Categories
Daerah Kesehatan

Tindaklanjuti Kasus Anthrax, Kementan Koordinasi Penanganan Bersama Pemprov Gorontalo

Koran Jurnal, Gorontalo – Sejumlah sapi milik warga di Desa Dainaa, Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, yang diduga terserang Anthrax mati mendadak. Kasus tersebut ditindaklanjuti Kementerian Pertanian dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo, melakukan investigasi, mengambil sampel untuk diteliti di laboratorium, serta memastikan ketersediaan stok obat dan vaksin. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, di Jakarta, Senin (08/06/2020).

“Petugas kesehatan hewan sudah turun ke lapang melakukan investigasi kasus dan pengambilan sampel untuk konfirmasi laboratorium di BBVet Maros,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa pengobatan untuk hewan yang sakit sudah dilakukan, disertai dengan sosialisasi tentang penyakit Anthrax bagi masyarakat sekitar kasus.

“Dua minggu setelah pengobatan selesai, akan dilakukan vaksinasi di wilayah tersebut,” tambahnya.

Ia juga memastikan bahwa stok obat berupa antibiotik dan vitamin, serta vaksin di Gorontalo masih mencukupi untuk memastikan penanganan kasus di wilayah tertular dan sekitarnya.

“Tahun ini kita siapkan stok vaksin sebanyak 15.000 dosis dan operasionalnya untuk Gorontalo,” tutur Ketut.

Sebelumnya diinformasikan bahwa ada kasus suspek Anthrax di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Dugaan kasus Anthrax ini diketahui setelah ada laporan kasus Anthrax jenis kulit pada delapan orang penduduk yang diduga memotong paksa sapi sakit dan kemudian mengkonsumsi dagingnya. Anthrax merupakan salah satu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis).

“Kami sudah koordinasikan juga dengan Kemenkes, untuk memastikan penanganan terintegrasi kasus ini dengan pendekatan one health,” ungkap Ketut.

Di tempat terpisah, saat diminta keterangan terkait kasus, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi membenarkan adanya laporan dugaan kasus Anthrax kulit tersebut. Menurutnya pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dan penanganan kasus secara terpadu antara unsur kesehatan dan kesehatan hewan.

Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang bahaya Anthrax ini, serta menghimbau agar masyarakat tidak memotong hewan yang sakit dan kemudian mengkonsumsi dagingnya. Nadia menyebutkan bahwa penduduk yang menunjukan gejala Anthrax kulit telah ditangani oleh Puskesmas.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Kesehatan Hewan, Kementan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa. Menurutnya risiko terbesar penularan Anthrax di Indonesia adalah melalui pergerakan dan pemindahan hewan tertular serta ketika ada hewan sakit yang dipotong dan kemudian dagingnya dijual atau dibagikan untuk konsumsi.

“Kita selalu sampaikan kepada masyarakat agar segera melaporkan setiap kasus hewan sakit kepada petugas untuk ditangani, dan meminta mereka agar tidak memotong hewan sakit dan tidak mengkonsumsi dagingnya bahkan tdk melukai hewan yang mati akibat anthrax tegas Fadjar.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Fenny Rimporok, salah satu petugas dari Dinas Peternakan Provinsi Gorontalo, diketahui bahwa lokasi kasus, yakni di Desa Daenaa belum pernah dilaporkan ada kasus Anthrax sehingga tidak ada pelaksanaan vaksinasi di wilayah tersebut sebelumnya.

Ia menduga bahwa kasus Anthrax yang terjadi karena adanya pemasukan ternak baru dari luar wilayah. Hal ini diperkuat dengan informasi bahwa pada tanggal 9 Mei 2020, salah satu peternak ada yang membeli sapi indukan dan anakan sebanyak dua ekor di Pasar Bongomeme Kabupaten Gorontalo, yang merupakan daerah endemis Anthrax.

“Kita akan terus tingkatkan pengawasan lalu lintas ternak, untuk memastikan kejadian serupa dapat kita minimalisir,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Ketua Gugus Tugas Nasional Umumkan Prakondisi Pembukaan Sembilan Sektor

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengumumkan bahwa tahapan rencana pembukaan sektor ekonomi dan penetapan 102 Kabupaten/Kota untuk melaksanakan program masyarakat produktif dan aman COVID-19 telah dimulai.

