Categories
Megapolitan Militer Polhukam TNI

Kolonel Laut (P) Denih Hendrata Jabat Danlantamal III

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M., menjabat sebagai Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta menggantikan Laksamana Pertama (Laksma) TNI Muchammad Richad S.H, M.M, dalam upacara serah terima jabatan (Sertijab) yang dipimpinPanglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Aan Kurnia S.Sos, di Lapangan Markas Komando Armada RI Kawasan Barat (Mako Armabar), Jalan Gunung Sahari No.67, Jakarta Pusat, Selasa (27/02).

Dengan dilaksanakannya sertijab tersebut, Laksma TNI Muchammad Richad, SH, M.M yang menjabat Danlantamal III sejak 15 Maret 2017 akan pindah ke Mabes TNI sebagai Staf Ahli Panglima TNI Bidang Polkamnas.

Sedangkan Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M, yang kini menjabat sebagai Danlantamal III Jakarta yang ke-43, sebelumnya adalah Wadan Lantamal III. Berbagai jabat yang pernah diemban Perwira lulusan AAL-35 tahun 1989 yang telah mengikuti Dikreg PPRA LVI Lemhannas tahun 2017 ini antara lain Komandan KRI Cut Nyak Dien-375 tahun 2003, Komandan KRI Pati Unus-384 tahun 2004, Komandan Lanal Cirebon tahun 2007, Asintel Danlantamal II Padang tahun 2009, Komandan Satrol Koarmabar tahun 2010, Komandan Satkat Koarmabar tahun 2011, Komandan Satkor Koarmabar tahun 2012, dan Komandan Lanal Batam tahun 2013,  Ka Depops Seskoal tahun 2014 dan Kas Guspurla Koarmabar tahun 2015.

Selesai pelaksanaan upacara sertijab dilanjutkan acara ramah tamah di Gedung Serbaguna Mako Lantamal III Jakarta dengan mengundang para mantan Danlantamal III beserta ibu dan mitra serta relasi Lantamal III. Kemudian diteruskan acara  penyerahan kemudi kapal dari pejabat lama Laksma TNI Muchammad Richad, SH, M.M kepada pejabat baruKolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M, sebagai simbol telah diserahterimakannya jabatan Danlantamal III.

Selanjutnya acara tradisi pelepasan Laksma TNI Muchammad Richad, SH, M.M beserta ibu dan penyambutan Danlantamal III yang baru Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M, beserta ibu dan diakhiri taklimat awal Danlantamal III kepada seluruh  Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil jajaran Lantamal III.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Polhukam TNI

Lantamal III Jakarta Sambut Kedatangan Kapal Perang Australia

Koran Jurnal, Jakarta – Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta menyambut kedatangan Kapal Perang Angkatan Laut Australia HMAS LARRAKIA ACPB 84 dengan berbagai agenda kegiatan diantaranya acara tabur bunga di laut guna memberikan penghormatan kepada awak kapal yang tenggelam di perairan teluk Jakarta.

Dimulai dari upacara penyambutan (merplug) kapal perang asing yang dikomandani Lieutenant Commander Robert Woodall dengan mengangkut 22 orang Anak Buah Kapal (ABK) di Dermaga JITC II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (26/02/2018) kemarin.

Sejumlah pejabat utama Lantamal III yang hadir antara lain: Dansatrol, Kadis Syahal, dan para Perwira, Bintara dan Tamtama parajurit Lantamal III. Kegiatan itu dimeriahkan pula dengan tarian penyambutan Padupa dari daerah Sulawesi. Kapal yang memiliki panjang 56,8 m dan lebar 9,7 m dengan draft 2,7m di buat pada tahun 2006 di pabrikan Austal Shifs, Henderson, Western Australia.

Kemudian setelah kedatangan HMAS LARRAKIA ACPB 84 di Jakarta, Komandan Lantamal (Danlantamal) III Laksamana Pertama (Laksma) TNI Muchammad Richad, SH, MM., diwakilkan oleh Asintel Danlantamal III Kolonel Marinir I Gede Wiryawan menerima kunjungan kehormatan Komandan kapal. Pejabat yang hadir diantaranya Dandenma, Danlantamal III, Paban Srena. Kunjungan ini diahiri dengan saling tukar menukar cendra mata dan foto bersama.

