Categories
Megapolitan Militer Polhukam TNI

Pangdam Jaya: Masa Tenang, Kondisi DKI Jakarta Sekitarnya Aman dan Kondusif

Koran Jurnal, Jakarta – Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Mayjen TNI Eko Margiyono menegaskan kondisi DKI Jakarta dan sekitarnya memasuki masa tenang Pemilu 2019 ini kondusif dan aman.

Hal ini ditegaskan Pangdam usai apel kesiapsiagaan skala besar Pengamanan Pemilu di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (14/4).

Pangdam bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, yang memimpin apel ini, juga mengatakan bahwa apel gabungan yang diikuti 38.000 personel ini, merupakan tahap pengecekan kesiapan jajarannya.

“Jangan anggap apel gabungan ini ada apa-apa, tidak ada, sebaliknya kami hanya ingin mengecek kesiapan kami,” kata Pangdam.

Selain itu, Pangdam juga menambahkan, Pengamanan Kodam Jaya menjangkau wilayah DKI Jakarta, sebagian Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten.

“Selain yang kita BKO-kan ke Polda Metro Jaya, ada juga sebagian yang di wilayah Kabupaten Tangerang ke Polda Banten, dan Depok, Kota Bekasi serta Kabupaten Bekasi ke Polda Jawa Barat,” jelasnya.

Pangdam juga menambahkan, tugas anggota TNI dalam pengamanan Pemilu ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu di sekitar Tempat Pemungutan Suara (TPS), Obyek Vital Nasional dan patroli bersama.

“Ada yang di TPS, mengamankan obyek vital nasional dan ada yang diajak patroli bersama pihak Kepolisan. Intinya adalah kita memberikan dan menjamin rasa aman kepada masyarakat saat pemilihan dan pasca pemilihan,” tambah mantan Danjen Kopassus ini.

Selanjutnya, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya melakukan pelepasan pasukan patroli bersama yang diikuti aparat gabungan dan sejumlah kendaraan taktis, truk, ambulan, mobil dan motor patroli dari satuan TNI AU, TNI AL, Kostrad Kopassus dan Polri. Selain itu, kedua Jenderal Bintang Dua ini juga memberikan pengarahan kepada prajurit Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya di Hall D Jakarta Internasional Expo.(red)

Categories
Megapolitan Ragam Transportasi

Berdayakan Ekonomi Ojek Online, Relawan Independen Sambangi Komunitas Ojol Bogor Raya

Koran Jurnal, Bogor – Momen peringatan Hari Ibu 22 Desember 2018 digunakan Relawan Independen (Raden) untuk menggerakkan komunitas Ojek Online Bogor Raya dalam kegiatan silaturahmi.

Kegiatan silaturahmi yang bertajuk relawan Jokowi bersama Ojol Bogor Raya, diselenggarakan di lapangan sepakbola Kresna Kota Bogor Jawa Barat, Sabtu (22/12/2018). Dalam acara tersebut, para anggota komunitas ojek online diberikan suguhan acara yang memikat dan menambah tali silaturahmi.

“Sebagai Ketua umum Raden, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua perjuangan driver ojek online yang telah menjadi pioner dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil,” ujar RR. Neti Herawati Ketum Raden mengawali sambutan.

“Saya ingin terus memberikan semangat dan motivasi kepada segenap ojol Bogor Raya untuk tetap optimis, karena pekerjaan Ojol adalah profesi mulia dan menjadi jalan jihad dalam menghidupi keluarga,” tambahnya.

Bunda Neti juga menyampaikan untuk terus berikhtiar, dan Relawan Independen akan mengawal perjuangan Ojek Online untuk mendapatkan payung hukum dalam menjalani profesinya. Tak lupa bunda Neti juga mengatakan akan tetap memberdayakan komunitas Ojol di beberapa program pemberdayaan masyarakat agar ojol memiliki keterampilan lainnya.

Suasana bahagia itu terlihat pada wajah sekitar 1000 peserta komunitas Ojol yang hadir di lapangan tersebut.

