Categories
Megapolitan

PPRA LX Lemhannas Serahkan Bantuan 300 Paket Sembako kepada Warga Terdampak Pandemi Covid-19 di Jakarta Selatan

Koran Jurnal, Jakarta – Sampai hari ini, wabah pandemi Covid-19 yang menghantam dunia dan memakan korban ratusan ribu orang belum juga tuntas. Termasuk Indonesia yang terkena dampak yang luar biasa.

Warga tidak mampu dan para pekerja sektor informal adalah kelompok yang paling rentan terkena dampak dalam krisis ini. Mereka yang biasa menggantungkan penghasilan dari gaji harian menjadi kehilangan pekerjaan setelah ada aturan bekerja dari rumah. Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) turut menambah dampak yang dirasakan masyarakat.

Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 55, PPRA LX Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia ikut serta memberikan bantuan sosial (bansos) sembako kepada masyarakat terdampak akibat Covid-19, khususnya kepada warga RW 05 Kelurahan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (09/05/2020).

Penyerahan bansos tersebut dilakukan oleh Bendahara Senat PPRA LX Lemhannas, Yunni Indrani W didampingi oleh Ketua Indonesian Entertainmen serta Yayasan Seniman Jalanan. Bantuan diterima secara simbolis oleh Ketua RW 05, Imam Mahdi.

Bendahara Senat PPRA LX Lemhannas, Yunni Indrani menjelaskan, bahwa ia bersama dengan Yayasan Seniman Jalan sudah berkoordinasi dengan Ketua RW. 05 untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19 dan juga korban banjir akibat luapan sungai Ciliwung.

“Kita berikan 300 paket sembako, hand sanitizer, masker dan mie instan untuk 300 KK warga RW 05,” ucap Yunni di lokasi acara.

Yunni menjelaskan, penyaluran paket bantuan kepada warga RW 05 Ragunan berdasarkan laporan yang diterima dari Yayasan Seniman Jalanan bahwa masyarakat yang terdampak Covid-19 cukup banyak.

“HUT yang biasanya kita rayakan dengan cukup meriah, tapi di era tahun ini kita prihatin dan kita mau berbagi dengan sesama. Semoga warga RW 05 dapat sedikit terbantu,” jelas Yunni.

Ketua RW 05, Imam Mahdi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PPRA LX LEMHANNAS yang didalamnya terdapat berbagai unsur seperti TNI, Polri, ASN maupun Non-ASN yang turut memberikan bantuan kepada masyarakat. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua Indonesian Entertainmen dan Yayasan Seniman Jalanan yang ikut berperan besar dalam penyaluran bantuan sembako dalam penanganan Covid-19.

“Didalam kondisi yang sangat menprihatinkan sekarang ini akibat Covid-19, terutama masyarakaa kecil yang tadinya susah di tambah susah, dengan adanya bantuan seperti ini Alhamdulillah bersyukur sekali. Kami atas nama Ketua RW 05 mengucapkan banyak terimakasih khususnya kepada LEMHANNAS, semoga ini menjadikan berkah dan bermanfaat bagi masyarakat dan bagi kita semua,” ucapnya.(rls/red)

Categories
Polisi Ragam

Solidaritas Peduli Covid-19, Polri Sentuh Office Boy dan Cleaning Service

Koran Jurnal, Jakarta – Sebanyak 500 paket bantuan sembako disalurkan Baharkam Polri kepada para pekerja cleaning service (petugas kebersihan) dan office boy (pesuruh kantor) yang terkena dampak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pandemi Covid-19.

Ratusan paket sembako tersebut diserahkan secara simbolis oleh Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Tajjudin kepada 5 (lima) perwakilan dari pekerja office boy dan cleaning service, di Gedung Baharkam Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jum’at (08/05/2020).

Dari keterangan pers yang diterima pewarta, Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto memerintahkan Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Tajjudin menyalurkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) kepada komunitas Polri yang bekerja sebagai pekerja cleaning service dan office boy yang dirumahkan karena dampak covid-19.