Bersamaan dengan kunjungan itu diselenggarakan juga pertandingan persahabatan Bola Voli antara Prajurit Lantamal III Jakarta melawan ABK Kapal Perang Angkatan Laut Australia di lapangan voli Mako Lantamal III. Pertandingan Bola Voli berlangsung dengan meriah dan penuh keakraban.(tonmp/Disp)

Categories
Hukum Megapolitan Polhukam TNI

Koarmabar Tangkap Kapal Ikan Asing Langgar UU Pelayaran dan Perikanan di Perairan Utara Bintan

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Unsur gelar operasi Koarmabar yaitu KRI Sigurot-864 dan KRI Pulau Rangsang-727 BKO Guskamlabar yang sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Singapore, berhasil menangkap kapal ikan asing MV Fu Yu di perairan Utara Bintan, Minggu (25/02/2018).

Penangkapan bermula pada saat KRI Sigurot-864 melaksanakan patroli di Selat Singapore, Perwira jaga mendapat kontak kapal nelayan tidak berbendera melintas di TSS Utara Nongsa. Hal tersebut dilaporkan kepada Komandan karena berdasarkan pengamatan secara visual diketahui bahwa kapal tersebut tidak menaikan bendera. Pada saat dilaksanakan pendekatan oleh KRI Sigurot-864, kapal tersebut langsung berbalik haluan dan menuju ke perairan Malaysia kemudian melaksanakan lego jangkar. Dari hasil pengamatan secara visual diketahui bahwa nama kapal tersebut adalah MV Fu Yu.

Selanjutnya KRI Sigurot melaksanakan pengawasan di sekitar perairan Nongsa. Sesaat kemudian, kapal tersebut terlihat melakukan pergerakan ke arah timur memasuki wilayah perairan Indonesia. Mengetahui hal tersebut, maka KRI SGR-864 melaksanakan  intercept dengan prosedur Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid). Berkat kesigapan awak KRI, maka kapal tersebut berhasil didekati dan  dihentikan pada posisi 01 15.608 U – 104 19.594 T tepatnya di perairan Utara Pulau Bintan.

Dikarenakan kondisi cuaca buruk, pemeriksaan hanya dapat dilakukan terhadap dokumen kapal dengan cara tender. Hal tersebut dilaksanakan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Untuk menghindari hal-hal yang membahayakan baik bagi KRI maupun kapal tersebut, maka KRI menjauh dan tetap melaksanakan pengawasan sambil melaksanakan pemeriksaan terhadap dokumen kapal.

Disaat cuaca semakin tidak mendukung karena kondisi  laut gelombang tinggi dan angin kencang, hal tersebut dimanfaatkan oleh MV Fu Yu dengan bergerak menjauh ke barat menuju ke perairan Singapura. Sesaat kemudian KRI SGR-864 melaksanakan manuver  pengejaran.  Namun KRI SGR terpaksa menghentikan pengejaran setelah mendeteksi awal MV Fu Yu telah memasuki perairan teritorial Malaysia di selatan Tanjung Selapa, Johor.

Atas dasar hal tersebut, maka Komandan KRI Sigurot melaporkan kepada Guskamlabar. Dan selanjutnya Guskamlabar melaksanakan koordinasi dengan pihak Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) atau Malaysia Maritime Enforcement Agency. Atas dasar informasi dari Guskamlabar, maka akhirnya MV Fu Yu dapat ditangkap oleh APMM di perairan malaysia.

Sabtu 25 Februari 2018 pukul 15.00 WIB, pihak APMM melaksanakan serah terima MV Fu Yu kepada KRI Pulau Rangsang-727  pada koordinat 01 17.740 U – 104 7.190 T dengan pengawalan KRI Sigurot-864 dan KRI Lepu-861 serta didampingi Motor Boat Petir dari pihak APMM. Serah terima dilaksanakan di atas geladak MV Fu Yu meliputi kapal MV Fu Yu dan ABK berjumlah 10 orang beserta pasportnya. Setelah pelaksanaan serah terima dari pihak APMM kepada KRI PRG-727, selanjutnya MV Fu Yu dikawal menuju dermaga Fasharkan Mentigi dalam rangka proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pers rilis yang diterima redaksi di Jakarta, Senin (26/02/2018), Koarmabar menyampaikan, selama proses pemeriksaan terhadap dokumen yang ada di kapal, terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh MV. Fu Yu dimana tidak adanya dokumen kapal yang asli (foto copy) sehingga tidak laik laut serta kapal tidak memiliki Sikpi. Atas dasar pemeriksaan awal tersebut, maka diduga MV Fu Yu melanggar UU Pelayaran dan UU Perikanan. Rencana kapal akan diserahkan dalam rangka penyelidikan lebih lanjut kepada Lantamal IV Tanjung Pinang.(tonmp/Disp)