Peserta yang hadir dari beberapa perkumpulan ojol Bogor Raya tersebut, tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberi perhatian penuh atas keberadaan dan eksistensi ojek online, dan ke depan mereka berharap agar payung hukum bagi profesi ojol segera diterbitkan oleh pemerintah.

Acara yg digagas oleh Relawan Independen dan Komando Relawan Satu Aspal juga memberikan sumbangan cinderamata sebagai tali asih kepada beberapa komunitas Ojol yang hadir untuk ikut berbahagia dalam momen Hari Ibu 22 Desember 2018.

Silaturahmi komunitas ojol, rencananya  juga akan digelar oleh Raden di beberapa kota diantaranya Depok, Cianjur, Tangerang, Sukabumi dan Bekasi pada awal januari 2019 mendatang.(ton/rl)

Categories
Ekonomi Megapolitan

Pelanggan Setia Honda Bintaro Hadiri ‘Showroom Event’ Akhir Tahun 2018

Koran Jurnal, Bintaro – PT Gading Prima Perkasa atau lebih dikenal dengan Honda Bintaro menggelar program eksklusif Loyalis Honda ‘Showroom Event’, di dealer resminya, Jalan Raya Bintaro Sektor VII Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang, Sabtu (08/12/2018).

Sales Manager Honda Bintaro, M. Burli menuturkan program eksklusif ‘Loyalis Honda’ menjelang akhir tahun 2018 ini merupakan program rutin dari Dealer Pusat Honda yang digelar secara serentak pada Sabtu (08/12) di seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Acara ini memang sumbernya dari main dealer (dealer pusat) karena ada program. Selain dari pusat, kami dari Honda Bintaro memang selalu rutin mengadakan tour event, mengundang customer-customer dari kita yang memang bisanya hanya di hari Sabtu. (harapan) Mudah-mudahan ini bisa menambah hubungan kedekatan kita dengan customer, lalu juga membantu customer tentang promo-promo yang terbaik,” ujar Burli kepada rekan media di sela-sela program event tersebut.

Dari pantauan pewarta di lokasi, sekitar ratusan pelanggan setia Honda Bintaro menghadiri undangan event tersebut. Salah satunya tampak hadir seorang aktor senior, Dwi Yan. Selain penggemar mobil merek Honda, ternyata aktor kawakan ini juga sudah bertahun-tahun menjadi pelanggan setia di Authorized (dealer resmi) Honda Bintaro. Sekadar informasi, Authorized Honda Bintaro berdiri pada 19 Januari 1997.

Dwi Yan mengungkapkan beberapa alasan mengapa ia lebih memilih mobil merek Honda ketimbang lainnya. Pengguna kendaraan roda empat merek Honda sejak tahun 1974 ini menuturkan, mobil Honda adalah kendaraan yang nyaman dan elegan.

“Honda lebih apik, lebih halus dan untuk interiornya lebih elegan,” katanya.

Saat ditanya mengenai penyelenggaraan program event akhir tahun tersebut, Dwi Yan mengutarakan, program ‘Showroom Event’ ini sangat perlu, karena untuk menggairahkan para pelanggan setia dan peminat baru mobil merek Honda.

“Bikin menarik pelanggan mungkin bisa buat undian-undian yang menggairahkan, seperti hadiah tiket paket liburan. Dengan adanya promo-promo menarik, jadi ada timbal baliknya, siapa tau (pelanggan) beruntung diajak ke luar negeri,” imbuhnya.

Berbagai program Authorized Honda Bintaro dalam menjaga hubungan pelanggan setia agar lebih dekat dengan mengedepankan slogan ‘Pelanggan adalah Keluarga’. Pada program event akhir tahun ini pihak Authorized Honda Bintaro menyediakan penawaran khusus berbagai jenis tipe mobil merek Honda, mulai dari potongan harga khusus, bonus hingga pembelian tanpa uang muka. Juga hadiah menarik bagi para pelanggan setia maupun pembeli baru yang telah menandatangani SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) merek Honda. Bagi pelanggan tersebut diperkenankan juga mengikuti permainan ‘Spin Win’, dengan hadiah bervariasi mulai hadiah uang tunai hingga voucher paket servis. ‘Spin Win’ merupakan salah satu konsep marketing dan menjadi daya tarik tersendiri yang hanya ada di Authorized Honda Bintaro, tentunya untuk pelanggan setia.(ton)

