Categories
Kesehatan Megapolitan Transportasi

Operasi Ketupat Jaya 2021, Ditlantas Polda Metro Adakan Tes Swab Antigen Gratis di Terminal Kalideres

Koran Jurnal, Jakarta – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengadakan pemeriksaan kesehatan Swab Antigen Covid-19 kepada para pengguna jasa angkutan umum di Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (08/05/2021). Kegiatan ini merupakan rangkaian pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2021 dan guna menekan serta memutus penyebaran virus Covid-19.

“Kami dari Ditlantas Polda Metro Jaya mengadakan Swab Antigen, gratis kepada awak maupun masyarakat umum pengguna jasa angkutan umum,” kata Kasi Amdal Subdit Kamsel Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol NI Ketut Ayu Nurjani kepada wartawan di lokasi, Sabtu (8/5).

Ayu menerangkan, sebanyak 71 orang terdiri dari pengemudi dan awak angkutan umum dilakukan tes Swab Antigen Covid-19 secara cuma-cuma alias gratis.

“Dari 71 yang kami tes Swab, hasilnya semuanya negatif,” ujarnya.

“Ini sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan daripada virus Covid-19,” tukas Ayu.

Ia menambahkan, kegiatan Polda Metro Jaya bersama dengan Dinas Perhubungan Darat DKI Jakarta merupakan upaya tindak lanjut kebijakan pemerintah menetapkan larangan mudik Lebaran 2021.

“Program larangan mudik dari 6 sampai 17 Mei 2021 ini tentunya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terkait pencegahan penularan Covid-19,” bebernya.

Kepala Terminal Bus Kalideres
Revi Zulkarnain mengatakan, sejak tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021 Terminal ditutup untuk pelayanan mudik.

“Kita hanya melayani dengan kepentingan mendesak seperti untuk perjalanan dinas, untuk kepentingan keluarga sakit, meninggal kepentingan keluarga melahirkan,” ujarnya.

“Kemudian ia (penumpang) wajib mempunyai surat kesehatan dari gugus tugas atau hasil tes rapid dan juga mengisi aplikasi kesehatan di ponsel,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasatlantas dan Wakalantas Polres Metro Jakarta Barat, Kapolsek Kalideres dan petugas dinas perhubungan DKI Jakarta.(red)

Categories
Ekonomi Transportasi

Resmikan KRL Yogyakarta-Solo, Presiden: Ini Transportasi Massal Ramah Lingkungan

Koran Jurnal, Yogyakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) Lintas Yogyakarta-Solo, Senin (01/03/2021). Acara peresmian tersebut berlangsung di Stasiun Tugu Yogyakarta dan merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kehadiran KRL tersebut selain meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan bertransportasi serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar, juga akan mengurangi tingkat polusi udara. Hal itu disebabkan oleh peralihan dari kereta rel diesel (KRD) berbahan bakar solar menjadi kereta rel listrik yang mendapatkan pasokan tenaga listrik melalui infrastruktur listrik aliran atas di sepanjang jalur rel listrik.

“Ini adalah sebuah transportasi massal yang ramah lingkungan. Saya kira moda transportasi di negara kita ke depan harus semuanya mengarah kepada angkutan yang ramah lingkungan,” kata Presiden.

Beroperasinya rute Kereta Rel Listrik Yogyakarta-Solo tersebut merupakan hasil dari kegiatan elektrifikasi jalur kereta api lintas Yogyakarta-Solo yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional. Lintasan tersebut dimulai dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan berakhir di Stasiun Solo Balapan dengan 11 stasiun pemberhentian dan memiliki panjang lintasan keseluruhan kurang lebih 60 kilometer.

Presiden berharap agar hadirnya KRL lintas Yogyakarta-Solo tersebut dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan transportasi massal kepada para pengguna sekaligus meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Kita harapkan ini bisa membantu baik mobilisasi orang maupun barang dari Yogyakarta ke Solo, Solo ke Yogya, dan juga meningkatkan pariwisata dan ekonomi kita,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara beserta rombongan terbatas sekaligus meninjau dan menjajal KRL Lintas Yogyakarta-Solo dengan pengaturan dan pelaksanaan protokol kesehatan selama perjalanan berlangsung.

