Categories
Daerah Ekonomi

Kementan: Jawa Tengah Sentra Produksi Lengkeng

Koran Jurnal, Semarang – Buah Lengkeng salah satu komoditas hortikultura yang populer di masyarakat dan permintaannya semakin meningkat setiap tahunnya. Provinsi Jawa Tengah merupakan sentra lengkeng di pulau Jawa dan Kabupaten Temanggung, Magelang dan Semarang sebagai penghasil terbesarnya.

“Ini salah satu sentranya ada di Jawa Tengah. Hampir semua kabupaten ada lengkeng dan terbesar ada di Temanggung, Magelang dan Semarang,” demikian ujar Dirjen Hortikultura, Suwandi sangat mengunjungi kebun lengkeng di Semarang, Rabu (19/12/2018).

Suwandi menjelaskan Kementerian Pertanian (Kementan) sangat menaruh perhatian pada pengembangan budidaya hingga pemasaran buah lengkeng. Untuk merespon tingginya permintaan, Kementan terus memacu produksi dan kendalikan impor.

“Produksi lengkeng kita bagus dan bisa bersaing. Impor ditekan dan hasilnya ini sesuai data BPS, impor lengkeng pada tahun 2017 sebesar 99 ribu ton, menjadi menurun pada Januari-September 2018, tinggal 39 ribu ton,” jelasnya.

Lebih lanjuut Suwandi mengungkapkan animo masyarakat mengonsumsi lengkeng lokal semakin tinggi sehingga petani bergairah menanam lengkeng. Selain tumbuh subur di dataran tinggi. Kini banyak varietas lengkeng yang dapat dikembangkan di dataran rendah seperti Itoh Super, Diamond River, Pingpong dan Kateki, memiliki rasa manis 15 brix, kulit tipis dan daging buah tebal.

“Kita gencar tanam lengkeng dan sudah mengembangkan 300 hektar dan selanjutnya diperluas lagi 85 hektar pada tahun 2019. Program ini sebagai stimulan untuk menarik investasi dan swadaya masyarakat berkebun lengkeng dalam kawasan berskala ekonomi dan kualitas ekspor,” tuturnya.

Berdasarkan hasil identifikasi, pengembangan lengkeng telah mencapai 1.500 hektar tersebar di pulau Jawa seperti Kabupaten Semarang, Tuban, Blora, Kulonprogo, Jepara, Wonogiri, Karanganyar, Malang bahkan sudah tersebar di beberapa wilayah di Kalimantan Timur seperti di kabupaten Kutai Kertanegara, Riau dan Lampung Selatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Yuni Astuti mengatakan lengkeng Jawa Tengah memiliki prospek yang bagus, tanaman tersebar hampir seluruh kabupaten. Paling luas ada di Temanggung, Magelang dan Semarang.

“Ini harga bagus bagi petani, berkisar Rp 30-40 ribu perkg dan harga di pasaran mencapai Rp 60 sampai 80 ribu per kg,” katanya.

Kepala Pertanian Kota Semarang, Rusdiana mengatakan Pemerintah Daerah Kota Semarang selain memiliki Wisata Agro Wates dan Agro Cepoko juga memiliki Agro Pelalangan dan Agro Purwosari sebagai wisata petik buah lengkeng, durian dan berbagai jenis buah lainnya.

“Pengunjungnya ramai, anak sekolah maupun berlibur, tiap hari libur semakin ramai pengunjung karena sekaligus sebagai Pasar Tani tempat transaksi produk agro sayuran, buah, olahan dan lainnya,” ucapnya.

Rusdiana menyebutkan dalam usaha pengembangan budidaya lengkeng, Kota Semarang memiliki varietas lengkeng yang memiliki keunggulan. Di antaranya adalah Itoh dan kateki yang memiliki rasa manis mencapai lebih dari 15 Brix, kulit tipis dan daging buahnya tebal

“Silakan berkunjung ke wisata agro kami yang menyajikan berbagai bibit, buah, sayuran, tanaman hias unggul termasuk penganan olahannya,” pungkasnya.(ton/Hum)

Categories
Daerah Ekonomi

Kadis Ketahanan Pangan Tasikmalaya Dorong KKP berbasis KRPL

Koran Jurnal, Tasikmalaya – Kota Tasikmalaya membutuhkan dukungan membangun KKP (Kelompok Ketahanan Pangan) berbasis KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari).