Categories
Ekonomi Megapolitan

Konferensi Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Bahas Strategi Kedaulatan Pangan dan Lumbung Pangan Dunia

Koran Jurnal, Jakarta – Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan kegiatan konferensi mahasiswa mulai tanggal 3 hingga 6 Desember 2018 dengan tema “Konsolidasi Mahasiswa dalam Pelaksanaan Demi Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia”, bertempat di Auditorium UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi mahasiswa sebagai Agent of Change dan generasi millenial yang seharusnya mimpi mengambil peran dalam pembangunan daerah atau pembangunan nasional.

Kegiatan konferensi mahasiswa ini dihadiri oleh sekitar 83 institusi dengan jumlah peserta sekitar 150 orang,

Topik pembahasan yang menjadi agenda dalam konferensi mahasiswa pada hari ke-2, Selasa 04 Desember 2018 ini adalah “Strategi Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Lumbung Pangan Dunia 2030 Tanpa Kemiskinan dan Kelaparan”.

Dalam topik pembahasan itu, pihak panitia acara yang terdiri para mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah tersebut, menghadirkan beberapa pemateri diantaranya, Direktur Pengadaan Bulog, Mayjend (Purn) Dr. Bachtiar S.IP M.Ap, Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng, dan Ketua Komite Pedagang Pasar Abdul Rosyid.

Menurut Mayjend (purn) Dr.Bachtiar S.IP M.AP, untuk menuju dan mencapai kedaulatan pangan dan menjadi lumbung pangan dunia maka harus mengembangkan dan membangun SDM yang memadai intensifikasi, revitalisasi dan penataan kembali on form dan of form. Kemudian perlu juga mendorong Bulog untuk diberikan kewenangan yang lebih luas di bidang pangan.

Kemudian, menurut Tanri Abeng harus ada perubahan sistem politik ekonomi yang baru dan inklusif. Pemerintah juga perlu mengembangkan dan membantu pembentukan Badan Usaha Milik Rakyat. Sehingga usaha-usaha mikro pun bisa berpartisipasi dalam mewujudkannya.

Sedangkan menurut Ketua Komite Pedagang Pasar, Abdul Rosyid mengatakan, perlu adanya perhatian kepada petani dan para pedagang karena yang menjadi persoalan sampai saat ini adalah distribusi atau mata rantai yang masih panjang dari petani kepada konsumen. Sehingga harga ditingkat petani rendah sedangkan ditingkat konsumen tinggi, hal ini terjadi karena masih banyak cukong yang harus diberantas dan dipotong distribusinya.

Terakhir, menurut Ahmad Nabil Bintang Ketua Umum Dema – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, agar pangan di Indonesia lebih makmur untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, maka sangat penting mengingat SDGs sebagai program yang harus dilaksanakan oleh pemerintah. Tapi perlu diingat rencana ini perlu diimplementasikan dengan baik. Sehingga SDGs bisa di laksanakan dengan optimal.(ton)

Categories
Infrastruktur Megapolitan

Warga Minta Pemprov DKI Jakarta Realisasikan Ganti Rugi Pembebasan Lahan Jalan Tembus Rawajati-Poltangan

Koran Jurnal, Jakarta – Warga Kelurahan Pejaten Timur Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar segera dan secepatnya merealisasikan uang ganti rugi pembebasan lahan warga yang terdampak proyek pembangunan jalan tembus Rawajati-Poltangan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Perlu diketahui, bahwa wacana proyek pembangunan jalan tembus tersebut telah bergulir sejak 2014 lalu. Dan jika terwujud jalan tembus ini akan menghubungkan Jalan Rawajati Timur dari Kompleks Badan Intelijen Negara (BIN) atau pelintasan Volvo hingga Poltangan Pasar Minggu.

