Categories
Kesehatan Megapolitan

Kemenkes Minta Peserta Kegiatan Keagamaan Tebet-Petamburan Lakukan Tes dan Isolasi Mandiri

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang telah mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan keagamaan seperti di Tebet, Petamburan dan Mega Mendung beberapa hari yang lalu agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal itu dianjurkan mengingat hasil pelacakan kasus Covid-19 melalui serangkaian tes usap atau Tes Swab PCR per Kamis (19/11) kepada para peserta kegiatan tersebut ditemukan sejumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kemenkes mengimbau semua orang yang mengikuti acara tersebut dan siapapun yang merasa telah kontak erat dengan orang yang hadir agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” ujar Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M. Kes dalam konferensi pers: Update Pemeriksaan, Pelacakan dan Perawatan Covid-19 olej Kemenkes di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Adapun rincian dari hasil pemeriksaan yang menunjukkan positif Covid-19 tersebut meliputi 50 orang yang terlibat dalam kegiatan di Tebet, 30 orang di Petamburan dan 15 orang di Mega Mendung masih menunggu hasil pemeriksaan uji sampel.

“Ditemukan di Tebet total 50 kasus positif dan di Petamburan sebanyak 30 kasus dan di Mega Mendung terdapat 15 sedang menunggu hasil pemeriksaan,” jelas Budi.

Budi juga menganjurkan bagi siapa saja yang merasa memilki gejala seperti batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan serta kehilangan indera perasa agar segera menghubungi Puskesmas terdekat.

Dalam hal ini, Pemerintah juga telah menyiapkan pusat karantina khusus bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

“Apabila bergejala segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemerintah juga telah menyiapkan pusat karantina di Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet,” kata Budi.

“Gejala seperti gejala batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan serta hilang indera perasa, segera kunjungi Puskesmas terdekat untuk dilakukan tes usap atau Tes PCR,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menekankan kepada seluruh tokoh umat maupun siapapun yang memiliki peran penting dalam suatu komunitas tertentu agar lebih bijak serta memberikan keteladanan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Budi meminta agar selama masa pandemi tidak menggelar kegiatan yang menimbulkan banyak kerumunan orang. Sebab, berkerumun dapat memicu terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang dapat berakibat fatal.

“Agar memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan. Kita harus bekerja sama dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 agar pandemi segera dapat diatasi,” tegas Budi.

Kemenkes terus berupaya melakukan upaya untuk melacak dan menelusuri kontak erat dari pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Hal itu juga dilakukan untuk mempercepat penanganan Covid-19 sekaligus memutus rantai penularannya.

Saat ini, Kemenkes dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah menerjunkan lebih dari 5.000 petugas untuk melakukan pelacakan kontak erat dan tersebar di 10 provinsi prioritas.

Kemenkes berharap agar masyarakat dapat mendukung para petugas tersebut sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah dan tidak semakin meluas.

“Saat ini Kemenkes dan Satgas Penanganan Covid-19 telah menurunkan lebih dari 5.000 pelacak kontak di 10 Provinsi Prioritas untuk menulusuri penularan dan kontak erat,” jelas Budi.

“Kami berharap masyarakat terbuka dan mendukung relawan pelacak kontak sebagai kontribusi memotong rantai penularan Covid-19,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Lurah Petamburan, Titik Awal Tracing Karena Positif Covid dan Hadir di Acara Maulid serta Pernikahan

Koran Jurnal, Jakarta – Kerja, tetap lebih baik daripada berpangku tangan. Sebuah pesan penutup dari pengarahan Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo, dalam rapat virtual (zoom) Sabtu sore (21/11/2020).

Dalam rapat virtual itu hadir antara lain Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Juga unsur satgas di sejumlah kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat dan Banten, serta Kepala Suku Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang ada di Jakarta.

Pembahasan rapat koordinasi tersebut yakni fokus pada upaya tracing, tracking dan treatment atas sejumlah titik kerumunan. Diantaranya kerumunan Demo Omnibus Law RUU Cipta Kerja, paska liburan panjang, penjemputan di Bandara, kerumunan di Tebet, Mega Mendung dan Petamburan baru-baru ini.