Dalam hal ini, pelaksanaan dari program tersebut baru berlaku bagi sejumlah daerah yang berada di zona hijau dan tidak terdapat kasus COVID-19, sehingga untuk kemudian dapat diberikan kewenangan untuk memulai pra-kondisi.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo, mengatakan bahwa langkah kebijakan tersebut telah mendapatkan respon yang positif dari beberapa pimpinan daerah.

“Berdasarkan laporan yang diterima Ketua Gugus Tugas, kebijakan tersebut telah direspon baik oleh pemimpin daerah di 102 Kabupaten/Kota,” kata Doni melalui keterangan resmi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (4/6) malam.

Selanjutnya, para pimpinan di daerah juga telah mengupayakan persiapan dengan seksama dan membangun komunikasi dengan semua kelompok dan komponen masyarakat serta bergotong-royong sebelum menjalankan kegiatan masyarakat produktif dan aman COVID-19.

Sampai sejauh ini, beberapa pimpinan di daerah telah melaporkan bahwa laju peningkatan kasus di wilayahnya masing-masing dapat ditekan. Namun memang diakui bahwa hal itu belum maksimal di beberapa daerah yang lain.

“Hingga saat ini kita sudah bisa menekan laju peningkatan kasus di beberapa daerah, meskipun di beberapa daerah lainnya masih belum maksimal,” jelas Doni.

Menurut Doni, pelaksanaan masyarakat produktif dan aman COVID-19 harus terencana dengan menjalankan tahapan-tahapan meliputi, waktu yang tepat, sektor yang diprioritaskan, koordinasi yang ketat antara pusat dan daerah, serta monitoring dan evaluasi.

“Untuk memastikan terlaksananya tahapan tersebut diperlukan pengawasan dan pengendalian agar tercapai masyarakat produktif dan aman COVID-19,” kata Doni.

Kemudian, di samping pemerintah tetap fokus dan optimal dalam pengendalian COVID-19 agar masyarakat tidak sampai terpapar, pada saat yang bersamaan pemerintah juga harus melindungi jutaan masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

Menurutnya, dampak dari kondisi pandemi tersebut juga dapat memicu masalah baru yang berujung pada menurunnya imunitas sehingga rentan terhadap paparan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

“Dampak dari kehilangan pekerjaan ini akan mengurangi daya beli masyarakat sehingga tidak mampu mendapatkan asupan makanan bergizi yang dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga berisiko terpapar COVID-19,” kata Doni.

Menurut data Kementerian Tenaga Kerja saat ini menunjukkan bahwa dampak COVID-19 telah mengakibatkan sekitar 3,7 juta pekerja formal kehilangan pekerjaan. Ini belum termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan di sektor informal.

Mengacu pada Pembukaan UUD 1945, Pemerintah Negara Indonesia telah diamanatkan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

Di sisi lain, sesuai Pasal 27 ayat 2 UUD 1945 telah menyebutkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Untuk menindaklanjuti amanat konstitusi tersebut, maka Gugus Tugas mempertimbangkan beberapa hal, antara lain dampak kesehatan, sosial ekonomi, dan tenaga kerja, sebagaimana arahan dari Presiden Joko Widodo untuk menentukan tahapan pembukaan sektor ekonomi.

“Presiden Joko Widodo telah menugaskan Ketua Gugus Tugas untuk menyampaikan pembukaan kembali sektor yang memiliki dampak positif terhadap hajat hidup orang banyak,” tutur Doni.

Selanjutnya Gugus Tugas juga melakukan diskusi dengan Pimpinan Kementerian/Lembaga terkait, pakar epidemiologi, kesehatan masyarakat, ekonomi kerakyatan, sosial-budaya dan keamanan.

*Sembilan Sektor*

Adapun dalam pembukaan sektor ekonomi, Gugus Tugas telah mempertimbangkan risiko penularan yang menggunakan indikator kesehatan masyarakat berbasis data yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

Selain itu, penilaian dampak ekonomi dilaksanakan dengan menggunakan indikator indeks dampak ekonomi dari 3 aspek yaitu aspek ketenagakerjaan, proporsi Produk Domestik Regional Bruto sektoral, dan indeks keterkaitan sektor.

Adapun sembilan sektor yang ditetapkan untuk dibuka kembali meliputi; pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan transportasi barang.

Menurut keputusan yang diambil, sembilan sektor tersebut dinilai memiliki risiko ancaman Covid-19 yang rendah, namun menciptakan lapangan kerja yang luas dan mempunyai dampak ekonomi yang signifikan.

