Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL-UKHO Sepakat untuk Terus Tingkatkan Kerjasama di Bidang Hidrografi

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan The United Kingdom Hydrographic Office (UKHO) sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Hal tersebut merupakan pokok pembahasan dalam kunjungan National Hydrographer of United Kingdom Rear Admiral Peter Sparkes ke Pushidrosal. Kamis (20/02/2020).

Dalam kunjungan itu, Rear Admiral Peter Sparkes yang didampingi Mr. Steve Druce dan Mr Christopher Hunt selaku Head of Partnering and Engagement of Asia pasific, , diterima langsung oleh Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. yang didampingi pejabat utama di anjungan utama Pushidrosal Jalan Pantai Kuta V/1 Ancol Timur Jakarta Utara.

Dalam Pertemuan itu, dibahas beberapa kerja sama yang selama ini sudah terjalin erat antara Pushidrosal dan UKHO di antaranya tentang peningkatan capacity building SDM hidrografi. Selama ini, Pushidrosal secara rutin telah mengirimkan peserta kursus marine kartografi kategori B di UKHO Inggris, diharapkan kerja sama tersebut dapat berlanjut untuk meningkatkan profesionalisme personel Pushidrosal dan diharapkan kedepannya Pushidrosal diberikan kesempatan untuk bisa mengirimkan perwira untuk pendidikan yang lebih tinggi

Hal lain yang didiskusikan adalah tentang pendistribusian peta laut. Saat ini UKHO merupakan Partner Utama bagi Pushidrosal dalam hal pendistribusian peta terutama peta ENC, diharapkan hal ini dapat terus ditingkatkan di masa datang.

Kerja sama peta dual badge antara Pushidrosal dan Inggris yang berjumlah 57 nomer peta saat ini sudah terlaksana sejumlah 42 nomer, diharapkan 15 nomer peta lagi dapat segera diselesaikan

Pada kesempatan tersebut Kapushidrosal juga menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil mengajukan trafic separation Scheme (TSS) di selat sunda dan selat lombok dan telah di adopsi dalam peta laut, dan akan diberlakuakn secara penuh pada 1 juli 2020, diminta untuk Admiralty dan peta ENC dari UKHO dapat menyesuaikan dengan memasukan kedua TSS tadi

Sementara itu, National Hydrographer of United Kingdom Rear Admiral Peter Sparkes mengapresiasi kemajuan Kantor Hidrografi Indonesia, serta eksistensi dan kontribusi Pushidrosal terhadap berbagai kegiatan di IHO, serta aktif dalam 3 regional hydrographic Commission yaitu EAHC, NIOHC dan SWPHC yang memiliki cakupan area yang sangat luas.

Rear Admiral Peter Sparkes menyampaikan, bahwa secara geografis wilayah Indonesia berada pada posisi yang sangat strategis, sehingga Misi untuk Menjadi World Maritime Fulcrum bukan lah suatu hal yang salah, keberadaan kantor hidrografi yang kuat dan modern sangatlah penting untuk mewujudkan hal tersebut.

UKHO mengakui bahwa Indonesia merupakan partner yang penting bagi Inggris, sehingga kedepannya kerja sama antar dua kantor hidrografi dapat terus ditingkatkan lagi.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Negara-negara Pasifik Barat Daya Apresiasi Kemajuan Hidrografi Indonesia

Koran Jurnal, Wollongong – Negara-negara kawasan Pasifik Barat yang tergabung dalam South West Pacific Hydrographic Commission (SWPHC) mengapresiasi keberhasilan dan kemajuan Indonesia dalam bidang hidrografi.

Apresiasi itu disampaikan dalam Konferensi Hidrografi Regional Pasifik Barat Daya ke -17, atau17th South West Pacific Hydrographic Commission Conference (SWPHC) 12-14 Februari 2020 di Hotel Wollongong North Beach, Wollongong Australia dengan Australian Hydrographic Office (AHO) berlaku sebagai tuan rumah.

Dalam konferensi ini, Delegasi Indonesia dipimpin Wakapushidrosal sekaligus sebagai Deputy Chief Hydrographer Laksma TNI Dr. Ir. Trismadi yang hadir mewakili Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H.selaku Chief Hydrographer Indonesia, yang didampingi oleh Kasubdit Kerja sama Pushidrosal, Letkol Laut (P) Franciscus Asisi Mahendra.