Untuk diketahui, KRL Lintas Yogyakarta-Solo tersebut selanjutnya menggantikan KRD Prambanan Ekspres (Prameks) berbahan bakar solar untuk rute perjalanan Yogyakarta-Solo.

Hadir dalam acara peresmian di antaranya ialah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.(Ist/red)

Categories
Megapolitan Transportasi

KNKT dan Sriwijaya Air Temui Keluarga Penumpang dan Awak Pesawat SJ-182

Koran Jurnal, Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Sriwijaya Air menemui keluarga penumpang dan awak pesawat SJ-182, pada Selasa (12/1). Pertemuan ini untuk menginformasikan perkembangan proses investigasi, penyebab terjadinya musibah kecelakaan pesawat SJ-182.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono memohon keluarga penumpang dan awak SJ-182, untuk tidak begitu saja mempercayai analisa yang beredar di media sosial.

“Data-data yang beredar (luas di medsos) harus divalidasi, harus dicek sumber dan kebenarannya. Data yang beredar belumlah divalidasi. KNKT hanya akan memberikan pernyataan berdasarkan hasil pemeriksaan Black Box,” ucap Soerjanto.

Ketua KNKT mencontohkan, soal kecepatan pesawat dalam 1 detik berubah menjadi 50 knot. Hal ini tidaklah benar.

“Bahkan mobil balap saja tidak secepat itu,” ucapnya.

Soerjanto menghimbau agar spekulasi-spekulasi semacam itu tidak perlu disebarluaskan, “Karena tidak benar,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Sub Komite IK Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo menegaskan, pihaknya akan membuat laporan yang detail dan menyeluruh, setelah proses investigasi benar-benar selesai dilakukan.

“Kami akan menghadirkan laporan awal investigasi dalam waktu 30 hari,” ujarnya.

Menurut Nurcahyo, KNKT punya kewajiban sesuai dengan ketentuan internasional, untuk memberi laporan awal kepada publik selambat-lambatnya 30 hari, sejak kecelakaan terjadi.

“Namun dalam 30 hari itu, mungkin belum termasuk analisa KNKT, karena butuh waktu untuk mengungkap penyebabnya seperti apa, masalahnya dimana, atau pemeliharaannya bagaimana, semua pasti akan diungkapkan,” kata Nurcahyo.

Penemuan Black Box FDR SJ-182

Tim Gabungan telah berhasil menemukan Kotak Hitam (Black Box) berupa Flight Data Recorder (FDR) pesawat SJ-182, pada Selasa (12/1) di sekitar Perairan Kepulauan Seribu. Penemuan tersebut secara resmi disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto; Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono; Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito; Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono dan Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Jauwena di Posko JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan tiga instruksi Presiden Joko Widodo. Pertama, penanganan musibah harus cepat yaitu black box, jenazah korban, dan potongan pesawat harus segera diangkat. Kedua, santunan dan asuransi bagi keluarga korban (ahli waris) harus segera diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Ketiga, penyebab kecelakaan harus segera ditemukan dan menjadi bahan bagi industri penerbangan nasional agar tidak terulang kembali kejadian yang sama.

“Terima kasih kepada Presiden yang begitu intens menghubungi kami sehingga kami mendapatkan dukungan moral dan kinerja menjadi lebih baik. Kami mengharapkan kolaborasi Tim Gabungan dapat terus berjalan dengan baik sampai semuanya ditemukan,” ungkapnya.

Adapun Direktur Sriwijaya Air, Jefferson Jauwena mengatakan,” Saya ucapkan terima kasih kepada Tim Gabungan yang tanpa lelah terus berupaya mencari lokasi pasti keberadaan Black Box FDR SJ-182 ini. Semoga CVR (Cockpit Voice Recorder) juga dapat segera ditemukan. Dan tentu saja dengan penemuan ini, besar harapannya agar proses investigasi penyebab kecelakaan SJ-182 dapat segera diungkap, dan menjadi panduan dunia aviasi ke depannya, sehingga bisa menghentikan seluruh spekulasi yang beredar di masyarakat.”(ccm/red)

Categories
TNI Transportasi

Panglima TNI Bersama Menhub Tinjau Lokasi Penemuan Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsdya TNI Bagus Puruhito dan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, meninjau langsung lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan menggunakan  KRI John Lie-358 yang bertolak dari Dermaga JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/01/2021).