Adapun bantuan paket sembako masing masing berisi beras, minyak goreng, mie instan, gula, masker, disinfektan dan hand sanitizer.

Berikut 5 (lima) perwakilan dari pekerja office boy dan cleaning service yang menerima bantuan, antara lain:
1. Ahmad Ilyas sebagai pekerja pembersih hama dari ASPHAMI.
2. Asrian Nugraha Putra  cleaning service Hijau Berdikarj Indonesia (HIBER).
3. Wiwin sales dari Asosiasi Bisnis Alih Daya.
4. Suyatno Driver dari Asosiasi  Bisnis Alih Daya.
5. Arya agen dari Asosiasi Bisnis Alih Daya.

Pembagian sembako dilakukan dalam rangka mengantisipasi dampak ekonomi dari Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan banyaknya warga yang tidak bekerja lagi atau diistirahatkan untuk mencegah penyebaran covid-19.

Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Tajjudin berharap dengan diberikannya bantuan sembako ini, para pekerja yang dirumahkan lebih tenang untuk tinggal di rumah selama beberapa hari kedepan.

“Untuk program Solidaritas Baharkam Polri Peduli Sosial akan terus di lanjutkan dalam rangka memperkuat program pembagian sembako yang dilakukan pemerintah dengan prioritas untuk wilayah-wilayah yang penduduknya terpapar Covid 19,” tutup Tajjudin.(hum/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Jubir Pemerintah: Virus Covid-19 Sudah Mulai Dapat Dikendalikan

Koran Jurnal, Jakarta – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan COVID-19 sudah mulai bisa dikendalikan, yang mana kuncinya adalah kepatuhan dan kedisiplian masyarakat dalam menjalankan pembatasan dan protokol kesehatan.

“Kita bersama-sama harus bisa menjalankan ini, kalau kita menginginkan pada bulan Juni pada bulan Juli kasus ini bisa kita dikendalikan. Kasus ini sudah mulai bisa kita kendalikan dan kehidupan kita sudah mulai menjadi lebih baik lagi. Pembatasan-pembatasan sudah mulai dikurangi. Komitmennya ada di kita,” kata Yuri dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (05/05/2020).

Yurianto mengatakan kunci keberhasilan mengendalikan COVID-19 adalah komitmen seluruh elemen bangsa untuk disiplin dan patuh pada kebijakan penanganan yang dilakukan pemerintah.

Dalam hal ini, pengendalian COVID-19 tidak akan bisa dilakukan bila yang berkomitmen hanya sebagian atau sekelompok orang saja.

“Kita berharap bahwa di bulan Agustus kita bisa menjalankan kehidupan menjadi lebih baik lagi. Sudah bisa menjadi kondisi normal yang baru, dalam artian, bahwa kita sudah memiliki kehidupan yang berdisiplin. Disiplin untuk mencuci tangan, misalnya, disiplin untuk mengikuti pola hidup bersih dan sehat,” tuturnya.

Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, Yurianto mengatakan kita bisa menyelamatkan diri, keluarga, tetangga, lingkungan, dan bangsa Indonesia.

“Kita yakin bisa. Kuncinya adalah kita harus bersama dan bergotong royong,” ujarnya.

Sebagai informasi, data akumulasi yang dihimpun per Selasa pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan pasien sembuh dari COVID-19 sebanyak 243 orang sehingga total menjadi 2.197 orang, meninggal bertambah delapan orang menjadi 972, dan konfimasi positif COVID-19 bertambah 484 orang menjadi 12.071 orang.(pus/red)

Categories
Ekonomi Kesehatan

Kementan Tebar ATM Beras di 10 Titik Jabodetabek Bagi Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka menjaga stabilitas pangan selama Pandemi COVID-19, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI dan mitra lainnya telah mengoperasikan ATM Beras yang ditujukan bagi masyarakat tidak mampu dan terdampak Covid-19 di 10 lokasi di Jabodetabek.

