Categories
Militer Nasional Polhukam TNI

Panglima TNI Buka Rapat Paripurna TMMD Ke-38 Tahun 2017

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto membuka Rapat Paripurna Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-38 tahun 2017 yang digelar di Balai Sudirman, Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

Panglima TNI dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya TNI Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A. menyampaikan bahwa rapat paripurna TMMD bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan sebelumnya.

TMMD dilaksanakan sejak 1980. Dulu dikenal dengan ABRI Masuk Desa atau AMD.

“Pendampingan desa telah dilaksanakan sejak tahun 1980 dan dilaksanakan di seluruh wilayah untuk percepatan pembangunan nasional di daerah terpencil, terbelakang dan daerah perbatasan serta termasuk di dalamnya yang terkena musibah bencana,” kata Panglima TNI.

“TMMD bukan hanya program TNI semata melainkan merupakan program lintas sektoral antara TNI dan Kementerian yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama sama dengan rakyat,” jelas Panglima TNI.

Penyelenggaraan TMMD dilakukan melalui proses perencanaan yang matang yang mengutamakan aspirasi dari bawah sehingga dapat mewakili kepentingan masyarakat di daerah, dimana sasaran secara komprehensif dan terintegrasi direncanakan.

“Sehingga perencanaannya nanti bisa lebih matang di tahun-tahun mendatang. Dan setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat diketahui sejauh mana keberhasilan yang telah dilaksanakan,” kata Panglima TNI.

“TMMD yang dilaksanakan ini juga merupakan perwujudan dari program nawacita bapak Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari pinggiran,” tambahnya.

“Dengan ini pelaksanaan rapat paripurna TMMD Tahun 2017, secara resmi dibuka,” kata Didik menyampaikan.

Rapat paripurna dengan mengusung tema “Manunggal Bersama Membangun Desa” dihadiri KSAD (Kepala Staf TNI Angkatan Darat) beserta jajaran Pimpinan dan Pejabat Tinggi TNI diantaranya Kodam, Korem, Kodim, dan jajaran pejabat Kementerian serta Kepala Daerah Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.

Setelah dibuka rapat paripurna, KSAD Jenderal TNI Mulyono selaku penanggung jawab operasional TMMD dalam laporannya menyampaikan, terima kasih kepada Kementerian RI atas sinergitas yang tercipta selama pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2017.

“TNI berterima kasih kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas sinergitas yang tercipta selama pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2017, serta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang akan bersinergi dalam pelaksanaan teknik Tahun Anggaran 2018,” ucapnya.

Selain ucapan terima kasih kepada kementerian, KSAD juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota yang telah mendukung pelaksanaan program TMMD 2017, khususnya dengan anggaran terbesar seperti Pemerintah Kabupaten Purwakarta yakni dengan anggaran sebesar 11 Milliar lebih, dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Hulu dengan anggaran sebesar 4 Milliar lebih, serta Pemerintah Kota Medan pada TMMD ke-99 dengan anggaran sebesar 2 Milliar lebih.

Lebih lanjut, KSAD mengatakan, mulai tahun 2017, pelaksanaan TMMD yang selama ini dilakukan dua kali dalam setahun akan dilakukan tiga kali dalam setahun. “Dengan demikian memberikan kesempatan yang luas bagi kita untuk senantiasa memanunggal dengan rakyat, serta pemerintah daerah pun dapat dengan leluasa menentukan sasaran. Apalagi TMMD yang selama ini juga dilakukan selama 21 hari akan ditambah menjadi 30 hari sehingga penyelesaian sasaran dapat lebih leluasa lagi dalam menyelesaikannya,”  ungkapnya.

KSAD Jenderal TNI Mulyono juga menyampaikan laporan hasil dan capaian yang dilakukan selama TMMD berlangsung.

“Beberapa pekerjaan secara fisik dalam TMMD adalah rehab jalan sepanjang 455.137 meter. Saluran air, parit 62.684 meter. Rehab dan pembangunan rumah 706 unit. Gorong-gorong sebanyak 147. 239. Pembuatan 165 jembatan, dan penanaman kembali 12.167 pohon,” jelasnya.