Seperti diketahui bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (09/01/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat tersebut mengangkut sebanyak 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Panglima TNI menyampaikan ucapan belasungkawa dan duka yang mendalam terkait tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. “Saya turut prihatin dan berbela sungkawa atas kejadian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182,” ungkapnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dari hasil pemantauan terakhir telah didapatkan titik koordinat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182,  sesuai dengan koordinat yang diberikan dari kontak terakhir adanya sinyal dari pesawat tersebut.

“TNI telah menurunkan  tim penyelam dari Denjaka dan Kopaska TNI AL, dan mudah-mudahan apa yang ditemukan oleh KRI Rigel 933 memang tepat sesuai dengan perkiraan,” ujarnya.

Panglima TNI menyampaikan bahwa TNI mendukung penuh upaya pencarian dan pertolongan untuk menemukan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu di bawah komando Basarnas. “Sejumlah Alutsista dan personel TNI  dilibatkan untuk mendukung pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan mengerahkan  pesawat, helikopter, dan KRI serta  menerjunkan tim penyelam dari Denjaka dan Kopaska TNI AL,” katanya.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan bahwa proses pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mengalami kemajuan dengan ditemukannya serpihan pesawat hingga lifevest jacket oleh penyelam dari Kopaska dan Denjaka TNI AL.

“Seperti yang saya sampaikan tadi pagi ketika di dermaga bahwa KRI Rigel 933 sudah menemukan sinyal dan setelah dilakukan penyelaman oleh Kopaska itu sudah ditemukan beberapa serpihan dari pesawat tersebut seperti lifevest jacket, kemudian warna bagian dari pesawat ada dan juga bagian dari ada registrasinya dikedalaman 23 meter,” tuturnya.

Panglima TNI berharap proses evakuasi bisa segera dilakukan karena dari informasi para penyelam jarak pandang di bawah air saat ini cukup bagus. “Dilaporkan dari penyelam bahwa visibility di bawah air tersebut juga baik dan cukup jelas, sehingga memungkinkan apabila nanti ditemukan bagian-bagian dari pesawat tersebut termasuk korban, sampai sore hari ini mudah-mudahan bisa diangkat kalau tidak ada perubahan arus di bawah,” urainya.

Pengerahan personel, materiil dan Alutsista TNI yang dikerahkan untuk mendukung operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 meliputi TNI AD 130 orang (Kodam Jaya) ; TNI AL 1.218 orang, materiil (6 Sea Rider, 6 perahu karet, 25 alat selam), Alutsista (16 KRI, 3 Heli) ; TNI AU 50 orang, Alutsista (2 Heli, 1 CN 295, 1 Boeing Intai Strategis) termasuk  2 Tim SAR Paskhas 12 orang.

Total keseluruhan yaitu personel : 1.398 orang; Materiil : 6 Sea Rider, 6 perahu karet, 25 alat selam ; dan Alutsista : 16 KRI, 5 Heli, 1 CN 295, 1 Boeing Intai.(Pusp/red)

 

Categories
Angkutan Darat Ragam Transportasi

BP2MI Gandeng Damri, Fasilitasi Pemberangkatan dan Pemulangan Pekerja Migran Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggandeng Perum Damri dalam memberikan pelindungan kepada Pekerja Migran Indonesia. Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pemberangkatan dan Pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Adapun penandatangan PKS ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BP2MI yang dilaksanakan pada 18 Agustus 2020 lalu.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, penandatanganan PKS tersebut merupakan upaya nyata dua lembaga negara dalam memberikan pelayanan optimal kepada PMI sebagai warga negara very very important person (VVIP). Momentum tersebut pun menjadi ‘kado’ bagi para PMI menjelang peringatan Hari Buruh Migran Internasional yang diperingati setiap 18 Desember.

“Bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Pekerja Migran Internasional yang puncaknya akan dilaksanakan pada 18 Desember 2020, momentum penandatanganan PKS dengan Perum Damri ini menunjukan bahwa BP2MI berkomitmen dalam bersinergi dengan berbagai stakeholders, terlebih BUMN untuk meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada PMI dan keluarganya,” ucap Benny dalam konferensi pers di Gedung BP2MI, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Adapun ruang lingkup kerja sama antara BP2MI dan Perum Damri, antara lain fasilitasi transportasi untuk PMI yang bermasalah dari embarkasi ke bandara, debarkasi ke daerah asal, debarkasi ke shelter UPT BP2MI, dan satu tempat ke tempat lain yang ditentukan sesuai kesepakatan; penggunaan batas tarif atas biaya transportasi dalam pemulangan PMI yang bermasalah; penentuan kapasitas alat transportasi dan jumlah PMI yang dapat difasilitasi; dan pengaturan tata cara penagihan dan pembayaran.

Perjanjian Kerja Sama ditandatangani oleh Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dan Direktur Utama Perum Damri, Setia N Milata Moemin. Acara penandatanganan PKS dilaksanakan di Aula Serbaguna BP2MI dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian BUMN, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sosial, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kemendes, Kemenparekraf, Bareskrim Polri, dan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Usai penandatanganan PKS, Kepala BP2MI dan Direktur Utama Perum DAMRI melepas secara simbolik rombongan 30 PMI bermasalah dari Malaysia untuk kembali ke daerah asal menggunakan bus DAMRI. Di samping itu, dilaksanakan pula peluncuran branding terbaru Bus DAMRI yang akan membantu rangkaian kegiatan peringatan Hari Pekerja Migran Internasional yang diselenggarakan oleh BP2MI.(rls/red)

Categories
Megapolitan Transportasi

Pemerintah Mendorong Penerapan Intelligent System dan Protokol Kesehatan Pada Sistem Transportasi

Koran Jurnal, Jakarta – Menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) akibat pandemi covid-19, pemerintah mendorong secara maksimal Penerapan intelligent system dan protokol kesehatan pada sistem transportasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada webinar tentang Integrasi Antarmoda Transportasi dalam era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB (SBM-ITB), Rabu (05/08/2020).

Menhub mengatakan dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) akibat pandemi covid-19, tentunya masyarakat masih merasa waspada untuk menggunakan angkutan umum terutama dari adanya interaksi dengan pengguna lain. Untuk itu Pemerintah berusaha keras melakukan upaya pemulihan / Build Back Better dengan memastikan ketersediaan dan layananan angkutan umum masal yang tersedia melaksanakan penyesuaian dengan Penerapan Protokol Kesehatan di tempat pemberangkatan, selama perjalanan maupun di tempat kedatangan.

“Pemerintah juga mendorong secara maksimal Penerapan intelligent system dan protokol kesehatan seperti contactless ticketing, cashless payment, digital information, system apps, dan disiplin physical distancing,” ujar Menhub.

Menhub menambahkan secara spesifik terkait dengan pengembangan transit / perpindahan moda, tentunya tidak terlepas dari pengembangan Sistem Trunk and Feeder. Trunk sebagai Sistem transportasi massal layaknya MRT, BRT dan LRT tentunya memerlukan dukungan dari Sistem Feeder atau sistem pengumpan sebagai first mile dan last mile melalui moda angkutan dengan ukuran yang lebih kecil dan fleksibel.

“Dengan pesatnya pertumbuhan permintaan perjalanan harian penduduk di wilayah perkotaan serta perubahan pola pergerakan yang dinamis, maka pendekatan penyediaan layanan Feeder konvensional kurang dapat diandalkan, Sehingga diperlukan sistem yang mampu melayani kebutuhan perjalanan masyarakat secara fleksibel dan dapat dijangkau secara real-time,” jelasnya.

Keberadaan Sistem Ride Hailing dapat dimanfaatkan untuk mengisi kebutuhan layanan Feeder guna mendukung layanan transportasi massal perkotaan secara optimal. Dengan basis layanan yang bersifat on-demand services, tentunya layanan Ride Hailing memiliki keunggulan dibandingkan Feeder konvensional, yakni dengan menghadirkan kemudahan akses dimanapun dan kapanpun dibutuhkan khususnya dalam melayani kebutuhan first mile dan last mile.

