Categories
Kriminalitas Polisi

Polda Metro Jaya Amankan Puluhan Senjata Api Ilegal dan Ribuan Butir Peluru dari 6 Tersangka

Koran Jurnal, Jakarta – Polda Metro Jaya berhasil mengamankan sebanyak 24 senjata api (senpi) berbagai jenis model dan 12 ribu butir peluru berbagai bentuk dan ukuran. Puluhan senpi dan ribuan butir peluru tanpa izin resmi atau disebut ilegal itu merupakan hasil pengungkapan dan penangkapan 6 tersangka kepemilikan senpi ilegal oleh Polres Metro Jakarta Barat.

“Senpi keseluruhan yang kita amankan sekitar 24 senpi. Dengan peluru 12 ribu. Tersangka yang kita amankan 6 orang. JR, AK, GTB, WK, MH dan AST,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dalam konferensi pers, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/03/2020).

Nana menjelaskan, kasus kepemilikan senjata api ilegal tersebut terungkap dari adanya perselisihan antara AK dengan DH dan berujung penganiayaan.

“Kepemilikan senpi ilegal bermula dari adanya kasus penganiayaan, perselisihan AK dengan DH terkait jual beli mobil. Perselisihan berlanjut dengan penganiayaan terhadap saudara DH menggunakan senjata api,” terang Nana.

“Akibat penganiayaan itu DH luka lebam pada bagian mata sebelah kanan dan kiri, luka berdarah pada kuping sebelah kanan, pada bagian leher juga luka, dan kepala akibat sundutan rokok, dan memar pada punggung belakang. Kemudian korban (DH) melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Barat,” lanjut Nana.

Dari laporan kasus tersebut, kata Nana, pihak kepolisian kemudian membentuk tim khusus menyelidiki kepemilikan senpi pada akhir Januari lalu. Beberapa hari setelah itu, pihak kepolisian menangkap AK untuk mencari penjualan senpi ilegal.

“Saudara AK berhasil kita tangkap. Senjata yang digunakannya diakui punya berinisial JR. Hari berikutnya JR diamankan, dia mengakui bahwa 2 senpi miliknya dan dia beli dari yang bernama GTB,” ungkap Kapolda.

Beberapa minggu setelahnya, lanjut Nana, pihak kepolisian menangkap GTB di daerah Kosambi, Jakarta Barat. Dari tangan pelaku, mereka menemukan senjata api berbagai jenis.

“Kami melakukan penggeledahan di rumah GTB. Disinilah ditemukan 5 senpi dan 3 senpi angin. Beberapa merek senjata yang kita ambil, senpi merek NP 654, kaliber 4,5, senpi SZ, senpi rakitan yang laras panjang,” bebernya.

Dari keterangan GTB, pelaku juga pernah menjual senjatanya ke tiga orang lainnya yaitu WK, MH dan AST. Mereka semua kemudian ditangkap di tempat terpisah di daerah Jabodetabek.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mengembangkan terkait pelaku lain yang diduga memiliki senjata api. Ia juga mengimbau warga untuk tidak membeli senjata api ilegal.

“Saya harapkan masyarakat untuk tidak membeli senjata yang tanpa dokumen. Apabila memang masyarakat melakukan upaya arogansi apalagi sampai melakukan penganiayaan dan pengeroyokan saya minta segera laporkan kepolisian terdekat,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 1 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951, pasal 172 ayat 2 KUHP, pasal 368 KUHP, pasal 33 ayat 2 KUHP dan pasal 335 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.(red)

Categories
Megapolitan Polisi

Brigjen Pol Hendro Pandowo Resmi Jabat Wakapolda Metro Jaya

Koran Jurnal, Jakarta – Brigjen Pol. Drs. Hendro Pandowo resmi menjabat sebagai Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Metro Jaya yang baru menggantikan Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat. Jabatan Wakapolda itu diserahterimakan melalui prosesi upacara serah terima jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana di Aula Lantai 2 Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/03/2020).

Sebagai Wakapolda Metro Jaya yang baru, Hendro menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang memberikan kepercayaan kepada dirinya sebagai Wakapolda Metro Jaya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Kapolri Jenderal Idham Azis yang menempatkan saya sebagai Wakapolda Polda Metro Jaya,” ucap Hendro kepada media usai Sertijab.