Pewarta : Anton 

Categories
International Nasional Polhukam

Indonesia Kecam Keras Pengakuan Sepihak Amerika Serikat Terhadap Jerusalem

Koranjurnal.co.id, Bogor – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras tentang pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terkait Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (07/12 /2017).

Selain itu, Presiden Jokowi meminta kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar mempertimbangkan kembali keputusan (pengakuan) tersebut.

Menurut Presiden Jokowi,  pengakuan Amerika Serikat tersebut, dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan keamanan di dunia.

“Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB dimana Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya. Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia,” kata Jokowi.

“Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” jelasnya.

Presiden Jokowi mengatakan, dalam beberapa hari ini Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI segera mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini pada kesempatan pertama. Dan meminta PBB untuk segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak Amerika Serikat.

“Saya memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia,” tukasnya.

Pewarta : Anton/DBPres

Categories
Militer Nasional Polhukam TNI

Pamitan di Kopassus, Panglima TNI Tepis Isu Rumor Siaga 1 dan 3 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo selesai melaksanakan pengarahan kepada prajurit Kopassus di Gedung Balai Komando Kamis (07/12/2017), dihadapan awak media, dalam pelaksanaan doorstop, Panglima menepis isu rumor Siaga 3 untuk Polri dan Siaga 1 bagi Kopassus.

Dengan tenang, sang Jenderal menjawab bahwa isu rumor itu sengaja digulirkan sehingga TNI harus waspada karena TNI akan dibuat seperti tahun 1965, diadu-adu, atau hanya orang-orang yang menumbuhkan isu-isu, meragukan integritas TNI, dan yakinlah bahwa TNI tidak pernah melakukan kegiatan-kegiatan amoral, TNI telah mengenal sumpah prajurit, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, taat kepada atasan.

“Atasan TNI siapa sih? Presiden kan. Terus ngapain. Apakah keputusan Presiden salah? Tidak!!! Benar. Saya bangga diganti pak Hadi (KSAU), kenapa? GR-nya kan yang ganti anak buah saya. KSAD, KSAL, KSAU. Jangan ragukan kesetiaan TNI, jangan ragukan kesetiaan TNI, justru yang melakukan itu adalah orang-orang yang fobia terhadap TNI”.

Saat berpamitan di Gedung Balai Komando, Panglima TNI juga mengatakan bahwa sebagai manusia biasa, ia melakukan kunjungan ke Kostrad dan Kopassus untuk mohon pamit sebagai Panglima TNI.

“Izinkan saya menyimpan semua kebanggaan dan kehormatan di setiap detak jantung dan sanubari saya,” tegas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI tampak terharu saat berpamitan dengan ribuan prajurit Kopassus. Hal tersebut nampak dari mata Gatot yang berkaca-kaca, bahkan di awal membuka pengarahan bibirnya terasa bergetar.

“Sebagai manusia saya minta maaf dan khilaf semua itu yakinlah karena rasa cinta,” kata Gatot.

Dia juga mengungkapkan rasa bangga karena telah diberi kesempatan untuk memimpin prajurit Kopassus. “Saya tidak pernah menemukan keraguan kebimbangan dari prajurit komando. Bahkan, ketika resikonya nyawa kalian tetap tegak berdiri sebagai prajurit menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya dan sebagai penjuru tarikan nafasmu,” kata Sang Jenderal Berjiwa Komando ini.

Beliau juga selalu mengingatkan agar TNI tetap menjaga Netralitasnya dalam menghadapi tahun politik 2018 dan 2019.

Pewarta : Anton/Pen.

 

Categories
International Polhukam

Pangarmabar Hadiri IONS IMMSAREX di Bangladesh

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., mewakili KSAL menghadiri kegiatan Indian Ocean Naval Symposium’s (IONS) Multilateral Maritime Search & Rescue Exercise (IMMSAREX) Tahun 2017 yang dibuka oleh Presiden Bangladesh di Cox’s Bazar Bangladesh, baru-baru ini.

