Categories
Hukum Kriminalitas Megapolitan

Sam Aliano Laporkan Perusakan Baliho Promosi Dirinya ke Polres Metro Jakarta Selatan

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Calon presiden alternatif Sam Aliano melaporkan perusakan baliho promosi dirinya tentang doa ramadhan yang terpasang di Pancoran, ke Polres Jakarta Selatan.

“Dirusak sampe kabel-kabelnya, lampunya juga dicabut, sampe besi-besinya dirusak. Karena itu hari ini saya melaporkan pelaku teror perusak baliho itu. Saya harap segera ditangkap, dan mengakui dia suruhan siapa. Apa dosa baliho saya sampai dirusak ?,” kata Sam Aliano kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (05/06/2018).

Menurut Sam, tindakan perusakan ini merupakan kepanikan dari kubu-kubu partai politik, terhadap popularitasnya yang terus meningkat.

“Ini adalah tindakan (kriminal) panik yang hanya melawan dengan cara tidak sportif. Saya duga pelakunya adalah kubu dari partai politik. Yang mereka tidak senang dengan visi misi saya. Pengrusakan ini berkaitan dengan keberhasilan saya membuat sistem aplikasi pendaftaran umroh gratis, “Presiden Umroh”, yang bisa diinstal melalui playstore. Aplikasi tersebut bisa berhasil, sudah tersedia, dan sudah bisa menerima pendaftaran oleh masyarakat,” paparnya.

Itu sebabnya, lanjut Sam, kubu-kubu partai politik merusak baliho tersebut.

“Mereka khawatir, dengan aplikasi tersebut, saya bisa menarik simpati masyarakat untuk memilih saya sebagai Presiden di 2019,” ujarnya.

“Alasan saya buat program Umroh Gratis ini agar tidak ada lagi penipuan biro travel. Selama ini banyak masyarakat yang mengadu kepada saya tentang penipuan biro travel. Yang kedua mereka takut, saya seperti Mahathir Mohammad, mereka takut karena Mahathir sama visi misinya dengan saya, “Menghapus Hutang Negara”. Kubu-kubu di parpol tidak senang dengan visi misi ini. Jadi mereka ketakutan,” lanjut Sam Aliano.

Capres alternatif yang juga kader partai Idaman ini tampaknya tidak pernah mempersoalkan kerugian materil dari pengrusakan tersebut.

“Kerugian terutama harga diri saya. Ini bukan demokrasi. Ini menciderai demokrasi. Ayo kalo mau lawan saya secara sportif,” tandasnya.(ton)

Categories
Hukum Kriminalitas Megapolitan

Tim WFQR Koarmada I Tangkap Otak Pelaku Perompakan Kapal MT. Lee Boo di Batam

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Komitmen Koarmada I dalam menjaga dan meningkatkan keamanan perairan diwilayah barat Indonesia berhasil diwujudkan. Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan Tim Gabungan WFQR Lantamal IV Tanjung Pinang dan Lanal Batam dalam menangkap terduga jaringan pelaku tindak pidana kejahatan di laut (perompakan) atas nama “A”, “F”, dan “N”, di Batam pada Jum’at (01/06/2018).

Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan, S.E., menjelaskan bahwa penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan adanya informasi Intelijen dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) terkait kejadian perompakan terhadap Kapal MT. Lee Boo di Perairan Barat Pulau Aur Malaysia pada koordinat 02 19’ 089’’ LU-104 15’ 144 BT.

Dari siaran pers yang diterima redaksi (03/06) diterangkan kronologis awal penangkapan bahwa, sebelum dilakukan penangkapan, Tim Gabungan WFQR telah mendapat informasi akan adanya kegiatan perompakan yang dilakukan oleh para pelaku dari Batam untuk merompak kapal tangker, selanjutnya Tim Gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam melaksanakan pemantauan terhadap aktifitas saudara “A” dan “F” yang diduga kuat sebagai otak jaringan pelaku perompakan.