Adapun sepuluh titik ATM Beras yang dioperasikan tersebut berada di masing-masing di Kantor Komando Distrik Militer (Kodim) di wilayah Jabodetabek, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Tangerang, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

“Untuk sampai saat ini kami masih membatasi di 10 Kodim di wilayah Jabodetabek,” ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Gatut Sumbogodjati dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Selasa (05/05/2020).

Gatut menuturkan, alasan penggunaan metode ATM Beras tak lain adalah agar masyarakat lebih memahami makna dari physical distancing sehingga mereka dapat menerapkan jaga jarak aman sebagai bagian dari protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah penularan virus SARS_CoV-2 penyebab COVID-19.

“Kenapa melalui ATM? Karena, ini juga bermaksud untuk melakukan pendidikan kepada masyarakat, agar masyarakat memahami physical distancing,” ujar Gatut menjelaskan.

Lebih lanjut, Gatut mengatakan bahwa program ini telah berjalan sejak hari pertama bulan suci Ramadan, yakni Jumat (24/4) lalu hingga hari ini dengan target 1,5 kilogram per KK dan batas maksimal penerimaan setiap harinya hingga 1.000 KK. Kementan sendiri telah menyiapkan stok beras hingga 155 ton untuk ATM Beras tersebut.

Secara teknis, masyarakat yang telah terdaftar akan mendapatkan kartu ATM dari Bank BNI untuk kemudian dapat digunakan untuk mengambil beras melalui mesin ATM Beras yang berada di Kantor Kodim di 10 wilayah Jabodetabek yang telah disebutkan tadi.(hum/red)

Categories
Kesehatan

Kemenristek Uji Klinis Jahe Merah, Jambu Biji dan Minyak Kelapa Hingga Pil Kina untuk Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Menristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan uji klinis terhadap jahe merah, jambu biji dan minyak kelapa murni yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan tubuh dari paparan Covid-19.

“Kita sudah melakukan baik sistematic review, kemudian studi bioinformatika dan saat ini sedang melakukan uji klinis, terutama di Rumah Sakit Wisma Atlet, terutama untuk bahan-bahan seperti jahe merah, jambu biji dan kemudian juga virgin coconut oil,” kata Menristek Bambang P. S. Brodjonegoro dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (03/05/2020).

Ia mengatakan kementeriannya berharap mereka dapat mendayagunakan suplemen yang sudah ada yang mengandung bahan-bahan tersebut sehingga diharapkan cocok untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dapat mengatasi penyakit Covid-19.

“Paling tidak (dapat) meningkatkan daya tahan terhadap Covid-19 ataupun kemudian menghasilkan suplemen baru yang diharapkan bisa menumbuhkan daya tahan tubuh terhadap Covid-19,” katanya.

Sementara itu, untuk obat yang diharapkan dapat mengatasi penyakit COVID-19, Menristek mengatakan kementeriannya sedang melakukan uji klinis terhadap berbagai macam obat yang direkomendasikan dari luar negeri, baik avigan, chloroquine dan tamiflu, selain juga obat pil kina yang sedang dikembangkan di Indonesia.

“Pil kina (ini) sedang kita uji sebagai salah satu alternatif obat yang barangkali bisa meringankan beban penderita Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, Kemenristek juga sedang melakukan riset terhadap convalescent plasma sebagai terapi untuk pasien COVID-19.

“Di mana plasma dari pasien yang sudah sembuh itu kemudian dicoba diberikan sebagai terapi untuk pasien Covid-19 yang sedang dalam kondisi berat,” katanya.

Penelitian yang sudah mulai dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto terhadap convalescent plasma tersebut, kata Bambang, menunjukkan hasil yang cukup melegakan, meski masih memerlukan riset dalam skala besar.

Oleh karena itu, Kemenristek/BRIN bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan riset yang lebih besar dan akan melibatkan banyak rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya di Jakarta, untuk mengembangkan convalescent plasma.

“Misalkan di Malang, di Yogyakarta, Surabaya, Solo maupun tempat-tempat lainnya,” kata Menristek.