Ia juga menyatakan, siap menjalankan amanah yang diberikan kepadanya dan membantu Kapolda Metro Jaya dalam mewujudkan situasi wilayah hukum Polda Metro Jaya yang Aman dan Kondusif.

“Tentunya sebagai Wakapolda Metro Jaya, saya akan melanjutkan tugas-tugas yang telah sangat baik dilaksanakan oleh Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, yang saat ini beliau mendapat promosi jabatan sebagai Wakabareskrim Polri,” kata Hendro.

“Dan tentunya dengan bapak Irwasda, pejabat utama Polda Metro Jaya, para Kapolres serta seluruh anggota Polda Metro Jaya akan selalu bersama-sama membantu Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs Nana Sudjana mewujudkan situasi Kamtibmas di Polda Metro Jaya yang Aman dan Kondusif,” ungkap perwira lulusan Akpol 1991.

Dalam kesempatan sama, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat menyampaikan, terima kasih kepada awak media Forum Wartawan Polri (FWP) yang telah memberikan kontribusi positif di Polda Metro Jaya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan media yang selama ini telah memberikan kontribusi positif kepada Polda Metro,” kata Wahyu.

“Terima kasih kepada masyarakat DKI dan sekitarnya yang juga selama ini memberikan kontribusi positif kepada Polda Metro didalam melaksanakan tugas sehingga situasi dapat aman dan kondusif, dan juga saya ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah, TNI dan semua lembaga yang telah berkontribusi kepada kami,” lugasnya.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Drs. Hendro Pandowo, sebelumnya menjabat sebagai Karoprovos Divpropam Polri, dan mendapatkan promosi jabatan sebagai Wakapolda Metro Jaya berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor : KEP/547/III/2020, tanggal 3 Maret 2020, tentang Pemberhentian dari dan pengangkatan/dalam Jabatan di lingkungan Polri.

Selanjutnya Brigjen Pol. Wahyu Hadiningrat, S.I.K., M.H., yang telah menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya sejak bulan Agustus 2018 atau selama 20 bulan ini, akan melaksanakan tugas baru sebagai Waka Bareskrim Polri.(red)

Categories
Pendidikan Polisi

659 Lulusan Bintara Polri SPN PMJ Lido T.A 2019/2020 Resmi Dilantik, 1 Siswa Gugur

Koran Jurnal, Bogor – Sebanyak 659 Bintara Polri lulusan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Ajaran 2019/2020 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya Lido, Bogor, Jawa Barat, secara resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (Kapolda) Irjen Pol Nana Sudjana.

Kapolda Metro Jaya mengatakan, dari 660 siswa didik yang mengikuti pendidikan Bintara Polri di SPN PMJ Lido, sebanyak 659 lulus dan 1 siswa gugur (tidak lulus) karena tidak lolos tes.
659 lulusan Bintara Polri SPN PMJ Lido 2019/2020 atau Angkatan 42 ini rencananya akan ditempatkan oleh Mabes Polri ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Tadinya saya berharap kalian akan semuanya bersama-sama saya di Polda Metro Jaya. Namun, tadi malam saya saya mendapat informasi bahwa penentuan kelulusan dan penempatan adalah wewenang Mabes Polri,” kata Nana dalam sambutannya saat memimpin upacara penutupan dan pelantikan serta sekaligus mengambil sumpah 659 peserta/siswa didik lulusan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri T.A. 2019/2020 di SPN PMJ Lido, Bogor, Jawa Barat, Senin (02/03/2020).

Hadir dalam acara tersebut antara lain orang tua dan keluarga para Bintara Polri, para Kapolres di lingkungan Polda Metro Jaya, Ibu-ibu Bhayangkari Polda Metro Jaya dan Yayasan Kemala Bhayangkari serta PNS di lingkungan Polri. Selain itu hadir pula sejumlah perwakilan dari Badan Narkotika Nasional, TNI, dan para undangan lainnya.

Nana menjelaskan, alumni SPN Lido ini resmi berpangkat Brigadir Dua (Bripda) setelah pelantikan dan pengambilan sumpah. Selanjutnya mereka akan ditempatkan, antara lain di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.

“Untuk penempatan Mabes Polri ada 143 personel, menyebar di Bareskrim, Binmas, Intelkam, juga Baharkam. Yang di NTT, Sulawesi Utara, dan Papua ada 43 personel,” lugasnya.