Hal tersebut disampaikan Kadis Ketahanan Pangan, Kota Tasikmalaya, Elly Suminar didampingi Kabid. Konsumsi dan Keamanan Pangan, Ucu Anwar, saat ditemui di lokasi KKP Al Fadillah, Kelurahan Nagarawangi Kec. Cihideung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (26/11/2018).

Kota Tasikmalaya, yang terdiri dari 69 Kelurahan dan 10 Kecamatan, sudah memiliki 33 Kelompok ketahanan pangan, dengan basis KRPL, namun hingga saat ini tidak banyak yang dapat berkembang karena minimnya anggaran Pemkot Tasikmalaya.

“Pemkot Tasikmalaya, terus mendorong agar masyarakat dapat berswakarya, untuk memenuhi kebutuhan dapur bahkan dapat memberi nilai tambah, bukan semata-mata melepaskan kebutuhan dapur,” ujar Elly Suminar, yang belum 1 tahun diberi tanggung jawab dalam ketahanan pangan di daerah tersebut.

“Kami bersama Tim Penggerak PKK, Kota Tasikmalaya, sudah melakukan berbagai kegiatan untuk mengedukasi masyarakat untuk menanfaatkan sumber-sumber karbohidrat selain beras yang ada di lingkungan masing-masing, karena sampai saat ini, tingkat konsumsi beras masyarakat kota tasikmalaya masih tinggi, ibu walikota sebagai ketua tim pkk, memberikan berbagai tehnik pengolahan atau kuliner bersama ahli gizi, untuk mengolah ketela (singkong), ubi jalar, talas dan jagung, menjadi bahan pangan yang memiliki cita rasa, dan disukai masyarakat dan dapat mengurangi tingkat konsumsi beras per kapita,” papar Elly.

Luas Kota Tasikmalaya : 184,4 Km.2, dengan jumlah penduduk 659.606 jiwa dan luas lahan lertanian produktif 5.993 Ha, sedang penyusutan lahan pertanian akibat alih fungsi masih tinggi, rata-rata
10 hektar lebih per tahun.

KKP Al Fadillah, Kelompok Swadaya Masyarakat, yang bermula dari Kelompok Ibu-ibu Pengajian, beranggotakan 30 kepala keluarga, yang seluruhnya adalah Ibu-ibu Rumah Tangga, sehari-hari hanya mengurus keperluan suami dan anak-anaknya, kini mulai termotivasi untuk aktif mengurus kebun kelompok. Elly Suminar, Kadis Ketahanan Pangan Kota Tasik Malaya, yang belum genap setahun diberi tanggung jawab ini, terkaget-kaget, melihat kenyataan dilapangan, animo masyarakat yang begitu tinggi dimotori beberapa keluarga sejahtera, kelompok KKP Al Fadilah, sudah mampu berkontribusi mengurangi beban dapur anggotanya 300 hingga 400 ribu/ bulannya bahkan dengan motivasi dinas KKP Kota Tasikmalaya, saat ini KKP Al Fadillah, sudah memproduksi bibit tanaman hortikultura, kita sudah menjual hingga 4000 batang bibit cabe rawit yang dibeli berbagai kelompok termasuk beberapa sekolah-sekolah tingkat SLTA di Kota Tasikmalaya, harga per pohonnya 2000 rupiah, sampai saat ini, omzet penjualan bibit sudah mencapai 8.000.000, juta rupiah, ujar Tintin, tenaga pendamping sukarela yang berlatar belakang sarjana pertanian, didampingi ketua kelompok Al Fadillah, ibu Itoh, ditemui di kebun bibit dilokasi yang cukup sempit namun bisa produktif.

Elly Suminar, berharap di tahun anggaran 2019. Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, memberikan bantuan untuk pengembangan KKP berbasis KRPL, di Kota Tasikmalaya, yang termasuk “Kota Termiskin” di Propinsi Jawa Barat, kami yaqin, masyarakat kota tasikmalaya akan bekerja keras dan giat, untuk merubah kondisi saat ini, dan semoga KRPL yang sudah ditetapkan Pemerintah (Kementerian Pertanian) sebagai Program Nasional, dan sudah terbukti menyelesaikan Kerawanan Pangan, diberbagai daerah di indonesia, dapat dikembangkan di Kota Tasikmalaya, pungkas Kadis Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya, yang energik ini.(red/Hum)

Categories
Daerah IPTEK

Kementan Bertekad Jadikan Pustaka Sebagai Brand Image Kota Bogor

Koran Jurnal, Bogor – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (Pustaka) yang berada di Kota Bogor membangun Museum Tanah dan Pertanian. Dengan hadirnya museum ini diharapkan menjadi ikon Kota Bogor yang memiliki history bernilai tinggi dan merupakan salah satu gedung heritage di Kota Bogor.

Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro mengungkapkan keberadaan Museum Tanah dan Pertanian menjadi sangat penting khususnya untuk mendokumentasikan berbagai jenis tanah dan bebatuan yang ada di Indonesia, serta berbagai inovasi pertanian. Tentunya, mesum ini akan menjadi sarana edukasi, penelitian dan wisata bagi para peneliti, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum bahwa sarana baru bagi para penggiat media sosial.

“Bogor selain sebagai kota hujan juga di kenal sebagai kota wisata, ikon kota Bogor ini memacu Kementan untuk bertekad menjadikan Pustaka sebagai brand image pariwisata kota Bogor. Karena Museum ini menampilkan sesuatu yang bersejarah dan memiliki nilai edukasi, jadi Pustaka bisa mengundang para blogger dan memperkenalkan fasilitas yang dimiliki pustaka,” demikian diungkapkan Syukur pada acara serah terima jabatan Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, kemarin, Rabu (14/11/2018).

“Dengan demikian diharapkan para bloger akan menuliskannya dalam blog mereka dan keberadaan pustaka akan lebih dikenal di masyarakat,” sambung Syukur.

Terkait dengan kapan diresmikan museum tersebut, Syukur menyebutkan sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Museum Tanah dan Pertanian akan dilaunching pada bulan Maret 2019, sehingga semua konten harus dipersiapkan dengan baik. Karenanya, hasil kunjungan ke Belanda terkait Museum Tanah dan Pertanian agar secepatnya dapat direalisasikan melalui kerjasama dengan Atase Belanda untuk menghadirkan ahli-ahli museum tanah dan museum pertanian dari Belanda sehingga berbagi pengalaman di Museum Tanah dan Pertanian.

“Ini sangat penting karena Museum Tanah dan Pertanian ini hadir tentu menjadi awal kebangkitan pertanian dan menjadi tombak pertanian di mana munculnya teknologi dan inovasi baru untuk pertanian,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini juga Syukur sangat mengapresiasi Pustakawan yang telah menindaklanjuti arahannya terkait pengembangan kompetensi Pustakawan dengan cara mencari beasiswa yang ditawarkan Perpustakaan Nasional atau instansi lainnya.(ton/Hum)

Categories
Daerah TNI

Demonstrasi Alutista TNI AL dan Atraksi Prajurit Lantamal II Pukau Masyarakat Kota Padang

Koranjurnal.co.id, Padang – Ribuan masyarakat Kota Padang memenuhi Pantai Muaro Lasak untuk menyaksikan Demonstrasi Raid Amfibi dan Sailing Pass TNI Angkatan Laut dalam rangka penutupan Pameran Alutsista TNI Tahun 2018 di Monumen Tugu Merpati Perdamaian, Muaro Lasak, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (07/10/2018).

Acara dimulai dengan olahraga bersama TNI dengan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti renovasi Monumen Tugu Merpati Perdamaian antara Dirut PT. Semen Padang dengan Lantamal II dan menyaksikan demonstrasi TNI AL.

Sebelumnya dilaksanakan kegiatan Pameran Alutsista TNI selama tiga hari mulai 5 hingga 7 Oktober 2018 dengan menampilkan berbagai Alutsita TNI AD, TNI AL, dan TNI AU yang ada di Padang serta turut meramaikan pameran diantaranya dari Kepolisian, BMKG Sumatera Barat, Basarnas serta PT. Telkom.

Menurut Komandan Lantamal II Laksma TNI Agus Sulaeman, M.Sc., hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan Pameran Alutsista TNI, setelah dimulai dari hari Jum’at yang menampilkan berbagai atraksi dari masing-masing Angkatan, dari TNI AU menampilkan atraksi Paramotor, dari TNI AD bela diri Yoong Moo Do dan pada hari ini dari TNI AL menampilkan demonstrasi Penembakan sasaran oleh dua KRI yaitu KRI Kurau dan KRI Kalahitam, kemudian dilanjutkan dengan Raid Amfibi dari Pasukan Yonmarhanlan II dengan skenario pembebasan sandera dan penghancuran sasaran, kemudian berlanjut dengan Parade Sailing Pass yang dilaksanakan oleh dua KRI Satrol Lantamal II, Kapal Polair, Kapal KPLP, Kapal Basarnas dan KAL Sinyaru Lantamal II.