Kegiatan IONS IMMSAREX Tahun 2017 yang diselenggarakan mulai tanggal 26 – 29 November 2017 diawali dengan acara Ice Breaking (26/11), dimana pada acara tersebut Presiden Bangladesh Mr. MD Abdul Hamid & Chief of Naval Staff Bangladesh Admiral Nizamudin Ahmed turut hadir beserta seluruh delegasi. Adapun Head of Delegation yang hadirantara lain Australia, China, Prancis, Jerman, India, Iran, Italia, Jepang, Malaysia, Maldives, Myanmar, Oman, Pakistan, Russia, Saudi Arabia, Singapura, Spanyol, Thailand, United Arab Emirate (UAE) dan United Kingdom (UK). Beberapa negara turut berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu dengan mengirimkan Kapal dan pesawat atau heli. Adapun kapal yang berpartisipasi yaitu 13 Kapal dari Bangladesh, 1 kapal dari China, 4 kapal India, 2 kapal dari Iran serta 1 kapla dari Indonesia yaitu KRI Yos Soedarso-353. Sementara pesawat/heli yang berpartispasi yaitu 1 pesawat dan 1 heli Bangladesh, 1 pesawat China, 1 pesawat dan 4 heli serta 1 heli dari Indonesia.

Selanjutnya pada hari kedua (27/11), Pangarmabar melaksanakan Bilateral Meeting dengan Republik of Singapore Navy (RSN) Maritime Security Task Force(MSTF) Commander Colonel Seah Poh Yeen membahas tentang kerjasama antar kedua Angkatan Laut yang sudah terjalin dengan baik, latihan bersama yang pernah dilaksanakan, Information Fusion Center(IFC), kegiatan International Maritime Defence Expo (IMDEX) serta membahas rangkaian RSN 50 dan tugas-tugas MSTF yang lebih bersifat inward/home security. Selanjutnya Opening ceremony dihadiri oleh Presiden Mr. MD. Abdul Hamid, sambutan oleh Kasal Bangladesh selaku chairman IONS menyampaikan tentang sinergi for cooperative reginme at sea,pencapaian dan kerjasama yang telah dilakukan, arti penting posisi strategis Indian Ocean serta latar belakang IMMSAREX.

Pada kesempatan tersebut, BN Fleet Commander Radm Ashraf menyampaikan bahwa konsep IMMSAREX merupakan konsep tindakan dalam mengatasi berbagai kecelakaan di laut maupun akibat bencana alam seperti tsunami atau cyclone. Sementara dalam kesempatan lainnya, Indian Navy Chief of Staff Admiral Sunil Lanba menyampaikan CUES sebagai panduan, charter of bussiness, dimana India tetap pada komitmennya untuk bekerja sama, bertukar informasi serta efektif response dalam SAR di Indian Ocean dan sekitarnya. Sementara itu, dalam pidatonya Presiden Bangladesh menyampaikan upaya meningkatkan sektor maritim, menjaga keamanan maritim yang kompleks, modernisasi dan peningkatan kemampuan Angkatan Laut menjadi 3 dimensi serta mampu menghadapi ancaman internal maupun dari luar secara manunggal ataupun gabungan.

Kegiatan dilanjutkan dengan acara pembukaan IMMSAREX oleh Presiden Bangladesh serta sesi foto bersama Presiden beserta seluruh delegasi di amphitheatre serta kegiatan Fleet Review oleh Presiden dengan menggunakan Heli. Acara dilanjutkan dengan pembukaan Beach Carnival. Sementara itu Observer dan Komandan KRI Yos Sudarso-353mengikuti final exercise brief dan membahas secara rinci serial latihan dan pembagian latihan menjadi 3 skenario SAR dan Comm Plan. Kegiatan ditutup dengan acara Evening Gala.

Pada hari terakhir (28/11) diadakan CoC (Conclave of Chiefs) dengan materi resume kegiatan IONS dan IPW (IONS preparatory workshop 2017), laporan perkembangan IONS working grup, Future Activites Discusion  Preparation for IONS 2018 (Iran)  dan Agenda brief of CoC 2018.

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Daerah Militer Nasional Polhukam Ragam TNI

Panglima TNI Beri Penghargaan Prajurit Taipur Kostrad

Koranjurnal.co.id, Papua – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya membebaskan 347 warga masyarakat yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Upacara pemberian penghargaan kepada 63 prajurit TNI tersebut dilaksanakan di depan bekas Pos Kelompok Kriminal Bersenjata, Desa Utikini, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (19/11/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berikan kenaikan pangkat kepada prajurit Taipur Kostrad. Foto: Ist/pen.