Categories
Kriminalitas Nasional Polhukam

Kena OTT, Bawaslu RI Berhentikan Sementara Ketua Panwaslu Garut

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri. Keputusan pemberhentian tersebut merupakan upaya Bawaslu Pusat dalam menindaklanjuti terhadap perilaku bersangkutan (Heri Hasan) bersama dengan komisioner KPUD Garut yang diduga menerima suap. Keduanya tertangkap tangan oleh Satgas Anti-Politik Uang dan jajaran Satgasda Polda Jawa Barat.

“Bawaslu segera menindaklanjuti kasus ini dengan memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut sambil menunggu penetapan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” kata Ketua Bawaslu RI, Abhan di kantor Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta, Minggu (25/2/2018).

Menurutnya, perilaku kedua penyelenggara pemilu tersebut telah menciderai proses demokrasi. Keduanya dianggap bekerja sama untuk meloloskan salah satu calon dalam Pilkada Kabupaten Garut dengan cara-cara tidak terpuji.

Abhan mengaku, pihaknya mendukung penuh penegakan hukum untuk menuntaskan kasus itu, termasuk menindak tegas pelaku pemberi suap.

Lebih lanjut, Abhan berjanji akan terus melakukan intropeksi diri dan terus bersemangat untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, profesionalisme dan integritas kepada jajaran pengawas pemilu di seluruh Indonesia.

Abhan juga berharap publik bisa menanggapi peristiwa ini secara objektif karena persoalan ini muncul atas ulah personal (pribadi) bukan secara kelembagaan (institusi).(tonmp)

Categories
Megapolitan Polhukam Politik

Peringati Milad ke-1, Ormas Bang Japar Tetap Kawal Anies-Sandi

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) menggelar perayaan Milad yang ke-1 di gedung serba guna komplek DPR  Kalibata, Jakarta Selatan (25/02/2018).

Ketua Umum Bang Japar Fahira Idris mengatakan, dalam perayaan Milad ke-1 yang digelar berbarengan dengan Syukuran 4 Tahun Gerakan Nasional Anti Miras ini,  pihaknya meneguhkan untuk tetap mengawal dan mendukung Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk merealisasikan janji-janjinya dan bekerja untuk kemaslahatan atau kebaikan warga Jakarta.

“Bang Japar memandang, berbagai ancaman yang diterima Anies-Sandi mulai dari dilaporkan ke kepolisian, di interpelasi bahkan diancam akan dilengserkan tidak lebih dari ketidaksukaan mereka melihat bergulirnya program-program pro rakyat yang direaliasikan Anies-Sandi selama empat bulan belakangan ini,” kata Fahira.

Menurutnya, banyak yang ‘kepanasan’ selama empat bulan ini karena Anies-Sandi sudah bekerja untuk kemaslahatan atau kebaikan warga Jakarta.

“Selama empat bulan ini Jakarta sudah on the right track. Anies-Sandi bekerja saja, tidak usah hiraukan gangguan-gangguan seperti ini,” tandasnya.

Peringatan hari jadi ormas Bang Japar dihadiri para tokoh, politisi partai, anggota dewan dan pejabat pemerintahan diantaranya, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Oedang (OSO), Wakil DPR RI Fadli Zon, dan lainnya.(ton)

Categories
Hukum Kriminalitas Megapolitan Polisi

Ketum GPAN: Indonesia Sekarang Bukan Darurat Narkoba Tapi Sudah Bencana Narkoba

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Ketua Umum Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) Bob Hasan mengatakan, saat ini Indonesia bukan lagi darurat narkoba tetapi sudah pada tahap bencana narkoba. Hal itu dikatakannya pada acara konferensi pers di kantor GPAN, Cililitan, Jakarta, Jum’at (23/02/2018) kemarin.

Menurut Bob Hasan, makin maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba ditengah-tengah kehidupan masyarakat menandakan bahwa kondisi sekarang sudah sangat mengkhawatirkan, apalagi sudah banyak insan para artis, selebriti ataupun publik figure yang terjerat narkoba dan ditangkap oleh aparat kepolisian.

“Sangat disayangkan ketika artis yang menjadi publik figur bagi publik atau umum bagi masyarakat, mencontohkan hal yang tidak baik,” kata Bob.

