri tegak di atas semua golongan dan mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga ke-Bhinneka–an dan senantiasa melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas serta tidak mengenal menyerah.  Keempat, unsur pimpinan agar selalu dekat dan menyatu dengan anak buahnya,  sehingga mengetahui segala kesulitan yang dialami bawahannya dan segera dapat mengambil langkah solusinya.  Kelima, tetap jaga dan pelihara soliditas dan solidaritas TNI dan Polri hingga terjalin antar individu sebagai modal dasar melaksanakan peran fungsi dan tugas masing-masing, serta menjadi teladan bagi stakeholders maupun komponen masyarakat lainnya.
 
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam pengarahannya mengatakan bahwa ketika TNI dan Polri bersatu, maka negara ini sudah aman.  
“Agenda-agenda tingkat nasional maupun internasional seperti pengamanan pesta demokrasi Pemilukada tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019 serta pelaksanaan Asian Games ke-18 di Indonesia, semuanya akan berjalan aman,” ujarnya.
 
Lebih lanjut Kapolri menyampaikan bahwa netralitas TNI dan Polri pada pesta demokrasi, dengan tidak ikut memilih dalam Pemilukada dan Pemilu merupakan kehendak rakyat. “Soliditas TNI dan Polri hendaknya tidak hanya pada tataran atas tetapi betul-betul solid sampai ke tingkat paling bawah,” katanya. 
 
Dihadapan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa tujuan kunjungannya bersama Kapolri ke Kalimantan Timur adalah untuk menyamakan pola pikir, pola sikap dan pola tindak demi menjamin netralitas pada pesta demokrasi Pilkada tahun 2018 dan tahapan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019.
 
“Apa yang sudah ditunjukkan oleh seluruh  Prajurit TNI dan Polri pada hari ini, Saya yakin tujuan netralitas itu bisa tercapai dan pengamanan Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019 berjalan aman, sukses dan lancar,” kata Panglima TNI.
 
Dalam kunjungan kerjanya ke Kalimantan Timur, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian didampingi Ibu Tri Suswati Tito Karnavian.(red/Pusp)