Apresiasi itu diberikan kepada Indonesia dalam hal ini Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) terkait terlaksananya survei Danau Toba (inland waterways), keberhasilan pembuatan Trafic separation Scheme di selat Sunda dan Selat Lombok, keberhasilan dalam menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, pelaksanaan Maritime Safety Information (MSI) Training dan MSI Database Workshop yang merupakan kegiatan capacity Building lintas regional serta bersandarnya kapal Cruise Sun Princess Cruise milik Carnival Cruise Company baik di pelabuhan gili mas Lombok serta Splendor Cruise di Pelabuhan Benoa Bali, karena adanya jaminan Peta Laut yang akurat.

Konferensi SWPHC yang diadakan di Wollongong ini merupakan Rapat tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk Evaluasi Negara Pasifik barat daya terkait dengan kegiatan survei dan pemetaan di Tahun 2019, sekaligus penyampaian Agenda serta rencana kegiatan masing-masing Kantor Hidrografi di Tahun 2020 terutama kegiatan yang berkaitan baik dengan organisasi Hidrografi Internasional (IHO) maupun dengan regional SWPHC sendiri

Selain itu juga dilaksanakan sharing experience antara Negara anggota SWPHC dan beberapa pelaku bisnis di Bidang Survey dan pemetaan seperti: Fugro, Eomap, Teledyne CARIS, IIC Technologies dan Carnival Cruise, salah satu tujuannya sebagai upaya untuk dapat meningkatkan kemampuan teknis hidrografi dan kartografi dengan mengedepankan teknologi yang disesuaikan dengan tema hari hidrografi Dunia 2020 “Hydrography Enabling Autonomous Technologies”.

Dalam salah satu sesi disebutkan adanya peluang serta permintaan untuk dapat menjadikan Labuhan Bajo sebagai salah satu tujuan Wisata yang bias disinggahi oleh kapal Cruise, hal ini cukup sejalan dengan program pemerintah yang menjadikan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi Wisata super prioritas yang nantinya akan dijadikan salah satu Objek Wisata Premium di Indonesia

Untuk peningkatan capacity di Kawasan Pushidrosal memenawarkan suatu kegiatan Workshop dan Seminar terkait dengan Marine spatial data Infrastructure (MSDI) yang direncanakan akan diselenggarakan pada triwulan ke tiga tahun 2020 oleh Pushidrosal kepada negara anggota SWPHC diharapkan untuk bisa hadir dan berpartisipasi dalam program tersebut.

Selain itu, Pushidrosal juga menawarkan kepada negara anggota SWPHC untuk dapat mengirimkan perwira Angkatan Laut sebagai siswa pada pendidikan kursus hidrografi Cat B dengan sertifikasi IHO yang secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Untuk rapat tahunan SWPHC tahun 2021 akan dilaksanakan di Tonga. Sementara untuk pemilihan Chairman terpilih New Zealand dengan Vice Chairman Tonga.(disp/red)

Categories
IPTEK Megapolitan

Sinergitas Antar Lembaga Pemerintah Manfaatkan Teknologi Modifikasi Cuaca, Salah Satu Solusi Banjir Jabodetabek

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka menanggulangi bencana banjir di wilayah Jabodetabek dan kota penyangga sekitarnya yang terjadi karena faktor tingginya intensitas hujan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) melakukan upaya reduksi dan redistribusi curah hujan menggunakan metode Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Kepala BPPT Hammam Riza menyatakan bahwa pihaknya siap untuk menjalankan operasi TMC sebagai solusi berbasis teknologi dari masalah banjir yang dipicu oleh faktor cuaca. Operasi TMC tersebut sedianya dilaksanakan mulai hari ini Jum’at (3/1).

“Aplikasi TMC dapat dimanfaatkan dengan tujuan mengurangi intensitas curah hujan di wilayah Jabodetabek. Dengan demikian risiko terjadinya banjir yang berpotensi meluas dapat diredam,” jelas Hammam saat meluncurkan Operasi TMC untuk Menanggulangi Banjir Jabodetabek di Kantor BPPT, Jakarta, Jum’at (03/01/2020).

Secara teknis penerapan TMC dilakukan untuk menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan jauh dari permukiman penduduk atau sebelum awan memasuki kawasan padat penduduk seperti di wilayah Selat Sunda atau Laut Jawa.

Hujan diturunkan menggunakan Natrium Klorida (NaCl) yang diangkut dan ditebarkan ke bibit awan menggunakan pesawat Casa 212-200 dan CN-295 milik TNI AU dari Skuadron Udara 2 Halim Perdanakusuma dan Skuadron Udara 4 Abdurrachman Saleh di Malang.

Pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana banjir di Jabodetabek dan sekitarnya tentunya harus memperhatikan pertumbuhan awan. Hal itu menjadi faktor penting yang harus terus dipantau secara berkesinambungan.

Oleh sebab itu, guna membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, BPPT bekerjasama dengan BMKG untuk analisa data cuaca dari radar Stasiun Meteorologi Cengkareng.

Manfaat TMC untuk Penanggulangan Bencana

Selain mereduksi dan meredistribusi curah hujan untuk menanggulangi masalah banjir, TMC juga dimanfaatkan untuk operasi penanggulangan bencana lainnya seperti pemadaman kebakaran hutan dan lahan, pembasahan lahan gambut, pengisian waduk atau embung, hingga meningkatkan elevasi sungai untuk irigasi sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian.

Pada puncak musim kemarau tahun 2019, BNPB bersama BPPT dan BMKG juga telah menggunakan operasi TMC untuk memadamkan karhutla di sejumlah titik di Sumatera dan Kalimantan. Upaya tersebut telah membuahkan hasil seperti yang dilakukan di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengapresiasi upaya BNPB bersama BPPT, BMKG, K/L lain serta dari unsur TNI dan Polri dalam kegigihan upaya menanggulangi bersama. Menurut Bambang, sudah saatnya Indonesia mulai menerapkan teknologi untuk mengurangi dampak bencana alam.

“Saya memberikan apresiasi BNPB dan K/L lain yang selalu berupaya untuk menanggulangi bencana. TMC dilakukan untuk mengurangi risiko bencana agar tidak lebih buruk lagi. Bencana harus kita hadapi dan kita harus bisa menggunakan teknologi untuk mengurangi risiko bencana,” ungkap Bambang.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa kapasitas manusia hanya dapat mengurangi potensi bencana dengan merawat alam. Bagaimanapun manusia tidak bisa menahan kekuatan alam itu sendiri.

“Tidak ada manusia yang mampu menahan kekuatan alam, tapi kita masih bisa mengurangi apa yang dapat menjadi potensi bencana. Kita bisa mengurangi 20 persen dan itu sudah membantu menyelamatkan masyarakat,” kata Doni.

Bagi alumni Akademi Militer 1985 itu operasi TMC menjadi suatu keharusan sebagai upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana sebagai penyelamatan, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.

Mantan Komandan Jenderal Paspampres itu juga menegaskan bahwa apabila alam diganggu maka alam akan mengganggu kita, oleh karena itu Doni mengajak semua unsur masyarakat agar dapat menjaga alam, karena dengan kita alam maka alam jaga kita.

Siklus Cuaca Berubah

Menutup seluruh arahan dari K/L, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan beberapa pelajaran yang harus diperhatikan sebagai bagian dari mitigasi bencana yang dipicu oleh faktor cuaca.

Menurut data BMKG siklus pergerakan cuaca sudah banyak berubah. Siklus cuaca ekstrem memendek, yang sebelumnya datang 10 tahunan menjadi 5 tahunan bahkan 2 tahunan sekali terjadi karena perubahan kondisi alam.

Oleh karena itu, mendukung arahan Kepala BNPB, “Srikandi Penanggulangan Bencana” itu juga menghimbau agar masyarakat bisa beradaptasi dan bisa mengurangi risiko dengan menjaga alam.

Selain itu, Dwikorita juga mengingatkan agar masyarakat dapat menggunakan informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebagai peringatan dini sehingga segala bentuk ancaman dan risiko bencana dapat dikurangi.

“Percayalah prakiraan cuaca dari BMKG meski akurasinya terbatas. Semoga apa yang kita upayakan dapat membantu masyarakat, tutup Dwikorita.(hum/red)

Categories
Ekonomi IPTEK

DPN Perkasa Luncurkan Aplikasi Tukangharian,id, Ini Harapan Dewan Pembina

Koran Jurnal, Jakarta – Dewan Pembina Dewan Pertukangan Indonesia (DPN) Perkasa yang sekaligus penggagas Tukangharian.id, Haidar Alwi, mengatakan tujuan utama aplikasi ini adalah meningkatkan kesejahteraan para tukang. Tukang yang dimaksud tidak semata tukang bangunan saja, tetapi banyak tukang lain seperti tukang cuci, tukang rias, tukang perabot, tukang masak dan berbagai spesifikasi lain yang masih dikembangkan di aplikasi.