Adapun pembukaan sektor-sektor ekonomi tersebut dilakukan oleh Kementerian terkait dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, diawali dengan edukasi, sosialisasi dan simulasi secara bertahap.

“Protokol pelaksanaan di masing-masing sektor dibuat oleh Kementerian/Lembaga terkait,” jelas Doni.

Selain itu, supervisi berupa monitoring dan evaluasi juga dilakukan bersama-sama Kementerian/dinas terkait, Gugus Tugas Pusat dan daerah serta elemen masyarakat secara terus menerus.

Apabila dalam perkembangannya ditemukan kasus COVID-19 baru, maka Ketua Gugus Tugas akan memberi rekomendasi susulan untuk menutup kembali aktivitas tersebut.

“Jika dalam perkembangannya ditemukan kasus Covid-19 dalam sektor tersebut, maka Gugus Tugas akan merekomendasikan kepada Kementerian terkait untuk menutup kembali aktivitasnya,” kata Doni.

Dalam hal ini perusahaan atau sektor yang melakukan aktivitas juga wajib mengambil tindakan preventif apabila terjadi potensi transmisi lokal ke masyarakat luas.

“Maka perusahaan dan/atau manajemen kawasan sektor tersebut berkewajiban untuk melakukan testing yang masif, tracing agresif, dan isolasi yang ketat dalam kluster penyebaran dari kawasan tersebut,” pungkas Doni.(pus/red)

Categories
Kesehatan TNI

Dinkes Lantamal XII Laksanakan Pemeriksaan Medis Para Pekerja Migran Ilegal di Pelabuhan Dwikora Pontianak

Koran Jurnal, Pontianak – Komandan Lantamal XII Laksamana Pertama (Laksma) TNI Agus Hariadi yang diwakili oleh Asisten Operasi (Asops) Danlantamal XII Kolonel Laut (P) Rizaldi, S.E., selaku Dansatgas Angkutan Laut Pemulangan Pekerja Migran Illegal di Wilayah Kalimantan Barat, mengawasi jalannya proses pemeriksaan kesehatan bebas Covid-19 terhadap para Pekerja Migran Indonesia (PMI), bertempat di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Jalan Pakasih No. 11, Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis, (04/06/2020).

Pemeriksaan kesehatan bebas Covid-19 yang dilakukan terhadap seluruh Pekerja Migran Indonesia yang rencananya akan dipulangkan ke daerah asalnya, pada Jum’at (5/6) dari Pelabuhan Pontianak menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menggunakan KM Rucita-09, merupakan syarat utama yang harus dipenuhi bagi setiap PMI. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Pandemi Covid-19, apalagi sebagian besar dari mereka merupakan PMI yang di deportasi dari Malaysia, sehingga diantara mereka sangat rentan telah terpapar Covid-19.

Pemeriksaan kesehatan bebas Covid-19 ini, dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat bersinergi dengan Tenaga Medis Lantamal XII yang dipimpin oleh Kadiskes Lantamal XII Letkol Laut (K) drg. Heru Subagyo, Sp.Pros.

Dalam pemeriksaan kesehatan tersebut, didapatkan 1 orang hasil Rapid Test Reaktif sehingga diputuskan untuk dilakukan isolasi di Poltekes Kabupaten Kubu Raya, selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mentracking rekam jejaknya untuk mengetahui pada saat kapan terjangkit/terpapar Covid-19.

Adapun jumlah PMI yang telah melaksanakan pemeriksaan sebanyak 106 orang, terdiri dari 8 orang dari PMI yang ditampung oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat dan 98 orang PMI Mandiri.(disp/red)

Categories
Daerah Kesehatan

Doni Monardo Resmikan RS Lapangan Pemprov Jatim

Koran Jurnal, Surabaya – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo meresmikan Rumah Sakit (RS) Lapangan Provinsi Jawa Timur Indrapura, Rabu (03/06/2020).

RS Lapangan tersebut didirikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya penanganan COVID-19 di Kota Surabaya Raya dan sekitarnya.

Peresmian tersebut dilakukan secara simbolis dengan memecah kendi yang terbuat dari tanah liat tepat di depan pintu masuk bangsal.

“Dengan mengucap syukur, RS Lapangan Indrapura ini saya resmikan,” ucap Doni yang disambut riuh tepuk tangan.