Ia berharap convalescent plasma tersebut dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kesembuhan penderita COVID-19.

Selain convalescent plasma, Kemenristek juga sedang mengembangkan serum anti-Covid-19.

“Kita mencoba membuat serum anti-Covid-19 yang merupakan kerja sama antara Biofarma, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan IPB (Institut Pertanian Bogor), yang kita harapkan nantinya juga bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan kesembuhan dari COVID-19,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Pendidikan

Kemendikbud: Kolaborasi Kunci Kesuksesan Kegiatan Belajar Mengajar dari Rumah

Koran Jurnal, Jakarta – Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad mengatakan kolaborasi antara guru, orang tua dan siswa merupakan kunci kesuksesan kegiatan belajar mengajar dari rumah. Tanpa adanya kolaborasi tersebut, pembelajaran di rumah yang menyenangkan sulit untuk dicapai.

“Kunci utama kesuksesan belajar dari rumah adalah komunikasi yang baik antara guru, orang tua dan siswa. Kolaborasi itu yang harus dibangun,” kata Hamid dalam telekonferensi bersama para guru dan pegiat pendidikan yang mengambil tema “Inspirasi Para Pejuang Pendidikan pada Masa Pandemi Covid-19” di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (02/05/2020).

Hamid juga meminta para guru untuk melakukan inovasi pembelajaran yang sifatnya bervariasi agar siswa tidak jenuh dan tidak merasa berat.

“Pembelajaran di rumah, hendaknya bisa membuat mereka merasa senang,” kata dia.

Dalam hal ini, para guru untuk jenjang SMP dan SMA diharapkan dapat saling berkoordinasi dalam memberikan tugas. Hal yang harus diperhatikan adalah ketika ada sejumlah keluhan yang masuk dikarenakan masing-masing guru memberikan tugas terlalu berlebihan.

“Kalau di SD, hanya ada satu guru. Namun untuk SMP dan SMA ada tiga hingga empat guru. Kalau semuanya memberikan tugas pada waktu bersamaan, maka itu cukup memberatkan siswa. Untuk itu, mohon melakukan koordinasi agar tidak membebani anak-anak kita dengan beban yang berat, karena kita semua adalah pelayan anak-anak kita,” terang Hamid.

Sebagai upaya untuk menegakkan Kegiatan Belajar Bengajar (KBM) di tengah Pandemi Covid-19, Kemendikbud telah mengatur kebijakan melalui Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 Kementerian Pendidikan yang di dalamnya membahas empat hal.

Pertama, mendorong pembelajaran secara daring baik interaktif maupun tidak interaktif. Banyak yang tidak melakukan pembelajaran daring karena terbatasnya teknologi.

“Namun yang penting, pembelajaran harus tetap terjadi meskipun berada di rumah. Tanpa menargetkan pencapaian kurikulum, jangan memindahkan sekolah ke rumah. Tapi pilihlah materi esensial yang perlu dilakukan di rumah,” kata dia.

Kedua, memberikan pendidikan kecakapan hidup yang kontekstual dan sesuai dengan kondisi anak. Terutama mengenai pengertian Covid-19, karakteristiknya seperti dan bagaimana caranya agar tidak terinfeksi Covid-19.

Ketiga, pembelajaran di rumah harus sesuai dengan minat dan kondisi anak. Keempat, untuk tugas dan seterusnya tidak harus dinilai seperti biasa. Namun bersifat kualitatif dan memberikan motivasi pada anak.(hum/red)

Categories
Kesehatan Nasional TNI

Gugus Tugas Covid-19 Sudah Distribusikan 1.492.150 APD

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mendistribusikan sebanyak 1.492.150 alat pelindung diri untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Yang masih ada di gudang sampai dengan hari ini 334.600 alat pelindung diri,” kata Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Marsekal Pertama TNI Jorry S Koloay dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (30/04/2020).