Lebih miris lagi, Bob Hasan mengungkapkan, artis-artis yang ikut dalam menggaungkan dan mengampanyekan perang terhadap narkoba, bukan memberikan contoh (anti narkoba) melainkan menggunakan barang haram tersebut, bahkan ada yang diduga menjadi pengedar.

Dari informasi dan pemberitaan yang beredar dalam tiga pekan terakhir bulan Februari 2018 di media massa, sedikitnya sudah ada 5 artis yang ditangkap pihak kepolisian terkait penyalahgunaan narkotika. Selain itu juga dalam kurun waktu yang sama, pihak Kepolisian, Bea Cukai, dan TNI telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu berton-ton yang akan masuk Indonesia melalui jalur laut.

Kondisi itulah yang melatarbelakangi Ketum GPAN menyebut Indonesia saat ini bukan lagi darurat narkoba melainkan sudah bencana narkoba.

Sementara itu, Ketua Pelindung GPAN, Brigjen Pol Drs. Siswandi mengungkapkan, tidak hanya artis senior, artis pemula juga banyak yang terindikasi terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan data pada tahun 2009, Siswandi mengatakan, setidaknya ada 100 orang terlibat dari kalangan dunia hiburan. Hingga saat ini baru ada 28 yang terjaring.

“Indikasi itu saya sudah tahu semua. Kalau dulu itu bener data totalitas 28 semuanya, kalau dulu saya bilang 100 ya, tinggal ngurangin saja. 100 kurang 28, ada 72. Senior, pemula, infotainment, model bahkan di tempat syuting juga ada,” kata Siswandi, saat dijumpai viva.co.id beberapa waktu lalu (18/02).(tonmp)

Categories
Hukum Kriminalitas Megapolitan TNI

Intel Kodim 0505/JT Amankan Tentara Gadungan Ngaku Anggota Kopassus

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Anggota Unit Intel Kodim 0505/Jakarta Timur berhasil mengamankan Agus Priyandi alias Riyan, warga Pademangan Barat, Jakarta Utara yang mengaku-ngaku sebagai personil Kopassus TNI AD dengan pangkat Prajurit Satu.

Komandan Kodim 0505/Jakarta Timur Letkol Inf. Anan Nurakhman mengatakan, terbongkarnya aksi Kopassus gadungan ini berawal dari laporan korban bernama Sugianto ke piket Kodim 0505/Jakarta Timur. Sugianto mengatakan, pelaku sempat meminjam uang Rp 500 ribu dan melarikan BPKB 4 sepeda motor miliknya yang terdiri dari Honda Scoopy B.3807.TXF, Yamaha Jupiter Z B.6673.KXA, Yamaha Jupiter MX B.3175.TBR dan Yamaha Mio B.3537.TSF.

“Modusnya tipu-tipu, pencurian BPKB, mengajak nikah dan pinjam uang. Dari pengembangan, ada korban perempuan bernama Mai Dwiana Imasrini yang diiming-imingi dinikahi pada April 2018 mendatang. Korban Mai ini juga sempat meminjamkan uang Rp 800 ribu kepada pelaku,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (22/02/2018).

Arbituren Akmil 1998 ini menambahkan, setelah berhasil diamankan dan diperiksa oleh Unit Intel Kodim 0505/Jakarta Timur, Kopassus gadungan ini diserahkan kepada Polsek Cakung untuk proses hukum lebih lanjut.

“Dari tangan pelaku berhasil diamankan 1 stel Loreng DM Kopassus, 1 stel Loreng Malvinas, 1 sepatu PDL, 1 Baret Kopassus, 1 Sangkur Komando, 1 kopel, 1 pasang kaos kaki, tas kecil, borgol, serta empat BPKB. Proses hukumnya ditangani Polsek Cakung,” pungkas pria yang lama berkarir di Kopassus ini.(tonmp/Pen)

Categories
Megapolitan Polhukam TNI

Gelar Video Conference, Pangarmabar Cek Kesiapan Tugas Lantamal serta Lanal Jajaran Koarmabar

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., melaksanakan pengecekan kesiapan tugas Lantamal serta Lanal di jajaran Koarmabar melalui video conference di Puskodal Koarmabar, Mako Koarmabar, Jakarta Pusat, Rabu (21/02/2018).

