Categories
Megapolitan Polisi

Peringati HUT RI ke-75, Polda Metro Bagikan 15.000 Paket Sembako

Koran Jurnal, Jakarta – Polda Metro Jaya mengadakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan 15 ribu paket sembako kepada warga masyarakat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, baksos paket sembako ini dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI ke-75 dan perintah Kapolri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Polda di Indonesia.

“Sekaligus melaksanakan instruksi dari Bapak Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, hari ini seluruh Polda di Indonesia melaksanakan hal yang sama,” kata Kapolda Nana kepada wartawan saat melepas rombongan kendaraan bakti sosial yang membawa paket sembako, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/08/2020).

Nana juga menuturkan, pembagian paket sembako merupakan rangkaian bakti sosial dan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat atas dampak pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih terjadi.

“Ini merupakan bagian dari rasa kepedulian dan empati kepolisian kepada masyarakat yang kita ketahui telah tujuh bulan terakhir terdampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Adapun sasaran pembagian paket sembako, lanjut Kapolda, adalah kaum duafa, ojek online, buruh dan sopir angkutan umum serta masyarakat kurang mampu lain yang terkena dampak covid-19.

“Rencananya kami serahkan ke masyarakat yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” imbuhnya.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat maupun anggota untuk tetap memedomani langkah-langkah dan mematuhi protokol kesehatan.

“Presiden telah menginstruksikan sesuai dengan Inpers No 6 tahun 2020, terkait peningkatan kedisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan. Kita juga harus mempedomani 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tandasnya.(red)

Categories
Megapolitan Militer Polisi

Polda Metro Jaya Bagikan Seribu Masker Logo TNI-Polri

Koran Jurnal, Jakarta – Ditsamapta Polda Metro Jaya membagi-bagikan 1.000 (seribu) masker berlogo TNI-Polri kepada masyarakat peserta Car Free Day (CFD) di sekitar kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (16/08/2020).

“Pembagian Masker ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran Virus Covid-19 sekaligus dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke 75,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Yusri, pembagian masker itu merupakan bagian kegiatan penguatan pengawasan pendisiplinan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penularan virus corona.

“Warga antusias meramaikan dan menerima, sekaligus langsung memakai Masker pembagian tersebut,” terang Yusri.

Selain pembagian masker, Polda Metro Jaya juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sepanjang jalan protokol.

“Juga dilaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan dengan menggunakan 3 mobil AWC di wilayah GBK dan sepanjang jalan protokol Jalan Sudirman, HI, Kota Tua dan jalur sampai Polda Metro Jaya,” tambah Yusri.

Acara tersebut dihadiri Direktur Sabhara PMJ Kombes Pol Muhammad Ngajib dan Kapolres Metro Jakarta Pusat serta para personil Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat.(red)

Categories
Megapolitan Polisi

Kapolda Metro Bagikan 4000 Paket Bansos Presiden untuk Purnawirawan Polri dan Mitra Inkoppol

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menyerahkan sebanyak 4.000 paket sembako bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didistribusikan melalui Kementerian Sosial kepada Keluarga Besar Purnawirawan Polri yang berada di DKI Jakarta, Rabu (12/08/2020).

Bantuan sosial paket sembako tersebut juga disalurkan untuk anggota Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Inkoppol) dan mitra pengemudi Divisi Transportasi (Divtro) Inkoppol.

“Presiden Republik Indonesia melalui Kemensos RI memberi 4.000 paket kepada keluarga besar Purnawirawan Polri yang ada di DKI Jakarta dan sekitarnya,” kata Nana kepada wartawan, di kantor Inkoppol, Jalan Tambak, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).

Rencana distribusi bansos, antara lain 1.300 paket untuk keluarga besar Purnawirawan Polri, khususnya yang berpangkat perwira pertama ke bawah yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Kemudian, 400 paket untuk karyawan Koperasi Polri dan 2.300 paket untuk mitra driver Divtro Inkoppol yang tersebar di DKI Jakarta dan sekitarnya,” terang Nana.