Dalam sambutannya Doni berharap agar dukungan RS tersebut dapat juga dapat meringankan beban RS rujukan, sehingga tenaga kesehatan dapat lebih fokus dan memiliki energi yang lebih dalam menangani dan perawat pasien COVID-19.

“Pak Menteri Kesehatan selalu mengatakan jangan biarkan rumah sakit penuh pasien. Kalau penuh pasien, dokter dan perawatnya akan kelelahan, sehingga kemampuannya dalam menangani pasien menjadi berkurang,” kata Doni.

Oleh sebab itu, pasien dengan kondisi ringan atau sedang yang terpapar COVID-19 sebaiknya cukup dirawat di RS lapangan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang juga hadir mendampingi Ketua Gugus Tugas dalam peresmian RS Lapangan memberi apresiasi atas etos kerja pemerintah daerah dalam mendirikan RS darurat khusus COVID-19 tersebut.

Dia juga berharap semoga RS yang dibangun di kompleks halaman itu tidak banyak memiliki pasien yang dirawat dan angka kasus COVID-19 dapat segera turun dan dikendalikan dengan baik.

“Saya bangga atas etos kerja teman-teman dalam berupaya membuat RS ini. Saya berdoa semoga RS ini tidak banyak penghuninya,” kata Terawan.

“Mudah2an kasus di Jatim segera turun,” imbuhnya.

Terawan juga berjanji bahwa pihaknya bersama seluruh komponen dalam Gugus Tugas akan turut hadir dan mendampingi dalam upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami akan selalu hadir di tengah masyarakat termasuk di Jawa Timur. Kami mengerti dan kami juga merasakan apa yang sedang kita rasakan,” tutur Terawan.

Sebagai informasi, RS Lapangan Indrapura saat ini telah memiliki 271 tempat tidur yang tersedia di tenda, ruangan besar atau hall, dan di dalam gedung.

Jumlah kapasitas tersebut masih dapat dikembangkan secara bertahap dengan total maksimal hingga 512.

Adapun jangka waktu pelaksanaan operasional RS Lapangan Indrapura ada enam yaitu pada bulan Juni hingga November 2020.

Kemudian untuk pinjam pakai adalah selama 12 bulan, terhitung mulai Juni 2020 hingga Mei 2021.

Sedangkan dalam kegiatan operasionalnya, RS Lapangan Provinsi Jawa Timur berada di bawah kendali Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Timur dengan pendampingan RSUD Dr. Soetomo serta supervisi oleh Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Turut hadir dan mendampingi dalam peresmian RS Kapangan tersebut meliputi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Muhammad Fadil Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah dan seluruh pejabat daerah setempat.(pus/red)

Categories
Daerah Kesehatan TNI

Kodam Cenderawasih Bagikan 1.200 Masker Gratis kepada Warga

Koran Jurnal, Papua – Ditengah Pandemi Virus Covid-19, Kodam XVII/Cenderawasih terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya melakukan pencegahan penyebaran covid-19.

Salah satunya dengan membagikan masker gratis bagi pengendara motor, pejalan kaki, dan para pedagang yang berada di pasar pagi, Jalan Setiapura II, Kelurahan Gurabesi, Kota Jayapura, Selasa (02/06/2020).

Pada pembagian masker yang berjumlah 1.200 buah tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab yang diwakili oleh Waaster Kasdam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dominggus Chris A. Soumokil mengatakan bahwa pembagian masker ini sebagai wujud kepedulian Kodam XVII/Cenderawasih kepada masyarakat, agar dapat mencegah sekaligus memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid-19.

“Pemberian masker ini merupakan bentuk kepedulian Kodam XVII/Cenderawasih kepada pedagang, pembeli bahkan pengguna jalan yang melintas di sekitar pasar pagi Jayapura,” katanya.

Selanjutnya Waaster juga menambahkan bahwa dengan memakai masker saat keluar rumah atau melakukan aktivitas sehari-hari, masyarakat dapat menjaga kesehatan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dengan menggunakan masker, masyarakat dapat menekan penyebaran virus Covid-19,” tambah Waaster.