Doni Monardo berbicara di sesi akhir rapat, yang selesai menjelang kumandang adzan maghrib. Sebelumnya, host rapat telah mengatur Kepala Dinas Kesehatan dan petugas yang berinteraksi langsung untuk memberikan laporan fakta fakta di lapangan.

Dalam kesempatan itu, para peserta menyampaikan data-data terkini terkait perkembangan terakhir Covid-19 di wilayah tugas masing-masing daerah, maupun secara khusus yang terjadi di klaster-klaster khusus, seperti disebut di atas.

Laporan peserta rapat menyebutkan, baik yang di Petamburan maupun di Megamendung, petugas kesehatan masih kesulitan untuk melakukan pelacakan. Mereka dihalang-halangi ketika hendak masuk melakukan tracing dan tracking. Diharap, Satgas Covid-19 Pusat, tidak saja memberi tambahan fasilitas swab tetapi juga dukungan agar bisa masuk ke kluster kluster yang dicurigai berpotensi menjadi pusat penularan.

Kerelaan Melakukan Swab

Dalam arahannya, Doni Monardo menyadari benar kesulitan yang dihadapi di lapangan. Tak lupa ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para petugas di lapangan. Doni mengemukakan, dibutuhkan kerelaan hati dari masyarakat untuk melakukan swab, utamanya bagi yang pernah mengikuti kerumunan termasuk selama liburan panjang, demo Omnibus Law RUU Cipta Kerja. “Tes swab di Puskesmas, tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Tak lupa, Doni Monardo berharap dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat di setiap daerah, termasuk para Ketua RT dan Ketua RW.

“Sampaikan bahwa kami akan melakukan test massal, dimulai dari keluarga inti yang positif. Ini bagian dari upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Karenanya perlu kerja sama yang baik dan harmonis. Semua harus dilakukan dengan pendekatan humanis,” papar Doni.

Kepada aparat Satgas Covid-19 daerah, Doni Monardo meminta untuk melanjutkan kerja kerasnya menemukan kasus positif dan segera dilakukan karantina di tempat yang telah ditentukan bagi OTG maupun yang sudah bergejala, supaya semua bisa selamat.

“Bagi yang positif, pemerintah menyediakan fasilitas isolasi mandiri. Jangan ragu untuk ikut test, dan jangan takut kalau positif,” tambahnya.

Petugas diminta melakukan pendekatan secara persuasif. Ajak masyarakat mau bekerjasama atas nama nilai-nilai kemanusiaan. “Mulailah dengan tracing dari Lurah Petamburan. Selanjutnya tes massal dari keluarga inti semua yang positif,” ujar Doni Monardo.

Hindari Kerumunan

Mengutip imbauan Doni Monardo saat melakukan kunjungan ke Yogyakarta sehari sebelumnya. Bahwa ia mengimbau para kepala daerah, termasuk semua Gubernur agar mengantisipasi terjadinya kerumunan akibat kegiatan-kegiatan sosial-keagamaan yang mungkin bakal digelar di daerahnya. “Cegah dan tangkal sejak dini, jangan sampai kegiatan kerumunan yang melanggar protokol kesehatan terjadi,” kata Doni.

Kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, Doni juga menyerukan agar bisa menjadi teladan penerapan protokol kesehatan.

“Covid-19 ini nyata, bukan rekayasa. Korban sudah ribuan, termasuk para tenaga medis. Kita sudah delapan bulan bekerja keras mengendalikan penyebarannya. Tolong jangan mengecewakan hasil kerja keras kami selama ini,” tandas Doni.

Dalam penegakan disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan, sekali lagi Doni menekankan “prinsip nondiskriminasi”. Bahwa negara dalam penanggulangan bencana tidak memberikan perlakuan yang berbeda terhadap jenis kelamin, suku, agama, ras, dan aliran politik apa pun.