Sementara Staf Khusus Kemensos Irjen (Purn) Erwin TL Tobing mengatakan, pihaknya menyalurkan bansos sesuai dengan permintaan dan disesuaikan dengan nama yang diajukan oleh pemerintah daerah.

“(Penerima bansos) itu data dari wali kota, bupati. Bukan Kemensos yang menentukan orang,” katanya.

Lanjut Erwin menuturkan, secara reguler pihaknya memberikan bantuan sosial kepada 1,9 juta keluarga di kawasan Jabodetabek.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan masyarakat yang terdampak Covid-19,” harapnya.

Tampak turut menyaksikan penyerahan bansos, Ketua Inkoppol Yudi Sushariyanto, dan sejumlah Pejabat Utama Polda Metro Jaya.(red)

Categories
Megapolitan Transportasi

Pemerintah Mendorong Penerapan Intelligent System dan Protokol Kesehatan Pada Sistem Transportasi

Koran Jurnal, Jakarta – Menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) akibat pandemi covid-19, pemerintah mendorong secara maksimal Penerapan intelligent system dan protokol kesehatan pada sistem transportasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada webinar tentang Integrasi Antarmoda Transportasi dalam era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB (SBM-ITB), Rabu (05/08/2020).

Menhub mengatakan dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) akibat pandemi covid-19, tentunya masyarakat masih merasa waspada untuk menggunakan angkutan umum terutama dari adanya interaksi dengan pengguna lain. Untuk itu Pemerintah berusaha keras melakukan upaya pemulihan / Build Back Better dengan memastikan ketersediaan dan layananan angkutan umum masal yang tersedia melaksanakan penyesuaian dengan Penerapan Protokol Kesehatan di tempat pemberangkatan, selama perjalanan maupun di tempat kedatangan.

“Pemerintah juga mendorong secara maksimal Penerapan intelligent system dan protokol kesehatan seperti contactless ticketing, cashless payment, digital information, system apps, dan disiplin physical distancing,” ujar Menhub.

Menhub menambahkan secara spesifik terkait dengan pengembangan transit / perpindahan moda, tentunya tidak terlepas dari pengembangan Sistem Trunk and Feeder. Trunk sebagai Sistem transportasi massal layaknya MRT, BRT dan LRT tentunya memerlukan dukungan dari Sistem Feeder atau sistem pengumpan sebagai first mile dan last mile melalui moda angkutan dengan ukuran yang lebih kecil dan fleksibel.

“Dengan pesatnya pertumbuhan permintaan perjalanan harian penduduk di wilayah perkotaan serta perubahan pola pergerakan yang dinamis, maka pendekatan penyediaan layanan Feeder konvensional kurang dapat diandalkan, Sehingga diperlukan sistem yang mampu melayani kebutuhan perjalanan masyarakat secara fleksibel dan dapat dijangkau secara real-time,” jelasnya.

Keberadaan Sistem Ride Hailing dapat dimanfaatkan untuk mengisi kebutuhan layanan Feeder guna mendukung layanan transportasi massal perkotaan secara optimal. Dengan basis layanan yang bersifat on-demand services, tentunya layanan Ride Hailing memiliki keunggulan dibandingkan Feeder konvensional, yakni dengan menghadirkan kemudahan akses dimanapun dan kapanpun dibutuhkan khususnya dalam melayani kebutuhan first mile dan last mile.

Menhub berharap dengan pengembangan sistem transit yang andal serta keterpaduannya dengan Ride Hailing, tentunya era mobility as a services dapat terwujud. Sebuah era dimana perjalanan dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun, dimanapun dan kemanapun dengan memanfaatkan layanan transportasi yang selalu tersedia tanpa harus bergantung pada kepemilikan atas kendaraan pribadi.

“Maka dari itu, integrasi antar moda merupakan solusi utama dalam memenuhi kebutuhan perjalanan di wilayah metropolitan dengan tetap bertumpu pada nilai kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna jasa transportasi,” pungkas Menhub.