Penghargaan yang diberikan kepada prajurit TNI berupa prioritas khusus sekolah bagi 5 (lima) orang Perwira dan 58 prajurit mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa yaitu naik satu tingkat dari pangkat lama, penghargaan ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/920/XI/2017.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya mengatakan bahwa prajurit yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera di Papua pantas diberikan penghargaan, karena mereka telah melaksanakan tugas dengan baik. “Karena kebanggaan, atas nama seluruh prajurit TNI saat ini kami memberikan penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa,” ujarnya.

“Saya berikan penghargaan karena prajurit TNI telah melakukan operasi ini sangat teliti dengan pengamatan yang intensif, tidak mengenal lelah setiap hari, setiap saat, sehingga 347 warga masyarakat yang disandera bisa selamat semuanya tanpa luka sedikitpun,” jelas Panglima TNI.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) 58 orang prajurit dan 5 (lima) perwira diberikan pendidikan secara khusus mendahului rekan-rekan satu angkatannya. “Inilah contoh tauladan bagi prajurit yang mengutamakan tugas hanya untuk kepentingan negara,” ucapnya.

“Lima Perwira tersebut menyampaikan kepada saya, bahwa keberhasilan milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab Perwira sehingga yang pantas naik pangkat adalah anggotanya, ini suatu hal yang sangat luar biasa, yang membuat kami semua terharu,” tutur Panglima TNI.

Operasi pembebasan sandera di Papua ini merupakan Satgas Gabungan TNI-Polri. Sedangkan organisasi Satgas Operasi Pembebasan Sandera dari TNI diambil dari prajurit-prajurit yang terbaik, berpengalaman dan terlatih yaitu dari Peleton Pengintai Tempur (Tontaipur) Kostrad, Kopassus, Batalyon 751/Raider Sentani dan Batalyon 754/ENK Kodam XVII Cenderawasih.

Pewarta : Anton/Pen.

Categories
Militer Nasional Opini Politik TNI

Panglima TNI Ajak Kader NasDem Pilih dan Dukung Pemimpin 2019

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak semua kader Partai NasDem (Nasional Demokrat) untuk fokus memenangkan Presiden Joko Widodo kembali di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal itu diungkapkannya usai partai politik yang dipimpin Surya Paloh itu mendeklarasikan dukungannya kepada Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres mendatang.

“Saya ingin mengajak semuanya, jangan berpikir saya jadi presiden tapi berpikirlah bagaimana negara ini jadi bangsa yang besar dan cari pemimpin yang cocok,” kata Panglima TNI saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem ke-IV 2017 di JI-EXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017).

Gatot pun berandai-andai, apa yang akan terjadi pada pembangunan infrastruktur di Indonesia jika Jokowi gagal memenangkan pilpres yang akan datang.

“Bayangkan kalau nanti 2019 bukan pak Jokowi (yang menang). Presiden mengatakan infrastruktur apa itu? Hapus. Apa jadinya negara ini?,” tuturnya.

Karenanya, Gatot ingin pencapaian Jokowi yang sudah ada saat ini bisa dilanjutkan pada periode kedua pemerintahan mendatang yakni 2019-2022.

“Maka kita perlu ke depan, yang sudah punya tatanan sekarang berlanjut. Sehingga pembangunan bisa terwujud. Setelah itu ganti lagi enggak masalah. Ini karena sistem kita seperti ini,” ujar Gatot.

Dalam Rapat Kerja Nasional (rakernas) ke-IV, Partai NasDem resmi mendeklarasikan dukungannya untuk Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan bahwa partainya tak akan berpaling sedikitpun dan akan tetap mendukung Joko Widodo.

Untuk itu partainya secara resmi kembali memberikan dukungan kepada Jokowi maju kembali dalam kontestasi Pilpres 2019 seperti dilansir kompas.com.

Pewarta : Anton/red

 

Categories
Daerah Keamanan Militer Polisi TNI

Tim Parako Kopassus dan Ton Taipur Kostrad Berhasil “Acak-Acak” Kelompok OPM Penyandera Warga di Kimbely Papua

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Tim Parako Kopassus (Komando Pasukan Khusus) dan Ton Taipur Kostrad (Batalyon Pengintai Tempur Komando Strategis Angkatan Darat) berhasil menyerbu dan mengacak-acak kelompok gerakan separatis Papua bernama OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang telah menyandera ratusan warga masyarakat di desa Kimbely Papua. 