“Salus populi suprema lex. Keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi. Itu prinsip kami,” tegas Doni Monardo.(KPC/red)

Categories
Megapolitan Ragam

BP2MI Sematkan Duta Wisata Indonesia kepada PMI

Koran Jurnal, Jakarta – Tidak hanya membawa remitansi ekonomi dalam bentuk devisa negara, Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejatinya merupakan representasi wajah Indonesia di luar negeri.

“Para pekerja migran ini membawa semangat merah putih di dadanya, menghayati Pancasila di hatinya, dan menjadi cermin budaya Indonesia. Maka mereka layak untuk disematkan predikat Duta Wisata bagi Indonesia, dalam memasarkan dan mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Kepala BP2Mi Benny Rhamdani dalam rangkaian kegiatan Migrant Day 2020 di kantor UPT BP2MI Jakarta, Senin (18/11/2020).

Lebih lanjut Benny mengatakan, bayangkan jika 3,7 juta PMI yang terdata oleh Pemerintah (atau 9 juta PMI menurut Bank Dunia termasuk yang nonprosedural) dapat menjadi Duta Wisata, maka sebanyak itulah potensi jumlah wisatawan mancanegara yang dapat didatangkan oleh PMI ke Indonesia. Oleh karenanya, kita mengharapkan para pekerja migran juga dapat dibekali wawasan akan pariwisata Indonesia yang dapat dikenalkan kepada para pemberi kerja.

“Tidak usah ragu lagi bahwa PMI mampu menyelipkan budaya Indonesia dalam interaksi keseharian dengan pemberi kerja. Tidak usah ragu lagi bahwa PMI mampu mengemban misi memperkenalkan budaya Indonesia, dan tentu saja mempromosikan pariwisata Indonesia,” jelas Benny.

Untuk merealisasikan hal tersebut, BP2MI melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam rangka Pengembangan Potensi Pariwisata dan Ekonomi Pekerja Migran Indonesia dan Keluarganya.

Saat memberikan sambutannya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, berharap dengan adanya nota kesepahaman ini selain menjadi pahlawan devisa, PMI juga dapat menjadi pahlawan bagi pariwisata Indonesia. “Sebagai Duta Wisata, PMI akan mewakili Indonesia di luar negeri dan memperkenalkan Indonesia di mata dunia,” imbuhnya.

Disamping itu, kolaborasi ini diharapkan juga dapat mempermudah purna PMI yang telah kembali, untuk mengembangkan usahanya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui koordinasi dan sinkronisasi perencanaan terkait akses pemodalan.

“Selain remitansi ekonomi, PMI juga membawa remitansi sosial, seperti keahlian, ide-ide, dan praktik-praktik yang pekerja migran pelajari di luar negeri dan kemudian mereka bawa ke daerah asalnya untuk membangun masyarakat di daerah tempat tinggalnya. Pembangunan sosial ini adalah dampak sosial dari migrasi ke luar negeri,” papar Benny.

SP2T Program Unggulan Penempatan PMI

Dalam kegiatan ini, Kepala BP2MI juga berkesempatan untuk berdialog dengan KDEI Taiwan yang memaparkan terkait program unggulan penempatan PMI ke luar negeri, yaitu SP2T (Special Placement Program to Taiwan), dan perwakilan perusahaan berserta PMI yang ditempatkan melalui skema SP2T.

Menurut data KDEI Taiwan, jumlah PMI yang telah ditempatkan melalui skema SP2T hingga Oktober 2020 sebanyak 38 orang, untuk 2 (dua) perusahaan yaitu
Shing Kong Textile dan Ho Yu Textile.

PMI SP2T atas nama Nita Mutmainah saat menyampaikan testimoninya mengatakan, rasa terimakasihnya karena diberikan kesempatan bekerja dengan skema zero cost melalui SP2T.

“Seluruh proses SP2T ini sangat mudah dan cepat, bahkan saat saya berada di Taiwan, perusahaan memberikan fasilitas yang memadai dan saya merasa dihargai,” kata Nita secara virtual.