Turut hadir dalam webinar ini Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana Banguningsih Pramesti; Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta (Dishub DKI), Dr. Syafrin Liputo; Presiden Direktur PT. Transportasi Jakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo; Presiden Direktur PT. Grab Teknologi Indonesia, Ridzki Kramadibrata; Dekan SBM ITB, Prof. Dr. Utomo Sarjono Putro; dan Peneliti SBM ITB, Dr. Yos.(hum/red)

Categories
Kriminalitas Megapolitan

Polrestro Jak-Sel Sita 131 Kg Sabu dan 160 Kg Ganja Hasil Ungkap Jaringan Narkoba Sumatera-Jawa

Koran Jurnal, Jakarta – Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan berhasil menyita Narkotika jenis Sabu seberat 131 kilogram dan Ganja 160 kilogram. Ratusan kilogram barang haram itu merupakan barang bukti hasil penangkapan dan pengungkapan kasus tindak pidana peredaran Narkotika, diantaranya jaringan Sumatera-Jawa.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, anggotanya lebih dulu melakukan penangkapan terhadap Haerul dan Novan terkait peredaran ganja. Penangkapan dilakukan pada 14 Juli 2020 sekitar pukul 13.00 Wib di depan Puskesmas Belong, Jalan Roda No. 25, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

“Ini merupakan kasus dari hasil pengembangan dari kasus sebelumnya di mana ada kasus 300 kilogram yang diungkap. Tersangka ada 2 saudara HS dan NK bahwa informasi akan ada pengiriman ganja yang berasal dari Aceh melalui pengiriman jasa atau kargo ke TKP yaitu di Bogor Tengah, Kota Bogor,” kata Nana saat memimpin konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (03/08/2020).

Kemudian, lanjut Nana, polisi langsung melakukan pengejaran ke lokasi kejadian. Hasilnya didapatkan 70 bungkus ganja dengan berat 70 kilogram yang dibungkus dengan menggunakan buku Lembar Kerja Siswa (LKS).

“Jadi hampir seolah-olah ini masyarakat menganggap buku pelajaran, jadi modusnya seperti itu membungkus ganja dengan lakban cokelat dan dilapisi buku dan mengirim ganja melalui kargo,” terang Nana.

Setelah itu, polisi langsung melakukan penggeledahan terhadap kediaman pelaku tersebut. Di sana, polisi mendapatkan 10 gram sabu yang telah dimasukan ke dalam bungkus rokok.

Tak sampai di situ, tiga hari kemudian pada 17 Juli 2020 sekitar pukul 20.00 Wib, polisi mendapatkan kabar. Jika akan ada pengiriman narkoba di Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

“Mengamankan 5 kardus yang memang dialamatkan pada TKP tersebut dengan barang bukti jenis yang sama sebesar 90 bungkus dengan berat 90 kilogram. Juga dibungkus dengan buku LKS sebagai kamuflase. Seolah-olah mereka bawa buku pelajaran,” beber Nana.

Dari pengungkapan itu, polisi menyita barang bukti ganja sebanyak 160 kilogram dan sabu 9,81 gram.

Lanjut Nana, ia menjelaskan pengungkapan 131 kg Sabu. Pada 30 Juli 2020 sekitar pukul 01.00 Wib polisi menangkap dua orang pelaku yakni AP alias Bedul, HG alias Bonges. Keduanya ditangkap terkait peredaran narkoba jenis sabu seberat 131 kilogram di Kompleks Lemigas Jalan Panjang Cipulir, Jakarta Selatan.

“Ada dua tersangka AP dan HG,” ujar Nana.

Pengiriman paket narkoba itu, dilakukan dengan menggunakan truk Fuso warna kuning.

“Untuk modus operandi, sebenarnya ini untuk pengiriman, menggunakan truk dan sebagai kamuflase, seolah-olah truk ini mengangkut batu bata dan di dalamnya ada sabu,” ungkap Nana.

Para pelaku yang ditangkap tersebut diketahui merupakan jaringan Sumatera-Jawa yang mana pengiriman barang tersebut melalui Jakarta. Dan sabu yang mereka bawa yakni dengan menggunakan tas berukuran besar.