“Hanya 78 menit, 1 (satu) tim Parako Kopassus berjumlah 13 prajurit dan Ton Taipur Kostrad mengacak-acak kelompok OPM yang menyandera warga di Kimbely Papua dan membebaskan warga yang disandera,” kata Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam awal keterangan persnya di Papua, Jum’at (17/11/2017).

Dalam siaran pers tersebut, Kapendam menjelaskan bahwa 1 Tim Pasukan Parako Kopassus telah melaksanakan Operasi Raid dan Perebutan Cepat area Kimbely Papua dan mengejar Kelompok Bersenjata yang mengisolasi warga masyarakat di Papua. Di back up (dukungan strategi militer) oleh Yonif-715/Raider dan Tontaipur, secara serentak 2 tim dari Taipur Kostrad tersebut bertugas menguasai Bunti.

“Seluruh Personel TNI sudah masuk ke posisi masing-masing, menunggu perintah melaksanakan serbuan,” kata Kapendam.

Lebih lanjut, Kapendam mengatakan, pada waktu yang di koordinasi pada Jam “J” pada jam 07.00 WIT, pasukan mulai bergerak ke arah posisi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sedang berkumpul.

“07.45 WIT suara ledakan di bunyikan dan seluruh anggota sniper langsung melakukan penyerangan kepada KKB sedang berkumpul di kandang babi di daerah Utikini. Mengetahui pasukan yang tiba-tiba muncul diluar area pemukiman, kelompok OPM (KKB) berhamburan melarikan diri tanpa bisa melakukan perlawanan. Karena mereka sudah bisa memastikan itu adalah Pasukan Parako Kopassus,” jelas Kapendam.

“Jam 08.18 WIT seluruh area Kimbely berhasil dikuasai. Pangdam XVII/Cendrawasih perintahkan untuk bergerak menguasai pos-pos pengamanan separatis TPN/OPN. Dalam waktu 78 menit seluruh area berhasil dikuasai dan para separatis melarikan diri ke hutan dan gunung, sambil mengeluarkan tembakan dari jarak jauh,” lanjut Kapendam menjelaskan.

Kapendam menyatakan, belum bisa dipastikan apakah kelompok separatis OPM ada yang korban,  karena cuaca berkabut sangat tebal. 

Setelah seluruh wilayah di kuasai dan situasi dinyatakan aman, Pangdam XVII/Cenderawasih berkoordinasi dengan Kapolda Papua agar segera mengirimkan Tim Evakuasi. Tidak lama kemudian Tim Satgas Terpadu TNI/Polri tiba di lokasi melaksanakan evakuasi.

“Sekitar pukul 14.00 WIT proses evakuasi berhasil dilaksanakan dengan jumlah korban sandera 347 orang terdiri dari warga Papua dan luar Papua. Sementara penduduk asli setempat memilih tetap tinggal dengan jaminan keamanan dan dukungan logistik,” jelasnya menyampaikan kondisi dan situasi tersebut.

“Pasukan pengaman tetap tinggal di lokasi, mengamankan korban dan kampung,” tukasnya.

Pewarta : Anton/Pen.

Categories
Nasional Polhukam

Jaksa Agung Lantik dan Sertijab Sejumlah Pejabat Kejagung

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Jaksa Agung Muhammad Prasetyo melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung RI diantaranya Wakil Jaksa Agung, Jaksa Agung Muda (JAM), Kepala Badan Diklat, dan Staf Ahli Kejaksaan Agung Republik Indonesia, bertempat di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).

Mereka yang dilantik adalah Arminsyah sebagai Wakil Jaksa Agung; Adi Toegarisman sebagai JAM Pidsus, dan Jan S Marinka sebagai JAM Intel.

Jaksa Agung juga melantik Yusni sebagai JAM Pengawasan, serta Loeke Larasati Agoestina sebagai JAM Datun.