“Saya dapat informasi dari Bina Marga itu kurang lebih di RW 06 ada 90 bidang, di RW 07 itu kurang lebih 70 bidang dan di RW 08 itu tinggal sedikit yang kurang lebih antara 15 sampai 20 bidang karena di RW 08 itu sebagian besar tanahnya sudah dimiliki oleh Bina Marga. Kurang lebih (Totalnya) 180 bidang itu masyarakat yang terkena program jalan tembus tersebut,” ujar Yusuf selaku Wakil Dewan Kota Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Ganti rugi yang akan diberikan kepada warga atas pembebasan lahan tersebut nilainya sekitar tiga kali dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pertimbangan Tim Appraisal (penilai) dari Pemprov dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Sebenarnya tidak ada penolakan warga terkait pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tembus Rawajati – Poltangan.

Menurutnya permasalahan justru terletak pada keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam program pembangunan jalan tembus tersebut. Apalagi, proses proyek tersebut sudah tertunda hingga empat tahun lamanya.

“Alhamdulillah masyarakat juga sudah menyetujui Tinggal bagaimana pemerintah keseriusannya terutama Pemprov DKI Jakarta untuk mempercepat proses pembebasan tersebut,” ucap Yusuf.

Di tempat sama, salah satu warga RT 08 RW 06 Pejaten Timur, Youl Arif Fadillah mengharapkan penyelesaian ganti rugi pembebasan lahan warga dapat secepatnya direalisasikan.

“Sekarang yang dijadikan masalah warga ini adalah realisasi penggantian lahan yang belum terealisasi sampai saat ini, itu yang dikeluhkan banyak warga. Warga sendiri kepinginnya di tahun 2018 ini semua pembayaran harus selesai,” ujar Youl Arif Fadillah yang memiliki surat bukti kepemilikan tanah di daerah tersebut.

Ia sendiri terpaksa harus merelakan lahannya seluas 180 meter persegi terdampak pembangunan jalan tembus itu.

Oleh karena itu, mewakili warga lainnya, Youl Arif Fadillah meminta agar Pemprov DKI Jakarta segera dan secepatnya menyelesaikan ganti rugi pembebasan lahan tersebut.

“Jangan sampai nunggu di Tahun Anggaran 2019, karena kan kalau 2019 otomatis kebutuhan indikator-indikator harga udah pasti berubah. Itu yang kita tidak mau. Tapi yang kita inginkan adalah di tahun 2018 ini harus cair, itu aja keinginan warga,” kata Yul Arif Fadillah.

 

Sementara itu, Wakil Walikota Pemerintah Administrasi Kota Jakarta Selatan H.Arifin mengatakan bahwa dibutuhkan keseriusan dalam program pembangunan jalan tembus Rawajati Poltangan.

Beban kendaraan yang begitu berat dan padat membuat pemerintah harus segera mencarikan solusi dengan cara mempercepat pengerjaan dan penyelesaian pembangunan.

Proses mengadaan lahan itu sudah jelas, ada regulasinya, dan tahapan itu sudah dilakukan, mulai dari sosialisasi, kemudian inventarisasi dan juga sudah dipetakan sampai dimana lahan yang akan terpakai.

Pihaknya juga sudah melakukan negosiasi harga dengan warga yang terdampak pembebasan lahan dan sudah tercapai kesepakatan.

Saat ini Dinas Bina Marga sudah masuk dalam proses penandatanganan Surat Pelepasan Hak (SPH). Jadi, jika proses ini sudah selesai, maka uang ganti rugi akan dicairkan dengan segera.