Kepala BP2MI berpesan kepada para PMI yang berada di negara penempatan, untuk tetap menjaga nama baik Indonesia. “Dignity Indonesia diwakili oleh PMI. Baik buruknya Indonesia dinilai melalui PMI. Untuk itu terus bicarakan semua hal yang baik mengenai Indonesia. Kalian lah Duta Wisata Indonesia,” tutupnya.(hum/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Doni Monardo: Kerumunan Manusia Menimbulkan Penularan Covid-19 dan Dapat Berakibat Fatal

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa setiap kegiatan yang menciptakan kerumunan sudah hampir pasti dapat menimbulkan penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Sejumlah aktivitas yang menciptakan kerumunan hampir pasti bisa menimbulkan penularan (Covid-19). Menulari dan tertular satu sama lainnya, ujar Doni dalam Konferensi Pers secara virtual dari Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (15/11/2020).

Di samping itu, Doni juga mengingatkan bahwa para penyelenggara kegiatan yang menciptakan adanya kerumunan manusia pada masa pandemi akan mendapatkan sanksi tegas, baik di dunia maupun di akhirat. Sebab, mengumpulkan orang-orang dalam jumlah besar sehingga menimbulkan penularan penyakit hingga menyebabkan kematian adalah perbuatan yang dilarang baik oleh pemerintah maupun agama.

“Mereka yang menyelenggarakan kegiatan tersebut, nantinya bukan hanya mendapatkan sanksi di dunia oleh pemerintah, tetapi juga kelak di kemudian hari akan mendapatkan permintaan pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Karena tidak sedikit kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan itu menimbulkan penularan (Covid-19),” tegas Doni.

Lebih lanjut, Doni juga mengingatkan bahwa Covid-19 dapat menjadi mesin pembunuh bagi mereka yang masuk dalam kategori usia lanjut, maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas.

Sebagaimana data Satgas Penanganan Covid-19, bahwa terdapat tren kasus kluster keluarga yang meningkat dari orang tanpa gejala yang menulari keluarganya di rumah sehingga akhirnya berujung fatal. Sehingga hal ini perlu diantisipasi agar ke depannya tidak terjadi hal serupa.

“Mungkin, bagi anak muda yang usianya relatif masih di bawah 36 tahun, sehat, tidak ada komorbid, rata-rata adalah tanpa gejala kalau terpapar Covid-19. Namun, ketika mereka kembali ke rumah, ketemu dengan orang-orang yang dicintai, ketemu dengan saudara-saudaranya yang lain, yang punya komorbid, usianya sudah lanjut, maka risikonya sangat fatal,” jelas Doni.

Adapun berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 hingga delapan bulan terakhir, angka kasus _fatality rate_ dari penderita komorbid dan lansia telah mencapai 85 persen.

“Data yang kami peroleh selama delapan bulan terakhir, angka kematian penderita komorbid dan lansia mencapai 80 sampai dengan 85 persen. Sebuah angka yang sangat tinggi,” jelas Doni.

Dengan melihat adanya prosentase angka tersebut, Doni meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar menghindari segala aktivitas yang menimbulkan kerumunan manusia dalam jumlah banyak. Dia juga mengajak antar anggota keluarga agar dapat saling mengingatkan satu sama lain, bahwa kegiatan kerumunan pada masa pandemi sangat berisiko.

“Sekali lagi, semua aktivitas yang berhubungan dengan timbulnya kerumunan, tolong untuk dihindari, dan kami juga mengajak kepada seluruh keluarga besar bangsa Indonesia, untuk mengingatkan keluarga kita satu sama lainnya, agar jangan menghadiri acara-acara yang menimbulkan kerumunan,” pinta Doni.

“Seluruh pihak di manapun berada, untuk tidak menyelenggarakan acara-acara yang dapat menimbulkan kerumunan, karena potensi tertular Covid, pasti akan semakin tinggi, dan ini nantinya akan menyulitkan kita semua,” pungkas Doni.(hum/red)

Categories
Megapolitan Ragam

Humas Polri Gelar Pelatihan Tim Peliputan Tanggap Bencana Bagi Wartawan

Koran Jurnal, Jakarta – Divisi Humas Polri menggelar workshop digital pelatihan peliputan tanggap bencana bagi personel humas polri dan wartawan di Mako Polairud Barhakam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jum’at (13/11/2020).