Pada tanggal 1 Juni 2018 sekitar pukul 08.30 WIB, Tim WFRQ Gabungan melaksanakan penangkapan saudara “A” dan “F” di Jalan Nuri No. 07 RT. 004 RW. 002, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, selanjutnya keduanya diamankan di Mako Lanal Batam untuk pengembangan lebih lanjut.

Hasil pengembangan awal terhadap perompakan MT. Lee Boo bahwa perompakan dilakukan dengan menggunakan Kapal MT. Bright bendera Mongolia dengan pemilik Warga Negara Singapura atas nama “OTY” alias Mr. JT yang berperan sebagai pendukung dana dalam kegiatan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui peran saudara “A” bertugas menyiapkan Kapal MT. Bright (kapal yang digunakan untuk merompak) dan mengatur kesiapan operasional kegiatan perompakan, dengan dukungan dana dari Mr. JT sebesar Rp. 40.000.000,-. Saudara “F” bertugas mengatur pergerakan pelaku perompakan di laut, mencari crew Kapal MT. Bright sebanyak 10 orang dan memberikan posisi kapal yang akan dirompak kepada pelaku perompak di laut. Sementara peran dari “DN” adalah mengenalkan saudara “A” dan “F” sekaligus membantu tugas saudara “A” dan “F” dalam mengendalikan rencana perompakan kapal. Sedangkan sebagai pemberi informasi kapal-kapal dari Singapura yang akan dirompak adalah saudara “W” yang merupakan Warga Negara Indonesia berdomisili di Jakarta.

Kronologis aksi perompakan bermula adanya informasi kapal target yang diterima oleh saudara “F” dari saudara “W” bahwa ada kapal-kapal target yang akan dirompak adalah kapal yang keluar dari Singapura mengarah ke Vietnam melalui Perairan Malaysia. Sedangkan Kapal MT. Bright sudah stand by di Perairan OPL Timur untuk menunggu kapal sasaran. Dalam setiap pergerakan, Kapal MT. Bright selalu diarahkan oleh saudara “W” via Whatsapp terkait dengan nama kapal dan posisi yang akan dirompak, termasuk salah satunya Kapal MT. Lee Boo. Setiap ada info kapal dari saudara “W” selalu diteruskan saudara “F” ke Kapal MT. Bright kepada Nakhoda saudara “B” (WNI). Pada saat melakukan aksi terhadap kapal sasaran, ternyata Kapal MT. Lee Boo dalam kondisi kosong tanpa muatan dan pelaku belum sempat melarikan diri dan berhasil diamankan oleh APMM (Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia) pada Kamis dini hari 1 Juni 2018 waktu Malaysia.

Terkait dengan penangkapan tersebut, selanjutnya Tim WFQR melaksanakan penggeledahan di rumah pelaku “A” di Jalan Nuri No. 7 Blok 4 Baloi, Batam dan rumah pelaku “DN” di Tiban Indah Permai Blok K-1 No. 17, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam dan berhasil diamankan beberapa barang bukti antara lain handphone, buku tabungan dan catatan lokasi kapal yang dijadikan target perompakan.(tonmp/Disp)

Categories
Kriminalitas Megapolitan

Baliho Dirusak, Sam Aliano: Saya Marah dan Curiga Ada Kubu Parpol Dibalik Tindakan Kriminal Ini.

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sudah kesekian kalinya Sam Aliano melaporkan tindakan kriminal terhadap pelaku yang melakukan perusakan barang publik menyangkut iklan atau promosi miliknya.

Kali ini, Sam Aliano akan melaporkan kepada pihak berwajib (Polisi) terhadap oknum atau orang yang telah merusak Baliho Doa Ramadhan Miliknya sebagai Calon Presiden Independen. Ia akan memberikan waktu 2×24 jam untuk menyerahkan diri.