“Dalam minggu ini, sampai dengan batas akhir Desember 2018 tanggal 20-an sudah bisa dibayarkan semua 80 bidang ini, yang sudah bersedia untuk dibebaskan. Dan 10 bidang lagi belum bisa diselesaikan karena menyangkut masalah surat bukti atas hak kepemilikan tanahnya. Jadi surat atas hak kepemilikan tanahnya ini harus jelas, kalau untuk ganti ruginya,” kata Arifin saat dijumpai di lokasi.(red/hm)

Categories
Megapolitan Opini Polhukam

Repdem Tangsel Imbau Kelompok Milineal untuk Terus Bumikan Pancasila

Koran Jurnal, Tangerang – Organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Tangerang Selatan bikin gebrakan dengan mengadakan kegiatan ‘Ngopi Banteng Repdem’  (Ngobrol Politik Bareng dan Anteng Bersama Relawan Perjuangan Demokrasi) dengan tema “Tantangan Implementasi Pancasila Zaman Now” di Sekber pemenangan Jokowi, Setu Muncul, Tangerang Selatan, Minggu (18/11/2018)

Tujuan kegiatan tersebut dalam rangka untuk memperkuat pemahaman Pancasila sebagai ideologi kebangsaan dengan sasaran kelompok milineal.

“Kegiatan ngopi banteng Repdem ini kami lakukan karena kami gelisah di wilayah Tangsel sendiri banyak kaum milineal tetapi diskusi diskusi kebangsaan seperti ini jarang dilakukan, sebagai organisasi yang berbasis aktivis, kami punya tanggung jawab sejarah membuat kegiatan ideologis seperti ini, “ ujar Kusnadi kepada wartawan di lokasi acara.

Hadir dalam diskusi tersebut beberapa narasumber antara lain, Wanto Sugito (Sekjen DPN Repdem), TB Bayu Murdani (Wakil Ketua DPRD Tangsel), Veri Mukhlis (Pengamat politik UIN Ciputat), M Tohar (Enterpreneur muda) serta Profesor Beny (Senior GMNI). Selain itu beberapa organisasi berbasis kelompok nasionalis juga turut hadir seperti, Posraya, Projo, GMNI dan lainnya.

Di tempat sama, Wanto Sugito mengatakan, diskusi ini penting dilakukan agar penanaman ideologi kebangsaan dengan sasaran kelompok milineal yang kini jumlahnya 34,49 % di Indonesia terus digelorakan dengan membuat Gerakan Cinta Pancasila.

“Mereka bisa memainkan peran Gerakan Cinta Pancasila dalam memainkan dunia sosial media dengan mengisi konten konten yang menumbuhkan rasa cinta dan membangkitkan semangat nasionalisme yang selama ini nampak pudar. Apalagi tantangannya saat ini, ada ancaman kelompok kelompok yang mengatas namakan agama ingin merubah ideologi pancasila. Jelaskan bahwa konsensus berdirinya negara di atas keberagaman ini sudah final dan tidak bisa diubah ubah,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan TB Bayu Murdani, pentingnya kita sebagai kelompok nasionalis, dimanapun dan peran apapun agar sejatinya konsisten membumikan pancasila dalam bentuk praktik berbangsa bernegara.

M Tohar, selaku enterpreneur muda menambahkan, pentingnya kelompok milineal juga membangun basis basis ekonomi yang berkedaulatan dengan cara memulai dari sejak dini belajar memiliki usaha meski dari kecil terlebih dahulu.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Very Mukhlis mengatakan, sejatinya jika dikaitkan dalam pilpres, maka Jokowi adalah gambaran tepat pemimpin yang telah terbukti bekerja dan mengimplementasikan Pancasila dalam regulasi pemerintahannya selama ini.

“Jokowi sudah teruji dan terbukti. Sehingga kelompok nasionalis khususnya di Banten harus lebih pro aktif membangun gerakan gerakan di masyarakat agar Pancasila terus dibumikan dalam kerja-kerja politik yang kepentingannya kembali kepada rakyat,” tegasnya.(red/yd)

Categories
Megapolitan Polhukam

Tim Pemenangan DPW Partai Berkarya DKI Jakarta Beri Motivasi Perjuangan Kader dan Caleg untuk Serap Aspirasi Warga

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Tim Pemenangan DPW DKI Jakarta Partai Berkarya, Naswan Gunawan, memberikan dukungan penuh untuk membantu perjuangan para kader dan caleg memenangkan pemilu 2019.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya DKI Jakarta telah memulai konsolidasi lewat kunjungan ke sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk menyosialisasikan target pemenangan. Partai Berkarya mendapat nomor urut 7 pada Pileg 2019 mendatang.