Selain membagikan masker gratis, Waaster Kasdam XVII/Cenderawasih bersama anggota Kodam XVII/Cenderawasih juga meminta warga tetap menjalankan himbauan yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

“Yang jelas masyarakat harus paham dan memahami protokol kesehatan guna menekan penyebaran covid-19. Seperti di rumah saja, jika keluar rumah pakai masker, sarung tangan dan jaga jarak aman. Mudah-mudahan masyarakat dapat memahami himbauan tersebut,” pungkasnya.(pen/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Gugus Tugas Nasional: Tak Ada Penerapan Herd Immunity di Masa Pandemi

Koran Jurnal, Jakarta – Beredar luas di jejaring sosial wacana herd immunity  di masa pandemi, melalui pemulihan aktivitas masyarakat yang produktif dan aman Covid. Opini yang dibangun merujuk pada langkah penanganan menuju herd immunity. Pemerintah melalui Gugus Tugas Nasional secara tegas meluruskan bahwa tidak ada rencana untuk menerapkan konsep herd immunity.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa istilah herd immunity muncul dari bahasa asing. Istilah ini bermakna kekebalan dalam suatu kelompok atau kawanan. Dari satu orang yang terinfeksi, menjadi dua, tiga, empat orang, hingga mayoritas atau bahkan seluruh anggota kelompok tersebut memiliki imunitas, itulah herd immunity. Herd immunity membutuhkan minimal 70% dari populasi untuk terinfeksi, dan akhirnya kebal terhadap virus tersebut.

Prof. Wiku mengatakan bahwa herd immunity tidak mungkin terjadi dalam konteks Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan populasi yang besar. Populasi yang ada juga menghuni pulau, yang terpisah laut maupun daratan. Sehingga transmisi virus pun akan terhambat.

“Jadi kalau kita bicara herd immunity, seandainya sampai terjadi, mari kita berpikir logika gimana caranya ya antar pulau saling bisa menulari kalau mobilitas antar pulaunya tidak tinggi, lalu interaksinya juga tidak tinggi,” ujar Prof. Wiku saat berdialog di Media Center Gugus Tugas, Jakarta, Selasa (02/06/2020).

Langkah yang dilakukan pemerintah bukan dengan penerapan kekebalan dalam sekelompok populasi. Hal ini akan memerlukan waktu yang sangat lama. Justru sebaliknya, pemerintah berusaha untuk memutus rantai di awal, dengan mencegah terjangkitnya COVID pada populasi dengan upaya preventif, seperti penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun.

“Kita cuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut. Jadi kalau ada virusnya di tangan kita, di baju kita, selama tidak masuk ke dalam mukosa, berarti sebenarnya tidak bisa,” tambah Wiku.

Ia juga mengilustrasikan, “herd immunity itu bisa muncul, kalau kita semua berdampingan, kita senggol-senggolan, tapi semuanya tertutup seperti ini, tidak akan terbentuk penularan sehingga imunitasnya tidak terbentuk. Nah bayangkan kalau semuanya sudah melakukan seperti itu jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, terus kita beraktivitas, kapan terbentuk herd immunity tadi?”

Secara sederhana Prof. Wiku mengatakan bahwa selama virus tidak masuk ke mukosa (mata, hidung dan mulut), secara tidak langsung imunitas atau proteksi masyarakatnya tidak akan terbentuk.

Gelombang Kedua Dapat Dicegah

Sementara itu, ada kekhawatiran adanya gelombang kedua yang mungkin dipicu oleh arus balik maupun kedatangan anak buah kapal (ABK), pekerja migran, maupun mereka yang pulang dari luar negeri.

Menyikapi kekhawatiran itu, Ketua Laboratorium Mikrobiologi FKUI Prof. Pratiwi Sudarmono menyampaikan bahwa ketakutan sebagian masyarakat tidak diikuti perilaku yang tepat.

“Takut gelombang kedua, tapi sekarang kayaknya mereka [masyarakat] merasa lebih leluasa untuk pergi ke sana kemari. Ada yang pergi tanpa masker, pergi ke tempat berkerumun, mulai coba minum kopi, pergi ke restoran, dan seterusnya. Jadi ketakutannya iya tetapi perilakunya tidak,” ujar Pratiwi.

Pratiwi mengatakan virus ini dari waktu ke waktu melakukan perubahan pada dirinya. Mutasi secara kontinu ini sangat mudah terjadi mengingat sifat virus ini sebagai virus RNA. Oleh karena itu, menurutnya perlu sikap yang tepat untuk menghadapi potensi penularan.
Panduan kesehatan, seperti penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak merupakan panduan penting untuk melindungi diri dari penyakit ini. Dengan perubahan perilaku, gelombang kedua penyebaran virus SARS-CoV-2 dapat senantiasa dicegah.(pus/red)

Categories
Hiburan Kesehatan Nasional Polhukam

Ketua MPR Bamsoet: Sektor Pariwisata Akan Pulih dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meyakini sektor pariwisata yang beberapa bulan ini terdampak pandemi Covid-19, akan mulai segera pulih ketika Indonesia mulai memasuki fase normal baru. Dengan catatan, sektor pariwisata tetap harus memperhatikan protokol kesehatan dalam pelayanan terhadap para wisatawan asing maupun domestik.