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, pelatihan ini bekerjasama dengan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polri untuk mensinergikan media dan humas polri dalam melakukan peliputan disaat bencana, sekaligus meningkatkan kemampuan peliputan tanggap bencana personel Divhumas, dan awak media untuk menghadapi musim penghujan.

“Intinya bahwa kita akan membuat sinergitas kerjasama antara humas, polair dan media. Jadi intinya kita mengajak dengan situasi tanggap bencana ini kita ada suatu pelatihan agar ada satu ritme atau irama antara media dengan humas di lapangan. Jadi bisa sama-sama bekerja berjalan,” kata Argo di Makopolairud.

Dengan adanya pelatihan ini, humas polri dan media mampu mengabarkan secara realtime kepada masyarakat kondisi bencana di lapangan tanpa menganggu proses evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR dan personel lainya.

Selain itu, sambung Argo, anggota dan awak media yang bertugas melakukan peliputan bencana lebih memahami situasi bertugas sehingga mengurangi terjadinya resiko yang lebih besar. Pelatihan ini diberikan langsung oleh instruktur ahli dari personel Polairud Barhakam Polri.

“Pelatihan pertama ini ada 25 awak media, 25 dari Divhumas, dibantu juga anggota Polair, semua ahli di perairan yang akan beri pelatihan dari Polair Mabes Polri. Dan hasil peliputan di lapangan oleh personel dan awak media yang telah mengikuti pelatihan akan mendapatkan hasil yang baik, faktual dan aktual sehingga lebih bermakna,” papar Argo.

Argo mengatakan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada bulan Desember yang akan datang curah hujan di seluruh Indonesia pada umumnua dan wilayah DKI Jakarta pada khususnya adalah daerah yang rawan terhadap berbagai bencana. Oleh karena itu, tekan Argo, Polri berkewajiban untuk meningkatkan bidang penanggulangan bencana.

“Kita sebagai Polisi mempersiapkan seandainya nanti karena setiap tahun ada bencana baik itu gunung meletus, tanah longsor, kecelakaan laut, banjir sudah kita siapkan. Nanti juga di Kepolisian ada operasi aman nusa nanti yang akan memadai dari tanggap bencana itu,” tandas Argo.

Dalam pelatihan ini, instruktur memberikan penjelasan bagaimana mengoperasikan perahu karet. Bagaimana posisi aman alias safety bagi seorang cameramen di atas perahu saat ditengah bencana. Memberi pertolongan bagi rekan yang terjatuh di air hingga bagaimana membalikan perahu yang terbalik.(hum/red)

Categories
Kriminalitas Megapolitan

Polda Metro dan Polres Jajaran Musnahkan Barang Bukti Narkoba Hasil Operasi Nila Jaya 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana memimpin pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan kasus tindak pidana peredaran narkoba oleh Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Polres jajaran selama kurun waktu 19 Oktober sampai dengan 2 Nopember 2020 menjalankan Operasi Kewilayahan Nila Jaya 2020, di komplek Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Nana mengungkapkan, dari 275 LP (laporan polisi), Ditresnarkoba dan Polres jajaran telah mengungkap dan menangkap sebanyak 330 tersangka kasus tindak pidana peredaran Narkotika.

“Tersangka 330 orang, terdiri dari 8 orang Bandar, 285 orang Pengedar, dan 37 orang Pemakai,” kata Nana.

Dalam Operasi Kewilayan Nila Jaya 2020, terang Nana, telah ditentukan 57 target operasi (TO) yaitu 53 TO orang dan 4 TO tempat.

“Berhasil diungkap 44 orang dan 1 TO tempat. Dengan tingkat presentase keberhasilan 79 persen,” ujar Nana.