Alat material kesehatan lain yang juga sudah disalurkan adalah kacamata pelindung google sebanyak 3.000 buah, masker bedah 774 ribu, peralatan rapid test 285 ribu, dan sarung tangan medis 304 ribu.

Jorry mengatakan alat material kesehatan tersebut didistribusikan ke sejumlah provinsi, yaitu DKI Jakarta (238.050 buah), Jawa Barat (124.000 buah), Jawa Tengah (80.700 buah), Jawa Timur (102.600 buah), DI Yogyakarta (30.700 buah), Bali (42.400 buah), dan Banten (65.100 buah).

“Sudah direncanakan distribusi ke beberapa provinsi. Khusus untuk hari ini akan didistribusikan ke 29 daerah dengan mengerahkan pesawat TNI Angkatan Udara,” tuturnya.

Untuk memastikan penyaluran alat material kesehatan tersebut tepat sasaran, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah menerbitkan Prosedur Tetap dan Panduan Distribusi Alat Material Kesehatan.

“Protap distribusi yang terintegrasi tersebut memudahkan proses tracking pada daerah penyaluran,” jelas Jorry.

Prosedur Tetap tersebut bertujuan untuk menciptakan kesatuan data yang valid, terintegrasi, dan cepat dalam penyusunan laporan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Di dalam protap sudah terurai jelas apa saja yang harus dilakukan. Saat ini sistem sudah berjalan baik. Negara menjamin ketersediaan logistik alat material kesehatan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Megapolitan Polisi

Polda Metro Jaya Terima Bantuan Sarana Medis Penanganan Covid-19 dari APROBI dan PT Wilmar Nabati Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Polda Metro Jaya menerima bantuan sarana medis penanganan wabah virus corona atau covid-19 dari APROBI (Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia) dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Bantuan berupa sabun cair pencuci tangan (hand soap) dan tanki air berikut wadah cuci tangan atau wastafel diserahkan secara simbolis oleh Ketua Harian APROBI Paulus Tjakrawan dan Direktur PT. Wilmar Nabati Indonesia, Tumanggor kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, di Lounge Eksekutif Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Kamis (30/04/2020).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan, pemberian bantuan sarana penanganan Covid-19 kepada Polda Metro Jaya yang diterima secara simbolis oleh Kapolda Metro Jaya merupakan bentuk empati atau kepedulian dari APROBI (Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia) dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

“Mereka memahami bahwa Polri khususnya Polda Metro Jaya, sebagai petugas yang selalu berhadapan dengan masyarakat memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat digaris depan,” beber Yusri.

Bantuan tersebut, lanjut Yusri, sesuai rencana akan di teruskan hingga ke tingkat Polsek dan Polsubsektor jajaran Polda Metro Jaya dalam membantu masyarakat menghadapi dan memutus mata rantai penyebaran Pandemi Covid-19.

Adapun rinci bantuan sarana penanganan Covid-19 yang diterima Polda Metro Jaya, terdiri 25 unit tangki air berikut dengan wastafel dari APROBI (Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia) dan 7 ton cairan sabun cair yang dikemas dalam 14.000 jerigen (per jerigen isi 5 liter) dari PT. Wilmar Nabati Indonesia.

Hadir dalam acara dan menyaksikan penyerahan bantuan, para Pejabat Utama Polda Metro Jaya dan Staf Khusus Menteri Dalam Negeri RI Kastorius Sinaga, para Pengurus APROBI (Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia) dan para Staf pendamping dari  PT Wilmar Nabati Indonesia.

“Ucapan terima Kasih Kapolda Metro Jaya kepada para pihak yang telah mendukung tugas-tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya khususnya dalam rangka pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan untuk memutus mata rantai Corona Virus Disease (Covid-19),” ujar Yusri.