“Jadi ada 6 tas yang berisi plastik kemasan silver yang disimpan di tumpukan batu dan keduanya merupakan kurir yang diperintahkan oleh orang yang saat ini masih DPO atas nama Santi alias Selvi,” lugas Nana.

“Kedua kurir berada di TKP dan sedang menunggu seseorang yang diperintahkan untuk mengambil truk tersebut. Akhirnya sesuai informasi truk tersebut ada yang mengambil dan saat dia datang langsung kita amankan. Sedangkan tersangka utama masih DPO, tetap kita akan kejar,” tandas Nana.

Adapun barang bukti yang diamankan terkait penangkapan itu, terdiri dari sabu seberat 131 Kilogram, dua Handphone Samsung dan truk Fuso warna kuning nomor Polisi BM 9221 OU.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 144 subsider Pasal 111 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.(mdk/red)

Categories
Megapolitan

Besok Ganjil Genap Kembali Berlaku, Polda Metro Jaya: Penindakan Tilang GaGe Mulai 6 Agustus 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama Ditlantas Polda Metro Jaya mulai besok 3 Agustus 2020 akan menerapkan kembali aturan ganjil genap (GaGe) di wilayah DKI Jakarta. Namun, Ditlantas Polda Metro Jaya menyebut akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu selama 3 hari (3-5 Agustus 2020), dan selanjutnya mulai melakukan penindakan atau penilangan terhadap pelanggar GaGe pada Kamis 6 Agustus 2020.

“Untuk penindakan pelanggaran bagi yang melanggar ganjil genap akan mulai kami lakukan penindakan dengan melakukan tilang mulai pada Kamis 6 Agustus,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (02/08/2020) seperti dilansir Tempo.

Sambodo mengatakan selama masa sosialisasi petugas kepolisian dan Dishub akan memberhentikan warga yang melanggar ganjil genap dan akan diberikan teguran. Sedangkan mulai dari Kamis, lanjut dia, penindakan tilang akan mulai diberlakukan baik secara manual maupun elektronik atau E-TLE.

Dia mengatakan, kebijakan memberlakukan ganjil genap tersebut merupakan hasil evaluasi dari mulai meningkatnya kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan. Berdasarkan data Dinas Perhubungan kepadatan lalu lintas sudah naik hingga 1,47 persen dari batas normal.

“Penerapan ganjil genap mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap,” terangnya.

Sebelumnya, aturan ganjil genap dihentikan sejak Senin, 15 Maret 2020, dan terus mengalami masa perpanjangan hingga saat ini. Upaya ini disebut sebagai salah satu langkah menekan penyebaran virus Covid-19.

Berikut 25 ruas jalan ganjil genap di Jakarta pada masa PSBB Transisi:

1. Jalan Pintu Besar Selatan

2. Jalan Gajah Mada

3. Jalan Hayam Wuruk

4. Jalan Majapahit

5. Jalan Medan Merdeka Barat

6. Jalan M.H. Thamrin

7. Jalan Jenderal Sudirman

8. Jalan Sisingamangaraja

9. Jalan Panglima Polim

10. Jalan Fatmawati mulai dari Simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan Simpang Jalan TB Simatupang

11. Jalan Suryopranoto

12. Jalan Balikpapan

13. Jalan Kyai Caringin

14. Jalan Tomang Raya

15. Jalan Jenderal S. Parman mulai dari Simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan Jalan Gatot Subroto

16. Jalan Gatot Subroto

17. Jalan M.T. Haryono

18. Jalan H.R. Rasuna Said

19. Jalan D.I. Panjaitan

20. Jalan Jenderal A. Yani mulai dari Simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan Simpang Jalan Perintis Kemerdekaan

21. Jalan Pramuka

22. Jalan Salemba Raya Sisi Barat dan Jalan Salemba Raya Sisi Timur mulai dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai dengan Simpang Jalan Diponegoro

23. Jalan Kramat Raya

24. Jalan St. Senen

25. Jalan Gunung Sahari.(red)

Categories
Megapolitan Ragam

Pemuda Pancasila Siap Salurkan Bansos dari Pemerintah kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan Ormas Pemuda Pancasila dalam memberikan ribuan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Disaksikan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Japto Soelistyo Soerjosoemarno, Menteri Sosial (Mensos) RI, Juliari Peter Batubara, secara simbolis menyerahkan paket sembako tersebut kepada anggota Pemuda Pancasila, di kantor MPN Pemuda Pancasila, Jakarta Selatan, Rabu (29/07/2020).