Sementara itu, Setia Untung Arimuladi dilantik sebagai Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, dan tiga Staf Ahli Jaksa Agung yang dilantik yakni Agus Riswanto untuk bidang Intelijen, Sudung Situmorang untuk bidang Tindak Pidana Khusus, serta Feri Wibisono untuk bidang Pembinaan.
Seluruh pejabat yang dilantik diambil sumpahnya untuk menyanggupi tidak memberi sesuatu kepada siapapun juga, baik langsung maupun tidak langsung.

Selain itu, mereka juga diambil sumpahnya untuk setia dan taat kepada negara Republik Indonesia, serta memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan.

“Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian apapun, dari siapapun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa ia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin berbenturan dengan jabatan atau pekerjaan saya,” kata Prasetyo seraya diikuti seluruh pejabat.

Para pejabat yang dilantik juga diambil sumpah bahwa dalam menjalankan jabatan dan pekerjaannya, mereka senantiasa lebih mementingkan kepentingan negara daripada kepentingan pribadi atau golongan.

Mereka juga bersumpah akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan pegawai negeri. Kemudian bersumpah akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan semangat untuk kepentingan negara.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.‎

Pewarta : Anton

Categories
Hukum Kriminalitas Megapolitan

Tahanan Kota PN Jaksel Plesiran Ke Luar Negeri, Pelapor Kasus Pemalsuan Buku Nikah: Terdakwa Pergi Ke Bangkok, Sarah Susanti Lecehkan Hukum ‎

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sarah Susanti, Terdakwa kasus dugaan Pemalsuan Buku Nikah dan Penggelapan harta keluarga Purnawirawan Polisi alm. Kombes Pol. Agus Maulana Kasiman, yang dalam tahap penyelesaian perkaranya, terdakwa juga ditetapkan sebagai Tahanan Kota oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, disinyalir telah melakukan pelecehan terhadap lembaga hukum dan hukum positif yang berlaku di Indonesia.

Pasalnya, Terdakwa dugaan Pemalsu Buku Nikah seorang Purnawirawan Polisi mantan Kepala Detasemen (Kaden) Patroli Jalan Raya (PJR) Mabes Polri dilaporkan oleh Melva Tambunan, Istri sah alm. Kombes Pol Agus Maulana yang juga sebagai  Pelapor dalam Perkara Pemalsuan Buku Nikah tersebut ke pihak PN Jakarta Selatan.

Melva Tambunan melaporkan Sarah Susanti (terdakwa) lantaran yang bersangkutan diduga telah melakukan jalan-jalan (traveling) atau plesiran ke luar negeri, sementara statusnya di PN Jakarta Selatan adalah Tahanan Kota.

“Pengaduan saya kan (perkara dugaan pemalsuan Buku Nikah dengan nomor perkara 1056/pin.b/2017/pn.jkt.sel ) sudah sampai tahap saksi dan pembuktian. Tapi ternyata pada tanggal 7 (7/11/2017), tiba-tiba saya membuka medsos akun instagramnya Sarah Susanti, terdakwa, ada foto Sarah Susanti di Bangkok (Thailand). Berdasar fakta ini akhirnya saya melakukan pengecekan sendiri. Akurat, ternyata benar Sarah Susanti itu pergi meninggalkan Jakarta pada 5 November dengan menggunakan Garuda GA 868 dari Soekarno Hatta pukul 11.55 tujuan Vietnam transit di Bangkok,” ujar Melva.

Oleh karenanya sebagai pelapor, Melva merasa keberatan, sehingga mengajukan pengaduan dan keberatan ke Majelis Hakim PN Jakarta Selatan.

“Harapan saya, majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, segera melakukan penahanan terdakwa, karena apabila benar terdakwa di Bangkok, maka saya sebagai pelapor khawatir terdakwa melarikan diri, yang selanjutnya akan mempersulit penyelesaian perkara ini secara hukum,” ringkasnya.

Menurut Melva, dalam hukum positif Indonesia, hal tersebut (tahanan kota plesiran ke luar negeri), tidak dibenarkan. Semestinya, lanjut Melva, Sarah berada di sekitar Jakarta Selatan saja.

“Ini terdakwa tidak menghormati hukum, terkesan melecehkan hukum dan tidak hormat terhadap hukum positif, dengan tiba-tiba ada di Bangkok, Ada apa ?,” ujarnya.