“Kenapa kita urus tukang ini? Karena kalau buruh sudah banyak yang urus. Setiap tanggal 1 Mei buruh demo dan mereka dapat BPJS. Kalau tukang enggak ada, maka lewat aplikasi ini kita berdayakan tukang ini,” kata Haidar Alwi, di acara syukuran aplikasi Tukangharian.id, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Menurut Haidar, ada berbagai data tukang di Indonesia namun mengacu kepada data Adhi Karya, jumlah para tukang mencapai 17 juta. Menurut Haidar, jika Gojek atau Grab menjadikan driver/ojek sebagai mitra/partner, maka aplikasi Tukangharian.id menjadikan tukang sebagai tenaga kerja.

“Waktu aplikasi ini dilaunching 21 September 2019 lalu, kita ingin tukang diberi BPJS, tukang di kasih uang pensiun, asuransi juga. Ingat, kita jangan pernah pikir untung besar, tapi yang penting cukup. Karena tukang ini harus dijamin untuk cukup dulu, jangan sampai kekurangan,” ujarnya.

Tukangharian.id menjadikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai ketua dewan penasehat. Haidar mengatakan masih panjang jalan yang akan dilalui Tukangharian.id. Dan untuk berkembang tidak ‘bakar duit’, tetapi menanam duit di koordinator wilayah para tukang tersebut.

“Makanya sosialisasi kita utamakan ke korwil-korwil dulu. Saat ini kita sudah bentuk korwil masing-masing di Jabodetabek untuk sosialisasi aplikasi Tukangharian.id ini. Duit kita sebar ke korwil, bukan bakar duit, mereka sosialisasi, edukasi termasuk menggunakan ponsel dan aplikasinya.”

Ketua DPN Perkasa, Muhammad Kuswandi Amin, mengatakan ingin mengumpulkan data tukang di Indonesia melalui aplikasi digital. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan para tukang di era digital dan industri 4.0 dimana banyak terjadi disrupsi di berbagai bidang kehidupan.

“Jumlah tukang di seluruh Indonesia itu sekitar 15 jutaan. Jumlah itu jauh lebih besar dari jumlah PNS atau karyawan BUMN digabungkan,” kata Muhammad Kuswandi di lokasi peluncuran aplikasi.

Tukangharian.id merupakan aplikasi yang mengumpulkan para tukang di seluruh Indonesia agar layanannya bisa digunakan masyarakat. Aplikasi ini bekerja ibarat mandor bagi para tukang karena memberikan orderan kerja. Tak hanya itu, aplikasi ini juga akan memberikan fasilitas kepada para tukang terutama soal sertifikasi dan edukasi.

Muhammad Kuswandi mengatakan, secara sederhana aplikasi Tukangharian.id bekerja layaknya layanan transportasi online Gojek atau Grab. Bedanya, disini yang didistribusikan adalah layanan tukang sehingga pihaknya memerlukan data-data para tukang tersebut.

“Tiga pekan terakhir sudah 1000 yang mendownload aplikasi Tukangharian.id. Kami berencana mengincar 514 kabupaten dan kecamatan dulu. Untuk tahap awal tukang-tukang di kecamatan se-Jabodetabek kita kumpulkan dulu,” ujarnya.(red)

Categories
Infrastruktur IPTEK

BIG dan BSN Resmikan Layanan Akses Informasi Geospasial ‘SNI Corner’

Koran Jurnal, Cibinong – Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerjasama Badan Informasi Geospasial (BIG), Wiwin Ambarwulan dan Kepala Biro Humas dan Informasi, Badan Standarisasi Nasional (BSN) Zul Amri bersama-sama meresmikan ruang pelayanan akses Informasi Geospasial ‘SNI Corner’, di kantor BIG, Jalan Raya Cibinong, Bogor, Selasa (10/12/2019).

Wiwin mengatakan, peresmian SNI Corner dalam rangka meningkatkan pelayanan akses dan pemanfaatan dokumen Standar Nasional Indonesia (SNI) di bidang Informasi Geospasial kepada masyarakat.

“Seluruh proses penyelenggaraan IG diharapkan mudah diakses seluruh pihak dengan adanya standar yang bermutu. Mulai dari pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pengamanan, penyebarluasan, serta penggunaan data dan IG,” kata Wiwin.

Pembangunan SNI Corner ini, lanjut Wiwin, sesuai dengan amanat UU Nomor 4 Tahun 2011 tentang lnformasi Geospasial beserta turunannya, yaitu PP Nomor 9 Tahun 2014, bahwa BIG sebagai instansi pembina penyelenggaraan Informasi Geospasial (IG) nasional wajib memfasilitasi pembangunan infrastruktur IG guna memperlancar penyelenggaraan IG.