Ia menegaskan, pemusnahan tersebut dalam rangka menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan sebagai bukti keseriusan Polri dalam memberantas peredaran gelap narkoba.

“Serta untuk menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menuju “Jakarta Zero Narkoba“, atau Jakarta bebas dari narkoba,” paparnya.

Berikut jumlah barang bukti yang disita dari hasil Ops Nila Jaya 2020 :
• Shabu : 190 Kg
• Ganja : 265 Kg
• Ekstasi : 9.300 butir
• T. Gorilla : 8,16 Kg
• Happy Five : 572 butir
• Bubuk Ekstasi : 18,51 gram
• Obat Baya : 193 butir

Terhadap barang bukti narkoba yang disita tersebut langsung dimusnahkan dengan menggunakan alat Incinerator yang bersuhu sangat tinggi, sehingga barang bukti narkotika tersebut, benar-benar habis terbakar serta tidak menimbulkan efek negatif kepada masyarakat disekitarnya.

Pemusnahan barang bukti narkoba dihadiri perwakilan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, BNNP DKI, perwakilan MUI Jakarta dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.(red)

Categories
Megapolitan

Kapolda Metro Umrohkan 30 Tunanetra dan Santuni 100 Anak Yatim Piatu

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengumrahkan puluhan kaum tuna netra dan menyantuni ratusan anak yatim piatu dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2020.

“Kami mengumrahkan 30 tunanetra yang nantinya juga didampingi oleh beberapa anggota Polri. Kemudian kami tadi juga memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu,” kata Nana kepada wartawan seusai memimpin peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2020, di Masjid Al-Kautsar Polda Metro Jaya, Kamis (05/11/2020).

Nana mengatakan, pemberian santunan dan mengumrahkan para kaum disabilitas merupakan bentuk kepedulian bersama antara Polda Metro Jaya dan Yayasan Maraseti Peduli.

“Inilah bentuk kepedulian kami, dalam hal ini Polda Metro Jaya bersama dengan grup Maraseti Peduli,” ujarnya.

“Sebagai rasa peduli kami kepada kaum disabilitas yang mana mereka sangat perlu perhatian dari kita,” tambah Nana.

Dalam kesempatan itu, perwakilan dari Yayasan Maraseti Peduli Brigjen TNI (Purn) Amalsyah Tarmizi mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Metro Jaya beserta jajaran atas kerjasamanya dalam aksi peduli tersebut.

“Khususnya Ditbinmas (Polda Metro Jaya) yang memang dengan kendala pandemi covid-19, yang ikut menyiapkan, memberangkatkan umroh ini banyak kendala, apalagi tuna netra. Sehingga perlu pendamping. Tapi Alhamdulillah, dengan kerjasama dan dukungan Pak Kapolda, ini (aksi peduli) bisa berjalan,” ungkap Amalsyah.

“Ini bentuk kepedulian bersama Bapak Kapolda kepada kaum disabilitas dan kami memfasilitasi, sehingga mereka bisa membayangkan berangkat umroh,” terangnya.

Keberangkatan Umroh 30 tunanetra tersebut sedianya akan diberangkatkan pada Januari 2021.

Dari pantauan pewarta, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2020 yang mengangkat tema “Dengan Keteladanan Nabi Besar Muhammad SAW Kita Kuatkan Persaudaraan dan Kepedulian Guna Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif”, turut dihadiri oleh Wakapolda Polda Metro Jaya, Irwasda Polda Metro Jaya dan para pejabat utama. Serta diikuti oleh para pejabat Polres jajaran dan pengurus grup Maraseti Peduli melalui virtual atau video conference. Adapun selaku penceramah khusus dalam acara tersebut yakni KH M.Yahya Agil.(red)

Categories
Megapolitan

Kepala Pushidros TNI AL Hadiri Apel Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan di DKI Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P. menghadiri Apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di wilayah tingkat DKI Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Anies Baswedan di Lapangan Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (04/11/2020).