“Sudah menjadi sifat alamiah manusia untuk selalu mencari dan menikmati keindahan alam. Usai pandemi berakhir, sektor pariwisata akan menjadi salah satu sektor yang segera bangkit dengan cepat karena akan diserbu oleh berbagai kalangan yang sudah rindu keluar rumah,” ujar Bamsoet saat menjadi Keynote Speech Webinar ‘Peluang dan Tantangan Pendidikan Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19’, diselenggarakan dalam memperingati Dies Natalis ke-51 Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, di Jakarta, Selasa (02/06/2020).

Mantan Ketua DPR RI ini menilai, para mahasiswa yang menempuh pendidikan kepariwisataan tak perlu khawatir. Selain Bali, Indonesia juga memiliki berbagai destinasi wisata yang sangat menjanjikan, baik sebagai sumber devisa negara maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Berbagai destinasi menarik tersebut antara lain Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara).

“Jumlah wisatawan asing ke Indonesia juga terus meningkat setiap tahunnya. Badan Pusat Statistik mencatat di tahun 2018 terdapat 15,81 juta wisatawan asing. Meningkat menjadi 16,11 juta di tahun 2019. Artinya, Indonesia masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi para turis. Di tahun 2020 ini, angkanya pasti menurun karena pandemi Covid-19. Namun bukan berarti kita tak bisa bangkit. Data dari Kemenpar, Devisa dari sektor Pariwisata tahun 2019 tercapai sebesar 20 Milyar Dollar AS atau setara dengan Rp 280 Trilyun melampaui penerimaan sektor migas,” tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menjelaskan, pandemi Covid-19 yang datang beberapa bulan terakhir ini, justru menjadi tantangan baru bagi para penggelut pariwisata untuk melahirkan ide dan terobosan menyajikan pariwisata yang aman dan sehat. Sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memproteksi sektor pariwisata agar tak menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19.

Menurut Bamsoet, ke depan akan terjadi Perubahan pola sosial masyarakat dan geopolitik akibat pandemi yang perlu direspon cepat oleh sektor pariwisata sebagai peluang. “Saya memprediksi adanya kecenderungan individualistik, menghindari keramaian, lebih peduli pada kesehatan, keselamatan dan kenyamanan mengacu pada pola hidup dan pangan sehat serta protokol kesehatan covid-19,” ujar Bamsoet.

Selain penerapan protokol kesehatan di bandara dan pelabuhan, tambah Bamsoet. “Jika diperlukan pemerintah juga bisa meninjau kembali fasilitas bebas visa bagi negara-negara sahabat yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19. Langkah ini penting dilakukan agar sektor pariwisata yang akan menggeliat, tak kembali lesu karena penyebaran Covid-19,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengingatkan para penggelut bisnis sektor pariwisata agak tak menganaktirikan wisatawan domestik. Disaat musibah datang seperti ini, justru wisatawan domestik yang menjadi penggerak bangkitnya sektor pariwisata.

“Tak jarang kita jumpai di berbagai destinasi, wisatawan domestik yang notabene merupakan saudara sebangsa, malah tak mendapatkan pelayanan prima dari para pelaku bisnis pariwisata. Padahal pelayanan terbaik harusnya dilakukan terhadap seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Jika wisatawan asing jumlahnya puluhan juta pengunjung, wisatawan domestik jumlahnya ratusan juta,” pungkas Bamsoet.(hum/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Para Penyair Puisi Esai Sumbang APD untuk RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Koran Jurnal, Jakarta – Sedikitnya 63 penulis puisi esai memberikan perhatian untuk para tenaga medis dan relawan covid-19 dengan menyumbangkan 63 APD (Alat Perlindungan Diri).

“Bagi kami, tim medis dan relawan adalah pahlawan di zaman covid-19. Karena itu, kami 63 penulis puisi esai ikut mendukung mereka, dengan cara menyumbangkan 63 baju APD bersertifikat. Satu penulis menyumbangkan satu APD.”