“Salah satu pilar infrastruktur IG tersebut adalah standar. Di BIG, tugas tersebut diemban Kedeputian Bidang infrastruktur IG, khususnya di Pusat Standardisasi dan Kelembagaan IG,” kata Wiwin.

Ia juga menambahkan, dengan adanya SNI Corner di lingkungan BIG, maka akan membantu mempromosikan standar-standar yang telah ditertibkan oleh BIG.

“Jadi buat kami ini sangat membantu mempromo BSN khususnya sekaligus produk-produk standar BIG. Keuntungannya kita punya SNI yang dipromo di dalam jaringan ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Kerjasama dan Layanan Informasi Badan Standart Nasional (BSN) Zul Amri mengungkapkan SNI Corner yang diresmikan di Badan Informasi Geospasial (BIG) merupakan SNI Corner yang ke-31. Dimana sebelumnya sudah diluncurkan di 20 Perguruan Tinggi dan 10 Instansi pemerintahan.

Amri menerangkan outlet layanan dan promosi Informasi yang menyediakan dokumen SNI dan informasi standardisasi dan penilaian kesesuaian (SPK) beserta sistem aksesnya yang terletak di dalam ruangan perpustakaan atau ruang lainnya yang strategis pada perguruan tinggi atau instansi pemerintah.

Sebelum acara peresmian SNI Corner tersebut, dilakukan penandatanganan kerja sama antara BIG dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai payung pembangunan SNI Corner.(red)

Categories
IPTEK Ragam

Megawati Soekarnoputri Terima Penghargaan Kehormatan sebagai Tokoh Penguatan dan Modernisasi MKG

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penghargaan kehormatan kepada Presiden Indonesia ke-5, DR (HC) Megawati Soekarnoputri, sebagai tokoh ‘Pelopor Penguatan dan Modernisasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Untuk Kemanusiaan dan Lingkungan’ dalam acara yang berlangsung di Auditorium BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).

Hal ini dilakukan karena Megawati disebut memiliki peran penting dalam pembentukan BMKG saat Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut menjabat Presiden Republik Indonesia.

“Ibu Megawati Soekarnoputri mampu melihat jauh ke depan dengan mengamati fenomena perubahan iklim global akibat makin masifnya kerusakan lingkungan, dan peningkatan aktivitas kegempaan yang dapat memicu tsunami, sehingga dapat mengancam keselamatan publik dan keberlanjutan pembangunan,” ucap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat memberikan penghargaan secara langsung kepada Megawati sebagai ‘Tokoh Penguatan dan Modernisasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Dengan keputusan politik Megawati kala itu, lahirlah Keputusan Presiden Nomor 46 dan 48 tahun 2002, Badan Meteorologi dan Geofisika diperkuat dan dimodernisasikan fasilitasnya, dengan dilompatkan statusnya sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen, yaitu Badan yang setara Kementerian yang semula berada di bawah Departemen Perhubungan menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND).

Dwikorta berharap dengan adanya penghargaan ini, pejabat-pejabat negara ataupun publik sadar akan pentingnya BMKG. Dia juga meminta masyarakat berperan aktif mengawasi observasi BMKG.

Selain itu, dirinya berharap melalui anugerah kehormatan ini akan menjadi proses edukasi publik untuk menguatkan kesadaran pentingnya memahami, memonitor, memprediksi dan memberikan peringatan dini berbasis inovasi teknologi di bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika.

Mendapat kehormatan dari BMKG, Megawati mengucapkan terima kasih dan tak lupa dirinya mengingatkan bahwa pembentukan BMKG itu juga merupakan peran aktif Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang saat itu menjadi Presiden sebelum Megawati.

“Saya juga tidak menyangka akan mendapatkan penghormatan ini. Saya sendiri sebetulnya berpikir pada waktu itu sedikit bernostalgia apa yang tadi dikatakan oleh Ibu Dwi (Kepala BMKG Dwikorita) memang keputusannya dibuat ketika saya sudah presiden, tetapi sebenarnya penugasannya itu ketika saya sebagai Wapres. Jadi ketika pemerintahannya Presiden Gus Dur (Abdurrahman Wahid),” tutur Megawati Soekarnoputri.