“Saya marah dan kecewa karena baliho saya dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ini adalah tindakan kriminal,” kata Sam Aliano dalam konferensi pers di kantornya, Gedung Samco, Jalan KH Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (02/06/2018).

Terlebih, Sam Aliano menduga ada pihak partai politik yang ingin mencari-cari masalah dan cenderung dibalik aksi perusakan baliho miliknya.

“Saya curiga ada kubu-kubu partai politik yang ingin terus mencari masalah,” ujarnya.

Sam juga mensinyalir, ada pihak-pihak yang iri terhadap pencalonan dirinya untuk menjadi presiden RI pada pemilihan presiden atau Pilpres 2019 mendatang.

“Mereka takut dengan keinginan saya menjadi calon presiden dan program-program saya untuk mencalonkan diri,” pungkasnya.

Categories
Daerah Kriminalitas TNI

Pangarmada I Inspeksi 2 Kapal Asing Penyelundup Beras 5000 Ton di Perairan Batam

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima Koarmada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E, M.M., melaksanakan inspeksi dan peninjauan secara langsung ke Kapal MV. Alkar Trust dan MV. Kar Trust, 2 kapal kargo asing yang berhasil ditangkap Tim Gabungan WFQR (Western Fleet Quick Response) Lantamal IV Tanjung Pinang serta Lanal Batam yang berusaha menyelundupkan beras di Perairan Teluk Sebong Bintan beberapa waktu yang lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Panglima Koarmada I sekaligus memberikan keterangan pers terkait proses penangkapan kedua kapal, dimana kedua kapal tersebut ditangkap oleh Tim gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam di Perairan Teluk Sebong Bintan tepatnya pada koordinat 01° 12′ 791″ N – 104° 15′ 297″ E, Selasa 8 Mei 2018.

Pangarmada I menyampaikan perkembangan dari hasil pemeriksaan bahwa dari hasil pengecekan urine para ABK negatif dan tidak ditemukan adanya narkoba. Sedangkan Hasil pengecekan terhadap muatan beras tidak ditemukan adanya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) sehingga aman dikonsumsi.

“Nahkoda MV Alkar Trust melayarkan kapal tidak sesuai dengan rute pelayaran berdasarkan port clearance dan juga selama pelayaran dari Madagascar, MV Alkar Trust mematikan AIS. Selain itu kedua kapal juga melakukan kegiatan Ship To Ship (STS) tanpa izin syahbandar dalam kegiatan transfer muatan di tengah laut dan bukan di pelabuhan resmi. Ketiga pelanggaran tersebut merupakan tindak pidana pelayaran,” ujar Pangarmada I.

Pangarmada I menjelaskan bahwa masuknya kedua kapal ke wilayah Indonesia tanpa adanya PKKA (Penunjukan Keagenan Kapal Asing) serta melaksanakan lego jangkar diluar lay out lego jangkar yang ada, dimana titik koordinat lego atas perintah dari pihak perusahaan. Selain itu kapal sempat melaksanakan kegiatan Fumigasi tanpa ijin dari pihak Karantina, sehingga kuat dugaan adanya campur tangan oknum dari instansi tertentu yang mengizinkan kedua kapal tersebut untuk melaksanakan kegiatan ship to ship. Dan pelanggaran yang terakhir adalah melakukan tindak pidana keimigrasian.

Saat ini kedua kapal lego jangkar diperairan Tanjung Sengkuang dibawah pengawasan dan penjagaan ketat Lanal Batam dalam rangka penyelidikan lebih lanjut.(ton/Disp)

Categories
Kriminalitas Megapolitan Polhukam

PKS Mengutuk Keras Tindakan Anarkis Teror Bom Gereja di Surabaya

Koranjurnal.co.id, Bogor – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengutuk keras tindakan anarkis teror bom dirumah ibadah di kota Surabaya.