Harapannya masyarakat Kota Padang dapat menyaksikan langsung baik persenjataan yang dimiliki TNI maupun atraksi TNI, sehingga masyarakat mengetahui profesionalisme yang dimiliki oleh TNI, karena sesuai dengan tema HUT Ke-73 TNI yaitu “Profesionalisme TNI Untuk Rakyat,” imbuh Danlantamal II.

Walikota Padang H. Mahyeldi mengucapkan terima kasih kepada Lantamal II, karena dalam rangka HUT TNI ke-73 telah menampilkan Alutsista dan juga Pendaratan Marinir.

“Ini suatu pelajaran yang sangat berharga sekali, tentunya untuk masyarakat generasi muda, acara ini merupakan pengenalan dan sosialisasi tentang kemaritiman tentang laut dan mudah-mudahan ini akan meningkatkan rasa cinta kepada generasi muda terhadap laut,” tambahnya.

Kegiatan dihadiri oleh Komandan Lantamal II Laksamana Pertama TNI Agus Sulaeman, M.Sc., Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, Danrem 032/Wbr, Wadan Lantamal II, Para Asisten Danlantamal II, Dansatrol Lantamal II, Kasatker Lantamal II.(red/Disp)

Categories
Daerah Ekonomi

Mentan Monitor Program ‘Bekerja’ di Garut

Koranjurnal.co.id, Garut – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memonitor Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yakni program pengentasan kemiskinan berbasis pertanian. Monitoring dilakukan di Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Kamis (27/09/2018).

“Ini adalah program Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kemensos, BUMN, Kemendes, BKKBN. Di Kecamatan Pakenjeng ini termasuk daerah terpencil, perintah Bapak presiden agar membangun negara dari pinggiran agar masyarakat di daerah-daerah pelosok sejahtera,” kata Mentan Amran dalam sambutannya saat memonitor Program ‘Bekerja’. Hadir pada kegiatan, Sekretaris Daerah Garut, Rohayati, Kapolres Garut dan masyarakat petani miskin.

Amran menjelaskan Program ‘Bekerja’  sangat bagus karena dilakukan dengan tahapan yakni jangka pendek sampai jangka panjang dan dikembangkan dengan sistem klaster. Untuk jangka pendek, melalui penanaman tanaman komoditas harian yakni sayur-sayuran. Jangka menengah, dengan pemberian 50 ekor ayam per rumah tangga pra sejahtera. Adapun ayam yang diberikan jenis petelur yang berumur dua bulan.

“Yang dikatakan miskin, pendapatannya kurang dari Rp 1,4 juta per bulan. Tahun ini Kementan sediakan bantuan ayam 6 juta ekor berikut kandang dan pakan serta pendampingan. Tahun depan 2 kali lipat. Bantuan juga berupa tanaman perkebunan, ada kopi dan hortikultura yaitu sayur-sayuran. Jadi bantuan jangka pendek, menengah dan panjang,” jelasnya.

Amran optimis, melalui bantuan pada Program ‘Bekerja’ mampu menyejahterakan masyarakat. Misalnya, budidaya ayam mampu bertelur saat usia enam bulan sebanyak 50 butir per hari dengan masa produktif 3 tahun.

“Kalau 50 telur per hari, pendapatan Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per bulan. Masyarakat pra sejahtera pendapatan Rp1,4 juta. Ditambah Rp2,5 juta, berarti Rp3,5 juta per bulan,” ujarnya.

“Begitu pun dengan kopi. Setelah tiga tahun akan berbuah, bisa memberikan tambahan pendapatan. Artinya masyarakat bisa lepas dari kemiskinan,” pintanya.

Karena itu, Amran menuturkan pengelolaan Program Bekerja dilakukan dengan sistem klaster. Tujuanya agar terbangun industri olahan yang langsung mengolah dan memasarkan produk pangan petani, sehingga tidak lagi sebagai penghasil bahan pangan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk akhir yang memberikan keuntungan yang lebih besar.