Selain memberikan penghargaan kepada Megawati Soekarnoputri, BMKG juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama dengan BNPP, BNPB, dan PDI Perjuangan. MoU itu sendiri ditujukan untuk mengadakan sosialisasi dan pelatihan bersama terkait informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Bersamaan dengan itu, BMKG sekaligus meluncurkan program Sancakarla dan Simpel, dimana keduanya diharapkan untuk memberikan layanan informasi kepada masyarakat perihal BMKG.(red)

Categories
IPTEK Pendidikan

Menko PMK Sebut Kuliah Kerja Nyata Tematik Revolusi Mental Sangat Strategis Membentuk Karakter Bangsa

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revolusi Mental (RM) merupakan kegiatan strategis dalam upaya menyosialisasikan Program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui Perguruan Tinggi dan mahasiswa.

Menurut Menko Muhadjir, masyarakat pedesaan dapat tersentuh langsung dengan program GNRM. Program tersebut, kata Menko, dimaksudkan untuk membentuk karakter bangsa yang berintegritas, beretos kerja keras, dan bergotong royong.

“Fakta membuktikan bahwa perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam perjalanan sejarah bangsa tidak terlepas dari peran para pemuda terutama mahasiswa,” kata Muhadjir saat memberikan sambutan sebelum membuka kegiatan ‘Rapat Evaluasi Kuliah Kerja Nyata Tematik Revolusi Mental Tahun 2019’, di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng,  Jakarta, Kamis (14/11/2019).

KKN merupakan salah satu kegiatan Perguruan Tinggi yang telah bersinergi dengan Kemenko PMK. Selama 4 tahun ada 55 PT yang telah bermitra dengan Kemenko PMK dalam menyukseskan GNRM.

Perguruan Tinggi menjadi garda terdepan dalam implementasi GNRM yang mendorong perubahan pola pikir, sikap dan perilaku yang berorientasi pada kemajuan di tengah masyarakat.

“Dengan GNRM kita mengharapkberorientasian Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Dalam konteks ini, mahasiswa di PT merupakan ujung tombak implementasi GNRM dengan berperan sebagai Agent of Change,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan laporan, secara akumulatif dari tahun 2016 sampai dengan 2019 terdapat lebih dari 42.000 mahasiswa aktif dalam kegiatan KKN RM. Kehadiran 42.000 mahasiswa setara dengan 1.764.000 men hour days.

Mahasiswa tinggal di lokasi KKN RM selama kurang lebih 42 hari. Mereka menyatu dengan masyarakat, belajar memahami kehidupan masyarakat dan bersama-sama melaksanakan berbagai program KKN RM.

“Melalui program ini tidak saja masyarakat mendapatkan manfaat, tetapi mahasiswa juga mendapatkan bekal pengetahuan tentang persoalan riil yang dihadapi masyarakat,” jelas Muhadjir.

Setidaknya melalui program ini mahasiswa menjadi bagian dari masyarakat yang telah melaksanakan revolisi mental.

“Saya berharap semua PT terutama yang telah 3 dan 4 kali menjadi pelaksana KKN RM dapat semakin baik dalam hal program maupun secara administrasi. Jangkauannya pun tentu saja harus lebih banyak dan luas,” terangnya.

“Hal ini sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya sekedar sent tetapi juga delivered. Program tidak hanya sekedar dilakukan untuk masyarakat tetapi justru harus diterima dan dirasakan oleh masyarakat,” lugasnya.(red)

Categories
Ekonomi IPTEK

Informasi Geospasial Untuk Indonesia Lebih Baik

Koran Jurnal, Bogor – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN Indonesia Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mengapresiasi Badan Informasi Geospasial (BIG) yang memprakarsai sistem informasi modern Kepulauan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Bambang Brodjonegoro saat menghadiri dan membuka secara resmi puncak acara 50 Tahun Hari Informasi Geospasial di Kantor Pusat Badan Informasi Geospasial (BIG), Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/10/2019).

Menteri PPN menjelaskan untuk perencanaan yang baik tentu perlu berbagai macam data, baik data statistik dari BPS serta data sektoral yang menyangkut kementerian. Karena dari waktu kewaktu kementerian terus berkoordinasi dengan BIG untuk memastikan apakah peta-peta yang dibuat itu sudah sesuai perencanaan atau belum. Apalagi Indonesia, negara yang tersentralisasi.

“Dengan bantuan peta jadi sangat penting peta yang detail. Kementerian PPN mendorong BIG dalam membuat peta yang lebih memudahkan kita dalam perencanaan. Dan sejauh ini progresnya sudah sangat baik karena proses perencanaan kita sudah sangat terbantu oleh BIG,” ujarnya.