“Jangan dilihat bentuk dan jumlah derma kami. Lihatlah niat kami, niat para penulis, penyair, seniman, seniwati, untuk ikut bergotong royong bersama tim medis dan relawan, yang sudah mengambil resiko untuk menyembuhkan pasien.”

Demikian pesan yang disampaikan pengurus Kelompok Studi Proklamasi (KSP): Elza Peldi Taher, Jonminofri, Halimah Munawir, M. Jojo Rahardjo, dan pengurus IKATISA 31 (Tutut Adinegoro dan Nanang Susanto), serta penyair Fatin Hamama.

Mereka mewakili 63 penulis puisi esai dari Aceh dan Sumatra, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Malaysia, Brunei, Thailand, Singapura, Salomon Island, hingga Australia, untuk menyerahkan 63 APD tersebut kepada RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (02/06/2020).

Sementara Denny JA, penggagas puisi esai, mengatakan: “Banyak penulis yang merekam kisah pandemik virus corona untuk satu buku. Tapi para penulis puisi esai dari manca negara selangkah lebih maju lagi. Mereka tak hanya bersama sama merekam suara batin masyarakat dalam puisi esai mini yang dibukukan. Mereka juga bersama sama berderma.”

Denny mengutip lembaga yang berpusat di Inggris, Charities Aid Foundation. Lembaga ini melakukan riset pada 146 negara seluruh dunia. Negara mana yang penduduknya yang paling banyak berderma. Mereka membuat penilaian berdasarkan Indeks yang disebut World Giving Index.

Di tahun 2018, Indonesia terpilih rangking nomor satu. Posisi Indonesia dari sisi spirit masyarakatnya untuk berderma di atas negara Amerika Serikat, Australia, Canada, Bahrain, yang masuk 10 besar.

Para penulis puisi esai ini salah satu saja contoh spirit publik di Indonesia yang gemar berderma. Tak hanya dalam bentuk uang atau barang. Banyak pula rakyat Indonesia yang berderma menjadi sukarelawan, mendermakan tenaga, pikiran dan waktu.

Para penulis puisi esai manca negara ini, awal Juni 2020 ini, mempublikasikan buku mereka yang berisi kumpulan puisi esai mereka dengan judul: Love and Life in the Era of Corona. Aneka drama batin, kesedihan serta harapan, kematian, dan perjuangan menghadapi era pandemik terekam di sana.

Kata Denny, buku puisi esai itu pada waktunya akan dirujuk ketika kita ingin mendalami suasana batin era pandemik, yang datang mungkin hanya seratus tahun sekali.(JR/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Jelang New Normal, Kasubsatgas II Ditbinmas Polda Metro Jaya Gencarkan Edukasi dan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Koran Jurnal, Jakarta – Jelang memasuki Tatanan Kehidupan Baru atau ‘New Normal’ di wilayah DKI Jakarta, AKBP Sri Wardiningsih (Kasubsatgas ll Aman Nusa) menggencarkan edukasi serta sosialisasi dan sekaligus menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan disiplin dan mematuhi protokol kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, AKBP Sri Wardiningsih (Kasubsatgas ll Aman Nusa) mengajak masyarakat, memahami pentingnya penyuluhan dan sosialisasi dalam pencegahan Covid-19 jelang menyambut kehidupan New Normal.

“Agar masyarakat senantiasa melakukan social distance dan physical distance dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengggunakan masker, jaga kesehatan dan selalu cuci tangan menggunakan sabun serta mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Wilayah DKI Jakarta dengan tujuan utk memutus penyebaran Covid-19,” kata Sri Wardiningsih, saat melakukan kegiatan  dipasar Pal Merah Jakarta Barat dan Plaza Slipi Jaya, Jalan S.Parman, Senin (01/06/2020).

Lebih lanjut, Ia mengingatkan apabila akan bepergian keluar masuk DKI Jakarta, masyarakat agar melengkapi diri dengan SIKM serta mempersiapkan diri untuk memasuki era kehidupan New Normal dengan tetap pedomani protokol kesehatan.

Dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut juga di pasang Spanduk/pamflet dan menempel brosur/pamflet tentang pencegahan Covid-19 di tempat kos-kosan, Pos Pengamanan perumahan, Apartemen, Mall, pasar, tempat ibadah, mini market, Stasiun, terminal dan area keramaian lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan, Kompol Rendy Arsy Ridho, S.Sos (Wakil Kasubsatgas II), Iptu Nani Supryhatini (Anggota Unit Satgas), dan Aipda M.Fauzi Isron (Anggota Unit Satgas). Kegiatan ditutup dengan membagikan masker kepada masyarakat.

Setelah lakukan sosialisasi kepada masyarakat, kegiatan selanjutnya dilakukan patroli melintasi jalan Slipi – Citra Land – Kalideres – Pesing – Jembatan 5 – Jembatan 3 – Kota Tua dan kembali ke Mako Polda Metro Jaya.(np/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Ini Resep Tung Desem Atasi dan Pulih dari Virus Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Tung Desem Waringin, motivator dan pakar marketing, ini pernah menjadi penyintas Covid-19. Beberapa upaya ia lakukan hingga akhirnya negatif virus Korona setelah beberapa kali pengujian swab.

Tung Desem membagikan 4 resep untuk mengatasi saat didera virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Keempat resep ini dapat dilakukan mereka yang terpapar virus Korona dengan mudah. Keempat resep itu yakni melakukan teknik pernapasan binhof, mengkonsumsi virgin coconut oil, air putih dan bergembira. Di saat masa kritis, ia bahkan telah berkirim pesan terakhir kepada sang istri. Namun perubahan dilakukan Tung Desem untuk kembali pulih. Ia yakin bahwa Tuhan membuatnya sehat.

Pertama, ia telah melakukan 900 tarikan napas dengan teknik binhof. Ini merupakan teknik dengan mengirup udara dengan hidung atau mulut kemudian mengembuskan dengan mulut.

“Tiga puluh kali, setelah 30 kali, kemudian perut dalam kosong, tahan napas sekuatnya. Pada waktu kita sedot, itu hiperventilasi membuat kita jauh lebih full oksigen, tapi, kalau O2 saja, tapi tenyata O2 tidak bisa menyerap di sel-sel tubuh kita. Jadi, kita butuh CO2 juga,” ucap Tung Desem melalui ruang digital, Senin (01/06/2020).

Teknik pernapasan binhof yang dilakukan dengan benar membuatnya lebih tenang, lebih damai dan lebih merasa baik.

“Oksigennya tinggi, CO2-nya jadi rendah. Itu yang menarik, begitu ya. Sampai dokternya, pada waktu mengecek analisis gas darah, ternyata pada waktu dianalisis tes darah, diambil di sini, kok oksigen saya tinggai, CO2 saya rendah. Darah saya juga alkali,” tambahnya.

Berikutnya, konsumsi virgin coconut oil. Menurutnya, cairan ekstrak minyak kelapa mematikan virus, bakteri dan membuang racun tubuh.

“Kalau kita belum pernah minum virgin coconut oil, VGO-nya yang apa, sih? Pokoknya yang murni 100%, merek apapun boleh, dan dalam negeri juga bagus luar biasa, terus kemudian, cool press, kalau bisa, jadi bukan yang dipanasin. Syaratnya cuman dua VCO-nya, murni 100% dan cool press, gitu ya, dan pada waktu saya minum dua sendok,” ucap Tung Desem.

Ketiga, resep sederhana yaitu minum air putih yang cukup. Meminum air putih membuathnya segar. Menurut Tung Desem, kita dapat mengkonsumsi air sekitar 30 cc per kilogram berat badan kita.

“Jadi kita minum air yang cukup itu sungguh-sungguh menyehatkan,” pesannya.

Keempat yaitu gembira. Ia sempat berpikir negatif terhadap COVID-19 yang diderita. Ketika ia bertemu dengan seorang teman, sebuah pesan yang seketika membuatnya positif, yakni bergembira.

Untuk yang satu ini, ia beljar dari Anthony Robbins, seorang pelatih sukses nomor satu di dunia. Ia menirukan temuan Anthony bahwa our emotion is created by our motion.

“Our emotion is created by our motion. Kalau Anda ingin semangat, ubah gerak. Yang kedua, adalah ubah fokus. Nih, kalau Anda fokus kepada hal-hal yang menakutkan, Anda jadi takut,” tutupnya.

Tung Desem juga menyampaikan selamat hari lahir Pancasila, 1 Juni. Di hari Pancasila tersebut, ia berharap kita semua, baik yang terkena COVID-19 atau pun dampak resesi untuk tetap bersemangat.(pus/red)