“Kita bangun program kemiskinan ini dengan sistem klaster. Bila perlu ada 1 jenis tanaman per klaster, karena kita ingin berskala industri. Kita akan bangun industri, jadi kopi diolah langsung di desa dengan kemasan industri. Manfaatnya tidak hanya menjamin pendapatan petani, tapi juga membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.

Sekretaris Daerah Garut, Rohayati menyampaikan apresiasi kepada Kementan yang telah menyalurkan Program Bekerja. Pasalnya, program ini sesuai dengan kebutuhan daerah untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

“Program bekerja menyasar 14 kecamatan dari 42 total kecamatan di Garut. Pemda garut mengucapkan terima kasih kepada Kementan. di Garut terdapat 11.381 rumah tangga miskin di sektor pertanian. Kami yakin program ini bisa mengentaskan kemiskinan di pedesaan,” ujarnya.

“Kami minta semua pihak untuk mengawasi Program Bekerja agar tidak disalahgunakan masyarakat. Bantuan ayam dan tanaman lainya agar benar-benar dipelihara sehingga masyarakat mendapatkan pendapatan yang berkelanjutan,” tambahnya.(ton/Hum)

Categories
Daerah Militer TNI

Koarmada II Turut Memecahkan Rekor MURI Peserta Tari Gemu Fa Mi Re Terbanyak

Koran Jurnal, Surabaya – Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, S.E., M.M., didampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armada II Ny. Retno Didik Setiyono bersama lebih dari 11.280 orang prajurit gabungan TNI AD, TNI AL, TNI AU serta Polri, tepat di hari ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) Pagelaran Tari “Gemu Fa Mi Re” Peserta Terbanyak, bertempat di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya. Selasa (04/09/2018).

Mako Koarmada II menjadi salah satu tempat berlangsungnya kegiatan Tarian Gemu Famire dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2018. Tarian Gemu Famire merupakan tarian yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Tarian tersebut digelar serentak di seluruh jajaran Kotama TNI Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan melibatkan lebih dari 305.000 orang, yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dari Plaza Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, melalui sarana Video Conference.

Pelaksanaan pemecahan rekor Muri Tari Gemu Famire serentak di seluruh Indonesia ini, terbagi menjadi tiga zona waktu yaitu Indonesia bagian barat pada pukul 07.00 WIB, Indonesia bagian tengah pada pukul 08.00 Wita, dan Indonesia bagian timur pada pukul 09.00 WIT. Di wilayah Jawa Timur pemecahan Rekor Muri melibatkan 37.426 orang yaitu pelaksanaan di Koarmada II sebanyak 11.280 orang, pelaksanaan di Kodam V/BRW sebanyak 6.504 orang, pelaksanaan di Korem 083 Malang sebanyak 11.282 orang, pelaksanaan di Lanud Iswahyudi Madiun 4.100 orang, pelaksanaan di Korem 082 Mojokerto sebanyak 4.260 orang.

Dalam pemecahan Rekor Muri tersebut, Panglima TNI memberikan sambutan menyapa seluruh peserta melalui Video Conference dan menyerahkan penghargaan kepada Prajurit TNI yang berprestasi yang berhasil meraih medali pada ajang Asian Games ke-18 dan penyerahan penghargaan kepada pencipta lagu Frans Maumere dimana telah dapat menyatukan nusantara dengan lagu dan tarian Gemu Famire, serta penyerahan sertifikat Muri oleh Ketua Muri Jaya Suprana kepada Panglima TNI.

Gerakan tarian ini sangat sederhana dan simple, sehingga dapat dengan mudah untuk mengikuti bergoyang saat mendengarkan alunan musik Gemu Famire.

Selain itu, tarian Gemu Famire yang juga berlangsung di atas KRI Makassar-590, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, dan KRI Banjarmasin-592 dapat menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh serta dapat dijadikan sebagai hiburan bagi yang melaksanakannaya. Sekaligus bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa, sehingga tidak dapat diklaim oleh negara asing.

Selain melibatkan Anggota TNI, kegiatan Tarian Gemu Famire juga melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), ibu-ibu dari anggota Jalasenastri, Persit Kartika Chandra Kirana, PIA Ardhya Garini serta Dharma Wanita yang menambah semarak kegiatan tarian Gemu Famire di Pangkalan TNI Angkatan Laut terbesar yang berlokasi di Kota Pahlawan Surabaya.