Hal itu disampaikan Presiden PKS Sohibul Iman dalam konferensi pers Puncak Milad PKS ke-20 bertajuk ‘Ayo Lebih Baik’ yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/05/2018).

Sebelumnya dikabarkan telah terjadi pengeboman rumah ibadah umat kristiani pada Minggu pagi sekitar pukul 07.30 WIB dan telah menciderai puluhan jemaat gereja yang sedang beribadah.

Mendengar kejadian tersebut selain mengutuk keras, Sohibul Iman juga secara langsung mengungkapkan bela sungkawa yang mendalam terhadap peristiwa teror bom dirumah ibadah di Surabaya. Ia pun menyebut peristiwa teror bom itu di luar perkiraan manusia.

“Di tengah Milad ke-20 ada kesedihan mendalam saat mendengar peristiwa yang saya kira diluar nalar manusia. Kami sampaikan bela sungkawa terhadap para korban dan kami mengutuk tindakan tersebut,” kata Sohibul.

Sohibul menegaskan bahwa tindakan anarkis terhadap sesama manusia dengan menyerang rumah ibadah umat lain adalah tindakan yang sama sekali tidak diajarkan dalam agama lebih-lebih Islam.

Sohibul berharap peristiwa teror bom di Surabaya tidak memicu konflik dan perseteruan antarumat beragama. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, berdoa dan biarkan pihak kepolisian menangani permasalahan tersebut.

“Jangan terpancing oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba antarumat beragama. Saya Presiden PKS bersama elemen bangsa ini akan bahu membahu melawan setiap adu domba rakyat Indonesia yang sudah berada dalam kondisi rukun,” ujarnya.(ton)

Categories
Daerah Kriminalitas

Densus 88 Tembak Mati 4 Teroris di Cianjur

Koranjurnal.co.id, Cianjur – Empat orang terduga teroris tewas ditembak anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 di Terminal Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku Cianjur, Jawa Barat, Minggu (13/05/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan informasi, keempat pelaku yang menggunakan sebuah mobil Honda Brio warna silver dengan nomor polisi (Nopol) F 1614 UZ itu telah dibuntuti petugas sejak dari wilayah Sukabumi.

Saat di wilayah Cianjur, tepatnya di Perempat Pasirhayam para terduga teroris itu diduga telah mengetahui keberadaan petugas.

Sehingga mereka mencoba melarikan diri, dengan masuk ke dalam kawasan Terminal Pasirhayam. Tak mau target buruannya lepas, petugas dari Densus 88 langsung melakukan pengejaran.

Namun saat akan diberhentikan oleh petugas keempat terduga teroris itu mencoba melawan dengan senjata api yang mereka bawa.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah SIK MH, mengungkapkan keempat terduga teroris itu ditembak karena melakukan perlawanan.

“Keempat terduga teroris terpaksa ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat akan di lakukan penangkapan,” ungkap Soliyah didampingi Wakapolres, Kompol Santiadji Kartasasmita saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (13/5/2018) dini hari.

Selain berhasil menembak mati para terduga teroris, jelas Soliyah, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan untuk aksi teror jelang pelaksanaan Ramadan dan Idul Fitri mendatang.

“Petugas juga mengamankan barang bukti, yaitu satu unit mobil yang ditumpangi para terduga teroris, dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver, tiga buah tas yang diduga berisi bahan peledak, dua buah pelindung kepala (helm), satu lembar kertas bergambar sketsa rakitan senjata api, dan beberapa barang bukti lainnya,” jelasnya.

Soliyah menyebutkan untuk barang bukti mobil yang digunakan para terduga teroris langsung diamankan di kantor polisi terdekat.

“Kendaraannya kami amankan di kantor polisi terdekat, sembari menunggu tim Jihandak Gegana. Karena dicurigai didalam mobil tersebut terdapat bahan peledak yang akan digunakan dalam aksi teror,” ucapnya.

Hingga kini, lanjut Soliyah, anggota Densus 88 masih memburu pelaku tindak pidana teroris lainnya.