Ketua Tim Pemenangan DPW DKI Jakarta Partai Berkarya, Naswan Gunawan,  mengatakan dirinya banyak mendapat kritikan, masukan dan harapan dari DPC, DPD maupun para caleg yang akan bertarung dalam kontestasi elektoral 2019.

Naswan menemui langsung Ketua DPD Jakarta Selatan, Indra Duwila, beserta jajarannya dalam rapat tim pemenangan di wilayah Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (19/11) malam. Usai rapat Naswan menyebut Partai Berkarya belum memiliki popularitas dan elektabilitas yang memadai di kalangan masyarakat.

Kondisi itu membuat para caleg maupun DPC dan DPD Berkarya sulit sosialisasi caleg maupun mempromosikan nomor urut partai 7. Naswan berjanji akan memberikan dukungan penuh untuk membantu perjuangan para kader dan caleg.

“Masyarakat lebih kenal partai lain dan caleg parpol lain dibanding caleg dan partai kami. Ini tantangan besar karena Berkarya adalah partai baru dengan ide segar yang fokus meningkatkan kesejahteraan,” kata Naswan usai rapat.

Tugas terberat bagi parpol baru memang memperkenalkan diri ke publik. Naswan telah meminta kepada para caleg dan kader untuk menjaga rutinitas turun ke masyarakat. Tujuannya bukan untuk pencitraan, tapi menyerap aspirasi sekaligus menghadirkan solusi.

Naswan menolak segala konsep politik uang yang kerap dimainkan partai baru yang memiliki uang. Menurut dia logistik Pemilu bukan yang utama dalam pemenangan karena yang harus mereka raih adalah kepercayaan rakyat.

“Logistik itu persoalan semua parpol. Bukan kami saja, tapi yang paling penting adalah bagaimana kami menjaga rutinitas turun ke lapangan sambil mendatangkan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPD Berkarya Jakarta Selatan, Indra Duwila, mengatakan telah memetakan sosialisasi di Jakarta Selatan. Dari 65 kelurahan di sana, para caleg maupun kader Berkarya akan melakukan upaya persuasif terutama dalam memperkenalkan partai lewat alat peraga kampanye (APK) seperti bendera, baliho, kaos hingga promosi nomor urut 7.

“Ketika kami menyebar logistik berupa bendera dan baliho, saat itu juga para kader langsung bergerak membantu masyarakat. Fasilitas umum, sosialisasi kesehatan dan lingkungan jadi pekerjaan rutin kami berbuat untuk masyarakat,” ujar Indra Dumila yang merupakan caleg Berkarya untuk DPR RI.(ton)

Categories
Hukum Megapolitan

Ditlantas PMJ: Penindakan Tilang Elektronik E-TLE Resmi Berlaku Mulai 1 November 2018

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya melakukan sosialisasi sistem Electronic Law Traffic Enforcement (E-TLE) dengan cara pembagian leaflet atau brosur kepada pengemudi di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, Senin kemarin (15/10/2018).

Pembagian brosur yang berjumlah 1.000 buah ini melibatkan polisi wanita (polwan) lalu lintas yang membentangkan spanduk di Zebra Cross saat lampu merah didepan para pengendara yang berhenti.

“Hari ini kita laksanakan sosialisasi pembagian brosur maupun pembentangan spanduk kepada para pengguna jalan terutama di simpang Patung Kuda dan simpang Sarinah,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf di lokasi sosialisasi.

Yusuf menuturkan jika tujuan penyebaran brosur yang akan dilakukan selama seminggu kedepan ini untuk memberi tahu masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran lalu lintas. Hal ini karena nantinya nomor polisi kendaraan akan otomatis terekam oleh kamera E-TLE.

“Tujuannya agar masyarakat mengetahui proses tilang E-TLE. Sekarang masih sosialisasi dan penindakan mulai efektif pada 1 November 2018,” ucap Yusuf.