Dari seluruh SPN yang tersebar di Indonesia, pada tahun ajaran 2019-2020 ini Polri meluluskan 8.869 Bintara remaja terdiri atas 8470 laki-laki dan 399 bintara polisi wanita setelah menjalani pendidikan sekitar tujuh bulan.

“Atas nama pimpinan Polri saya mengucapkan selamat kepada semuanya. Jadilah polisi yang promoter: profesional, modern, dan terpercaya,” ujar  Nana.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Metro Jaya juga mengingatkan agar para bintara melaksanakan tugas sebaik-baiknya sejak pelantikan sebagai polisi.

“Pendidikan merupakan anugerah Allah Subhanahu ta’ala yang harus senantiasa saudara syukuri ingat pula bahwa keberhasilan saudara menyelesaikan pendidikan ini tidak terlepas dari doa dan dukungan keluarga terutama orang tua. Tunjukkan kepada mereka bahwa saudara yang berprestasi senantiasa menjaga kehormatan diri dan institusi serta menjadi teladan dan kebanggaan bagi masyarakat bangsa dan negara,” tandasnya.

Upacara Penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri T.A. 2019/2020 di SPN PMJ Lido, dilanjutkan dengan defile dan atraksi kemahiran para lulusan Bintara dalam bongkar senjata serta pertunjukan bela diri.(red)

Categories
Polhukam Polisi Transportasi

Polri Resmikan Layanan SIM Internasional Online

Koran Jurnal, Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi meluncurkan pelayanan SIM internasional online bagi masyarakat Indonesia yang ingin berkendara di luar negeri.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono
mengatakan layanan tersebut merupakan bentuk peningkatan pelayanan yang diberikan Polri agar dapat dirasakan masyarakat.

“Peningkatan pelayanan publik berbasis IT harus mudah dalam memberikan pelayanan yang dirasakan masyarakat. Sehingga mampu meningkatkan citra positif dan tidak mengabaikan unsur forensik kepolisian,” kata Istiono, di kantor Korlantas Polri, Jakarta, Jum’at (28/02/2020).

Ia juga mengatakan, proses permohonan SIM Internasional lebih mudah dan efesien. Bagi pemohon yang ingin mengajukan pembuatan bisa melalui situs online dengan mengisi formulir di sim.korlantas.polri.go.id.

Setelah melakukan pengisian administrasi, pemohon kemudian mendatangi kantor Korlantas guna menyerahkan dokumen registrasi sekaligus foto SIM internasional.

“SIM online internasional ini lebih mudah kenapa? karena bisa registrasi di rumah saja, tidak perlu datang ke sini. Kemudian datang tinggal melengkapi administrasi, foto, tiga menit selesai,” ujarnya.

Istiono menambahkan, permohonan   pembuatan SIM internasional harus menyertakan Smart SIM.

“Harus ada SIM lokal dan KTP asli. Makanya kita kerja sama di sini adalah kerja sama dengan Dukcapil, Kemendagri, Imigrasi, BRI. Dengan penguatan kelembagaan ini suatu hal yang harus kita lakukan ini lebih mudah,” jelasnya.

Adapun syarat bagi pemohon untuk bisa mendapatkan SIM internasional ini meliputi SIM asli, KTP asli, paspor, capture pendaftaran, bukti pembayaran, Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) khusus WNA.

Pembuatan SIM internasional ini dikenakan biaya sebesar Rp 250.000. Sedangkan biaya perpanjangan SIM internasional sebesar Rp 225.000.

Untuk jadwal pelayanan yakni setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB.(red)

Categories
Ekonomi Polisi

Mentan Syahrul Minta Polisi Turut Menjadi Pelopor Kemajuan Pertanian

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang terdiri dari polisi perwira pertama dan perwira dua, Selasa (04/02/2020). Dalam kesempatan itu, Mentan minta para perwira polisi turut ikut serta menjadi pelopor kemajuan pertanian dan turut bersinergi untuk ketahanan pangan.

“Kalo kau mau jadi Kapolsek sukses urusin pertanian, kalo mau jadi Kapolres sukses urusin pertanian. Pertanian itu menjanjikan untuk lapangan kerja. Kalau masyarakat sejahtera, kriminal menurun. Kalau perlu tangkapi dulu para preman, perampok, penjahat setelah itu kasih kerja di bidang pertanian,” kata Syahrul saat memberikan kuliah Umum di Ruang Kelas SESPIMTI POLRI PTKI.