Mensos menilai keberadaan Ormas di masa pandemi Covid-19 saat ini sangat penting. Karena Ormas bisa membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19, termasuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Karena kita sadar bahwa pemerintah tidak bisa kerja sendirian. Tentunya harus merangkul teman-teman ormas, khususnya ormas-ormas yang besar, mapan, anggotanya di mana-mana,” ujar Mensos.

Sementara, Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila, Japto Soelistyo Soerjosoemarno, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kepercayaan kepada Pemuda Pancasila untuk menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Jadi sebetulnya kami sebagai ormas, banyak anggota kami kalau dihitung jutaan se Indonesia, yang butuh juga banyak. Tapi sebagai satu organisasi sosial kemasyarakatan, kita mengutamakan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan,” kata Japto.

Ia berharap pihaknya bisa segera menyampaikan bantuan sosial ini kepada masyarakat yang memang patut menerima. “Kita berikan sesuai dengan daftar yang ada di daerah. Seperti sekarang bantuan dari Kemensos pun kita daftar, sebagian anggota PP, sebagian masyarakat yang terdaftar di kita,” ucap Japto.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen MPN Pemuda Pancasila, Arif Rahman, menjelaskan bahwa bantuan sosial ini akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 melalui cabang-cabang Ormas Pemuda Pancasila.

“Jadi kami dapatkan data 2.856 ini berdasarkan permintaan kami ke MPC-MPC yang ada di Jakarta. Ini memang harus berdasarkan data yang fix, berdasarkan kriteria yang memang harus kita berikan, misalkan karyawan-karyawan yang di PHK atau mereka yang tidak mampu,” ungkap Arif.

Ia berpesan agar dalam penyaluran bantuan sosial itu jangan sampai ada kegaduhan, jangan sampai ada keramaian. “Supaya kita semua kedepannya bisa menjalankan kembali program yang mulia ini, yang diserahkan kepada kita ini,” tuturnya.

“Isi paket sembako adalah beras 10 kilogram, sarden 10 kilogram dengan berat 155 gram, minyak goreng 2 liter, mie instan 10 bungkus, 1 botol saos,” pungkas pria yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Nasional Task Force Kemanusiaan Covid-19 Pemuda Pancasila.(pen/red)

Categories
Megapolitan Polisi

Kapolda Banten Edukasi Masyarakat Melalui Talkshow Radio Tentang Penerapan AKB

Koran Jurnal, Serang – Kapolda Banten Irjen Pol. Drs. Fiandar di dampingi Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Edy Sumardi melaksanakan kegiatan talk show melalui Radio Paranti FM Pandeglang di ruang perjamuan Mapolda Banten, Rabu (22/07/2020) pukul 09.00 WIB.

Dipandu oleh penyiar radio dari Paranti FM Pandeglang Olga Octavia, dalam kegiatan talk show tersebut Kapolda Banten Irjen Pol. Drs. Fiandar menyampaikan bahwa sesuai adanya keputusan Pemerintah yang sebelumnya telah memutuskan di tengah pandemi covid-19 di berlakukannya penerapan New normal namun hal tersebut banyak yang salah mengartikan yang mana new normal di artikan bahwa kehidupan berjalan dengan normal kembali dan pandemi covid-19 telah usai.