Kegiatan ini didasari bahwa di masa Pandemi saat ini, tantangan yang dihadapi semakin besar, ketika tingkat curah hujan yang tinggi dibulan Oktober hingga Desember masuk ke kawasan Indonesia terutama di DKI Jakarta. Maka pemerintah DKI Jakarta, perlu mewujudkan sinergitas / kolaborasi antara unsur TNI-POLRI, unsur pemerintah serta perangkat daerah untuk menggalang seluruh kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana banjir akibat musim hujan, dengan membentuk tim kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan di wilayah DKI Jakarta.

Personel yang terlibat dalam acara ini berjumlah sekitar 955 orang yang terdiri dari perangkat daerah yakni, BPBD DKI, PMI, SAR DKI, Polri, TNI, hingga Satpol PP DKI. Didukung pula Kendaraan berat, ambulan, kendaraan operasional, mobil dapur umum, perahu karet, dan rainbow. Hadir pula Wagub DKI Ahmad Riza Patria, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Wakabasarnas Mayjen TNI Bambang Suryo Aji, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., Panglima Kolinlamil Laksda TNI Irwan Achmadi, M.Tr (Han), Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) Laksda TNI Nazali Lempo, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko, dan Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko.

Gubernur DKI mengatakan bahwa dalam memasuki musim hujan diperlukan tingkat kewaspadaan lebih tinggi. Ada tiga kata kunci dalam penanganan musim hujan di Ibu Kota, yakni pertama siaga artinya mengingatkan seluruh potensi untuk bisa menghadapi semua kemungkinan yang terjadi. kedua tanggap, dengan memantau dengan dekat perkembangan cuaca, sehingga bisa merespon dengan cepat apapun kondisinya dan terakhir, galang yang artinya dalam menghadapi bencana harus memiliki kemampuan untuk menggalang seluruh kekuatan, kemampuan memanggul bersama beban yang dirasakan bersama.

Selain itu, Gubernur DKI juga menambahkan bahwa ke depannya yang perlu diwaspadai adalah bencana La Nina. Dikatakannya, Kota Jakarta memiliki kapasitas maksimal mampu menampung 100 milimeter kubik/jam sehari. Jika volume air yg masuk melebihi dari 100 milimeter kubik/jam maka akan terjadi banjir.

“Diharapkan tanggung jawab kita dalam hal ini memastikan seluruh masyarakat yang terkena bencana tersebut dipastikan selamat, jangan ada yang menjadi korban. Genangan banjir di Jakarta ini biasanya mengering dalam waktu kurang dari 6 jam,” kata Gubernur.

Tantangan di DKI Jakarta yang menjadi penyebab banjir ada 3 penjuru antara lain pertama Hujan Lokal secara terus menerus, kedua terjadi hujan lebat di daerah pegunungan atau dataran tinggi, maka kita akan terkena imbasnya atau tumpahan dan yang ke tiga adalah akibat permukaan air laut yang meninggi di kawasan dataran rendah yaitu banjir rob, mengingatkan perhatian kita kepada penanganan banjir bukan saja air dari pegunungan, dan hujan lokal tetapi juga dari kawasan pesisir pantai.

“Kita mendapat kehormatan untuk menjaga nama baik ibukota DKI Jakarta ini. Dalam masa pandemi diharapkan perhatikan seluruh protokol kesehatan dalam semua kegiatan kita. Sebagai manusia kita tetap berikhtiar kepada Tuhan Yang Maha Esa, InshaAllah Jakarta terbebas dari bencana banjir,” pungkasnya.(disp/red)

Categories
Jurnal Lain-lain Megapolitan

Operasi Zebra Polda Metro Jaya Gelar Aksi Simpatik, Bagikan Beras Kemasan 5 Kg dan Masker di 5 Gerbang Tol

Koran Jurnal, Bekasi – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menggelar bakti sosial (baksos) ditengah pelaksanaan kegiatan Operasi Zebra Jaya 2020, di Gerbang Tol Cikunir 2, Bekasi, Jum’at (30/10/2020).