Sebelumnya, penerapan e-tilang ini sudah dibahas Polda Metro Jaya dengan Pemprov DKI Jakarta. Dalam penerapannnya, polisi akan memblokir surat tanda nomor kendaraan (STNK) jika pelanggar tidak membayar e-tilang.

Ditlantas Polda Metro memasang empat CCTV di kawasan Jl Jenderal Sudirman-MH Thamrin. Tilang elektronik ini hanya diberlakukan terhadap kendaraan bernomor polisi B. Sementara untuk kendaraan bernomor polisi lain akan ditindak langsung oleh petugas jika melakukan pelanggaran.

“Besaran denda tilang bagi pengemudi mobil dan motor, tergantung jenis pelanggaran yang dilakukan,” tutupnya.(red)

Categories
Megapolitan

Hadiri Faganja Reborn SMKN 7 Grafika Jakarta, Kemendikbud: Peran Alumni Sangat Diperlukan

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Alumni Sekolah Menengah Kejuaraan Negeri 7 Grafika Jakarta menggelar acara Faganja  (Forum Alumni Grafika Negeri) Reborn, yang diselenggarakan di lingkungan SMKN 7 Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (14/10/2018).

Kegiatan Forum Alumni Grafika Negeri Reborn SMKN 7 Grafika Jakarta ini dihadiri oleh pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan alumni pengajar (guru) yang pernah mendidik di sekolah tersebut.

Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Ir. M. Bakrun, MM menyambut dan mengapresiasi yang sangat baik adanya Faganja Reborn ini.

“Harapan kami adalah forum alumni ini nantinya bisa ikut berperan didalam mengembangkan ikon SMK, jadi menurut saya ini hal yang sangat positif sekali,” ujar Bakrun disela acara.

Menurut Bakrun, peran alumni dalam ikut mengembangkan kualitas pendidikan sangat diperlukan bagi siswa-siswi baru SMK tersebut.

“Alumni ini kan sudah banyak yang bekerja di dunia industri, paling tidak adalah bisa memberikan apa sih sebenarnya materi-materi yang cocok dan tidak cocok yang perlu diberikan kepada anak-anak yang masih sekolah di SMK ini. Ini yang dinamakan sinkronisasi kurikulum karena setiap tahun akan terjadi proses perubahan,” tuturnya.

Kemudian yang kedua, tambah Bakrun, adalah dorongan dari alumni. Ini perannya juga sebagai meningkatkan kerja sama dengan dunia industri, dan juga bisa berperan dalam berbagai macam kegiatan.

“Misalnya saja proses peningkatan kompetensi bagi alumninya nanti, kemudian juga bisa berperan serta untuk meringankan beban yang harus dikembangkan oleh sekolah itu sendiri,” ujarnya.

“Jadi pengembangan sekolah khususnya SMK ini kan harus ada peran serta, pertama pasti pemerintah, kedua yaitu sekolah, ketiga pemerintah daerah otoritas yang mempunyai kewenangan daerah saat ini, ketiga yakni dunia usaha industri, dan keempat adalah peran masyarakat yang ada didalamnya termasuk adalah peran alumni itu sendiri. Sehingga peran alumni sangat diperlukan karena apa, yang tau persis yang pernah dipelajari, kemudian apa yang terjadi di industri itu,” jelas Bakrun.

Terkait revolusi industri 4.0 yang sedang dilakukan pemerintah, Bakrun meyakini, para alumni sudah mempersiapkan diri, apalagi dengan kemajuan teknologi informasi yang berkembang saat ini.

“Saya yakin alumni tidak mau ketinggalan dengan teknologi informasi yang ada saat ini. Kemudian mau tidak mau revolusi industri 4.0 kita tidak bisa membendung, pasti akan hadir juga. Maka kita harus memperjuangkan anak-anak kita kedepan, ini adalah yang melek tentang teknologi industri 4.0, dimana didalamnya terjadi proses selain otomatisasi juga digitalisasi. Kalau kita bicara digitalisasi, ya seperti digital printing, desain grafis dan sebagainya,” pungkasnya.