Menhub berharap dengan pengembangan sistem transit yang andal serta keterpaduannya dengan Ride Hailing, tentunya era mobility as a services dapat terwujud. Sebuah era dimana perjalanan dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun, dimanapun dan kemanapun dengan memanfaatkan layanan transportasi yang selalu tersedia tanpa harus bergantung pada kepemilikan atas kendaraan pribadi.

“Maka dari itu, integrasi antar moda merupakan solusi utama dalam memenuhi kebutuhan perjalanan di wilayah metropolitan dengan tetap bertumpu pada nilai kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna jasa transportasi,” pungkas Menhub.

Turut hadir dalam webinar ini Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana Banguningsih Pramesti; Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta (Dishub DKI), Dr. Syafrin Liputo; Presiden Direktur PT. Transportasi Jakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo; Presiden Direktur PT. Grab Teknologi Indonesia, Ridzki Kramadibrata; Dekan SBM ITB, Prof. Dr. Utomo Sarjono Putro; dan Peneliti SBM ITB, Dr. Yos.(hum/red)

Categories
Angkutan Laut Daerah Transportasi

UPP Kolaka Pimpin Penyelamatan 18 Penumpang Long Boat yang Kandas di Perairan Maniang

Koran Jurnal, Sulteng – Tim reaksi cepat atau Quick Response Team (QRT) Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kolaka bersama dengan tim SAR gabungan pelabuhan Kolaka berhasil menyelamatkan 18 orang penumpang long boat asal Kabupaten Kolaka yang kandas di perairan Pulau Maniang Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (6/6) pukul 21.52 WITA.

Sebelumnya, tim gabungan yang sama juga berhasil menyelamatkan 25 orang pemuda asal Kabupaten Kolaka setelah kapal yang ditumpanginya mati mesin dan patah as akibat menabrak tiang di Perairan Laut Lambasina Kolaka, Kamis (4/6) malam.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kolaka, Hasfar yang memimpin langsung tim SAR gabungan tersebut mengatakan bahwa SAR Gabungan Pelabuhan Kolaka yang terdiri dari UPP Kolaka, Basarnas Angkatan laut dan kepolisian KPPP beserta Polair berhasil mengevakuasi 18 orang penumpang Long boat beserta awak kapal asal Kab. Kolaka di Pulau Maniang Kab. Kolaka di Sabtu malam (06/06/2020).

“Pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2020 Pukul 21.52 WITA, telah berlangsung evakuasi 18 orang penumpang long boat asal Kab. Kolaka, 15 diantaranya wisatawan lokal dan 3 awak kapal oleh tim SAR gabungan Kolaka di perairan Pulau Maniang Kab. Kolaka dengan koordinat perkiraan lokasi kejadian 04⁰10’13.67″S 121⁰29’14.10″E haluan 216⁰ jarak -+ 9 NM karena long boat yang dinaiki penumpang tersebut saat pulang kembali ke Kab. Kolaka mengalami kandas,” jelas Hasfar.

Hasfar menjelaskan kronologis menurut keterangan salah satu penumpang yang mengatakan bahwa pada tanggal 6 Juni 2020 Pukul 08.00 WITA, 15 orang penumpang beserta 3 awak kapal menggunakan long boat dari Dermaga Desa Palewai Kec. Tanggetada Kab. Kolaka berangkat menuju Pulau Padamarang Kab. Kolaka dan pada pukul 11.00 WITA, long boat tiba di Pulau Padamarang.

Pada pukul 15.30 WITA, selesai berkegiatan di pulau tersebut, kemudian meninggalkan tempat untuk kembali ke Kec. Tanggetada Kab. Kolaka dan pada pukul 17.00 WITA, saat dalam perjalanan pulang long boat yang dimaksud kandas di karang perairan Pulau Maniang Kab. Kolaka.

“Setelah kandas, semua penumpang termasuk awak kapal berdiam diri di atas kapal sambil menghubungi keluarganya dan UPP Kolaka,” jelas Hasfar.

Pada pukul 18.54 WITA, salah satu penumpang berhasil menghubungi UPP Kolaka dan menginformasikan bahwa long boat yang ditumpanginya mengalami kandas di karang perairan Pulau Maniang.