Hadir pada acara tersebut, Pangdam V/BRW Mayjen TNI Arif Rahman, Dankodikatal Laksda TNI Darwanto, S.H., M.A.P., Gubernur AAL Laksda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., Kaskoarmada II Laksma TNI I N.G. Sudihartawan, S.Pi., M.M., Danguspurla Koarmada II Laksma TNI Erwin S. Aldedharma, S.E., M.M., M.Sc., Danpasmar 2 Surabaya Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, Kasgartap III/SBY Brigjen TNI (Mar) Lukman Hasyim, S.T., M.Si (Han), Danlantamal V/SBY Laksma TNI Edwin, S.H., Dan STTAL Laksma TNI Ir. Avando Bastari, Danpuspenerbal Laksma TNI Dwika Tjahya Setiawan, S.H., Karumkital dr. Ramelan Laksma TNI dr. I Dewa Gede Nalendra, D.I., Sp. B., Sp. BTKV(K), Kadispsial Laksma TNI Drs. Tri Budi Marwanto, M.M., Danlanud Surabaya Kolonel Pnb Budi Ramelan, serta perwakilan Polda Jawa Timur, dan para Pejabat Utama Koarmada II.
Kadispenkoarmada II, Letkol Laut (KH) Suratno, S.S.(red/Disp)

Categories
Daerah Ekonomi

MANS Entertainment Akan Merilis Web Series Film ‘Sang Penggoda’

Jakarta –  MANS Entertainment, telah sukses meluncurkan single terbaru Tata Janeeta feat Maia Estianty (Sang Penggoda) yang tembus lebih dari 20 juta penonton. Sebelumnya CEO MANS Entertainment, Abdullah Mansuri pernah menjanjikan kepada publik apabila single terbaru tersebut tembus diangka yang ditentukannya maka ‘Mans’ akan mengangkat lagu tersebut dalam bentuk Web Series film pendek dengan judul yang sama.

“Kami sangat bersyukur bahwa tanggaapan masyarakat terhadap film ini sangat luar biasa, yang awal nya kami agendakan 5 menit (hanya film pendek) tetapi permintaan yang masuk ke kami hampir ratusan melalui email, instagram dan facebook sehingga kita putuskan  akan membuat website dalam 3 gelombang,” ujar Abdullah Mansuri saat konferensi press di Wr. Jati Timur Raya, Jakarta , Selasa (07/08/2018).

Ia menambahkan untuk penayangannya setiap hari Jumat, mulai tanggal 10 Agustus 2018 di kanal youtube Mans Entertainment.

Dikesempatan yang sama, Sigit Wardana selaku Produser Web Series Sang Penggoda mengatakan setelah kita berdiskusi bersama Tata Jandeta dan Bunda Maia Estianty, yang harus digaris bawahi dalam film ini bahwa benang merahnya harus kita lihat yaitu usaha seseorang dalam menyingkapi keterpurukannya, lalu bangkit lagi hingga sampai berhasil dan malah orang yang menyakitinya malah diberikan kesulitan.

“Pesan yang akan disampaikan (pemilik lagu),  bahwa wanita Indonesia itu adalah sosok yang kuat  di mata semua orang,” tutur Sigit Wardana.

Dalam proses pembuatan Web Series film tersebut, Azis selaku sutradara film Sang Penggoda merasakan cukup adanya tantangan,  “Dalam cerita film ini, sudah ada lewat lagu Sang Penggoda dan di youtube key world- nya luar biasa, dan bisa ngga nantinya seperti itu”, ungkapnya.

“Tapi Alhamdulillah!,  proses lancar, semua berjalan baik. Kalau kita sich ingin nya flimnya menyamai lagunya,” ujar Azis.

Web Series Sang Penggoda diperankan para aktris dan aktor muda berbakat, yang telah dipilih melalui proses casting lebih dari 270 orang peserta.

Inilah para pemeran film Sang Penggoda, yaitu Yanni Melwani sebagai lita (istri dari Reza), Reynaldi sebagai Reza (suami dari l

Lita), Stevanee Sally sebagai Vallen (perempuan yang cantik dan centil suka menggoda lelaki) dan Era Lolita S sebagai Raisa serta Ruli Ramdhani sebagai Ibu Lita.

Selain itu turut langsung dibintangi oleh Tata Janeeta dan Maia Estianty, yang kehadiran mereka berdua adalah magnet dalam Web Series tersebut.