“Sarana ini dapat di pasang pada tempat-tempat pelayanan masyarakat dan tempat umum lainnya, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan guna menjaga kebersihan melawan Covid-19,” tutup Yusri.(red)

Categories
Ekonomi

Masa Pandemi Covid 19, Sumut Kendalikan Kresek dan Blas Padi

Koran Jurnal, Medan – Meski dalam kondisi pandemi Corona virus disease (Covid) 19, pihak Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tetap berupaya mengawal pertanaman padi petani agar ketersediaan beras terjamin aman. Kali ini, penyakit Blight Leaf Bacterial (BLB) kerap disebut Kresek dan blas (rice blast) digusur melalui Gerakan Pengendalian, beberapa waktu lalu.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PTPH) Dinas TPH Provinsi Sumut, Marino, gerakan pengendalian dilakukan di dua wilayah kelompok tani, yakni Kelompok Tani Jadi dan Sahata Desa Nauli Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba serta kelompok tani Saur Dot Desa Nalela Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba.

“Kresek dan Blas merupakan beberapa penyakit utama padi sawah dan menjadi momok bagi petani dunia, sehingga harus segera kita kendalikan,” demikian ungkap Marino di ruang kerja kawasan Jalan AH Nasution Medan, Kamis (30/04/2020).

Ia mengemukakan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) seperti Kresek disebabkan oleh patogen bakteri Xanthomonas Oryzae pv. Oryzae (Xoo) bisa menginfeksi tanaman padi pada bagian daun melalui luka atau pun lubang alami seperti stomata, sehingga merusak klorofil (zat hijau) daun. Dampaknya, kemampuan tanaman melakukan fotosintesis akan berkurang.

“Kalau hal itu terjadi pada tanaman padi yang umurnya muda, maka akan mati. Sementara bila dialami tanaman di fase generatif, pengisian gabah menjadi tidak sempurna sehingga dikhawatirkan gabah menjadi hampa,” paparnya.

Marino menambahkan gerakan pengendalian penyakit Kresek dan Blas padi di wilayah Kabupaten Toba itu melibatkan anggota kelompok tani Jadi dan Sahata bertajuk ‘Gerakan SPOT STOP’. Gerakan yang digaungkan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ini maksudnya, kata Marino, SPOT merupakan sumber serangan dan STOP berarti dikendalikan (berhenti).

“Dengan kata lain, Gerakan SPOT STOP merupakan tindakan yang dilakukan secara dini untuk mengendalikan sumber serangan OPT agar tidak menyebar dan menimbulkan kerusakan. Bapak Dirjen Tanaman Pangan Suwandi mewanti-wanti untuk dilakukan gerakan SPOT STOP saat serangan OPT mulai mengganggu pertanaman dengan koordinasi yang baik antara petugas lapang dan petani,” jelasnya.

“Gerakan SPOT STOP dilakukan petugas POPT-PHP (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama Pertanian, Red) bersama anggota kelompok tani Jadi dan Sahata dalam upaya mengamankan produksi padi,” sambung Marino.

Secara terpisah, Koordinator POPT-PHP Toba, Jasminto Siahaan menjelaskan Gerakan SPOT STOP dilakukan pada tanaman padi fase vegetatif di areal seluas 35 hektar (ha) sebagai respon cepat sebelum menyebarnya serangan Kresek dan Blas ke fase generatif. Hal itu berdasarkan hasil pengamatan petugas POPT-PHP pada pertanaman padi sawah varietas lokal usia 40-60 hari setelah tanam di areal yang terserang seluas 30 ha dan luas waspada berkisar 85 ha.

“Kami berjanji untuk melakukan pengamatan lanjutan bersama petugas lapang setelah pengaplikasian pengendalian. Apalagi, para petani berencana melakukan gerakan pengendalian secara swadaya pada waktu dekat sebagai tindak lanjutnya,” ungkapnya.

Kepala Dinas TPH Provinsi Sumut, Dahler Lubis menyambut positif rencana para petani untuk melakukan gerakan pengendalian secara swadaya. Pasalnya, upaya yang dilakukan selama ini sebatas mengajarkan kepada para petani bagaimana cara mengendalikan hama dan penyakit tanaman secara massal dan serentak agar bisa dilakukan saat para petani menghadapi masalah serupa, tanpa bergantung kepada pihak lain.