Syahrul menjabarkan betapa pentingnya pertanian sebagai salah satu upaya dalam mengurangi tingkat kejahatan di masyarakat. Oleh karena itu, kriminalitas yang sedang ditangani bisa berkurang banyak dengan membangun pertanian yang maju, mandiri dan modern.

“Anjurkan rakyat untuk dapat bertahan hidup. Tuntutannya kita harus bertani dengan baik dan modern. Cara kalian kerja di Kapolsek, eranya tidak ada lagi traktor dikemudi orang, tapi er kalian sudah ada di era traktor di kelola robot kontrol,” tambahnya.

Dalam kuliahnya, Mentan Syahrul, yang sering disapa SYL, mengungkapkan jika menjadi pemimpin dan anak buah yang baik harus memiliki intelektual sesuai fungsi peran dan tanggung jawabnya serta mampu mengembangkan managemen agenda kehidupan yang lebih baik.

“Kalian adalah harapan bangsa besok yang luar biasa. Besok itu ada energi baru dari bangsa ini dan kamu sudah dalam track yang benar jadi jangan sia siakan. Belajar dari sini baik baik,” ucapnya.

Selain itu, Mentan menyampaikan setelah mengenyam pendidikan di PTIK setiap polisi memiliki perilaku yang baru minimal punya impian untuk tanggung jawab apa yang akan dipegang di masa depan. Ia mengatakan jika keberhasilan dapat dilihat dari kegigihan dalam bekerja.

“Biasakan lari dengan pijakan yang benar jangan biasakan kamu keluar dari aturan aturan.Tidak ada yg instan kalo kau mau berprestasi maka hadirkan itu,” ucapnya.

Selain itu, Mentan turut memaparkan perkembangan nilai ekspor berbagai komoditas pertanian Indonesia yang lebih dari Rp100 triliun selama November-Desember 2019 atau dalam triwulan terakhir.

“Alhamdulillah dibantu dengan temen- teman eselon 1 yang ada. Saya saat ini ekspor sudah capai lebih 100 Trilliun,” kata Syahrul.

Di akhir kuliahnya, Syahrul berpesan supaya para perwira fokus pada amanah yang sudah diembannya, harus mempunyai target, jujur dan mau belajar dari kesalahan.

“Biasakan dispilin. Disiplin itu ditentukan kebenaran yakni kebenaran sosiologis, kebenaran dengan aturan, kebenaran culturan kalian punya suku punya bangsa,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Daerah Militer Polisi TNI

Tinjau Pengamanan Natal di Kupang, Panglima TNI Minta Prajurit Tetap Humanis

Koran Jurnal, Kupang – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur guna meninjau pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Minggu (22/12/2019).

Kegiatan diawali Panglima TNI dan Kapolri dengan melaksanakan Rapat Koordinasi di Mapolda NTT yang diikuti oleh segenap Pejabat TNI Polri diwilayah NTT.

Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, harus dapat belajar dan merujuk pada pengamanan Tahun 2018, bahwa masing-masing instansi telah mengetahui titik-titik kritis sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

Lebih lanjut dalam peringatan Natal dan Tahun Baru tentunya akan melibatkan pergerakan masyarakat dan kendaraan dalam jumlah cukup besar. Karenanya, dibutuhkan pelayanan publik di setiap wilayah dan tentunya jaminan keamanan yang prima. Dengan demikian, sudah seharusnya semua pihak mewaspadai dan mempersiapkan segala sesuatu sesuai bidang tugas masing-masing.

Dalam pengamanan event besar tersebut, yang patut diperhatikan juga adalah bukan sekadar mengamankan masyarakat, tetapi juga mengamankan petugas-petugas yang ditempatkan di lapangan.

Kegiatan dilanjutkan Panglima TNI dan rombongan meninjau langsung pengamanan di Gereja GMIT Jemaat Koinonia, Kuanino Kupang.

“Saya dan Kapolri meninjau langsung situasi keamanan di Kupang untuk meyakinkan rencana pengamanan natal dan tahun baru telah siap, sehingga TNI Polri mampu menghadirkan rasa aman dalam pelaksanaan Peringatan Natal dan Tahun Baru,” tegas Panglima TNI.

Setelah itu, Panglima TNI dan Kapolri langsung bergerak menuju Gereja Katholik Katederal Kristus Raja, Kupang dan berdialog langsung dengan para Prajurit TNI dan Anggota Polri yang bersiaga.