Categories
Daerah Kriminalitas TNI

Lanal Tanjung Balai Asahan Gagalkan Penyelundupan 5,297 Kg Sabu di Perairan Asahan Sumut

Koranjurnal.co.id, Sungai Asahan –  Komitmen Koarmada I dibawah pimpinan Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., memberantas kegiatan ilegal di laut membuahkan hasil. Kali ini Tim First Fleet Quick Respons (FFQR) Lanal Tanjung Balai Asahan berhasil menangkap dan menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 5 bungkus atau seberat 5,297 kg dari sebuah kapal motor tanpa nama dan tanpa dokumen di Tanjung Berombang Sungai Asahan, Minggu (15/07/2018).

Penangkapan kapal tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh Pasintel Lanal Tanjung Balai Asahan dari masyarakat. Pihak Lanal TBA segera menindaklajuti informasi tersebut, dengan menerjunkan Tim FFQR I Lanal Tanjung Balai Asahan untuk melaksanakan patroli dan penyekatan guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

Tim FFQR I Lanal TBA segera melaksanakan patroli dengan menggunakan Patkamla SSG II-I-47 dan melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal-kapal mencurigakan yang melintas di Perairan Bagan Asahan.

Sesaat kemudian, Tim melihat kontak kapal yang mencurigakan bergerak masuk menuju Sungai Asahan. Selanjutnya Tim FFQR mendekati kapal tersebut guna melaksanakan pemeriksaan. Saat didekati kontak kapal tersebut menambah kecepatan dan bergerak ke arah hutan bakau di Tanjung Berombang Sungai Asahan.

Kapal tersebut terlihat dikandaskan oleh Abk dengan kondisi mesin masih hidup dan tidak ada orang di atas kapal, tetapi sempat terlihat sesaat orang berlari masuk ke dalam hutan bakau, dan selanjutnya tim berusaha mengejar orang yang diduga Abk kapal tersebut. Setelah dilakukan pencarian ke dalam hutan bakau tersebut tidak diketemukan abk kapal. Tim kembali ke kapal tanpa nama untuk melaksanakan pengecekan dan penggeledahan.

Setelah sesaat melaksanakan penggeledahan, kapal tanpa nama tersebut terlihat bocor dibeberapa titik bangunan kapal. Selanjutnya kapal tersebut diputuskan untuk digandeng menuju Posmat Bagan Asahan. Dan Pasintel melaporkan kejadian tersebut kepada Pjs. Danlanal dan Pjs. Dandenpomal

Selama kapal tanpa nama tersebut digandeng menuju Posmat Bagan Asahan, dilaksanakan penggeledahan terhadap seluruh bangunan kapal. Alhasil, Tim FFQR berhasil menemukan bungkusan berwarna coklat sebanyak 5 buah di bagian belakang dalam kapal dengan ditutupi kayu.

Setelah Patkamla SSG II-I-47 dan kapal tanpa nama tiba di Posmat Bagan Asahan, Pjs. Danlanal memerintahkan tim Pomal untuk membuka salah satu bungkusan tersebut guna memastikan isinya dengan disaksikan oleh Pasintel, Pasops, Danpatkamla beserta beberapa anggota.Isi dalam bungkusan tersebut diduga narkoba jenis sabu-sabu. Selanjutnya barang bukti tersebut dibawa ke Mako Lanal TBA guna penyelidikan lebih lanjut dengan melibatkan BNN daerah untuk pengecekan barang bukti yang diduga narkoba tersebut.

Tim Lanal Tanjung Balai Asahan dibantu dengan BNN melaksanakan pengecekan barang bukti yang diduga narkoba tersebut dengan diketahui bahwa barang tersebut positif merupakan narkoba jenis sabu-sabu seberat 5,297 Kg.(ton/Disp)

Categories
Daerah TNI

Danlantamal I Belawan Pimpin ‘SAR’ KM. Sinar Bangun yang Tenggelam di Danau Toba

Koranjurnal.co.id, Sumut – Komandan Lantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., memimpin pelaksanaan pencarian korban (SAR) kapal penumpang KM.Sinar Bangun yang terbalik dan tenggelam di perairan Danau Toba pada Senin sore (18/06).

Bersama sejumlah prajurit TNI Angkatan Laut dari jajaran Lantamal I dan dibantu Taifib Marinir, Danlantamal I terjun langsung melakukan penyisiran kawasan perairan dimana lokasi tenggelamnya kapal motor tersebut hingga menyusuri tepi danau dengan menggunakan Sea Rider Lantamal I, Rabu (20/06/2018).