Lanjut Fiandar, menyikapi banyaknya pemahaman yang salah dalam mendefinisikan new normal sehingga Pemerintah mengumumkan diksi new normal di ganti dengan diksi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Hal ini lantaran penggunaan istilah new normal dianggap membingungkan masyarakat. Istilah new normal justru diartikan masyarakat kembali melakukan kegiatan seperti biasa tanpa memperhatikan protokol kesehatan, saat ini kita perbaiki dengan diksi adaptasi kebiasaan baru, kebiasaan menjalani kehidupan dengan menerapkan protokol kesehatan” terang Fiandar

Fiandar menyampaikan imbauan kepada masyarakat tentang adaptasi kebiasaan baru agar mampu mendisiplinkan diri dengan mematuhi protokol kesehatan tentang penanggulangan dan pencegahan penularan Covid-19.

“Dalam adaptasi kebiasaan baru kita harus mampu menerapkan sesuai dengan aturan protokol kesehatan yang diantaranya menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun hingga saling menjaga jarak sosial di tempat-tempat keramaian atau kerumunan,” ajaknya.

Fiandar juga menyampaikan pandemi covid-19 ini adalah situasi yang bersifat kritis untuk umat manusia dan dunia. Situasi ini tidak bisa dihadapi sendiri oleh sebab itu Polri dan TNI turun langsung membantu masyarakat yang sangat membutuhkan.

“Pandemi covid-19 ini menimbulkan masalah kesehatan dan ekonomi, TNI polri terpanggil untuk membantu masyarakat, dengan melakukan kegiatan menciptakan ketahanan pangan,” ujar Fiandar.

Fiandar mengatakan untuk menjaga ketahanan pangan di masa pandemi covid-19, Kepolisian Daerah (Polda) Banten sudah melakukan berbagai langkah, diantaranya budidaya ikan, penanaman sayur mayur dan lainnya dalam program Kampung Tangguh Kalimaya.

“Ketahanan pangan ini dalam rangka kepedulian seluruh anggota Polda Banten dan TNI kepada masyarakat dan ini juga merupakan implementasi arahan bapak Kapolri, ” Kata fiandar

Terakhir Fiandar menghimbau masyarakat agar mampu menahan diri dalam situasi pandemi Covid-19 ini dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas.

“Masyarakat diharapkan mampu menahan diri dalam situasi yang terjadi saat ini. Jangan melanggar hukum, walaupun dalam keadaan sulit. Tahan mental, jangan lakukan hal negatif, jangan sampai menimbulkan gangguan Kamtibmas, tetap berdoa dan tawaqal kepada Tuhan, supaya diberikan rizqi agar segala kesulitan ini bisa segera hilang atau berakhir,” tutup Fiandar.(hum/red)

Categories
Megapolitan Polisi

Bakti Sosial HUT Bhayangkara ke-74, Polsek Kebon Jeruk Bagikan Ratusan Sembako

Koran Jurnal, Jakarta – Kepolisian Sektor Kebon Jeruk Jakarta Barat, melakukan bakti sosial (baksos) peduli warga terdampak pandemi virus Corona (Covid-19) dengan membagikan sembako di beberapa tempat di wilayah Kelurahan Kedoya Selatan Kebon Jeruk Jakarta Barat, Sabtu (05/07/2020) kemarin.

Kapolsek Kebon Jeruk Kompol R Sigit Kumono mengatakan, pembagian sembako itu sebagai bentuk kepedulian Kepolisian Sektor Kebon Jeruk kepada warga yang terdampak Covid-19.

“Hari ini juga langsung kami bagikan ke mereka yang wajib mendapatkan bantuan itu,” ujar Sigit

Kegiatan ini, kata Sigit, merupakan instruksi dari Kapolri kepada semua jajaran Kepolisian baik di tingkat Polda, Polres sampai ke tingkat Polsek.

Hal ini mengandung maksud sebagai wujud kepedulian kita untuk membantu dan berbagi dengan sesama saudara-saudara kita yang kurang mampu, ditambah lagi dengan situasi masa transisi pandemi Covid-19.

Adapun pembagian sembako itu kali ini dilakukan kepada warga RT 001, 009 dan 016 RW 04 Kelurahan Kedoya Selatan Kecamatan Kebon Jeruk.