“Jenazah para terduga teroris yang berhasil ditembak mati petugas Densus 88 langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya seperti dilansir jurnalnews.(red)

Categories
Hukum Kriminalitas Megapolitan TNI

KRI Kurau-856 Koarmabar Tangkap 2 Kapal Ikan Diduga Gunakan Trawl di Perairan Sibolga 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – KRI Kurau-856 salah satu unsur Satuan Patroli Lantamal II Padang yang sedang melaksanakan Operasi Laga Sagara-18 BKO Gugus Tempur Laut Koarmabar (Guspurlabar) berhasil menangkap dua kapal ikan di Perairan Sibolga Sumatera Utara.

Dari siaran pers yang diterima redaksi di Jakarta (29/04/2018) melalui pesan singkat Dinas Penerangan Koarmabar dijelaskan bahwa penangkapan 2 Kapal ini dilakukan karena kedua kapal tersebut pada saat melaksanakan kegiatan penangkapan ikan di laut tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen yang sah dalam melaksanakan pelayaran maupun kegiatan dilaut.

Penangkapan kedua kapal ikan tersebut bermula saat KRI Kurau-856 melaksanakan patroli di sekitar perairan barat daya Sibolga mendeteksi adanya dua kapal ikan sedang melaksanakan aktifitas penangkapan ikan. Sesaat kemudian, Komandan KRI Kurau memerintahkan prajuritnya untuk melaksanakan Prosedur Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid) terhadap kedua kapal ikan tersebut. Sesaat setelah KRI mendekat, dilanjutkan dengan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan terhadap kapal, dokumen, muatan beserta anak buah kapal.

Setelah diperiksa, adapun data kedua Kapal tersebut adalah KM Sehat GT 39 yang di nahkodai oleh PG. Saat diperiksa kapal tidak memiliki dokumen SPB, SLO, Dokumen Surat Tanda Lunas hasil Perikanan, Crewlist, dan masa berlaku SIPI sudah habis. Dengan muatan 200 kg ikan campur. Sedangkan untuk kapal kedua yaitu KM. Hotma-01 yang di nahkodai oleh AP dengan mesin kapal 30 GT, saat diperiksa tidak dapat menunjukkan Dokumen Crewlist, Masa berlaku SIPI Habis, Dokumen SPB masa berlaku habis. Adapun muatan ikan sejumlah 2 Ton ikan campuran. Diduga kedua kapal ikan tersebut melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap trawl.

Atas dasar beberapa kesalahan tersebut, maka kedua kapal ikan beserta dokumen dikawal menuju Lanal Sibolga oleh untuk dilaksanakan proses lebih lanjut.

Menurut Komandan Lantamal II Padang Laksma TNI Agus Sulaeman, M.Sc., melalui Komandan Satrol Lantamal II Kolonel Laut (P) Joko Triwanto, Benar telah dilaksanakan penangkapan atas KM. Sehat dan KM. Hotma-01 oleh KRI Kurau-856. Menurutnya hal ini merupakan wujud keseriusan Koarmabar dan juga Lantamal II Padang dalam melaksanakan penegakan hukum dilaut.

Bukan hanya pelanggaran surat-surat saja yang akan di tegakkan, target operasi kita adalah untuk mencegah berbagai kerawanan yang terjadi, antara lain illegal fishing, illegal mining, illegal logging, drugs trafficking dan people smuggling Tambahnya.(tonmp/Disp)

Categories
Hukum Kriminalitas Megapolitan Polisi

Polisi Kembali Bongkar Bisnis Prostitusi di Apartemen Kalibata City, 4 Mucikari Diringkus

Koranjurnal.co.id , Jakarta – Polisi kembali membongkar perdagangan orang dengan modus prostitusi yang beroperasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Kali ini Subdit 6 Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil meringkus 4 tersangka perantara penjaja seks komersial atau lebih dikenal dengan mucikari.