Dalam photo plesiran yang diunggah terdakwa Sarah Susanti di akun instagramnya bernama sarahdarama, tampak ia (tanpa jilbab) berada di cafe/bar/restoran di atas gedung bertingkat, dengan keterangan : Blue Sky at Centara Grand at Central Plaza Ladpra…..#dinnerbymyself#bluesky24thfl#bangkok#tripov2017#…..

“Memang tidak menggunakan jilbab sebagaimana dalam sidang. Tapi 100 persen itu Sarah. Karena sebenarnya sehari-hari dia memang tidak pakai jilbab, kecuali ke pengadilan atau dipanggil penyidik,” tandasnya.

Pewarta : Anton

Categories
Hukum Kriminalitas Megapolitan Polisi

Polres Jakarta Pusat Berhasil Ungkap Pengguna dan Pengedar Sabu di Tambak Menteng

Koranjurnal.co.id, Jakarta – ‎Kepolisian Resort Jakarta Pusat berhasil mengungkap serta penangkap pengguna dan pengedar Narkotika jenis Sabu yang kerap beroperasi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta.
‎
“‎Benar pada hari Senin (30/10), sekitar pukul 01.00 WIB, telah ditangkap 2 (dua) orang laki-laki dan seorang perempuan di lokasi yang selama ini kerap terjadi tawuran daerah Tambak dan Menteng Tenggulu ,” kata Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi Ario Seto kepada wartawan dalam pers rilis kasus Narkoba ‎yang digelar di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017).
‎
‎Penangkapan itu berawal dari penelusuran pihak kepolisian terkait adanya laporan/informasi warga bahwa ada kegiatan pesta sabu di wilayah tersebut.

“Penangkapan berdasarkan laporan warga tentang adanya pesta sabu di hotel “B”, Jalan Bonang, Tambak Menteng,” ujar Kapolres.

Selanjutnya ditindaklanjuti oleh polisi dengan menuju TKP dan berusaha masuk kedalam kamar No.27 tersebut dengan cara mengetuk pintu dan dibuka oleh seorang laki-laki berinisial MM alias M, dan didalam kamar ditemukan lagi seorang laki-laki berinisial Z alias F serta seorang perempuan berinisial IN alias I.

Pada saat itu ditemukan barang bukti berupa, 1 bungkus plastik bening yang berisi kristal yang diduga Narkotika jenis Sabu dengan berat bruto 0,33 gram dari atas saluran pembuangan air yang tidak ada airnya didalam kamar mandi dalam kamar tersebut sesaat setelah dibuang oleh Z alias F.

Saat ketiga orang tersebut ditanya oleh polisi, mereka bertiga mengaku bahwa barang tersebut (0,33 gram Sabu) adalah milik mereka bertiga yang dibeli seharga Rp. 300 ribu dari pengedar berinisial WS alias A alias J dengan cara patungan masing-masing seratus ribu rupiah.

Selanjutnya, dengan petunjuk Z alias F, kemudian Polisi melakukan penangkapan terhadap WS alias A alias J dan ditemukan 21 (dua puluh satu) bungkus paket Narkotika jenis Sabu dengan berat bruto total 26.24 gram didalam sebuah dompet warna hitam.

Dari hasil pengungkapan dan pengembangan kasus tersebut, Polisi telah mengamankan 4 (empat) tersangka yakni, Zulfikar alias F, Muhamad Messa Andhika alias Mesa, Indah Novianti alias Indah, dan Wahyu Sudrajat alias Ajad alias Jange, dengan berikut barang bukti; 1 (satu) plastik bening berisi Narkotika jenis Sabu dengan berat bruto 0,33 gram, 1 (satu) buah dompet warna hitam berisi 21 (dua puluh satu) paket Sabu dengan berat bruto 26.24 gram, 1 (satu) unit handphone Samsung berikut kartunya, dan 1 (satu) buah Bong terbuat dari botol plastik dengan 2 (dua) sedotan plastik yang dirangkai sedemikian rupa.

“Tersangka dikenakan pasal 112 ayat (2) Yo 132 ayat (2) Undang-undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika,” jelas Kapolres Jak-Pus Kombes Pol Suyudi Ario Seto.

Pewarta : Anton