“Rencana para petani melakukan gerakan pengendalian secara swadaya patut kita acungkan jempol. Ini salah satu indikasi keberhasilan dalam memberikan stimulan gerakan pengendalian kepada para petani,” kata Dahler.

Dahler pun mengingatkan para petani untuk selalu mengamati pertumbuhan tanaman padinya. Sebab penyakit Kresek dan Blas berpotensi menyerang semua fase pertumbuhan, baik sejak persemaian hingga menjelang panen.

Dahler juga menyarankan para petani untuk tidak berlebihan menggunakan pupuk Nitrogen pada tanaman padi, selain tetap memanfaatkan pupuk Kalium.

“Para petani harus lebih cermat menggunakan pupuk untuk kebutuhan tanamannya agar terhindar dari serangan hama dan penyakit,” sebut Dahler.

Lebih lanjut Dahler mengaku bahwa oihaknya juga mengapresiasi para petugas POPT-PHP yang telah bertugas secara maksimal dalam upaya mengawal pertanaman padi di wilayah Sumut. Hal ini sesuai dengan amanah yang diberikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk tetap melakukan pengawalan dalam kondisi apapun.

“Karena petani dan petugas lapang adalah garda terdepan yang menyediakan pangan bagi rakyat Indonesia,” tandasnya.(hum/red)

Categories
Megapolitan Transportasi

Kantor OP Tanjung Priok Jakarta Utara Peduli Wartawan Pelabuhan

Koran Jurnal, Jakarta – Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Priok Jakarta Utara menggelar pertemuan dengan Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami), Senin (27/04/2020).

Pertemuan dengan mengangkat tema OP Peduli, selain membahas berbagai persoalan seputar kawasan pelabuhan akibat dampak pemberlakuan penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) oleh Pemprov DKI Jakarta juga sebagai upaya mempererat hubungan antara Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok dengan awak media atau wartawan, khususnya Forwami di tengah wabah covid-19 dan bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah.

OP Peduli dengan puluhan wartawan pelabuhan tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (Ka OP) Tanjung Priok, Jece Julita Piris, dengan tetap menjalankan protokol pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Wartawan yang telah meluangkan waktunya untuk hadir hari ini. Keadaan saat ini cukup memprihatinkan, dengan adanya wabah covid-19, semua profesi dan aspek terdampak tak terkecuali rekan Wartawan. Semoga musibah wabah Covid-19 ini dapat segera berakhir,” ucap Jece.

Jece menyampaikan selama wabah Covid-19 bahwa pihaknya terus monitoring operasional pelabuhan dan arus barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam kesempatan sama, selaku Kepala Kantor OP Tanjung Priok, Jece juga memperkenalkan Kepala Bagian Tata Usaha Inayatur Robbany dan Kepala Subbagian Hukum dan Humas Gita Andreswari beserta jajarannya kepada puluhan wartawan yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Kepala Bagian Tata Usaha Inayatur Robbany menyampaikan harapannya dengan sinergi dan kerjasama yang sudah terbangun baik selama ini terhadap para wartawan agar dapat lebih ditingkatkan lagi.

Hal senada juga disampaikan Gita Andreswari selaku Kepala Subbagian Hukum dan Humas OP Tanjung Priok. Dia mengucapkan terima kasih kepada semua Wartawan Forwami yang selama ini telah menginformasikan dan mempublikasikan, segala sesuatu yang terkait Pelabuhan Tanjung Priok khususnya OP Tanjung Priok.

Sementara itu, Ketua Forwami, Ire Djafar dalam kesempatan yang sama mengungkapkan terima kasih atas perhatian dari Kepala OP Tanjung Priok kepada Wartawan yang setiap hari meliput berita di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Saya atas nama Forwami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh OP Tanjung Priok. Kami berharap kedepannya bisa lebih meningkatkan sinergi dalam menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan Pelabuhan Tanjung Priok,” pungkasnya.(red)