Mereka (mucikari) masing-masing berinisial SL alias M (50) perempuan, IP alias R (27) perempuan, MP alias N (21) perempuan, dan YP alias Y (19) laki-laki.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary, mengatakan ke empat pelaku memiliki peran yang berbeda-beda.

“Ada orang yang berperan sebagai penyedia kamar, kemudian orang yang mencari wanita PSK-nya, kemudian yang 2 lagi membantunya, total ada 4 pelaku,” kata Ade kepada wartawan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (29/03/2018).

Saat beroperasi, para PSK hanya tinggal menunggu di kamar, kemudian seorang mucikari bertugas turun ke bawah untuk menyerahkan kunci dan akses kepada pelanggan sehingga pelanggan bisa masuk.

“Kegiatan ini sangat privat, orang yang mengantarkan kepada pelanggan itu benar-benar sampai ke pelanggan. Jadi saat pelanggan masuk ke kamar, itu sudah tersedia PSK-nya didalam (kamar),” katanya.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, sebelum pemesanan dilakukan pelanggan, pelaku mucikari lebih dulu melakukan komunikasi dengan mengirimkan foto para wanita PSK tersebut hingga adanya kesepakatan.

“Tipe (PSK) didapat dari kesepakatan dan komunikasi (lewat WhatsApp),” kata Ade.

Dari hasil penyelidikan sementara, bisnis prostitusi ini diduga hanya dipasarkan lewat mulut ke mulut.

Tarif untuk sekali kencan pelanggan dikenakan biaya Rp 350 ribu untuk sewa kamar, serta Rp 500 ribu untuk jasa PSK.

“Biaya sebesar 850 itu untuk satu kali kegiatan (short time) atau dengan waktu 1 jam,” kata Ade.

Sedangkan, lanjut Ade, harga Rp 2,5 juta plus sewa kamar Rp 350 ribu ditawarkan untuk jasa PSK longtime atau sekitar 9 jam lamanya.

Terkait ada atau tidaknya keterlibatan pengelola apartemen, Ade mengatakan, polisi masih mendalami kasus ini sehingga belum bisa dipastikan adanya keterlibatan pengelola apartemen atau tidak.(tonmp)

Categories
Hukum Kriminalitas Megapolitan

HAMI Dampingi Korban Dugaan Penipuan dan Penggelapan Investasi Bisnis Pablo Putra Benua

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) resmi mendampingi beberapa pebisnis yang menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan dari seorang pengusaha bernama Pablo Putra Benua, pemilik PT. Inti Benua Indonesia.

“Disini Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) resmi mendampingi ada beberapa (pebisnis) yang merasa dirinya dirugikan atau merasa dirinya menjadi korban bujuk rayu daripada investasi bisnis yang tidak sesuai dari apa yang dijanjikan,” ujar advokat Sunan Kalijaga kepada wartawan dalam jumpa pers di kantor HAMI, Jalan Balikpapan, Jakarta Pusat, Kamis (22/03/2018).

Sunan mengatakan, para korban dugaan penipuan atau penggelapan terkait perjanjian investasi bisnis di bidang jual beli kendaraan bermotor roda empat itu telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

“Disini ada pak Petrus (pebisnis asal Kupang) yang telah membuat laporan resmi di Bareskrim Mabes Polri. Dengan dugaan pasal 378 KUHP tentang penipuan, dan 372 KUHP tentang penggelapan, dan pasal 263 tentang pemalsuan,” ujarnya.

“Ini sudah dalam proses tahapan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) di Bareskrim Mabes Polri,” lanjutnya.

Adapun pebisnis lain yang juga merasa dirugikan atas dugaan penipuan investasi bisnis tersebut, yaitu seorang pebisnis asal Samarinda Kalimantan, bernama Azar.