Mengawali video conference, Pangarmabar memberikan ucapan terimakasih kepada Lantamal dan Lanal khususnya Lantamal IV Tanjung Pinang, Guskamlabar dan Lanal Batam atas kerjasamanya dalam mendukung keberhasilan penangkapan MV Sunrise Glory kapal pembawa sabu-sabu sebesar 1.037 ton di Perairan Selat Phillip oleh KRI Sigurot-864 beberapa waktu yang lalu. Dengan keberhasilan tersebut diharapkan agar semakin meningkatkan pengawasan serta intensitas operasi di jalur perairan rawan di daerah masing-masing.

Selain itu, Pangarmabar menekankan agar para Danlantamal maupun Danlanal melakukan pengecekan terhadap senjata di gudang senjata agar tidak terjadi penyalahgunaan senjata api organik. Cek dan ricek terhadap personel yang memegang senjata api dengan mengadakan pengawasan dan pemeriksaan security clearance (SC) secara berkala.

Selanjutnya Untuk menghadapi Pilkada 2018 dibeberapa daerah, Pangarmabar mengharapkan para Danlantamal maupun Danlanal menekankan kepada prajuritnya agar menjaga netralitas sesuai arahan dan perintah Panglima TNI dan Kasal. Sedangkan bagi keluarga prajurit dan PNS yang memiliki hak pilih agar mengunakan hak pilihnya secara bijak dan ikuti peraturan pemerintah yang berlaku.

Sementara itu, Pangarmabar menyampaikan rencana alih bina 3 KRI jenis PKR dan 1 KRI jenis Korvet ke jajaran Koarmabar sudah disetujui oleh Kasal dan akan dilaksanakan pada medio Maret. Hal ini menjadikan jenjang karir perwira Koarmabar menjadi lebih luas dan agar kesempatan ini digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan profesionalisme para prajurit Koarmabar.

Diakhir komunikasi video conference tersebut, Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos memerintahkan kepada para Danlantamal serta Danlanal jajaran Koarmabar untuk lebih memperhatikan Hirarki dan rantai komando TNI AL di setiap pelaksanaan tugas. Selain itu juga agar menjaga hubungan baik dengan para pensiunan melalui wadah PPAL (Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut) di daerahnya masing-masing dengan mengadakan kunjungan silaturahmi kepada para pensiunan dan turut aktif dalam kegiatan Yayasan TNI AL.

Turut hadir dalam video conference tersebut Danguspurlabar Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., Aslog Pangarmabar, Asops Pangarmabar serta Asintel Pangarmabar.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Polhukam TNI

Memorandum Serah Terima Jabatan Danlantamal III

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Bertempat di ruang rapat besar Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Mako Lantamal) III Jakarta dilaksanakan acara Memorandum Serah Terima Jabatan Komandan Lantamal (Danlantamal) III dari Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad, S.H., M.M., kepada penggantinya Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M, Selasa (20/02/2018).

Dalam sambutannya Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad, S.H., M.M., mengatakan bahwa dengan adanya acara memorandum ini diharapkan Danlantamal III yang baru nantinya dapat mengambil suatu kebijakan dan langkah-langkah untuk menjalankan organisasi Lantamal III sesuai dengan harapan pimpinan TNI  Angkatan Laut.

“Kebetulan yang akan menggantikan saya adalah Wadan Lantamal III sendiri yang pasti sudah banyak mengetahui tentang Lantamal III sehingga saya tidak perlu detail untuk menjelaskannya,” ujarnya.

Selanjutnya dilaksanakan paparan Danlantamal III Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad, S.H., M.M.,  terkaittugas dan tanggung jawab Lantamal III yang telah, sedang dan akan dilaksanakan serta kondisi  Lantamal III dan jajarannya saat ini, disertai berbagai permasalahan yang ada dan pemecahannya. Kemudian menyerahkan naskah memorandum kepada calon Danlantamal III Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M.

Acara memorandum diakhiri dengan sambutan pejabat baru dan  exit briefing Danlantamal III Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad, S.H., M.M., kepada para perwira Lantamal III.(tonmp/Disp)

Categories
Hukum Kriminalitas Nasional Polisi TNI

Pangarmabar Bersama Kepala BNN Merilis Perkembangan Pengungkapan 1,037 Ton Shabu Tangkapan TNI AL

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sejalan dengan arahan dan perintah Presiden RI agar aparat penegak hukum dapat meningkatkan komitmen untuk menidak tegas para pengedar Narkoba di wilayah Indonesia khususnya melalui jalur laut, maka TNI Angkatan Laut bersama Badan Narkotika Nasional, Bea Cukai dan Polri bersinergi dalam keberhasilannya menggagalkan penyelundupan 1,037 Ton Narkoba jenis sabu yang dibawa kapal MV Sunrise Glory di perairan Selat Phillip.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNN RI Komjen Pol Drs. Budi Waseso dalam kesempatan konferensi persnya di Kantor BNN RI Jakarta Pusat, Selasa (20/02/2018).