Pukul 20.30 WITA, Tim SAR Gabungan dipimpin langsung oleh kepala kantor UPP Kelas III Kolaka, Hasfar dengan menggunakan Kapal Basarnas Kolaka berangkat dari Dermaga Pelabuhan Samudra Kolaka Kel. Kolakaasi Kec. Kolaka Kab. Kolaka menuju perairan Pulau Maniang dimana long boat tersebut kandas.

Pada pukul 21.45 WITA, tim SAR gabungan tiba di perairan Pulau Maniang, selanjutnya Tim SAR gabungan melakukan evakuasi dengan menurunkan perahu karet mengingat kapal SAR tidak bisa mendekat ke lokasi kejadian.

“Pukul 22.00 WITA, 18 penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat ke Kapal SAR,” terang Hasfar.

Adapun Long Boat yang kandas tersebut dapat bergeser dari lokasi kejadian setelah para penumpang dievakuasi oleh tim SAR gabungan bersamaan dengan naiknya air pasang.

“Pukul 22.45 WITA, evakuasi selesai dengan selamat dan aman, selanjutnya Kapal SAR meninggalkan perairan Pulau Maniang menuju Dermaga Petikemas Kab. Kolaka,” ucap Hasfar.

Pada kesempatan ini, Hasfar mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan aktivitas yang berkaitan dengan melaut selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan pelayaran.

“Menjaga keselamatan pelayaran bukan hanya tugas Syahbandar saja tetapi tanggungjawab kita semua. Apalagi cuaca akhir-akhir ini sangat tidak terduga perubahannya, jika ingin melaut hendaknya memastikan kondisi cuaca serta memperhatikan kondisi sekitar agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tutup Hasfar.(hum/red)

Categories
Megapolitan Transportasi

Kadishub DKI Jakarta: Sudah 6.364 Kendaraan Diputar-balikkan Karena Tak Kantongi SIKM

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, berdasarkan data hingga Rabu (37/5) malam ada sebanyak 6.364 kendaraan yang telah diputar-balikkan ketika hendak masuk ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) melalui 11 titik, karena tidak mengantongi Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM).

Menurut Syafrin, pengecekan yang dilakukan untuk menegakkan aturan SIKM sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020 juga dilakukan di beberapa pintu masuk DKI Jakarta melalui moda transportasi umum baik pesawat, kereta api maupun bus.

“Pengecekan kami tidak hanya di ruas jalan, tapi juga di Terminal Pulo Gebang, Stasiun Gambir dan Bandara (Soekarno-Hatta) di Cengkareng,” kata Syafrin, Kamis (28/05/2020).

Lebih lanjut, Syafrin juga menegaskan bahwa Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh warga untuk keluar masuk ke wilayah Jakarta. Hal itu dilakukan semata-mata untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru penyebab Cobid-19 di DKI Jakarta.

Dalam hal ini, kasus Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta sudah mulai turun dan dapat dikendalikan dalam dua periode sejak diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Adapun angka penurunan itu dillihat dari tingkat penularan atau _reproduction number COVID-19_, yang dihimpun ke dalam data yang terus diperbarui oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kasus Covid-19 di Jakarta ini cenderung turun. Ini yang akan kita jaga dalam jangka dua minggu setelah perpanjangan PSBB tahap tiga ini. Kita harapkan ini bisa kita terus tekan. Sehingga kita semuanya, warga yang memiliki kesadaran kolektif di Jakarta itu akan keluar dari masa PSBB dan kita menuju kepada masa transisi yang kita harapkan lebih baik ke depan,” jelas Syafrin.

Oleh karena itu, Syafrin mengimbau kepada masyarakat yang sudah berada di kampung halaman agar tidak ke Jabodetabek untuk sementara waktu. Sebab, berada di kampung lebih baik daripada harus kembali ke wilayah Jabodetabek yang menjadi episentrum Covid-19.

“Bagi warga Jabodetabek yang sudah terlanjur di luar Jabodetabek, silakan anda di sana dulu, bangun kampung, jangan mudik dulu, atau kalau ingin balik maka bawa SIKM,” pungkas Syafrin.(pus/red)

Categories
Polhukam Polisi Transportasi

Polri Perpanjang Masa Operasi Ketupat 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Polri memperpanjang masa pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 di tengah pandemi virus corona atau covid-19. Operasi kemanusiaan ini direncanakan hanya selama 16 hari. Tetapi kini diperpanjang masanya menjadi 37 hari.