Bambang berharap kedepan BIG menjadi otoritas untuk pemetaan yang berstandar global. Tentunya bisa membantu pemerintah dalam kesenjangan letak daerah termasuk informasi seakurat mungkin mengenai kondisi berbagai daerah di Indonesia terutama daerah yang di kategorikan tertinggal, daerah terluar dan daerah perbatasan. Sehingga nanti tidak ada lagi isu pemerintah melupakan daerah-daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Hari Informasi Geospasial 2019 Muhtadi Ganda Sutrisna mengungkapkan, peringatan hari Informasi Geospasial ke-50 mengangkat tema ‘Informasi Geospasial Untuk Indonesia Lebih Baik’.

Tema tersebut, jelas Muhtadi, untuk meningkatkan tanggungjawab BIG akan pentingnya kualitas informasi geospasial yang mengacu kepada satu referensi, satu standar, satu geodatabase dan satu geoportal untuk mewujudkan kebijakan satu peta (one map policy).

“Untuk mewujudkan Kebijakan Satu Peta, BIG kedepannya akan mendukung pelaksanaan Satu Data Indonesia,” kata Muhtadi, Sekretaris Utama BIG.

Sebelumnya, rangkaian acara puncak 50 Tahun Hari Informasi Geospasial (HIG) 2019, panitia mengadakan berbagai lomba, antara lain lomba gambar peta untuk anak “We Love Map”. Sosialisasi Anti Narkoba dengan acara Nobar bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) serta berkolaborasi dengan Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN). Indonesia Geospasial Technology Exhibition 2019 (IGTE), Workshop Pengguna IG (KCP III Stakeholder), Workshop Asesor Kompetensi Gudang Informasi Geospasial, Bimbingan Teknis (Bimtek) Toponimi.

Di acara puncak panitia HIG 2019, juga menggelar refleksi 50 th BIG, Senam Bersama BIG, BIG Peduli (donor darah,  layanan kesehatan, khitanan massal, bazar dan santunan pendidikan), Open House BIG, Penghargaan Bhumandhala Award, Penyerahan Produk BIG dan Peluncuran Aplikasi IG.

Sementara rangkaian lain HIG 2019, tambah Muhtadi, panitia akan menggelar Geospasial Soccer Cup pada 18 Oktober 2019 di Stadion Persikabo Kabupaten Bogor dan acara Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan terkait Informasi Geospasial dengan tema Milenial Melek Geospasial yang diadakan 25 Oktober 2019 di Empire XXI Yogyakarta. Dan acara HIG 2019 ditutup dengan acara The Royal Jogja Sand Dunes Geospasial Run 2019 pada 27 Oktober 2019 dengan start-finish Museum Gumuk Pasir, Yogyakarta.

Hadir pada acara puncak HIG 2019 diantaranya sejumlah pejabat kementerian, pejabat daerah, BIN, BNN, mahasiswa dari berbagai universitas, dan tamu undangan.(red)

Categories
IPTEK TNI

Kapushidrosal: Kebijakan Satu Peta, dapat mengacu pada data spasial yang akurat dari Pushidrosal

Koran Jurnal, Jakarta – Perpres No. 9 Tahun 2016 tentang Kebijakan Satu Peta yang merupakan salah satu program prioritas dalam pelaksanaan Nawa Cita pemerintahan Presiden Jokowi.

Kebijakan Satu Peta bidang Maritim yang akan digulirkan oleh Pemerintah dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan, penyediaan infrastruktur, dan berbagai kebijakan nasional pembangunan bidang kemaritiman.

Nantinya dapat mengacu pada data spasial yang akurat dari Pushidrosal dengan Publikasi yang telah dikeluarkan, yaitu Peta Laut Indonesia (PLI) baik Peta Kertas maupun Elektronik.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H, saat menerima kunjungan Ir. Agung Kuswandono , MA. Deputi Bidang Kordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kemenkomar yang didampingi Tito Setiawan (Sekretaris Deputi) dan Rasman Manafi (Kepala Bagian Program Sumber Daya Alam) di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Senin (26/08/2019).

Menurut Kapushidrosal lebih lanjut, peningkatan kerjasama dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) kemaritiman dalam upaya menata wilayah laut dapat memanfaatkan PLI baik kertas maupun elektronik dan Indonesian Marine Geospatial Information Centre (I-Magic) milik Pushidrosal yang dapat di-overlaykan ke Puskodal K/L kemaritiman, sehingga dapat memberikan informasi tidak hanya untuk keselamatan pelayaran, tetapi juga sebagai peta dasar dalam mengelola wilayah laut.