Pada kesempatan tersebut, Aspam KSAL Laksda TNI Suprianto Irawan menyampaikan, keberhasilan ini merupakan kerjasama yang baik antara TNI AL, BNN, Bea Cukai dan Polri. Selanjutnya Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., dalam konferensi persnya di depan puluhan awak media menyampaikan kronologis penangkapan MV Sunrise Glory dengan muatan 1,037 Ton Narkoba oleh salah satu unsur Koarmabar KRI Sigurot-864 yang sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Singapore 18 BKO Guskamlabar di perairan Selat Phillip pada hari Rabu 7 Februari 2018.

Pangarmabar mengatakan bahwa keberadaan MV Sunrise Glory sebenarnya sudah terpantau sejak Desember 2017. Selanjutnya Pangarmabar segera memerintahkan unsur-unsur KRI jajaran Koarmabar untuk melaksanakan patroli penyekatan dan penangkapan terhadap kapal tersebut melalui operasi yang di gelar di seluruh perairan Indonesia bagian barat dengan bekerjasama melalui informasi yang di dapat dari BNN.

Tepatnya Rabu 7 Februari 2018, KRI Sigurot-864 yang sedang melaksanakan patroli, mendeteksi adanya kapal ikan berbendera Singapore melakukan manuver mencurigakan, dikarenakan pergerakan kapal tersebut keluar dari jalur Traffic Separation Scheme (TSS) dan memasuki perairan Indonesia. Selain itu, atas dasar deteksi awal oleh KRI bahwa siluet kapal merupakan jenis kapal ikan Taiwan namun berbendera Singapore. Atas dasar kecurigaan tersebut, Komandan KRI Sigurot-864 melaksanakan pemeriksaan dan penggeladahan.

Pemeriksaan awal diketahui bahwa seluruh dokumen yang ada dikapal diindikasikan palsu karena hanya terdapat foto copy dokumen atau bukan dokumen asli. Selain itu, diduga kapal tersebut adalah “Phantom Ship” dikarenakan memiliki 2 bendera yaitu Singapore dan Indonesia. Dari hasil informasi yang didapat sebelumnya, bahwa diduga MV Sunrise Glory memiliki nama lain yaitu Sun De Man 66 yang pernah menjadi target operasi (TO) dikarenakan dugaan pernah membawa Narkoba. Atas dasar dugaan pelanggaran tersebut, maka kapal beserta ABK dikawal menuju Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Tepatnya Jumat 9 Februari, TNI AL melalui WFQR Lantamal IV/Lanal Batam dan Guskamlabar bekerjasama dengan BNN Pusat dan Bea Cukai melaksanakan pengecekan terhadap muatan kapal. Saat proses pemeriksaan, tim behasil menemukan barang bukti Narkoba jenis Sabu-sabu sebanyak 41 karung dengan perkiraan berat lebih dari 1 Ton. Barang-barang tersebut disembunyikan diantara tumpukan karung beras dalam palka bahan makanan. Selanjutnya tim melaksanakan pengembangan lebih lanjut dan mendapatkan barang bukti sabu-sabu total sebanyak 1,037 Ton.

Pangarmabar menyampaikan bahwa pencapaian dalam menggagalkan penyelundupan Narkoba sebanyak 1,037 Ton ini dapat menyelamatkan kurang lebih 5 Juta generasi muda Indonesia dari gerbang kehancuran. Selain itu, kesuksesan tersebut merupakan bukti nyata sinergitas TNI AL, BNN, Bea Cukai dan Polri dalam memerangi Narkoba sebagai musuh bersama, sehingga kedepannya TNI AL bersama instansi terkait akan tetap berkomitmen menjalin sinergitas dalam memerangi Narkoba.

Dalam konferensi pers tersebut juga turut hadir Aspam Kasal Laksda TNI Suprianto Irawan, Kadispamal Laksma TNI Angkasa Dipua, Kadispenal Laksma TNI Gig ZM Sipasulta, Dir Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bapak Wijayanta serta Dirjen Prekusor dan Psikotropika BNN Brigjen Pol Anjan Pramuka.(tonmp/Disp)