Ketua Panitia penyelenggara Faganja Reborn, Anton Hariyadi menuturkan, acara yang dihadiri alumni SMKN 7 Grafika dari angkatan tahun 1970 hingga 2015 adalah sebagai ajang silaturahmi dan untuk mempererat hubungan antar alumni dari setiap generasi.

“Kita berterima kasih dengan kehadiran kakak-kakak kelas SMKN 7 disini. Semoga kesolidan kita tetap terjaga. Dan harapannya acara ini bisa terus berlanjut,” kata Anton, sebagai alumni angkatan tahun 1994 ini.

Hal senada juga dikatakan Rita salah satu mantan pengajar (guru) di SMKN 7 Jakarta yang menyambut baik digelarnya acara Faganja Reborn. Mantan guru SMKN 7 Jakarta yang telah mengajar sejak tahun 1980 sampai tahun 2000 berharap, kegiatan ajang silaturahmi ini dapat terus dilakukan, sehingga dapat terjalin hubungan komunikasi yang bermanfaat antara siswa dan alumni.

“Harapannya kedepan kegiatan ini lebih eksis, SMK Grafika lebih eksis, bisa silaturahim, (siswa) anak-anak yang belum bekerja bisa bertanya-tanya dengan alumni yang sudah maju tentunya,” ujar Rita yang saat ini mengaku menjabat Ketua Sekolah Tinggi Kejuruan dan Ilmu Pendidikan di Pondok Gede, Bekasi.(ton)

Categories
Megapolitan

Menpora Ajak Masyarakat Ikhlas Bantu Korban Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menghadiri Konser Amal Peduli Sulawesi Tengah (Sulteng), “Palu, Donggala, Sigi”, di Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Minggu malam (07/10/2018).

Menpora didampingi Staf Khusus Komunikasi dan Kemitraan Zainul Munasichin dan bersama Ketua Panitia penyelenggara Hendry Gary Lyanto serta sebelas artis seperti, Dewi Yull  Nia Daniaty, Liza Natalia, Sandro Tobing, Deddy Dukun, Ermy Kulit, Inisiator Sugiyanto, Harvey Malaiholo, Sonny Tulung dan Dorce Gamalama ikut meramaikan konser amal peduli Sulteng.

Menpora mengatakan bahwa, malam ini kita berkumpul untuk solidaritas kemanusiaan musibah Palu, Sigi dan Donggala.

“Malam ini kita semua berkumpul di sini untuk solidaritas kemanusiaan. Apa yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala adalah musibah. Musibah bisa terjadi pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja,” ujarnya.

Menurutnya, musibah itu adalah rahasia Allah. Karenanya kita harus banyak beramal. Dan malam ini kita sudah melakukan itu (beramal), bahwa kita semua berkumpul dengan sukacita, sukarela dan ikhlas untuk membantu saudara-saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala. Sudah pasti saudara kita di sana akan senang dengan bantuan ini.

“Saya tidak lahir di Sulawesi Tengah, tapi mereka adalah saudara saya. Mungkin mereka adalah orang-orang yang pernah membantu saat saya ke Palu, Sigi, Donggala dan di beberapa tempat di Sulawesi Tengah.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memberikan bantuan. Apa yang bisa kita bantu, kita bantu. Kalau hanya bisa tenaga, kita bantu tenaga, kalau hanya bisa doa, kita doakan mereka,” katanya.

Di samping itu juga, lanjutnya, para atlet yang sedang berjuang di Asian Para Games juga mendoakan saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah. Mereka ingin menggembirakan dengan meraih medali emas. Alhamdulillah hari ini kita mendapatkan 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu sudah kita raih.

“Ini  menjadi pelajaran penting juga, bahwa keterbatasan bukan menjadi alasan untuk  kita bangkit. Tapi keterbatasan adalah awal kita memberikan sebuah kebahagiaan orang lain,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Penyelenggara Konser Amal Peduli Sulawesi Tengah (Sulteng) Hendrik Gary Lyanto menyampaikan duka yang mendalam terhadap para korban gempa dan tsunami di Sulteng.

“Malam ini kita akan gelar penggalangan dana, yang nantinya akan kita bawa kesana,” ujar Hendrik.(ton)