“Ya, diperpanjang sampai 37 hari, berlaku untuk Polda Metro, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono, di Mabes Polri Jakarta, Selasa (19/05/2020).

Dalam operasi ketupat ini, Argo mengungkapkan pihaknya telah mengerahkan personel sebanyak 172.038 orang. Argo menyatakan dalam operasi ini, Polri akan menyiapkan 56 Pos Penyekatan yang meliputi Polda Metro 18, Jabar 17, Banten 6, Jateng 5, DIY 2, Jatim 8, dengan sasaran prioritas larangan mudik.

“Dalam operasi ini, kami mengupayakan cara preventif humanis melalui himbauan, teguran dalam upaya pencegahan mudik,” ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Selain menyiapkan penyekatan, sambung Argo, Polri juga mengoptimalkan satgas-satgas bantuan operasi seperti, Satgas Antisipasi Terorisme selama bulan Maret 2020 sampai dengan sekarang telah melakukan penangkapan sebanyak 49 tersangka terorisme.

Lalu, Satgas Pangan Polri periode tahun 2020 telah melakukan penegakan hukum sebanyak 17 perkara, Satgas BBM secara intens bekerja sama dengan Pertamina dan BP Migas. Dan Satgas Anti Hoax sampai sekarang telah dilakukan penegakan hukum sebanyak 104 perkara.

“Seluruh Satgas kita optimalkan,” tutup Argo.(okz/red)

Categories
Megapolitan Transportasi

Kantor OP Tanjung Priok Jakarta Utara Peduli Wartawan Pelabuhan

Koran Jurnal, Jakarta – Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Priok Jakarta Utara menggelar pertemuan dengan Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami), Senin (27/04/2020).

Pertemuan dengan mengangkat tema OP Peduli, selain membahas berbagai persoalan seputar kawasan pelabuhan akibat dampak pemberlakuan penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) oleh Pemprov DKI Jakarta juga sebagai upaya mempererat hubungan antara Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok dengan awak media atau wartawan, khususnya Forwami di tengah wabah covid-19 dan bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah.

OP Peduli dengan puluhan wartawan pelabuhan tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (Ka OP) Tanjung Priok, Jece Julita Piris, dengan tetap menjalankan protokol pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Wartawan yang telah meluangkan waktunya untuk hadir hari ini. Keadaan saat ini cukup memprihatinkan, dengan adanya wabah covid-19, semua profesi dan aspek terdampak tak terkecuali rekan Wartawan. Semoga musibah wabah Covid-19 ini dapat segera berakhir,” ucap Jece.

Jece menyampaikan selama wabah Covid-19 bahwa pihaknya terus monitoring operasional pelabuhan dan arus barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam kesempatan sama, selaku Kepala Kantor OP Tanjung Priok, Jece juga memperkenalkan Kepala Bagian Tata Usaha Inayatur Robbany dan Kepala Subbagian Hukum dan Humas Gita Andreswari beserta jajarannya kepada puluhan wartawan yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Kepala Bagian Tata Usaha Inayatur Robbany menyampaikan harapannya dengan sinergi dan kerjasama yang sudah terbangun baik selama ini terhadap para wartawan agar dapat lebih ditingkatkan lagi.

Hal senada juga disampaikan Gita Andreswari selaku Kepala Subbagian Hukum dan Humas OP Tanjung Priok. Dia mengucapkan terima kasih kepada semua Wartawan Forwami yang selama ini telah menginformasikan dan mempublikasikan, segala sesuatu yang terkait Pelabuhan Tanjung Priok khususnya OP Tanjung Priok.

Sementara itu, Ketua Forwami, Ire Djafar dalam kesempatan yang sama mengungkapkan terima kasih atas perhatian dari Kepala OP Tanjung Priok kepada Wartawan yang setiap hari meliput berita di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Saya atas nama Forwami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh OP Tanjung Priok. Kami berharap kedepannya bisa lebih meningkatkan sinergi dalam menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan Pelabuhan Tanjung Priok,” pungkasnya.(red)