“Disamping saya juga ada pak Azar. Dirinya juga korban terhadap modus investasi bisnis yang sama. Beliau (Azar.red) juga sudah melakukan pengaduan ke kepolisian resort (Polres) Samarinda,” ujar Sunan.

Sementara itu, Sunan mengungkapkan juga, akibat modus investasi bisnis (Pablo) yang diduga mengandung unsur penipuan serta penggelapan tersebut, kliennya mengalami kerugian, bukan saja secara material namun juga immateriil.

Seperti yang dialami oleh Azar, menurut dirinya, praktik bisnis yang dilakukan oleh Pablo, bukan hanya merugikan material tetapi juga telah merusak nama baik (immateriil) bisnis di daerahnya.

“Saya berharap dia (Pablo) mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan karena sangat merugikan sekali. Saya juga punya nama baik di daerah. Saya (seolah) tidak mau ditekan (dicap) sebagai bisnis sampah. Hal ini sangat merugikan nama baik saya. Karena pada saat pembukaan, kita mengundang pejabat-pejabat, tapi nyatanya malah begini. Saya berharap pihak polisi bisa mengusut tuntas kasus ini,” ujar Azar.

Hal serupa juga dikatakan Petrus, ia berharap persoalan kasus dugaan penipuan atau penggelapan yang dilakukan oleh Pablo Putra Bangsa dapat diselesaikan sebagaimana mestinya (jalur hukum).

“Kita belum berpikir untuk musyawarah. Kita berharap kasus ini biar (tetap) berlanjut (jalur hukum),” kata Petrus.

Dalam kesempatan itu, Sunan sebagai kuasa hukum diminta oleh kliennya, untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Dengan adanya proses (hukum) ini semua, nama baik daripada klien kami peran-pelan bisa terpulihkan,” tukasnya.

Dari informasi yang beredar, diketahui bahwa Pablo adalah seorang pengusaha muda sukses yang mempunyai bisnis di bidang jual beli dengan nama perusahaan  PT Inti Benua Indonesia. Kemudian selama berjalan operasionalnya perusahaan tersebut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), digolongkan ke dalam daftar perusahaan investasi bodong. Pemilik, Pablo pun juga dituduh telah menipu beberapa orang terkait investasi bisnis di perusahaannya.(tonmp)

Categories
Angkutan Udara Daerah Hukum Kriminalitas Transportasi

Diduga Bawa Paket Narkoba, Penumpang Maskapai Batik Air Tujuan Pekanbaru – Jakarta Diamankan Petugas 

Koranjurnal.co.id, Pekanbaru – Dua orang penumpang pesawat Batik Air ditangkap dan diamankan petugas Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, Riau Sabtu pagi (17/03/2018).

Kedua penumpang pesawat Batik Air tujuan Pekanbaru – Jakarta tersebut atas nama, Muhammad Zainuddin dan Dede Oktaviyanto. Mereka kedapatan membawa paket yang diduga narkoba jenis shabu.

General Manager PT Angkasapura II Pekanbaru Jaya Tahoma Sirait dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, bahwa Sabtu 17 Maret 2018 telah diamankan dua orang penumpang Batik Air ID 7064 tujuan Jakarta atas nama, pertama, Dede Oktaviyanto seat (nomor bangku) 24A, kemudian kedua, Muhammad Zainuddin seat 24B di SCP 2 Bandara SSK2 Pekanbaru, dan diduga membawa barang jenis shabu berjumlah dua paket total berat 1,5 kg yang diletakkan di selangkangan, saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

Menurut Jaya Tahoma Sirait kedua penumpang dari Pekanbaru tujuan Jakarta tersebut diamankan saat yang bersangkutan melintas di pos pemeriksaan. Petugas mengamati dan mencurigai gerak-gerik mereka, kemudian petugas menggeledah penumpang tersebut.

“Sekarang keduanya sudah diamankan sementara oleh petugas bandara,” kata Jaya T.Sirait, sesuai yang dilansir detakindonesia.com