“Para Prajurit agar pedomani SOP (Standar Operasional Prosedur) dan terus layani masyarakat dengan humanis,” terang Panglima TNI.

Categories
Polhukam Polisi

Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo Resmi Jabat Kabareskrim Polri

Koran Jurnal, Jakarta – Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat Kepala Bareskrim Polri usai dilantik oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, di Aula Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Ditempat sama, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis juga melantik Brigjen Pol Ignatius Sigit Widiatmono sebagai Kadiv Propam Polri, menggantikan Irjen Listyo Sigit Prabowo.

“Ada beberapa tugas yang harus dilaksanakan, terkait tantangan yang harus dihadapi. Dan tentunya menyelesaikan PR (pekerjaan rumah) kami saat ini, kemajuan dari Tim Teknis terkait masalah Novel Baswedan,” kata Kabareskrim Sigit.

Tak hanya Sigit dan Ignatius, ada 11 perwira tinggi lainnya yang juga serah terima jabatan hari ini yakni eks Kabaharkam Polri Komjen Pol Firli Bahuri sebagai Analis Kebijakan Utama Kabaharkam Polri, Irjen Pol Agus Andrianto menjadi Kabaharkam Polri menggantikan posisi yang ditinggalkan Firli.

Irjen Pol Martuani Sormin menjadi Kapolda Sumut. Eks Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak menjadi Asops Kapolri.

Brigjen Pol Tornagogo Sihombing menjadi Kapolda Papua Barat menggantikan posisi yang ditinggalkan Herry Rudolf.

Mantan Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri menjadi Aslog Kapolri. Kemudian Irjen Pol Asep Suhendar menjadi Kapolda DIY menggantikan posisi Ahmad Dofiri.

Irjen Pol Fakhrizal menjadi Analis Kebijakan Utama Baharkam, Irjen Pol Toni Harmanto menjadi Kapolda Sumbar, Irjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto dimutasi ke Baharkam serta Brigjen Pol Syafril Nursal menjadi Kapolda Sulteng.

Mutasi ini sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/3229/XII/KEP./2019 tanggal 6 Desember 2019.(sy/red)

Categories
Polhukam Polisi

Idham Azis Resmi Jabat Kapolri

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Komjen Pol Drs. Idham Azis. Msi sebagai Kapolri. Pangkat Komjen Pol Idham Azis yang sebelumnya Komisaris Jenderal (Komjen) polisi atau tiga bintang kemudian dinaikkan menjadi Jenderal bintang empat.

Keputusan kenaikan pangkat Komjen Pol Idham Azis menjadi Jenderal ini dibacakan pasca pelantikan Jenderal Idham Azis di Istana Negara, Jakarta, Jum’at (01/11/2019).

Kenaikan pangkat tersebut sesuai keputusan presiden Republik Indonesua Nomor 98 Polri Tahun 2019 tentang kenaikan pangkat dalam golongan perwira tinggi Polri.

“Presiden RI menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memutuskan menetapkan dan seterusnya, ke satu menaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada perwira tinggi Polri Komjen Idham Azis menjadi Jenderal Polisi terhitung pada tangal ditetapkan ini,” demikian dibacakan pihak protokoler Istana.

Selanjutnya, Kepala Negara mencopot pangkat bintang tiga yang tersemat di pundak Komjen Pol Idham Azis. Lalu, dirinya memasang tanda pangkat menjadi Bintang Empat.

Jokowi juga menepuk pangkat bintang empat yang disematkan di pundak Jenderal Pol Idham Azis sebanyak tiga kali. Dia lalu memberikan tongkat komando kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

Ketika pelantikan, Jenderal Pol Idham Azis pun bersumpah siap setia terhadap NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Idham juga berjanji akan melaksanakan aturan perundang-undangan yang sudah ada.

“Saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Saya akan menjunjung tinggi Tribrata,” ujar Jenderal Pol Idham Azis menirukan Jokowi.

Idham pun menandatangani berita acara pelantikan yang disaksikan Mendagri Jenderal Pol (p) Prof. HM. Tito Karnavian. PhD dan Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, SIP.