Total sembako yang dibagikan sekitar 200 paket sembako. Distribusi sembako itu dibagi menjadi beberapa tim menuju lokasi yang telah ditetapkan.

“Pembagian sembako tersebut dalam rangka Hari Bhayangkara ke-74 dan dalam rangka memutus penularan Covid-19,” imbuhnya.(hum/red)

Categories
Hukum Keamanan Megapolitan Polhukam

DitjenPAS Rangkul Polri dan BNN Ungkap Jaringan Narkoba dalam Lapas

Koran Jurnal, Tangerang – Ditjen Pemasyarakatan menggelar Apel Besar Deklarasi dan Komitmen Bersama Gerakan Anti Narkoba Kementerian Hukum dan HAM wilayah Banten, di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang, Jum’at (03/07/2020).

“Kami Tidak Ada Kompromi dengan Penyalahgunaan Narkoba, Kami Anti Narkoba,” ucap Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS), Reynhard Silitonga dalam sambutannya di lokasi acara.

Dia mengajak Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian untuk bersama-sama mengungkap jaringan narkotika yang ada di dalam Lapas maupun Rutan.

“Kepada Polri dan BNN saya meminta untuk bersama-sama dan terus bekerjasama dengan kami Pemasyarakatan dalam mengungkap jaringan yang ada di dalam Lapas maupun Rutan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan saat ini dihadapkan oleh persoalan overcrowded yang telah mencapai angka 74% dari seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se Indonesia.

Jumlah tersebut didominasi oleh kasus penyalahgunaan narkoba, tentunya perlu menjadi perhatian khusus bagi pemangku kebijakan untuk menyadari bahwa penanganan penyalahgunaan narkotika di Lapas/Rutan memerlukan special treatment.

Reynhard juga menerangkan bahwa, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan khususnya Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Banten juga terus melakukan pembenahan-pembenahan untuk menanggulangi permasalahan peredaran narkoba di dalam Lapas dan Rutan. Namun dalam pelaksanaannya Pemasyarakatan tetap memerlukan dukungan dari masyarakat dan instansi terkait lainnya agar dapat mewujudkan kondisi Lapas dan Rutan yang kondusif dari perederan gelap narkotika.

“Apel Besar ini sebagai wujud sinegritas dan komitmen antar lini pemerintah baik Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian Daerah, Badan Narkotika Nasional dalam upaya pemberantasan Narkoba,” tutur Reynhard.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN Propinsi Banten, Brigjen Pol. Tantan Sulistiana mengatakan, Kebijakan pemberantasan narkoba di Indonesia perlu dilakukan dengan sinergi dan semangat yang kuat antar stakeholders, termasuk masyarakat dan Pemasyarkatan.

“Kita harus bersemangat. Untuk kawan-kawan Pemasyarakatan harus juga semangat bekerja menjalankan SOP dengan subgguh-sungguh, hingga tidak ada lagi petugas lapas ataupun rutan yang terlibat dalam peredaran narkoba,” tutur Tantan.

“Saya yakin, ini sudah komitmen Pemasyarkatan dari atas hingga jajarannya di wilayah untuk perang terhadap narkoba,” tambahnya.

Sementara itu, Ade Kusnadi, Kabag Sidik Polda Banten, yakin dengan gerakan komitmen bersama yang digagas dan dideklarasikan kementerian hukum dan HAM Banten.

“Melalui kegiatan Deklarasi dan Komitmen Bersama Gerakan Anti Narkoba ini kami yakin dan percaya, kita bisa melakukannya bersama-sama,” tutur Ade.

Ia berharap sinergitas dapat berjalan dengan baik hingga pemberantasan dan peredaran narkotika dapat terlaksana dengan baik.

Kegiatan Apel Deklarasi dan Komitmen Bersama Gerakan Anti Narkoba diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas komitmen perang terhadap narkoba antar aparat penegak hukum dan pemusnahan narkoba dan handphone hasil Rajia di lembaga pemasyarakatan dan Lapas wilayah Banten.(hum/red)