Sementara itu, Deputi Bidang SDA Kemenkomar mengharapkan kepada Pushidrosal untuk bekerja sama dalam mengolah data base yang gunanya untuk mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia, sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia dan bukan sekedar hanya menjadi wacana. Diharapkan Pushidrosal ikut mendukung program tersebut dan selalu meng-update data-data hidrografi, sehingga data-data yang sekarang menjadi data terbaru yang dihasilkan oleh Pushidrosal.

Pada kunjungan itu, Kapushidrosal juga mengajak tamunya untuk berkunjung di ruang Imagic, disana dijelaskan bahwa mudahnya kita saat ini mendapatkan data-data yang akurat tentang pelayaran, jumlah kegiatan yang terjadi di tengah laut, dan data pasang surut yang terjadi diseluruh pesisir laut.
Data tersebut dilakukkan update secara berkala sesuai prioritas melalui survei lapangan, kunjungan selanjutnya ke ruang pembuatan peta kelautan di Dinas Pemetaan, serta Dinas Produksi dan Distribusi (Disprodisi) yang mencetak Peta Laut dan Publikasi Nautika.

Turut mendampingi Kapushidrosal dalam menerima kunjungan tersebut, Wakapushidrosal Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Trismadi, serta segenap pejabat utama Pushidrosal.(pen/red)

Categories
IPTEK TNI

Kapushidrosal: Pentingnya Hidrografi dalam Penyelenggaraan Pembangunan Nasional

Koran Jurnal, Surabaya – Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H memeparkan pentingnya hidrografi dalam penyelenggaraan pembangunan nasional pada forum Geomatics International Conference 2019 (GEOICON 2019) yang digelar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di Ballroom Swiss Bell Inn Hotel, Surabaya, Rabu (21/08/2019).

Dalam event yang bertema “Geospatial Technology for Mapping The Future: Integrating Land And Marine Development” ini Kapushidrosal diundang oleh penyelenggara sebagai Keynote Speakers. Hadir pula pembicara lain, di antaranya Dr. Ian Church Assistant Professor, Department of Geodesy and Geomatics Engineering, University of New Brunswick, Canada., Prof Kai Wei Chiang, Geomatics Engineering Department, National Cheng Kung University, Taiwan., serta Prof Wan Mohd Naim, Head of Strategic Planning Unit, Universiti Teknologi Mara, Malaysia

Pada kesempatan itu, Kapushidrosal memaparkan tentang Tugas pokok Pushidrosal selaku penyedia data dan informasi hidro-oseanografi berupa Peta Laut Indonesia (PLI) baik peta kertas maupun elektronik bagi kepentingan umum maupun militer.

Menurut Kapushidrosal, Indonesia merupakan negara maritime yang besar, kepentingan nasional dapat dicapai dengan menggunakan lingkungan maritime sebagai salah satu medianya. Ini didasarkan karena Perairan Indonesia merupakan perairan yang sangat strategis, karena sebagai Sea Line of Communication(SLOC) dan Sea Lane of Oil Trade (SLOT) bagi kapal-kapal yang berlayar mengingat posisi Indonesia berada pada persilangan dua samudera dan dua benua, serta 4 dari 9 choke point dunia berada di Indonesia.

“Lebih dari 80% perdagangan dunia dilaksanakan melalui laut, 40% melalui perairan Indonesia. Oleh sebab itu dibutuhkan data dan informasi hidro-oseanografi yang akurat, terpercaya dan mutakhir berupa peta laut Indonesia dan publikasi nautika terbitan Pushidrosal termutakhir yang dapat memberikan jaminan keselamatan bagi-kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia,” katanya.

Dalam penentuan batas maritime, data hidrografi dipergunakan dalam mendukung kebijakan politik luar negeri dalam menentukan batas maritime antar negara. Dalam hal ini Pushidrosal merupakan staf teknis Kementerian Luar Negeri RI. Data hidrografi yang akurat sangat vital dan merupakan persyaratan dasar penentuan batas maritime sesuai ketentuan UNCLOS’82.

Selain itu, hidrografi juga memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan kelautan, seperti pengembangan/pembangunan pulau-pulau kecil, pengembangan pariwisata bahari, pembuatan peta tematik area konservasi laut, zonasi laut, data untuk analisa pertahanan laut nasional, serta pembangunan pelabuhan, alur pelabuhan, ALKI dan alur strategis untuk tol laut dalam rangka mewujudkan Poros Maritim Dunia.

“Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa Pushidrosal adalah center of grafity dalam kebijakan Poros Maritim Dunia” tegas Kapushidrosal.(pen/red)