Terlihat hadir beberapa pejabat teras Polri dalam pelantikan. Hadir juga para menteri-wakil menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Menhan Prabowo Subianto-Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua DPR Puan Maharani dan para wakil ketuanya, dan Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Selain itu, juga hadir para wakil ketuanya hingga pimpinan KPK Agus Rahardjo, Ketua MK Anwar Usman, Ketua KPU Arief Budiman, Kepala BIN Budi Gunawan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hingga Ketum NasDem Surya Paloh.(hum/red)

Categories
Polhukam Polisi

Komjen Idham Azis Jadi Kapolri

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengumumkan Kabareskrim Komjen Pol Drs. Idham Azis. Msi, untuk menduduki jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D yang telah diangkat oleh Presiden Jokowi menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Pengumuman itu disampaikan Jokowi usai pelantikan para Menteri Kabinet Indonesia Maju.

“Pengganti Kapolri sudah kami ajukan hari ini ke DPR, Pak Idham Azis, Kabareskrim,” tegas Presiden Jokowi saat ditanya oleh wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Bahkan secara tegas Jokowi memastikan hanya satu nama yang direkomendasikan untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Pak Tito Karnavian.

“Iya, satu nama saja,” kata Presiden Jokowi.

Informasi mengenai Komjen Idham Azis sebagai calon Kapolri sudah disampaikan Mendagri Tito Karnavian. Mantan Kapolri menyebut, nama Komjen Pol Idham Azis sebagai calon Kapolri sudah diserahkan ke Setneg.

Komjen Pol Drs Idham Azis adalah nama yang tidak asing lagi di jajaran Polri. Kariernya di korps Bhayangkara terbilang sangat baik dan memuaskan.

Nama Komjen Pol Idham Azis menjadi sorotan saat mengamankan berbagai aksi demo dan protes atas kasus penistaan agama yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Komjen Pol Idham Azis adalah orang paling depan yang mengamankan aksi massa yang sempat berujung ricuh pada aksi 411 di depan Istana kala itu.(kbp/red)

Categories
Hukum Polhukam Polisi

Polwan Bripda Nesti Diduga Tularkan Paham Radikalisme di Lingkungan Polri

Koran Jurnal, Jakarta – Densus 88 Antiteror Mabes Polri tengah menyelidiki terkait kemungkinan polwan Bripda Nesti yang diduga terpapar paham radikalisme dan dugaan menyebarkannya kepada anggota kepolisian lainnya.

“Masih didalami apakah sempat memaparkan ke anggota lain, apakah terafiliasi dengan jaringan teroris lain masih didalami,” kata Kepala Bagian Penerangan umum (Kabagpenum) Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra  di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (07/10/2019).

Menurutnya, Densus 88 masih mengidentifikasi kemungkinan Bripda Nesti terlibat kelompok teroris yang ada di tanah air. Namun, sejauh ini anggota polisi wanita itu mengenal dan belajar mandiri mengenai radikalisme dari media sosial.

“Dia terpapar paham radikal karena belajar secara mandiri di media sosial dan masih didalami apa dia terafiliasi dengan jaringan teroris di dalam negeri,” sebutnya.

Diketahui Bripda Nesti ditangkap untuk kedua kali dengan dugaan kasus serupa. Nesti diduga berpaham terhadap kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Pada Minggu (26/5) Nesti ditangkap oleh Polda Jawa Timur saat mendarat di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Rencananya ia menuju ke Surabaya menggunakan identitas palsu. Kemudian Nesti kembali ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Yogyakarta.

Berdasarkan hasil keterangan, lanjut Asep, Nesti awalnya menaruh rasa simpatik kepada ISIS. Ia kemudian mencoba untuk bergabung dalam jaringan teroris yang ada di dalam negeri.

“Yang bersangkutan diamankan oleh pihak kepolisian karena meninggalkan tugas atau disersi. Setelah itu dilakukan penindakan dalam hal ini penegakan hukum disiplin terhadap yang bersangkutan,” terang Asep.

Namun setelah dilakukan pembinaan, Nesti polisi masih menemukan indikasi keaktifan Nesti untuk memelajari paham radikal.

Menurut Asep, sikap radikal Nesti terlihat dari ucapan dan perbuatannya. “Sampai sejauh ini pemikirannya yang bersifat radikal dengan ucapan, perkataan selama ini diamati oleh pihak kepolisian. Kemudian tindak tanduknya kemudian secara ekstrem meninggalkan kewajban tugasnya. Itu bagian dari secara keseluruhan yang menunjukkan sikap sikap radikal,” tandasnya.(mi/red)