Turut mendampingi penyelaman yang dilakukan oleh Tim Penyelam Taifib, yakni Basarnas dan Penyelam Lantamal I saat pemasangan Marker di tempat tenggelamnya KM.Sinar Bangun.

Sebelum kegiatan dimulai, Danlantamal I memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit yang melaksanakan SAR. Danlantamal I menekankan, agar kegiatan ini dilaksanakan dengan ikhlas dan serius, sebab ini merupakan tugas kemanusian, diingatkan pula untuk menjaga kesehatan selama pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan SAR yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian prajurit Lantamal I terhadap bencana dan musibah yang dialami masyarakat. Kehadiran Prajurit Lantamal I di daerah musibah tersebut didukung oleh 2 unit Sekoci Karet, 2 unit Motor Tempel 40 PK, 1 unit Sea Rider, 3 orang Penyelam lengkap dengan peralatan selam, 1 unit Ambulance beserta Tim Kesehatan, dan 15 tim penyelam dari Pasukan Elit Intai Amfibi (Taifib) Marinir.

“Berdasarkan data Posko Terpadu KM. Sinar Bangun, dari 192 orang penumpang, sampai saat ini Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan 21 korban, diantaranya 3 korban dinyatakan meninggal dan 18 korban lainnya berhasil diselamatkan. Namun dalam pencarian korban Tim SAR menghadapi kendala saat melakukan penyelaman karena kondisi air keruh dan cuaca dingin sehingga menghambat proses pencarian,” tutur Kepala Kantor SAR Medan Budiawan dalam keterangannya.

Dari informasi yang beredar, tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun yang saat itu sedang berlayar dengan mengangkut penumpang dan kendaraan bermotor, dari rute pelabuhan Tiga Ras menuju pelabuhan Simanindo mengalami terbalik. Kejadian itu diduga karena faktor cuaca dan kelebihan beban.

Turut mendampingi Komandan Lantamal I dalam pelaksanaan SAR itu, Pjs. Asops Danlantamal I dan Danyonmarhanlan I.(tonmp/Disp)

Categories
Daerah Hukum

Lapas Klas II A Rantauprapat Amankan Pengunjung Bawa Narkoba

Koranjurnal.co.id, Labuhanbatu – Seorang pria yang diketahui bernama Rahmad Dana (36) warga Jalan Manab Lubis Gang Perabot, Desa Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, terpaksa diamankan oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Rantauprapat, Medan, Sumatera Utara, Senin (18/06/2018).

Rahmad Dana diamankan petugas lapas, karena kedapatan membawa barang haram yang diduga narkotika jenis sabu dan pil ekstasi, saat berkunjung ke dalam Lapas.

Dari informasi yang didapat bahwa, diamankannya pelaku, berawal dari pemeriksaan rutin oleh petugas Lapas kepada setiap pengunjung yang akan memasuki area Lapas.

Dari sana, petugas mendapati benda mencurigakan yang diduga narkotika jenis sabu dan pil ekstasi yang diselipkan di dalam sepasang sepatu merek ‘Nike’ warna merah milik Rahmad Dana.

Mendapati hal itu, petugas pun langsung mengamankan pelaku sembari menghubungi pihak kepolisian dari Satres Narkoba Polres Labuhanbatu untuk tindak lanjut atas perkara tersebut.

Dari pemeriksaan awal oleh petugas Lapas, Rahmad Dana mengakui bahwa barang haram diduga sabu dan pil ekstasi tersebut adalah miliknya yang akan diseludupkan ke dalam Lapas.

Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti, diserahkan pihak Lapas kepada jajaran Satres Narkoba Polres Labuhanbatu, untuk proses hukum lebih lanjut.

Kalapas Klas II A Rantauprapat Muhammad Jahari Sitepu SH.M.Si, membenarkan peristiwa tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan perkara ini kepada jajaran Satres Narkoba Polres Labuhanbatu.

“Benar, kita telah berhasil menggagalkan upaya salah satu pengunjung Lapas yang ingin menyeludupkan barang bukti diduga sabu dan pil ekstasi, setelah kita lakukan pemeriksaan awal, selanjutnya pelaku kita serahkan kepada jajaran Satres Narkoba Polres Labuhanbatu untul proses lebih lanjut,” ujar mantan Kalapas Klas II A Binjai itu seperti dilansir e-news.id.(red)