Kegiatan Operasi Zebra Jaya tersebut dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, dan didampingi Wadirlantas PMJ AKBP Hari Purnomo.

Sambodo mengatakan, Operasi Zebra kali ini diisi aksi simpatik para personel Ditlantas PMJ dengan membagi-bagikan beras dan masker ke para pengemudi truk dan angkutan umum.

“Hari kami Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan pembagian sembako berupa beras sebanyak per paketnya 5 kg sebanyak kurang lebih 4.000 paket pada hari ini di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ujar Sambodo.

“Kegiatan simpatik ini dilakukan serentak di 5 gerbang tol (GT Cikunir 2, Pasar Rebo, Tanjung Priok, Kamal, dan Cililitan). Serta di Satlantas Polres,” sambungnya.

Sebelumnya disampaikan bahwa kegiatan Operasi Zebra Jaya 2020 berbeda dengan operasi zebra jaya tahun-tahun sebelumnya.

“Karena saat ini masih situasi pandemi covid-19, pelaksanaan Operasi Zebra Jaya kali ini kita mengedepankan upaya preventif dan persuasif. Jadi tidak ada penindakan, dialihkan yang sifatnya simpatik, edukasi yang humanis berupa pemberian sembako, pemberian masker, himbauan-himbauan operasi Zebra Jaya 2020 tentang kamseltibcarlantas dan himbauan protokol kesehatan,” kata Sambodo saat menggelar apel personel Ditlantas PMJ pada Rabu (27/10/2020).

Dalam kegiatan baksos tersebut, Sambodo juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pengendara kendaraan bermotor, baik pengemudi truk dan angkutan umum yang pernah disakiti oleh petugas polantas.

“Saya pada kesempatan kali ini minta maaf kalau ada perilaku anggota saya yang selama ini pernah menyakiti hati para masyarakat khususnya para pengemudi angkutan,” ungkap Sambodo.

Melalui momen itu, Sambodo berharap polisi semakin dicintai oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih mencintai Polri dan kerja sama dengan Polri lebih baik ke depannya,” imbuhnya.(red)

Categories
Kriminalitas Megapolitan

Satu Tersangka Kawanan Curanmor Bersenjata Api Rakitan Tewas Didor, Polisi: Pelaku Inisial I DPO

Koran Jurnal, Jakarta – Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap 4 tersangka pelaku kasus pencurian kendaraan bermotor roda dua (curanmor). Pelaku masing-masing berinisial MS, FY alias F, RE alias R, T dan DPO inisial I. Keempat tersangka itu berhasil dibekuk di Desa Pasir Angin, RT 003/03, Gg Mushola Al-Almien, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan, salah satu pelaku inisial MS dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan ketika petugas akan melakukan pengembangan kasus.

“Saat petugas melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya, tersangka (MS) mencoba untuk melawan dan menyerang petugas sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur,” kata Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta (28/10/2020).

“Kemudian tersangka dilakukan pertolongan dengan membawa ke rumah sakit namun dalam perjalanan tersangka meninggal dunia,” tambahnya.

Yusri menjelaskan, pengungkapan kasus curanmor tersebut berdasarkan laporan dari warga masyarakat dan korban atau pemilik motor yang mengalami kehilangan di wilayah Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi.

“Pelapor atau korban inisial IT, NHP dan MRG,” ujarnya.

Adapun laporan polisi tersebut, diantaranya LP/237/K/IV/2020/PMJ/RJT/SEK. CRS, tanggal 16 April 2020; LP/666/K/X/2020/PMJ/RJT/SEK. CR, tanggal 24 Oktober 2020; LP/6326/X/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 26 Oktober 2020.

Lanjut Yusri mengungkapkan, dalam melakukan aksinya pelaku membekali diri dengan senjata api serta tidak segan melukai korbannya jika diketahui korban.

“Dalam aksinya, pelaku menggunakan senjata api rakitan. Peran mereka, ada sebagai joki, pemetik dan pengawas,” terang Yusri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 7 (tujuh) tahun, dan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, dengan hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 (dua puluh) tahun.(red)